Tugas Jaga Parkir Umat Lingkungan St. Gregorius Pada Misa Minggu Pagi – 19 Juli 2026


Maguwo, 19 Juli 2026 – Semangat pelayanan kembali diwujudkan oleh Umat Lingkungan St. Gregorius melalui tugas jaga parkir pada Perayaan Ekaristi Minggu pagi di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Pelayanan ini merupakan salah satu bentuk keterlibatan umat dalam mendukung kelancaran peribadatan agar seluruh umat dapat mengikuti Misa dengan aman, nyaman, dan tertib.

Sejak sebelum Misa dimulai, para petugas telah bersiap di area parkir untuk mengatur dan mengarahkan kendaraan roda dua, serta memastikan arus keluar masuk kendaraan tetap lancar selama rangkaian Perayaan Ekaristi berlangsung. Dengan penuh tanggung jawab dan semangat melayani, membantu menciptakan suasana yang tertib sehingga umat dapat beribadah dengan tenang.

Tugas jaga parkir merupakan salah satu bentuk pelayanan yang sederhana, namun memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan di Gereja. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kerelaan untuk melayani menjadi nilai yang terus dihidupi oleh Umat Lingkungan St. Gregorius dalam setiap kesempatan.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mas Yance, Mas Himawan, Mas Achir, Mas Adi, Mas Antok, dan Samuel yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk melayani dalam tugas jaga parkir. Semoga dedikasi dan ketulusannya menjadi berkat bagi seluruh umat yang hadir, sekaligus menginspirasi semakin banyak umat untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan Gereja.

Kiranya Tuhan Yesus senantiasa melimpahkan kesehatan, sukacita, dan berkat yang melimpah kepada seluruh petugas yang telah melayani dengan penuh kasih. Semoga semangat pelayanan dan persaudaraan di Lingkungan St. Gregorius terus bertumbuh demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan bersama.

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
— 1 Petrus 4:10





Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social media Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius

Sembayangan Rutin Umat Lingkungan St. Gregorius – 16 Juli 2026


Kadisoka, 16 Juli 2026 – Umat Lingkungan St. Gregorius kembali berkumpul dalam Sembayangan Rutin Kamisan yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan doa bersama ini dihadiri oleh 26 umat yang dengan penuh sukacita mengambil bagian dalam persekutuan iman untuk memuji, bersyukur, dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Suasana sembayangan berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Melalui doa, nyanyian, dan permenungan Sabda Tuhan, seluruh umat diajak untuk memperbarui harapan serta semakin mengandalkan penyelenggaraan Tuhan dalam setiap perjalanan hidup.

Pada kesempatan ini, bacaan pertama diambil dari Yesaya 26:7-9, 12, 16-19, yang mengingatkan bahwa Tuhan adalah sumber damai sejahtera bagi umat-Nya. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, umat diajak untuk tetap mencari Tuhan dengan sepenuh hati dan menaruh harapan kepada-Nya, sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka yang setia.

Sementara itu, bacaan Injil diambil dari Matius 11:28-30, di mana Yesus mengundang semua orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya. Pesan Injil ini menjadi penghiburan sekaligus penguatan bagi setiap umat agar menyerahkan seluruh beban hidup kepada Kristus, karena kuk yang diberikan-Nya adalah kuk yang membawa damai dan kelegaan.

Melalui permenungan Sabda Tuhan, umat diajak untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan hidup dalam iman dan pengharapan kepada Tuhan. Ketika manusia bersedia berjalan bersama Kristus, setiap beban akan terasa lebih ringan karena Tuhan sendiri menyertai dan memberikan kekuatan.

Semoga melalui sembayangan rutin ini, semangat persaudaraan di Lingkungan St. Gregorius semakin erat, iman umat semakin bertumbuh, serta setiap keluarga senantiasa mengalami damai dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”
(Matius 11:28–30)






Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social media Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius

Latihan Koor Lingkungan St. Gregorius Bersama Pelukis Kopi Johanes De Britto – 15 Juli 2026

Suasana hangat dan penuh sukacita mewarnai Latihan Koor Lingkungan St. Gregorius yang dilaksanakan pada Selasa, 15 Juli 2026, pukul 19.00 WIB. Malam itu bukan sekadar menjadi waktu untuk mempersiapkan diri dalam pelayanan liturgi melalui latihan koor, tetapi juga menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam iman melalui kebersamaan bersama Pelukis Kopi Johanes de Britto.

Johanes de Britto dikenal sebagai pelukis yang menghasilkan karya-karya indah menggunakan media kopi. Melalui hasil lelang lukisannya, beliau telah mendukung pembangunan banyak gereja di berbagai daerah di Indonesia. Dari karya-karya yang tampak sederhana tersebut, tersimpan pesan iman yang begitu mendalam: bahwa Tuhan dapat berkarya melalui siapa saja yang mau mempersembahkan talenta dan hidupnya bagi sesama.

Setiap Orang Adalah Alat Tuhan

Seperti secangkir kopi yang sederhana namun mampu menghangatkan dan memberi semangat, demikian pula setiap pribadi dipanggil untuk menjadi alat Tuhan.

Dalam pelayanan koor, suara yang dimiliki bukanlah untuk mencari pujian ataupun pengakuan. Sebaliknya, suara menjadi sarana agar umat dapat berdoa dengan lebih khusyuk dan mengalami kehadiran Tuhan. Ketika setiap anggota koor bernyanyi dengan hati yang tulus, sesungguhnya mereka sedang membantu banyak orang semakin dekat kepada Allah.

Pelayanan Lebih Penting daripada Popularitas

Melalui kisah hidup dan karya-karyanya, Johanes de Britto mengingatkan bahwa pelayanan tidak selalu harus dilakukan di atas panggung atau menjadi pusat perhatian. Beliau melukis bukan demi popularitas, melainkan untuk menyampaikan pesan kasih sekaligus membantu pembangunan gereja.

Semangat yang sama juga menjadi pengingat bagi seluruh umat bahwa dalam kehidupan menggereja, yang terpenting bukanlah siapa yang paling banyak bekerja atau paling sering terlihat, melainkan ketulusan hati dalam melayani. Tuhan melihat kasih dan kesetiaan, bukan banyaknya sorotan yang diterima seseorang.

Tuhan Berkarya Melalui Orang-Orang Biasa

Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk melayani. Ada yang mempersembahkan suara dalam koor, ada yang melayani sebagai lektor, pemazmur, pengurus lingkungan, maupun membantu dalam berbagai tugas sederhana yang sering kali tidak terlihat.

Semua bentuk pelayanan memiliki nilai yang sama di hadapan Tuhan apabila dilakukan dengan kasih dan kerendahan hati. Kehadiran yang setia, kemauan untuk belajar, serta kesediaan memberikan waktu dan tenaga merupakan persembahan yang sangat berarti bagi kehidupan Gereja.

Melalui latihan koor ini, seluruh peserta diajak untuk terus bertumbuh dalam iman sesuai panggilan masing-masing. Sebab Tuhan tidak selalu memilih orang yang paling hebat, tetapi Tuhan memampukan mereka yang bersedia dipakai sebagai alat-Nya.

Semoga kebersamaan dalam latihan koor ini semakin mempererat persaudaraan umat Lingkungan St. Gregorius serta menumbuhkan semangat untuk terus melayani dengan sukacita, rendah hati, dan penuh kasih.

Soli Deo Gloria — Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.







Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social media Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius

Kunjungan Kasih Lingkungan St. Antonius Padua untuk Keluarga Bapak Ignasius Indarto

Sebagai wujud kepedulian dan semangat persaudaraan dalam kehidupan menggereja, umat Lingkungan St. Antonius Padua mengadakan kunjungan kasih ke rumah keluarga Bapak Ignasius Indarto pada hari Selasa, 14 Juli 2026, pukul 16.30 WIB. Kunjungan ini dilaksanakan untuk memberikan dukungan, penghiburan, serta doa bagi Ibu Monika Rubi Susilawati yang sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami sakit beberapa waktu lalu.

Sebelum berangkat menuju rumah keluarga Bapak Ignasius Indarto, umat terlebih dahulu berkumpul di rumah keluarga Bapak dan Ibu Rusiawan. Dari tempat tersebut, sekitar 15 orang umat bersama-sama menuju lokasi kunjungan sebagai ungkapan kebersamaan dan perhatian kepada sesama anggota lingkungan.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama mendoakan agar Tuhan senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan, serta rahmat kesembuhan kepada Ibu Monika Rubi Susilawati sehingga dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Melalui kunjungan kasih ini, diharapkan semangat saling peduli, berbagi perhatian, dan mendoakan satu sama lain terus tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Antonius Padua. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, damai, dan berkat-Nya kepada keluarga Bapak Ignasius Indarto serta seluruh umat yang telah ambil bagian dalam kegiatan ini. Berkah Dalem.

Lingkungan St. Antonius Padua Melaksanakan Tugas Koor pada Perayaan Ekaristi Minggu

Lingkungan St. Antonius Padua mendapat kesempatan melaksanakan tugas koor pada Perayaan Ekaristi hari Minggu, 5 Juli 2026. Berkat persiapan yang dilakukan melalui kurang lebih lima kali latihan bersama, seluruh rangkaian tugas koor dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Koor didukung oleh sekitar 25 orang umat Lingkungan St. Antonius Padua yang dengan penuh semangat mempersembahkan pelayanan melalui nyanyian liturgi. Kehadiran para anggota koor menjadi wujud kebersamaan dan semangat melayani dalam kehidupan menggereja.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Andrianus Maradiyo, Pr. Pada misa tersebut juga dilaksanakan pembaptisan bayi serta ritus percikan air suci yang menjadi ciri khas Perayaan Ekaristi pada Minggu pertama setiap bulan. Suasana liturgi berlangsung dengan khidmat, penuh sukacita, dan dihayati oleh seluruh umat yang hadir.

Semoga pelayanan yang telah diberikan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, mempererat persaudaraan antarumat, serta mendorong seluruh anggota Lingkungan St. Antonius Padua untuk terus ambil bagian dalam berbagai pelayanan di Gereja demi kemuliaan Tuhan.

Doa Lingkungan Santo Petrus: Merenungkan Makna Kerajaan Allah

Pada hari Kamis, 9 Juli 2026, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan doa lingkungan yang berlangsung pada pukul 19.00 WIB di kediaman Bapak Mulyadi. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 23 umat yang hadir dengan penuh semangat untuk berdoa dan memperdalam iman bersama.

Doa dipimpin oleh Bapak Heri dengan mengangkat tema “Kerajaan Allah”. Melalui bacaan Kitab Suci dan renungan, umat diajak untuk memahami bahwa Kerajaan Allah bukan hanya tentang kehidupan di masa depan, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih, kejujuran, kepedulian, dan semangat melayani sesama.

Setelah doa dan pendalaman iman, umat berdiskusi mengenai cara-cara sederhana untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah keluarga, lingkungan, maupun masyarakat. Diskusi berlangsung dengan hangat dan memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk saling berbagi pengalaman serta memperkuat iman.

Kegiatan doa lingkungan ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan antarumat. Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh umat Lingkungan Santo Petrus semakin terdorong untuk menjadi saksi Kristus dengan menghadirkan kasih dan damai Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Tugas Among Tamu & Hitung Kolekte Lingkungan St. Gregorius Kadisoka pada Misa Minggu di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo – 5 Juli 2026


Umat Lingkungan St. Gregorius – Kadisoka kembali mengambil bagian dalam pelayanan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo melalui tugas Among Tamu & Hitung Kolekte pada Perayaan Ekaristi Hari Minggu, 5 Juli 2026. Pelayanan ini menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan umat dalam mendukung kelancaran dan kekhidmatan perayaan liturgi. Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Sejak sebelum misa dimulai, para petugas Among Tamu telah hadir untuk mempersiapkan diri dan menyambut umat yang datang dengan penuh keramahan. Dengan senyum, salam, dan sikap yang baik, para petugas membantu mengarahkan umat menuju tempat duduk, memberikan informasi yang diperlukan, serta menciptakan suasana gereja yang tertib, nyaman, dan penuh sukacita.

Pelayanan Among Tamu bukan sekadar menjalankan tugas menyambut Umat, tetapi juga merupakan wujud kasih dan semangat melayani. Keramahan yang diberikan kepada setiap umat menjadi cerminan Gereja yang terbuka, ramah, dan menghadirkan kasih Kristus kepada siapa pun yang datang untuk beribadah.

Partisipasi umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam tugas ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan antarumat. Melalui semangat gotong royong dan kerja sama, seluruh petugas melaksanakan tanggung jawab dengan penuh dedikasi sehingga Perayaan Ekaristi dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Semoga pelayanan yang telah diberikan menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan serta semakin menumbuhkan semangat pelayanan, kerendahan hati, dan sukacita dalam melayani. Kiranya seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka senantiasa diberi semangat untuk terus mengambil bagian dalam berbagai pelayanan Gereja demi membangun persekutuan yang semakin hidup, guyub, dan berbuah dalam iman.

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
(1 Petrus 4:10)





Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius


Latihan Koor Lingkungan St. Gregorius – Kadisoka untuk Persiapan Tugas di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo – 04 Juli 2026

Umat Lingkungan St. Gregorius – Kadisoka mengadakan latihan koor pada hari sabtu, 4 Juli 2026, pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini merupakan awal dari rangkaian persiapan untuk tugas pelayanan koor pada Perayaan Ekaristi Minggu, 2 Agustus 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Latihan berlangsung dengan penuh semangat, kebersamaan, dan sukacita. Tim Koor Lingkungan bersama-sama mempersiapkan lagu-lagu liturgi yang akan mengiringi jalannya Perayaan Ekaristi. Selain melatih teknik vokal, kekompakan suara, dan penguasaan lagu, latihan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan di antara umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.

Pelayanan koor bukan sekadar menyanyikan lagu, tetapi merupakan bagian dari liturgi yang membantu seluruh umat menghayati misteri iman melalui pujian kepada Tuhan. Oleh karena itu, setiap anggota koor diajak untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, tidak hanya melalui latihan, tetapi juga dengan membangun kehidupan doa dan semangat pelayanan.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Umat berlatih beberapa lagu yang akan dibawakan saat bertugas nanti. Setiap lagu dipelajari dengan teliti, mulai dari pembagian suara, dinamika agar dapat dinyanyikan dengan baik kepada seluruh umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi.

Semoga melalui latihan-latihan yang akan terus dilaksanakan hingga menjelang hari tugas, koor Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dapat memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga nyanyian yang dipersembahkan menjadi doa yang indah, membangun kekhusyukan liturgi, serta memuliakan nama Tuhan.

Semoga tugas koor pada Minggu, 2 Agustus 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo dapat berjalan dengan lancar, membawa sukacita bagi seluruh umat, dan semakin menumbuhkan semangat pelayanan di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.

“Bernyanyilah bagi Tuhan dengan penuh sukacita, sebab pujian yang tulus adalah ungkapan syukur dan iman kepada-Nya.”



Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius

Sembahyangan Rutin Doa Sengsara Yesus dan Rosario Koronka Umat Lingkungan St. Gregorius – Kadisoka: 02 Juli 2026

Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali berkumpul dalam kegiatan sembahyangan rutin yang diselenggarakan pada Kamis malam, 2 Juli 2026. Pertemuan sembayangan ini dihadiri oleh 19 umat lingkungan yang dengan penuh sukacita datang untuk Berdoa Doa Sengsara Yesus dan Rosario Koronka.

Ibadat diawali dengan lagu pembuka dan doa pembuka, kemudian dilanjutkan dengan Doa Sengsara Yesus sebagai ungkapan syukur sekaligus permenungan atas kasih Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya demi keselamatan umat manusia. Suasana doa berlangsung dengan penuh kekhusyukan, mengajak setiap umat untuk semakin menghayati makna pengorbanan, kasih, dan kerahiman Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah itu, umat melanjutkan doa bersama dengan Rosario Koronka, memohon belas kasih Tuhan bagi keluarga-keluarga, Gereja, bangsa, serta seluruh umat yang sedang mengalami kesulitan, sakit, maupun pergumulan hidup. Melalui doa bersama ini, setiap peserta diajak untuk semakin mempercayakan hidup kepada Kerahiman Tuhan yang tidak pernah berkesudahan.

Kegiatan sembahyangan rutin ini menjadi sarana yang sangat berharga untuk mempererat persaudaraan antarumat sekaligus memperkokoh kehidupan iman di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Kebersamaan dalam doa menjadi kekuatan yang mempersatukan umat untuk saling mendukung, menguatkan, dan bertumbuh dalam semangat pelayanan.

Semoga melalui kebiasaan berkumpul dalam doa, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka senantiasa memperoleh rahmat, damai sejahtera, serta semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih. Mari terus menjaga semangat kebersamaan dan tetap setia menghadiri kegiatan-kegiatan lingkungan sebagai wujud nyata hidup menggereja di tengah masyarakat.

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20)





Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social Lingkungan St. Gregorius di :
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius


Misa Yang Menguatkan, Kebersamaan Yang Menghangatkan.

Melalui Misa Lingkungan St. Fransiskus Asisi bersama Pastor Paroki, umat diajak untuk kembali percaya bahwa Tuhan selalu menyertai perjalanan hidup, bahkan di tengah badai. Kebersamaan yang berlanjut dalam ramah tamah malam itu menjadi ruang untuk saling mengenal, belajar, dan bertumbuh dalam iman.

Bersama, Bahagia, Beriman

Selasa malam, 30 Juni 2026, menjadi salah satu malam yang hangat bagi kami, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi. Sebanyak 62 umat hadir dalam Misa Lingkungan yang dipimpin oleh Pastor Paroki kami, Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Malam itu kami berkumpul di Joglo Prasetyan, atau yang lebih akrab kami sebut Joglo Asisi, di kediaman Bapak Paulus Prasetya. Rasanya memang sudah seperti rumah kedua. Banyak kegiatan lingkungan dilaksanakan di sana, jadi setiap kali berkumpul di Joglo Asisi, rasanya selalu ada suasana yang berbeda.

Bahkan sebelum misa dimulai, suasana sudah terasa hidup. Ada yang sibuk mengatur kursi, ada yang menyiapkan konsumsi, ada yang mengecek sound system, sementara tim koor latihan sebentar bersama organis muda lingkungan, Mbak Ganes dan Mbak Lauda. Di sisi lain, tentu ada juga yang asyik mengobrol. Begitulah Asisi. Selalu ada yang dikerjakan, tapi selalu ada juga waktu untuk saling menyapa.

Dalam homilinya, Romo mengajak kami merenungkan Injil Matius 8:23–27 tentang Yesus yang meredakan angin ribut.

Di tengah homilinya, Romo bertanya,

“Dalam Perayaan Ekaristi, berapa kali Romo mengucapkan ‘Tuhan bersamamu’?”

Kami mulai menghitung dipandu Romo dan mendapatkan jawabannya, 4 kali.

Lalu Romo melanjutkan lagi,

“Kalau sedang punya masalah atau sedang gundah, biasanya mengadu ke siapa?”

Jawabannya langsung bermacam-macam.

“Status WA, Romo!”

Belum selesai tertawa, ada lagi yang menjawab,

“ChatGPT!” tawa umat kembali pecah

“Yo, ChatGPT” kata Romo sambil tertawa

Di balik pertanyaan-pertanyaan sederhana itu, Romo mengingatkan kami bahwa sering kali kita mencari jawaban ke mana-mana, padahal Tuhan selalu hadir lebih dulu. Kalimat “Tuhan bersamamu” yang kita dengar saat misa ternyata bukan hanya bagian dari liturgi. Itu adalah pengingat bahwa dalam keadaan apa pun, bahkan saat hidup sedang seperti diterpa badai, Tuhan tetap menyertai kita.

Setelah misa selesai, kami tidak langsung pulang.

Seperti biasa, sesi foto bersama wajib hukumnya. Setelah itu kami juga membuat video yel-yel Lingkungan Asisi dan video pendek untuk konten Instagram.

Harapannya sederhana. Kalau malam itu kami pulang dengan hati yang penuh sukacita, semoga sukacita yang sama juga bisa dirasakan oleh umat lain yang melihatnya melalui media sosial.

Lalu terdengarlah yel-yel yang sudah begitu akrab di telinga kami.

“Asisi! Bersama, bahagia, beriman!”

Malam itu rasanya tiga kata itu bukan sekadar yel-yel.

Kami benar-benar bersama, mulai dari mempersiapkan misa, melayani, berdoa, sampai membereskan semuanya bersama-sama.

Kami juga bahagia. Bahagia karena bisa bertemu, bercanda, tertawa, dan menikmati malam tanpa harus terburu-buru pulang.

Dan tentu saja kami pulang dengan iman yang kembali dikuatkan. Jadi rasanya, malam itu yel-yel Asisi benar-benar hidup.

Acara kemudian berlanjut dengan ramah tamah bersama Romo.

Sambil menikmati ronde panas, nasi kucing, sate ayam, tahu bacem, kerupuk, dan camilan sederhana lainnya, sesi tanya jawab dimulai.

Pertanyaannya macam-macam.

Ada yang penasaran makanan favorit Romo.

Ada ibu-ibu yang sekalian memberi kode soal menu caos dhahar.

Ada yang bertanya bagaimana Romo akhirnya memutuskan menjadi seorang Imam. Jawabannya pun membawa kami mendengar kembali cerita perjalanan panggilan beliau sejak muda.

Ibu-ibu lansia juga tidak mau melewatkan kesempatan. Ada yang bertanya tentang Sakramen Minyak Suci. Ada juga yang bertanya, kalau malam sudah capek dan tidak kuat duduk, apakah boleh berdoa sambil tiduran.

Lalu muncul pertanyaan yang mungkin mewakili bapak-bapak.

“Romo, olahraga apa kok tetap bugar?”

Romo menjawab sambil tersenyum, treadmill minimal 30 menit, ditambah squat dan plank setiap hari.

Belum selesai.

Ada lagi yang bertanya,

“Romo, rahasianya apa kok glowing terus?”

Jawaban Romo singkat.

“Karena rutin misa pagi!”

Lalu Romo juga bercerita bahwa yang bertanya tentang “keglowingan” Romo tidak hanya umat Asisi saja, ternyata Romo sering ditanya pertanyaan yang sama.

Malam itu gelak tawa kembali memenuhi Joglo Asisi.

Obrolan kemudian beralih ke topik yang lebih serius. Ada yang bertanya tentang tantangan kaum muda saat ini.

Menurut Romo, salah satunya adalah budaya FOMO. Anak muda sekarang sering ingin semuanya serba cepat. AI memang sangat membantu, tetapi kalau semua diserahkan pada teknologi, lama-lama kita bisa kehilangan kebiasaan berpikir dan menikmati proses. Romo mengajak kami, terutama kaum muda, untuk tetap mau belajar, bertumbuh, dan tidak takut menjalani proses.

Setelah umat puas bertanya, gantian Romo yang bertanya kepada kami. Beliau ingin mendengar bagaimana komitmen Lingkungan Asisi dalam mendukung pengembangan kawasan Gereja Maria Bunda Allah. Romo menekankan bahwa komitmen harus berdasarkan kesepakatan dan tidak memberatkan umat. Selain itu, Romo juga menjelaskan secara singkat mengenai APBU dan kolekte, sehingga kami semakin memahami bagaimana Gereja dikelola bersama-sama.

Tanpa terasa, es krim sebagai hidangan penutup sudah habis dan jam sudah semakin malam.

Acara ditutup dan kami pun berpamitan.

Pulang malam itu rasanya berbeda.

Perut kenyang.

Hati hangat dan penuh.

Dan iman terasa sedikit lebih kuat daripada saat kami datang.

Mungkin memang itu arti kebersamaan yang sesungguhnya.

Bukan hanya berkumpul, tetapi pulang membawa sesuatu.

Dan malam itu, kami semua pulang membawa berkat Tuhan.

Asisi! Bersama, bahagia, beriman!

Untuk mengikuti kegiatan di Lingkungan St. Fransiskus Asisi Maguwo, follow Instagram kami @cerita.asisi.gmba dengan klik link disini.