Misa Arwah 40 Hari Ibu Caecilia Supartijah (Lingkungan Santo Petrus)

Pada hari Rabu, 15 April 2026 pukul 19.00 WIB, telah dilaksanakan misa arwah 40 hari untuk mendoakan almarhumah Ibu Caecilia Supartijah. Misa ini dipimpin oleh Pastor Jona Joakim Pinem OFMCap dan berlangsung dengan khidmat serta penuh doa.

Perayaan Ekaristi dihadiri oleh 23 orang umat dari Lingkungan Santo Petrus yang dengan setia hadir untuk memberikan dukungan doa bagi almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan. Dalam suasana yang tenang dan penuh pengharapan, umat bersama-sama memanjatkan doa agar almarhumah memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan.

Dalam homilinya, Pastor Jona Joakim Pinem OFMCap mengajak umat untuk terus menjaga iman dan pengharapan akan kehidupan kekal. Beliau juga mengingatkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan baru bersama Tuhan.

Misa ini menjadi momen kebersamaan yang menguatkan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh umat yang hadir. Kehadiran dan partisipasi umat menunjukkan rasa kepedulian serta solidaritas yang erat dalam lingkungan.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pastor Jona Joakim Pinem OFMCap yang telah memimpin misa dengan penuh penghayatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh umat Lingkungan Santo Petrus yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan doa dalam mengikuti perayaan ini.

Semoga segala doa yang dipanjatkan membawa ketenangan bagi almarhumah dan menjadi penguatan iman bagi kita semua.

Sukacita PIA Santa Monica: Belajar Iman Lewat Kisah Abraham dan Serunya Berburu Telur Paskah

Lingkungan Santa Monica kembali mengadakan kegiatan Pendalaman Iman Anak (PIA) yang kedua pada hari Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Fokolare mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dengan suasana penuh sukacita dan kebersamaan.

Acara diikuti oleh kurang lebih 11 anak yang tampak antusias sejak awal hingga akhir kegiatan. Dengan semangat yang tinggi, anak-anak mengikuti setiap sesi yang telah dipersiapkan oleh para pembina PIA.

Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mendengarkan dan merenungkan kisah Kitab Suci tentang Abraham. Dikisahkan bagaimana Abraham tetap setia dan patuh pada perintah Allah, bahkan hingga masa tuanya, sampai akhirnya ia memperoleh berkat berupa seorang anak. Melalui kisah ini, anak-anak diajak untuk belajar tentang ketaatan, kesabaran, dan iman yang teguh kepada Tuhan.

Selain pendalaman iman, kegiatan juga diisi dengan permainan yang menyenangkan, yaitu mencari telur Paskah yang telah disembunyikan oleh kakak-kakak pembina di halaman. Anak-anak tampak gembira dan bersemangat saat mencari telur-telur tersebut, menjadikan suasana semakin hidup dan penuh keceriaan.

Sebagai penutup, anak-anak mendapatkan “pohon stiker kebaikan” untuk dibawa pulang. Pohon ini dapat ditempel di rumah, dan setiap kali anak melakukan perbuatan baik, mereka diperbolehkan menambahkan stiker pada pohon tersebut. Diharapkan, melalui kegiatan ini, anak-anak semakin termotivasi untuk melakukan kebaikan setiap hari, hingga pohon yang semula gundul dapat terisi penuh dan menjadi indah berwarna.

Kegiatan PIA ini diharapkan dapat terus membantu anak-anak dalam bertumbuh dalam iman serta membangun kebiasaan hidup yang baik sejak dini.

Semangat Paskah dalam Kebersamaan: Ibadah Paskah Lingkungan Santa Monica

Sukacita Paskah terasa begitu hangat dalam kebersamaan umat Lingkungan Santa Monica yang menggelar ibadah Paskah pada Kamis, 9 April 2026. Bertempat di rumah Bapak Saman, ibadah yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dipimpin oleh prodiakon Ibu Wiwiek dan dihadiri oleh umat dalam jumlah yang cukup banyak.

Sejak awal acara, suasana penuh khidmat dan kebersamaan sudah terasa. Meskipun sempat terjadi mati lampu di tengah jalannya ibadah, hal tersebut tidak mengurangi semangat umat dalam mengikuti seluruh rangkaian perayaan. Dengan sederhana namun penuh makna, ibadah tetap berlangsung lancar hingga selesai. Justru dalam keterbatasan tersebut, kebersamaan dan kekhusyukan umat semakin terasa kuat.

Tingginya jumlah kehadiran umat pada malam itu juga dipengaruhi oleh momen penting, yakni hari terakhir pengumpulan kotak APP sebelum nantinya diserahkan ke tingkat stasi pada minggu berikutnya. Umat dengan penuh kesadaran dan sukacita membawa serta hasil pengorbanan mereka selama masa Prapaskah sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

Setelah ibadah selesai, Ketua Lingkungan, Mas Edo, menyampaikan beberapa pengumuman penting. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengungkapkan bahwa seluruh hasil kolekte selama rangkaian APP dari pertemuan pertama hingga kelima akan disalurkan kepada Panti Asuhan Bakti Luhur Berbah. Rencana penyaluran bantuan ini akan dilaksanakan pada hari Senin, 13 April 2026.

Adapun total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp1.000.000, yang juga mencakup tambahan dari paguyuban ibu-ibu lingkungan. Tidak hanya dalam bentuk dana, umat juga menunjukkan kepedulian melalui donasi berupa beras seberat 25 kilogram. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Ibadah Paskah kali ini tidak hanya menjadi perayaan iman atas kebangkitan Kristus, tetapi juga menjadi wujud nyata kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi di tengah umat. Dalam kesederhanaan dan kebersamaan, Lingkungan Santa Monica kembali menunjukkan bahwa iman yang hidup senantiasa diwujudkan dalam tindakan kasih yang konkret.

Semoga semangat Paskah yang telah dirayakan ini terus menginspirasi umat untuk hidup dalam terang, harapan, dan kasih di tengah kehidupan sehari-hari.

Kebersamaan dalam Iman: Dinamika Pertemuan APP Keempat dan Kelima Lingkungan Santa Monica

Suasana kebersamaan dan semangat iman kembali terasa dalam rangkaian Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 di Lingkungan Santa Monica. Dua pertemuan terakhir, yakni pertemuan keempat dan kelima, menghadirkan dinamika yang berbeda namun tetap sarat makna bagi umat yang hadir.

Pertemuan APP keempat dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026, bertempat di rumah Bapak Irwan. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dipandu oleh Bapak Lasiman. Meskipun berjalan dengan lancar dan penuh kekhidmatan, jumlah umat yang hadir pada pertemuan kali ini tidak sebanyak pertemuan-pertemuan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar umat sedang melakukan mudik. Namun demikian, suasana pertemuan tetap terasa hangat dan penuh kebersamaan. Umat yang hadir mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khusyuk, mulai dari doa pembuka, pendalaman tema, hingga refleksi bersama.

Tema pertemuan keempat yang menekankan panggilan untuk “mencari dan menyelamatkan” menjadi bahan permenungan yang mendalam. Umat diajak untuk semakin peka terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Dalam kesederhanaan jumlah peserta, justru terbangun keakraban yang lebih intim dan reflektif.

Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, pertemuan APP kelima yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Maret 2026 di rumah Bapak Giyono menunjukkan peningkatan antusiasme umat. Pertemuan yang juga dimulai pukul 19.00 WIB ini dipandu langsung oleh tuan rumah, Bapak Giyono. Menjelang perayaan Minggu Palma yang tinggal tiga hari lagi, umat tampak lebih bersemangat untuk hadir dan mengikuti kegiatan.

Kehadiran umat yang lebih banyak menciptakan suasana yang lebih hidup dan penuh semangat. Selain mengikuti pendalaman iman, momen ini juga dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengumpulkan kotak APP. Beberapa warga lingkungan telah membawa dan mengumpulkan kotak APP mereka di rumah Bapak Giyono sebagai wujud nyata aksi solidaritas selama masa Prapaskah.

Pertemuan kelima ini menjadi penutup rangkaian APP yang tidak hanya berisi refleksi, tetapi juga ajakan untuk bertindak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Umat diajak untuk membawa semangat pertobatan, kepedulian, dan kasih ke dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kedua pertemuan ini, terlihat bahwa dinamika kehadiran umat tidak mengurangi makna kebersamaan yang terjalin. Baik dalam jumlah kecil maupun besar, setiap pertemuan tetap menjadi ruang perjumpaan yang menguatkan iman dan mempererat persaudaraan. Semoga semangat yang telah dibangun selama APP ini terus hidup dan berbuah dalam kehidupan umat sehari-hari.

Jangan Tutup Mata: Saatnya Peduli dan Berbagi Kasih kepada Sesama

Dalam rangka menghayati masa prapaskah, umat Lingkungan Theresia mengadakan pertemuan APP 3 (Aksi Puasa Pembangunan) dengan tema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian dan Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2026 dan bertempat di rumah Bapak Suroyo, dalam suasana yang penuh kebersamaan, kesederhanaan, dan kekeluargaan.

Pertemuan ini diikuti oleh umat Lingkungan Theresia bersama para pengurus yang dengan penuh antusias hadir untuk berdoa dan mendalami iman. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak umat untuk semakin menyadari bahwa setiap rahmat dan berkat yang telah diterima dari Tuhan merupakan sumber daya yang berharga, yang seharusnya dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Injil Lukas 16:19-31 tentang kisah Orang Kaya dan Lazarus. Dalam bacaan tersebut, digambarkan bagaimana seorang kaya hidup dalam kemewahan, namun tidak memiliki kepedulian terhadap Lazarus yang menderita di depan pintunya. Kisah ini menjadi pengingat bagi umat bahwa sikap ketidakpedulian bukanlah hal sepele, melainkan dapat membawa manusia pada dosa karena mengabaikan kesempatan untuk berbuat kasih.

Melalui permenungan dan sharing iman, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari: apakah selama ini sudah peduli terhadap sesama, atau justru masih sering mengabaikan orang-orang yang membutuhkan di sekitar. Kesadaran ini menjadi penting, sebab keengganan untuk menggunakan berkat yang dimiliki demi kebaikan bersama merupakan bentuk nyata dari sikap tidak peduli.

Pertemuan diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus komitmen umat untuk mulai hidup lebih peduli dan bertanggung jawab secara sosial. Diharapkan melalui APP 3 ini, umat semakin tergerak untuk meninggalkan sikap ketidakpedulian dan menjadikan setiap rahmat Tuhan sebagai sarana untuk berbagi kasih, sehingga kehadiran mereka sungguh membawa kebaikan bagi sesama.

Kegiatan APP Ke-3 Lingkungan Santa Monica: Menumbuhkan Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial dalam Hidup Sehari-hari

Lingkungan Santa Monica kembali melaksanakan pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) ke-3 yang berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini bertempat di rumah Ibu Mimi yang berlokasi di Jalan Nangka 3, dan dihadiri oleh umat lingkungan dengan penuh antusias.

Pertemuan diawali dengan doa pembuka yang mengajak umat untuk memasuki suasana refleksi. Dalam kesempatan ini, tema yang diangkat adalah “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Tema ini menjadi ajakan bagi seluruh umat untuk semakin peka terhadap kehidupan sesama di sekitar mereka.

Ibu Tiwi selaku pemandu memimpin jalannya pendalaman iman dengan mengangkat bacaan Kitab Suci tentang kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin. Melalui kisah tersebut, umat diajak untuk merenungkan pilihan hidup masing-masing: apakah ingin menjadi pribadi yang acuh tak acuh seperti orang kaya, atau memiliki hati yang peduli seperti yang diharapkan Tuhan.

Dalam pendalaman, ditekankan bahwa menjadi kaya bukanlah suatu kesalahan. Namun, kekayaan hendaknya tidak membuat seseorang kehilangan rasa kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang hidup dalam kekurangan di sekitar kita. Kepedulian sosial menjadi wujud nyata iman yang hidup, yang tercermin dalam tindakan kasih dan perhatian kepada orang lain.

Suasana diskusi berlangsung hangat, di mana umat saling berbagi pandangan dan pengalaman mengenai pentingnya kepekaan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Banyak umat menyadari bahwa sikap peduli dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperhatikan tetangga, membantu yang membutuhkan, serta terlibat aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan maupun paroki.

Pertemuan ditutup dengan doa penutup, disertai harapan agar setiap umat semakin mampu menghidupi iman melalui tindakan nyata, meninggalkan sikap ketidakpedulian, dan bertumbuh dalam tanggung jawab sosial.

Melalui kegiatan APP ini, umat diharapkan semakin menyadari panggilan untuk menjadi terang dan garam dunia, dengan menghadirkan kasih Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.

Kegiatan APP Ke-2 Lingkungan Santa Monica: Mendalami Potensi Dana Sosial Gereja, Fungsi dan Sifatnya

Lingkungan Santa Monica kembali mengadakan kegiatan pendalaman iman dalam rangka Aksi Puasa Pembangunan (APP) ke-2. Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Maret 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Bapak Wardoyo, dan dihadiri oleh sekitar 25 umat lingkungan.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka yang membawa seluruh umat pada suasana hening dan reflektif. Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk semakin memahami tema APP ke-2, yaitu “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.”

Sebagai pemandu, Ibu Wiwiek dengan penuh semangat mengajak umat untuk mendalami makna dana sosial gereja, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana bantuan bagi sesama yang membutuhkan, tetapi juga sebagai wujud nyata solidaritas dan kasih dalam kehidupan menggereja. Dana sosial gereja memiliki sifat transparan, partisipatif, dan ditujukan demi kesejahteraan bersama, khususnya bagi mereka yang berkekurangan.

Dalam sesi pendalaman, umat diajak untuk menyadari pentingnya keterlibatan aktif seluruh anggota gereja, tidak hanya dalam memberikan kontribusi, tetapi juga dalam mengawasi penggunaan dana sosial tersebut. Hal ini bertujuan agar pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik, jujur, dan tepat sasaran.

Diskusi berlangsung dengan hangat dan penuh antusiasme. Beberapa umat menyampaikan pandangan serta pengalaman terkait pentingnya keterbukaan dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan dana gereja. Selain itu, dibahas pula langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan umat untuk mendukung perkembangan paroki, antara lain dengan meningkatkan kepedulian sosial, keterlibatan dalam kegiatan gereja, serta menjaga semangat kebersamaan.

Pertemuan ditutup dengan doa penutup dan harapan agar seluruh umat semakin terdorong untuk berperan aktif dalam kehidupan menggereja, khususnya dalam mendukung pengelolaan dana sosial yang transparan dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan APP ini, diharapkan semangat solidaritas, kepedulian, dan tanggung jawab bersama semakin tumbuh dalam diri setiap umat, demi terwujudnya gereja yang hidup dan melayani.


Misa Arwah 7 Hari Ibu Caecilia Supartijah

Umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan misa arwah 7 hari untuk mendoakan almarhumah Ibu Caecilia Supartijah pada hari Jumat, 13 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Misa dilaksanakan dalam suasana khidmat dan penuh doa, dipimpin oleh Pastor Jona Joakim Pinem OFMCap, serta dihadiri oleh sekitar 27 orang umat.

Ibu Caecilia Supartijah merupakan salah satu umat Lingkungan Santo Petrus yang telah dipanggil Tuhan pada hari Minggu, 8 Maret 2026. Kehadiran umat dalam misa ini menjadi bentuk kebersamaan dan dukungan doa bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus ungkapan kasih kepada almarhumah.

Dalam perayaan Ekaristi ini, umat diajak untuk mendoakan agar almarhumah memperoleh kedamaian abadi di hadapan Tuhan. Suasana doa bersama ini juga menjadi pengingat bagi umat akan harapan iman akan kehidupan kekal serta pentingnya saling menguatkan dalam komunitas.

Melalui misa arwah 7 hari ini, umat Lingkungan Santo Petrus menunjukkan semangat persaudaraan dan kepedulian dengan bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhumah Ibu Caecilia Supartijah, agar Tuhan menerima beliau dalam kebahagiaan abadi di surga.

Doa APP IV dan V Lingkungan Santo Petrus: Pentingnya Pedoman dan Langkah Awal Menolong Sesama

Umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan pertemuan doa APP IV dan V pada hari Kamis, 12 Maret 2026 pukul 19.00 WIB di rumah Bapak Hananto. Pertemuan ini dihadiri oleh 12 orang umat yang dengan penuh semangat mengikuti rangkaian kegiatan doa dan refleksi bersama.

Pada awal pertemuan, umat diajak melakukan sebuah aktivitas sederhana namun bermakna. Setiap orang diminta untuk membuat satu goresan gambar yang harus menyambung dengan goresan sebelumnya tanpa adanya instruksi tertentu.

Setelah semua umat memberikan goresannya, terbentuklah sebuah gambar yang oleh sebagian orang diinterpretasikan sebagai seseorang yang sedang membungkuk sambil mengambil mangga. Namun, bentuk gambar tersebut terlihat sangat tidak jelas dan memiliki penafsiran yang berbeda-beda.

Selanjutnya, umat diminta kembali membuat satu goresan gambar, tetapi kali ini dengan mengikuti instruksi yang diberikan, yaitu menggambar pemandangan dua buah gunung. Hasilnya jauh lebih jelas dan terarah. Gambar yang terbentuk memperlihatkan dua gunung dengan sebuah gereja di puncak gunung.

Kegiatan sederhana ini menjadi sarana refleksi yang selaras dengan tema pertemuan APP. Tema pertemuan IV menekankan pentingnya pedoman atau “instruksi” dalam sebuah gerakan agar arah dan tujuan menjadi lebih jelas. Sementara itu, tema pertemuan V mengajak umat untuk berani mengambil langkah pertama dalam menolong sesama.

Pedoman sangat penting dalam kehidupan karena menjadi arah dan dasar dalam bertindak. Dengan adanya pedoman, seseorang dapat mengetahui tujuan yang jelas serta langkah yang tepat untuk mencapainya. Tanpa pedoman, tindakan yang dilakukan sering kali menjadi tidak terarah dan dapat menimbulkan kebingungan atau perbedaan penafsiran.

Pedoman juga membantu seseorang mengambil keputusan yang benar dan bertanggung jawab. Dalam kehidupan bersama, pedoman membuat setiap orang dapat bergerak dengan tujuan yang sama sehingga tercipta keteraturan dan kerja sama yang baik.

Dalam kehidupan beriman, pedoman dapat berupa ajaran Tuhan, nilai-nilai moral, maupun nasihat yang membantu umat menjalani hidup dengan benar. Dengan mengikuti pedoman tersebut, seseorang dapat bertindak lebih bijaksana dan mampu melakukan kebaikan, termasuk dalam menolong sesama.

Pada akhir pertemuan, umat saling berbagi pengalaman (sharing) mengenai bagaimana mereka dapat menerapkan kedua tema tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengikuti tuntunan yang baik dan berani memulai tindakan nyata untuk membantu sesama.

Pertemuan doa ditutup dengan doa bersama dalam suasana kebersamaan dan semangat untuk semakin peduli terhadap sesama di masa Prapaskah ini.

APP 2 Lingkungan St. Theresia : Potensi Dana Sosial Gereja, Fungsi Dan Sifatnya.

Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) ke-2 Lingkungan St. Theresia kembali dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di rumah Ibu Nanik selaku Ketua Lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh umat lingkungan yang berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk mengikuti doa dan pendalaman iman selama masa APP.

Dalam pertemuan ini, umat merenungkan tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.”Kegiatan diawali dengan doa pembuka dan dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Kisah Para Rasul 4:32–37, yang menggambarkan kehidupan jemaat perdana yang hidup dalam persatuan hati dan saling berbagi dengan sesama. Bacaan Kitab Suci ini mengajak umat untuk meneladani semangat solidaritas, di mana segala yang dimiliki dipergunakan untuk kepentingan bersama dan membantu mereka yang membutuhkan.

Selanjutnya, umat mendapatkan pemaparan mengenai berbagai bentuk dana sosial dalam Gereja menurut tingkatannya. Pada tingkat nasional, dana sosial dikelola oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sebagai bentuk kepedulian Gereja secara luas terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Kemudian pada tingkat keuskupan, dana sosial digunakan untuk mendukung berbagai karya pastoral dan pelayanan sosial di wilayah keuskupan. Pada tingkat kevikepan, dana sosial berfungsi membantu koordinasi serta pelayanan antar paroki dalam satu wilayah kevikepan. Sementara itu, pada tingkat paroki, dana sosial dimanfaatkan secara langsung untuk membantu umat yang membutuhkan serta mendukung kegiatan sosial di lingkungan paroki.

Pertemuan ini dihadiri oleh umat Lingkungan St. Theresia yang dengan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Setelah pemaparan materi, umat juga diajak untuk sharing dan refleksi bersama, sehingga setiap peserta dapat memahami lebih dalam pentingnya dana sosial sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih kepada sesama.

Kegiatan APP ke-2 ini berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, dimulai dari doa pembuka, pembacaan Kitab Suci, pendalaman materi, sharing bersama, hingga ditutup dengan doa penutup.

Melalui pertemuan ini, umat diharapkan semakin menyadari bahwa dana sosial gereja merupakan sarana untuk mewujudkan semangat solidaritas, kebersamaan, dan pelayanan kasih, sehingga Gereja dapat terus hadir membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan.