Mempererat Persaudaraan dan Iman: Pertemuan Rutin Ibu-ibu PWK Lingkungan Santo Stefanus

Bagi ibu-ibu di Lingkungan Santo Stefanus, pertemuan bulanan Paguyuban Wanita Katolik (PWK) bukan sekadar rutinitas kalender, melainkan sebuah oase untuk memperdalam iman sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kaum wanita untuk bertumbuh bersama dalam semangat pelayanan dan kasih Kristiani.

Bertumbuh dalam Rohani dan Ekonomi

Pertemuan ini dirancang dengan perpaduan yang selaras antara kegiatan rohani, pengelolaan ekonomi mandiri, dan aksi nyata, yang mencakup:

  • Doa Rutin & Pendalaman Iman: Menjadi pondasi utama, setiap pertemuan dibuka dengan doa bersama, doa Rosario sesuai panduan liturgi lingkungan agar setiap langkah pelayanan selalu berdasar pada Firman Tuhan.
  • Arisan Bulanan: Berfungsi sebagai pengikat kehadiran yang efektif, kegiatan ini menjadi momen hangat untuk berbagi informasi dan mempererat tali silaturahmi antaranggota.
  • Simpan Pinjam (Kas Paguyuban): Sebuah bentuk pengelolaan keuangan mandiri yang bertujuan membantu ekonomi anggota, yang sering kali dijalankan dengan sistem tanggung renteng sebagai wujud kepercayaan satu sama lain.
  • TACIKA (Tabungan Cinta Kasih/Tabungan Citra Kasih): Sebagai program unggulan, TACIKA memupuk kebiasaan menabung yang bermuara pada dana sosial. Dana ini dialokasikan untuk menopang kebutuhan sosial-ekonomi anggota maupun mendukung pelayanan gereja.
  • Sosial & Pemberdayaan (Baksos): Wujud nyata dari semangat “Wanita Katolik yang Berdaya”, kegiatan ini meliputi kunjungan kasih kepada anggota yang sakit, bantuan bagi ibu dan anak yang mengalami kesulitan ekonomi, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya untuk meningkatkan martabat sesama.

Semangat Pelayanan Tanpa Batas

Melalui rangkaian kegiatan ini, PWK Lingkungan Santo Stefanus membuktikan bahwa peran wanita dalam gereja sangatlah vital. Tidak hanya mengurus urusan domestik, ibu-ibu ini juga menjadi penggerak ekonomi mikro dan agen perubahan sosial yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan paroki.


“Satu hati, satu jiwa, melayani dengan cinta kasih demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.”

Sukacita Ekaristi: Pemberkatan Kediaman Ibu Lucia Rusmiati

Pada hari Senin, 16 Februari 2026, suasana penuh syukur dan kegembiraan iman menyelimuti keluarga Ibu Lucia Rusmiati. Bertempat di kediaman beliau di Perum Soka Asri Permai, Kadisoka, telah dilaksanakan Misa Ekaristi dalam rangka pemberkatan rumah baru yang berlangsung dengan sangat khidmat dan meriah.

Perayaan Syukur yang Dipimpin oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr

Ibadah syukur ini dipimpin langsung oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr. Dalam homilinya, Romo menekankan bahwa rumah yang diberkati bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat di mana kasih Tuhan terpancar melalui kehidupan sehari-hari penghuninya. Romo juga memimpin prosesi percikan air suci ke setiap sudut ruangan sebagai simbol penyucian dan permohonan perlindungan Ilahi bagi seluruh anggota keluarga.

Guyub Rukun Lintas Lingkungan

Momen ini menjadi bukti nyata eratnya tali persaudaraan antarumat. Tidak hanya dihadiri oleh kerabat dekat, misa ini juga dihadiri oleh umat dari berbagai lingkungan, di antaranya:

  • Lingkungan Santo Stefanus
  • Lingkungan Santo Gregorius
  • Lingkungan Santo Bartolomeus

Kehadiran umat dari berbagai lingkungan ini menciptakan suasana “paguyuban” yang hangat, di mana doa-doa dipanjatkan bersama demi keselamatan dan keberkahan rumah tangga Ibu Lucia Rusmiati.

Lantunan Merdu Paduan Suara Nada Surgawi

Kehidmatan misa semakin terasa berkat iringan lagu-lagu pujian yang dibawakan secara apik oleh Paduan Suara Nada Surgawi dari GKR Baciro. Suara merdu dan harmoni yang mereka bawakan menambah suasana sakral, membawa hati setiap umat yang hadir semakin larut dalam kekhusyukan doa dan syukur.


“Rumah ini biarlah menjadi tempat yang penuh dengan berkat, di mana setiap orang yang masuk merasakan damai sejahtera dari Kristus.”

Selamat menempati kediaman baru bagi Ibu Lucia Rusmiati. Semoga Tuhan senantiasa memberkati dan melindungi seluruh keluarga.

Pelayanan Kasih di Balik Meja Kantin: Oleh Ibu-Ibu PWK Santo Stefanus

Bulan Februari 2026 menjadi momen spesial bagi Ibu-Ibu Paguyuban Wanita Katolik (PWK) Lingkungan Santo Stefanus. Selama satu bulan penuh, mereka mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menjalankan tugas pelayanan jaga kantin di Gereja Maria Bunda Allah, Maguwo.

Sinergi dan Kebersamaan Umat

Kantin ini bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan wujud nyata ekonomi gotong royong umat. Seluruh hidangan yang tersaji merupakan hasil karya dan titipan jual dari umat Paroki Maguwo sendiri. Ibu-ibu PWK Santo Stefanus berperan sebagai garda depan yang mengelola dan melayani para pembeli dengan senyum dan keramahan khas ibu.

Aneka Hidangan yang Menggugah Selera

Meja kantin ditata apik dengan berbagai pilihan menu sehat dan lezat yang siap memanjakan lidah umat setelah mengikuti perayaan Ekaristi:

  • Makanan Siap Saji: Tersedia berbagai pilihan lauk pauk rumahan dan sayur matang yang segar.
  • Camilan & Buah: Aneka kudapan tradisional hingga buah-buahan segar tertata rapi dalam wadah-wadah bersih.
  • Minuman Segar: Berbagai pilihan minuman tersedia untuk melepas dahaga.

Melayani dengan Sukacita

Meskipun harus bertugas di sela-sela kesibukan rumah tangga, ibu-ibu Lingkungan Santo Stefanus menjalankan tugas ini dengan penuh sukacita. Semangat pelayanan ini menjadi bukti nyata bahwa bakti kepada Tuhan bisa diwujudkan melalui cara-cara sederhana, seperti menerima hasil karya dari para umat yang menitipkan dagangannya dan melayani transaksi dari para umat yang melarisi dagangan yang digelar, sambil mempererat tali silaturahmi antar-lingkungan.


“Melayani Tuhan tidak hanya di depan altar, tapi juga melalui perhatian kecil dalam melayani sesama.”

Terima kasih kepada Ibu-Ibu PWK Santo Stefanus atas dedikasinya selama bulan Februari ini. Semoga berkah Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah pelayanan kita.

Pertemuan Perdana Pengurus Wilayah Sang Timur, Stasi Maguwo

Maguwoharjo – Pengurus Wilayah Sang Timur menggelar pertemuan perdana pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Joglo Mbak Sis, Jl. Tajem–Kadisoka. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam menyatukan visi dan semangat pelayanan pengurus wilayah.


Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Wilayah, para Ketua Lingkungan, serta Panitia Inti Paskah 2026. Meski hujan deras disertai petir mengguyur sejak awal hingga akhir kegiatan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta untuk tetap hadir dan mengikuti rapat dengan penuh antusias.


Suasana kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran minuman panas dan gorengan hangat yang setia menemani jalannya pertemuan, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan di tengah cuaca yang kurang bersahabat.

Agenda utama pertemuan ini adalah perkenalan antar pengurus serta pembahasan awal persiapan kepanitiaan Paskah 2026 di Stasi Maguwo. Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa Wilayah Sang Timur bersama Wilayah De Britto menerima mandat sebagai panitia penyelenggara Paskah 2026.


Melalui pertemuan perdana ini, diharapkan terbangun kerja sama yang solid, komunikasi yang baik, serta semangat pelayanan yang tulus, sehingga seluruh rangkaian perayaan Paskah 2026 dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan lancar serta penuh makna bagi seluruh umat Stasi Maguwo.

Misa Memule: Mengenang 2 Tahun Ibu Elisabeth Soeryaningsih Soesono

Selasa, 20 Januari 2026 – Suasana khidmat dan penuh doa menyelimuti kediaman keluarga almarhumah Ibu Elisabeth Soeryaningsih Soesono saat umat berkumpul untuk merayakan Misa Ekaristi peringatan 2 tahun berpulangnya beliau ke rumah Bapa.

Ekaristi yang Penuh Harapan

Misa kudus dipimpin oleh Romo Yos Bintoro, Pr. Dalam homilinya, Romo Yos mengingatkan kembali akan janji keselamatan Kristus. Suasana doa berlangsung begitu tenang, membawa pesan mendalam tentang harapan Kristiani: bahwa wafat bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah pintu menuju kehidupan kekal yang penuh sukacita bersama Tuhan di surga. Romo Yos juga menyampaikan pesan bahwa hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan dan sesama, maka dari itu kita diingatkan kembali untuk mempergunakan hidup kita dengan sebaik-baiknya dalam mempersiapkan kehidupan abadi bersma Tuhan.

Kehadiran umat dari Lingkungan St. Stefanus dan Lingkungan St. Gregorius memberikan warna tersendiri. Partisipasi dari dua lingkungan ini menjadi bukti nyata kuatnya tali persaudaraan antarumat beriman. Bersama-sama, seluruh umat yang hadir melambungkan doa permohonan agar jiwa Ibu Elisabeth Soeryaningsih Soesono diterima dengan penuh cinta dalam kerahiman Allah yang tak terbatas.

Wujud Solidaritas dan Penguatan Iman

Setelah perayaan Ekaristi usai, pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh umat yang hadir. Dukungan doa dan kehadiran fisik dari para tetangga serta sahabat sejak masa duka hingga peringatan 1000 hari ini menjadi kekuatan luar biasa bagi keluarga yang ditinggalkan.

Solidaritas yang ditunjukkan malam itu tidak hanya sekadar tradisi, tetapi menjadi momen yang memperteguh iman dan mempererat ikatan persaudaraan dalam komunitas lingkungan. Kehadiran umat menjadi saksi bahwa dalam duka maupun syukur, gereja adalah sebuah keluarga yang saling menguatkan.

Doa yang Menghangatkan Hati

Perayaan malam itu berakhir dengan kehangatan yang meresap ke dalam hati. Sebuah ungkapan cinta, doa, dan pengharapan yang tulus telah dihantarkan. Semoga segala amal kasih almarhumah semasa hidup menjadi persembahan yang harum di hadapan-Nya.

“Berbahagialah orang yang mati dalam Tuhan, karena mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, sebab segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

Semoga jiwa Ibu Elisabeth Soeryaningsih Soesono beristirahat dalam damai Tuhan yang abadi. Amin.

Rapat Program Kerja Lingkungan St. Stefanus Tahun 2026

Maguwo, 23 Januari 2026 – Melanjutkan semangat baru pasca serah terima jabatan, pengurus dan tokoh umat Lingkungan St. Stefanus berkumpul di kediaman Ketua Lingkungan yang baru, Bapak Paulus Wardana. Pertemuan ini menjadi momentum bagi lingkungan untuk merumuskan arah pelayanan selama satu tahun ke depan melalui Rapat Penyusunan Program Kerja.

Sinergi dengan Program Paroki

Fokus utama dalam rapat ini adalah menyelaraskan gerak langkah lingkungan dengan kalender kegiatan yang telah ditetapkan oleh Gereja Pusat/Paroki. Bapak Paulus Wardana menekankan bahwa sebagai bagian dari tubuh gereja, Lingkungan St. Stefanus berkomitmen untuk menyukseskan program-program besar paroki, baik di bidang liturgi, kemasyarakatan, maupun pewartaan.

Poin-Poin Utama Rapat

Dalam suasana yang penuh keakraban namun tetap produktif, rapat tersebut membahas beberapa agenda penting, antara lain:

  • Integrasi Agenda Gereja: Menjadwalkan partisipasi lingkungan dalam hari-hari besar gerejawi dan kegiatan rutin paroki sepanjang tahun 2026.
  • Perencanaan Kegiatan Lokal: Menyusun detail teknis untuk kegiatan internal lingkungan seperti pertemuan doa berkala, pendalaman iman, dan aksi sosial.
  • Alokasi Sumber Daya: Memastikan kesiapan petugas dan dukungan sarana dan prasarana agar setiap program dapat berjalan dengan lancar dan melibatkan sebanyak mungkin warga.

Membangun Partisipasi Umat

kegiatan ini mengajak seluruh umat untuk aktif berkontribusi, baik dalam pemikiran maupun pelaksanaan, agar Lingkungan St. Stefanus semakin hidup dan guyub.


“Program kerja ini adalah peta jalan kita dalam melayani. Dengan dasar ketaatan pada gereja dan semangat gotong royong, mari kita jadikan tahun 2026 ini sebagai tahun yang penuh berkah bagi seluruh warga St. Stefanus.”


Satu Hati, Satu Langkah dalam Pelayanan.

Tongkat Estafet Pelayanan: Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) Ketua Lingkungan St. Stefanus Periode 2026-2028

Maguwo, 5 Januari 2026 – Suasana penuh kekeluargaan dan khidmat menyelimuti kediaman Bapak Paulus Wardana saat berlangsungnya acara serah terima jabatan (sertijab) kepengurusan Lingkungan St. Stefanus. Momen ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan lingkungan untuk masa bakti 2026-2028.

Apresiasi atas Pengabdian Bapak Frans Sarjiyana

Acara diawali dengan penyampaian kesan dan pesan dari Bapak Frans Sarjiyana, Ketua Lingkungan periode 2023-2025 yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Dalam sambutan yang menyentuh hati, beliau menyampaikan salam perpisahan sekaligus ungkapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh umat.

“Terima kasih atas segala bantuan, doa, dan kontribusi nyata seluruh warga St. Stefanus selama tiga tahun terakhir. Tanpa dukungan bapak, ibu, dan saudara sekalian, berbagai kegiatan lingkungan tidak akan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Bapak Frans.

Harapan Baru di Bawah Kepemimpinan Bapak Paulus Wardana

Acara dilanjutkan dengan sambutan perdana dari Ketua Lingkungan yang baru, Bapak Paulus Wardana. Beliau mengapresiasi dedikasi kepengurusan sebelumnya dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh umat melalui proses pemilihan.

Bapak Paulus menekankan pentingnya sinergi dan gotong royong dalam menjalankan amanah ini. Dalam visi ke depannya, beliau berkomitmen untuk:

  • Melanjutkan program dan kegiatan positif yang telah berjalan selama ini.
  • Menyusun perencanaan strategis untuk kegiatan lingkungan selama tiga tahun ke depan guna mempererat iman dan persaudaraan warga.
  • Memohon doa restu serta bantuan aktif dari seluruh warga agar tugas pelayanan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menatap Masa Depan dengan Semangat St. Stefanus

Serah terima jabatan ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan simbol keberlanjutan pelayanan di ladang Tuhan. Dengan semangat pelindung lingkungan, St. Stefanus, diharapkan kepengurusan yang baru dapat membawa kesegaran dan semangat baru dalam bersekutu, berliturgi, dan mewartakan kasih di tengah masyarakat.


“Selamat bertugas kepada Bapak Paulus Wardana dan segenap pengurus periode 2026-2028, serta terima kasih yang tulus kepada Bapak Frans Sarjiyana atas dedikasi dan pengabdiannya.”

Harmoni Iman di Awal Tahun: Pelayanan Koor Lingkungan St. Stefanus

Minggu, 11 Januari 2026, umat di Lingkungan St. Stefanus berkumpul di Gereja Maria Bunda Allah. Kehadiran mereka kali ini adalah untuk memenuhi panggilan pelayanan melalui tugas koor.

Dengan balutan busana bernuansa putih yang melambangkan ketulusan hati, para anggota lingkungan mulai dari yang muda hingga lansia berkumpul bersama di depan altar untuk mempersembahkan pujian terbaik bagi Tuhan. Kehadiran setiap pribadi dalam foto ini bukan sekadar tentang harmoni suara, melainkan wujud nyata dari semangat persekutuan (koinonia) dan dedikasi dalam melayani umat.

“Bernyanyi adalah berdoa dua kali.” — St. Agustinus

“Terima kasih kepada seluruh warga Lingkungan St. Stefanus yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan suaranya. Semoga persembahan ini menjadi berkat bagi paroki kita dan kemuliaan bagi nama Tuhan.”.

Sampai jumpa di pelayanan berikutnya! Berkah Dalem..

#StStefanus #GerejaMariaBundaAllah #PelayananKoor #KatolikIndonesia #KebersamaanIman

Serah Terima Jabatan Ketua Wilayah Sang Timur

Tongkat Estafet Pelayanan Berpindah, Harapan Baru Menyala

Wilayah Sang Timur melaksanakan kegiatan serah terima jabatan Ketua Wilayah pada Sabtu, 28 Desember 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam kehidupan menggereja sebagai wujud kesinambungan pelayanan dan kebersamaan umat di akhir tahun.

Dalam kegiatan tersebut, Natalia Purwanti dari Lingkungan St. Antonius, selaku Ketua Wilayah Sang Timur periode sebelumnya, secara resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Gregorius Henry dari Lingkungan St. Gregorius, yang akan mengemban amanah sebagai Ketua Wilayah Sang Timur periode 2026–2028.

Acara serah terima jabatan ini dihadiri oleh para Ketua Lingkungan St. Stefanus dan St. Antonius, atau yang mewakili. Kehadiran para pengurus lingkungan menegaskan semangat persaudaraan dan dukungan bersama terhadap kepemimpinan wilayah yang baru.

Dalam sambutannya, Natalia Purwanti menyampaikan ungkapan terima kasih atas kerja sama, dukungan, dan kebersamaan seluruh umat selama masa pelayanannya. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan semangat pelayanan yang telah dibangun, sekaligus menghadirkan terobosan-terobosan positif demi kemajuan Wilayah Sang Timur.

Sementara itu, Gregorius Henry menyampaikan kesediaannya untuk melayani dengan penuh tanggung jawab. Ia mengajak seluruh umat dan pengurus lingkungan untuk terus berjalan bersama, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan semangat gotong royong agar Wilayah Sang Timur semakin hidup, solid, dan bertumbuh dalam iman.

Bendera Vondel Wilayah Sang Timur

Sebagai selayang pandang, Wilayah Sang Timur merupakan wilayah yang terdiri dari empat lingkungan, yaitu Lingkungan St. Gregorius, Lingkungan St. Bartholomeus, Lingkungan St. Stefanus, dan Lingkungan St. Antonius. Keberagaman lingkungan ini menjadi kekayaan sekaligus kekuatan dalam membangun kebersamaan dan pelayanan pastoral di wilayah.

Melalui serah terima jabatan ini, diharapkan kepemimpinan Wilayah Sang Timur periode 2026–2028 mampu membawa semangat baru, mempererat persaudaraan antarlingkungan, serta semakin menghidupi nilai-nilai pelayanan yang berlandaskan iman, kasih, dan kebersamaan.

ADVEN KE IV, Ibadat Keluarga Kudus di Lingkungan: Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan


Menjelang akhir masa Natal, umat di lingkungan-lingkungan Stasi Maguwo melaksanakan Ibadat Keluarga Kudus sebagai momen untuk kembali meneguhkan panggilan keluarga kristiani. Ibadat tahun ini mengangkat tema:
“Bersama-Sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”

Melalui ibadat sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin memaknai kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga sebagai komunitas terkecil yang membentuk Gereja. Keluarga yang hidup dalam sukacita dan harapan akan lebih mampu menjadi inspirasi dan saluran kebaikan bagi masyarakat sekitar.


Tujuan Ibadat

Pertemuan ini bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa kehadiran Kristus tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dalam relasi keluarga, kebersamaan, dan hidup menggereja di lingkungan. Dengan demikian, keluarga kristiani semakin menjadi tempat:

  • tumbuhnya sukacita,
  • bertumbuhnya iman,
  • serta lahirnya tindakan kasih yang menyejahterakan sesama.


Bacaan Injil: Lukas 2:41–52

Ibadat ditopang oleh bacaan Injil tentang Yesus yang berada di Bait Allah pada usia dua belas tahun. Kisah ini menggambarkan dinamika keluarga yang pernah mengalami kehilangan, keresahan, dan pencarian, namun semuanya dijalani dengan kasih dan kesetiaan.


Renungan Singkat: Tiga Makna Keluarga Kudus

Pemandu atau pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan tiga pokok inspiratif dari Keluarga Kudus Nazaret:

1. Keluarga yang Bahagia

Keluarga Kudus tidak steril dari masalah. Mereka sempat mengalami kekhawatiran besar ketika Yesus hilang. Namun mereka menghadapinya dengan:

  • cinta kasih,
  • kepercayaan penuh,
  • komunikasi yang terbuka.

Bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi kemampuan untuk saling menopang dan bertumbuh bersama dalam setiap situasi.

2. Keluarga yang Menginspirasi

Maria dan Yosef menunjukkan ketaatan yang mendalam pada kehendak Allah. Mereka menjadi teladan keluarga sederhana yang hidup dari iman. Dari merekalah kita belajar bahwa keluarga adalah sekolah iman pertama, tempat nilai-nilai Kristiani ditanamkan secara nyata.

3. Keluarga yang Menyejahterakan

Yesus tumbuh menjadi pribadi yang “bertambah hikmat, besar, dan disukai Allah dan manusia”. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari kesejahteraan rohani dan jasmani yang Ia terima dalam keluarga-Nya.

Keluarga yang menyejahterakan adalah keluarga yang menumbuhkan potensi tiap anggotanya sehingga mampu menjadi berkat bagi dunia, membawa damai, dan menghadirkan kebaikan.


Litani Permohonan

Dalam litani permohonan, umat bersama-sama memohon agar setiap keluarga:

  • diberi kekuatan menghadapi tantangan,
  • diteguhkan dalam cinta,
  • serta dipenuhi semangat untuk menjadi keluarga yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Doa Penutup & Berkat

Ibadat diakhiri dengan doa penutup, menyerahkan keluarga masing-masing ke dalam penyertaan Tuhan. Setelah itu, umat menerima berkat penutup yang menjadi tanda pengutusan agar setiap keluarga semakin menjadi cermin kasih Allah di tengah masyarakat.