Semangat Kartini dalam Kebaya: Pertemuan Rutin Ibu-Ibu Lingkungan St. Maria Assumpta di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo


Pertemuan rutin ibu-ibu Lingkungan St. Maria Assumpta kembali dilaksanakan dengan penuh kehangatan pada Minggu, 19 April 2026, bertempat di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kegiatan ini terasa semakin istimewa karena seluruh peserta hadir mengenakan kebaya sebagai dresscode, dalam rangka memperingati semangat Raden Ajeng Kartini yang menginspirasi perempuan untuk terus berkarya dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan menggereja.


Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan dilanjutkan dengan lagu “Ibu Kita Kartini”, yang semakin membangkitkan semangat nasionalisme dan penghargaan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan peran perempuan di tengah masyarakat.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, kemudian arisan rutin yang menjadi momen penuh sukacita sekaligus sarana mempererat tali persaudaraan antaranggota. Suasana hangat dan akrab terasa dalam setiap interaksi, mencerminkan kebersamaan yang semakin kuat di antara ibu-ibu lingkungan.

Dalam pertemuan ini juga disampaikan berbagai informasi penting terkait warta gereja dan kegiatan lingkungan, sehingga seluruh anggota dapat mengikuti perkembangan terbaru serta ambil bagian dalam setiap pelayanan yang ada. Tidak kalah penting, ibu-ibu juga melakukan persiapan koor untuk misa, sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam mendukung liturgi gereja agar semakin hidup dan bermakna.


Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari kegiatan ibu-ibu Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang rutin dilaksanakan untuk mempererat iman dan kebersamaan. Balutan kebaya yang dikenakan tidak hanya menambah keindahan suasana, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan perempuan Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Raden Ajeng Kartini terus menginspirasi ibu-ibu Lingkungan St. Maria Assumpta untuk semakin aktif, solid, dan setia dalam pelayanan, baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun masyarakat.

Wujudkan Aksi Nyata APP 2026, Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata Sambangi Umat Lansia

Semangat Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 tidak hanya berhenti pada 5 kali pertemuan ibadat lingkungan dan pengumpulan kotak APP saja. Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata mewujudkannya secara nyata melalui aksi kunjungan kasih kepada umat lanjut usia (lansia) dan mereka yang sedang sakit di wilayah lingkungan, Jumat (10 April 2026)

Kegiatan ini menyasar para lansia yang karena keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan, sudah tidak memungkinkan lagi untuk hadir secara fisik mengikuti Misa Mingguan di Gereja.

Kehadiran Gereja di Tengah Keluarga

Ketua Lingkungan St. Maria Immaculata Bapak St. Kristiantara menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja lingkungan yang diselaraskan dengan tema APP 2026. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap anggota komunitas, terutama yang paling rentan, tetap merasa menjadi bagian utuh dari persekutuan Gereja. Ada 3 umat lansia yang dikunjungi yakni Ibu Ngadiyanto, Bapak Soebardjo, dan Bapak Wagimin.

“Kami ingin menyapa saudara-saudara kita yang sudah sepuh. Meskipun mereka tidak bisa ke Gereja, Gereja-lah yang mendatangi mereka. Ini adalah bentuk pertobatan nyata melalui tindakan kasih,” ujar Ketua Lingkungan di sela-sela kunjungan.

Lebih dari Sekadar Kunjungan

Dalam kunjungan tersebut, para pengurus tidak hanya datang untuk bertegur sapa, tetapi juga mengajak umat yang dikunjungi untuk berdoa bersama , lalu memberikan bingkisan kasih sebagai simbol perhatian dari seluruh warga lingkungan dan yang tidak kalah penting adalah membantu memfasilitasi komunikasi jika umat yang bersangkutan merindukan Sakramen Pengurapan Orang Sakit atau Komuni Kudus yang diantarkan oleh Prodiakon.

Salah satu umat lansia yang dikunjungi, Ibu Ngadiyanto, mengungkapkan rasa harunya. “Saya merasa sangat bahagia. Walau kaki sudah sulit melangkah ke altar, doa-doa dari pengurus lingkungan membuat saya merasa tetap dekat dengan Tuhan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Dimana ibu Ngadiyanto setiap minggu diantar komuni oleh prodiakon lingkungan.

Menghidupkan Semangat Solidaritas

Aksi ini diharapkan dapat memicu semangat solidaritas bagi umat lainnya, terutama kaum muda, untuk lebih peduli terhadap sesama di sekitar mereka. Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata berharap kegiatan ini konsisten dilakukan, bukan hanya di masa Prapaskah, melainkan menjadi identitas komunitas yang inklusif.

Melalui langkah kecil ini, lingkungan St. Maria Immaculata membuktikan bahwa Aksi Puasa Pembangunan bukan sekadar wacana, melainkan jembatan kasih yang menghubungkan hati setiap umat, tanpa peduli jarak fisik maupun keterbatasan usia.

Semangat Kebangkitan dan Sukacita Saudara Baru: Paskahan Lingkungan St. Maria Immaculata

Kamis, 09 April 2026 , Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan umat Lingkungan St. Maria Immaculata dalam rangka merayakan Paskah tahun ini. Perayaan yang menjadi puncak dari masa Prapaskah ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan momen refleksi mendalam mengenai kemenangan iman atas maut.

Makna Paskah: Dari Kegelapan Menuju Terang

Bagi umat di Lingkungan St. Maria Immaculata, Paskah tahun ini dimaknai sebagai titik balik spiritual. Paskah bukan hanya merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari mati, tetapi juga simbol harapan bagi setiap pribadi untuk bangkit dari kegelapan dosa menuju terang kehidupan yang baru.

“Paskah mengajarkan kita bahwa tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Kemenangan Kristus adalah jaminan bahwa kasih selalu lebih kuat dari kebencian, dan hidup lebih berkuasa daripada kematian,” ujar salah satu pengurus lingkungan dalam sambutannya.

Sambutan Hangat untuk Para Baptisan Baru

Sukacita Paskah kali ini terasa kian spesial dengan hadirnya wajah-wajah baru di tengah persekutuan. Lingkungan St. Maria Immaculata dengan penuh sukacita menyambut para warga lingkungan yang telah resmi menerima Sakramen Baptis pada Misa Vigili Paskah kemarin malam. Yakni keluarga Bapak Rafael dan Keluarga Ibu Nita.

Prosesi penyambutan dilakukan dengan sederhana namun penuh makna. Warga lingkungan memberikan ucapan selamat datang sebagai anggota baru dalam keluarga besar Gereja Katolik. Kehadiran mereka dipandang sebagai “semangat iman” yang memperkuat paguyuban di lingkungan tersebut.

“Melihat saudara-saudara kita mengenakan kain putih dan menerima lilin Paskah pada saat saudara kita di Misa Vigili Paskah adalah pengingat bagi kita semua akan janji baptis kita sendiri. Kami sangat bahagia menyambut mereka di rumah ini,” ungkap Bapak Kristiantara selaku Ketua Lingkungan St. Maria Immaculata

Doa dan Harapan: Menjadi Katolik yang Teguh

Sebagai bentuk dukungan spiritual, seluruh umat Lingkungan St. Maria Immaculata memanjatkan doa bersama bagi para baptisan baru. Umat berdoa agar para anggota baru ini yaitu Setia pada panggilannya sebagai murid Kristus di tengah tantangan zaman. Lalu menjadi orang Katolik yang baik, yang mampu memancarkan kasih dalam tindakan sehari-hari, serta diharapkan memiliki iman yang teguh, tidak mudah goyah, dan terus bertumbuh dalam bimbingan Roh Kudus.

Perayaan diakhiri dengan ramah tamah bersama, mempererat tali persaudaraan antarwarga tanpa sekat antara anggota lama maupun yang baru dibaptis. Dengan semangat Paskah, Lingkungan St. Maria Immaculata berkomitmen untuk terus berjalan bersama sebagai saksi-saksi kebangkitan Kristus di tengah masyarakat.

Melayani dalam Harmoni: Tugas Kor Bramin Minggu Biasa V Tahun A

Lingkungan Brayat Minulya (Bramin) berkesempatan melayani kor dalam misa biasa minggu V Tahun A yang berlangsung pada hari Minggu, 8 Februari 2026.

Kor Bramin membawakan puji-pujian dengan bantuan organis Mas Yudha dari Lingkungan Yohanes Pembaptis. Mas Hayom, remaja Bramin, bertugas sebagai pemazmur dalam misa pada kali ini.

Adapun lagu pembukaan diambil dari Puji Syukur (PS) 683 Kau Dipanggil Tuhan, Bapa Kami versi Konvenas, lagu komuni dari PS 434 Santapan Peziarah dan PS 545 Ya Yesus, Bersabdalah, serta lagu penutup dari PS 700 Hai, Bangkit Bagi Yesus. Sementara itu, kor membawakan ordinarium dari Misa Manado.

“Pasukan” kor Bramin diperkuat oleh para suster dan calon suster dari kongregasi RMI yang komunitasnya berlokasi di lingkungan Bramin. Selain para suster, remaja dan OMK Bramin juga turut berpartisipasi dalam pelayanan kor.

Dalam harmoni, kor Bramin mempersembahkan puji-pujian, bersama seluruh umat menghayati ekaristi sebagai ungkapan rasa syukur dan persatuan dengan Tuhan.

Tugas Koor Misa Jumat Pertama Lingkungan St. Maria Immaculata

The current image has no alternative text. The file name is: WhatsApp-Image-2026-02-06-at-7.03.27-PM.jpeg

Jumat, 06 Februari 2026 diadakan Misa Jumat Pertama di gereja St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Dan kebetulan yang bertugas koor adalah lingkungan St. Maria Immaculata. Jumat Pertama sendiri merupakan salah satu bentuk devosi umat Katolik kepada Hati Kudus Yesus, yang dirayakan setiap bulan sebagai ungkapan syukur, pertobatan, dan pembaruan iman. Dalam perayaan Ekaristi ini, keterlibatan umat sangatlah penting, termasuk peran koor lingkungan yang bertugas mengiringi jalannya misa dengan pujian dan nyanyian.

Koor lingkungan bertanggung jawab menyiapkan lagu-lagu liturgi yang sesuai dengan tema Jumat Pertama, seperti lagu-lagu yang menekankan kasih, pengorbanan, dan kerahiman Hati Kudus Yesus. Persiapan ini mencakup latihan bersama, pemilihan lagu dan koordinasi dengan tim liturgi supaya sesuai dengan tema.

Melalui pelayanan koor dalam Misa Jumat Pertama, Lingkungan Maria Immaculata diharapkan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, partisipasi aktif umat, serta kecintaan terhadap liturgi Gereja. Semoga setiap lagu yang dilantunkan menjadi doa yang hidup, menguatkan iman, dan membawa berkat bagi seluruh umat yang hadir.

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter diselenggarakan pada 6 Feb 26. Kegiatan ini bertempat di Gazebo GMBA Maguwo dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai lingkungan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, tema, serta teknis pelaksanaan lomba video dokumenter. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan terkait alur pendaftaran, ketentuan lomba, hingga kriteria penilaian yang akan digunakan oleh panitia.

Perwakilan masing-masing Lingkungan mengikuti kegiatan dengan antusias. Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu mempersiapkan karya video dokumenter yang kreatif, informatif, serta sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam lomba.

Dengan adanya kegiatan ini, Lingkungan-lingkungan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam lomba video dokumenter dan menjadikan media video sebagai sarana pewartaan, dokumentasi, serta pengembangan kreativitas umat.

Pertemuan Perdana Wil Sang Timur & Wil De Britto Membahas Kepanitiaan Paskah 2026 GMBA Maguwo

GMBA Maguwo. Selasa malam telah diadakan pertemuan koordinasi untuk membahas persiapan Perayaan Paskah 2026. Pertemuan ini melibatkan pengurus Wilayah Sang Timur dan Wilayah De Britto sebagai langkah awal dalam menyusun kepanitiaan serta perencanaan kegiatan Paskah.

Pertemuan dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 18.30 WIB, bertempat di Ruang Rapat Sekretariat GMBA Maguwo. Suasana pertemuan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab demi terselenggaranya perayaan Paskah yang baik dan bermakna.

Agenda utama dalam pertemuan ini meliputi pembahasan konsep awal Perayaan Paskah 2026, penyusunan struktur kepanitiaan, serta pembuatan time schedule kegiatan sebagai panduan pelaksanaan ke depan. Setiap peserta turut memberikan masukan dan usulan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan terkoordinasi dan tepat waktu.

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi sarana mempererat kerja sama antarwilayah serta menyamakan visi dalam pelayanan. Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan terarah sejak awal, diharapkan setiap bidang kepanitiaan dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Hasil pertemuan ini akan menjadi dasar untuk pertemuan lanjutan guna mematangkan persiapan teknis dan memastikan seluruh tahapan kegiatan Paskah 2026 berjalan sesuai rencana.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbentuk kepanitiaan yang solid serta perencanaan yang matang, sehingga Perayaan Paskah 2026 di GMBA Maguwo dapat dilaksanakan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh umat.

ADVEN KE IV, Ibadat Keluarga Kudus di Lingkungan: Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan


Menjelang akhir masa Natal, umat di lingkungan-lingkungan Stasi Maguwo melaksanakan Ibadat Keluarga Kudus sebagai momen untuk kembali meneguhkan panggilan keluarga kristiani. Ibadat tahun ini mengangkat tema:
“Bersama-Sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”

Melalui ibadat sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin memaknai kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga sebagai komunitas terkecil yang membentuk Gereja. Keluarga yang hidup dalam sukacita dan harapan akan lebih mampu menjadi inspirasi dan saluran kebaikan bagi masyarakat sekitar.


Tujuan Ibadat

Pertemuan ini bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa kehadiran Kristus tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dalam relasi keluarga, kebersamaan, dan hidup menggereja di lingkungan. Dengan demikian, keluarga kristiani semakin menjadi tempat:

  • tumbuhnya sukacita,
  • bertumbuhnya iman,
  • serta lahirnya tindakan kasih yang menyejahterakan sesama.


Bacaan Injil: Lukas 2:41–52

Ibadat ditopang oleh bacaan Injil tentang Yesus yang berada di Bait Allah pada usia dua belas tahun. Kisah ini menggambarkan dinamika keluarga yang pernah mengalami kehilangan, keresahan, dan pencarian, namun semuanya dijalani dengan kasih dan kesetiaan.


Renungan Singkat: Tiga Makna Keluarga Kudus

Pemandu atau pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan tiga pokok inspiratif dari Keluarga Kudus Nazaret:

1. Keluarga yang Bahagia

Keluarga Kudus tidak steril dari masalah. Mereka sempat mengalami kekhawatiran besar ketika Yesus hilang. Namun mereka menghadapinya dengan:

  • cinta kasih,
  • kepercayaan penuh,
  • komunikasi yang terbuka.

Bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi kemampuan untuk saling menopang dan bertumbuh bersama dalam setiap situasi.

2. Keluarga yang Menginspirasi

Maria dan Yosef menunjukkan ketaatan yang mendalam pada kehendak Allah. Mereka menjadi teladan keluarga sederhana yang hidup dari iman. Dari merekalah kita belajar bahwa keluarga adalah sekolah iman pertama, tempat nilai-nilai Kristiani ditanamkan secara nyata.

3. Keluarga yang Menyejahterakan

Yesus tumbuh menjadi pribadi yang “bertambah hikmat, besar, dan disukai Allah dan manusia”. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari kesejahteraan rohani dan jasmani yang Ia terima dalam keluarga-Nya.

Keluarga yang menyejahterakan adalah keluarga yang menumbuhkan potensi tiap anggotanya sehingga mampu menjadi berkat bagi dunia, membawa damai, dan menghadirkan kebaikan.


Litani Permohonan

Dalam litani permohonan, umat bersama-sama memohon agar setiap keluarga:

  • diberi kekuatan menghadapi tantangan,
  • diteguhkan dalam cinta,
  • serta dipenuhi semangat untuk menjadi keluarga yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Doa Penutup & Berkat

Ibadat diakhiri dengan doa penutup, menyerahkan keluarga masing-masing ke dalam penyertaan Tuhan. Setelah itu, umat menerima berkat penutup yang menjadi tanda pengutusan agar setiap keluarga semakin menjadi cermin kasih Allah di tengah masyarakat.

Pesta Nama Maria Immaculata: Merawat Iman dalam Sukacita Kebersamaan

Lingkungan Maria Immaculata Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo merayakan Pesta Nama Maria Immaculata pada Senin, 8 Desember 2025, bertempat di rumah Bapak Sikun Pribadi. Perayaan ini berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan, serta dihadiri oleh sekitar 35 umat Lingkungan Maria Immaculata.

Acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Prodiakon Lingkungan. Dalam suasana doa yang sederhana namun mendalam, umat diajak untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan serta meneladani iman Bunda Maria sebagai Bunda Allah yang tak bernoda.

Usai ibadah, kebersamaan semakin terasa dalam ramah tamah antarumat. Suasana menjadi semakin meriah ketika anak-anak lingkungan menampilkan beberapa lagu rohani dengan penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini dilengkapi dengan pembagian doorprize bagi anak-anak, yang menambah sukacita dan tawa seluruh hadirin.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan iman yang mengangkat tema peran Bunda Maria sebagai pilihan Allah untuk melahirkan Juruselamat dunia. Sarasehan ini dibawakan oleh Bapak Sikun Pribadi dan Bapak Purwoharsanto, yang mengajak umat untuk semakin mengenal dan meneladani keutamaan hidup Bunda Maria.

Dari sarasehan tersebut, umat diajak untuk merefleksikan bahwa Bunda Maria merupakan teladan utama bagi setiap orang beriman, terutama dalam tiga hal pokok, yaitu:

  1. Penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan,
  2. Ketaatan penuh pada kehendak Allah, dan
  3. Kesetiaan dalam menanggung penderitaan dengan iman dan harapan.

Perayaan Pesta Nama Maria Immaculata ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat persaudaraan antarumat, tetapi juga memperdalam iman dan semangat hidup Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Semoga teladan Bunda Maria senantiasa menguatkan umat Lingkungan Maria Immaculata untuk terus berjalan setia dalam panggilan iman.

Adven II Stasi Maguwo: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi


Memasuki Minggu Adven II, umat Stasi Maguwo kembali berkumpul dalam suasana hening dan penuh harapan untuk mengikuti pertemuan dengan tema “Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi.” Tema ini mengajak umat untuk berani melangkah, mengambil peran, dan menghadirkan terang kasih Tuhan di tengah masyarakat.

Pertemuan diawali dengan nyanyian dan doa pembuka, mengantar umat memasuki momen refleksi. Adven minggu kedua ini mengingatkan bahwa setiap orang dipanggil bukan hanya untuk menantikan kedatangan Tuhan, tetapi juga menjadi tanda kehadiran-Nya melalui tindakan kasih yang nyata.


Tema: Mengambil Langkah Pertama untuk Peradaban Kasih

Dalam pengantar pertemuan, umat diajak menyadari bahwa dunia yang semakin kompleks membutuhkan pribadi-pribadi yang siap menjadi teladan. Gereja yang menginspirasi bukanlah Gereja yang pasif, tetapi Gereja yang berani mengambil langkah pertama untuk menyemai peradaban kasih.

Mulai dari tindakan kecil—menyapa, membantu, mendengarkan, memberi waktu—semua itu menjadi dasar yang membuat komunitas semakin hidup. Adven mengajak umat melihat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian sederhana seseorang untuk memulai.


Inspirasi Iman: Mengisi Kertas Kosong

Untuk memperdalam makna tema, pertemuan Adven II diisi dengan dinamika “Mengisi Kertas Kosong.” Pemandu menyediakan selembar kertas kosong serta beberapa spidol, lalu umat diajak hening sejenak sebelum permainan dimulai.

Satu per satu, setiap peserta diminta memberi satu goresan—entah garis, lingkaran, titik, atau bentuk sederhana lainnya. Goresan sederhana yang saling melengkapi ini perlahan membentuk sebuah gambar utuh.

Dinamika ini membawa pesan mendalam:

  • Sebuah karya besar selalu dimulai dari satu inisiatif kecil.
  • Setiap orang punya peran penting untuk mengisi kekosongan dalam komunitas.
  • Ketika setiap umat memberi kontribusinya, Gereja menjadi lebih indah dan lebih menginspirasi.
  • Tanpa kebersamaan, kertas tetap kosong. Namun dengan kerjasama, kertas itu berubah menjadi karya penuh makna.

Seperti gambar itu, hidup menggereja juga membutuhkan keberanian untuk memulai dan kesediaan untuk berjalan bersama.


Peneguhan Sabda: Matius 3:1–12

Pertemuan kemudian diteguhkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Matius 3:1–12, yang menghadirkan suara Yohanes Pembaptis sebagai pewarta pertobatan. Bacaan ini menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk memperbarui diri, mempersiapkan jalan bagi Tuhan, dan menghasilkan buah-buah pertobatan dalam hidup sehari-hari.

Sabda ini menjadi dorongan agar umat tidak hanya berhenti pada kata-kata, tetapi mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan kasih Tuhan.


Penutup: Melangkah Bersama, Menginspirasi Sesama

Pertemuan Adven II ditutup dengan doa, memohon agar umat diberikan keberanian untuk menjadi Gereja yang bergerak, yang menghadirkan inspirasi, dan yang membangun kesejahteraan melalui aksi-aksi sederhana.

Melalui Adven minggu kedua ini, umat Stasi Maguwo diajak untuk terus melangkah bersama—mengubah “kertas kosong” kehidupan menjadi karya kasih yang hidup dan menginspirasi banyak orang.