Sarasehan BKSN ke-4 Lingkungan St. Gregorius : Menghidupi Sabda melalui Kasih dan Berbagi Pengalaman – 24 September 2026

✝
Sarasehan BKSN ke-4
Umat Lingkungan St. Gregorius
Kamis, 24 September 2026

Lingkungan St. Gregorius kembali melanjutkan rangkaian Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) melalui Sarasehan BKSN ke-4 yang dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mendalami Sabda Tuhan sekaligus melihat kembali bagaimana iman diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan kasih kepada sesama.

✝

Pendalaman Kitab Suci

Injil Matius 25:31-46 mengajak setiap orang beriman untuk mengenali kehadiran Kristus dalam diri mereka yang membutuhkan perhatian, pertolongan, kepedulian, dan kasih.
Matius 25:31-46

Mendengarkan Sabda dan Menghayatinya

Dalam sarasehan kali ini, umat diajak untuk tidak hanya mendengarkan dan memahami isi bacaan Injil, tetapi juga membawa Sabda Tuhan tersebut ke dalam kehidupan pribadi. Injil Matius 25:31-46 menjadi bahan permenungan untuk melihat kembali bagaimana setiap orang telah hadir bagi sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan pertolongan.

Pada saat pemaparan renungan, suasana dibuat semakin hening dan mendalam. Umat diajak melakukan refleksi batin dengan mendengarkan beberapa pertanyaan permenungan yang berkaitan dengan pesan Injil. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk melihat pengalaman hidup masing-masing dan menyadari kehadiran Tuhan melalui berbagai pengalaman kasih yang telah diberikan maupun diterima.

🕊️ Saat Hening dan Refleksi Batin

Dalam suasana hening, alunan musik instrumental Taizé “Yesus Kristus Cahaya Hatiku” mengiringi umat memasuki suasana doa dan permenungan.

Beberapa pertanyaan reflektif mengajak umat untuk merenungkan:

  • Dalam perjalanan hidup saya, kapan saya pernah mengalami kebaikan dan pertolongan dari orang lain?
  • Apakah saya pernah hadir dan memberikan perhatian kepada seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan?
  • Apakah saya mampu melihat Kristus dalam diri orang-orang yang membutuhkan kasih dan kepedulian saya?
  • Adakah kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama yang selama ini saya lewatkan?
  • Apa yang Tuhan kehendaki agar saya lakukan setelah mendengarkan Sabda-Nya hari ini?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ruang bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan, melihat ke dalam diri, serta menghubungkan Sabda Tuhan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dinamika Gulungan Sabda dan Sharing Pengalaman

Setelah renungan dan refleksi batin, suasana sarasehan dilanjutkan dengan sebuah dinamika yang menarik dan melibatkan seluruh umat yang hadir. Pemandu telah menyiapkan sejumlah gulungan kertas yang masing-masing berisi potongan kalimat atau pesan yang diambil dari bacaan Injil Matius 25:31-46.

Gulungan-gulungan tersebut kemudian dibagikan kepada umat. Setiap umat mendapatkan satu potongan kalimat untuk dibaca dan direnungkan. Selanjutnya, umat diajak untuk menghubungkan kalimat yang diperoleh dengan pengalaman hidup masing-masing.

✦ Berbagi Pengalaman Kasih

Umat diajak menjawab pertanyaan sederhana namun mendalam:

“Apakah saya pernah melakukan kebaikan seperti yang tertulis dalam kutipan tersebut?”

atau

“Apakah saya pernah menerima kebaikan seperti yang digambarkan dalam kutipan tersebut?”

Dari pertanyaan tersebut, umat kemudian menceritakan pengalaman masing-masing. Pengalaman sederhana yang mungkin selama ini dianggap biasa ternyata dapat menjadi kesaksian tentang bagaimana kasih Tuhan bekerja melalui kehidupan sehari-hari.

Sabda Tuhan Menjadi Pengalaman Hidup

Dinamika sharing membuat suasana Sarasehan BKSN ke-4 semakin hangat. Umat tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga mengambil bagian secara aktif dengan menceritakan pengalaman rohani dan pengalaman kasih yang pernah mereka alami.

Ada pengalaman tentang memberi perhatian, membantu sesama, menerima pertolongan, menemani seseorang dalam kesulitan, maupun berbagai bentuk kebaikan sederhana yang dilakukan dengan tulus. Melalui sharing tersebut, umat semakin menyadari bahwa tindakan kasih tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar.

Justru melalui perhatian kecil, waktu yang diberikan, kepedulian, sapaan, pertolongan, dan kesediaan untuk hadir bagi sesama, kasih Kristus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebersamaan dalam sarasehan juga memperlihatkan bahwa pendalaman Kitab Suci dapat menjadi ruang untuk saling menguatkan. Ketika umat berani membuka pengalaman dan berbagi cerita, Sabda Tuhan menjadi semakin dekat dengan kehidupan nyata.

✝

Sabda yang Menggerakkan

Injil tidak berhenti pada kata-kata yang dibaca dan direnungkan, tetapi mengundang kita untuk mewujudkannya dalam tindakan kasih kepada sesama.
Matius 25:31-46

Bertumbuh Bersama dalam Iman

Sarasehan BKSN ke-4 Lingkungan St. Gregorius menjadi pengalaman kebersamaan yang memperkaya iman. Melalui doa, renungan, musik instrumental, refleksi batin, dinamika, dan sharing pengalaman, umat diajak untuk semakin memahami bahwa iman kepada Kristus harus diwujudkan melalui kasih yang nyata.

Semoga pengalaman pendalaman Kitab Suci ini tidak berhenti pada saat sarasehan selesai, tetapi terus dibawa dalam kehidupan keluarga, lingkungan, masyarakat, dan dalam setiap perjumpaan dengan sesama.

Dengan semangat kebersamaan, umat Lingkungan St. Gregorius terus belajar menjadi komunitas yang guyub dalam kasih, bertumbuh dalam iman, dan hadir bagi sesama.

Dokumentasi Sarasehan BKSN ke-4

Sarasehan BKSN ke-4 Umat Lingkungan St. Gregorius
Suasana umat mengikuti Sarasehan BKSN ke-4
Pendalaman Kitab Suci BKSN ke-4
Umat mengikuti pendalaman dan refleksi Kitab Suci
Sharing umat Sarasehan BKSN ke-4
Suasana sharing dan berbagi pengalaman iman
Kebersamaan Umat Lingkungan St. Gregorius
Kebersamaan umat dalam Sarasehan BKSN ke-4
✝

“Tuhan, ajarlah kami untuk semakin peka melihat kehadiran-Mu dalam diri setiap saudara yang kami jumpai.”

Semoga Sabda yang telah kita dengarkan menjadi terang bagi langkah hidup kita dan mendorong kita untuk terus menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan nyata.

Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo


✠
✠
✝

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
❦ ✝ ❦
✠ ✝ ✠
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor #lingkstgregoriuskadisoka ♬ Yesus Kristus Cahaya Hatiku – Manado Catholic Orchestra
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Sarasehan BKSN ke-3 Umat Lingkungan St. Gregorius : Mendalami Sabda Tuhan melalui Injil “Matius 18:15–20”. – 17 September 2026

✠
✠
✝

Sarasehan BKSN ke-3

Umat Lingkungan St. Gregorius

Kamis, 17 September 2026

✝

Pendalaman Kitab Suci

Injil Matius 18:15–20

Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan Sarasehan BKSN (Bulan Kitab Suci Nasional) ke-3 pada Kamis, 17 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Sabda Allah sekaligus mempererat kebersamaan sebagai satu komunitas umat beriman.

Dalam Sarasehan BKSN ke-3 ini, umat diajak untuk mendalami Injil Matius 18:15–20. Sabda Tuhan yang direnungkan mengajak umat untuk memahami pentingnya membangun relasi yang baik dengan sesama, berani mengingatkan dalam kasih ketika terjadi kesalahan, serta menjaga persaudaraan di tengah kehidupan bersama.

Pendalaman Kitab Suci dipandu oleh Mbak Anik. Kegiatan diawali dengan mendengarkan dan menyimak isi Kitab Suci yang disampaikan oleh pemandu. Umat kemudian diajak untuk memahami lebih dalam pesan yang terkandung dalam bacaan Injil serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

✨ Quiz Kitab Suci ✨

Suasana Sarasehan BKSN kali ini semakin menarik karena umat tidak hanya mendengarkan pendalaman Kitab Suci, tetapi juga diajak untuk mengikuti Quiz Kitab Suci.

Di sela-sela pendalaman setiap bagian Kitab Suci, pemandu memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan isi bacaan Injil Matius 18:15–20. Umat diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bagi umat yang berhasil menjawab dengan tepat, tersedia hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme mereka.

Kehadiran Quiz Kitab Suci membuat suasana pendalaman menjadi lebih hidup. Umat tampak antusias dan terlibat secara aktif dalam menjawab berbagai pertanyaan. Tidak hanya menjadi pendengar, umat diajak untuk mengingat kembali isi Sabda Tuhan sekaligus menguji pemahaman mereka terhadap Kitab Suci.

Suasana Sarasehan pun terasa semakin hangat dan menarik. Keterlibatan umat dalam menjawab setiap pertanyaan menunjukkan semangat untuk belajar dan mendalami Kitab Suci bersama. Momen-momen sederhana ketika umat berlomba menjawab pertanyaan, diselingi kegembiraan saat mendapatkan hadiah, menjadikan pendalaman Kitab Suci terasa dekat, menyenangkan, dan membangun kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk tidak berhenti pada membaca dan mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan Injil Matius 18:15–20 menjadi ajakan untuk terus membangun persaudaraan, saling mengingatkan dalam kasih, serta menghadirkan semangat kebersamaan di tengah kehidupan umat.

✦ ✝ ✦

Dokumentasi Sarasehan BKSN ke-3

Umat Lingkungan St. Gregorius

Dokumentasi Sarasehan BKSN ke-3 Umat Lingkungan St. Gregorius

Suasana umat mengikuti Sarasehan BKSN ke-3 Lingkungan St. Gregorius.

Pendalaman Kitab Suci Sarasehan BKSN ke-3

Pendalaman Sabda Tuhan dan suasana doa bersama umat.

Umat mengikuti Quiz Kitab Suci BKSN ke-3

Umat antusias mengikuti pendalaman dan menjawab pertanyaan Quiz Kitab Suci.

Kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius dalam Sarasehan BKSN ke-3

Sarasehan BKSN ke-3 dalam Kebersamaan.

✝

“Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

— Matius 18:20

Semoga melalui pendalaman Kitab Suci, umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dalam iman dan semakin mampu menghadirkan Sabda Tuhan dalam kehidupan bersama.

✦ ✝ ✦
✠
✠
✝

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
❦ ✝ ❦
✠ ✝ ✠
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor Pertemuan BKSN 3 #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Heho Studio
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Sarasehan BKSN ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius : Bertumbuh dalam Sabda dan Sukacita – 10 September 2026

✦ ✝ ✦
LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Sarasehan BKSN ke-2

Umat Lingkungan St. Gregorius

Kamis, 10 September 2026
───── ✝ ─────

Umat Lingkungan St. Gregorius kembali berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan dalam Sarasehan BKSN ke-2 yang dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin dekat dengan Kitab Suci, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai satu komunitas umat beriman.

Dalam Sarasehan BKSN ke-2 ini, umat diajak untuk mendalami Injil Matius 10:1-15, yang mengisahkan tentang Yesus memanggil dan mengutus kedua belas murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah.

✝
Pendalaman Kitab Suci
Injil Matius 10:1-15

✝ Mendalami Panggilan dan Perutusan

Melalui perikop Matius 10:1-15, umat diajak untuk menyadari bahwa setiap orang yang mengikuti Kristus juga dipanggil untuk menjadi pribadi yang mau diutus dan hadir bagi sesama.

Yesus memberikan kuasa kepada para murid dan mengutus mereka untuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Perutusan tersebut tidak hanya berbicara mengenai pewartaan melalui kata-kata, tetapi juga tentang kehadiran yang membawa kebaikan, kedamaian, perhatian, dan kasih kepada orang-orang yang dijumpai.

Pesan Yesus kepada para murid juga mengingatkan bahwa dalam menjalankan perutusan, seseorang tidak perlu terlalu bergantung pada berbagai bekal duniawi. Yang terutama adalah kepercayaan kepada Tuhan dan kesediaan untuk menjalankan tugas perutusan dengan tulus.

Bagi umat Lingkungan St. Gregorius, sabda ini menjadi ajakan untuk terus membuka diri terhadap panggilan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap umat dapat menjadi pewarta melalui keluarga, lingkungan, pekerjaan, pelayanan, maupun melalui perhatian sederhana kepada sesama.

❦ ✝ ❦

✝ Belajar Kitab Suci dengan Sukacita

Sarasehan kali ini tidak hanya diisi dengan pendalaman Kitab Suci. Setelah mengikuti proses pendalaman, umat juga diajak menikmati suasana kebersamaan melalui permainan atau game yang dikemas secara menarik dan penuh kegembiraan.

Salah satu kegiatan yang membuat suasana semakin meriah adalah permainan memutar hadiah. Dengan penuh antusias, umat mengikuti permainan sambil diiringi lagu “Aku Bahagia”. Tawa, kegembiraan, dan semangat kebersamaan pun mewarnai kegiatan tersebut.

♫ ✨ ♫
“Aku Bahagia”

Permainan memutar hadiah menjadi salah satu momen penuh keceriaan dan kebersamaan umat.

✝ Sabda Tuhan yang Membawa Sukacita

Sarasehan BKSN ke-2 menjadi pengingat bahwa pendalaman Kitab Suci dapat dilakukan dalam suasana yang dekat, hangat, dan penuh sukacita. Sabda Tuhan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diharapkan dapat dihidupi dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat perutusan dalam Matius 10:1-15 mengajak umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus hadir sebagai pembawa kasih, kedamaian, dan sukacita di tengah keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

Melalui kegiatan Sarasehan BKSN ini, umat diharapkan semakin mencintai Kitab Suci, semakin akrab satu sama lain, serta semakin berani menjawab panggilan Tuhan untuk menjadi saksi kasih-Nya.

✝

“Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”

(Matius 10:7)

Semoga semangat kebersamaan dalam Sarasehan BKSN ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius terus bertumbuh dan menjadi kekuatan bagi umat untuk semakin bertumbuh dalam iman, bersaudara dalam kasih, dan bersukacita dalam pelayanan.

✦ ✝ ✦

Lingkungan St. Gregorius – 2026

✦ ✝ ✦
✝ DOKUMENTASI KEGIATAN ✝

Dokumentasi Foto-foto
Sarasehan BKSN Ke-2

Lingkungan St. Gregorius
Kamis, 10 September 2026
───── ❦ ✝ ❦ ─────

Rangkaian dokumentasi kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius dalam kegiatan Sarasehan BKSN Ke-2. Kegiatan diisi dengan pendalaman Injil Matius 10:1-15, serta permainan bersama yang penuh sukacita.

Dokumentasi Sarasehan BKSN Ke-2 Lingkungan St. Gregorius
Kebersamaan Umat
Pendalaman Kitab Suci Sarasehan BKSN
Pendalaman Kitab Suci
Umat Lingkungan St. Gregorius mengikuti Sarasehan BKSN
Menggali Makna Sabda Tuhan
Kegiatan Sarasehan BKSN Ke-2
Semangat Kebersamaan
Permainan Sarasehan BKSN Ke-2
Permainan Bersama
Kebersamaan Umat Lingkungan St. Gregorius
Sukacita dan Persaudaraan
Sukacita dan Persaudaraan
Kebersamaan Umat Lingkungan St. Gregorius
Sukacita dan Persaudaraan
✝
“Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”
(Matius 10:7)
✦ ✝ ✦

Umat Lingkungan St. Gregorius

✠
✠
✝

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
❦ ✝ ❦
✠ ✝ ✠
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor Pertemuan BKSN 2 Lingk St Gregorius Kadisoka #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Heho Studio
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✣
✣
❧
❧
✠
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Misa Lingkungan St. Elisabeth bersama Romo Dadang

Hari Selasa, 23 Juni 2026, Umat Lingkungan St Elisabeth melaksanakan Misa Lingkungan yang dipimpin oleh Romo Dadang. Misa dilaksanakan di rumah Bapak Agustinus daerah Kradenan. Umat yang hadir berjumlah 52 orang. Romo Dadang dibantu oleh Mas Candra, prodiakon dari Lingkungan Gabriel. Misa ini berlangsung meriah karna dihadiri banyak umat, dan seru karna setelah misa berakhir, acara disambung dengan bincang-bincang atau sharring bersama Romo. Sharring berisi tentang permasalahan yang dilalui umat maupun pengurus lingkungan dan bagaimana mengatasinya. Tidak lupa ada pemberian Tanda Kasih untuk Oline, anak yang menerimakan Komuni tahun ini.

Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius , Tema : Keluarga sebagai Teman Seperjalanan dalam Berpengharapan – 6 September 2026

✝
LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius

“Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”
Taman Doa Maria Oblat OMI
Minggu, 6 September 2026   |   09.00–14.00 WIB
Didampingi oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI
❦ ✝ ❦

Suasana penuh sukacita, keakraban, dan semangat iman mewarnai Rekoleksi Umat Lingkungan St. Gregorius yang dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, bertempat di Taman Doa Maria Oblat OMI. Rekoleksi berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dan didampingi oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI.

Mengangkat tema “Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari, melihat kembali perjalanan kehidupan keluarga, serta semakin menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap pengalaman hidup.

✝
“Keluarga bukan sekadar tempat untuk pulang, tetapi tempat untuk berjalan bersama, saling menguatkan, dan menemukan pengharapan dalam Tuhan.”

Rekoleksi yang Hidup dan Penuh Sharing

Sejak awal kegiatan, suasana rekoleksi terasa hangat dan penuh kebersamaan. Romo Paulinus Maryanto, OMI menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan dekat dengan pengalaman kehidupan umat sehari-hari.

Melalui berbagai refleksi, umat diajak untuk melihat keluarga bukan hanya sebagai tempat tinggal bersama, tetapi sebagai teman seperjalanan yang saling mendukung, menguatkan, mengampuni, dan memberikan harapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Rekoleksi semakin hidup ketika beberapa umat berkesempatan untuk sharing pengalaman hidup dan refleksi tentang keluarga. Berbagai pengalaman yang dibagikan menjadi bahan permenungan bersama bahwa setiap keluarga memiliki perjalanan, tantangan, dan pergumulannya masing-masing.

Dari sharing tersebut, umat diajak untuk semakin terbuka dalam mendengarkan satu sama lain serta menyadari bahwa dalam perjalanan keluarga, tidak seorang pun berjalan sendirian. Kehadiran keluarga dan iman kepada Tuhan menjadi kekuatan untuk terus melangkah dalam pengharapan.

Perayaan Ekaristi di Kapel Taman Doa Maria Oblat

Setelah sesi rekoleksi, sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius yang mengikuti rekoleksi bersama-sama mengikuti Perayaan Ekaristi Minggu di Kapel Taman Doa Maria Oblat.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Paulinus Maryanto, OMI dan Romo Widi. Perayaan semakin istimewa karena turut dihadiri oleh Frater, Bruder, dan Pra-Novisiat OMI yang sedang menjalani masa pembelajaran dan pembinaan di Pranovisiat OMI.

Kehadiran para imam, frater, bruder, pra-novis, serta umat Lingkungan St. Gregorius menjadikan perayaan Ekaristi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh sukacita.

Foto Bersama dan Makan Bersama

Usai Perayaan Ekaristi, kebersamaan umat dilanjutkan dengan foto bersama. Momen ini menjadi kenangan indah dari perjalanan rekoleksi Lingkungan St. Gregorius.

Setelah berfoto bersama, umat kemudian menikmati makan bersama dalam suasana yang santai dan penuh keakraban. Makan bersama menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mengenal, bercengkerama, dan mempererat persaudaraan.

Penutup Rekoleksi

Sekitar pukul 14.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan rekoleksi Lingkungan St. Gregorius resmi selesai. Setelah acara ditutup, sebagian umat memilih untuk kembali ke rumah, sementara sebagian lainnya melanjutkan doa dan menikmati suasana hening di Taman Doa Maria Oblat.

Rekoleksi ini meninggalkan pesan yang mendalam bagi umat: perjalanan keluarga tidak selalu mudah, tetapi dengan iman, kasih, komunikasi, dan kesediaan untuk saling mendampingi, keluarga dapat menjadi tempat bertumbuh sekaligus sumber pengharapan.

📷 Galeri Rekoleksi Lingkungan St. Gregorius

Kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius
Umat mengikuti sesi rekoleksi dan sharing
Suasana pendalaman materi rekoleksi
Perayaan Ekaristi Minggu di Kapel Taman Doa Maria Oblat
Foto bersama setelah Perayaan Ekaristi
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
Kebersamaan umat dalam suasana penuh sukacita
✝
Keluarga sebagai teman seperjalanan, bertumbuh dalam iman dan berpengharapan.

Terima kasih kepada Romo Paulinus Maryanto, OMI, Romo Widi, para Frater, Bruder, Pra-Novisiat OMI, serta seluruh umat Lingkungan St. Gregorius.

Tuhan memberkati keluarga-keluarga Lingkungan St. Gregorius.
✝ LINGKUNGAN ST. GREGORIUS ✝
✝
LINGKUNGAN ST. GREGORIUS
Rekoleksi Umat
Taman Doa Maria Oblat OMI
Minggu, 6 September 2026
❦ ✦ ❦
@lingk..st..gregor Rekoleksi Lingkungan St Gregorius di Taman Doa Maria Oblat Minggu, 6 September 2026 #lingkstgregoriuskadisoka ♬ Aku Anak Tuhan Yesus – Kevin Liu
❦ ✝ ❦
TEMA REKOLEKSI
“Keluarga Sebagai Teman Seperjalanan Dalam Berpengharapan”
✝ Bersama dalam Iman, Kasih dan Pengharapan ✝
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✣
✣
❧
❧
✠
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Pisah Sambut Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. dan Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr. di Paroki Maria Marganingsih Kalasan

Kalasan, 31 Agustus 2026 — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara pisah sambut yang berlangsung di Gereja Maria Marganingsih Kalasan, Senin, 31 Agustus 2026. Acara ini menjadi momen perpisahan bagi Romo Yohanes Ngatmo, Pr. sekaligus penyambutan Romo Antonius Budi Wihandono, Pr. yang akan melanjutkan pelayanan sebagai pastor pembantu di Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., selaku Pastor Kepala Paroki Maria Marganingsih Kalasan, Romo FX. Murdi Susanto, Pr., para suster biara, para ketua wilayah di Paroki Kalasan, pengurus Dewan Paroki Maria Marganingsih Kalasan, ibu-ibu paguyuban, serta perwakilan pengurus dan ketua wilayah dari Paroki Administratif Bunda Allah Maguwo.

Acara berlangsung dengan lancar dalam suasana akrab dan penuh persaudaraan. Berbagai pesan dan kesan disampaikan kepada Rm. Ngatmo sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan dan pengabdian selama kurang lebih 3,5 tahun sebagai gembala Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Salah satu kesan yang cukup menarik dan berkesan adalah gambaran tentang Rm. Ngatmo sebagai pribadi yang sederhana, tetapi sat-set. Dalam bahasa Jawa, istilah sat-set menggambarkan pribadi yang sigap, cepat, dan segera bertindak ketika ada sesuatu yang perlu dilakukan. Sosok inilah yang dirasakan umat dan rekan-rekan selama Rm. Ngatmo menjalankan karya pelayanan di Paroki Kalasan.

Setelah menjalani pelayanan di Kalasan, Rm. Ngatmo selanjutnya akan melanjutkan perutusannya untuk melayani umat di Paroki Sumber, Magelang. Perpisahan ini tentu bukan akhir dari persaudaraan, melainkan menjadi bagian dari perjalanan perutusan seorang imam untuk terus menghadirkan kasih Kristus di tengah umat.

Sementara itu, Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. menyambut kehadiran Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr., yang akrab disapa Rm. Budi Wihong, sebagai pastor pembantu di Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Bapak Agung Prasetyo, Wakil Ketua Paroki Administratif Bunda Allah Maguwo. Ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada Rm. Budi Wihong dan menegaskan bahwa hubungan baik antara Paroki Kalasan dan Paroki Administratif Maguwo akan terus terjalin. Bahkan, Rm. Budi Wihong dipersilakan untuk sesekali tinggal atau menginap di Gereja Maguwo, dengan ruangan dan kamar yang siap disediakan.

Sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan selama di Kalasan, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi dan bingkisan kepada Rm. Ngatmo. Momen tersebut berlangsung penuh kehangatan dan menjadi ungkapan kasih dari umat serta seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama dalam karya pelayanan.

Acara ditutup dengan foto bersama dan santap malam, yang semakin mempererat suasana persaudaraan di antara seluruh peserta yang hadir.

Perpisahan Rm. Ngatmo dan kedatangan Rm. Budi Wihong menjadi bagian dari dinamika perutusan dalam Gereja. Setiap pergantian pelayanan membawa harapan dan semangat baru agar karya pewartaan dan pelayanan kepada umat terus bertumbuh.

Terima kasih, Rm. Ngatmo, atas segala pelayanan, kebersamaan, dan pengabdian selama di Kalasan. Selamat melanjutkan perutusan di Paroki Sumber, Magelang.

Selamat datang, Rm. Budi Wihong. Selamat berkarya dan melayani bersama umat Paroki Maria Marganingsih Kalasan!

Lingkungan St. Gregorius Bersatu Dalam Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, dan Novena 3 Salam Maria – 6 Agustus 2026

Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka &
Novena 3 Salam Maria

Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan yang kembali diberikan kepada umat Lingkungan St. Gregorius untuk berkumpul dalam suasana penuh iman melalui Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, serta Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk Pengembangan & Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kebersamaan ini menjadi wujud nyata bahwa doa merupakan kekuatan yang mempersatukan umat dalam kasih Kristus serta menjadi sumber harapan bagi perjalanan Gereja.

  • 📅 Hari/Tanggal : Kamis, 6 Agustus 2026
  • 🕖 Waktu : 19.00 WIB
  • 🏠 Tempat : Rumah Mas Rendy

Dalam doa Sengsara Yesus, umat diajak merenungkan kasih Allah yang begitu besar melalui pengorbanan Putra-Nya demi keselamatan dunia. Melalui Rosario Koronka, setiap butir doa menjadi ungkapan iman, pengharapan, serta penyerahan diri kepada belas kasih Tuhan. Seluruh umat juga memanjatkan doa bagi keluarga, lingkungan, paroki, para imam, para pelayan Gereja, serta seluruh masyarakat agar senantiasa memperoleh damai dan penyertaan Tuhan.

Sebagai penutup, seluruh umat bersama-sama mendaraskan Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk mendukung proses Pengembangan dan Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Melalui doa bersama ini, umat memohon penyertaan Tuhan dan perlindungan Bunda Maria agar setiap rencana, pembangunan, serta pelayanan Gereja dapat berjalan dengan baik, menjadi berkat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

📖 Sabda Tuhan

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

— Injil Matius 18:20 —

🙏 Mari Terus Bertumbuh dalam Doa

Sabda Tuhan mengingatkan bahwa setiap pertemuan doa bukan sekadar sebuah kegiatan rutin, melainkan kesempatan untuk mengalami sendiri kehadiran Kristus di tengah umat-Nya. Melalui semangat kebersamaan, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk terus membangun kehidupan doa dalam keluarga dan lingkungan, saling menguatkan dalam iman, serta mendukung seluruh karya pelayanan dan pembangunan Gereja demi semakin besarnya kemuliaan Tuhan.


📖

Buku Doa Sengsara Yesus & Rosario Koronka

Lingkungan St. Gregorius

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Mazmur 119:105



✠ 🎵 ✠

🎶 Lagu Lingkungan St. Gregorius 🎶

❦ ✠ ❦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Line Dance St. Elisabeth

Tanggal 14 Juni 2026. Lingkungan St. Elisabeth turut memeriahkan Acara HUT Gereja Maria Bunda Allah dengan mempersembahkan Line Dance.

Dalam perayaan ini, selain memperingati HUT GMBA, kami juga bersuka cita karna GMBA sudah resmi menjadi Paroki Administratif. Setelah misa, seluruh umat diajak untuk berpesta Bakso dan Soto yang dipersembahkan oleh 14 lingkungan di Paroki Administratif GMBA. Sembari menikmati hidangan, umat juga disuguhi beberapa hiburan, salah satunya Line Dance persembahan dari Lingkungan St. Elisabeth ini.

Lingkungan Elisabeth sudah mempersiapkan 2x seminggu untuk berlatih bersama selama kurang lebih 2 bulan.

Kasih adalah yang Utama dari Kehidupan Orang Beriman

Pada tanggal 4 Juni, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan Sembahyangan Lingkungan Rutin yang bertempat di Pendopo Mbah Cipto. Dalam sembahyangan kali ini, kami merenungkan Injil Markus 12:28–34. Dalam injil ini bercerita bagaimana seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, “Hukum manakah yang paling utama?” Yesus menjawab bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.

Ahli Taurat itu memahami bahwa kasih kepada Allah dan sesama jauh lebih berharga daripada segala kurban dan persembahan. Melihat jawabannya, Yesus berkata, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.”

Pesan ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya tentang menjalankan aturan atau mengikuti ibadah secara lahiriah. Iman yang sejati tampak dalam kasih yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengasihi Tuhan berarti menempatkanNya sebagai pusat hidup, setia berdoa, mendengarkan sabdaNya, dan melakukan kehendakNya. Mengasihi sesama berarti menghargai setiap orang, mau mengampuni, menolong yang membutuhkan, serta menjaga martabat setiap manusia.

Yang perlu kita renungkan bersama adalah,

  1. Apakah saya sungguh mengasihi Tuhan dengan seluruh hidup saya?
  2. Apakah kasih saya kepada sesama terlihat dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar?
  3. Sudahkah saya menunjukkan kasih kepada ciptaan Tuhan dengan mengasihi sesama?

“Tuhan Yesus, ajarlah kami mengasihiMu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kami. Bukalah hati kami agar mampu mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan, serta peduli terhadap seluruh ciptaanMu. Semoga setiap perkataan, tindakan, dan keputusan kami menjadi wujud nyata kasih yang Engkau ajarkan. Amin.”

Pengumpulan Bahan Daur Ulang Lingkungan St. Elisabeth

Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud syukur atas ciptaan Tuhan, sekaligus membantu mengurangi sampah, Paroki memiliki program yang sudah lama berlangsung, yaitu mengadakan Pengumpulan Bahan Daur Ulang. Kegiatan ini juga dapat menjadi bagian dari aksi nyata dalam semangat menjaga lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan:

  • Mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
  • Mengajak umat membiasakan memilah sampah dari rumah.
  • Menumbuhkan semangat menjaga kelestarian ciptaan Tuhan.
  • Menggalang dana sosial dari hasil penjualan bahan daur ulang.
  • Menumbuhkan rasa cinta lingkungan dari lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga.

Barang yang dikumpulkan berupa:

  • Botol plastik (PET)
  • Gelas plastik
  • Kardus
  • Kertas dan koran bekas
  • Kaleng minuman
  • Botol kaca
  • Minyak jelantah (dalam botol tertutup)
  • Tutup botol plastik

Biasanya di lingkungan St. Elisabeth pengumpulan BDU dilakukan tiap minggu keempat di hari yang telah disepakati bersama di rumah Keluarga Bapak Suradi, yang kemudian barang-barang dibersihkan, dipilah, dirapikan, disatukan dan dikumpulkan ke Gereja untuk ditimbang bersama.

Melalui langkah sederhana ini, kita bersama-sama mengurangi sampah, menjaga kelestarian lingkungan, dan menghadirkan kasih Tuhan kepada sesama melalui pemanfaatan hasil daur ulang untuk karya sosial gereja.

“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” (Kejadian 2:15)

Mari bersama menjaga bumi, rumah kita bersama.