Pisah Sambut Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. dan Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr. di Paroki Maria Marganingsih Kalasan

Kalasan, 31 Agustus 2026 — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara pisah sambut yang berlangsung di Gereja Maria Marganingsih Kalasan, Senin, 31 Agustus 2026. Acara ini menjadi momen perpisahan bagi Romo Yohanes Ngatmo, Pr. sekaligus penyambutan Romo Antonius Budi Wihandono, Pr. yang akan melanjutkan pelayanan sebagai pastor pembantu di Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., selaku Pastor Kepala Paroki Maria Marganingsih Kalasan, Romo FX. Murdi Susanto, Pr., para suster biara, para ketua wilayah di Paroki Kalasan, pengurus Dewan Paroki Maria Marganingsih Kalasan, ibu-ibu paguyuban, serta perwakilan pengurus dan ketua wilayah dari Paroki Administratif Bunda Allah Maguwo.

Acara berlangsung dengan lancar dalam suasana akrab dan penuh persaudaraan. Berbagai pesan dan kesan disampaikan kepada Rm. Ngatmo sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan dan pengabdian selama kurang lebih 3,5 tahun sebagai gembala Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Salah satu kesan yang cukup menarik dan berkesan adalah gambaran tentang Rm. Ngatmo sebagai pribadi yang sederhana, tetapi sat-set. Dalam bahasa Jawa, istilah sat-set menggambarkan pribadi yang sigap, cepat, dan segera bertindak ketika ada sesuatu yang perlu dilakukan. Sosok inilah yang dirasakan umat dan rekan-rekan selama Rm. Ngatmo menjalankan karya pelayanan di Paroki Kalasan.

Setelah menjalani pelayanan di Kalasan, Rm. Ngatmo selanjutnya akan melanjutkan perutusannya untuk melayani umat di Paroki Sumber, Magelang. Perpisahan ini tentu bukan akhir dari persaudaraan, melainkan menjadi bagian dari perjalanan perutusan seorang imam untuk terus menghadirkan kasih Kristus di tengah umat.

Sementara itu, Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. menyambut kehadiran Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr., yang akrab disapa Rm. Budi Wihong, sebagai pastor pembantu di Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Bapak Agung Prasetyo, Wakil Ketua Paroki Administratif Bunda Allah Maguwo. Ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada Rm. Budi Wihong dan menegaskan bahwa hubungan baik antara Paroki Kalasan dan Paroki Administratif Maguwo akan terus terjalin. Bahkan, Rm. Budi Wihong dipersilakan untuk sesekali tinggal atau menginap di Gereja Maguwo, dengan ruangan dan kamar yang siap disediakan.

Sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan selama di Kalasan, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi dan bingkisan kepada Rm. Ngatmo. Momen tersebut berlangsung penuh kehangatan dan menjadi ungkapan kasih dari umat serta seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama dalam karya pelayanan.

Acara ditutup dengan foto bersama dan santap malam, yang semakin mempererat suasana persaudaraan di antara seluruh peserta yang hadir.

Perpisahan Rm. Ngatmo dan kedatangan Rm. Budi Wihong menjadi bagian dari dinamika perutusan dalam Gereja. Setiap pergantian pelayanan membawa harapan dan semangat baru agar karya pewartaan dan pelayanan kepada umat terus bertumbuh.

Terima kasih, Rm. Ngatmo, atas segala pelayanan, kebersamaan, dan pengabdian selama di Kalasan. Selamat melanjutkan perutusan di Paroki Sumber, Magelang.

Selamat datang, Rm. Budi Wihong. Selamat berkarya dan melayani bersama umat Paroki Maria Marganingsih Kalasan!

Lingkungan St. Gregorius Bersatu Dalam Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, dan Novena 3 Salam Maria – 6 Agustus 2026

Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka &
Novena 3 Salam Maria

Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan yang kembali diberikan kepada umat Lingkungan St. Gregorius untuk berkumpul dalam suasana penuh iman melalui Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, serta Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk Pengembangan & Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kebersamaan ini menjadi wujud nyata bahwa doa merupakan kekuatan yang mempersatukan umat dalam kasih Kristus serta menjadi sumber harapan bagi perjalanan Gereja.

  • 📅 Hari/Tanggal : Kamis, 6 Agustus 2026
  • 🕖 Waktu : 19.00 WIB
  • 🏠 Tempat : Rumah Mas Rendy

Dalam doa Sengsara Yesus, umat diajak merenungkan kasih Allah yang begitu besar melalui pengorbanan Putra-Nya demi keselamatan dunia. Melalui Rosario Koronka, setiap butir doa menjadi ungkapan iman, pengharapan, serta penyerahan diri kepada belas kasih Tuhan. Seluruh umat juga memanjatkan doa bagi keluarga, lingkungan, paroki, para imam, para pelayan Gereja, serta seluruh masyarakat agar senantiasa memperoleh damai dan penyertaan Tuhan.

Sebagai penutup, seluruh umat bersama-sama mendaraskan Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk mendukung proses Pengembangan dan Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Melalui doa bersama ini, umat memohon penyertaan Tuhan dan perlindungan Bunda Maria agar setiap rencana, pembangunan, serta pelayanan Gereja dapat berjalan dengan baik, menjadi berkat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

📖 Sabda Tuhan

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

— Injil Matius 18:20 —

🙏 Mari Terus Bertumbuh dalam Doa

Sabda Tuhan mengingatkan bahwa setiap pertemuan doa bukan sekadar sebuah kegiatan rutin, melainkan kesempatan untuk mengalami sendiri kehadiran Kristus di tengah umat-Nya. Melalui semangat kebersamaan, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk terus membangun kehidupan doa dalam keluarga dan lingkungan, saling menguatkan dalam iman, serta mendukung seluruh karya pelayanan dan pembangunan Gereja demi semakin besarnya kemuliaan Tuhan.


📖

Buku Doa Sengsara Yesus & Rosario Koronka

Lingkungan St. Gregorius

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Mazmur 119:105



✠ 🎵 ✠

🎶 Lagu Lingkungan St. Gregorius 🎶

❦ ✠ ❦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Line Dance St. Elisabeth

Tanggal 14 Juni 2026. Lingkungan St. Elisabeth turut memeriahkan Acara HUT Gereja Maria Bunda Allah dengan mempersembahkan Line Dance.

Dalam perayaan ini, selain memperingati HUT GMBA, kami juga bersuka cita karna GMBA sudah resmi menjadi Paroki Administratif. Setelah misa, seluruh umat diajak untuk berpesta Bakso dan Soto yang dipersembahkan oleh 14 lingkungan di Paroki Administratif GMBA. Sembari menikmati hidangan, umat juga disuguhi beberapa hiburan, salah satunya Line Dance persembahan dari Lingkungan St. Elisabeth ini.

Lingkungan Elisabeth sudah mempersiapkan 2x seminggu untuk berlatih bersama selama kurang lebih 2 bulan.

Kasih adalah yang Utama dari Kehidupan Orang Beriman

Pada tanggal 4 Juni, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan Sembahyangan Lingkungan Rutin yang bertempat di Pendopo Mbah Cipto. Dalam sembahyangan kali ini, kami merenungkan Injil Markus 12:28–34. Dalam injil ini bercerita bagaimana seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, “Hukum manakah yang paling utama?” Yesus menjawab bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.

Ahli Taurat itu memahami bahwa kasih kepada Allah dan sesama jauh lebih berharga daripada segala kurban dan persembahan. Melihat jawabannya, Yesus berkata, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.”

Pesan ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya tentang menjalankan aturan atau mengikuti ibadah secara lahiriah. Iman yang sejati tampak dalam kasih yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengasihi Tuhan berarti menempatkanNya sebagai pusat hidup, setia berdoa, mendengarkan sabdaNya, dan melakukan kehendakNya. Mengasihi sesama berarti menghargai setiap orang, mau mengampuni, menolong yang membutuhkan, serta menjaga martabat setiap manusia.

Yang perlu kita renungkan bersama adalah,

  1. Apakah saya sungguh mengasihi Tuhan dengan seluruh hidup saya?
  2. Apakah kasih saya kepada sesama terlihat dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar?
  3. Sudahkah saya menunjukkan kasih kepada ciptaan Tuhan dengan mengasihi sesama?

“Tuhan Yesus, ajarlah kami mengasihiMu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kami. Bukalah hati kami agar mampu mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan, serta peduli terhadap seluruh ciptaanMu. Semoga setiap perkataan, tindakan, dan keputusan kami menjadi wujud nyata kasih yang Engkau ajarkan. Amin.”

Pengumpulan Bahan Daur Ulang Lingkungan St. Elisabeth

Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud syukur atas ciptaan Tuhan, sekaligus membantu mengurangi sampah, Paroki memiliki program yang sudah lama berlangsung, yaitu mengadakan Pengumpulan Bahan Daur Ulang. Kegiatan ini juga dapat menjadi bagian dari aksi nyata dalam semangat menjaga lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan:

  • Mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
  • Mengajak umat membiasakan memilah sampah dari rumah.
  • Menumbuhkan semangat menjaga kelestarian ciptaan Tuhan.
  • Menggalang dana sosial dari hasil penjualan bahan daur ulang.
  • Menumbuhkan rasa cinta lingkungan dari lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga.

Barang yang dikumpulkan berupa:

  • Botol plastik (PET)
  • Gelas plastik
  • Kardus
  • Kertas dan koran bekas
  • Kaleng minuman
  • Botol kaca
  • Minyak jelantah (dalam botol tertutup)
  • Tutup botol plastik

Biasanya di lingkungan St. Elisabeth pengumpulan BDU dilakukan tiap minggu keempat di hari yang telah disepakati bersama di rumah Keluarga Bapak Suradi, yang kemudian barang-barang dibersihkan, dipilah, dirapikan, disatukan dan dikumpulkan ke Gereja untuk ditimbang bersama.

Melalui langkah sederhana ini, kita bersama-sama mengurangi sampah, menjaga kelestarian lingkungan, dan menghadirkan kasih Tuhan kepada sesama melalui pemanfaatan hasil daur ulang untuk karya sosial gereja.

“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” (Kejadian 2:15)

Mari bersama menjaga bumi, rumah kita bersama.

Sosialisasi SOP Paroki Hijau dan Pembentukan Tim Laudato Si’ Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo

Maguwo — Minggu, 12 Juli 2026, Gereja Maria Bunda Allah, Paroki Administratif Maguwo, menyelenggarakan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Paroki Hijau. Kegiatan ini merupakan langkah konkret paroki dalam menanggapi seruan ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus, yang mengajak seluruh umat untuk hidup dalam semangat ekologi integral.

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan umat dari berbagai lingkungan, serta sejumlah pihak yang selama ini berperan aktif dalam kehidupan menggereja di Maguwo, di antaranya Timpel KCLH, Tim BDU GMBA, anggota Dewan Paroki, para Ketua Lingkungan dan para Ketua Wilayah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan seluruh KCLH se-Kevikepan Jogja Timur, sebagai wujud keseriusan paroki dalam mengimplementasikan hasil pertemuan tersebut ke dalam langkah nyata di tingkat paroki.

Merawat Bumi, Merawat Iman

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa merawat lingkungan bukanlah urusan yang terpisah dari kehidupan iman, melainkan bagian yang menyatu di dalamnya — sejalan dengan pesan Laudato Si’ bahwa “semuanya saling berkaitan”. Atas dasar itu, SOP Paroki Hijau disusun sebagai pedoman bagi seluruh umat untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan, mengelola sumber daya secara bijaksana, serta menjaga keutuhan ciptaan demi kebaikan bersama dan generasi mendatang.

SOP ini bertumpu pada lima tujuan utama: mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan gereja, mewujudkan semangat gereja yang berkelanjutan, menghemat kertas, energi, dan air, membiasakan perilaku hijau dalam keseharian umat, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap kaum rentan yang paling terdampak oleh kerusakan lingkungan.

Kelima tujuan tersebut dilandasi oleh lima prinsip dasar yang bersifat spiritual dan etis, yaitu menghormati ciptaan, tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya, keberlanjutan, keadilan sosial dan ekologis, serta pertobatan ekologis — bahwa kepedulian pada lingkungan adalah bagian dari pertobatan dan perjalanan iman setiap umat.

Tujuh Area Penerapan dalam Kehidupan Paroki

Peserta sosialisasi diajak memahami tujuh area penerapan SOP Paroki Hijau yang akan menjadi pedoman teknis dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkup pribadi umat maupun di lingkungan gereja:

  1. Penghematan energi dan sumber daya — mulai dari mematikan listrik dan AC saat tidak digunakan, penggunaan air secukupnya, hingga mengutamakan pencahayaan alami dan tanaman hidup sebagai dekorasi altar.
  2. Kegiatan dan pertemuan — mendorong umat membawa botol minum sendiri, menghindari plastik dan styrofoam sekali pakai, serta mengutamakan produk lokal dan UMKM umat.
  3. Spanduk dan banner — pemasangan wajib mendapat izin Romo Paroki, dengan masa berlaku maksimal satu bulan dan menggunakan bahan yang tahan lama.
  4. Sampah rumah tangga — mengajak umat memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi plastik sekali pakai, serta mendukung program bank sampah paroki.
  5. Pengelolaan lingkungan gereja — melalui penanaman pohon, pembuatan biopori dan sumur resapan, pengomposan sampah organik, hingga pemantauan lingkungan secara berkala.
  6. Edukasi dan pembinaan umat — mengintegrasikan tema lingkungan dalam homili dan katekese, melibatkan OMK, PIA, dan PIR, serta memperingati hari-hari lingkungan seperti Hari Bumi dan Bulan Laudato Si’.
  7. Pemantauan dan evaluasi — dikoordinasikan oleh Tim Laudato Si’ yang dibentuk khusus untuk mengawal program lingkungan paroki, dengan evaluasi rutin setiap tahun dan peninjauan ulang SOP setiap dua tahun.

Pembentukan Tim Laudato Si’

Selain sosialisasi SOP, momen ini juga menjadi tonggak penting dengan dibentuknya Tim Laudato Si’ Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Tim ini akan menjadi motor penggerak sekaligus penjaga keberlanjutan pelaksanaan SOP Paroki Hijau, dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. Menyusun dan mengoordinasikan pelaksanaan program kerja Laudato Si’ di tingkat paroki.
  2. Membangun kerja sama dengan dewan paroki, wilayah, lingkungan, dan kelompok kategorial dalam mendukung program kepedulian lingkungan.
  3. Melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada umat terkait penerapan gaya hidup ramah lingkungan.
  4. Melaksanakan pemantauan dan pengumpulan data pelaksanaan program secara berkala.
  5. Melakukan evaluasi minimal satu kali dalam setahun terhadap capaian program, tingkat keterlibatan umat, serta efektivitas penggunaan sumber daya.
  6. Menyusun laporan hasil evaluasi dan memberikan rekomendasi perbaikan berkelanjutan.
  7. Meninjau dan memperbarui SOP minimal setiap dua tahun atau sesuai kebutuhan.

Dengan terbentuknya tim ini, pelaksanaan SOP Paroki Hijau diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar terkawal dan berkelanjutan dalam kehidupan umat sehari-hari.

Mari Bertumbuh Bersama

Sosialisasi ini ditutup dengan ajakan bagi seluruh umat untuk mengambil tiga langkah konkret: memulai dari diri sendiri dengan kebiasaan sederhana seperti membawa botol minum dan tas belanja, melibatkan komunitas seperti OMK, PIA, PIR, dan lingkungan agar turut aktif berpartisipasi, serta mendukung kerja Tim Laudato Si’ yang baru terbentuk melalui masukan dan keterlibatan dalam evaluasi tahunan.

Sebagaimana disampaikan dalam penutup sosialisasi, kita mungkin tidak bisa menyelamatkan bumi seorang diri, tetapi setiap umat dapat mengambil bagian untuk tidak menambah kerusakannya. Dengan langkah-langkah kecil yang dimulai bersama, Paroki Maria Bunda Allah Maguwo diharapkan dapat menjadi teladan bahwa merawat lingkungan bukan sekadar program, melainkan wujud nyata iman umat kepada Tuhan.

Terima kasih, Tuhan memberkati upaya kita merawat ciptaan-Nya.


Gereja Maria Bunda Allah – Paroki Administratif Maguwo Jln. Anggrek No. 6, Karangploso, Maguwoharjo, Depok, Sleman • www.gmba-maguwo.org

Karya Seni Yang Menjadi Ungkapan Iman

Selamat datang di halaman karya seni Lelang Amal Paroki Administratif Maguwo.

Setiap karya yang dipamerkan di sini lahir dari perpaduan talenta, ketekunan, dan iman. Di balik setiap sapuan warna maupun setiap helai benang yang tersulam, tersimpan sebuah kisah, doa, dan permenungan yang mengajak kita semakin dekat kepada Tuhan.

Panitia Pengembangan dan Penataan Kawasan GMBA mengundang Anda untuk mengenal makna di balik setiap karya, menghayati pesan rohani yang ingin disampaikan, dan bila berkenan, mengambil bagian dalam lelang amal ini. Setiap penawaran yang Anda berikan bukan hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap karya seni, tetapi juga ungkapan kasih yang turut mendukung penataan kawasan Gereja sebagai rumah bersama bagi umat Allah.

Semoga setiap karya yang Anda nikmati hari ini menghadirkan inspirasi, kedamaian, dan semakin menumbuhkan iman dalam perjalanan hidup kita.

Keheningan dalam Dekapan Kasih Bunda

  • Karya: Johannes de Britto (Bang Joe)
  • Medium: Lukisan kopi di atas kanvas
  • Ukuran: 58 × 79 cm
  • Harga Pembuka Lelang (OB): Rp25.000.000

Tidak banyak medium yang mampu menghadirkan kehangatan sekaligus kesederhanaan seperti kopi. Melalui sapuan gradasi warna cokelat monokromatik, Bang Joe menghadirkan sosok Bunda Maria yang teduh, penuh damai, dan larut dalam penyerahan diri kepada Allah.

Mata yang terpejam, raut wajah yang lembut, serta lingkaran cahaya di belakang kepala menghadirkan suasana kontemplatif yang mengajak setiap orang berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Di hadapan karya ini, kita diajak memasuki keheningan doa bersama Bunda Maria, keheningan yang memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara dalam hati.

Keunikan karya ini terletak pada mediumnya. Ampas kopi, sesuatu yang sering dianggap sebagai sisa dan tidak lagi bernilai, justru diolah menjadi sebuah karya yang memancarkan keindahan. Hal ini menjadi lambang bahwa Tuhan mampu mengubah hal-hal yang sederhana menjadi sarana kemuliaan-Nya. Seperti hidup manusia, yang mungkin penuh kekurangan, namun di tangan Tuhan dapat dibentuk menjadi sesuatu yang indah dan bermakna.

Tekstur lembut pada jubah Bunda Maria menyerupai gumpalan awan yang menaungi. Ia mengingatkan kita akan kasih seorang ibu yang selalu melindungi, menguatkan, dan menghadirkan ketenangan bagi anak-anaknya di tengah berbagai pergumulan hidup.

Melalui lelang amal ini, karya ini tidak hanya menjadi sebuah koleksi seni, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan iman umat. Setiap penawaran yang diberikan merupakan ungkapan syukur dan dukungan nyata bagi penataan dan pengembangan kawasan Gereja, agar semakin banyak orang dapat menemukan rumah untuk berdoa, bertumbuh, dan mengalami kasih Tuhan.

Semoga siapa pun yang kelak memiliki karya ini senantiasa menemukan kedamaian, pengharapan, dan penghiburan setiap kali memandang wajah Bunda Maria yang penuh kasih.

Jesus of Nazareth

  • Karya: Annie Maria
  • Medium: Sulaman kristik (cross stitch) pada kain Aida
  • Ukuran: 54 × 78 cm
  • Harga Pembuka Lelang (OB): Rp15.000.000

Karya sulaman kristik ini merupakan buah ketekunan, kesabaran, dan doa yang diwujudkan melalui ribuan persilangan benang. Sedikit demi sedikit, setiap tusukan benang membentuk wajah Yesus dari Nazaret yang mengenakan mahkota duri, sebuah gambaran akan kasih yang rela berkorban demi keselamatan umat manusia.

Tatapan Yesus yang mengarah ke atas menghadirkan kesan kepasrahan yang sempurna kepada kehendak Bapa. Di balik latar gelap yang melambangkan beratnya dosa dunia, cahaya pada wajah-Nya tetap memancarkan harapan, belas kasih, dan kemenangan kasih Allah atas penderitaan.

Teknik kristik sendiri memiliki makna rohani yang mendalam. Setiap persilangan benang adalah tindakan kecil yang dilakukan berulang kali dengan penuh kesetiaan. Seperti perjalanan iman, keindahan tidak lahir dalam sekejap, melainkan melalui kesabaran, ketekunan, dan kesediaan untuk terus melangkah, meskipun perlahan.

Perpaduan warna merah pada jubah Kristus dengan gradasi benang yang halus memberi kehidupan pada karya ini, menghadirkan sosok Sang Penebus yang tetap memandang umat-Nya dengan penuh cinta.

Melalui lelang amal ini, setiap penawaran bukan hanya bentuk penghargaan terhadap sebuah karya seni, tetapi juga menjadi persembahan kasih yang mendukung penataan dan pengembangan kawasan Gereja sebagai tempat umat berhimpun, beribadah, dan bertumbuh dalam iman.

Kiranya karya ini menjadi pengingat bahwa kasih Kristus selalu menyertai setiap langkah kehidupan.

Bunda Maria Penolong Senantiasa (Our Lady of Perpetual Help)

  • Karya: Annie Maria
  • Medium: Sulaman kristik (cross stitch) pada kain Aida
  • Ukuran: 51 × 82 cm
  • Harga Pembuka Lelang (OB): Rp15.000.000

Dalam tradisi Gereja, Bunda Maria dikenal sebagai Penolong Senantiasa, ibu yang tidak pernah berhenti mendampingi dan mendoakan anak-anaknya. Melalui ribuan persilangan benang yang disusun dengan penuh ketelitian, Annie Maria menghadirkan sosok Bunda Maria dalam sikap doa yang tenang dan penuh pengharapan.

Perpaduan warna biru kehijauan pada jubah melambangkan kemanusiaan, sementara nuansa keemasan menggambarkan rahmat Allah yang menaungi hidupnya. Lingkaran cahaya di belakang kepala menegaskan panggilannya sebagai Bunda Sang Juruselamat, sedangkan kedua tangan yang terkatup mengajak setiap orang untuk percaya akan kuasa doa dan penyertaan Tuhan.

Karya ini berpusat pada semangat Fiat kesediaan Bunda Maria untuk menjawab, “Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.” Ketaatan yang lahir dari iman itulah yang menjadi teladan bagi setiap orang percaya dalam menghadapi suka maupun duka kehidupan.

Setiap helai benang yang disulam dengan sabar menjadi lambang doa-doa kecil yang dipersembahkan hari demi hari. Mungkin tidak selalu terlihat, namun pada akhirnya membentuk sebuah kesaksian iman yang utuh dan indah.

Dengan mengikuti lelang amal ini, Anda tidak hanya membawa pulang sebuah karya seni bernilai tinggi, tetapi juga turut mengambil bagian dalam penataan dan pengembangan kawasan Gereja, tempat di mana iman terus dipelihara dan harapan terus dihidupkan.

Semoga kehadiran karya ini senantiasa mengingatkan setiap keluarga akan kasih keibuan Bunda Maria yang selalu menyertai, menghibur, dan membawa setiap doa kepada Putra-Nya.

Rekoleksi Bersama Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi “Inilah Ibumu” di Gereja Maria Bunda Allah


Menemukan Kembali Semangat Pelayanan Melalui Rekoleksi Bersama Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi

Meninggalkan sejenak rutinitas harian untuk masuk dalam keheningan doa dan kebersamaan selalu menjadi momen yang mendamaikan jiwa. Hal inilah yang dialami oleh para anggota Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi dalam kegiatan Rekoleksi Bersama yang mengusung tema “Inilah Ibumu”, bertempat di Gereja Maria Bunda Allah.

Melalui bimbingan spiritual dari Romo Susanto Pr, seluruh peserta diajak untuk kembali menengok ke dalam hati, memperdalam iman, dan menyalakan kembali api semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.


Mendekatkan Diri kepada Yesus Bersama Bunda Maria

Tema “Inilah Ibumu” menjadi sebuah undangan spiritual yang mendalam bagi seluruh legioner. Seperti sabda Yesus dari atas kayu salib, kita diingatkan kembali akan peran keibuan Bunda Maria yang selalu siap menyertai perjalanan iman kita.

Dalam sesi rekoleksi, Romo Susanto Pr mengajak para peserta untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus melalui perantaraan Bunda Maria (Per Mariam ad Jesum). Bunda Maria bukan hanya sekadar teladan, tetapi juga seorang Ibu yang senantiasa menuntun setiap langkah pelayanan kita agar selalu terarah pada kehendak Allah.


Momen Refleksi dalam Doa dan Kebersamaan

Di tengah suasana doa yang khusyuk dan balutan kebersamaan yang erat, kegiatan ini menjadi ruang refleksi yang begitu indah. Melalui untaian doa dan bimbingan yang diberikan, para peserta diajak untuk:

  • Mengevaluasi Diri: Merenungkan kembali kualitas pelayanan dan motivasi hati yang telah diberikan selama ini.
  • Meneguhkan Panggilan: Kembali menyadari dan memantapkan komitmen sebagai pribadi yang setia dalam pelayanan dan kasih, tanpa pamrih.
  • Saling Menguatkan: Mempererat tali persaudaraan antaranggota presidium agar semakin solid dalam menjalankan tugas-tugas kerasulan.

Suasana sakral namun penuh kehangatan ini berhasil membawa kesegaran baru bagi rohani setiap peserta yang hadir.


Bertumbuh dan Berbuah dalam Kehidupan Menggereja

Rekoleksi bukanlah akhir dari sebuah kegiatan, melainkan titik awal dari perutusan yang baru. Harapan besar terpancar dari penutupan rangkaian kegiatan rekoleksi ini.

Semoga melalui rekoleksi bersama Romo Susanto Pr ini, iman dan semangat pelayanan seluruh peserta Presidium Bunda Penolong Abadi semakin bertumbuh subur dan berbuah nyata dalam kehidupan menggereja. Mari kita bawa sukacita dan semangat “Fiat” (Aku ini hamba Tuhan) penyerahan diri Bunda Maria ke dalam keluarga, lingkungan, dan paroki kita.

Ave Maria!


More Photos and video :

https://drive.google.com/drive/folders/1FQ4_8mY4D3ViHvrZd4HRCgSsEjB2OcEX

Sembahyangan Rutin, Doa Rosario, BKL, Paguyuban dan Latihan Koor Lingkungan St. Elisabeth

Pada 21 Mei 2026, pukul 19.00, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan sembahyangan rutin kamisan, Doa Rosario, Perkumpulan Paguyuban Ibu-Ibu, kemudian dilanjutkan dengan latihan koor. Kegiatan malam ini diikuti oleh 31 orang umat.

Pertemuan diawali dengan pembacaan buku BKL untuk hari ke 21 dan 22. BKL dipimpin oleh Mas Heru. Kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario yang dipimpin oleh Pak Suradi. Lalu lanjut dengan Pertemuan Ibu-Ibu yang diisi dengan pembacaan laporan keuangan, pengumuman, arisan, dan lotre. Selanjutnya pertemuan malam ini ditutup dengan Latihan Koor untuk tugas misa minggu terakhir bulan Mei yang dipimpin oleh Bu Padmi dan Bu Vera. Seperti biasa, semua berlangsung dengan meriah, dan lancar.

Instagram:

Sembayangan rutin, Doa Rosario, BKL, Paguyuban dan Latihan Koor….
https://www.instagram.com/reel/DYr7ZU2PMNm/?igsh=dzF1cmxmeXVxazZu

Lingkungan St. Elisabeth Doa Rosario bersama di Gereja

Tanggal 20 Mei 2026, pukul 19.00 Lingkungan St. Elisabeth melaksanakan BKL dan Doa Rosario bersama di Gereja Maria Bunda Allah. Doa Rosario dipimpin oleh Bapak Suradi.

Doa bersama di Gereja ini sudah disepakati oleh seluruh umat di Stasi Maguwo dalam rangka penyambutan akan dibentuknya status baru Gereja Maria Bunda Allah, dari stasi menjadi Paroki Administratif pada tanggal 2 Juni 2026 nanti.

Dalam rangka penyambutan status baru ini, seluruh umat, baik dari tiap lingkungan maupun komunitas di stasi Maguwo berdoa Rosario di Gereja secara bergantian setiap harinya selama bulan Mei.

Meski cuaca agak mendung dan sebelumnya sempat sedikit hujan tapi semangat untuk berkumpul dan berdoa bersama tetap berkobar. Doa Rosario malam ini dilaksanakan di depan Patung Bunda Maria halaman depan gereja. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar dan semangat untuk berkumpul dan berdoa tetap kuat untuk setiap lingkungan dan komunitas di Maguwo.

Instagram :

Doa Rosario bersama di Gereja Maria Bunda Allah …
https://www.instagram.com/reel/DYr6fPnvWpl/?igsh=MW1kNnM2cmR6dDl3dA==