Pesona Kebaya Nusantara dalam Peringatan Hari Kartini

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai Pertemuan Rutin sekaligus Lomba Kartinian Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang diselenggarakan pada Selasa sore, 14 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh 63 peserta yang dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Pertemuan dipimpin oleh Ibu MM. Tri Hesti Andriani, yang dengan penuh semangat mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjadikan pertemuan ini sebagai ajang berkumpul, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Mengusung tema “Pesona Kebaya Nusantara: Menampilkan gaya khas Indonesia dengan nuansa Kebaya Nusantara”, para peserta tampil anggun dan memukau dalam balutan kebaya dari berbagai daerah. Ragam warna, motif, dan model kebaya yang dikenakan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang begitu indah dan beragam. Setiap peserta menampilkan pesona dan karakter masing-masing, sehingga menciptakan suasana yang semarak dan penuh apresiasi terhadap warisan budaya.

Lomba Kartinian menjadi salah satu puncak acara yang dinanti. Tidak hanya dinilai dari keindahan busana, tetapi juga dari kepercayaan diri, ekspresi, serta kemampuan peserta dalam menampilkan keanggunan wanita Indonesia. Kegiatan ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus membangkitkan semangat emansipasi wanita dalam bingkai budaya dan iman.

Selain perlombaan, pertemuan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang hangat. Canda tawa, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan begitu terasa, memperkuat ikatan antaranggota paguyuban.

Melalui kegiatan ini, para ibu tidak hanya merayakan semangat Kartini, tetapi juga meneguhkan peran mereka sebagai perempuan Katolik yang aktif, kreatif, dan penuh kasih dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Semoga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya ini terus terjaga dan berkembang dalam setiap langkah pelayanan ke depan.

Wujudkan Aksi Nyata APP 2026, Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata Sambangi Umat Lansia

Semangat Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 tidak hanya berhenti pada 5 kali pertemuan ibadat lingkungan dan pengumpulan kotak APP saja. Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata mewujudkannya secara nyata melalui aksi kunjungan kasih kepada umat lanjut usia (lansia) dan mereka yang sedang sakit di wilayah lingkungan, Jumat (10 April 2026)

Kegiatan ini menyasar para lansia yang karena keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan, sudah tidak memungkinkan lagi untuk hadir secara fisik mengikuti Misa Mingguan di Gereja.

Kehadiran Gereja di Tengah Keluarga

Ketua Lingkungan St. Maria Immaculata Bapak St. Kristiantara menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja lingkungan yang diselaraskan dengan tema APP 2026. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap anggota komunitas, terutama yang paling rentan, tetap merasa menjadi bagian utuh dari persekutuan Gereja. Ada 3 umat lansia yang dikunjungi yakni Ibu Ngadiyanto, Bapak Soebardjo, dan Bapak Wagimin.

“Kami ingin menyapa saudara-saudara kita yang sudah sepuh. Meskipun mereka tidak bisa ke Gereja, Gereja-lah yang mendatangi mereka. Ini adalah bentuk pertobatan nyata melalui tindakan kasih,” ujar Ketua Lingkungan di sela-sela kunjungan.

Lebih dari Sekadar Kunjungan

Dalam kunjungan tersebut, para pengurus tidak hanya datang untuk bertegur sapa, tetapi juga mengajak umat yang dikunjungi untuk berdoa bersama , lalu memberikan bingkisan kasih sebagai simbol perhatian dari seluruh warga lingkungan dan yang tidak kalah penting adalah membantu memfasilitasi komunikasi jika umat yang bersangkutan merindukan Sakramen Pengurapan Orang Sakit atau Komuni Kudus yang diantarkan oleh Prodiakon.

Salah satu umat lansia yang dikunjungi, Ibu Ngadiyanto, mengungkapkan rasa harunya. “Saya merasa sangat bahagia. Walau kaki sudah sulit melangkah ke altar, doa-doa dari pengurus lingkungan membuat saya merasa tetap dekat dengan Tuhan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Dimana ibu Ngadiyanto setiap minggu diantar komuni oleh prodiakon lingkungan.

Menghidupkan Semangat Solidaritas

Aksi ini diharapkan dapat memicu semangat solidaritas bagi umat lainnya, terutama kaum muda, untuk lebih peduli terhadap sesama di sekitar mereka. Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata berharap kegiatan ini konsisten dilakukan, bukan hanya di masa Prapaskah, melainkan menjadi identitas komunitas yang inklusif.

Melalui langkah kecil ini, lingkungan St. Maria Immaculata membuktikan bahwa Aksi Puasa Pembangunan bukan sekadar wacana, melainkan jembatan kasih yang menghubungkan hati setiap umat, tanpa peduli jarak fisik maupun keterbatasan usia.

OMK YP Berkarya Lewat Penjualan Parcel Paskah

Semangat kebersamaan dan kreativitas ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Lingkungan Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan parcel Paskah bagi umat.

Dalam proses persiapan, para OMK bekerja sama mulai dari menghias telur Paskah, menata makanan, hingga membungkus parcel dengan rapi. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian dan semangat, mencerminkan kesungguhan mereka dalam memberikan yang terbaik.

Suasana kebersamaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Tawa, canda, dan kerja sama yang solid menjadi bagian dari proses, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan parcel, tetapi juga sebagai momen mempererat persaudaraan antaranggota OMK.

Setelah seluruh parcel selesai dipersiapkan, keesokan harinya para OMK melanjutkan pelayanan dengan mendistribusikan parcel kepada umat yang telah memesan. Antusiasme umat terlihat dari banyaknya pesanan yang masuk, bahkan tidak hanya dari Lingkungan Yohanes Pembaptis, tetapi juga dari lingkungan-lingkungan lain.

Hal ini menjadi tanda bahwa usaha dan pelayanan yang dilakukan OMK mendapat respon yang sangat baik dari umat. Melalui kegiatan ini, OMK tidak hanya belajar tentang kerja sama dan tanggung jawab, tetapi juga menghadirkan sukacita Paskah melalui karya sederhana yang penuh makna.

Semoga semangat pelayanan dan kreativitas ini terus tumbuh dalam diri OMK Lingkungan Yohanes Pembaptis, serta menjadi berkat bagi semakin banyak umat.

YP Ronda Jaga Sholat Idul Fitri, Wujud Nyata Kebersamaan Umat

Dalam semangat kebersamaan dan toleransi, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan kegiatan ronda untuk menjaga keamanan lingkungan saat pelaksanaan Sholat Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sejak pagi hari, umat berkumpul di rumah Bapak Harjito sebagai titik awal koordinasi. Dengan mengenakan kaos seragam berwarna biru, para peserta kemudian melaksanakan tugas jaga di beberapa titik lingkungan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama ibadah berlangsung.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh bapak-bapak, tetapi juga melibatkan ibu-ibu serta OMK yang turut ambil bagian dengan penuh semangat. Kehadiran lintas generasi ini menjadi tanda nyata kebersamaan dan kepedulian umat dalam hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.

Di tengah kegiatan ronda, umat juga mendapat kunjungan dari Romo Dadang. Sepulang dari memimpin Misa, beliau melihat umat yang sedang berjaga dan menyempatkan diri untuk berhenti serta menyapa. Kehadiran Romo Dadang menjadi penyemangat tersendiri bagi umat, sekaligus bentuk perhatian dan dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan.

Selama pelaksanaan ronda, umat dengan sigap berjaga dan saling bekerja sama. Setelah tugas selesai, seluruh peserta kembali berkumpul di rumah Bapak Harjito untuk melakukan evaluasi singkat serta mempererat kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa toleransi tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan sederhana sehari-hari. Melalui ronda bersama, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis ikut ambil bagian dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di lingkungan sekitar.

Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi teladan bagi kehidupan bermasyarakat yang rukun dan penuh kasih.

Kunjungan Kasih Tim PIUL Stasi GMBA ke Rumah Mbah Sum Umat Lingk. St. Gregorius Kadisoka

Kunjungan Kasih Tim PIUL Stasi GMBA ke Rumah Mbah Sum

Pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, Tim PIUL Stasi GMBA melaksanakan kunjungan pastoral kepada salah satu umat lansia di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka, yaitu Mbah Sum. Kunjungan ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian Gereja kepada para lanjut usia agar mereka tetap merasakan kasih, kebersamaan, serta pendampingan dalam kehidupan beriman.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, tim PIUL hadir untuk menyapa, berbincang, serta mendoakan Mbah Sum. Melalui percakapan sederhana dan kebersamaan tersebut, terjalin kedekatan yang menghadirkan sukacita dan semangat bagi umat yang dikunjungi.

Pada kesempatan ini, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana untuk Mbah Sum sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan para lansia. Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu memantau kesehatan serta memberikan perhatian nyata kepada umat lanjut usia di lingkungan.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa para lansia tetap merupakan bagian penting dalam kehidupan Gereja. Kehadiran dan perhatian dari sesama umat diharapkan dapat memberikan penghiburan serta meneguhkan iman, sehingga mereka tetap merasakan bahwa Gereja selalu hadir dalam perjalanan hidup mereka.

Semoga melalui kunjungan kasih ini, semangat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama, khususnya para lansia, semakin tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Tuhan senantiasa memberkati setiap karya pelayanan yang dilakukan demi kemuliaan-Nya.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV2ugZHjxaO/?igsh=MXBsbDQzdjY2Z2ttaQ==

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSu5d1pYm/

Youtube : https://youtube.com/shorts/HjWb4QU6zgg

Pelayanan distribusi Jadup Program tim PSE GMBA Maguwo di Lingkungan St. Gabriel

Tim Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Gereja Katolik berperan sebagai perpanjangan tangan Gereja dalam mewujudkan kepedulian sosial yang profesional, terorganisir, dan berlandaskan Ajaran Sosial Gereja. Kegiatan PSE difokuskan pada pemberdayaan kelompok kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD) melalui aksi karitatif berupa bantuan langsung serta pemberdayaan ekonomi.

Salah satu program yang dijalankan oleh Tim PSE Bidang Kemasyarakatan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo adalah pemberian bantuan sosial bagi umat miskin dan rentan miskin, yang dikenal dengan istilah Jadup (Jaminan Hidup). Pembagian Jadup berupa paket sembako dilakukan di gereja, yang diambil per lingkungan pada hari Sabtu, 28 Februari, bertempat di teras depan GMBA Maguwo.

Lingkungan St. Gabriel ditugaskan untuk mengambil bantuan tersebut, dengan Bapak Simbolon selaku Seksi PSE Lingkungan sebagai penanggung jawab. Distribusi kepada umat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing penerima. Umat lansia menerima bantuan langsung di rumah, sedangkan umat lainnya menerima bantuan pada saat pertemuan APP 3 yang dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Maret.

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan dari Lingkungan St. Gabriel adalah 7 kepala keluarga. Pelaksanaan program ini menunjukkan komitmen Tim PSE GMBA Maguwo dalam mewujudkan kepedulian sosial yang nyata dan berkesinambungan bagi umat yang membutuhkan.

Dengan selesainya pembagian Jadup ini, semoga setiap paket bantuan tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari umat yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan kasih di antara seluruh anggota jemaat. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Gereja hadir nyata di tengah masyarakat, mendampingi dan memberdayakan mereka yang lemah dan rentan, serta menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah wujud iman yang hidup. Semoga semangat pelayanan ini terus berkembang dan menginspirasi seluruh komunitas untuk bersama-sama mewujudkan kasih Kristiani dalam tindakan nyata.

tiktok https://vt.tiktok.com/ZSu6xtc9W/

instagram https://www.instagram.com/reel/DVqjtKjE8zX/?igsh=cDRrbXdlZGplbnAy

Pelayanan Pujian: Umat YP Bertugas Koor dalam Misa Jumat Pertama

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mengambil bagian dalam pelayanan liturgi melalui tugas koor pada Misa Jumat Pertama yang dilaksanakan pada 6 Maret 2026. Sebanyak 26 umat turut ambil bagian dalam pelayanan ini, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia.

Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kerelaan umat untuk melayani Tuhan melalui talenta yang dimiliki. Dalam kesempatan tersebut, para anggota koor mengenakan busana bernuansa gelap sebagai tema yang telah disepakati bersama.

Sejak awal perayaan Ekaristi, pujian yang dinyanyikan oleh koor membantu menciptakan suasana doa yang khusyuk. Lagu-lagu liturgi dibawakan dengan penuh penghayatan sehingga umat yang hadir dapat semakin meresapi makna perayaan Ekaristi.

Pelayanan koor ini juga merupakan buah dari latihan yang telah dilakukan sebelumnya oleh umat Lingkungan Yohanes Pembaptis. Melalui latihan dan kebersamaan tersebut, terbangun kekompakan serta semangat saling mendukung dalam pelayanan.

Partisipasi umat dari berbagai usia menjadi gambaran indah kehidupan menggereja yang hidup dan dinamis. Melalui pujian yang dipersembahkan, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis ingin memuliakan Tuhan sekaligus menghadirkan sukacita dalam perayaan Ekaristi.

Semoga pelayanan ini semakin menumbuhkan semangat umat untuk terus terlibat dalam berbagai bentuk pelayanan di Gereja dan menjadi berkat bagi sesama.

Wujud Kepedulian Gereja: Umat YP Menerima Bantuan Jaminan Hidup dari Stasi Maguwo

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap umat yang membutuhkan, beberapa umat Lingkungan Yohanes Pembaptis menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo yang disalurkan melalui lingkungan.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran dilakukan melalui pengurus lingkungan agar bantuan dapat tepat sasaran dan diterima langsung oleh umat yang berhak.

Program Jaminan Hidup ini menjadi wujud nyata kehadiran Gereja dalam mendampingi umat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Bantuan yang diberikan mungkin sederhana, namun memiliki makna besar sebagai tanda solidaritas dan kasih persaudaraan dalam komunitas Gereja.

Melalui penyaluran Jadup ini, diharapkan umat yang menerima dapat merasakan dukungan serta perhatian dari keluarga besar Gereja. Semangat berbagi dan saling menopang ini menjadi bagian dari panggilan bersama untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kepedulian yang terus dibangun melalui berbagai program sosial Gereja semakin mempererat persaudaraan dan menjadi berkat bagi seluruh umat Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Menyempurnakan Pelayanan: Umat YP Mantapkan Latihan Koor Jelang Jumat Pertama

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan latihan koor di rumah Ibu Tukimin sebagai persiapan pelayanan pada Misa Jumat Pertama yang akan dilaksanakan pada 6 Maret 2026.

Sebanyak 22 umat hadir dalam latihan tersebut, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan pelayanan yang terus hidup dalam Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama melatih lagu-lagu liturgi yang akan dibawakan pada perayaan Ekaristi. Setiap bagian lagu dilatih dengan sungguh-sungguh, menyatukan nada dan penghayatan agar pujian yang dipersembahkan dapat membantu umat berdoa dengan lebih khusyuk.

Latihan koor tidak hanya menjadi persiapan teknis bernyanyi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarumat. Saling mendukung, belajar bersama, serta semangat melayani menjadi warna tersendiri dalam kebersamaan malam itu.

Melalui latihan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dalam Misa Jumat Pertama. Pujian yang dipersembahkan menjadi ungkapan iman dan syukur kepada Tuhan melalui talenta yang dimiliki setiap umat.

Semoga semangat pelayanan ini terus bertumbuh dan semakin memperkuat kebersamaan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Kolaborasi Ibu-Ibu dan OMK YP dalam Pelayanan Kantin GMBA

Semangat pelayanan dan kebersamaan kembali terlihat dalam keterlibatan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis saat menjalankan tugas jaga Kantin GMBA. Dalam kesempatan tersebut, enam umat ambil bagian, terdiri dari lima ibu-ibu lingkungan serta satu anggota OMK yang turut membantu pelayanan.

Kegiatan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya tugas kantin bulan ini melibatkan OMK secara langsung. Kehadiran kaum muda diharapkan menjadi sarana pembelajaran, khususnya dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan, tanggung jawab, serta pengalaman melayani umat melalui kegiatan sederhana namun bermakna.

Sejak pagi hari, para petugas kantin telah mempersiapkan berbagai makanan dan minuman yang akan dijual tersebut. Beragam jajanan rumahan dan minuman segar tersaji, menghadirkan suasana hangat dan akrab bagi umat yang datang setelah mengikuti perayaan Ekaristi.

Pelayanan berlangsung dengan penuh semangat dan kerja sama yang baik. Kolaborasi lintas generasi antara ibu-ibu dan OMK menciptakan suasana pelayanan yang hidup, sekaligus menjadi ruang belajar bersama. Antusiasme umat terlihat dari ramainya pembeli, sehingga seluruh dagangan terjual dengan baik dan menghasilkan laba yang cukup menggembirakan.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis tidak hanya menjalankan tugas pelayanan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan, melatih kemandirian, serta menumbuhkan semangat berbagi peran dalam kehidupan menggereja.

Semoga keterlibatan OMK dalam pelayanan kantin ini menjadi langkah awal bagi semakin aktifnya kaum muda dalam berbagai kegiatan lingkungan dan paroki di masa mendatang.