Wujud Kepedulian Gereja: Umat YP Menerima Bantuan Jaminan Hidup dari Stasi Maguwo

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap umat yang membutuhkan, beberapa umat Lingkungan Yohanes Pembaptis menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo yang disalurkan melalui lingkungan.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran dilakukan melalui pengurus lingkungan agar bantuan dapat tepat sasaran dan diterima langsung oleh umat yang berhak.

Program Jaminan Hidup ini menjadi wujud nyata kehadiran Gereja dalam mendampingi umat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Bantuan yang diberikan mungkin sederhana, namun memiliki makna besar sebagai tanda solidaritas dan kasih persaudaraan dalam komunitas Gereja.

Melalui penyaluran Jadup ini, diharapkan umat yang menerima dapat merasakan dukungan serta perhatian dari keluarga besar Gereja. Semangat berbagi dan saling menopang ini menjadi bagian dari panggilan bersama untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kepedulian yang terus dibangun melalui berbagai program sosial Gereja semakin mempererat persaudaraan dan menjadi berkat bagi seluruh umat Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Menyempurnakan Pelayanan: Umat YP Mantapkan Latihan Koor Jelang Jumat Pertama

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan latihan koor di rumah Ibu Tukimin sebagai persiapan pelayanan pada Misa Jumat Pertama yang akan dilaksanakan pada 6 Maret 2026.

Sebanyak 22 umat hadir dalam latihan tersebut, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan pelayanan yang terus hidup dalam Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama melatih lagu-lagu liturgi yang akan dibawakan pada perayaan Ekaristi. Setiap bagian lagu dilatih dengan sungguh-sungguh, menyatukan nada dan penghayatan agar pujian yang dipersembahkan dapat membantu umat berdoa dengan lebih khusyuk.

Latihan koor tidak hanya menjadi persiapan teknis bernyanyi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarumat. Saling mendukung, belajar bersama, serta semangat melayani menjadi warna tersendiri dalam kebersamaan malam itu.

Melalui latihan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dalam Misa Jumat Pertama. Pujian yang dipersembahkan menjadi ungkapan iman dan syukur kepada Tuhan melalui talenta yang dimiliki setiap umat.

Semoga semangat pelayanan ini terus bertumbuh dan semakin memperkuat kebersamaan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Kolaborasi Ibu-Ibu dan OMK YP dalam Pelayanan Kantin GMBA

Semangat pelayanan dan kebersamaan kembali terlihat dalam keterlibatan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis saat menjalankan tugas jaga Kantin GMBA. Dalam kesempatan tersebut, enam umat ambil bagian, terdiri dari lima ibu-ibu lingkungan serta satu anggota OMK yang turut membantu pelayanan.

Kegiatan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya tugas kantin bulan ini melibatkan OMK secara langsung. Kehadiran kaum muda diharapkan menjadi sarana pembelajaran, khususnya dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan, tanggung jawab, serta pengalaman melayani umat melalui kegiatan sederhana namun bermakna.

Sejak pagi hari, para petugas kantin telah mempersiapkan berbagai makanan dan minuman yang akan dijual tersebut. Beragam jajanan rumahan dan minuman segar tersaji, menghadirkan suasana hangat dan akrab bagi umat yang datang setelah mengikuti perayaan Ekaristi.

Pelayanan berlangsung dengan penuh semangat dan kerja sama yang baik. Kolaborasi lintas generasi antara ibu-ibu dan OMK menciptakan suasana pelayanan yang hidup, sekaligus menjadi ruang belajar bersama. Antusiasme umat terlihat dari ramainya pembeli, sehingga seluruh dagangan terjual dengan baik dan menghasilkan laba yang cukup menggembirakan.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis tidak hanya menjalankan tugas pelayanan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan, melatih kemandirian, serta menumbuhkan semangat berbagi peran dalam kehidupan menggereja.

Semoga keterlibatan OMK dalam pelayanan kantin ini menjadi langkah awal bagi semakin aktifnya kaum muda dalam berbagai kegiatan lingkungan dan paroki di masa mendatang.

OMK St. Lucius YP Adakan Rapat Persiapan Parcel Paskah

Semangat kreativitas dan kebersamaan ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) St. Lucius Lingkungan Yohanes Pembaptis melalui kegiatan rapat persiapan program Paskah yang dilaksanakan di PLAI Cafe.

Sebanyak 13 anggota OMK hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana rapat berlangsung santai namun tetap penuh semangat diskusi. Pertemuan ini secara khusus membahas rencana pembuatan dan penjualan parcel Paskah yang akan ditawarkan kepada umat menjelang perayaan Paskah mendatang.

Dalam rapat tersebut, para OMK berdiskusi mengenai konsep parcel, isi paket, pembagian tugas, hingga strategi pelaksanaan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kaum muda untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus mengembangkan kreativitas dalam pelayanan.

Melalui inisiatif ini, OMK St. Lucius ingin mengambil peran aktif dalam kehidupan lingkungan serta menghadirkan semangat pelayanan kaum muda yang nyata di tengah umat. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana diskusi ringan menunjukkan bahwa pelayanan Gereja dapat diwujudkan melalui ide-ide sederhana yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Diharapkan, persiapan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan kegiatan penjualan parcel Paskah nantinya menjadi berkat bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis sekaligus semakin menumbuhkan semangat pelayanan OMK.

Menyatukan Suara dalam Pelayanan: Umat YP Latihan Koor Persiapan Jumat Pertama

Kamis, 26 Februari 2026 pukul 20.00 WIB, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis melaksanakan latihan koor sebagai persiapan tugas pelayanan pada Misa Jumat Pertama yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2026.

Sebanyak 27 umat ambil bagian dalam latihan ini, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia. Kehadiran lintas generasi tersebut menunjukkan semangat pelayanan yang hidup dalam Lingkungan Yohanes Pembaptis, di mana setiap umat mengambil bagian sesuai talenta yang dimiliki.

Latihan koor dilaksanakan dalam suasana penuh kebersamaan. Lagu demi lagu dilatih dengan tekun, menyatukan nada, irama, dan penghayatan agar pujian yang dipersembahkan nantinya dapat membantu umat semakin khusyuk dalam perayaan Ekaristi. Tidak hanya melatih teknik bernyanyi, latihan ini juga menjadi sarana membangun kekompakan dan mempererat relasi antarumat.

Meski dilakukan setelah rangkaian kegiatan lingkungan sebelumnya, semangat peserta tetap terasa hangat. Tawa ringan, saling mendukung, serta kesediaan untuk terus belajar bersama menjadi warna tersendiri dalam latihan malam itu.

Melalui persiapan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dalam Misa Jumat Pertama nanti. Pujian yang dipersembahkan bukan sekadar nyanyian, melainkan ungkapan iman dan syukur kepada Tuhan.

Hangat dalam Kebersamaan: Paguyuban Ibu-Ibu YP Rayakan Pertemuan Bulanan Bernuansa Valentine

Minggu, 22 Februari 2026 pukul 15.30 WIB, Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Yohanes Pembaptis mengadakan pertemuan bulanan yang bertempat di rumah Ibu Titus Pulunggono. Suasana penuh sukacita dan kebersamaan terasa sejak awal pertemuan dimulai.

Sebanyak 21 ibu hadir dalam kegiatan tersebut. Pertemuan kali ini mengusung tema Valentine, yang dimaknai bukan sekadar perayaan kasih secara simbolis, melainkan sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan, saling menguatkan, dan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan agenda rutin paguyuban, yaitu pembayaran iuran bulanan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mendukung kegiatan lingkungan. Setelah itu, kegiatan diisi dengan sharing ringan dan kebersamaan yang hangat antaranggota.

Para ibu saling berbagi cerita kehidupan, pengalaman iman, serta dukungan satu sama lain sebagai bagian dari keluarga besar Lingkungan Yohanes Pembaptis. Nuansa kebersamaan semakin terasa melalui suasana santai penuh tawa, menunjukkan bahwa pertemuan paguyuban bukan hanya menjadi wadah kegiatan rohani, tetapi juga ruang untuk membangun relasi yang akrab dan penuh perhatian.

Melalui pertemuan bulanan ini, para ibu diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, pelayanan, dan kasih kepada sesama. Semangat Valentine yang dihidupi bersama menjadi pengingat bahwa kasih dapat diwujudkan melalui perhatian kecil, kebersamaan, dan kepedulian nyata di tengah komunitas.

Semoga paguyuban ibu-ibu Lingkungan Yohanes Pembaptis terus menjadi sumber sukacita dan kekuatan bagi umat serta lingkungan sekitar.

Merawat Persaudaraan Lintas Iman, Umat YP Jaga Keamanan saat Tarawih

Dalam semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan saat umat Muslim melaksanakan ibadah tarawih.

Kegiatan ronda ini dimulai dan akan berlangsung selama tujuh hari ke depan. Beberapa bapak-bapak umat YP secara bergantian berjaga di sekitar lingkungan, memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah malam tersebut.

Inisiatif ini menjadi wujud nyata persaudaraan dan kepedulian lintas iman. Di tengah keberagaman, umat YP menunjukkan bahwa hidup berdampingan bukan hanya tentang saling menghormati, tetapi juga tentang saling menjaga.

Kehadiran umat YP dalam ronda malam ini disambut dengan hangat oleh warga sekitar. Suasana penuh kekeluargaan terasa, memperlihatkan bahwa nilai gotong royong dan solidaritas tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan antarwarga dan menjadi kesaksian bahwa kasih dan persaudaraan dapat diwujudkan dalam tindakan sederhana namun bermakna.

Semangat Tak Surut, Umat YP Lanjut Latihan Koor Usai Pertemuan APP

Kamis, 19 Februari 2026 menjadi malam yang penuh kebersamaan bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis. Setelah menyelesaikan Pertemuan APP pertama pukul 19.00, umat tidak langsung pulang. Tepat pukul 20.00, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor untuk persiapan tugas Misa Jumat Pertama pada 6 Maret 2026.

Meski waktu sudah cukup malam, semangat umat tetap menyala. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan OMK duduk bersama, menyatukan suara dalam latihan yang penuh kekompakan. Nada demi nada dilatih dengan serius, namun tetap dalam suasana santai dan hangat.

Latihan ini bukan sekadar mempersiapkan lagu, tetapi juga mempererat kebersamaan antarumat. Ada tawa kecil saat nada belum kompak, ada fokus saat bagian sulit diulang bersama. Semua menyatu dalam satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik untuk Tuhan melalui pujian.

Kebersamaan lintas generasi yang terlihat malam itu menjadi bukti bahwa pelayanan bukan soal usia, melainkan soal hati yang mau terlibat. Dari yang muda hingga yang senior, semua mengambil bagian.

Semoga melalui latihan ini, pelayanan pada Misa Jumat Pertama nanti dapat berjalan dengan baik dan membawa umat semakin khusyuk dalam perayaan Ekaristi.

Menjalin Kebersamaan dalam Kepedulian: Kunjungan Sosial Umat Lingkungan St. Gabriel

Salah satu program lingkungan St. Gabriel adalah kegiatan sosial berupa kunjungan kepada umat yang sedang sakit. Sebagai wujud kepedulian dan perhatian, umat St. Gabriel mengadakan kunjungan kepada Bapak Totok yang beberapa hari lalu mengalami musibah kecelakaan.

Pada hari Selasa, 17 Februari 2026, pukul 17.00 WIB, sebanyak 7 (tujuh) orang umat Lingkungan St. Gabriel mengunjungi Bapak Totok di kediamannya di Modinan. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian atas musibah kecelakaan yang beliau alami beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Paul selaku Ketua Lingkungan menyampaikan rasa prihatin dan simpati atas musibah kecelakaan yang menimpa Bapak Totok. Beliau juga mewakili seluruh umat mendoakan agar Bapak Totok segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Doa bersama dipimpin oleh Ibu Maria Suprapti dan berlangsung dengan khidmat.

Setelah doa bersama, Bapak Totok menyampaikan kronologi kejadian yang dialaminya. Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kehangatan. Setelah dirasa cukup, rombongan umat berpamitan untuk kembali ke kediaman masing-masing.

Semoga melalui kegiatan ini, tali persaudaraan dan semangat saling peduli di Lingkungan St. Gabriel semakin terjalin erat.

Pelatihan Kerasulan Awam(menjadi garam dan terang dunia)

Pelatihan Kerasulan Awam ini diselenggarakan pada Sabtu, 8 November 2025, bertempat di Gereja Maria Bunda Allah Maguwoharjo. Acara ini ditujukan khusus bagi Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, dan Pengurus Lingkungan yang akan mengemban tugas pelayanan selama periode 2026-2028.​Momentum ini krusial sebagai titik tolak spiritual dan strategis, di mana para pemimpin komunitas dibekali untuk mengimplementasikan visi Gereja di tingkat basis, berlandaskan seruan Injil Matius 5:13-16: “Kamu adalah garam dunia… Kamu adalah terang dunia.”

​Sdr. Danang Afriadi berperan sebagai Fasilitator dan Moderator utama. Keahlian beliau dalam komunikasi publik dan pengembangan komunitas menjadi kunci dalam menjembatani materi teologis yang mendalam dengan diskusi praktis dan terarah. Danang Afriadi bertanggung jawab memastikan alur pelatihan berjalan efektif, interaktif, dan menghasilkan komitmen aksi yang jelas dari para peserta, Sdr. A.M. Bebet Dermawan adalah narasumber utama yang memberikan pondasi teologis dan strategis. Sebagai seorang awam yang matang dalam spiritualitas dan kepemimpinan pastoral, Bebet Dermawan dikenal mampu membongkar Makna Kerasulan Awam dan merumuskan Panjang Strategi pelayanan yang berakar pada iman Katolik serta relevan dengan tantangan pastoral.

​Sesi yang dibawakan oleh Sdr. A.M. Bebet Dermawan memfokuskan pada Makna Kerasulan Awam, sebagai dasar untuk mencegah pelayanan menjadi hambar atau tersembunyi.​Garam (Sal): Kualitas Internal dan Integritas.​Makna Teologis: Garam adalah lambang perjanjian, pemurnian, dan pelestarian. Ini menuntut para pemimpin awam memiliki integritas diri dan kedalaman spiritual yang otentik, yang mengalir dari Sakramen. Pelayanan yang sejati adalah kesaksian hidup yang berkualitas.​Implementasi: Garam ini harus terasa dalam transparansi pengelolaan dana lingkungan dan kejujuran dalam berinteraksi, menciptakan kepercayaan umat.​Terang (Lux): Keterlibatan dan Kesaksian Eksternal.​Makna Pastoral: Terang harus diletakkan di atas kaki dian. Ini adalah tuntutan untuk keterlibatan aktif di tengah masyarakat (sekolah, pekerjaan, sosial-politik) yang dapat menerangi kegelapan ketidakadilan atau keacuhan.​Implementasi: Menjadi Terang berarti berani bersuara untuk kebenaran dan keadilan, serta memimpin dengan teladan etis di ranah publik (RT/RW), sejalan dengan cita-cita Gereja yang MENGINSPIRASI.

​Pelatihan ini membekali para pemimpin Paroki Maria Bunda Allah Maguwoharjo dengan Makna teologis dan Panjang strategi yang diperlukan untuk mewujudkan Kerasulan Awam yang hidup dan berdampak. Dengan komitmen sinergi, para Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, dan Pengurus Lingkungan diutus untuk menjadi Garam dan Terang Dunia yang sesungguhnya.