Senin, 12 Mei 2025 – Suasana hangat, meriah, dan penuh sukacita terpancar dari area dalam dan halaman Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo saat umat Wilayah Sang Timur berkumpul untuk merayakan Paskahan bersama. Acara yang digagas oleh Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Sang Timur ini berlangsung dari pukul 17.00 hingga 20.30 WIB, dengan mengangkat tema “Berkelana: Bersama Kembali ke Jalan Allah”.

Ramainya Umat yang hadir mengikuti Paskahan Wilayah Sang Timur
Acara Paskahan tahun ini tak sekadar menjadi momentum sukacita atas kebangkitan Kristus, tetapi juga menjadi momen penyatuan umat dari empat lingkungan di bawah naungan Wilayah Sang Timur: Lingkungan St. Bartholomeus, Lingkungan St. Gregorius, Lingkungan St. Stefanus, dan Lingkungan St. Antonius. Semua bersatu dalam semangat kebersamaan, memperkuat iman, dan saling berbagi kasih dalam perayaan penuh makna ini.
Keceriaan Hadiah dan Sukacita Anak-anak

Keceriaan Seluruh Umat Wilayah Sang Timur
Keceriaan tak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang hadir. Panitia telah menyiapkan parcel Paskah khusus bagi anak-anak, berisi aneka makanan ringan, minuman ringan, yang dibungkus dengan menarik dan kids friendly. Sementara itu, acara doorprize menjadi momen yang dinanti-nanti oleh seluruh umat. Hadiah yang beragam – mulai dari peralatan rumah tangga hingga bingkisan menarik – yang dibagikan di depan panggung yang telah disiapkan di area dalam Gereja.
Sambutan Hangat dari Para Pemimpin Wilayah
Suasana syukur dan persaudaraan semakin terasa saat para tokoh wilayah memberikan sambutan. Mikael Purwanto, perwakilan dari Stasi, membuka acara dengan ucapan terima kasih dan ajakan untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam hidup menggereja. “Paskah bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah perjalanan spiritual untuk kembali menapaki jalan Allah,” ujarnya penuh semangat.

Apresiasi dari panitia untuk Stasi GMBA Maguwo
Dilanjutkan dengan sambutan dari Mbak Dysi, Ketua OMK Wilayah Sang Timur, yang dengan antusias menyampaikan apresiasi kepada seluruh OMK yang telah bekerja keras mempersiapkan acara. “Ini bukti nyata bahwa OMK tidak hanya aktif, tapi juga kompak, solid, dan kreatif. Semangat ini harus terus dijaga,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah.

Sambutan ketua OMK Wilayah Sang Timur
Tak ketinggalan, Bu Lia selaku Ketua Wilayah Sang Timur juga menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan aktif seluruh lingkungan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya semangat ‘berkelana bersama’ sebagai panggilan untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan. “Dengan cinta dan kebersamaan, kita kembali ke jalan-Nya,” tuturnya.
Renungan yang Menyentuh Hati “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup”
Puncak spiritualitas acara diisi oleh renungan Paskah yang dibawakan oleh dua prodiakon, Pak Paul dan Pak Tri Mulyono. Renungan malam itu mengangkat bacaan Injil dari Yohanes 14:1–6, di mana Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.”
Dengan refleksi yang mendalam, keduanya mengajak umat untuk memahami bahwa dalam hidup yang penuh tantangan dan pencarian, Yesus adalah satu-satunya jalan menuju pengharapan dan keselamatan. “Kadang kita merasa bingung, lelah, atau tersesat. Tapi Yesus sudah menunjukkan bahwa Dia adalah jalan yang pasti, jalan yang benar, dan hidup yang sejati,” ujar Pak Prodiakon, menguatkan umat yang hadir.

Renungan oleh prodiakon
Pak Paul menambahkan, “Berkelana dalam hidup iman memang tidak selalu mudah, tapi selama kita berjalan bersama Tuhan, kita tidak pernah benar-benar sendirian.” Suasana hening, penuh permenungan, menyelimuti ruangan saat umat merenungkan sabda tersebut dalam hati mereka masing-masing.
Sesi Ice Breaking & Quiz TTS : Gelak Tawa yang Mencairkan Suasana

Keseruan ice breaking yang membuat suasana lebih “hidup”
Usai renungan yang mendalam, suasana kembali cair dan penuh gelak tawa melalui sesi ice breaking yang dipandu oleh Pak Arif. Dengan caranya yang humoris dan energik, Pak Arif mengajak umat untuk bergerak bersama dalam permainan interaktif dan penuh tawa. Anak-anak, remaja, hingga para orang tua larut dalam permainan seru yang memecah keheningan, membangun kembali semangat dan energi menjelang acara puncak.

Umat dengan semangat mengikuti ice breaking
Permainan sederhana namun kreatif seperti “siapa cepat dia dapat”, dan “TTS (Teka Teki Silang)” membuat seluruh hadirin terlibat dan saling mengenal satu sama lain dengan cara yang menyenangkan. Tidak hanya menghibur, sesi ini juga mempererat kebersamaan lintas usia.
Pentas Seni: Ungkapan Iman Melalui Kreativitas
Acara puncak malam itu adalah pentas seni antar lingkungan, sebuah pertunjukan yang menunjukkan betapa iman bisa diekspresikan secara kreatif dan menyenangkan. Empat lingkungan tampil dengan ciri khas dan kekayaan budaya masing-masing, menciptakan suasana yang semarak sekaligus menyentuh.
- Lingkungan Stefanus membuka panggung dengan tembang Mocopat, membawakan lantunan puisi Jawa yang sarat makna spiritual. Suasana menjadi syahdu, mengingatkan umat akan kearifan lokal yang berpadu dengan nilai iman Katolik.
- Lingkungan Gregorius menyuguhkan tari tradisional yang dinamis, diikuti dengan sesi menyanyi dan joget bareng yang membuat seluruh hadirin ikut bergoyang. Keceriaan menjalar ke seluruh ruangan, menghapus sekat antar generasi.
- Lingkungan Antonius memukau penonton dengan tari balet yang anggun, dilanjutkan dengan gerak dan lagu yang menggemaskan. Penampilan ini berhasil membangkitkan rasa bangga akan keberagaman bakat anak-anak lingkungan.
- Lingkungan Bartholomeus menutup pentas dengan drama musikal bertema kebangkitan dan tari tradisional penuh semangat. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tapi juga menyampaikan pesan rohani yang mendalam.
Setiap penampilan mendapat apresiasi luar biasa dari umat yang hadir. Tidak sedikit yang mengabadikan momen-momen tersebut melalui kamera ponsel mereka, menciptakan kenangan indah yang akan terus diingat.
Penutupan yang Mengharukan: “Kemesraan Ini Janganlah Cepat Berlalu”
Menjelang akhir acara, seluruh umat diajak menyanyikan lagu “Kemesraan” bersama-sama. Yang istimewa, seluruh lampu gereja dimatikan, dan hanya cahaya dari lampu-lampu handphone yang menerangi ruangan. Suasana menjadi begitu haru dan syahdu. Dalam balutan cahaya temaram, umat bergandengan tangan, menyanyikan lirik demi lirik dengan penuh perasaan. Momen ini menjadi penutup yang sempurna — mengikat kembali rasa cinta dan persaudaraan di antara umat Wilayah Sang Timur.

Suasana syahdu malam itu
Suksesnya Paskahan sebagai Buah Kebersamaan
Paskahan Wilayah Sang Timur tahun 2025 ini bukan hanya sekadar acara tahunan. Ia telah menjadi panggung kebersamaan, ruang pertumbuhan iman, dan bukti nyata bahwa ketika umat bersatu, segala hal menjadi mungkin. Keberhasilan acara ini tak lepas dari kerja keras OMK Wilayah Sang Timur, yang tidak hanya menunjukkan kapasitas organisasi mereka, tetapi juga kedewasaan iman yang terus bertumbuh.

Tim Konsumsi dengan sabar mempersiapkan konsumsi untuk semua hadirin
Dengan tema Berkelana: Bersama Kembali ke Jalan Allah, umat diajak tidak hanya merayakan Paskah secara lahiriah, tetapi juga menghayatinya sebagai perjalanan rohani bersama. Dalam canda, tawa, haru, dan doa, mereka kembali menemukan Tuhan dalam kebersamaan, dalam seni, dan dalam setiap wajah sesama.

OMK Wilayah Sang Timur
Semoga semangat Paskah ini terus menyala dalam kehidupan umat Wilayah Sang Timur — menuntun langkah mereka untuk terus berkelana bersama Tuhan, hari demi hari.
