Pertemuan dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Maret 2026 pukul 16.30 wib di rumah ibu Herjunanto. Pertemuan dihadiri kurang lebih 15 orang ibu dan diawali dg doa pembukaan oleh ibu Lia. Sebelum doa, para ibu terlebih dahulu membayar iuran-iuran yaitu kas, arisan dan tabungan. Setelah doa pembukaan, dilanjutkan isian oleh ibu Widi cara membuat mawar dari kain seserahan. Beberapa ibu mencoba membuatnya dan berhasil, setelah itu bunga ditata di tempat yg sudah disiapkan untuk seserahan. Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua dan informasi dari stasi. Selanjutnya laporan-laporan dari bendahara, arisan dan tabungan. Acara ditutup dengan doa Malaikat Tuhan oleh ibu Aniek.
Pada hari Minggu, 15 Maret 2026, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka memperoleh kesempatan untuk ambil bagian dalam pelayanan koor pada Perayaan Ekaristi hari ini. Tugas pelayanan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif umat dalam kehidupan menggereja, khususnya dalam mendukung kelancaran serta kekhidmatan perayaan liturgi melalui pujian dan nyanyian.
Sejak beberapa waktu sebelumnya, para anggota koor telah mempersiapkan diri melalui latihan bersama agar setiap lagu yang dibawakan dapat dinyanyikan dengan baik dan selaras. Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada kekompakan suara, tetapi juga pada penghayatan makna dari setiap lagu liturgi yang akan dinyanyikan selama misa berlangsung. Dengan demikian, nyanyian yang dipersembahkan tidak hanya menjadi pengiring liturgi, tetapi juga menjadi doa yang diungkapkan melalui musik dan suara.
alam perayaan Ekaristi, peran koor sangat penting untuk membantu umat masuk dalam suasana doa yang lebih mendalam. Melalui lagu-lagu pembuka, mazmur tanggapan, lagu persembahan, komuni, hingga lagu penutup, umat diajak untuk semakin menghayati sabda Tuhan dan makna perayaan yang sedang dirayakan. Nyanyian yang dibawakan oleh koor juga diharapkan dapat mengajak seluruh umat yang hadir untuk turut serta memuji dan memuliakan Tuhan dengan penuh sukacita.
Pelayanan koor dari Lingkungan St. Gregorius Kadisoka pada hari ini juga menjadi wujud nyata kebersamaan dan semangat melayani dalam kehidupan umat di lingkungan. Setiap anggota koor dengan tulus mempersembahkan talenta yang dimiliki sebagai bentuk syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka. Kebersamaan yang terjalin dalam latihan maupun dalam pelayanan ini sekaligus mempererat persaudaraan antarumat di lingkungan.
Selain menjadi sarana pelayanan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap umat memiliki peran dalam membangun kehidupan Gereja. Melalui talenta yang dimiliki, baik dalam bentuk nyanyian, musik, maupun bentuk pelayanan lainnya, umat diajak untuk terus ambil bagian secara aktif dalam kehidupan menggereja.
Semoga melalui pelayanan koor pada Perayaan Ekaristi hari ini, umat yang hadir dapat semakin merasakan suasana doa yang khusyuk, memperdalam iman, serta semakin dikuatkan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh harapan dan kasih. Semoga pula semangat pelayanan ini terus tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.
Terima kasih kepada seluruh anggota koor yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan pelayanan ini, serta kepada seluruh umat yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi hari ini. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati setiap pelayanan dan karya yang dilakukan demi kemuliaan nama-Nya. 🙏
Kegiatan Pertemuan APP ke-3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka
Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali mengadakan kegiatan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-3 pada hari Kamis, 12 Maret 2026. Pertemuan kali ini dilaksanakan di rumah Mas Himawan dan dihadiri oleh umat lingkungan yang dengan penuh semangat berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan APP selama masa Prapaskah.
Kegiatan diawali dengan doa pembuka yang mengajak seluruh umat untuk mempersiapkan hati dan pikiran dalam menjalani masa pertobatan, refleksi, serta memperdalam iman. Selanjutnya, umat bersama-sama mengikuti pendalaman iman melalui bahan APP yang telah disiapkan. Dalam suasana yang penuh kebersamaan, peserta diajak untuk merefleksikan tema yang diangkat serta membagikan pengalaman iman dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan berlangsung dengan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan saling mendukung satu sama lain dalam perjalanan iman selama masa Prapaskah. Melalui pertemuan ini, umat diharapkan semakin dikuatkan untuk hidup dalam semangat pertobatan, kepedulian, serta tindakan nyata kepada sesama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat tali persaudaraan antarumat di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.
Semoga melalui rangkaian kegiatan APP ini, umat semakin bertumbuh dalam iman dan mampu mewujudkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Pada hari Kamis, 5 Maret 2026, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali berkumpul dalam Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-2 yang dilaksanakan di rumah Bapak Hari Mulyoto. Pertemuan ini menjadi momen yang penuh makna karena selain sebagai sarana pendalaman iman di masa Prapaskah, juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun Bapak Hari Mulyoto sebagai tuan rumah.
Pertemuan diawali dengan doa pembuka dan dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci serta pendalaman materi APP yang mengajak umat untuk semakin menghayati makna pertobatan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama selama masa Prapaskah. Umat yang hadir mengikuti jalannya pertemuan dengan penuh perhatian dan keterlibatan melalui sharing pengalaman iman serta refleksi bersama.
Suasana kebersamaan semakin terasa hangat ketika di akhir pertemuan umat Lingkungan St. Gregorius bersama-sama memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bapak Hari Mulyoto. Dengan penuh sukacita, umat menyampaikan doa dan harapan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta berkat melimpah dalam kehidupan keluarga maupun pelayanan di tengah lingkungan.
Pertemuan APP ini tidak hanya menjadi sarana pendalaman iman, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Kebersamaan yang terjalin melalui doa, refleksi, dan sukacita sederhana menjadi tanda nyata bahwa kehidupan menggereja di lingkungan terus bertumbuh dalam semangat persaudaraan dan kasih.
Semoga melalui rangkaian pertemuan APP selama masa Prapaskah ini, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin diteguhkan dalam iman, semakin peduli terhadap sesama, dan semakin siap menyambut sukacita Paskah.
Pelayanan dalam Gereja memiliki banyak wajah. Ada yang terlihat di altar, ada pula yang berlangsung dalam kesederhanaan dan kebersamaan. Salah satu bentuk pelayanan yang dijalankan oleh Lingkungan St. Gregorius Kadisoka adalah tugas menemani serta antar jemput Romo yang bertugas memimpin perayaan Ekaristi.
Mungkin bagi sebagian orang, tugas ini terlihat sederhana dan tidak menonjol. Setelah misa selesai dan umat kembali ke rumah masing-masing, pelayanan justru masih berlanjut. Mengantar Romo, memastikan beliau tiba dengan aman, serta menemani dalam kebersamaan setelah perayaan menjadi bagian dari tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh sukacita.
Namun di balik kesederhanaannya, kami justru merasakan keindahan pelayanan yang sangat mendalam. Saat menemani Romo makan bersama, terjalin suasana kekeluargaan yang hangat. Dalam percakapan santai, kami dapat mendengarkan cerita-cerita umat, pengalaman pelayanan, kisah panggilan, hingga refleksi rohani yang memperkaya iman. Tidak jarang pula suasana dipenuhi dengan senda gurau yang mencairkan kelelahan setelah misa.
Momen-momen seperti inilah yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang, tetapi sungguh menguatkan dan membangun. Kami belajar bahwa pelayanan bukan hanya tentang tugas formal, melainkan tentang hadir secara utuh—mendampingi, mendengarkan, dan berbagi hidup. Dalam kebersamaan itu, tumbuh rasa persaudaraan yang tulus antara imam dan umat.
Lingkungan St. Gregorius Kadisoka bersyukur boleh mengambil bagian dalam pelayanan ini. Kami menyadari bahwa setiap kesempatan untuk melayani adalah anugerah. Lewat tugas sederhana ini, kami belajar tentang kerendahan hati, perhatian, dan sukacita dalam memberi diri.
Semoga semangat kebersamaan ini terus terpelihara, dan setiap langkah kecil pelayanan yang kami lakukan menjadi persembahan kasih bagi Tuhan dan Gereja-Nya.
Tuhan memberkati setiap niat baik dan kebersamaan kita.
Misa Rabu Abu pada Selasa, 17 Februari 2026 menjadi awal perjalanan umat memasuki Masa Prapaskah. Pada perayaan yang penuh makna tersebut, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka mendapat kesempatan untuk ambil bagian dalam pelayanan melalui tugas jaga parkir di area Gereja Maria Bunda Allah.
Sejak sebelum misa dimulai, para petugas parkir dari lingkungan sudah bersiap di area halaman gereja. Dengan penuh tanggung jawab dan semangat melayani, mereka membantu mengarahkan kendaraan umat agar tertata rapi, aman, dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Kehadiran mereka memberi rasa nyaman bagi umat yang datang untuk beribadah, sehingga dapat mengikuti perayaan Ekaristi dengan tenang dan khusyuk.
Pelayanan ini mengingatkan kita bahwa melayani tidak harus selalu terlihat di altar. Tidak semua pelayanan berlangsung di depan umat, tetapi setiap tugas, sekecil apa pun, memiliki makna yang sama berharganya di hadapan Tuhan. Melalui penataan kendaraan umat, menjaga keamanan, serta memastikan keteraturan, para petugas parkir telah mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja.
Semangat inilah yang menjadi inti Masa Prapaskah: kerendahan hati, pengorbanan, dan kesediaan untuk memberi diri. Dalam kesederhanaan tugas jaga parkir, terpancar nilai kebersamaan dan gotong royong. Setiap arahan yang diberikan, setiap kendaraan yang ditata, menjadi bentuk nyata kasih dan tanggung jawab terhadap sesama.
Lingkungan St. Gregorius Kadisoka patut bersyukur atas kekompakan dan kesediaan umat yang terlibat. Semoga semangat pelayanan ini terus tumbuh, tidak hanya saat mendapat jadwal tugas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari—di keluarga, di lingkungan, maupun di tengah masyarakat.
Karena sesungguhnya, pelayanan bukan soal terlihat atau tidak terlihat, melainkan tentang hati yang mau memberi diri dengan tulus.
You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂
Sebuah wujud nyata kepedulian dan cinta terhadap Gereja kembali ditunjukkan oleh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Pada kesempatan yang penuh sukacita, Mbak Anik, salah satu umat lingkungan, menyerahkan dua lukisan karyanya kepada Panitia Pembangunan Gereja Gereja Maria Bunda Allah.
Penyerahan ini menjadi momen yang istimewa, bukan hanya karena nilai seni yang terkandung di dalamnya, tetapi terlebih karena semangat iman dan ketulusan hati yang melatarbelakanginya. Kedua lukisan tersebut merupakan hasil karya pribadi yang dipersembahkan sepenuhnya sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembangunan gereja yang sedang berjalan.
Dalam kesempatan yang sama, kedua lukisan tersebut secara khusus diberkati oleh Romo Adrianus Maradiyo PR. Pemberkatan ini menjadi tanda penyerahan karya dan niat baik kepada Tuhan, sekaligus ungkapan syukur atas talenta yang boleh dipakai untuk kemuliaan-Nya. Suasana doa dan harapan mengiringi momen pemberkatan tersebut, memohon agar setiap proses selanjutnya berjalan lancar dan membawa berkat bagi banyak orang.
Rencananya, kedua lukisan ini akan dilelang, dan seluruh hasil lelang—100% tanpa potongan—akan disumbangkan sepenuhnya untuk pembangunan Gereja Maria Bunda Allah. Langkah ini menjadi inspirasi bahwa dukungan terhadap karya Gereja dapat diwujudkan dalam berbagai cara, sesuai dengan talenta dan kemampuan masing-masing.
Apa yang dilakukan Mbak Anik mengingatkan kita bahwa pembangunan Gereja bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga tentang semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi umat. Dari karya seni lahir gerakan kasih; dari talenta pribadi tumbuh berkat bagi komunitas yang lebih luas.
Semoga inisiatif ini menggerakkan hati semakin banyak umat untuk ambil bagian, baik melalui doa, tenaga, pikiran, maupun dukungan materi, demi terwujudnya Gereja Maria Bunda Allah sebagai rumah bersama yang kokoh, indah, dan penuh berkat.
Tuhan memberkati setiap niat baik dan setiap tangan yang terlibat dalam karya pembangunan ini.
Pertemuan APP Pertama Lingkungan St. Gregorius Kadisoka
Kamis, 26 Februari 2026
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali memulai rangkaian Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang pertama pada hari Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi momen awal bagi umat untuk bersama-sama memasuki masa tobat dengan hati yang terbuka, penuh refleksi, dan semangat pembaruan diri.
APP bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan kesempatan istimewa bagi setiap pribadi untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat diajak untuk merenungkan tema APP tahun ini, mendengarkan Sabda Tuhan, berbagi pengalaman hidup, serta saling meneguhkan dalam perjalanan iman.
Pertemuan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kehangatan. Umat yang hadir mengikuti rangkaian ibadat, pendalaman materi, serta diskusi kelompok dengan antusias. Setiap sharing yang disampaikan menjadi pengingat bahwa panggilan untuk bertobat dan berbuat kasih bukan hanya wacana, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pertemuan APP pertama ini, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka diharapkan tidak hanya berhenti pada doa dan pertemuan semata. Semangat APP harus dinyatakan dalam aksi nyata: membantu sesama yang membutuhkan, memperhatikan tetangga yang sedang mengalami kesulitan, terlibat dalam kegiatan sosial lingkungan, serta membangun kepedulian yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata. APP menjadi sarana pembinaan iman yang mendorong perubahan sikap, pertobatan hati, dan tindakan kasih yang sederhana namun bermakna. Dari lingkungan kecil inilah, kebaikan dapat bertumbuh dan membawa dampak yang lebih luas.
Semoga melalui rangkaian Pertemuan APP ini, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin solid dalam persaudaraan, semakin peka terhadap kebutuhan sesama, dan semakin berani mewujudkan iman dalam tindakan nyata.
Tuhan memberkati setiap niat baik dan langkah pelayanan kita.
Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan umat yang hidup. Semangat inilah yang terpancar nyata dalam gerak pelayanan Lingkungan Gregorius Kadisoka di Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) pada sabtu tgl 7 Februari 2026. Melalui dua aksi nyata tugas tata bunga altar dan kerja bakti membersihkan lingkungan gereja, umat Gregorius membuktikan bahwa melayani Tuhan bisa dilakukan melalui ketulusan tangan dan kebersihan lingkungan Gereja.
Seni Memuliakan Tuhan melalui Tata Bunga
Pekan ini Minggu 8 Februari 2026 dengan warna Liturgi Hijau, suasana Altar Gereja Maria Bunda Allah tampak berbeda. Sentuhan tangan-tangan kreatif dari ibu-ibu dan perwakilan umat Lingkungan Gregorius Kadisoka menghadirkan rangkaian bunga yang segar dan penuh makna.
Menata bunga bukan sekadar rutinitas estetika. Ini adalah bentuk doa visual. Setiap tangkai yang dipotong dan setiap kelopak yang disusun merupakan simbol persembahan syukur atas berkat Tuhan bagi keluarga-keluarga di Stasi GMBA. Keindahan bunga-bunga ini diharapkan dapat membantu umat lain masuk dalam suasana liturgi yang lebih khusyuk dan meditatif.
Kerja Bakti: Merawat Rumah Tuhan Bersama
Tak hanya di dalam area panti imam, semangat pelayanan juga merambah ke pelataran dan sudut-sudut gereja. Sejumlah umat Lingkungan Gregorius bahu-membahu dalam kerja bakti membersihkan Gereja.
Dengan sapu dan semangat gotong royong, membersihkan area dalam Gereja, area parkir dan merapikan tanaman. Kerja bakti ini bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan momen guyub rukun. Di sela-sela menyapu daun kering, tawa dan obrolan hangat antar umat mempererat tali persaudaraan (paguyuban) yang selama ini menjadi ciri khas umat di Stasi GMBA.
“Melayani Tuhan tidak harus selalu dengan hal-hal besar. Menjaga kebersihan gereja dan mempercantik altar adalah cara sederhana kami untuk mencintai rumah Tuhan.”
Panggilan untuk Kita Semua
Kegiatan yang dilakukan oleh Lingkungan Gregorius Kadisoka menjadi pengingat bagi kita semua bahwa gereja adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan aktif setiap lingkungan secara bergilir merupakan napas bagi keberlangsungan hidup paroki dan stasi kita.
Terima kasih kepada seluruh umat Lingkungan Gregorius Kadisoka atas dedikasi dan kasihnya. Semoga semangat ini terus terjaga dan bertumbuh terus. Berkah Dalem
Mari Ikuti social media Lingkungan St. Gregorius Kadisoka
Pelatihan Kerasulan Awam ini diselenggarakan pada Sabtu, 8 November 2025, bertempat di Gereja Maria Bunda Allah Maguwoharjo. Acara ini ditujukan khusus bagi Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, dan Pengurus Lingkungan yang akan mengemban tugas pelayanan selama periode 2026-2028.Momentum ini krusial sebagai titik tolak spiritual dan strategis, di mana para pemimpin komunitas dibekali untuk mengimplementasikan visi Gereja di tingkat basis, berlandaskan seruan Injil Matius 5:13-16: “Kamu adalah garam dunia… Kamu adalah terang dunia.”
Sdr. Danang Afriadi berperan sebagai Fasilitator dan Moderator utama. Keahlian beliau dalam komunikasi publik dan pengembangan komunitas menjadi kunci dalam menjembatani materi teologis yang mendalam dengan diskusi praktis dan terarah. Danang Afriadi bertanggung jawab memastikan alur pelatihan berjalan efektif, interaktif, dan menghasilkan komitmen aksi yang jelas dari para peserta, Sdr. A.M. Bebet Dermawan adalah narasumber utama yang memberikan pondasi teologis dan strategis. Sebagai seorang awam yang matang dalam spiritualitas dan kepemimpinan pastoral, Bebet Dermawan dikenal mampu membongkar Makna Kerasulan Awam dan merumuskan Panjang Strategi pelayanan yang berakar pada iman Katolik serta relevan dengan tantangan pastoral.
Sesi yang dibawakan oleh Sdr. A.M. Bebet Dermawan memfokuskan pada Makna Kerasulan Awam, sebagai dasar untuk mencegah pelayanan menjadi hambar atau tersembunyi.Garam (Sal): Kualitas Internal dan Integritas.Makna Teologis: Garam adalah lambang perjanjian, pemurnian, dan pelestarian. Ini menuntut para pemimpin awam memiliki integritas diri dan kedalaman spiritual yang otentik, yang mengalir dari Sakramen. Pelayanan yang sejati adalah kesaksian hidup yang berkualitas.Implementasi: Garam ini harus terasa dalam transparansi pengelolaan dana lingkungan dan kejujuran dalam berinteraksi, menciptakan kepercayaan umat.Terang (Lux): Keterlibatan dan Kesaksian Eksternal.Makna Pastoral: Terang harus diletakkan di atas kaki dian. Ini adalah tuntutan untuk keterlibatan aktif di tengah masyarakat (sekolah, pekerjaan, sosial-politik) yang dapat menerangi kegelapan ketidakadilan atau keacuhan.Implementasi: Menjadi Terang berarti berani bersuara untuk kebenaran dan keadilan, serta memimpin dengan teladan etis di ranah publik (RT/RW), sejalan dengan cita-cita Gereja yang MENGINSPIRASI.
Pelatihan ini membekali para pemimpin Paroki Maria Bunda Allah Maguwoharjo dengan Makna teologis dan Panjang strategi yang diperlukan untuk mewujudkan Kerasulan Awam yang hidup dan berdampak. Dengan komitmen sinergi, para Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, dan Pengurus Lingkungan diutus untuk menjadi Garam dan Terang Dunia yang sesungguhnya.