Semarak Lomba 17-an Bersama Anak dan Keluarga PIA & PIR Paroki Administratif Maguwo

Dalam rangka turut memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pendamping PIA dan PIR Paroki Administratif Maguwo menyelenggarakan kegiatan Lomba 17-an yang melibatkan anak-anak bersama anggota keluarga. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan yang penuh sukacita sekaligus mempererat hubungan antara anak dan keluarga.Lomba yang diselenggarakan meliputi Lomba Bola Bale Tangkap, Lomba Pancing Kerupuk, dan Lomba Roti Cinta. Sebanyak 40 anak turut ambil bagian dalam kegiatan ini, didampingi oleh anggota keluarga mereka. Pendamping lomba dapat berupa ayah, ibu, kakak, tante, maupun om.Suasana sore itu berlangsung sangat seru dan meriah. Tawa dan canda anak-anak bersama para pendamping mewarnai setiap perlombaan.

Semangat, kekompakan, dan keceriaan terlihat saat setiap peserta berusaha menyelesaikan tantangan yang diberikan.Kegiatan lomba ini tidak hanya bertujuan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak dan anggota keluarga untuk membangun kerja sama, kebersamaan, serta menciptakan pengalaman yang menyenangkan bersama. Setiap perlombaan mengajarkan bahwa dukungan dan kekompakan dapat menjadi bagian penting dalam meraih keberhasilan.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka, semua anak yang mengikuti lomba mendapatkan goodie bag. Harapannya, setiap anak pulang tidak hanya membawa hadiah, tetapi juga membawa kenangan indah dan pengalaman berharga dari kebersamaan dalam kegiatan ini.Terima kasih teman-teman PIA dan Remaja yang telah turut berpartisipasi dan memeriahkan kegiatan Lomba 17-an ini. Sampai jumpa di kegiatan PIA dan PIR Paroki Administratif Maguwo berikutnya!

Merdeka! Seru Bersama!

Rapat Rutin Dewan Paroki Administratif Maguwo, Perkuat Sinergi Bersama Para Ketua Wilayah


Maguwo, 21 Agustus 2026 — Dalam semangat membangun komunikasi dan pelayanan umat yang semakin baik, Dewan Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan rapat rutin bulanan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Bertempat di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah (GMBA), rapat kali ini memiliki suasana yang sedikit berbeda karena turut melibatkan seluruh Ketua Wilayah.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., bersama jajaran Dewan Paroki Administratif dan para Ketua Wilayah. Keterlibatan para Ketua Wilayah menjadi kesempatan penting untuk menyatukan informasi, menyampaikan perkembangan pelayanan, sekaligus mendengarkan dinamika kehidupan umat di masing-masing wilayah.

Evaluasi Kegiatan dan Perkembangan Wilayah

Rapat diawali dengan penyampaian laporan kegiatan bulanan dari masing-masing bidang pelayanan. Setiap bidang memaparkan kegiatan yang telah dilaksanakan, perkembangan program, serta berbagai hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pelayanan umat.

Selanjutnya, para Ketua Wilayah menyampaikan laporan tiga bulanan wilayah masing-masing. Laporan tersebut menjadi ruang untuk melihat perkembangan kehidupan umat di tingkat wilayah, termasuk berbagai kegiatan dan dinamika yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Melalui pemaparan tersebut, Dewan Paroki Administratif bersama para Ketua Wilayah dapat saling mengetahui perkembangan pelayanan dan kondisi umat secara lebih menyeluruh. Komunikasi seperti ini diharapkan dapat membantu setiap unsur pelayanan untuk saling mendukung dan menyelaraskan langkah.

Membahas Berbagai Hal untuk Keberlanjutan Pelayanan

Memasuki sesi lain-lain dan tanya jawab, suasana rapat menjadi semakin interaktif. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan berkaitan dengan kehidupan dan perkembangan pelayanan di GMBA.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah kelanjutan kunjungan Tim Keuskupan Agung Semarang (KAS) terkait rencana pembelian lahan di belakang gereja. Perkembangan mengenai rencana tersebut menjadi bagian dari perhatian bersama, mengingat kebutuhan ruang dan pengembangan sarana pelayanan gereja ke depan.

Selain itu, dibahas pula mengenai keberlanjutan doa novena yang telah menjadi bagian dari kehidupan doa bersama umat.

Kemungkinan pelaksanaan Misa Sabtu sore juga menjadi salah satu topik yang dibicarakan dalam sesi tersebut sebagai bagian dari upaya melihat kebutuhan dan pelayanan liturgi bagi umat.

Berbagai masukan yang muncul menjadi bahan pembicaraan bersama dan menunjukkan adanya kepedulian seluruh unsur gereja terhadap perkembangan kehidupan umat di GMBA.

Mulai September, Misa Senin Pagi

Menjelang akhir pertemuan, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. menyampaikan informasi yang menggembirakan bagi umat. Mulai September 2026, Gereja Maria Bunda Allah akan melaksanakan Misa harian setiap hari Senin pukul 06.00 WIB.

Misa Senin pagi ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi umat untuk mengawali pekan dengan Ekaristi, menyerahkan seluruh aktivitas, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan keluarga ke dalam penyertaan Tuhan.

Menyatukan Langkah, Menguatkan Pelayanan

Rapat rutin bulanan ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam kehidupan sebuah komunitas gereja. Pertemuan antara Dewan Paroki Administratif dan para Ketua Wilayah menjadi ruang untuk saling mendengarkan, berbagi informasi, serta menyatukan langkah dalam menjalankan pelayanan.

Dengan komunikasi yang terus dibangun, diharapkan setiap bidang, wilayah, dan seluruh penggerak umat dapat berjalan dalam semangat kebersamaan dan saling mendukung.

Bersama melangkah, bersama melayani, dan bersama membangun Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang semakin hidup dalam iman, persaudaraan, dan pelayanan.

Kebersamaan dan Kemandirian: Pertemuan Rutin Ibu-Ibu Lingkungan Santo Stefanus di Kediaman Ibu Herbudianto

Sabtu, 15 Agustus 2026, Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Santo Stefanus kembali menggelar pertemuan rutin bulanan yang bertempat di kediaman Ibu Herbudianto. Suasana penuh hangat dan keakraban terasa menyelimuti seluruh rangkaian acara saat tuan rumah menyambut kehadiran para anggota.

Selain menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan saling mendukung satu sama lain, pertemuan ini juga diisi dengan pengelolaan administrasi serta kemandirian ekonomi lingkungan. Para ibu aktif menjalankan kegiatan rutin seperti arisan lingkungan, pengelolaan kas bulanan, serta program simpan pinjam yang terus menjadi sarana gotong royong dan bantu-membantu antaranggota.

Terima kasih kepada Ibu Herbudianto dan keluarga atas kesediaan tempat serta kehangatan yang telah diberikan. Semoga kebersamaan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Santo Stefanus ini semakin solid, membawa berkah, dan terus menjadi penopang utama bagi kegiatan serta pelayanan di lingkungan kita!

Meneladani Kasih Kristus dalam Cinta Tanah Air: Ibadat Sabda dan Katekese Kebangsaan 1 di Kediaman Ibu Sutarjo

Jumat, 14 Agustus 2026, Umat Lingkungan Santo Stefanus kembali bersekutu dalam Ibadat Sabda bulanan yang bertempat di kediaman Ibu Sutarjo. Pertemuan kali ini terasa makin bermakna karena diselenggarakan menjelang peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, merangkap pelaksanaan Katekese Kebangsaan 1.

Dalam suasana yang khidmat dan penuh rasa syukur, umat diajak untuk mendalami bagaimana iman Kristiani berakar dan berbuah dalam kehidupan berbangsa. Melalui panduan bahan Katekese Kebangsaan 1, renungan difokuskan pada panggilan kita sebagai murid Kristus untuk menjadi “garam dan terang” di tengah masyarakat—merawat semangat persaudaraan sejati, menjaga kebhinekaan, serta berkontribusi aktif dalam membangun bangsa dengan kasih dan keadilan.

Ibadat ini tidak hanya memperkaya rohani, tetapi juga mempertegas komitmen umat Lingkungan Santo Stefanus untuk senantiasa mewujudkan iman yang 100% Katolik dan 100% Indonesia.

Terima kasih kepada Ibu Sutarjo dan keluarga atas kehangatan tempat serta kebersamaan yang disediakan. Semoga semangat katekese ini terus menyalakan rasa cinta tanah air dan mempererat tali persaudaraan dalam pelayanan kita sehari-hari!

Pelayanan dalam Ketelitian: Umat Lingkungan Santo Stefanus Bertugas Menjaga Counter Gereja

Minggu, 2 Agustus 2026, Umat Lingkungan Santo Stefanus kembali mengambil bagian dalam pelayanan gereja. Kali ini, tugas yang dipercayakan adalah menjaga counter untuk menghitung jumlah kehadiran umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi.

Dengan penuh kesiapsiagaan dan ketelitian, para petugas berdiri menyambut kehadiran jemaat di setiap pintu masuk. Setiap hitungan bukan sekadar angka, melainkan wujud rasa syukur atas setiap jiwa yang datang bersekutu dan beribadah di Rumah Tuhan.

Terima kasih kepada warga Lingkungan Santo Stefanus yang telah menjalankan tugas ini dengan baik dan penuh tanggung jawab. Semoga semangat melayani dalam hal-hal kecil sekalipun terus membawa berkah bagi pertumbuhan iman dan keteraturan pelayanan gereja kita.

Dedikasi Tanpa Lelah: Langkah Nyata Lingkungan Santo Stefanus Memelihara Rumah Tuhan

Senin, 27 Juli 2026 menjadi saksi bisu betapa membara semangat pelayanan Umat Lingkungan Santo Stefanus. Sebelum melangkahkan kaki menuju kediaman Ibu Hendrik untuk bersekutu dalam doa malam, sejak sore hari umat telah berkumpul di pelataran gereja dengan satu tujuan mulia: merawat dan mempercantik setiap sudut hijau Taman Rumah Bapa.

Di bawah naungan langit sore, setiap genggaman tangan, siraman air, dan potongan dahan bukan sekadar kerja fisik biasa, melainkan sebuah simfoni pengabdian yang agung. Menyapu pelataran, merapikan dedaunan, dan memastikan setiap tanaman tumbuh segar adalah cara umat menerjemahkan iman menjadi aksi nyata—menjaga keasrian dan kesucian bait Allah agar senantiasa menjadi oase yang menyejukkan bagi siapa saja yang datang berdoa.

Dari pelataran gereja di sore hari hingga lantunan doa di malam hari, hari itu ditutup dengan kebanggaan atas dedikasi yang tak terputus. Terima kasih atas kerja keras dan ketulusan seluruh warga Lingkungan Santo Stefanus. Semoga setiap tetes keringat pelayanan ini menjadi harum persembahan yang menyenangkan hati Tuhan!

Wujud Kasih dan Kepedulian: Penyampaian Tali Kasih Lingkungan Santo Stefanus untuk Mas Dedy

Rasa empati dan persaudaraan sejati kembali diwujudkan oleh Umat Lingkungan Santo Stefanus. Pada Rabu, 29 Juli 2026, umat bergerak bersama mengadakan aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril maupun materiil bagi Mas Dedy, koster gereja kita yang sedang mengalami musibah.

Penyampaian bantuan tali kasih tersebut diwakili secara langsung oleh Bapak Paulus Wardana selaku Ketua Lingkungan Santo Stefanus. Kehadiran beliau bukan sekadar menyerahkan donasi yang telah terkumpul, melainkan membawa pesan hangat, doa, dan rasa solidaritas dari seluruh warga lingkungan agar Mas Dedy senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan di tengah masa sulit ini.

Terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada seluruh umat Lingkungan Santo Stefanus yang telah menyisihkan rezeki dan mengulurkan tangan dengan penuh ketulusan. Semoga bantuan serta doa yang dipanjatkan dapat meringankan beban Mas Dedy, dan semoga semangat berbagi ini terus menjadi gaya hidup komunitas iman kita.

Rahmat Penghiburan dan Penguatan: Pemberian Sakramen Minyak Suci untuk Bapak Gunawan

Pada Selasa, 14 Juli 2026, suasana penuh keheningan dan doa menyelimuti kediaman Bapak Gunawan. Dengan didampingi keluarga serta dukungan doa dari umat, telah dilaksanakan pemberian Sakramen Minyak Suci (Pengurapan Orang Sakit) yang dipimpin langsung oleh Romo Dadang, Pr.

Melalui sakramen kudus ini, Gereja hadir untuk mengalirkan rahmat penguatan, kedamaian, dan penghiburan dari Tuhan Yesus Kristus bagi Bapak Gunawan. Doa-doa yang dipanjatkan oleh Romo Dadang, Pr bersama keluarga menjadi wujud kepasrahan dan iman yang mendalam, memohon agar Tuhan senantiasa memberikan kesembuhan, kekuatan jiwa dan raga, serta ketenangan hati dalam menjalani masa pemulihan.

Semoga jamahan kasih Tuhan melalui Sakramen Minyak Suci ini menjadi sumber penguatan yang nyata bagi Bapak Gunawan, serta melimpahkan ketabahan dan kedamaian bagi seluruh keluarga yang mendampingi.

Setia dalam Doa dan Pengharapan: Ibadat Memule 40 Hari Almarhum Bapak Hendrik Fredik Legoh

Umat Lingkungan Santo Stefanus kembali melangkahkan kaki dan menyatukan hati bersama Umat Lingkungan Santo Gregorius dalam Ibadat Memule 40 Hari mengenang berpulangnya almarhum Bapak Hendrik Fredik Legoh. Ibadat peringatan ini dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026, bertempat di kediaman Ibu Hendrik.

Suasana doa malam itu terasa makin khidmat dan menyentuh jiwa dengan iringan nyanyian pujian dari Koor Lingkungan Santo Gregorius. Alunan lagu-lagu liturgis yang dibawakan dengan penuh penghayatan mengiringi setiap doa yang melambung, memohonkan kedamaian abadi serta tempat terindah bagi jiwa almarhum di dalam pangkuan Bapa di surga.

Kebersamaan dan kolaborasi antar-lingkungan ini menjadi wujud nyata dari belas kasih dan persaudaraan sejati dalam Kristus. Kehadiran dan dukungan doa yang terus mengalir hingga hari ke-40 ini diharapkan dapat semakin memberikan penghiburan, kekuatan iman, serta ketabahan bagi Ibu Hendrik dan seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.

Semoga almarhum Bapak Hendrik Fredik Legoh beristirahat dalam damai abadi, dan tali kasih yang terjalin antarumat senantiasa membawa berkah bagi pelayanan bersama.

Sukacita Kebersamaan dan Urapan Tali Kasih: Pertemuan Ibu-Ibu Lingkungan Santo Stefanus di Kediaman Ibu Sutarjo

Suasana penuh kehangatan, persaudaraan, dan empati menyelimuti kediaman Ibu Sutarjo pada Jumat, 17 Juli 2026. Hari itu, Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Santo Stefanus kembali berkumpul untuk melaksanakan pertemuan rutin bulanan dalam semangat kebersamaan yang erat.

Pertemuan kali ini terasa semakin istimewa dan menyentuh hati dengan hadirnya kunjungan Tali Kasih Valentine dari pengurus dan perwakilan Ibu-Ibu Paguyuban Paroki Administratif Stasi Maguwo. Kunjungan ini secara khusus ditujukan untuk memberikan perhatian, dukungan doa, serta penguatan bagi keluarga Ibu Sutarjo.

Momen silaturahmi ini menjadi wujud nyata dari belas kasih dan solidaritas antar-umat, di mana kehadiran para ibu paroki membawa penghiburan yang mendalam. Obrolan hangat, doa bersama, dan penyerahan tali kasih melengkapi pertemuan rutin tersebut, menegaskan bahwa Gereja adalah satu keluarga besar yang saling peduli dan menopang dalam setiap keadaan.

Terima kasih kepada Ibu Sutarjo atas kesediaan dan kehangatan tempat yang disediakan, serta kepada ibu-ibu Paguyuban Paroki Administratif Stasi Maguwo atas perhatian dan kasih yang telah dibagikan. Semoga semangat belas kasih ini terus tumbuh dan menjadi berkah bagi seluruh umat Lingkungan Santo Stefanus.