Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius : Bersatu dalam Doa untuk Kesembuhan Ibu Agung Nur – 25 Agustus 2026

Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius

Bersatu dalam Doa untuk Kesembuhan Bu Agung Nur

Lingkungan St. Gregorius • Paroki Adm. Maria Bunda Allah Maguwo

Semangat persaudaraan dan kasih Kristiani kembali diwujudkan oleh umat Lingkungan St. Gregorius melalui kegiatan Kunjungan Kasih kepada Bu Agung Nur yang baru saja mengalami kecelakaan dan telah menjalani operasi pada bagian tangan.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, umat Lingkungan St. Gregorius hadir untuk memberikan perhatian, dukungan, serta penghiburan kepada Bu Agung Nur dan keluarga. Kehadiran saudara-saudari seiman menjadi ungkapan nyata bahwa setiap anggota lingkungan adalah bagian dari satu keluarga Allah yang saling menopang dalam suka maupun duka.

Bersatu dalam Doa dan Pengharapan

Kunjungan kasih ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk bertemu dan menyampaikan perhatian, tetapi juga menjadi momen istimewa dimana seluruh umat yang hadir bersatu dalam doa bersama. Dengan penuh iman, umat memohon kepada Tuhan Yesus Kristus agar senantiasa menyertai Bu Agung Nur dalam proses pemulihan, memberikan kekuatan, ketabahan, serta kesembuhan setelah menjalani operasi.

Kasih yang diwujudkan melalui kehadiran sering kali menjadi obat yang menguatkan hati. Sebuah sapaan, senyuman, perhatian, dan doa tulus dari saudara seiman menjadi tanda bahwa Gereja hidup dalam persekutuan yang saling mengasihi.

Sabda Tuhan Yesus

“Sebab ketika Aku sakit, kamu melawat Aku.”
Matius 25:36

Sabda Tuhan dalam Injil Matius tersebut menjadi dasar panggilan bagi setiap umat beriman untuk menghadirkan kasih kepada sesama, terutama kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan, sakit, maupun masa pemulihan. Melalui kunjungan kasih, umat tidak hanya membawa perhatian secara manusiawi, tetapi juga menghadirkan cinta kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi Komunitas yang Peduli

Lingkungan St. Gregorius terus berkomitmen untuk membangun kehidupan bersama yang dilandasi semangat guyub, rukun, dan saling melayani dengan sepenuh hati. Kunjungan kepada Bu Agung Nur menjadi pengingat bahwa kebersamaan umat bukan hanya dirasakan dalam perayaan Ekaristi maupun kegiatan lingkungan, tetapi juga diwujudkan ketika ada saudara yang membutuhkan dukungan dan penguatan.

Semoga melalui kunjungan kasih ini, iman umat semakin bertumbuh dalam semangat pelayanan dan kepedulian. Kiranya setiap keluarga di Lingkungan St. Gregorius senantiasa menjadi saluran kasih Tuhan yang membawa harapan bagi sesama.

🙏 Doa untuk Kesembuhan

Tuhan Yesus yang penuh belas kasih, kami menyerahkan Bu Agung Nur ke dalam penyelenggaraan-Mu. Semoga Engkau berkenan mencurahkan rahmat kesembuhan, memulihkan kesehatan tangan yang telah dioperasi, memberikan kekuatan dalam menjalani masa pemulihan, serta memenuhi hati dengan damai dan pengharapan. Sertailah pula keluarga yang mendampingi dengan kasih dan ketabahan. Amin.

Dokumentasi Kunjungan Kasih

Umat Lingkungan St. Gregorius

Dokumentasi Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius
Kunjungan Kasih Umat Lingkungan St. Gregorius
✝   Berbagi Kasih, Menguatkan Persaudaraan   ✝
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Bersama Olah Sampah Plastik Jadi Barang Unik

Sampah plastik sangat sulit terurai. Masa penguraiannya berkisar antara 10-450 tahun. Bahkan, styrofoam sama sekali tidak dapat terurai.

Plastik yang hancur diterpa sinar matahari akhirnya menjadi partikel yang sangat halus. Mikroplastik ini dapat terserap tubuh manusia melalui hewan yang memakannya, bahkan dari oksigen yang kita hirup. Dampaknya bersifat merusak sistem tubuh dalam jangka panjang.

Apa yang bisa kita lakukan?

Mengurangi konsumsi plastik dan menghindari penggunaan plastik akan sangat membantu menurunkan jumlah sampah plastik. Namun, kehidupan modern telah sangat bergantung pada plastik. Mengolah plastik yang sulit didaur ulang menjadi barang bermanfaat bahkan bernilai ekonomi adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk merawat bumi.

Ecobrick, “Bata” dari Sampah Plastik

Semangat ini yang digaungkan dalam pelatihan ecobrick pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo (GMBA). Tim Pelayanan PSE Bidang Kemasyarakatan GMBA mengundang Sanggar Pawuhan untuk berbagi cara membuat ecobrick kepada umat.

Secara sederhana, ecobrick adalah “bata” ramah lingkungan dari sampah plastik yang dipadatkan ke dalam botol air mineral bekas. Plastik seperti kresek, kemasan makanan dan deterjen, hingga sedotan dan styrofoam dipotong kecil-kecil supaya mudah dipadatkan ke dalam botol. Stik kayu atau bambu panjang bisa dipakai untuk membantu proses pemadatan.

“Bagian bawah botol diisi dengan plastik yang lunak dulu seperti kresek, lalu isi dengan plastik yang lebih keras seperti kemasan deterjen. Berselang seling supaya mudah dipadatkan. Memadatkannya dari pinggiran botol,” jelas Yuliana Rini dari Sanggar Pawuhan.

Botol yang sudah terisi harus mencapai berat standar (100-600 gram, tergantung ukuran botol) sehingga bisa menjadi ecobrick. Ecobrick kemudian bisa direkatkan dengan lem silikon untuk disusun menjadi berbagai barang, mulai dari dingklik, meja, lemari, pot tanaman, hingga pagar.

Olah Sampah Plastik Menuju Paroki Hijau

Para peserta yang hadir dengan antusias mengikuti penjelasan Bu Rini dan para fasilitator. Melalui pelatihan ini mereka memperoleh wawasan baru, ada cara lain mengolah plastik sisa konsumsi selain dibuang begitu saja atau dibakar. Ecobrick juga bisa menjadi solusi mengolah plastik yang tidak diterima pemulung atau bank sampah, biasa disebut sampah residu.

“Luar biasa ya, satu botol air mineral kecil seperti ini bisa jadi wadah 200 gram plastik residu,” komentar Bu Yos, salah satu peserta siang itu.

Di pengujung pelatihan, para peserta berkomitmen untuk meneruskan membuat ecobrick di rumah masing-masing. Semuanya berharap bisa melakukan gerakan bersama membangun satu penanda landmark “I Love GMBA” dari ecobrick sebagai langkah mewujudkan GMBA sebagai paroki hijau.

Ecobrick adalah satu solusi untuk mengatasi persoalan sampah plastik, baik di rumah, lingkungan, maupun gereja. Melakukannya bersama akan menjadikannya terasa lebih ringan.

Umat YP Memimpin Doa Rosario di Gereja

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mendapat kesempatan untuk bertugas memimpin doa Rosario di gereja. Kegiatan ini dilaksanakan di area samping altar dalam suasana yang tenang dan penuh penghayatan.

Doa Rosario dipimpin oleh Bapak Bambang Sudjono bersama Bapak Agung Prasetyo, yang dengan khidmat membimbing umat dalam setiap peristiwa doa. Umat yang hadir terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia.

Selama doa berlangsung, umat mengikuti setiap bagian dengan penuh kekhusyukan. Rangkaian doa yang didaraskan bersama menjadi momen permenungan iman, sekaligus ungkapan devosi kepada Bunda Maria.

Kehadiran umat dari berbagai generasi menunjukkan semangat kebersamaan dalam kehidupan menggereja. Doa yang dipanjatkan bersama tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga mempererat persaudaraan di antara umat.

Melalui kesempatan pelayanan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis turut ambil bagian dalam menghidupkan kehidupan doa di gereja. Semoga semangat berdoa bersama ini terus tumbuh dan menjadi kekuatan iman bagi seluruh umat.

Aksi APP 2026 dan Kunjungan Kasih Lingkungan St. Elisabeth

Dalam semangat APP 2026, Lingkungan St. Elisabeth Stasi Maguwo melaksanakan Kunjungan Kasih sebagai wujud nyata cinta, kepedulian, dan persaudaraan. Selama masa APP, Lingkungan St. Elisabeth berkomitmen untuk menggunakan uang kolekte selama Sembahyangan untuk memberikan tanda kasih kepada para lansia yang ada di Lingkungan St. Elisabeth.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 19 April 2026. Sebelumnya kami berkumpul di Pendopo Mbah Cipto. Kemudian kunjungan dimulai dengan mengunjungi Mbah Cipto. Selanjutnya kami juga menyempatkan untuk mengunjungi Pak Deddy yang baru pulang dari opname di Rumah Sakit. Lalu kunjungan selanjutnya, kami menuju Rumah Ibu Sugiarto, Mbah Sudiran, dan terakhir kami berkunjung ke rumah Ibu Pujo.

Bukan hanya sekedar berkunjung dan memberikan tanda kasih, tapi kami juga menunjukkan kehangatan, perhatian, bahkan berdoa bersama sebagai penguatan secara rohani, agar setiap orang yang kami kunjungi juga merasa penuh secara rohani.

Instagram: https://www.instagram.com/reel/DXW6L_fj6Km/?igsh=OWl4Ynk2dHJqbjA5

Pesona Kebaya Nusantara dalam Peringatan Hari Kartini

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai Pertemuan Rutin sekaligus Lomba Kartinian Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang diselenggarakan pada Selasa sore, 14 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh 63 peserta yang dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Pertemuan dipimpin oleh Ibu MM. Tri Hesti Andriani, yang dengan penuh semangat mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjadikan pertemuan ini sebagai ajang berkumpul, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Mengusung tema “Pesona Kebaya Nusantara: Menampilkan gaya khas Indonesia dengan nuansa Kebaya Nusantara”, para peserta tampil anggun dan memukau dalam balutan kebaya dari berbagai daerah. Ragam warna, motif, dan model kebaya yang dikenakan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang begitu indah dan beragam. Setiap peserta menampilkan pesona dan karakter masing-masing, sehingga menciptakan suasana yang semarak dan penuh apresiasi terhadap warisan budaya.

Lomba Kartinian menjadi salah satu puncak acara yang dinanti. Tidak hanya dinilai dari keindahan busana, tetapi juga dari kepercayaan diri, ekspresi, serta kemampuan peserta dalam menampilkan keanggunan wanita Indonesia. Kegiatan ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus membangkitkan semangat emansipasi wanita dalam bingkai budaya dan iman.

Selain perlombaan, pertemuan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang hangat. Canda tawa, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan begitu terasa, memperkuat ikatan antaranggota paguyuban.

Melalui kegiatan ini, para ibu tidak hanya merayakan semangat Kartini, tetapi juga meneguhkan peran mereka sebagai perempuan Katolik yang aktif, kreatif, dan penuh kasih dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Semoga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya ini terus terjaga dan berkembang dalam setiap langkah pelayanan ke depan.

Wujudkan Aksi Nyata APP 2026, Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata Sambangi Umat Lansia

Semangat Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 tidak hanya berhenti pada 5 kali pertemuan ibadat lingkungan dan pengumpulan kotak APP saja. Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata mewujudkannya secara nyata melalui aksi kunjungan kasih kepada umat lanjut usia (lansia) dan mereka yang sedang sakit di wilayah lingkungan, Jumat (10 April 2026)

Kegiatan ini menyasar para lansia yang karena keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan, sudah tidak memungkinkan lagi untuk hadir secara fisik mengikuti Misa Mingguan di Gereja.

Kehadiran Gereja di Tengah Keluarga

Ketua Lingkungan St. Maria Immaculata Bapak St. Kristiantara menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja lingkungan yang diselaraskan dengan tema APP 2026. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap anggota komunitas, terutama yang paling rentan, tetap merasa menjadi bagian utuh dari persekutuan Gereja. Ada 3 umat lansia yang dikunjungi yakni Ibu Ngadiyanto, Bapak Soebardjo, dan Bapak Wagimin.

“Kami ingin menyapa saudara-saudara kita yang sudah sepuh. Meskipun mereka tidak bisa ke Gereja, Gereja-lah yang mendatangi mereka. Ini adalah bentuk pertobatan nyata melalui tindakan kasih,” ujar Ketua Lingkungan di sela-sela kunjungan.

Lebih dari Sekadar Kunjungan

Dalam kunjungan tersebut, para pengurus tidak hanya datang untuk bertegur sapa, tetapi juga mengajak umat yang dikunjungi untuk berdoa bersama , lalu memberikan bingkisan kasih sebagai simbol perhatian dari seluruh warga lingkungan dan yang tidak kalah penting adalah membantu memfasilitasi komunikasi jika umat yang bersangkutan merindukan Sakramen Pengurapan Orang Sakit atau Komuni Kudus yang diantarkan oleh Prodiakon.

Salah satu umat lansia yang dikunjungi, Ibu Ngadiyanto, mengungkapkan rasa harunya. “Saya merasa sangat bahagia. Walau kaki sudah sulit melangkah ke altar, doa-doa dari pengurus lingkungan membuat saya merasa tetap dekat dengan Tuhan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Dimana ibu Ngadiyanto setiap minggu diantar komuni oleh prodiakon lingkungan.

Menghidupkan Semangat Solidaritas

Aksi ini diharapkan dapat memicu semangat solidaritas bagi umat lainnya, terutama kaum muda, untuk lebih peduli terhadap sesama di sekitar mereka. Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata berharap kegiatan ini konsisten dilakukan, bukan hanya di masa Prapaskah, melainkan menjadi identitas komunitas yang inklusif.

Melalui langkah kecil ini, lingkungan St. Maria Immaculata membuktikan bahwa Aksi Puasa Pembangunan bukan sekadar wacana, melainkan jembatan kasih yang menghubungkan hati setiap umat, tanpa peduli jarak fisik maupun keterbatasan usia.

OMK YP Berkarya Lewat Penjualan Parcel Paskah

Semangat kebersamaan dan kreativitas ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Lingkungan Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan parcel Paskah bagi umat.

Dalam proses persiapan, para OMK bekerja sama mulai dari menghias telur Paskah, menata makanan, hingga membungkus parcel dengan rapi. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian dan semangat, mencerminkan kesungguhan mereka dalam memberikan yang terbaik.

Suasana kebersamaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Tawa, canda, dan kerja sama yang solid menjadi bagian dari proses, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan parcel, tetapi juga sebagai momen mempererat persaudaraan antaranggota OMK.

Setelah seluruh parcel selesai dipersiapkan, keesokan harinya para OMK melanjutkan pelayanan dengan mendistribusikan parcel kepada umat yang telah memesan. Antusiasme umat terlihat dari banyaknya pesanan yang masuk, bahkan tidak hanya dari Lingkungan Yohanes Pembaptis, tetapi juga dari lingkungan-lingkungan lain.

Hal ini menjadi tanda bahwa usaha dan pelayanan yang dilakukan OMK mendapat respon yang sangat baik dari umat. Melalui kegiatan ini, OMK tidak hanya belajar tentang kerja sama dan tanggung jawab, tetapi juga menghadirkan sukacita Paskah melalui karya sederhana yang penuh makna.

Semoga semangat pelayanan dan kreativitas ini terus tumbuh dalam diri OMK Lingkungan Yohanes Pembaptis, serta menjadi berkat bagi semakin banyak umat.

YP Ronda Jaga Sholat Idul Fitri, Wujud Nyata Kebersamaan Umat

Dalam semangat kebersamaan dan toleransi, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan kegiatan ronda untuk menjaga keamanan lingkungan saat pelaksanaan Sholat Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sejak pagi hari, umat berkumpul di rumah Bapak Harjito sebagai titik awal koordinasi. Dengan mengenakan kaos seragam berwarna biru, para peserta kemudian melaksanakan tugas jaga di beberapa titik lingkungan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama ibadah berlangsung.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh bapak-bapak, tetapi juga melibatkan ibu-ibu serta OMK yang turut ambil bagian dengan penuh semangat. Kehadiran lintas generasi ini menjadi tanda nyata kebersamaan dan kepedulian umat dalam hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.

Di tengah kegiatan ronda, umat juga mendapat kunjungan dari Romo Dadang. Sepulang dari memimpin Misa, beliau melihat umat yang sedang berjaga dan menyempatkan diri untuk berhenti serta menyapa. Kehadiran Romo Dadang menjadi penyemangat tersendiri bagi umat, sekaligus bentuk perhatian dan dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan.

Selama pelaksanaan ronda, umat dengan sigap berjaga dan saling bekerja sama. Setelah tugas selesai, seluruh peserta kembali berkumpul di rumah Bapak Harjito untuk melakukan evaluasi singkat serta mempererat kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa toleransi tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan sederhana sehari-hari. Melalui ronda bersama, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis ikut ambil bagian dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di lingkungan sekitar.

Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi teladan bagi kehidupan bermasyarakat yang rukun dan penuh kasih.

Kunjungan Kasih Tim PIUL Stasi GMBA ke Rumah Mbah Sum Umat Lingk. St. Gregorius Kadisoka

Kunjungan Kasih Tim PIUL Stasi GMBA ke Rumah Mbah Sum

Pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, Tim PIUL Stasi GMBA melaksanakan kunjungan pastoral kepada salah satu umat lansia di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka, yaitu Mbah Sum. Kunjungan ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian Gereja kepada para lanjut usia agar mereka tetap merasakan kasih, kebersamaan, serta pendampingan dalam kehidupan beriman.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, tim PIUL hadir untuk menyapa, berbincang, serta mendoakan Mbah Sum. Melalui percakapan sederhana dan kebersamaan tersebut, terjalin kedekatan yang menghadirkan sukacita dan semangat bagi umat yang dikunjungi.

Pada kesempatan ini, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana untuk Mbah Sum sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan para lansia. Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu memantau kesehatan serta memberikan perhatian nyata kepada umat lanjut usia di lingkungan.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa para lansia tetap merupakan bagian penting dalam kehidupan Gereja. Kehadiran dan perhatian dari sesama umat diharapkan dapat memberikan penghiburan serta meneguhkan iman, sehingga mereka tetap merasakan bahwa Gereja selalu hadir dalam perjalanan hidup mereka.

Semoga melalui kunjungan kasih ini, semangat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama, khususnya para lansia, semakin tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Tuhan senantiasa memberkati setiap karya pelayanan yang dilakukan demi kemuliaan-Nya.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV2ugZHjxaO/?igsh=MXBsbDQzdjY2Z2ttaQ==

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSu5d1pYm/

Youtube : https://youtube.com/shorts/HjWb4QU6zgg

Pelayanan distribusi Jadup Program tim PSE GMBA Maguwo di Lingkungan St. Gabriel

Tim Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Gereja Katolik berperan sebagai perpanjangan tangan Gereja dalam mewujudkan kepedulian sosial yang profesional, terorganisir, dan berlandaskan Ajaran Sosial Gereja. Kegiatan PSE difokuskan pada pemberdayaan kelompok kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD) melalui aksi karitatif berupa bantuan langsung serta pemberdayaan ekonomi.

Salah satu program yang dijalankan oleh Tim PSE Bidang Kemasyarakatan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo adalah pemberian bantuan sosial bagi umat miskin dan rentan miskin, yang dikenal dengan istilah Jadup (Jaminan Hidup). Pembagian Jadup berupa paket sembako dilakukan di gereja, yang diambil per lingkungan pada hari Sabtu, 28 Februari, bertempat di teras depan GMBA Maguwo.

Lingkungan St. Gabriel ditugaskan untuk mengambil bantuan tersebut, dengan Bapak Simbolon selaku Seksi PSE Lingkungan sebagai penanggung jawab. Distribusi kepada umat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing penerima. Umat lansia menerima bantuan langsung di rumah, sedangkan umat lainnya menerima bantuan pada saat pertemuan APP 3 yang dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Maret.

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan dari Lingkungan St. Gabriel adalah 7 kepala keluarga. Pelaksanaan program ini menunjukkan komitmen Tim PSE GMBA Maguwo dalam mewujudkan kepedulian sosial yang nyata dan berkesinambungan bagi umat yang membutuhkan.

Dengan selesainya pembagian Jadup ini, semoga setiap paket bantuan tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari umat yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan kasih di antara seluruh anggota jemaat. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Gereja hadir nyata di tengah masyarakat, mendampingi dan memberdayakan mereka yang lemah dan rentan, serta menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah wujud iman yang hidup. Semoga semangat pelayanan ini terus berkembang dan menginspirasi seluruh komunitas untuk bersama-sama mewujudkan kasih Kristiani dalam tindakan nyata.

tiktok https://vt.tiktok.com/ZSu6xtc9W/

instagram https://www.instagram.com/reel/DVqjtKjE8zX/?igsh=cDRrbXdlZGplbnAy