Bersama Bunda Maria, Umat Lingkungan Santo Antonius Berdoa bagi Pengembangan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah

MAGUWO – Dalam semangat Bulan Rosario, umat Lingkungan Santo Antonius, Gereja Maria Bunda Allah, Paroki Administratif Maguwo, berkumpul untuk melaksanakan Doa Rosario bersama pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di area Gereja Maria Bunda Allah ini dimulai pukul 18.00 WIB dan dihadiri oleh sekitar 20 umat.

Doa bersama dilaksanakan di sekitar patung Bunda Maria yang menggendong Kanak-kanak Yesus. Dalam suasana malam yang tenang dan penuh kekhusyukan, umat duduk bersama menghadap patung Bunda Maria, dengan membawa rosario serta buku panduan doa. Kehadiran umat mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghidupi devosi kepada Bunda Maria sekaligus mempererat persaudaraan dalam komunitas lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali tepat pukul 18.00 WIB dengan Doa Malaikat Tuhan atau Angelus, yang mengajak umat mengenangkan peristiwa Kabar Sukacita ketika Bunda Maria menerima panggilan Allah untuk menjadi Bunda Sang Juru Selamat. Setelah Doa Angelus, umat melanjutkan dengan Doa Rosario bersama menggunakan Peristiwa Gembira, yang mengajak umat merenungkan lima peristiwa penting dalam awal kehidupan Yesus Kristus, yakni Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel, Maria mengunjungi Elisabet, Yesus dilahirkan di Betlehem, Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah, serta Yesus ditemukan kembali dalam Bait Allah.

Melalui permenungan Peristiwa Gembira tersebut, umat diajak untuk meneladani iman, kerendahan hati, ketaatan, dan kesediaan Bunda Maria dalam menyambut serta melaksanakan kehendak Allah. Peristiwa-peristiwa ini juga mengingatkan umat akan kasih dan penyertaan Tuhan yang hadir dalam kehidupan keluarga, serta mengajak setiap orang untuk senantiasa membuka hati terhadap karya Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan Doa Rosario ini merupakan bagian dari kegiatan rutin yang dijadwalkan oleh Paroki Administratif Maguwo selama bulan Oktober, yang secara khusus diperingati oleh Gereja Katolik sebagai Bulan Rosario. Setiap lingkungan mendapat kesempatan secara bergiliran untuk melaksanakan Doa Rosario di gereja. Melalui kegiatan ini, seluruh umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan permenungan bersama Bunda Maria.

Selain memperdalam kehidupan rohani, kegiatan Doa Rosario kali ini juga memiliki intensi khusus bagi pengembangan kawasan Gereja Maria Bunda Allah. Setelah rangkaian Doa Rosario, umat bersama-sama memanjatkan doa bagi rencana dan proses pengembangan kawasan gereja, memohon penyertaan serta bimbingan Tuhan agar setiap langkah yang ditempuh dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi kehidupan umat.

Doa bagi pengembangan kawasan gereja menjadi wujud kepedulian dan keterlibatan umat dalam mendukung masa depan Gereja Maria Bunda Allah. Pengembangan kawasan gereja bukan hanya berkaitan dengan pembangunan dan penataan fasilitas fisik, melainkan juga merupakan bagian dari upaya menyediakan ruang yang semakin mendukung pertumbuhan iman, pelayanan pastoral, serta kebersamaan seluruh umat.

Melalui doa bersama ini, umat diajak untuk menyadari bahwa pembangunan Gereja tidak hanya diwujudkan melalui dukungan tenaga, pemikiran, maupun materi, tetapi juga melalui kekuatan doa. Setiap umat memiliki kesempatan untuk mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan panggilannya masing-masing.

Suasana doa yang berlangsung di hadapan patung Bunda Maria menghadirkan pengalaman kebersamaan yang penuh makna. Dalam kesederhanaan pertemuan tersebut, umat dipersatukan oleh harapan dan kerinduan yang sama, yakni agar Gereja Maria Bunda Allah senantiasa bertumbuh menjadi komunitas yang hidup, terbuka, dan semakin mampu melayani seluruh umat.

Melalui kegiatan Doa Rosario secara bergiliran sepanjang bulan Oktober, diharapkan semakin tumbuh semangat persaudaraan, keterlibatan, dan rasa memiliki di antara umat dari berbagai lingkungan. Devosi kepada Bunda Maria menjadi kesempatan untuk meneladani sikap iman, kesetiaan, kerendahan hati, dan kepasrahan kepada kehendak Allah.

Semoga melalui doa dan perantaraan Bunda Maria, seluruh proses pengembangan kawasan Gereja Maria Bunda Allah senantiasa memperoleh berkat dan penyertaan Tuhan. Dengan semangat berjalan bersama dalam iman, seluruh umat diharapkan terus mendukung terwujudnya gereja yang semakin berkembang, bukan hanya dalam sarana dan prasarana, tetapi terutama sebagai persekutuan umat Allah yang hidup dalam kasih dan pelayanan.

Semangat Pelayanan Ibu-Ibu Lingkungan Santo Antonius dalam Merawat Keasrian Gereja Maria Bunda Allah

MAGUWO – Ibu-ibu Lingkungan Santo Antonius, Gereja Maria Bunda Allah, Paroki Administratif Maguwo, melaksanakan tugas pelayanan rutin menyiram tanaman di lingkungan gereja pada Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari jadwal pelayanan yang telah diatur oleh paroki dan dilaksanakan secara bergiliran oleh ibu-ibu dari setiap lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, ibu-ibu Lingkungan Santo Antonius mengambil bagian dalam menjaga keindahan, kebersihan, dan keasrian lingkungan gereja. Penyiraman tanaman menjadi salah satu bentuk kepedulian umat terhadap fasilitas dan lingkungan rumah ibadah, sehingga suasana gereja tetap hijau, asri, dan nyaman bagi seluruh umat.

Pelayanan rutin yang melibatkan ibu-ibu dari berbagai lingkungan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan menggereja. Setiap lingkungan memperoleh kesempatan untuk berkontribusi melalui tugas yang telah dijadwalkan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa merawat gereja merupakan tanggung jawab seluruh umat.

Meskipun tampak sederhana, kegiatan menyiram tanaman memiliki makna yang lebih dalam. Pelayanan kepada Gereja tidak selalu diwujudkan melalui tugas liturgi, kegiatan doa, atau pelayanan pastoral lainnya, tetapi juga melalui tindakan nyata yang dilakukan dengan ketulusan dan semangat kasih. Merawat tanaman dan menjaga lingkungan gereja menjadi salah satu cara sederhana untuk menghadirkan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga selaras dengan semangat ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan oleh Paus Fransiskus, yang mengajak seluruh umat untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam dan menjaga bumi sebagai rumah bersama. Kepedulian tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk dengan merawat tanaman dan menjaga keasrian rumah ibadah.

Melalui pelaksanaan tugas pelayanan secara bergiliran, setiap lingkungan turut berperan dalam membangun budaya gotong royong, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap gereja. Keterlibatan ibu-ibu Lingkungan Santo Antonius dalam kegiatan ini menjadi bagian dari semangat pelayanan bersama yang terus dihidupi oleh umat Gereja Maria Bunda Allah.

Semoga kegiatan sederhana ini terus menumbuhkan semangat pelayanan yang tulus, mempererat persaudaraan antarumat, serta menginspirasi seluruh warga gereja untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Sebab, melalui tindakan kecil yang dilakukan dengan penuh kasih dan tanggung jawab, iman dapat diwujudkan dalam pelayanan nyata bagi Gereja dan sesama.

https://www.instagram.com/reel/DejV_zQT2O7/?psln=YzAyMDM1MGJkZA==

Semangat Bulan Rosario, Umat Lingkungan Santo Antonius Berkumpul dalam Doa dan Persaudaraan

MAGUWO – Dalam semangat Bulan Rosario yang diperingati oleh Gereja Katolik sepanjang Oktober, umat Lingkungan Santo Antonius, Gereja Maria Bunda Allah, Paroki Administratif Maguwo, mengadakan Sembahyangan Kamisan pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di kediaman keluarga Bapak dan Ibu Widjajanto ini dihadiri oleh 27 umat dan dipandu oleh Bapak Rusiawan.

Sembahyangan Kamisan kali ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berkumpul dalam doa, khususnya melalui Doa Rosario sebagai bentuk penghormatan dan devosi kepada Bunda Maria. Dalam suasana sederhana, khidmat, dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama merenungkan peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus Kristus melalui doa yang didaraskan dengan perantaraan Bunda Maria.

Bulan Oktober memiliki makna khusus dalam kehidupan Gereja Katolik karena didedikasikan sebagai Bulan Rosario. Melalui devosi ini, umat diajak untuk semakin dekat kepada Yesus Kristus dengan meneladani iman, ketaatan, dan kerendahan hati Bunda Maria. Doa Rosario bukan semata-mata rangkaian doa yang diucapkan secara berulang, melainkan juga menjadi kesempatan untuk merenungkan karya keselamatan Allah dalam kehidupan Kristus.

Dalam kegiatan tersebut, umat dari berbagai kelompok usia duduk bersama mengikuti rangkaian doa dengan penuh perhatian. Salib, lilin yang menyala, dan Kitab Suci yang diletakkan di depan pemandu doa turut menghadirkan suasana yang mendukung kekhusyukan dan permenungan. Kebersamaan ini memperlihatkan semangat umat untuk meluangkan waktu, meninggalkan sejenak kesibukan sehari-hari, dan hadir dalam persekutuan doa.

Selain menjadi sarana untuk memperdalam kehidupan rohani, Sembahyangan Kamisan juga memiliki peran penting dalam membangun persaudaraan antarumat. Melalui perjumpaan yang berlangsung secara langsung, umat dapat saling mengenal, memperkuat hubungan kekeluargaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Kehadiran 27 umat dalam kegiatan ini menjadi salah satu wujud keterlibatan warga lingkungan dalam menghidupkan komunitas basis Gereja.

Devosi Rosario yang dilaksanakan bersama juga mengingatkan umat akan pentingnya doa dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dengan meneladani Bunda Maria yang senantiasa menyimpan dan merenungkan karya Allah di dalam hatinya, umat diajak untuk menjadikan doa sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Melalui Sembahyangan Kamisan di Bulan Rosario ini, umat Lingkungan Santo Antonius diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, semakin erat dalam persaudaraan, serta semakin mampu menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Semangat doa bersama yang terpelihara di tengah lingkungan menjadi salah satu bentuk nyata Gereja yang hidup, bertumbuh, dan berjalan bersama dalam iman.

Kiranya melalui teladan dan doa Bunda Maria, seluruh umat Lingkungan Santo Antonius senantiasa diteguhkan untuk membangun keluarga yang penuh kasih, komunitas yang saling mendukung, dan kehidupan menggereja yang semakin berakar dalam Kristus.

Ibadat Rosario Hari Ke 14 Umat Lingkungan St. Gregorius di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo – 14 Oktober 2026

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Ibadat Rosario

Hari ke-14

Bersama Bunda Maria,
Bertumbuh dalam Iman

Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
Di Depan Patung Bunda Maria

Hari dan Tanggal Rabu, 14 Oktober 2026
Waktu 19.00 WIB
Tempat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Menghayati Doa Rosario dalam Kebersamaan

Dalam semangat iman dan persaudaraan, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka mengadakan kegiatan Ibadat Rosario hari Ke-14 pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB. Kegiatan doa bersama ini dilaksanakan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo, tepatnya di depan patung Bunda Maria.

Doa Rosario merupakan salah satu bentuk devosi umat Katolik kepada Bunda Maria. Melalui doa ini, umat diajak untuk merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus, mulai dari peristiwa sukacita, terang, dukacita, hingga kemuliaan. Dengan demikian, doa Rosario bukan sekadar rangkaian doa, melainkan juga kesempatan untuk semakin mengenal dan mengikuti teladan Yesus.

Dalam suasana doa yang khidmat, umat membawa berbagai intensi, harapan, dan pergumulan hidup kepada Tuhan. Kebersamaan ini menjadi kesempatan untuk saling menguatkan, mempererat persaudaraan, dan menyerahkan kehidupan keluarga serta komunitas kepada kasih penyelenggaraan-Nya.

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.”
ROMA 12:12

Bertumbuh dalam Iman dan Persaudaraan

Melalui Ibadat Rosario ini, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk terus memelihara kehidupan doa dan menghadirkan kasih Kristus dalam keluarga, lingkungan, Gereja, serta masyarakat. Doa hendaknya menjadi sumber kekuatan untuk semakin peduli, saling mendukung, dan melayani dengan tulus.

Semoga melalui perantaraan Bunda Maria, umat semakin diteguhkan untuk setia mengikuti Yesus dan menjadi pembawa damai bagi sesama. Semangat Guyub dalam Kasih dan Bertumbuh dalam Iman kiranya terus hidup dalam setiap langkah pelayanan Lingkungan St. Gregorius.

Bunda Maria, Doakanlah Kami

Semoga Lingkungan St. Gregorius senantiasa menjadi komunitas yang tekun dalam doa, guyub dalam kasih, dan bertumbuh dalam iman.

Berkah Dalem.

🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – MercyDivineMusic
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Tugas Piket Merawat Tanaman Lingkungan St. Gregorius di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo – 14 Oktober 2026

Tugas Piket Merawat Tanaman

Lingkungan St. Gregorius
Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

✦   Rabu, 14 Oktober 2026   ✦

Merawat lingkungan gereja merupakan salah satu bentuk kepedulian umat terhadap rumah Tuhan. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, umat Lingkungan St. Gregorius melaksanakan tugas piket merawat tanaman di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kegiatan ini menjadi wujud sederhana dari semangat pelayanan, kebersamaan, dan rasa syukur atas keindahan alam ciptaan Tuhan.

Merawat Tanaman dengan Penuh Kepedulian

Dalam kegiatan piket ini, tanaman-tanaman di lingkungan gereja mendapatkan perhatian dan perawatan. Tanaman disiram agar tetap segar dan tumbuh dengan baik. Kehadiran tanaman hijau membantu menciptakan suasana yang asri, nyaman, dan menyenangkan bagi umat yang datang untuk berdoa maupun mengikuti perayaan liturgi.

Meski terlihat sederhana, kegiatan seperti ini memiliki arti penting. Kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan gereja merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Melalui pelayanan kecil yang dilakukan dengan tulus, umat turut menjaga tempat ibadah agar tetap terawat dan nyaman bagi semua orang.

Dokumentasi Kegiatan

“Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”
Kejadian 1:31

Pelayanan Sederhana, Makna yang Besar

Kegiatan piket merawat tanaman mengingatkan kita bahwa pelayanan kepada Tuhan tidak selalu harus dilakukan melalui hal-hal besar. Menyiram tanaman, menjaga kebersihan, dan merawat fasilitas gereja juga merupakan tindakan nyata yang mencerminkan kasih dan tanggung jawab sebagai umat beriman.

Semangat pelayanan ini diharapkan terus tumbuh dalam diri umat Lingkungan St. Gregorius. Dengan saling membantu dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing, lingkungan gereja dapat menjadi tempat yang semakin indah, nyaman, dan menghadirkan suasana damai bagi setiap orang yang datang.

Terima Kasih atas Semangat Pelayanan

Terima kasih kepada umat Lingkungan St. Gregorius yang telah mengambil bagian dalam tugas piket merawat tanaman di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Semoga setiap bentuk pelayanan yang dilakukan dengan tulus menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap seluruh ciptaan-Nya.

✝   Melayani dengan Kasih   ✦   Merawat Ciptaan Tuhan   ✝

Dokumentasi kegiatan pelayanan Lingkungan St. Gregorius
✝ Pelayanan dengan Kasih ✝ Lingkungan St. Gregorius
Dokumentasi kegiatan umat Lingkungan St. Gregorius
✝ Merawat Ciptaan Tuhan ✝ Lingkungan St. Gregorius · Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Pujian Kecilku
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Latihan Koor Lingkungan St. Gregorius – Selasa, 13 Oktober 2026

Lingkungan St. Gregorius – Kadisoka

Latihan Koor Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Selasa, 13 Oktober 2026
✦ ✝ ✦

Dalam semangat kebersamaan dan pelayanan, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan latihan koor pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan untuk menyambut dan mendukung perayaan Misa Lingkungan pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Dalam latihan ini, umat berlatih bersama dan mempersiapkan lagu-lagu yang akan dinyanyikan saat perayaan Misa. Melalui latihan yang tekun, setiap anggota koor diajak untuk menyatukan suara, memperhatikan irama, serta membangun kekompakan agar lagu-lagu liturgi dapat mengiringi doa umat dengan baik.

Latihan koor bukan hanya tentang ketepatan nada dan harmonisasi suara. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, saling menyemangati, dan mengambil bagian dalam pelayanan Gereja sesuai dengan talenta yang dimiliki.

“Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.”
— Mazmur 96:2

Foto Dokumentasi Latihan Koor

Berikut dokumentasi kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius dalam mempersiapkan lagu-lagu untuk Misa Lingkungan.

✧ ✦ ✧ ✝ ✧ ✦ ✧
Semoga latihan ini menghasilkan pelayanan yang semakin baik.
Kiranya Tuhan memberkati setiap umat yang terlibat, sehingga Misa Lingkungan pada Selasa, 20 Oktober 2026 dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita.
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor #lingkstgregoriuskadisoka ♬ Dia Girangkanku – Elieser sombo
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Tugas Among Tamu & Hitung Kolekte Lingkungan St. Gregorius – Misa Minggu 11 Oktober 2026

Tugas Among Tamu & Menghitung Kolekte | Lingkungan St. Gregorius
Lingkungan St. Gregorius · Kadisoka
Tugas Among Tamu & Menghitung Kolekte
Pelayanan Umat Lingkungan St. Gregorius di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
Minggu, 11 Oktober 2026

Dengan hati yang penuh syukur, umat Lingkungan St. Gregorius melaksanakan tugas pelayanan among tamu dan menghitung kolekte di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo pada Minggu, 11 Oktober 2026. Tugas sederhana ini menjadi kesempatan untuk melayani Tuhan sekaligus mempererat persaudaraan sebagai satu keluarga umat beriman.

Pelayanan dalam Gereja tidak selalu dilakukan dari altar atau melalui tugas yang terlihat besar. Menyambut umat yang datang untuk mengikuti Perayaan Ekaristi, membantu menciptakan suasana yang tertib dan ramah, serta menjalankan tanggung jawab dalam penghitungan kolekte merupakan bagian penting dari kehidupan menggereja. Setiap tugas, ketika dilakukan dengan tulus, menjadi ungkapan kasih kepada Tuhan dan sesama.

Menyambut dengan Ramah, Melayani dengan Kasih

Dalam tugas among tamu, para petugas berusaha menyambut umat dengan sikap ramah, penuh perhatian, dan sukacita. Sapaan sederhana, senyum, serta kesediaan membantu dapat membuat setiap orang merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Gereja. Keramahan menjadi kesaksian iman yang nyata—bahwa Gereja adalah rumah bersama, tempat setiap orang disambut dan dikuatkan.

Menjaga Kepercayaan dalam Menghitung Kolekte

Selain among tamu, umat Lingkungan St. Gregorius juga menjalankan tugas menghitung kolekte. Pelayanan ini membutuhkan ketelitian, tanggung jawab, keterbukaan, dan kerja sama. Kolekte yang dihimpun dari umat merupakan ungkapan syukur serta partisipasi dalam mendukung kehidupan dan pelayanan Gereja. Karena itu, proses penghitungan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan.

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang.”1 Petrus 4:10

Pelayanan yang Menguatkan Iman dan Persaudaraan

Melalui tugas ini, umat tidak hanya menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan, tetapi juga belajar untuk saling mendukung, membangun komunikasi, dan bekerja sebagai satu tim. Kebersamaan dalam pelayanan mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki peran dan karunia yang dapat dipersembahkan bagi kebaikan bersama.

Semoga pengalaman pelayanan pada Minggu ini semakin memperkuat iman umat Lingkungan St. Gregorius, menumbuhkan semangat untuk terlibat aktif dalam kehidupan Gereja, serta mempererat persaudaraan di antara sesama umat. Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan dengan kasih menjadi persembahan yang berkenan kepada Tuhan dan membawa berkat bagi banyak orang.

Among TamuMenyambut umat dengan ramah, membantu dengan tulus, dan menghadirkan suasana Gereja yang hangat serta bersahabat.
Menghitung KolekteMenjalankan kepercayaan dengan teliti, jujur, bertanggung jawab, dan bekerja sama demi pelayanan Gereja.

Galeri Dokumentasi Pelayanan

Berikut dokumentasi tugas pelayanan umat Lingkungan St. Gregorius di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Guyub dalam Kasih, Bertumbuh dalam Iman

Terima kasih kepada seluruh umat Lingkungan St. Gregorius yang telah mengambil bagian dalam pelayanan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati setiap niat baik, menguatkan langkah pelayanan, dan menjadikan kita semakin setia menjadi saksi kasih Kristus.

Berkah Dalem.
Lingkungan St. Gregorius Kadisoka
Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor #lingkstgregoriuskadisoka ♬ Sujud & Terima Kasih – JCC Worship
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Ibadat Rosario Hari ke-8 Umat Lingkungan St. Gregorius : Bertumbuh dalam Iman dan Persaudaraan – 8 Oktober 2026

✠ ✧ 🕊 ✧ ✠

PAROKI ADMINISTRATIF MARIA BUNDA ALLAH MAGUWO

Ibadat Rosario Hari ke-8 Umat Lingkungan St. Gregorius

Kamis, 8 Oktober 2026

“Tekun dalam Doa, Bertumbuh dalam Iman, Erat dalam Persaudaraan”

Umat Lingkungan St. Gregorius berdoa Rosario bersama
Kebersamaan umat dalam Ibadat Rosario Hari ke-8 Lingkungan St. Gregorius.

Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan Ibadat Rosario hari ke-8 pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam suasana kebersamaan dan penuh kekhusyukan, umat berkumpul untuk berdoa bersama, mendengarkan Sabda Tuhan, serta menyerahkan berbagai harapan dan pergumulan hidup kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Ibadat diawali dengan pembacaan Injil Lukas 11:5–13. Melalui Sabda Tuhan ini, umat diajak untuk merenungkan pentingnya ketekunan dalam berdoa dan keyakinan akan kasih Allah. Yesus mengajarkan agar setiap orang terus meminta, mencari, dan mengetuk, sebab Allah adalah Bapa yang penuh kasih dan mengetahui apa yang terbaik bagi anak-anak-Nya.

✝

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”

Lukas 11:9

Sabda Tuhan tersebut menjadi pengingat bagi umat untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan. Doa bukan hanya ungkapan permohonan, melainkan juga wujud iman, penyerahan diri, dan kepercayaan bahwa Allah senantiasa menyertai perjalanan hidup umat-Nya.

Setelah mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan, umat bersama-sama melanjutkan ibadat dengan mendaraskan Doa Rosario. Doa dipanjatkan dengan penuh penghayatan melalui perantaraan Bunda Maria, seraya mengenangkan misteri kehidupan Yesus Kristus. Dalam suasana doa, umat menyerahkan keluarga, kesehatan, pekerjaan, kehidupan menggereja, serta berbagai intensi pribadi dan bersama ke dalam penyelenggaraan kasih Tuhan.

Umat mengikuti Ibadat Rosario Lingkungan St. Gregorius
Umat mengikuti doa Rosario dalam suasana tenang dan penuh penghayatan.

Ibadat Rosario ini juga menjadi kesempatan berharga untuk mempererat tali persaudaraan antarumat. Kebersamaan dalam doa mengingatkan bahwa kehidupan menggereja tidak hanya diwujudkan melalui peribadatan, tetapi juga melalui kepedulian, perhatian, dan kesediaan untuk saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana kebersamaan umat dalam Ibadat Rosario
Kebersamaan umat dalam doa.
Umat Lingkungan St. Gregorius berdoa bersama
Menguatkan iman dan persaudaraan.

Semoga melalui Ibadat Rosario hari ke-8 ini, iman umat Lingkungan St. Gregorius semakin diteguhkan, kehidupan doa semakin bertumbuh, dan persaudaraan di antara umat semakin erat. Semoga semangat doa yang telah dibangun bersama dapat terus diwujudkan dalam tindakan kasih, pelayanan, dan kepedulian kepada sesama.

Dengan meneladan Bunda Maria yang setia mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah, marilah kita terus berjalan bersama sebagai satu keluarga umat Allah, saling menguatkan dalam suka maupun duka, serta menjadi pembawa damai dan kasih Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

✝

Bunda Maria, Doakanlah Kami

Lingkungan St. Gregorius — Guyub dalam Kasih dan Bertumbuh dalam Iman

✧ ✧ ✧
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Lingk. St. Gregorius Kadisoka
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

BKSN 2026 Pertemuan Keempat Lingkungan Santo Antonius Maguwo

“Ujian Masuk Surga”: Ketika Iman Tidak Cukup Hanya Dirayakan, tetapi Harus Dihidupi

Maguwo, 30 September 2026 — Ada suasana berbeda dalam pertemuan keempat Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Lingkungan Santo Antonius Maguwo. Jika pada pertemuan-pertemuan sebelumnya umat diajak mendalami ajaran Yesus melalui refleksi dan aktivitas bersama, kali ini pesan Injil disampaikan dengan cara yang ringan, menghibur, namun sekaligus mengusik hati.

Bertempat di rumah Ibu Nunik, sebanyak 25 umat hadir dalam pertemuan BKSN yang dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026. Pertemuan mengangkat tema “Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Kekal”, dengan bacaan Injil Matius 25:31-46.

Tema tersebut merupakan pertemuan keempat dalam rangkaian BKSN 2026 yang mengangkat tema besar “Yesus, Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.” Dalam panduan BKSN, Matius 25:31-46 mengajak umat mendengarkan ajaran Yesus mengenai hidup yang kekal melalui jalan belas kasih kepada mereka yang menderita, miskin, dan tersingkir, sekaligus merefleksikan bagaimana umat menghadirkan tindakan yang membahagiakan, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Dari “Yesus Pokok” menuju permenungan tentang hidup

Pertemuan diawali dengan lagu “Yesus Pokok dan Kitalah Carang-Nya”, yang membawa umat memasuki suasana pertemuan dengan semangat untuk melekat pada Kristus sebagai sumber kehidupan.

Selanjutnya, Bapak Murdiyana memimpin pembukaan dengan tanda salib dan Doa Ardas IX. Dalam pengantarnya, umat diajak memasuki pertemuan keempat dengan melihat kembali pesan utama bacaan Injil: bahwa pembicaraan mengenai hidup yang kekal bukan sekadar persoalan tentang apa yang terjadi setelah kematian, melainkan berkaitan erat dengan bagaimana manusia menjalani kehidupannya sekarang.

Doa pembuka kemudian mengantar umat pada bagian pendalaman Sabda. Bapak Widjajanto membacakan Injil Matius 25:31-46, perikop yang menggambarkan kedatangan Anak Manusia dalam kemuliaan dan pemisahan antara mereka yang menjalankan kasih kepada sesama dan mereka yang mengabaikannya.

Dalam rangkaian BKSN 2026, perikop ini memang ditempatkan sebagai puncak permenungan tentang hidup yang kekal. Panduan BKSN menegaskan bahwa sabda Yesus diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan rohani, tetapi membentuk hati umat agar semakin peka terhadap sesama, terbuka untuk bekerja sama, peduli kepada yang lemah, serta berani menjadi saksi Kristus dalam keluarga, tempat kerja, dan masyarakat. 

“Ujian Masuk Surga”: Tertawa, tetapi kemudian tersentuh

Setelah pembacaan Injil, suasana pertemuan berubah menjadi lebih cair. Umat disuguhi sebuah fragmen berjudul “Ujian Masuk Surga”, yang dikemas dalam format fragmen berdurasi sekitar 5–6 menit. 

Fragmen tersebut menggambarkan sebuah situasi imajinatif: bagaimana jika seseorang harus mengikuti “seleksi” sebelum masuk surga.

Kisah diawali dengan pertanyaan sederhana namun menggelitik:

“Apa yang membuat seseorang layak menerima hidup yang kekal?” Naskah Fragmen Pertemuan ke4

Salah satu tokoh, Pak Wiwid, datang dengan keyakinan bahwa dirinya memiliki bekal yang cukup. Ia rajin mengikuti misa, rajin berdoa, dan cukup aktif dalam pelayanan. Namun ketika petugas seleksi mulai mengajukan pertanyaan tentang bagaimana ia memperlakukan orang yang lapar, sakit, kesepian, atau membutuhkan pertolongan, jawaban yang muncul berulang kali adalah:

“Saya doakan.”

Di sinilah humor dalam fragmen perlahan berubah menjadi refleksi. Petugas kemudian mengajukan pertanyaan yang jauh lebih mendalam: jika Tuhan sudah memberikan makanan, mengapa makanan itu tidak dibagikan kepada mereka yang lapar? Naskah Fragmen Pertemuan ke4

Pertanyaan tersebut menjadi titik balik. Umat diajak menyadari bahwa doa dan kehidupan keagamaan tetap penting, tetapi iman tidak berhenti pada apa yang diucapkan dan dirayakan. Iman harus menjelma menjadi tindakan nyata.

Sebaliknya, tokoh Larno digambarkan sebagai pribadi yang merasa dirinya “biasa saja”. Ia tidak banyak berbicara tentang aktivitas keagamaannya. Namun ketika bertemu orang lapar, ia berbagi makanan; ketika ada orang sakit, ia datang; ketika ada orang baru, ia mengajak berkenalan; dan ketika ada orang kesepian, ia menemani. 

Kontras kedua tokoh tersebut membuat pesan Injil menjadi lebih mudah dipahami: bukan seberapa banyak seseorang mengaku telah melakukan kebaikan, melainkan apakah imannya sungguh membuatnya peduli terhadap sesama.

Puncak fragmen ditandai dengan pertanyaan tentang “tiket masuk surga”. Jawaban yang diberikan justru mengarahkan umat untuk melihat kehidupan di sekitar mereka: adakah orang yang lapar, sakit, kesepian, atau membutuhkan pertolongan?

“Mungkin… ujiannya sudah dimulai.”

Kalimat tersebut menjadi punchline sekaligus pesan utama fragmen.

Sharing: Dari “orang lain” menjadi “orang di sekitar kita”

Refleksi kemudian dilanjutkan melalui sesi sharing yang dibawakan oleh Bapak Bagus.

Sharing dikembangkan melalui tiga pertanyaan sederhana. Pertama, umat diajak melihat kembali alasan Pak Wiwid merasa dirinya sudah layak karena rajin misa, berdoa, dan melayani. Kedua, umat diajak mengenali siapa sebenarnya “orang yang membutuhkan pertolongan” dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, umat diajak memilih satu tindakan kasih nyata yang dapat dilakukan setelah pertemuan BKSN. 

Pertanyaan kedua menjadi penting karena orang yang membutuhkan perhatian ternyata tidak selalu berada jauh dari kehidupan kita. Bisa jadi mereka adalah orang yang paling dekat: suami, istri, anak, orang tua, tetangga, teman satu lingkungan, atau seseorang yang sedang mengalami kesepian.

Kadang mereka bahkan tidak meminta bantuan. Mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau melihat, menyapa, mendengarkan, dan menemani.

Di sinilah pesan Matius 25 menjadi sangat konkret. Yesus mengidentifikasikan diri-Nya dengan mereka yang membutuhkan:

“Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
(Matius 25:40)

Dengan demikian, perjumpaan dengan sesama yang membutuhkan bukan sekadar kesempatan untuk berbuat baik. Perjumpaan tersebut dapat menjadi perjumpaan dengan Kristus sendiri.

Jangan pulang hanya membawa pengetahuan

Salah satu pesan yang kuat dalam sesi sharing adalah ajakan agar BKSN tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan mengenai Kitab Suci.

Umat diajak pulang dengan satu tindakan nyata. Tidak harus besar. Bisa menelepon seseorang yang sudah lama tidak disapa, mengunjungi orang sakit, menemani seseorang yang kesepian, berbagi makanan, membantu tetangga, atau berdamai dengan seseorang yang selama ini dijauhi. 

Pesan tersebut selaras dengan arah BKSN 2026 bahwa tujuan pendalaman Kitab Suci bukan hanya memahami teks, tetapi menemukan inspirasi sehingga hidup umat bertumbuh, berubah menjadi lebih baik, dan nilai-nilai Sabda Allah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan demikian, pertanyaan yang dibawa pulang bukan lagi sekadar:

“Apakah saya sudah menjadi orang Katolik yang baik?”

Melainkan pertanyaan yang jauh lebih personal:

“Apakah iman saya membuat saya menjadi orang yang berbelas kasih?”

Hidup kekal dimulai dari cara kita hidup hari ini

Setelah sesi sharing, rangkaian pertemuan dilanjutkan dengan doa umat, doa penutup, dan berkat oleh prodiakon. Suasana kemudian ditutup dengan lagu “Kasih-Nya Seperti Sungai”, sebuah penutup yang semakin menegaskan bahwa kasih Allah seharusnya mengalir melalui kehidupan umat.

Pertemuan keempat BKSN Lingkungan Santo Antonius Maguwo akhirnya bukan sekadar menjadi penutup rangkaian pendalaman Kitab Suci selama September. Melalui bacaan Matius 25:31-46, umat diajak melihat bahwa pembicaraan tentang hidup yang kekal tidak dapat dipisahkan dari cara kita memperlakukan sesama dalam kehidupan sekarang.

Fragmen “Ujian Masuk Surga” berhasil menjembatani pesan Injil dengan pengalaman sehari-hari. Umat diajak tertawa, tetapi kemudian berhenti sejenak untuk bertanya kepada diri sendiri: ketika ada orang di sekitar kita yang membutuhkan, apakah kita hanya mendoakannya, atau sungguh hadir dan melakukan sesuatu?

Pada akhirnya, pesan yang sederhana namun kuat dari pertemuan ini adalah: kita tidak perlu sibuk mencari “tiket masuk surga”. Kita cukup membuka mata dan melihat siapa yang membutuhkan kita hari ini. Sebab mungkin, justru di sanalah Tuhan sedang menunggu untuk kita jumpai.

Pertemuan BKSN keempat Lingkungan Santo Antonius Maguwo berlangsung dengan baik dan penuh antusiasme, diikuti 25 peserta di rumah Ibu Nunik. Rangkaian BKSN 2026 pun ditutup dengan sebuah ajakan yang sangat konkret: mendengarkan Yesus Sang Guru berarti membiarkan sabda-Nya mengubah cara kita melihat, merasakan, dan memperlakukan sesama.

Berkah Dalem.

Ibadat Rosario Umat Lingkungan St. Gregorius : Bersama Bunda Maria Semakin Dekat dengan Yesus – 01 Oktober 2026

✦ ✝ ✦
LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Ibadat Rosario

Kamis, 01 Oktober 2026
“Bersama Bunda Maria, kita semakin dekat dengan Yesus”

Pada Kamis, 01 Oktober 2026, umat Lingkungan St. Gregorius kembali berkumpul dalam suasana penuh iman dan persaudaraan untuk melaksanakan Ibadat Rosario bersama.

Ibadat Rosario menjadi salah satu kesempatan bagi umat untuk sejenak meninggalkan kesibukan sehari-hari, berkumpul sebagai satu keluarga, serta bersama-sama mengarahkan hati kepada Tuhan melalui doa dan perantaraan Santa Perawan Maria.

✝

Sabda Tuhan

Injil Matius 18:1-5

Ibadat Rosario diawali dengan pembacaan Injil Matius 18:1-5. Melalui bacaan Injil tersebut, umat diajak untuk merenungkan ajaran Yesus mengenai sikap menjadi seperti anak kecil dalam kehidupan iman.

Yesus mengajarkan bahwa kebesaran dalam Kerajaan Surga bukanlah tentang kedudukan ataupun kehebatan diri, melainkan tentang kerendahan hati, ketulusan, dan kesediaan untuk menerima Kerajaan Allah dengan hati yang sederhana.

✦ Renungan Sabda Tuhan ✦

Sebelum memasuki doa Rosario, umat diajak untuk mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Matius 18:1-5. Sabda Tuhan mengingatkan kita bahwa kehidupan iman membutuhkan hati yang sederhana, rendah hati, terbuka, dan tulus di hadapan Allah.

Anak kecil menjadi gambaran bagi kita tentang ketulusan dan kepercayaan. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita mudah terjebak dalam keinginan untuk dianggap, dihargai, atau menjadi yang paling penting. Namun Yesus justru mengajak kita untuk belajar menjadi pribadi yang rendah hati dan mau menerima satu sama lain.

Pesan tersebut juga sangat relevan dalam kehidupan menggereja. Sebagai umat Lingkungan St. Gregorius, kita dipanggil untuk terus membangun persaudaraan dengan mengesampingkan perbedaan, saling mendukung, saling mendoakan, dan menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan bersama.

Setelah mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan, umat kemudian bersama-sama melanjutkan dengan berdoa Rosario. Dalam setiap peristiwa Rosario, umat membawa berbagai intensi dan pergumulan kehidupan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Doa Rosario menjadi saat untuk kembali menimba kekuatan iman. Dalam keheningan doa, umat diajak semakin dekat dengan Yesus dan belajar dari Maria yang senantiasa setia mendengarkan, menyimpan, dan melaksanakan kehendak Allah.

❝

“Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.”

Matius 18:4

🌹 Bersama dalam Doa Rosario 🌹

Setelah renungan Sabda Tuhan, seluruh umat bersama-sama melanjutkan ibadat dengan Doa Rosario. Doa dilakukan dengan penuh kekhusyukan sebagai ungkapan iman dan kepercayaan kepada Tuhan.

Melalui Rosario, umat Lingkungan St. Gregorius membawa berbagai intensi doa, baik untuk keluarga, kesehatan, pekerjaan, anak-anak, kaum muda, umat lingkungan, kehidupan menggereja, maupun berbagai pergumulan yang sedang dihadapi.

Semoga melalui doa bersama ini, umat semakin menyadari bahwa perjalanan iman tidak pernah dilakukan seorang diri. Kita dipanggil untuk berjalan bersama sebagai saudara dan saudari dalam Kristus.

✦ Dokumentasi Kegiatan ✦

Ibadat Rosario Umat Lingkungan St. Gregorius

Dokumentasi kegiatan Lingkungan St. Gregorius
Dokumentasi Ibadat Rosario Lingkungan St. Gregorius
Umat Lingkungan St. Gregorius mengikuti ibadat
Umat mengikuti ibadat dengan penuh kekhusyukan
Kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius
Kebersamaan umat dalam doa dan persaudaraan
Doa bersama umat Lingkungan St. Gregorius
Doa Rosario sebagai ungkapan iman dan persaudaraan
✝

Semoga melalui Ibadat Rosario ini, iman umat Lingkungan St. Gregorius semakin diteguhkan, hati semakin dekat dengan Tuhan, dan persaudaraan di antara umat semakin kuat.

“Bersama Maria, kita berjalan dalam iman, berharap dalam kasih, dan semakin dekat dengan Yesus.”

✦ ❖ ✝ ❖ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor #lingkstgregoriuskadisoka ♬ suara asli – penyemangathidup.id
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦