Jangan Tutup Mata: Saatnya Peduli dan Berbagi Kasih kepada Sesama

Dalam rangka menghayati masa prapaskah, umat Lingkungan Theresia mengadakan pertemuan APP 3 (Aksi Puasa Pembangunan) dengan tema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian dan Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2026 dan bertempat di rumah Bapak Suroyo, dalam suasana yang penuh kebersamaan, kesederhanaan, dan kekeluargaan.

Pertemuan ini diikuti oleh umat Lingkungan Theresia bersama para pengurus yang dengan penuh antusias hadir untuk berdoa dan mendalami iman. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak umat untuk semakin menyadari bahwa setiap rahmat dan berkat yang telah diterima dari Tuhan merupakan sumber daya yang berharga, yang seharusnya dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Injil Lukas 16:19-31 tentang kisah Orang Kaya dan Lazarus. Dalam bacaan tersebut, digambarkan bagaimana seorang kaya hidup dalam kemewahan, namun tidak memiliki kepedulian terhadap Lazarus yang menderita di depan pintunya. Kisah ini menjadi pengingat bagi umat bahwa sikap ketidakpedulian bukanlah hal sepele, melainkan dapat membawa manusia pada dosa karena mengabaikan kesempatan untuk berbuat kasih.

Melalui permenungan dan sharing iman, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari: apakah selama ini sudah peduli terhadap sesama, atau justru masih sering mengabaikan orang-orang yang membutuhkan di sekitar. Kesadaran ini menjadi penting, sebab keengganan untuk menggunakan berkat yang dimiliki demi kebaikan bersama merupakan bentuk nyata dari sikap tidak peduli.

Pertemuan diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus komitmen umat untuk mulai hidup lebih peduli dan bertanggung jawab secara sosial. Diharapkan melalui APP 3 ini, umat semakin tergerak untuk meninggalkan sikap ketidakpedulian dan menjadikan setiap rahmat Tuhan sebagai sarana untuk berbagi kasih, sehingga kehadiran mereka sungguh membawa kebaikan bagi sesama.

APP 2 Lingkungan St. Theresia : Potensi Dana Sosial Gereja, Fungsi Dan Sifatnya.

Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) ke-2 Lingkungan St. Theresia kembali dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di rumah Ibu Nanik selaku Ketua Lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh umat lingkungan yang berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk mengikuti doa dan pendalaman iman selama masa APP.

Dalam pertemuan ini, umat merenungkan tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.”Kegiatan diawali dengan doa pembuka dan dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Kisah Para Rasul 4:32–37, yang menggambarkan kehidupan jemaat perdana yang hidup dalam persatuan hati dan saling berbagi dengan sesama. Bacaan Kitab Suci ini mengajak umat untuk meneladani semangat solidaritas, di mana segala yang dimiliki dipergunakan untuk kepentingan bersama dan membantu mereka yang membutuhkan.

Selanjutnya, umat mendapatkan pemaparan mengenai berbagai bentuk dana sosial dalam Gereja menurut tingkatannya. Pada tingkat nasional, dana sosial dikelola oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sebagai bentuk kepedulian Gereja secara luas terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Kemudian pada tingkat keuskupan, dana sosial digunakan untuk mendukung berbagai karya pastoral dan pelayanan sosial di wilayah keuskupan. Pada tingkat kevikepan, dana sosial berfungsi membantu koordinasi serta pelayanan antar paroki dalam satu wilayah kevikepan. Sementara itu, pada tingkat paroki, dana sosial dimanfaatkan secara langsung untuk membantu umat yang membutuhkan serta mendukung kegiatan sosial di lingkungan paroki.

Pertemuan ini dihadiri oleh umat Lingkungan St. Theresia yang dengan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Setelah pemaparan materi, umat juga diajak untuk sharing dan refleksi bersama, sehingga setiap peserta dapat memahami lebih dalam pentingnya dana sosial sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih kepada sesama.

Kegiatan APP ke-2 ini berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, dimulai dari doa pembuka, pembacaan Kitab Suci, pendalaman materi, sharing bersama, hingga ditutup dengan doa penutup.

Melalui pertemuan ini, umat diharapkan semakin menyadari bahwa dana sosial gereja merupakan sarana untuk mewujudkan semangat solidaritas, kebersamaan, dan pelayanan kasih, sehingga Gereja dapat terus hadir membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

Penerimaan Abu: Lingkungan St. Theresia Bertugas Among Tamu dan Menghitung Kolekte

Umat Katolik mengawali Masa Prapaskah dengan mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu, yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi sebagai simbol pertobatan, kerendahan hati, dan tekad untuk memperbarui hidup.

Dalam perayaan ini, Lingkungan St. Theresia mendapat tugas pelayanan sebagai among tamu dan petugas penghitung kolekte. Para petugas melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat pelayanan sebagai wujud nyata keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja.

Pelayanan among tamu dilakukan dengan menyambut umat secara ramah, membantu mengarahkan tempat duduk, serta menciptakan suasana yang tertib dan kondusif agar perayaan Ekaristi dapat berlangsung dengan khidmat. Sementara itu, tim penghitung kolekte menjalankan tugas dengan teliti, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Perayaan Ekaristi Rabu Abu ini dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, dan diikuti oleh umat dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh umat memasuki masa tobat Prapaskah dengan hati yang terbuka, semangat pertobatan, serta komitmen untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan dan sesama.

Melalui penerimaan abu, umat diingatkan akan hakikat hidup manusia: berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Kesadaran ini mendorong umat untuk semakin rendah hati, tekun dalam doa, setia dalam puasa dan pantang, serta aktif dalam karya kasih nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga pelayanan yang dilakukan oleh Lingkungan St. Theresia menjadi berkat bagi seluruh umat dan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, persaudaraan, serta solidaritas dalam kehidupan menggereja.

“Selamat Memasuki Masa Prapaskah, Tuhan Memberkati”

Doa Syukur Bersama Lingkungan St. Theresia: Mengucap Syukur dan Mendoakan Pemulihan

Sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan, umat Lingkungan St. Theresia, melaksanakan kegiatan doa bersama dan kunjungan kasih pada Kamis, 8 Januari 2026 di kediaman Bapak KPS. Prononagoro, salah satu umat Lingkungan St. Theresia yang saat ini sedang menjalani proses pemulihan kesehatan.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengucap syukur atas rahmat Tuhan, sekaligus mendoakan agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan dukungan dan semangat bagi Bapak KPS. Prononagoro dan keluarga. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, umat berkumpul untuk berdoa bersama, saling menyapa, berbincang santai, dan berbagi perhatian sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih persaudaraan.

Kebersamaan dalam doa ini menjadi momen yang menenangkan dan menguatkan, tidak hanya bagi yang sedang dalam proses pemulihan, tetapi juga bagi seluruh umat yang hadir. Kehadiran sederhana, doa, dan perhatian yang diberikan diharapkan mampu menumbuhkan semangat, harapan, serta keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan.

Melalui kegiatan ini, Lingkungan St. Theresia berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan terus hidup dan berkembang di tengah umat. Semoga Bapak KPS. Prononagoro senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan pemulihan yang sempurna oleh Tuhan, serta dapat segera kembali beraktivitas seperti sediakala.

Doa Rutin Lingkungan St. Theresia : Meneladani Iman Perempuan Siro-Fenesia

Lingkungan St. Theresia kembali mengadakan kegiatan doa rutin pada Kamis, 12 Februari 2026, yang diikuti oleh umat lingkungan dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan pengharapan umat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan doa rutin ini dilaksanakan di rumah Keluarga Bapak Gelung Minangkoro, dengan rangkaian acara meliputi doa pembuka, pujian, pembacaan Injil, renungan, doa umat, serta doa penutup. Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana hening, khidmat, dan penuh penghayatan.

Renungan pada kesempatan ini diambil dari Injil Markus 7:24–30 dengan tema “Perempuan Siro-Fenesia yang Percaya.” Bacaan Injil ini mengisahkan seorang perempuan non-Yahudi yang dengan penuh kerendahan hati dan ketekunan iman datang kepada Yesus untuk memohon kesembuhan bagi anaknya. Meskipun awalnya mengalami penolakan, ia tidak menyerah, melainkan tetap percaya penuh pada belas kasih dan kemurahan Tuhan. Keteguhan imannya menunjukkan bahwa iman sejati adalah iman yang gigih, teguh, dan tidak mudah menyerah.

Dalam konteks sosial dan religius pada masa itu, keselamatan dipahami hanya diperuntukkan bagi bangsa Yahudi. Namun, melalui kisah ini, Yesus menegaskan bahwa keselamatan Allah terbuka bagi semua bangsa, tanpa dibatasi oleh latar belakang, suku, maupun status sosial. Tuhan hadir untuk menyelamatkan semua orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus dan penuh iman.

Kisah Perempuan Siro-Fenesia juga mengajarkan kepada kita tentang iman yang tidak menuntut, tidak memaksa, tetapi percaya sepenuhnya pada belas kasih dan kemurahan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap datang kepada Tuhan dengan berbagai tuntutan dan harapan. Namun, melalui renungan ini, umat diajak untuk belajar berserah, setia, dan sabar, sebab jawaban atas doa-doa kita selalu lahir dari kasih Tuhan, bukan dari paksaan manusia.

Beberapa pesan iman yang dapat direnungkan bersama dari Injil hari ini adalah:

  1. Mukjizat Tuhan terjadi menurut kehendak-Nya
  2. Jawaban atas doa-doa kita adalah karena belas kasih dan kemurahan Tuhan
  3. Iman yang benar adalah percaya kepada Tuhan tanpa perlu bukti nyata.

Melalui kegiatan doa rutin ini, umat Lingkungan St. Theresia diharapkan semakin diteguhkan dalam iman dan pengharapan. Jangan menyerah, jangan berhenti berharap, dan jangan mundur karena satu penolakan. Tetaplah percaya dan berserah sepenuhnya pada belas kasih serta kemurahan Tuhan, sebab di sanalah sumber kekuatan sejati kita.

Kamis Penuh Berkah Bersama Umat Lingkungan St. Theresia

Doa Rutin yang dilakukan dua kali dalam sebulan, setiap hari Kamis, umat Lingkungan St. Theresia berkumpul untuk mengikuti doa. Di tengah kesibukan dan padatnya aktivitas sehari-hari, momen ini menjadi waktu yang pas untuk berhenti sejenak, waktu memuji Tuhan bersama seluruh umat lingkungan.

Suasana doa berlangsung sederhana namun penuh makna. Dengan puji-pujian, bacaan Kitab Suci, serta doa bersama, umat diajak untuk saling menguatkan dalam iman dan pengharapan. Kehadiran umat yang setia menjadi bukti nyata kerinduan untuk terus bertumbuh secara rohani.

Tak hanya sebagai sarana pendalaman iman, doa rutin ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan dan kekeluargaan antarumat. Canda ringan, senyum, dan sapaan hangat setelah doa menambah rasa akrab dan memperkuat tali persaudaraan di Lingkungan St. Theresia.

Semoga melalui kegiatan sederhana namun penuh berkat ini, iman umat semakin diteguhkan, hati semakin dikuatkan, dan kasih Tuhan semakin nyata dalam setiap langkah kehidupan.

Dalam Satu Irama, Satu Iman: Pelayanan Koor Lingkungan St. Theresia pada Misa Kudus 1 Februari 2026

Dalam semangat pelayanan dan ungkapan syukur kepada Tuhan, Lingkungan St. Theresia melaksanakan tanggungan koor gereja pada Minggu, 1 Februari 2026, dalam Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 07.00 WIB. Seluruh anggota koor telah bersiap sejak sebelum misa dimulai, sebagai bentuk tanggung jawab dan kesiapan dalam mempersembahkan pelayanan terbaik bagi kemuliaan nama Tuhan.

Pelayanan koor pada perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Ibu Melania Alfreda Noeng dan Ibu Maria Sode Muda selaku dirigen koor, yang dengan penuh ketekunan dan dedikasi membimbing seluruh anggota koor agar dapat melantunkan pujian dengan harmonis, selaras, dan penuh penghayatan. Sementara itu, tugas pemazmur dipercayakan kepada Mba Chiera ( pemazmur muda yang mau belajar dan tampil perdana di Gereja ), yang membawakan mazmur tanggapan dengan khidmat dan penuh penghayatan, sehingga semakin membantu umat untuk memasuki suasana doa.

Seluruh rangkaian pelayanan koor berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan. Lantunan pujian yang dipersembahkan diharapkan mampu menghadirkan suasana peribadatan yang semakin mendalam, serta menuntun umat untuk semakin menghayati misteri iman dalam Perayaan Ekaristi.

Melalui pelayanan ini, Lingkungan St. Theresia bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk ambil bagian dalam karya pelayanan Gereja. Semoga setiap pujian dan doa yang dipersembahkan menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan, serta semakin meneguhkan iman, harapan, dan kasih seluruh umat.

Menggema Dalam Doa : Latihan Koor Lingkungan St. Theresia

Lingkungan St. Theresia melaksanakan kegiatan latihan koor pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di rumah Ibu Ketua Lingkungan, sebagai bagian dari persiapan tanggungan koor gereja pada Perayaan Ekaristi tanggal 1 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat pelayanan.

Dokumentasi : Latihan koor yang dipimpin langsung oleh Koordinator Tim Pelayanan Koor.

Latihan koor diikuti oleh seluruh unsur umat Lingkungan St. Theresia, yang terdiri dari para Bapak, Ibu, serta Orang Muda Katolik (OMK). Kehadiran lintas generasi ini menjadi cerminan semangat kebersamaan, persatuan, dan komitmen bersama dalam membangun pelayanan liturgi yang berkualitas dan penuh penghayatan.

Kegiatan latihan dipimpin langsung oleh Koordinator Tim Pelayanan Koor, Ibu Maria Sode Muda, yang dengan penuh ketekunan dan dedikasi membimbing para peserta dalam penguasaan teknik vokal lagu-lagu liturgi yang akan dibawakan. Arahan dan pendampingan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan koor, baik dari segi teknis maupun penghayatan iman.

Melalui latihan yang terarah dan persiapan yang matang ini, diharapkan pelayanan koor Lingkungan St. Theresia pada Perayaan Ekaristi tanggal 1 Februari 2026 dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar, sehingga mampu mendukung kekhusyukan liturgi serta membantu umat untuk semakin menghayati makna perayaan iman.

Dalam Semangat Pelayanan: Serah Terima Jabatan dan Rapat Pleno Pengurus Lingkungan St. Theresia

Serah Terima Jabatan Ketua Lingkungan Lama kepada Ketua Lingkungan Baru 2026/2028

Dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, Lingkungan St. Theresia melaksanakan kegiatan Serah Terima Jabatan dan Rapat Pleno Pengurus Lingkungan pada Sabtu, 11 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Ketua Lingkungan. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh berkat Tuhan.

Acara ini dihadiri oleh seluruh koordinator pengurus lingkungan, yang berkumpul dengan satu hati dan satu tujuan, yakni melayani Tuhan melalui pelayanan kepada sesama. Kehadiran seluruh pengurus menjadi wujud nyata semangat persaudaraan, kebersamaan, serta komitmen untuk terus membangun lingkungan yang hidup, peduli, dan berlandaskan kasih.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembuka, sebagai ungkapan penyerahan diri kepada penyelenggaraan Tuhan. Selanjutnya dilaksanakan prosesi serah terima jabatan, yang menjadi momen penuh makna, sebagai tanda regenerasi pelayanan dan kepercayaan yang diberikan untuk melanjutkan karya kasih di Lingkungan St. Theresia. Momen ini mengajak seluruh pengurus untuk semakin setia, rendah hati, dan tulus dalam menjalankan setiap tugas pelayanan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat pleno, yang diisi dengan, evaluasi, serta perencanaan program kerja ke depan. Melalui dialog yang hangat dan penuh semangat, para pengurus saling berbagi gagasan, harapan, dan komitmen, demi terwujudnya pelayanan yang semakin berkualitas dan menyentuh hati umat.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan serta permohonan berkat Tuhan agar setiap pengurus senantiasa diberi hikmat, kekuatan, kesabaran, dan kerendahan hati dalam melayani. Semoga melalui kepengurusan yang baru, Lingkungan St. Theresia semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, serta menjadi sarana berkat bagi seluruh umat dan sesama.

ADVEN KE IV, Ibadat Keluarga Kudus di Lingkungan: Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan


Menjelang akhir masa Natal, umat di lingkungan-lingkungan Stasi Maguwo melaksanakan Ibadat Keluarga Kudus sebagai momen untuk kembali meneguhkan panggilan keluarga kristiani. Ibadat tahun ini mengangkat tema:
“Bersama-Sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”

Melalui ibadat sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin memaknai kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga sebagai komunitas terkecil yang membentuk Gereja. Keluarga yang hidup dalam sukacita dan harapan akan lebih mampu menjadi inspirasi dan saluran kebaikan bagi masyarakat sekitar.


Tujuan Ibadat

Pertemuan ini bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa kehadiran Kristus tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dalam relasi keluarga, kebersamaan, dan hidup menggereja di lingkungan. Dengan demikian, keluarga kristiani semakin menjadi tempat:

  • tumbuhnya sukacita,
  • bertumbuhnya iman,
  • serta lahirnya tindakan kasih yang menyejahterakan sesama.


Bacaan Injil: Lukas 2:41–52

Ibadat ditopang oleh bacaan Injil tentang Yesus yang berada di Bait Allah pada usia dua belas tahun. Kisah ini menggambarkan dinamika keluarga yang pernah mengalami kehilangan, keresahan, dan pencarian, namun semuanya dijalani dengan kasih dan kesetiaan.


Renungan Singkat: Tiga Makna Keluarga Kudus

Pemandu atau pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan tiga pokok inspiratif dari Keluarga Kudus Nazaret:

1. Keluarga yang Bahagia

Keluarga Kudus tidak steril dari masalah. Mereka sempat mengalami kekhawatiran besar ketika Yesus hilang. Namun mereka menghadapinya dengan:

  • cinta kasih,
  • kepercayaan penuh,
  • komunikasi yang terbuka.

Bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi kemampuan untuk saling menopang dan bertumbuh bersama dalam setiap situasi.

2. Keluarga yang Menginspirasi

Maria dan Yosef menunjukkan ketaatan yang mendalam pada kehendak Allah. Mereka menjadi teladan keluarga sederhana yang hidup dari iman. Dari merekalah kita belajar bahwa keluarga adalah sekolah iman pertama, tempat nilai-nilai Kristiani ditanamkan secara nyata.

3. Keluarga yang Menyejahterakan

Yesus tumbuh menjadi pribadi yang “bertambah hikmat, besar, dan disukai Allah dan manusia”. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari kesejahteraan rohani dan jasmani yang Ia terima dalam keluarga-Nya.

Keluarga yang menyejahterakan adalah keluarga yang menumbuhkan potensi tiap anggotanya sehingga mampu menjadi berkat bagi dunia, membawa damai, dan menghadirkan kebaikan.


Litani Permohonan

Dalam litani permohonan, umat bersama-sama memohon agar setiap keluarga:

  • diberi kekuatan menghadapi tantangan,
  • diteguhkan dalam cinta,
  • serta dipenuhi semangat untuk menjadi keluarga yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Doa Penutup & Berkat

Ibadat diakhiri dengan doa penutup, menyerahkan keluarga masing-masing ke dalam penyertaan Tuhan. Setelah itu, umat menerima berkat penutup yang menjadi tanda pengutusan agar setiap keluarga semakin menjadi cermin kasih Allah di tengah masyarakat.