Menjadi seorang Pemazmur adalah bagian penting dalam tugas pelayanan di Gereja. Tidak hanya sekadar bernyanyi, namun seorang Pemazmur adalah pewarta Sabda Tuhan yang menyampaikan firman lewat Mazmur Tanggapan dalam Perayaan Ekaristi. Bagi banyak orang, termasuk kami yang hadir dalam pelatihan ini, menjadi Pemazmur adalah sebuah panggilan hidup—panggilan untuk mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja sebagai bentuk kasih dan syukur atas berkat Tuhan, begitu kata Mbak Vera, salah seorang peserta pelatihan Pemazmur GMBA.

Pada tanggal 23 November, telah terlaksana kegiatan Pelatihan Pemazmur GMBA yang diselenggarakan oleh Tim Pelayanan Pemazmur Stasi Maguwo. Kegiatan ini menjadi salah satu program pengembangan yang dirancang dengan tujuan menyegarkan kembali semangat pelayanan, memperdalam pemahaman tentang tugas seorang Pemazmur, serta menambah wawasan teknik bernyanyi secara benar dan liturgis. Pelatihan ini juga dibuka bagi anggota baru dari setiap lingkungan yang ingin terlibat dalam pelayanan pewartaan melalui mazmur.

Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Antonius Gathut Bintarto, seorang pemazmur sekaligus organis di Gereja Bintaran yang telah berpengalaman memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para pelayan liturgi. Pelatihan diawali dengan latihan olah vokal serta pemahaman mengenai bagaimana seorang pemazmur mampu menyampaikan Firman Tuhan melalui nyanyian yang benar, penuh penghayatan, dan menyentuh hati umat.

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan antusias. Para peserta memperoleh banyak wawasan baru mengenai persiapan sebelum bertugas, sikap seorang pemazmur di mimbar, pemenggalan kalimat yang tepat, koordinasi dengan organis, hingga bagaimana menghadapi rasa takut, grogi, dan tantangan lain dalam pelayanan. Tidak hanya teori, Pak Gathut juga memandu praktik langsung bagaimana mendalami makna setiap kata dalam Mazmur Tanggapan, hingga mempraktikkan penyampaian firman dengan cara yang benar.
Selama kurang lebih tiga jam, seluruh peserta menikmati proses pelatihan yang inspiratif dan membangun. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang sebagai ungkapan syukur dan kegembiraan dalam kebersamaan.
Harapan kami, seluruh anggota Pemazmur Stasi Maguwo dapat menerapkan praktik baik yang telah dipelajari, terus berkembang dalam pelayanan, dan setia pada panggilan menjadi pewarta Sabda Tuhan melalui mazmur.
Mari kita berproses bersama dalam semangat pelayanan.
Mari menjadi pewarta yang setia dan memberikan yang terbaik.
Selamat dan Semangat Melayani.
Tuhan memberkati.












Leave a Reply