AKSI NYATA APP 2026 LINGKUNGAN ST. GREGORIUS KADISOKA GMBA DI PANTI ASUHAN BHAKTI LUHUR BERBAH, SLEMAN

Pada hari Sabtu, 11 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka GMBA melaksanakan kegiatan Aksi Nyata APP 2026 sebagai wujud konkret dari semangat pertobatan dan kepedulian selama masa Prapaskah. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Bhakti Luhur dan berlangsung dengan penuh sukacita serta kebersamaan.

Aksi Nyata APP (Aksi Puasa Pembangunan) merupakan salah satu bentuk penghayatan iman umat Katolik yang tidak hanya berhenti pada doa dan pantang puasa, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan kasih kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Dalam kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka hadir dengan membawa bantuan berupa sembako, kebutuhan sehari-hari, serta donasi yang telah dikumpulkan selama masa APP. Kehadiran umat disambut hangat oleh para pengurus dan anak-anak di panti asuhan. Suasana penuh keakraban langsung terasa sejak awal perjumpaan.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama, sapaan hangat, serta interaksi yang membangun kedekatan antara umat dan anak-anak panti. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk saling berbagi cerita, menghadirkan keceriaan, serta menumbuhkan rasa persaudaraan yang tulus.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka diajak untuk semakin menyadari bahwa kasih Kristus hadir nyata dalam tindakan sederhana namun penuh makna. Semangat berbagi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan APP, tetapi terus hidup dalam keseharian umat.

Kegiatan Aksi Nyata APP 2026 ini menjadi bukti bahwa kebersamaan, kepedulian, dan cinta kasih dapat menjadi kekuatan yang menghadirkan harapan bagi sesama. Semoga apa yang telah dilakukan menjadi berkat, baik bagi penerima maupun bagi seluruh umat yang terlibat.

Berkah Dalem.

Sebagai tambahan informasi, para suster dari Ordo Alma bersama anak-anak Panti Asuhan Bhakti Luhur Berbah Sleman menghadirkan kripik jamur tiram yang diolah langsung dari hasil budidaya mereka sendiri. Renyah, lezat, dan dibuat dengan penuh ketulusan 💫

Dengan membeli, Anda tidak hanya menikmati camilan sehat, tetapi juga ikut ambil bagian dalam mendukung keberlangsungan karya kasih mereka.

📞 Pemesanan: Suster Ria (0821-3442-0669)
📍 Atau kunjungi langsung Panti Asuhan Bhakti Luhur Berbah, Sleman

Mari berbagi kebaikan melalui langkah sederhana 🌿

Rangkaian Pelayanan Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam Pekan Suci Paskah 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam perjalanan iman menuju Paskah, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka tidak berjalan sendiri. Sejak masa prapaskah hingga Pekan Suci, begitu banyak tangan dan hati yang terlibat dengan penuh kasih, menghadirkan kebersamaan yang menguatkan serta pelayanan yang menghidupkan iman.


Pada setiap pertemuan APP yang telah dilalui, hadir sosok-sosok yang dengan setia membimbing dan menemani umat. Bu Agnes, Bu Evi, Bu Yarnidus, Mbak Anik, dan Mas Paul telah dengan tulus menjadi pemandu dalam lima pertemuan APP. Lewat pendampingan dan refleksi yang dibawakan, umat semakin diteguhkan dalam perjalanan rohani. Dukungan juga datang dari Mas Paul, Pak Hari, Mas Himawan, Mas Freddy, dan Pak Kamso yang dengan sukarela menyediakan tempat serta suguhan yang nyaman, sehingga pertemuan berlangsung dengan hangat dan penuh kebersamaan.
Memasuki Pekan Suci, pelayanan semakin terasa nyata dalam berbagai bidang. Di balik kelancaran rangkaian liturgi di gereja, terdapat peran Mas Achir yang mengurus dekorasi dengan penuh ketelitian, serta Mas Yance dan Hiro yang melayani di bagian counter dengan tanggung jawab yang besar.


Keindahan suasana perayaan juga tidak lepas dari sentuhan penuh cinta dalam tata bunga. Mbak Nana dan Bu Gambit dengan penuh dedikasi menghadirkan rangkaian bunga yang indah, sementara Bu Evi turut membimbing umat dalam pelatihan merangkai daun palma. Setiap karya yang dihasilkan menjadi ungkapan doa yang hidup dan memperdalam makna perayaan.


Dalam hal konsumsi, Bu Putut dan Mbak Erika turut menghadirkan kehangatan melalui pelayanan yang sederhana namun berarti, membantu kelancaran setiap kegiatan yang berlangsung. Sementara itu, keamanan dan ketertiban selama kegiatan terjaga berkat kesiapsiagaan Mas Adi dan Mas Denny sebagai pamdal yang setia berjaga.


Kehangatan juga terasa dari para among tamu pada Minggu Palma. Senyum ramah dari Mas Henry, Bu Vero, Mas Himawan, Mbak Anin, dan Pak Bowo menjadi tanda sambutan yang penuh kasih, membuat setiap umat yang hadir merasa diterima dan dihargai.
Dalam tugas yang penuh tanggung jawab, Bu Maria dan Mbak Ratih dengan setia menghitung kolekte Minggu Palma, menjalankan tugas dengan ketulusan dan integritas. Pada Ibadat Jumat Agung, Bu Nikma sebagai pemazmur membantu umat untuk semakin khusyuk dalam doa dan permenungan.


Tak kalah penting, pelayanan koor pada Ibadat Jumat Agung yang dipersembahkan oleh Mbak Anik, Mas Henry, Bu Maria, Mas Achir, dan Mbak Erika bersama wilayah Sang Timur turut memperdalam suasana ibadat dengan penuh penghayatan.
Selain itu, perhatian dan kepedulian juga tampak melalui sumbangan dari Bu Rustam yang menyediakan air minum, menjadi penyegar bagi tubuh sekaligus tanda kasih yang sederhana namun bermakna.


Seluruh rangkaian pelayanan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dalam iman mampu menghadirkan keindahan dan kekuatan. Setiap waktu, tenaga, dan hati yang telah diberikan menjadi persembahan yang berharga bagi Tuhan dan sesama.
Terima kasih kepada seluruh umat yang telah ambil bagian dalam pelayanan ini. Kiranya Tuhan membalas segala kebaikan dengan berlimpah berkat.
Selamat merayakan Paskah. Tuhan memberkati kita semua.

Pertemuan Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Antonius

Pertemuan dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Maret 2026 pukul 16.30 wib di rumah ibu Herjunanto.
Pertemuan dihadiri kurang lebih 15 orang ibu dan diawali dg doa pembukaan oleh ibu Lia.
Sebelum doa, para ibu terlebih dahulu membayar iuran-iuran yaitu kas, arisan dan tabungan.
Setelah doa pembukaan, dilanjutkan isian oleh ibu Widi cara membuat mawar dari kain seserahan. Beberapa ibu mencoba membuatnya dan berhasil, setelah itu bunga ditata di tempat yg sudah disiapkan untuk seserahan.
Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua dan informasi dari stasi. Selanjutnya laporan-laporan dari bendahara, arisan dan tabungan.
Acara ditutup dengan doa Malaikat Tuhan oleh ibu Aniek.

Pertemuan APP ke-5 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“MENGAMBIL LANGKAH PERTAMA DALAM MENOLONG SESAMA”

Tanggal​​: 26 Maret 2026

Tempat ​​: Rumah Bp Vincentius Soemarno

Pemandu​​: Bp Arief Subyantoro, Bp Widjajanto, Bp Murdiyono

Jumlah Peserta ​: 25 orang

Pertemuan kelima Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 menjadi puncak dari rangkaian permenungan dengan mengangkat tema “Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama.” Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk tidak hanya memahami nilai-nilai kepedulian, tetapi juga berani mengambil tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengarahkan umat pada kesadaran akan panggilan sebagai murid Kristus yang diutus untuk mewartakan kasih melalui tindakan konkret.

Pada bagian pendalaman, umat diajak merefleksikan bahwa iman tidak berhenti pada doa dan niat baik, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata. Melalui bacaan Kitab Suci dan pengantar pertemuan, ditekankan bahwa setiap orang dipanggil untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan berani “repot” untuk memulai langkah kecil yang membawa perubahan. Gereja mengajak umat untuk tidak menunda kebaikan, melainkan segera bertindak ketika melihat sesama yang membutuhkan pertolongan. 

Pendalaman semakin diperkaya melalui drama situasi (fragmen) yang dibawakan dengan gaya sederhana dan komunikatif. Dalam fragmen tersebut, para tokoh anak-anak menggambarkan kembali perjalanan materi dari pertemuan pertama hingga keempat: mulai dari pentingnya memahami kondisi sesama, mengenal fungsi dana sosial Gereja, mengembangkan tanggung jawab sosial, hingga memahami pentingnya pedoman dalam menyalurkan bantuan. Melalui dialog yang ringan dan diselingi humor, umat diajak menyadari bahwa kepedulian harus diwujudkan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. 

Fragmen tersebut mencapai pesan utamanya ketika para tokoh menyimpulkan bahwa menjadi pribadi yang peduli berarti mau melihat, mau berbagi, dan mau membantu dengan cara yang tepat. Pesan ini menegaskan bahwa tindakan kecil sekalipun memiliki arti besar jika dilakukan dengan ketulusan dan kebijaksanaan. Dengan demikian, umat tidak hanya diajak untuk memahami konsep, tetapi juga terdorong untuk mulai bertindak dalam kehidupan nyata, baik di keluarga, lingkungan, maupun masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, Doa Ardas, Doa Bapa Kami, berkat penutup, serta lagu penutup yang meneguhkan komitmen umat. Melalui pertemuan APP kelima ini, umat diharapkan semakin mantap untuk mengambil langkah pertama dalam menolong sesama. Dengan kepekaan hati dan keberanian untuk bertindak, umat dapat menjadi tanda kehadiran Gereja yang sungguh menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Gregorius KadisokaSelasa, 17 Maret 2026

Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-4 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka telah dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Maret 2026, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan. Pada pertemuan kali ini, umat diajak untuk mendalami tema “Pentingnya Pedoman Dalam Sebuah Gerakan.”

Melalui bacaan Injil yang diambil dari Kisah Para Rasul 6:1-7, umat diajak untuk merenungkan bagaimana para rasul pada masa Gereja perdana menghadapi tantangan dalam pelayanan. Dengan bijaksana, mereka menetapkan pedoman yang jelas serta membagi tugas secara teratur, sehingga pelayanan kepada umat dapat berjalan dengan baik, adil, dan terarah.

Dalam permenungan bersama, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka menyadari bahwa setiap gerakan, khususnya dalam pelayanan Gereja dan kehidupan sosial, membutuhkan pedoman yang jelas agar tujuan bersama dapat tercapai dengan efektif. Pedoman tersebut menjadi dasar dalam bertindak, menjaga kesatuan, serta menghindari kesalahpahaman dalam pelayanan.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar seluruh umat semakin mampu menjadi pelayan yang setia, bijaksana, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Injil dalam setiap gerakan kehidupan.

Media Social Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – GMBA :

Youtube : https://youtu.be/1A-pfDRASK8

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV_VN59D-Tm/?igsh=MXZnbXBhMDJlN3Y4dQ==

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSuVBo25y/

Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“PENTINGNYA PEDOMAN DALAM SEBUAH GERAKAN”

Tanggal                      : 12 Maret 2026

Tempat                      : Rumah Bp Arief Subyantoro

Pemandu                  : Ibu Ayiek, Bp Andreas, Bp Satria

Jumlah Peserta       : 25 orang

Pertemuan keempat dalam rangkaian Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 mengangkat tema “Pentingnya Pedoman dalam Sebuah Gerakan.” Pertemuan ini mengajak umat untuk menyadari bahwa kepedulian sosial yang dilakukan Gereja perlu dijalankan dengan arah yang jelas, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat bagi sesama. Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengantar umat pada semangat refleksi dan kebersamaan.

Pada bagian pendalaman, umat diajak menyaksikan sebuah fragmen yang menggambarkan percakapan ringan antarumat sebelum pertemuan lingkungan dimulai. Dalam suasana santai tersebut muncul pertanyaan mengenai mengapa bantuan sosial di Gereja perlu diatur dengan pedoman tertentu. Melalui dialog yang sederhana dan diselingi humor, fragmen ini menggambarkan keraguan yang kadang muncul di tengah umat tentang prosedur atau aturan dalam kegiatan sosial Gereja.

Melalui penjelasan salah satu tokoh dalam fragmen, umat kemudian diajak memahami bahwa Gereja memiliki pedoman yang jelas dalam mengelola bantuan sosial, yaitu Pedoman Dana Sosial Paroki. Pedoman ini hadir bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan oleh umat dapat dikelola secara adil, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan adanya pedoman tersebut, pelayanan sosial Gereja dapat berjalan lebih terarah dan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.

Fragmen tersebut juga menampilkan pengalaman nyata seorang umat yang pernah merasakan bantuan Gereja ketika menghadapi kesulitan. Pengalaman tersebut membuka kesadaran bersama bahwa pedoman justru menjaga agar bantuan dapat diberikan dengan bermartabat dan tidak salah sasaran. Dengan demikian, kepedulian umat tidak hanya didorong oleh niat baik semata, tetapi juga oleh kebijaksanaan dalam mengelola bantuan.Pertemuan diakhiri dengan bacaan Kitab Suci, doa penutup, berkat, serta lagu penutup yang menguatkan komitmen umat untuk hidup dalam semangat solidaritas. Melalui pertemuan ini, umat diajak menghidupi prinsip sederhana namun mendalam: “murah hati ning ora waton, murah hati tetapi tidak sembarangan, murah hati tapi bijaksana.” Kepedulian yang dilandasi pedoman yang baik akan menjadikan gerakan sosial Gereja semakin kuat dalam menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

Pelayanan Koor Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam Perayaan Ekaristi Minggu, 15 Maret 2026

Pada hari Minggu, 15 Maret 2026, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka memperoleh kesempatan untuk ambil bagian dalam pelayanan koor pada Perayaan Ekaristi hari ini. Tugas pelayanan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif umat dalam kehidupan menggereja, khususnya dalam mendukung kelancaran serta kekhidmatan perayaan liturgi melalui pujian dan nyanyian.

Sejak beberapa waktu sebelumnya, para anggota koor telah mempersiapkan diri melalui latihan bersama agar setiap lagu yang dibawakan dapat dinyanyikan dengan baik dan selaras. Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada kekompakan suara, tetapi juga pada penghayatan makna dari setiap lagu liturgi yang akan dinyanyikan selama misa berlangsung. Dengan demikian, nyanyian yang dipersembahkan tidak hanya menjadi pengiring liturgi, tetapi juga menjadi doa yang diungkapkan melalui musik dan suara.

alam perayaan Ekaristi, peran koor sangat penting untuk membantu umat masuk dalam suasana doa yang lebih mendalam. Melalui lagu-lagu pembuka, mazmur tanggapan, lagu persembahan, komuni, hingga lagu penutup, umat diajak untuk semakin menghayati sabda Tuhan dan makna perayaan yang sedang dirayakan. Nyanyian yang dibawakan oleh koor juga diharapkan dapat mengajak seluruh umat yang hadir untuk turut serta memuji dan memuliakan Tuhan dengan penuh sukacita.

Pelayanan koor dari Lingkungan St. Gregorius Kadisoka pada hari ini juga menjadi wujud nyata kebersamaan dan semangat melayani dalam kehidupan umat di lingkungan. Setiap anggota koor dengan tulus mempersembahkan talenta yang dimiliki sebagai bentuk syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka. Kebersamaan yang terjalin dalam latihan maupun dalam pelayanan ini sekaligus mempererat persaudaraan antarumat di lingkungan.

Selain menjadi sarana pelayanan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap umat memiliki peran dalam membangun kehidupan Gereja. Melalui talenta yang dimiliki, baik dalam bentuk nyanyian, musik, maupun bentuk pelayanan lainnya, umat diajak untuk terus ambil bagian secara aktif dalam kehidupan menggereja.

Semoga melalui pelayanan koor pada Perayaan Ekaristi hari ini, umat yang hadir dapat semakin merasakan suasana doa yang khusyuk, memperdalam iman, serta semakin dikuatkan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh harapan dan kasih. Semoga pula semangat pelayanan ini terus tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.

Terima kasih kepada seluruh anggota koor yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan pelayanan ini, serta kepada seluruh umat yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi hari ini. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati setiap pelayanan dan karya yang dilakukan demi kemuliaan nama-Nya. 🙏

Media social Lingkungan St. Gregorius Kadisoka :

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV5DIuXD0Kr/?igsh=bzJ4b2Q2MndmYjk3

Youtube : https://youtu.be/–sDR8hTEww

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSuac25q6/

Kunjungan Kasih Tim PIUL Stasi GMBA ke Rumah Mbah Sum Umat Lingk. St. Gregorius Kadisoka

Kunjungan Kasih Tim PIUL Stasi GMBA ke Rumah Mbah Sum

Pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, Tim PIUL Stasi GMBA melaksanakan kunjungan pastoral kepada salah satu umat lansia di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka, yaitu Mbah Sum. Kunjungan ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian Gereja kepada para lanjut usia agar mereka tetap merasakan kasih, kebersamaan, serta pendampingan dalam kehidupan beriman.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, tim PIUL hadir untuk menyapa, berbincang, serta mendoakan Mbah Sum. Melalui percakapan sederhana dan kebersamaan tersebut, terjalin kedekatan yang menghadirkan sukacita dan semangat bagi umat yang dikunjungi.

Pada kesempatan ini, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana untuk Mbah Sum sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan para lansia. Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu memantau kesehatan serta memberikan perhatian nyata kepada umat lanjut usia di lingkungan.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa para lansia tetap merupakan bagian penting dalam kehidupan Gereja. Kehadiran dan perhatian dari sesama umat diharapkan dapat memberikan penghiburan serta meneguhkan iman, sehingga mereka tetap merasakan bahwa Gereja selalu hadir dalam perjalanan hidup mereka.

Semoga melalui kunjungan kasih ini, semangat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama, khususnya para lansia, semakin tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Tuhan senantiasa memberkati setiap karya pelayanan yang dilakukan demi kemuliaan-Nya.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV2ugZHjxaO/?igsh=MXBsbDQzdjY2Z2ttaQ==

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSu5d1pYm/

Youtube : https://youtube.com/shorts/HjWb4QU6zgg

Kegiatan Pertemuan APP ke 3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Kegiatan Pertemuan APP ke-3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali mengadakan kegiatan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-3 pada hari Kamis, 12 Maret 2026. Pertemuan kali ini dilaksanakan di rumah Mas Himawan dan dihadiri oleh umat lingkungan yang dengan penuh semangat berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan APP selama masa Prapaskah.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka yang mengajak seluruh umat untuk mempersiapkan hati dan pikiran dalam menjalani masa pertobatan, refleksi, serta memperdalam iman. Selanjutnya, umat bersama-sama mengikuti pendalaman iman melalui bahan APP yang telah disiapkan. Dalam suasana yang penuh kebersamaan, peserta diajak untuk merefleksikan tema yang diangkat serta membagikan pengalaman iman dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan berlangsung dengan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan saling mendukung satu sama lain dalam perjalanan iman selama masa Prapaskah. Melalui pertemuan ini, umat diharapkan semakin dikuatkan untuk hidup dalam semangat pertobatan, kepedulian, serta tindakan nyata kepada sesama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat tali persaudaraan antarumat di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.

Semoga melalui rangkaian kegiatan APP ini, umat semakin bertumbuh dalam iman dan mampu mewujudkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DVydCFyD_mt/?igsh=eDY3NTA0YnB4ajJn

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSuPoXbFe/

Youtube : https://youtube.com/shorts/tpFn5Xbun6o

Pertemuan APP ke-3 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“MENINGGALKAN SIKAP KETIDAKPEDULIAN, MENGEMBANGKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL”

Tanggal                      : 5 Maret 2026

Tempat                      : Rumah Ibu Aniek

Pemandu                  : Bp Purwanto, Bp Indarto, Bp Andreas, Ibu Titik, Ibu Nelly

Jumlah Peserta       : 27 orang

Pertemuan ketiga Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 kembali dilaksanakan dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Pada pertemuan ini umat diajak merenungkan subtema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui pertemuan ini, umat diingatkan bahwa setiap anugerah yang diterima dari Tuhan—baik kemampuan, waktu, relasi, maupun harta—mengandung tanggung jawab untuk dibagikan kepada sesama demi menghadirkan kesejahteraan bersama.

Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengantar umat memasuki suasana refleksi lalu pembacaan Kitab Suci untuk memberikan acuan dari tema ini. Dalam pendalaman materi, umat diajak menyadari bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari panggilan iman. Gereja mengajak setiap orang untuk tidak bersikap acuh terhadap kesulitan sesama, melainkan berani mengambil langkah nyata dalam membangun solidaritas. Dengan saling berbagi dan bekerja sama, anugerah yang berbeda-beda dari setiap orang dapat dipadukan untuk menghadirkan perubahan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Untuk memperdalam pemahaman tersebut, pertemuan ini dilengkapi dengan sebuah fragmen atau drama situasi yang menggambarkan kontras antara sikap ketidakpedulian dan sikap penuh kasih. Dalam cerita tersebut digambarkan seorang keluarga kaya yang hidup berkecukupan namun menolak membantu seorang pria yang sedang membutuhkan uang untuk membeli obat bagi istrinya yang sakit. Sebaliknya, sebuah keluarga sederhana yang hidup dengan keterbatasan justru menunjukkan belas kasih dengan memberikan sebagian dari uang belanja mereka untuk menolong orang yang membutuhkan. Kisah ini menegaskan bahwa kepedulian tidak ditentukan oleh banyaknya harta, melainkan oleh hati yang terbuka untuk berbagi.

Fragmen tersebut mencapai puncaknya ketika orang kaya yang sebelumnya bersikap sombong mengalami kesulitan karena anaknya mengalami kecelakaan dan membutuhkan donor darah. Tanpa diduga, justru orang miskin yang dahulu ia tolak bantuannya bersedia secara sukarela mendonorkan darahnya demi menyelamatkan nyawa anak tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, setiap orang saling membutuhkan dan kebaikan yang diberikan dengan tulus akan membawa berkat bagi banyak orang.Pertemuan dilanjutkan dengan doa ARDAS IX kemudian Doa Bapa Kami, serta berkat penutup dan lagu penutup. Melalui pertemuan APP ketiga ini, umat diajak untuk semakin meninggalkan sikap tidak peduli dan mulai mengembangkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing, sebab membantu sesama tidak harus menunggu menjadi kaya, melainkan dimulai dari hati yang mau berbagi dan menghidupi kasih Kristus dalam kehidupan nyata.