Sosialisasi SOP Paroki Hijau dan Pembentukan Tim Laudato Si’ Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo

Maguwo — Minggu, 12 Juli 2026, Gereja Maria Bunda Allah, Paroki Administratif Maguwo, menyelenggarakan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Paroki Hijau. Kegiatan ini merupakan langkah konkret paroki dalam menanggapi seruan ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus, yang mengajak seluruh umat untuk hidup dalam semangat ekologi integral.

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan umat dari berbagai lingkungan, serta sejumlah pihak yang selama ini berperan aktif dalam kehidupan menggereja di Maguwo, di antaranya Timpel KCLH, Tim BDU GMBA, anggota Dewan Paroki, para Ketua Lingkungan dan para Ketua Wilayah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan seluruh KCLH se-Kevikepan Jogja Timur, sebagai wujud keseriusan paroki dalam mengimplementasikan hasil pertemuan tersebut ke dalam langkah nyata di tingkat paroki.

Merawat Bumi, Merawat Iman

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa merawat lingkungan bukanlah urusan yang terpisah dari kehidupan iman, melainkan bagian yang menyatu di dalamnya — sejalan dengan pesan Laudato Si’ bahwa “semuanya saling berkaitan”. Atas dasar itu, SOP Paroki Hijau disusun sebagai pedoman bagi seluruh umat untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan, mengelola sumber daya secara bijaksana, serta menjaga keutuhan ciptaan demi kebaikan bersama dan generasi mendatang.

SOP ini bertumpu pada lima tujuan utama: mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan gereja, mewujudkan semangat gereja yang berkelanjutan, menghemat kertas, energi, dan air, membiasakan perilaku hijau dalam keseharian umat, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap kaum rentan yang paling terdampak oleh kerusakan lingkungan.

Kelima tujuan tersebut dilandasi oleh lima prinsip dasar yang bersifat spiritual dan etis, yaitu menghormati ciptaan, tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya, keberlanjutan, keadilan sosial dan ekologis, serta pertobatan ekologis — bahwa kepedulian pada lingkungan adalah bagian dari pertobatan dan perjalanan iman setiap umat.

Tujuh Area Penerapan dalam Kehidupan Paroki

Peserta sosialisasi diajak memahami tujuh area penerapan SOP Paroki Hijau yang akan menjadi pedoman teknis dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkup pribadi umat maupun di lingkungan gereja:

  1. Penghematan energi dan sumber daya — mulai dari mematikan listrik dan AC saat tidak digunakan, penggunaan air secukupnya, hingga mengutamakan pencahayaan alami dan tanaman hidup sebagai dekorasi altar.
  2. Kegiatan dan pertemuan — mendorong umat membawa botol minum sendiri, menghindari plastik dan styrofoam sekali pakai, serta mengutamakan produk lokal dan UMKM umat.
  3. Spanduk dan banner — pemasangan wajib mendapat izin Romo Paroki, dengan masa berlaku maksimal satu bulan dan menggunakan bahan yang tahan lama.
  4. Sampah rumah tangga — mengajak umat memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi plastik sekali pakai, serta mendukung program bank sampah paroki.
  5. Pengelolaan lingkungan gereja — melalui penanaman pohon, pembuatan biopori dan sumur resapan, pengomposan sampah organik, hingga pemantauan lingkungan secara berkala.
  6. Edukasi dan pembinaan umat — mengintegrasikan tema lingkungan dalam homili dan katekese, melibatkan OMK, PIA, dan PIR, serta memperingati hari-hari lingkungan seperti Hari Bumi dan Bulan Laudato Si’.
  7. Pemantauan dan evaluasi — dikoordinasikan oleh Tim Laudato Si’ yang dibentuk khusus untuk mengawal program lingkungan paroki, dengan evaluasi rutin setiap tahun dan peninjauan ulang SOP setiap dua tahun.

Pembentukan Tim Laudato Si’

Selain sosialisasi SOP, momen ini juga menjadi tonggak penting dengan dibentuknya Tim Laudato Si’ Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Tim ini akan menjadi motor penggerak sekaligus penjaga keberlanjutan pelaksanaan SOP Paroki Hijau, dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. Menyusun dan mengoordinasikan pelaksanaan program kerja Laudato Si’ di tingkat paroki.
  2. Membangun kerja sama dengan dewan paroki, wilayah, lingkungan, dan kelompok kategorial dalam mendukung program kepedulian lingkungan.
  3. Melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada umat terkait penerapan gaya hidup ramah lingkungan.
  4. Melaksanakan pemantauan dan pengumpulan data pelaksanaan program secara berkala.
  5. Melakukan evaluasi minimal satu kali dalam setahun terhadap capaian program, tingkat keterlibatan umat, serta efektivitas penggunaan sumber daya.
  6. Menyusun laporan hasil evaluasi dan memberikan rekomendasi perbaikan berkelanjutan.
  7. Meninjau dan memperbarui SOP minimal setiap dua tahun atau sesuai kebutuhan.

Dengan terbentuknya tim ini, pelaksanaan SOP Paroki Hijau diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar terkawal dan berkelanjutan dalam kehidupan umat sehari-hari.

Mari Bertumbuh Bersama

Sosialisasi ini ditutup dengan ajakan bagi seluruh umat untuk mengambil tiga langkah konkret: memulai dari diri sendiri dengan kebiasaan sederhana seperti membawa botol minum dan tas belanja, melibatkan komunitas seperti OMK, PIA, PIR, dan lingkungan agar turut aktif berpartisipasi, serta mendukung kerja Tim Laudato Si’ yang baru terbentuk melalui masukan dan keterlibatan dalam evaluasi tahunan.

Sebagaimana disampaikan dalam penutup sosialisasi, kita mungkin tidak bisa menyelamatkan bumi seorang diri, tetapi setiap umat dapat mengambil bagian untuk tidak menambah kerusakannya. Dengan langkah-langkah kecil yang dimulai bersama, Paroki Maria Bunda Allah Maguwo diharapkan dapat menjadi teladan bahwa merawat lingkungan bukan sekadar program, melainkan wujud nyata iman umat kepada Tuhan.

Terima kasih, Tuhan memberkati upaya kita merawat ciptaan-Nya.


Gereja Maria Bunda Allah – Paroki Administratif Maguwo Jln. Anggrek No. 6, Karangploso, Maguwoharjo, Depok, Sleman • www.gmba-maguwo.org

Karya Seni Yang Menjadi Ungkapan Iman

Selamat datang di halaman karya seni Lelang Amal Paroki Administratif Maguwo.

Setiap karya yang dipamerkan di sini lahir dari perpaduan talenta, ketekunan, dan iman. Di balik setiap sapuan warna maupun setiap helai benang yang tersulam, tersimpan sebuah kisah, doa, dan permenungan yang mengajak kita semakin dekat kepada Tuhan.

Panitia Pengembangan dan Penataan Kawasan GMBA mengundang Anda untuk mengenal makna di balik setiap karya, menghayati pesan rohani yang ingin disampaikan, dan bila berkenan, mengambil bagian dalam lelang amal ini. Setiap penawaran yang Anda berikan bukan hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap karya seni, tetapi juga ungkapan kasih yang turut mendukung penataan kawasan Gereja sebagai rumah bersama bagi umat Allah.

Semoga setiap karya yang Anda nikmati hari ini menghadirkan inspirasi, kedamaian, dan semakin menumbuhkan iman dalam perjalanan hidup kita.

Keheningan dalam Dekapan Kasih Bunda

  • Karya: Johannes de Britto (Bang Joe)
  • Medium: Lukisan kopi di atas kanvas
  • Ukuran: 58 × 79 cm
  • Harga Pembuka Lelang (OB): Rp25.000.000

Tidak banyak medium yang mampu menghadirkan kehangatan sekaligus kesederhanaan seperti kopi. Melalui sapuan gradasi warna cokelat monokromatik, Bang Joe menghadirkan sosok Bunda Maria yang teduh, penuh damai, dan larut dalam penyerahan diri kepada Allah.

Mata yang terpejam, raut wajah yang lembut, serta lingkaran cahaya di belakang kepala menghadirkan suasana kontemplatif yang mengajak setiap orang berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Di hadapan karya ini, kita diajak memasuki keheningan doa bersama Bunda Maria, keheningan yang memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara dalam hati.

Keunikan karya ini terletak pada mediumnya. Ampas kopi, sesuatu yang sering dianggap sebagai sisa dan tidak lagi bernilai, justru diolah menjadi sebuah karya yang memancarkan keindahan. Hal ini menjadi lambang bahwa Tuhan mampu mengubah hal-hal yang sederhana menjadi sarana kemuliaan-Nya. Seperti hidup manusia, yang mungkin penuh kekurangan, namun di tangan Tuhan dapat dibentuk menjadi sesuatu yang indah dan bermakna.

Tekstur lembut pada jubah Bunda Maria menyerupai gumpalan awan yang menaungi. Ia mengingatkan kita akan kasih seorang ibu yang selalu melindungi, menguatkan, dan menghadirkan ketenangan bagi anak-anaknya di tengah berbagai pergumulan hidup.

Melalui lelang amal ini, karya ini tidak hanya menjadi sebuah koleksi seni, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan iman umat. Setiap penawaran yang diberikan merupakan ungkapan syukur dan dukungan nyata bagi penataan dan pengembangan kawasan Gereja, agar semakin banyak orang dapat menemukan rumah untuk berdoa, bertumbuh, dan mengalami kasih Tuhan.

Semoga siapa pun yang kelak memiliki karya ini senantiasa menemukan kedamaian, pengharapan, dan penghiburan setiap kali memandang wajah Bunda Maria yang penuh kasih.

Jesus of Nazareth

  • Karya: Annie Maria
  • Medium: Sulaman kristik (cross stitch) pada kain Aida
  • Ukuran: 54 × 78 cm
  • Harga Pembuka Lelang (OB): Rp15.000.000

Karya sulaman kristik ini merupakan buah ketekunan, kesabaran, dan doa yang diwujudkan melalui ribuan persilangan benang. Sedikit demi sedikit, setiap tusukan benang membentuk wajah Yesus dari Nazaret yang mengenakan mahkota duri, sebuah gambaran akan kasih yang rela berkorban demi keselamatan umat manusia.

Tatapan Yesus yang mengarah ke atas menghadirkan kesan kepasrahan yang sempurna kepada kehendak Bapa. Di balik latar gelap yang melambangkan beratnya dosa dunia, cahaya pada wajah-Nya tetap memancarkan harapan, belas kasih, dan kemenangan kasih Allah atas penderitaan.

Teknik kristik sendiri memiliki makna rohani yang mendalam. Setiap persilangan benang adalah tindakan kecil yang dilakukan berulang kali dengan penuh kesetiaan. Seperti perjalanan iman, keindahan tidak lahir dalam sekejap, melainkan melalui kesabaran, ketekunan, dan kesediaan untuk terus melangkah, meskipun perlahan.

Perpaduan warna merah pada jubah Kristus dengan gradasi benang yang halus memberi kehidupan pada karya ini, menghadirkan sosok Sang Penebus yang tetap memandang umat-Nya dengan penuh cinta.

Melalui lelang amal ini, setiap penawaran bukan hanya bentuk penghargaan terhadap sebuah karya seni, tetapi juga menjadi persembahan kasih yang mendukung penataan dan pengembangan kawasan Gereja sebagai tempat umat berhimpun, beribadah, dan bertumbuh dalam iman.

Kiranya karya ini menjadi pengingat bahwa kasih Kristus selalu menyertai setiap langkah kehidupan.

Bunda Maria Penolong Senantiasa (Our Lady of Perpetual Help)

  • Karya: Annie Maria
  • Medium: Sulaman kristik (cross stitch) pada kain Aida
  • Ukuran: 51 × 82 cm
  • Harga Pembuka Lelang (OB): Rp15.000.000

Dalam tradisi Gereja, Bunda Maria dikenal sebagai Penolong Senantiasa, ibu yang tidak pernah berhenti mendampingi dan mendoakan anak-anaknya. Melalui ribuan persilangan benang yang disusun dengan penuh ketelitian, Annie Maria menghadirkan sosok Bunda Maria dalam sikap doa yang tenang dan penuh pengharapan.

Perpaduan warna biru kehijauan pada jubah melambangkan kemanusiaan, sementara nuansa keemasan menggambarkan rahmat Allah yang menaungi hidupnya. Lingkaran cahaya di belakang kepala menegaskan panggilannya sebagai Bunda Sang Juruselamat, sedangkan kedua tangan yang terkatup mengajak setiap orang untuk percaya akan kuasa doa dan penyertaan Tuhan.

Karya ini berpusat pada semangat Fiat kesediaan Bunda Maria untuk menjawab, “Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.” Ketaatan yang lahir dari iman itulah yang menjadi teladan bagi setiap orang percaya dalam menghadapi suka maupun duka kehidupan.

Setiap helai benang yang disulam dengan sabar menjadi lambang doa-doa kecil yang dipersembahkan hari demi hari. Mungkin tidak selalu terlihat, namun pada akhirnya membentuk sebuah kesaksian iman yang utuh dan indah.

Dengan mengikuti lelang amal ini, Anda tidak hanya membawa pulang sebuah karya seni bernilai tinggi, tetapi juga turut mengambil bagian dalam penataan dan pengembangan kawasan Gereja, tempat di mana iman terus dipelihara dan harapan terus dihidupkan.

Semoga kehadiran karya ini senantiasa mengingatkan setiap keluarga akan kasih keibuan Bunda Maria yang selalu menyertai, menghibur, dan membawa setiap doa kepada Putra-Nya.

Rekoleksi Bersama Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi “Inilah Ibumu” di Gereja Maria Bunda Allah


Menemukan Kembali Semangat Pelayanan Melalui Rekoleksi Bersama Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi

Meninggalkan sejenak rutinitas harian untuk masuk dalam keheningan doa dan kebersamaan selalu menjadi momen yang mendamaikan jiwa. Hal inilah yang dialami oleh para anggota Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi dalam kegiatan Rekoleksi Bersama yang mengusung tema “Inilah Ibumu”, bertempat di Gereja Maria Bunda Allah.

Melalui bimbingan spiritual dari Romo Susanto Pr, seluruh peserta diajak untuk kembali menengok ke dalam hati, memperdalam iman, dan menyalakan kembali api semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.


Mendekatkan Diri kepada Yesus Bersama Bunda Maria

Tema “Inilah Ibumu” menjadi sebuah undangan spiritual yang mendalam bagi seluruh legioner. Seperti sabda Yesus dari atas kayu salib, kita diingatkan kembali akan peran keibuan Bunda Maria yang selalu siap menyertai perjalanan iman kita.

Dalam sesi rekoleksi, Romo Susanto Pr mengajak para peserta untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus melalui perantaraan Bunda Maria (Per Mariam ad Jesum). Bunda Maria bukan hanya sekadar teladan, tetapi juga seorang Ibu yang senantiasa menuntun setiap langkah pelayanan kita agar selalu terarah pada kehendak Allah.


Momen Refleksi dalam Doa dan Kebersamaan

Di tengah suasana doa yang khusyuk dan balutan kebersamaan yang erat, kegiatan ini menjadi ruang refleksi yang begitu indah. Melalui untaian doa dan bimbingan yang diberikan, para peserta diajak untuk:

  • Mengevaluasi Diri: Merenungkan kembali kualitas pelayanan dan motivasi hati yang telah diberikan selama ini.
  • Meneguhkan Panggilan: Kembali menyadari dan memantapkan komitmen sebagai pribadi yang setia dalam pelayanan dan kasih, tanpa pamrih.
  • Saling Menguatkan: Mempererat tali persaudaraan antaranggota presidium agar semakin solid dalam menjalankan tugas-tugas kerasulan.

Suasana sakral namun penuh kehangatan ini berhasil membawa kesegaran baru bagi rohani setiap peserta yang hadir.


Bertumbuh dan Berbuah dalam Kehidupan Menggereja

Rekoleksi bukanlah akhir dari sebuah kegiatan, melainkan titik awal dari perutusan yang baru. Harapan besar terpancar dari penutupan rangkaian kegiatan rekoleksi ini.

Semoga melalui rekoleksi bersama Romo Susanto Pr ini, iman dan semangat pelayanan seluruh peserta Presidium Bunda Penolong Abadi semakin bertumbuh subur dan berbuah nyata dalam kehidupan menggereja. Mari kita bawa sukacita dan semangat “Fiat” (Aku ini hamba Tuhan) penyerahan diri Bunda Maria ke dalam keluarga, lingkungan, dan paroki kita.

Ave Maria!


More Photos and video :

https://drive.google.com/drive/folders/1FQ4_8mY4D3ViHvrZd4HRCgSsEjB2OcEX

Sembahyangan Rutin, Doa Rosario, BKL, Paguyuban dan Latihan Koor Lingkungan St. Elisabeth

Pada 21 Mei 2026, pukul 19.00, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan sembahyangan rutin kamisan, Doa Rosario, Perkumpulan Paguyuban Ibu-Ibu, kemudian dilanjutkan dengan latihan koor. Kegiatan malam ini diikuti oleh 31 orang umat.

Pertemuan diawali dengan pembacaan buku BKL untuk hari ke 21 dan 22. BKL dipimpin oleh Mas Heru. Kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario yang dipimpin oleh Pak Suradi. Lalu lanjut dengan Pertemuan Ibu-Ibu yang diisi dengan pembacaan laporan keuangan, pengumuman, arisan, dan lotre. Selanjutnya pertemuan malam ini ditutup dengan Latihan Koor untuk tugas misa minggu terakhir bulan Mei yang dipimpin oleh Bu Padmi dan Bu Vera. Seperti biasa, semua berlangsung dengan meriah, dan lancar.

Instagram:

Sembayangan rutin, Doa Rosario, BKL, Paguyuban dan Latihan Koor….
https://www.instagram.com/reel/DYr7ZU2PMNm/?igsh=dzF1cmxmeXVxazZu

Lingkungan St. Elisabeth Doa Rosario bersama di Gereja

Tanggal 20 Mei 2026, pukul 19.00 Lingkungan St. Elisabeth melaksanakan BKL dan Doa Rosario bersama di Gereja Maria Bunda Allah. Doa Rosario dipimpin oleh Bapak Suradi.

Doa bersama di Gereja ini sudah disepakati oleh seluruh umat di Stasi Maguwo dalam rangka penyambutan akan dibentuknya status baru Gereja Maria Bunda Allah, dari stasi menjadi Paroki Administratif pada tanggal 2 Juni 2026 nanti.

Dalam rangka penyambutan status baru ini, seluruh umat, baik dari tiap lingkungan maupun komunitas di stasi Maguwo berdoa Rosario di Gereja secara bergantian setiap harinya selama bulan Mei.

Meski cuaca agak mendung dan sebelumnya sempat sedikit hujan tapi semangat untuk berkumpul dan berdoa bersama tetap berkobar. Doa Rosario malam ini dilaksanakan di depan Patung Bunda Maria halaman depan gereja. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar dan semangat untuk berkumpul dan berdoa tetap kuat untuk setiap lingkungan dan komunitas di Maguwo.

Instagram :

Doa Rosario bersama di Gereja Maria Bunda Allah …
https://www.instagram.com/reel/DYr6fPnvWpl/?igsh=MW1kNnM2cmR6dDl3dA==

DPH Stasi GMBA Maguwo Gelar Rapat Rutin Jelang Persiapan Menjadi Paroki Administratif

Maguwoharjo — Dewan Pastoral Stasi (DPS) Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo menggelar rapat koordinasi rutin pada Jumat, 15 Mei 2026 di Sekretariat GMBA. Pertemuan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPS, para Ketua Wilayah, serta Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Rapat berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan. Selain membahas agenda rutin pastoral bulanan, pertemuan ini juga menjadi momen penting dalam mempersiapkan berbagai hal menjelang perubahan status Stasi Gereja Maria Bunda Allah menjadi Paroki Administratif yang direncanakan pada bulan Juni mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua Stasi GMBA, Yohanes Agung Prasetya menyampaikan harapan agar seluruh pengurus dan umat dapat terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam mendukung perkembangan Gereja. Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mempersiapkan diri menyambut perubahan status tersebut dengan penuh tanggung jawab dan sukacita pelayanan.

Pada kesempatan itu, para pengurus stasi turut menyampaikan laporan kegiatan dan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi serta evaluasi pelayanan yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir. Berbagai program dan kegiatan pastoral yang telah dilaksanakan dibahas bersama guna meningkatkan pelayanan kepada umat di masing-masing wilayah.

Para Ketua Wilayah juga menyampaikan perkembangan dan kondisi wilayah masing-masing sebagai bagian dari koordinasi bersama yang disampaikan oleh Mas Heru selaku Sekretaris Stasi. Kehadiran Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. memberikan pendampingan serta arahan pastoral bagi seluruh peserta rapat. Beliau mengajak seluruh umat untuk terus bertumbuh dalam iman, mempererat kebersamaan, dan aktif terlibat dalam kehidupan menggereja serta menyampaikan banyak masukan yang membangun.

Dengan adanya rencana peningkatan status menjadi Paroki Administratif, diharapkan Gereja Maria Bunda Allah dapat semakin berkembang dalam pelayanan pastoral serta semakin dekat dalam menjawab kebutuhan umat. Momentum ini menjadi tanda pertumbuhan dan perjalanan Gereja yang terus berkembang bersama seluruh umatnya.

Jumat Bersih Ala Wilayah Loyola: Lingkungan Santa Elisabeth Turut Guyub Merawat Gereja, Hangat Mempererat Persaudaraan

Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terasa begitu hangat dalam kegiatan Jumat Bersih yang diselenggarakan Wilayah Ignatius Loyola pada Jumat, 8 Mei 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Perwakilan umat dari 5 lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola hadir dan bergotong royong menciptakan suasana Gereja yang bersih, nyaman, dan asri untuk seluruh umat.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari Lingkungan Santa Clara, Santo Fransiskus Asisi, Santo Gabriel, Santo Yohanes Pembaptis, serta Santa Elisabeth. Kehadiran para umat semakin menambah semarak suasana guyub yang menjadi ciri khas kebersamaan Wilayah Ignatius Loyola. Dari Lingkungan Santa Elisabeth, hadir Pak Dedy, Pak Gusadi, Pak Suradi, Mbak Dita, Mas Heru, dan Mbak Vera yang dengan penuh semangat turut ambil bagian dalam kerja bakti tersebut.

Sejak kegiatan dimulai, setiap umat langsung mengambil peran masing-masing. Ada yang menyapu halaman, mengelap area dalam Gereja, membersihkan sudut-sudut ruangan, hingga merapikan lingkungan sekitar Gereja. Semua dilakukan dengan sukacita, mencerminkan semangat pelayanan, dan kebersamaan yang hidup di tengah umat.

Tidak hanya berfokus pada kebersihan, kegiatan Jumat Bersih kali ini juga diwarnai aksi peduli lingkungan. Dipimpin Ketua Wilayah, Mas Bono, beberapa bapak dan kaum muda berinisiatif mengolah sampah daun menjadi kompos. Daun-daun kering dikumpulkan lalu dicacah menggunakan mesin sebagai langkah awal pembuatan pupuk kompos. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian umat terhadap kelestarian lingkungan sekaligus pemanfaatan sampah organik secara bijak dan bermanfaat.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, suasana keakraban semakin terasa saat umat berkumpul menikmati hidangan ringan bersama di halaman belakang Gereja. Canda dan obrolan hangat mengiringi santapan sederhana seperti combro, kletikan, tahu krispi, dan donat yang menambah erat rasa persaudaraan antarumat.

Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola tidak hanya membersihkan lingkungan gereja, tetapi juga menumbuhkan semangat guyub, pelayanan, dan kepedulian bersama. Semoga kebersamaan yang terjalin semakin mempererat rasa gayeng dan akrab dalam kehidupan menggereja sehari-hari.

Paskahan Lingkungan St. Elisabeth

23 April 2026, di Pendopo Mbah Cipto, Lingkungan St. Elisabeth melaksanakan Perayaan Paskahan Lingkungan Bersama. Paskahan dihadiri oleh hampir seluruh umat di Lingkungan St. Elisabeth, yaitu 38 umat. Diawali dengan sembahyangan yang dipimpin Mbak Vera.

Renungan dalam sembahyangan diambil dari Bacaan Injil Yohanes 6:44-51. Bacaan ini berisi tentang Yesus yang berkata bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada-Nya kalau tidak ditarik oleh Bapa. Ini menunjukkan bahwa iman bukan hanya hasil usaha manusia, tetapi juga karena kasih dan panggilan Allah yang terlebih dahulu menyentuh hati kita. Tuhan selalu mencari dan mengundang setiap orang untuk datang lebih dekat kepada-Nya.

Yesus juga berkata bahwa Ia adalah “roti hidup yang turun dari surga.” Roti adalah makanan yang memberi kekuatan dan kehidupan. Namun roti yang diberikan Yesus bukan sekadar makanan jasmani, melainkan kehidupan kekal. Banyak orang mencari kebahagiaan dari harta, pujian, atau kesenangan dunia, tetapi semua itu tidak pernah benar-benar memuaskan hati manusia. Hanya Yesus yang mampu mengisi kekosongan hati dan memberi damai sejati.

Sebagai orang muda maupun keluarga Kristiani, kita sering merasa lelah menghadapi masalah, tugas, konflik, atau rasa kecewa. Dalam keadaan itu, Yesus mengajak kita datang kepada-Nya dan menjadikan-Nya sumber kekuatan hidup. Ketika kita rajin berdoa, membaca Kitab Suci, dan mengikuti Ekaristi, hati kita perlahan diperbarui oleh Tuhan.

Bacaan ini juga mengingatkan bahwa siapa yang menerima Yesus harus menjadi “roti” bagi sesama. Artinya, kita dipanggil untuk membawa kasih, penghiburan, perhatian, dan bantuan bagi orang lain. Kehadiran kita seharusnya membawa kehidupan dan sukacita, bukan luka atau kebencian.

Semoga melalui sabda hari ini, kita semakin percaya kepada Yesus Sang Roti Hidup, dan menjadikan-Nya pusat dalam hidup kita setiap hari.

Setelah Sembahyangan selesai, acara Paskahan dilanjutkan dengan pemberian tanda kasih bagi umat yang sebelumnya sempat sakit dan opname di Rumah Sakit, yaitu Pak Deddy, dan Mbah Cipto. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyanyi bersama dan games yang menyenangkan lalu makan bersama. Acara Paskahan Lingkungan St. Elisabeth tahun ini berlangsung sangat sederhana namun sangat meriah karna banyak umat yang hadir dan bergembira bersama. Kami masing-masing bisa pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan.

Paskahan & Temu Kaum Muda St. Mikhael di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo


Paskahan & Temu Kaum Muda St. Mikhael di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo berlangsung dengan penuh sukacita pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 12.00 hingga 20.00. Kegiatan ini dihadiri oleh Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., para suster, serta Orang Muda Katolik Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang datang dengan semangat kebersamaan dan iman yang hidup.

Acara diawali dengan sesi pembekalan yang diberikan oleh para suster dan Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. Dalam pembekalan ini, peserta diajak untuk semakin memahami panggilan sebagai Orang Muda Katolik di tengah kehidupan Gereja dan masyarakat. Materi yang disampaikan menjadi bekal berharga untuk menumbuhkan iman yang tangguh sekaligus keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang mengangkat tema hidup menggereja di tengah masyarakat. Dalam suasana yang hangat dan terbuka, para peserta saling berbagi pengalaman, pandangan, serta harapan mereka sebagai generasi muda Gereja. Diskusi ini menjadi ruang refleksi sekaligus mempererat rasa persaudaraan antar peserta.

Suasana semakin meriah dengan berbagai games kebersamaan yang menghadirkan keceriaan dan memperkuat kekompakan. Tawa dan semangat kebersamaan mewarnai setiap momen, menciptakan kenangan indah yang mempererat tali persaudaraan.


Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan api unggun di malam hari. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para peserta berkumpul, bernyanyi, dan merefleksikan perjalanan iman mereka. Api unggun menjadi simbol semangat yang terus menyala dalam diri Orang Muda Katolik untuk tetap setia dan aktif dalam kehidupan Gereja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Orang Muda Katolik St. Mikhael semakin diteguhkan dalam iman, bertumbuh dalam kebersamaan, serta siap menjadi pribadi yang membawa terang dan harapan di tengah masyarakat.


Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga meneguhkan iman Orang Muda Katolik untuk terus berjalan bersama Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Semangat Paskah yang dirayakan tidak berhenti pada perayaan, tetapi dihidupi dalam tindakan nyata di tengah Gereja dan masyarakat.

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

Semoga melalui kegiatan ini, setiap pribadi semakin dikuatkan untuk menjadi saksi kasih Tuhan, membawa terang, dan menghadirkan damai di mana pun berada.

Menjadi Kaum Muda Katolik yang Aktif dan Berdampak

Pada tanggal 15 Maret 2026, Lingkungan St. Elisabeth menjadi tuan rumah dari berkumpulnya para kaum muda Katholik Maguwo. Pertemuan ini adalah pertemuan yang rutin dilaksanakan para kaum muda tiap sebulan sekali. Pertemuan dilaksanakan bergiliran ke tiap-tiap lingkungan se-stasi Maguwo. Kebetulan pada bulan Maret ini, lingkungan Elisabeth menjadi tuan rumah. Pertemuan dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto sepulang misa.

Pertemuan diikuti oleh seluruh Orang Muda Katholik yang ada di stasi Maguwo, para suster, perwakilan mantan OMK, dan perwakilan umat St. Elisabeth. Memang belum semuanya hadir, tapi sudah cukup banyak mewakili. Pertemuan berlangsung sangat hangat dan meriah. Diisi dengan sesi ramah tamah, sharring, dan game sebagai ice breaking.

Pertemuan dilaksanakan safari ke tiap-tiap lingkungan tiap bulannya agar OMK baru yang ada di lingkungan, terpanggil untuk ikut serta terlibat di kegiatan OMK stasi.
Pertemuan kaum muda Katolik merupakan salah satu wadah penting bagi generasi muda untuk bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, serta menemukan jati diri sebagai pengikut Kristus di tengah dunia modern. Dalam suasana yang penuh kebersamaan, kaum muda diajak untuk semakin mengenal Tuhan dan memahami peran mereka dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat.

Sesi sharing atau berbagi pengalaman menjadi momen yang sangat berharga. Dalam sesi ini, setiap peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalaman iman, tantangan hidup, maupun pergumulan yang sedang dihadapi. Dari sini, muncul rasa saling mendukung dan menguatkan satu sama lain sebagai satu komunitas. Tidak kalah penting, pertemuan kaum muda juga diisi dengan kegiatan kreatif dan menyenangkan, seperti games. Hal ini bertujuan agar kaum muda tidak merasa bosan, sekaligus melatih kerja sama, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab.


Melalui pertemuan ini, diharapkan kaum muda Katolik dapat semakin berani menjadi terang dan garam dunia. Mereka dipanggil untuk tidak hanya hidup bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain. Dengan iman yang kuat dan semangat pelayanan, kaum muda dapat membawa perubahan positif di lingkungan sekitar.
Akhirnya, pertemuan ditutup dengan doa penutup sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan yang telah terjalin. Harapannya, setiap peserta pulang dengan hati yang dikuatkan dan semangat baru untuk menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Kristus.