Jumat Bersih Wilayah Sang Timur: Semangat Gotong Royong dalam Nuansa Kemerdekaan

Maguwo, 14 Agustus 2026 — Dalam semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan gereja, umat Wilayah Sang Timur melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo, Jumat, 14 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB ini diikuti oleh umat dari empat lingkungan yang tergabung dalam Wilayah Sang Timur, yaitu Lingkungan St. Gregorius, Lingkungan St. Bartholomeus, Lingkungan St. Stefanus, dan Lingkungan St. Antonius.

Suasana kegiatan semakin semarak karena umat hadir dengan mengenakan pakaian berwarna merah atau putih. Pilihan busana tersebut menjadi bentuk sederhana untuk turut menyemarakkan suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Nuansa merah dan putih pun terlihat di tengah aktivitas umat yang bergotong royong membersihkan lingkungan gereja.

Dengan semangat kebersamaan, umat hadir dengan membawa alat-alat kebersihan masing-masing. Berbagai area di lingkungan gereja menjadi sasaran kegiatan, meliputi halaman timur, halaman barat, lorong selatan gereja, serta area Pastoran.

Sejak kegiatan dimulai, umat bersama-sama membersihkan area yang telah ditentukan. Daun-daun kering dan berbagai kotoran yang ditemukan selama proses pembersihan dikumpulkan pada tempat yang telah disediakan. Setiap umat mengambil bagian sesuai dengan kemampuannya, sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara bersama-sama dan kegiatan berlangsung dengan lancar.

Jumat Bersih tidak hanya menjadi kegiatan untuk menjaga kebersihan lingkungan gereja. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi umat dari empat lingkungan untuk berjumpa, bekerja bersama, dan mempererat persaudaraan. Semangat gotong royong tampak dalam kebersamaan umat yang saling membantu selama proses pembersihan berlangsung.

Setelah seluruh area yang menjadi tanggung jawab Wilayah Sang Timur selesai dibersihkan, umat kemudian beristirahat bersama. Kebersamaan semakin terasa ketika umat menikmati gorengan dan jajanan pasar yang dibawa secara swadaya oleh umat yang hadir dalam kegiatan Jumat Bersih.

Sajian sederhana tersebut menjadi penutup yang hangat setelah menyelesaikan pekerjaan bersama. Sambil menikmati makanan dan berbincang santai, umat dapat semakin mengenal satu sama lain serta membangun persaudaraan di antara empat lingkungan dalam Wilayah Sang Timur.

Kegiatan Jumat Bersih ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian umat terhadap kebersihan dan kenyamanan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Di tengah semangat merah putih menjelang peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan nilai yang terus relevan untuk dihidupi bersama.

Dari halaman gereja hingga ruang kebersamaan, Jumat Bersih menjadi pengalaman sederhana namun bermakna. Bersih lingkungannya, hangat persaudaraannya, dan semarak semangat kemerdekaannya.

Jumat Bersih Wilayah Sang Timur — bersama merawat rumah Tuhan, bersama merawat persaudaraan, bersama menghidupi semangat gotong royong.

Semangat Melayani: Umat Lingkungan St. Gregorius Terlibat dalam Pelatihan Dirigen dan Jumat Bersih – 4,5 & 14 Agustus 2026

Keterlibatan Umat
Lingkungan St. Gregorius
Wilayah Sang Timur • Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
Guyub • Rukun • Melayani dengan Sepenuh Hati

Lingkungan St. Gregorius, Wilayah Sang Timur, kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan pelayanan melalui keterlibatan umat dalam berbagai kegiatan di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo.

Pada bulan Agustus 2026, keterlibatan umat diwujudkan melalui dua kegiatan, yaitu Pelatihan Dirigen yang melibatkan generasi muda dan Jumat Bersih bersama umat Wilayah Sang Timur.

🎵 Pelatihan Dirigen
📅 4 & 5 Agustus 2026

Semangat Remaja dalam Pelayanan Liturgi

Pada tanggal 4 dan 5 Agustus 2026, Lingkungan St. Gregorius turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan Dirigen yang diselenggarakan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Lingkungan St. Gregorius diwakili oleh dua remaja, yaitu Gio dan Hellen. Keikutsertaan mereka menjadi wujud nyata semangat generasi muda untuk belajar, mengembangkan talenta, serta mengambil bagian dalam pelayanan liturgi dan kehidupan menggereja.

Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik dasar menjadi dirigen, penghayatan lagu liturgi, serta cara memimpin umat dalam bernyanyi dengan baik dan benar.

Pelatihan Dirigen Lingkungan St. Gregorius
Keterlibatan remaja Lingkungan St. Gregorius dalam Pelatihan Dirigen di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Kehadiran Gio dan Hellen dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam mendorong semakin banyak generasi muda untuk berani terlibat aktif dalam pelayanan Gereja.

Setiap talenta dan setiap langkah kecil pelayanan adalah persembahan kasih untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan bersama.

— Semangat Pelayanan Umat —
🌿 Jumat Bersih
📅 14 Agustus 2026

Bergotong Royong Merawat Rumah Tuhan

Semangat pelayanan juga diwujudkan melalui kegiatan Jumat Bersih yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama umat Wilayah Sang Timur sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong dalam menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan Gereja.

Lingkungan St. Gregorius turut ambil bagian dengan mengutus Mas Henri, Bu Agnes, Bu Evi, dan Bu Gambit untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Jumat Bersih bersama Wilayah Sang Timur
Kebersamaan umat Wilayah Sang Timur dalam kegiatan Jumat Bersih di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Jumat Bersih bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan secara fisik. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan antarumat dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Gereja sebagai rumah bersama.

🤝 ✝️ ❤️

Guyub, Rukun, dan Melayani

Dari generasi muda hingga umat dewasa, setiap orang memiliki kesempatan untuk mempersembahkan waktu, tenaga, dan talenta bagi pelayanan Gereja.

Dua kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa keterlibatan umat Lingkungan St. Gregorius hadir dalam berbagai bentuk dan lintas generasi. Gio dan Hellen mewakili semangat kaum muda dalam mengembangkan talenta untuk pelayanan liturgi, sementara Mas Henri, Bu Agnes, Bu Evi, dan Bu Gambit turut mengambil bagian dalam pelayanan bersama melalui kegiatan Jumat Bersih.

Semoga semangat kebersamaan dan pelayanan ini terus tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Gregorius, sehingga semakin banyak umat terdorong untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan dan pelayanan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Merajut Kebersamaan, Menguatkan Pelayanan di Wilayah Sang Timur

Yogyakarta, 4 Agustus 2026 — Semangat kebersamaan dan pelayanan menjadi warna dalam pertemuan rutin Wilayah Sang Timur yang digelar pada Selasa malam, 4 Agustus 2026. Bertempat dalam suasana penuh keakraban, pertemuan yang berlangsung pukul 19.15 hingga 21.00 WIB ini mempertemukan Ketua Wilayah Sang Timur bersama para pengurus dari Lingkungan St. Antonius, St. Gregorius, St. Stefanus, dan St. Bartholomeus.

Pertemuan rutin tidak sekadar menjadi ruang koordinasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyatukan langkah dalam berbagai kegiatan umat yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

Bersama Merawat Rumah Kita

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Jumat Bersih yang akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Semangat kepedulian terhadap lingkungan juga kembali ditegaskan melalui gerakan Paroki Hijau. Sejalan dengan semangat Laudato Si’, umat diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan, termasuk melalui kebiasaan sederhana dalam mengelola sampah plastik.

Di kawasan GMBA Maguwo telah disediakan tempat penampungan botol plastik. Umat diimbau untuk memanfaatkannya dengan baik, termasuk melepaskan tutup botol sebelum memasukkannya ke tempat yang telah disediakan. Langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk merawat lingkungan sebagai rumah bersama.

Menghidupi Iman dan Kebersamaan

Pada bulan Agustus ini, umat juga diajak mengambil bagian dalam Novena Pengembangan Kawasan GMBA Maguwo yang berlangsung pada 6–14 Agustus 2026, setiap pukul 19.00 WIB, di depan Patung Bunda Maria.

Selain itu, setiap lingkungan telah menerima buku BKL Kebangsaan yang dapat digunakan sebagai bahan ibadat maupun pertemuan lingkungan. Dengan tersedianya materi untuk dua kali pertemuan, diharapkan buku tersebut dapat membantu umat menghidupi refleksi iman sekaligus kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Semarak Kemerdekaan dalam Persaudaraan

Semangat kebersamaan juga akan hadir melalui Lomba 17-an GMBA pada Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WIB.

Beragam perlombaan telah dipersiapkan, mulai dari lomba yel-yel hingga pertandingan pingpong dan badminton ganda putra maupun putri. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan antarumat dan antarlingkungan. Detail pelaksanaan selanjutnya akan disampaikan oleh panitia.

Mengantar dengan Kasih

Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian adalah rencana perpisahan dan pengantaran Rm. Ngatmo, yang akan mendapat tugas pelayanan di Muntilan mulai September 2026.

Acara perpisahan direncanakan berlangsung pada akhir Agustus. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat untuk mengungkapkan rasa syukur dan kasih atas pelayanan Rm. Ngatmo sekaligus mengantarkan beliau menuju tugas pelayanan berikutnya.

Merawat Gereja, Merawat Kebersamaan

Kepedulian terhadap GMBA Maguwo juga diwujudkan melalui pembagian tanggung jawab yang sederhana namun bermakna. Keempat lingkungan akan bergiliran menjalankan perawatan tanaman hias GMBA sepanjang September hingga Desember 2026.

Sementara itu, dalam rangka mendukung pelayanan liturgi, telah disampaikan pula pembagian tugas untuk Misa Mingguan 16 Agustus 2026. Lingkungan St. Antonius akan bertugas pada bagian counter, sedangkan Lingkungan St. Stefanus bertugas di area parkir motor.

Dalam bidang pengembangan kawasan, umat kembali diajak untuk bersama-sama nyengkuyung kebutuhan pengembangan Kawasan GMBA. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian mendesak adalah rencana pembelian rumah di sebelah barat Gereja Maguwo.

Di sisi lain, Tim Litbang Lingkungan bersama para pengurus lingkungan akan terus memperbarui data umat secara berkala melalui Sistem GMBA Maguwo dan Sistem KAS. Pembaruan data ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan umat yang semakin tertata.

Satu Langkah, Satu Semangat

Pertemuan rutin Wilayah Sang Timur kembali menunjukkan bahwa pelayanan gereja bertumbuh melalui kerja bersama. Berbagai agenda yang dibahas—mulai dari kepedulian lingkungan, pembinaan iman, kegiatan kemasyarakatan, liturgi, hingga pengembangan kawasan—menjadi bagian dari perjalanan bersama dalam membangun komunitas yang semakin solid.

Di tengah beragam kesibukan dan tanggung jawab, semangat nyengkuyung menjadi kekuatan yang menyatukan. Karena ketika setiap lingkungan mengambil bagian dan berjalan bersama, pelayanan tidak hanya menjadi tugas pengurus, tetapi menjadi gerakan seluruh umat.

Dari pertemuan, lahir koordinasi. Dari koordinasi, tumbuh kebersamaan. Dan dari kebersamaan, pelayanan semakin berbuah.

“Dengarkanlah Dia”: Umat Lingkungan St. Antonius Diajak Menghidupi Sabda Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Yogyakarta, 6 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius mengadakan Pertemuan Lingkungan pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di rumah Bapak Bernardus Herjunanto. Pertemuan yang dihadiri sekitar 25 umat ini dipandu oleh Bapak Agustinus Djumingan dengan mengangkat tema “Dengarkanlah Dia: Dari Gunung Kemuliaan Menuju Kehidupan Sehari-hari”, yang diambil dari Injil Matius 17:1–9 tentang peristiwa Transfigurasi Tuhan.

Pertemuan diawali dengan menyanyikan lagu pembukaan “Ajaib Tuhan”, dilanjutkan dengan doa pembuka dan pembacaan Injil Matius 17:1–9. Setelah itu, Bapak Djumingan menyampaikan pendalaman Kitab Suci yang mengajak umat memahami makna peristiwa Transfigurasi sebagai peneguhan bahwa Yesus adalah Putra Allah yang diutus untuk membawa keselamatan bagi dunia.

Dalam renungannya disampaikan bahwa ketika Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke gunung, mereka menyaksikan kemuliaan-Nya yang dinyatakan melalui wajah yang bercahaya, pakaian yang putih berkilau, serta kehadiran Musa dan Elia. Di tengah peristiwa tersebut terdengar suara Allah Bapa yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Sabda inilah yang menjadi pesan utama bagi setiap orang beriman untuk senantiasa menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan.

Bapak Djumingan juga mengajak umat merenungkan sikap Petrus yang ingin tetap tinggal di puncak gunung karena terpesona oleh pengalaman rohani yang dialaminya. Namun Yesus mengajak para murid turun kembali untuk menghadapi kehidupan nyata, termasuk jalan salib yang akan ditempuh-Nya. Hal ini mengingatkan bahwa pengalaman iman dalam Ekaristi, doa, maupun berbagai kegiatan rohani bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal untuk menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik di tengah keluarga, tempat kerja, sekolah, maupun masyarakat.

Kehadiran Musa dan Elia dijelaskan sebagai lambang Taurat dan para nabi yang seluruhnya menemukan penggenapannya dalam diri Yesus Kristus. Oleh karena itu, umat diajak untuk terus mendengarkan sabda Kristus di tengah berbagai “suara” dunia yang sering kali memengaruhi kehidupan. Mendengarkan Kristus berarti tidak hanya mengetahui firman-Nya, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata melalui kasih, pengampunan, kejujuran, pelayanan, dan semangat membawa damai.

Suasana pendalaman Kitab Suci semakin hidup ketika Bapak Djumingan mengajukan beberapa pertanyaan kepada umat sebagai bahan refleksi bersama. Umat pun aktif berpartisipasi dengan menyampaikan pandangan dan pertanyaan. Di antaranya, Bapak V. Sumarno dan Ibu Agatha Ayiek Sih Sayekti mengajukan pertanyaan yang memperkaya diskusi.

Salah satu pertanyaan yang menarik disampaikan oleh Bapak FX. Larno, yaitu mengenai isi pembicaraan antara Yesus, Musa, dan Elia di atas gunung. Dijelaskan bahwa Injil Matius memang tidak menyebutkan secara eksplisit isi percakapan tersebut. Namun, berdasarkan Injil Lukas (Luk. 9:31), pembicaraan mereka berkaitan dengan “kepergian” Yesus yang akan digenapi di Yerusalem, yakni sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya sebagai puncak karya keselamatan Allah bagi umat manusia. Penjelasan ini semakin memperkaya pemahaman umat akan makna peristiwa Transfigurasi.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan doa umat, doa Bapa Kami, doa penutup, dan berkat yang diberikan oleh prodiakon. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Yesus Tuhan, Terimalah Diri Kami”sebagai ungkapan syukur dan komitmen umat untuk terus menghidupi sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pertemuan ini, umat Lingkungan St. Antonius diharapkan semakin terdorong untuk tidak hanya mengalami sukacita dalam kehidupan rohani, tetapi juga menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat dengan senantiasa mendengarkan serta melaksanakan sabda-Nya.

“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
(Matius 17:5)

Lingkungan St. Antonius Padua Mengadakan Ibadat Peringatan Tujuh Hari Berpulangnya Bapak Thomas Eddy Susarso

Yogyakarta, 1 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius Padua mengadakan Ibadat Peringatan Tujuh Hari Berpulangnya Bapak Thomas Eddy Susarso, ayahanda dari Ibu Maria Titis Indrayani, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di kediaman keluarga. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri kurang lebih 35 umat dari keluarga, kerabat, serta warga lingkungan.

Ibadat dipimpin oleh Ibu Lucia Bernadeta Andayani Budi Lestari selaku prodiakon. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat bersama-sama mendoakan almarhum agar memperoleh kedamaian abadi di hadirat Tuhan serta memohon penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Petugas liturgi yang terlibat dalam ibadat ini antara lain Mbak Cecilia Kiara Indrayanto sebagai pembaca Kitab Suci, Ibu Natalia Purwanti sebagai pembaca doa umat, serta Bapak FX. Dwi Istiya Rusiawan yang memimpin lagu-lagu selama ibadat sehingga seluruh umat dapat berpartisipasi dengan baik dalam perayaan doa.

Setelah doa umat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa Rosario yang dipimpin oleh Ibu Cristiana Maria Sudjinarti. Umat mengikuti doa dengan penuh penghayatan sebagai ungkapan iman akan harapan kebangkitan dan kehidupan kekal yang dijanjikan Kristus kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Melalui ibadat peringatan tujuh hari ini, umat Lingkungan St. Antonius Padua kembali menunjukkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kasih persaudaraan dengan mendampingi keluarga yang sedang berduka melalui doa dan kehadiran.

“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” (Matius 5:4)

Lingkungan St. Antonius Padua Melaksanakan Tugas Among Tamu dan Penghitungan Kolekte

Yogyakarta, 2 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius Padua kembali mengambil bagian dalam pelayanan di Gereja melalui tugas among tamu dan penghitungan kolekte pada Perayaan Ekaristi hari Minggu, 2 Agustus 2026.

Pelayanan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan oleh 14 orang petugas, yang terdiri dari 5 orang bapak, 8 orang ibu, dan 1 orang Orang Muda Katolik (OMK). Para petugas menjalankan tugas menyambut umat yang hadir, membantu menciptakan suasana ibadah yang tertib dan nyaman, serta melaksanakan penghitungan kolekte setelah Perayaan Ekaristi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Seluruh rangkaian tugas dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat pelayanan. Keterlibatan umat dari berbagai kelompok usia menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja.

Semoga pelayanan sederhana yang telah diberikan menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan serta semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan sukacita dalam melayani sesama di lingkungan Paroki.

“Layanilah seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:10)

Lingkungan St. Gregorius Bersatu Dalam Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, dan Novena 3 Salam Maria – 6 Agustus 2026

Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka &
Novena 3 Salam Maria

Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan yang kembali diberikan kepada umat Lingkungan St. Gregorius untuk berkumpul dalam suasana penuh iman melalui Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, serta Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk Pengembangan & Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kebersamaan ini menjadi wujud nyata bahwa doa merupakan kekuatan yang mempersatukan umat dalam kasih Kristus serta menjadi sumber harapan bagi perjalanan Gereja.

  • 📅 Hari/Tanggal : Kamis, 6 Agustus 2026
  • 🕖 Waktu : 19.00 WIB
  • 🏠 Tempat : Rumah Mas Rendy

Dalam doa Sengsara Yesus, umat diajak merenungkan kasih Allah yang begitu besar melalui pengorbanan Putra-Nya demi keselamatan dunia. Melalui Rosario Koronka, setiap butir doa menjadi ungkapan iman, pengharapan, serta penyerahan diri kepada belas kasih Tuhan. Seluruh umat juga memanjatkan doa bagi keluarga, lingkungan, paroki, para imam, para pelayan Gereja, serta seluruh masyarakat agar senantiasa memperoleh damai dan penyertaan Tuhan.

Sebagai penutup, seluruh umat bersama-sama mendaraskan Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk mendukung proses Pengembangan dan Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Melalui doa bersama ini, umat memohon penyertaan Tuhan dan perlindungan Bunda Maria agar setiap rencana, pembangunan, serta pelayanan Gereja dapat berjalan dengan baik, menjadi berkat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

📖 Sabda Tuhan

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

— Injil Matius 18:20 —

🙏 Mari Terus Bertumbuh dalam Doa

Sabda Tuhan mengingatkan bahwa setiap pertemuan doa bukan sekadar sebuah kegiatan rutin, melainkan kesempatan untuk mengalami sendiri kehadiran Kristus di tengah umat-Nya. Melalui semangat kebersamaan, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk terus membangun kehidupan doa dalam keluarga dan lingkungan, saling menguatkan dalam iman, serta mendukung seluruh karya pelayanan dan pembangunan Gereja demi semakin besarnya kemuliaan Tuhan.


📖

Buku Doa Sengsara Yesus & Rosario Koronka

Lingkungan St. Gregorius

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Mazmur 119:105



✠ 🎵 ✠

🎶 Lagu Lingkungan St. Gregorius 🎶

❦ ✠ ❦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Line Dance St. Elisabeth

Tanggal 14 Juni 2026. Lingkungan St. Elisabeth turut memeriahkan Acara HUT Gereja Maria Bunda Allah dengan mempersembahkan Line Dance.

Dalam perayaan ini, selain memperingati HUT GMBA, kami juga bersuka cita karna GMBA sudah resmi menjadi Paroki Administratif. Setelah misa, seluruh umat diajak untuk berpesta Bakso dan Soto yang dipersembahkan oleh 14 lingkungan di Paroki Administratif GMBA. Sembari menikmati hidangan, umat juga disuguhi beberapa hiburan, salah satunya Line Dance persembahan dari Lingkungan St. Elisabeth ini.

Lingkungan Elisabeth sudah mempersiapkan 2x seminggu untuk berlatih bersama selama kurang lebih 2 bulan.

Kasih adalah yang Utama dari Kehidupan Orang Beriman

Pada tanggal 4 Juni, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan Sembahyangan Lingkungan Rutin yang bertempat di Pendopo Mbah Cipto. Dalam sembahyangan kali ini, kami merenungkan Injil Markus 12:28–34. Dalam injil ini bercerita bagaimana seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, “Hukum manakah yang paling utama?” Yesus menjawab bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.

Ahli Taurat itu memahami bahwa kasih kepada Allah dan sesama jauh lebih berharga daripada segala kurban dan persembahan. Melihat jawabannya, Yesus berkata, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.”

Pesan ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya tentang menjalankan aturan atau mengikuti ibadah secara lahiriah. Iman yang sejati tampak dalam kasih yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengasihi Tuhan berarti menempatkanNya sebagai pusat hidup, setia berdoa, mendengarkan sabdaNya, dan melakukan kehendakNya. Mengasihi sesama berarti menghargai setiap orang, mau mengampuni, menolong yang membutuhkan, serta menjaga martabat setiap manusia.

Yang perlu kita renungkan bersama adalah,

  1. Apakah saya sungguh mengasihi Tuhan dengan seluruh hidup saya?
  2. Apakah kasih saya kepada sesama terlihat dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar?
  3. Sudahkah saya menunjukkan kasih kepada ciptaan Tuhan dengan mengasihi sesama?

“Tuhan Yesus, ajarlah kami mengasihiMu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kami. Bukalah hati kami agar mampu mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan, serta peduli terhadap seluruh ciptaanMu. Semoga setiap perkataan, tindakan, dan keputusan kami menjadi wujud nyata kasih yang Engkau ajarkan. Amin.”

Pengumpulan Bahan Daur Ulang Lingkungan St. Elisabeth

Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud syukur atas ciptaan Tuhan, sekaligus membantu mengurangi sampah, Paroki memiliki program yang sudah lama berlangsung, yaitu mengadakan Pengumpulan Bahan Daur Ulang. Kegiatan ini juga dapat menjadi bagian dari aksi nyata dalam semangat menjaga lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan:

  • Mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
  • Mengajak umat membiasakan memilah sampah dari rumah.
  • Menumbuhkan semangat menjaga kelestarian ciptaan Tuhan.
  • Menggalang dana sosial dari hasil penjualan bahan daur ulang.
  • Menumbuhkan rasa cinta lingkungan dari lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga.

Barang yang dikumpulkan berupa:

  • Botol plastik (PET)
  • Gelas plastik
  • Kardus
  • Kertas dan koran bekas
  • Kaleng minuman
  • Botol kaca
  • Minyak jelantah (dalam botol tertutup)
  • Tutup botol plastik

Biasanya di lingkungan St. Elisabeth pengumpulan BDU dilakukan tiap minggu keempat di hari yang telah disepakati bersama di rumah Keluarga Bapak Suradi, yang kemudian barang-barang dibersihkan, dipilah, dirapikan, disatukan dan dikumpulkan ke Gereja untuk ditimbang bersama.

Melalui langkah sederhana ini, kita bersama-sama mengurangi sampah, menjaga kelestarian lingkungan, dan menghadirkan kasih Tuhan kepada sesama melalui pemanfaatan hasil daur ulang untuk karya sosial gereja.

“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” (Kejadian 2:15)

Mari bersama menjaga bumi, rumah kita bersama.