Semangat Pelayanan Ibu-Ibu Lingkungan Santo Antonius dalam Merawat Keasrian Gereja Maria Bunda Allah

MAGUWO – Ibu-ibu Lingkungan Santo Antonius, Gereja Maria Bunda Allah, Paroki Administratif Maguwo, melaksanakan tugas pelayanan rutin menyiram tanaman di lingkungan gereja pada Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari jadwal pelayanan yang telah diatur oleh paroki dan dilaksanakan secara bergiliran oleh ibu-ibu dari setiap lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, ibu-ibu Lingkungan Santo Antonius mengambil bagian dalam menjaga keindahan, kebersihan, dan keasrian lingkungan gereja. Penyiraman tanaman menjadi salah satu bentuk kepedulian umat terhadap fasilitas dan lingkungan rumah ibadah, sehingga suasana gereja tetap hijau, asri, dan nyaman bagi seluruh umat.

Pelayanan rutin yang melibatkan ibu-ibu dari berbagai lingkungan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan menggereja. Setiap lingkungan memperoleh kesempatan untuk berkontribusi melalui tugas yang telah dijadwalkan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa merawat gereja merupakan tanggung jawab seluruh umat.

Meskipun tampak sederhana, kegiatan menyiram tanaman memiliki makna yang lebih dalam. Pelayanan kepada Gereja tidak selalu diwujudkan melalui tugas liturgi, kegiatan doa, atau pelayanan pastoral lainnya, tetapi juga melalui tindakan nyata yang dilakukan dengan ketulusan dan semangat kasih. Merawat tanaman dan menjaga lingkungan gereja menjadi salah satu cara sederhana untuk menghadirkan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga selaras dengan semangat ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan oleh Paus Fransiskus, yang mengajak seluruh umat untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam dan menjaga bumi sebagai rumah bersama. Kepedulian tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk dengan merawat tanaman dan menjaga keasrian rumah ibadah.

Melalui pelaksanaan tugas pelayanan secara bergiliran, setiap lingkungan turut berperan dalam membangun budaya gotong royong, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap gereja. Keterlibatan ibu-ibu Lingkungan Santo Antonius dalam kegiatan ini menjadi bagian dari semangat pelayanan bersama yang terus dihidupi oleh umat Gereja Maria Bunda Allah.

Semoga kegiatan sederhana ini terus menumbuhkan semangat pelayanan yang tulus, mempererat persaudaraan antarumat, serta menginspirasi seluruh warga gereja untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Sebab, melalui tindakan kecil yang dilakukan dengan penuh kasih dan tanggung jawab, iman dapat diwujudkan dalam pelayanan nyata bagi Gereja dan sesama.

https://www.instagram.com/reel/DejV_zQT2O7/?psln=YzAyMDM1MGJkZA==

Gerakan Laudato Si’ GMBA: Panen Kompos dan Pilah Sampah Wujudkan Semangat Paroki Hijau


Minggu, 20 September 2026 — Semangat untuk merawat bumi sebagai rumah kita bersama kembali diwujudkan secara nyata di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Sejalan dengan semangat ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus tentang kepedulian terhadap lingkungan dan keutuhan ciptaan, umat diajak untuk tidak hanya berbicara tentang kepedulian terhadap bumi, tetapi juga menghidupinya melalui tindakan sederhana dan nyata.

Salah satu bentuk nyata gerakan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pengelolaan sampah organik dan anorganik di lingkungan gereja. Kegiatan hari ini digerakkan oleh Pak Pargiyono, dengan dukungan Mas Bani selaku Kabid Rumah Tangga, bersama Tim Laudato Si’ GMBA yang terdiri dari Mas Bono, Pak Agus Hari, Pak Gandung, dan Bu Sri Hernani.

Panen Kompos Setelah Dua Tahun

Salah satu kegiatan utama hari ini adalah memanen kompos dari tumpukan sampah daun yang telah terkumpul dan mengalami proses penguraian selama kurang lebih dua tahun.

Daun-daun yang sebelumnya dipandang sebagai sampah, ternyata dapat kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. Setelah melalui proses alami, material organik tersebut menghasilkan kompos yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk menyuburkan tanaman di lingkungan gereja.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tidak semua yang kita sebut sebagai “sampah” benar-benar tidak berguna. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah organik dapat kembali ke dalam siklus kehidupan dan memberikan manfaat bagi tanah serta tanaman.

Membersihkan dan Memilah Sampah

Selain memanen kompos, tim juga melakukan pengosongan tempat sampah yang berada di pojok depan gereja. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya.

Sampah anorganik yang masih memiliki kemungkinan untuk dimanfaatkan atau didaur ulang dipisahkan, sementara sampah yang sudah tidak dapat didaur ulang juga dipisahkan dan ditangani dengan lebih bertanggung jawab.

Proses pemilahan ini mungkin terlihat sederhana, namun justru dari kebiasaan-kebiasaan kecil seperti inilah budaya peduli lingkungan dapat mulai tumbuh di tengah kehidupan menggereja.

Dengan Teknologi Sederhana, Semangat Besar

Dalam kegiatan ini, tim menggunakan dua alat pencacah daun serta alat pemisah kompos. Kehadiran peralatan tersebut membantu proses pengolahan sampah organik menjadi lebih efektif dan memudahkan tim dalam mengelola material yang selama ini terkumpul.

Pemanfaatan alat tersebut menunjukkan bahwa semangat Laudato Si’ dapat berjalan beriringan dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi sederhana. Teknologi bukan sekadar untuk mempermudah pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menjaga dan merawat lingkungan.

Apa yang dilakukan hari ini merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat yang saat ini terus digaungkan di lingkungan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo, yaitu Paroki Hijau.

Merawat Bumi, Merawat Rumah Bersama

Gerakan Laudato Si’ mengajak kita untuk melihat lingkungan bukan sebagai sesuatu yang berada di luar kehidupan kita, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dirawat bersama. Gereja pun memiliki panggilan untuk menjadi contoh dalam membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.

Melalui kegiatan sederhana seperti mengolah daun menjadi kompos, memilah sampah, membersihkan lingkungan gereja, dan mengurangi sampah yang berakhir begitu saja, kita sedang belajar mengubah cara pandang: sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi sesuatu yang perlu dikelola dengan bijaksana.

Lebih dari sekadar kegiatan kebersihan, apa yang dilakukan oleh Pak Pargiyono bersama Mas Bani dan Tim Laudato Si’ GMBA hari ini menjadi sebuah bentuk pelayanan terhadap alam dan sesama.

Harapan untuk Paroki Hijau

Semoga langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal dari gerakan yang semakin besar dan berkelanjutan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Semoga semakin banyak umat yang tergerak untuk mengurangi sampah, memilah sampah dari sumbernya, memanfaatkan kembali apa yang masih berguna, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan—baik di gereja maupun di rumah masing-masing.

Harapannya, semangat Laudato Si’ tidak berhenti pada kegiatan tertentu atau momentum tertentu saja, tetapi tumbuh menjadi budaya hidup umat.

Semoga lingkungan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo semakin hijau, bersih, asri, dan menjadi ruang yang nyaman bagi umat sekaligus menjadi kesaksian nyata bahwa Gereja hadir untuk merawat keutuhan ciptaan.

Dan semoga dari tempat sederhana ini, tumbuh kesadaran bersama bahwa merawat bumi adalah bagian dari iman, dan menjaga rumah kita bersama adalah tanggung jawab kita semua.

Dari daun yang jatuh, lahir kompos.
Dari sampah yang dipilah, lahir kepedulian.
Dari langkah kecil bersama, tumbuh Paroki Hijau.

Laudato Si’ — Terpujilah Engkau, Tuhan, melalui seluruh ciptaan-Mu.

Semarak Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci antar lingkungan

Maguwo, 6 September 2026 — Kitab Suci tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami, direnungkan, dan dihidupi dalam kehidupan sehari-hari. Semangat inilah yang terasa dalam kegiatan Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci antarlingkungan yang diselenggarakan oleh Gereja Paroki Adm Maguwo melalui Bidang Pewartaan, khususnya Tim Kerasulan Kitab Suci.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya paroki untuk semakin menumbuhkan pengetahuan dan kecintaan umat terhadap Kitab Suci. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan dan kebersamaan antar lingkungan, sekaligus sarana belajar iman yang dikemas dalam suasana edukatif, kompetitif, dan menyenangkan.
Menariknya, lomba dilaksanakan dengan memadukan media online dan kegiatan secara langsung. Perpaduan tersebut membuat suasana perlombaan semakin dinamis. Para peserta tidak hanya ditantang untuk mengingat dan memahami isi Kitab Suci, tetapi juga diajak menikmati proses belajar bersama dengan cara yang lebih kreatif dan kekinian.


Belajar Kitab Suci, Bertumbuh Bersama
Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci memiliki sejumlah tujuan penting. Selain meningkatkan pengetahuan umat mengenai Kitab Suci, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan umat terhadap Sabda Tuhan.
Keterlibatan remaja, Orang Muda Katolik (OMK), dan orang tua juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Kehadiran lintas generasi dalam satu tim membuka kesempatan bagi orang tua dan generasi muda untuk saling belajar, bekerja sama, serta membangun kebersamaan melalui pendalaman Kitab Suci.
Tidak berhenti pada hari perlombaan, kegiatan ini diharapkan dapat membawa semangat tersebut kebiasaan bersama, lebih jauh, kegiatan ini menjadi sarana pewartaan, pembelajaran iman, dan penguatan kebersamaan umat.


14 Lingkungan Berpartisipasi
Dari 17 lingkungan di Paroki Adm Maguwo ada 14 lingkungan ambil bagian dalam kegiatan ini. Masing-masing lingkungan mengirimkan satu tim yang terdiri atas satu orang dewasa dan dua orang PIR atau PIOM.
Komposisi tersebut memberikan warna tersendiri bagi perlombaan. Dalam satu tim, pengalaman orang dewasa berpadu dengan semangat dan energi generasi muda. Mereka bersama-sama berusaha menjawab pertanyaan, berdiskusi, mengingat kembali pengetahuan Kitab Suci, dan tentu saja memberikan dukungan satu sama lain.
Suasana kompetisi pun menjadi semakin menarik karena setiap tim membawa semangat untuk memberikan yang terbaik bagi lingkungannya.


Apresiasi bagi Para Juara
Setelah melalui rangkaian perlombaan dengan penuh semangat, diperoleh hasil sebagai berikut: Juara I: Lingkungan Theresia, Juara II: Lingkungan Asisi, Juara III: Lingkungan Elisabeth.
Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat, kerja sama, dan usaha yang telah ditunjukkan oleh masing-masing tim. Namun, sesungguhnya setiap peserta adalah bagian dari kemenangan bersama, karena keberanian untuk belajar dan mendalami Kitab Suci merupakan langkah penting dalam perjalanan iman.
Kegiatan Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci menjadi pengingat bahwa mendalami Kitab Suci dapat dilakukan dengan berbagai cara. Belajar tentang Sabda Tuhan tidak harus selalu berlangsung dalam suasana yang formal. Melalui kreativitas, permainan, kompetisi yang sehat, dan kebersamaan lintas generasi, Kitab Suci dapat semakin dekat dengan kehidupan umat.
Semoga Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci ini menjadi langkah kecil yang membawa buah besar: semakin banyak umat mencintai Kitab Suci, semakin rajin membacanya, dan semakin mampu mewujudkan Sabda Tuhan dalam tindakan nyata.

Dokumentasi Kegiatan : download disini

Semarak Lomba 17-an Bersama Anak dan Keluarga PIA & PIR Paroki Administratif Maguwo

Dalam rangka turut memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pendamping PIA dan PIR Paroki Administratif Maguwo menyelenggarakan kegiatan Lomba 17-an yang melibatkan anak-anak bersama anggota keluarga. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan yang penuh sukacita sekaligus mempererat hubungan antara anak dan keluarga.Lomba yang diselenggarakan meliputi Lomba Bola Bale Tangkap, Lomba Pancing Kerupuk, dan Lomba Roti Cinta. Sebanyak 40 anak turut ambil bagian dalam kegiatan ini, didampingi oleh anggota keluarga mereka. Pendamping lomba dapat berupa ayah, ibu, kakak, tante, maupun om.Suasana sore itu berlangsung sangat seru dan meriah. Tawa dan canda anak-anak bersama para pendamping mewarnai setiap perlombaan.

Semangat, kekompakan, dan keceriaan terlihat saat setiap peserta berusaha menyelesaikan tantangan yang diberikan.Kegiatan lomba ini tidak hanya bertujuan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak dan anggota keluarga untuk membangun kerja sama, kebersamaan, serta menciptakan pengalaman yang menyenangkan bersama. Setiap perlombaan mengajarkan bahwa dukungan dan kekompakan dapat menjadi bagian penting dalam meraih keberhasilan.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka, semua anak yang mengikuti lomba mendapatkan goodie bag. Harapannya, setiap anak pulang tidak hanya membawa hadiah, tetapi juga membawa kenangan indah dan pengalaman berharga dari kebersamaan dalam kegiatan ini.Terima kasih teman-teman PIA dan Remaja yang telah turut berpartisipasi dan memeriahkan kegiatan Lomba 17-an ini. Sampai jumpa di kegiatan PIA dan PIR Paroki Administratif Maguwo berikutnya!

Merdeka! Seru Bersama!

Rapat Rutin Dewan Paroki Administratif Maguwo, Perkuat Sinergi Bersama Para Ketua Wilayah


Maguwo, 21 Agustus 2026 — Dalam semangat membangun komunikasi dan pelayanan umat yang semakin baik, Dewan Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan rapat rutin bulanan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Bertempat di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah (GMBA), rapat kali ini memiliki suasana yang sedikit berbeda karena turut melibatkan seluruh Ketua Wilayah.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., bersama jajaran Dewan Paroki Administratif dan para Ketua Wilayah. Keterlibatan para Ketua Wilayah menjadi kesempatan penting untuk menyatukan informasi, menyampaikan perkembangan pelayanan, sekaligus mendengarkan dinamika kehidupan umat di masing-masing wilayah.

Evaluasi Kegiatan dan Perkembangan Wilayah

Rapat diawali dengan penyampaian laporan kegiatan bulanan dari masing-masing bidang pelayanan. Setiap bidang memaparkan kegiatan yang telah dilaksanakan, perkembangan program, serta berbagai hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pelayanan umat.

Selanjutnya, para Ketua Wilayah menyampaikan laporan tiga bulanan wilayah masing-masing. Laporan tersebut menjadi ruang untuk melihat perkembangan kehidupan umat di tingkat wilayah, termasuk berbagai kegiatan dan dinamika yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Melalui pemaparan tersebut, Dewan Paroki Administratif bersama para Ketua Wilayah dapat saling mengetahui perkembangan pelayanan dan kondisi umat secara lebih menyeluruh. Komunikasi seperti ini diharapkan dapat membantu setiap unsur pelayanan untuk saling mendukung dan menyelaraskan langkah.

Membahas Berbagai Hal untuk Keberlanjutan Pelayanan

Memasuki sesi lain-lain dan tanya jawab, suasana rapat menjadi semakin interaktif. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan berkaitan dengan kehidupan dan perkembangan pelayanan di GMBA.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah kelanjutan kunjungan Tim Keuskupan Agung Semarang (KAS) terkait rencana pembelian lahan di belakang gereja. Perkembangan mengenai rencana tersebut menjadi bagian dari perhatian bersama, mengingat kebutuhan ruang dan pengembangan sarana pelayanan gereja ke depan.

Selain itu, dibahas pula mengenai keberlanjutan doa novena yang telah menjadi bagian dari kehidupan doa bersama umat.

Kemungkinan pelaksanaan Misa Sabtu sore juga menjadi salah satu topik yang dibicarakan dalam sesi tersebut sebagai bagian dari upaya melihat kebutuhan dan pelayanan liturgi bagi umat.

Berbagai masukan yang muncul menjadi bahan pembicaraan bersama dan menunjukkan adanya kepedulian seluruh unsur gereja terhadap perkembangan kehidupan umat di GMBA.

Mulai September, Misa Senin Pagi

Menjelang akhir pertemuan, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. menyampaikan informasi yang menggembirakan bagi umat. Mulai September 2026, Gereja Maria Bunda Allah akan melaksanakan Misa harian setiap hari Senin pukul 06.00 WIB.

Misa Senin pagi ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi umat untuk mengawali pekan dengan Ekaristi, menyerahkan seluruh aktivitas, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan keluarga ke dalam penyertaan Tuhan.

Menyatukan Langkah, Menguatkan Pelayanan

Rapat rutin bulanan ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam kehidupan sebuah komunitas gereja. Pertemuan antara Dewan Paroki Administratif dan para Ketua Wilayah menjadi ruang untuk saling mendengarkan, berbagi informasi, serta menyatukan langkah dalam menjalankan pelayanan.

Dengan komunikasi yang terus dibangun, diharapkan setiap bidang, wilayah, dan seluruh penggerak umat dapat berjalan dalam semangat kebersamaan dan saling mendukung.

Bersama melangkah, bersama melayani, dan bersama membangun Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang semakin hidup dalam iman, persaudaraan, dan pelayanan.

Kebersamaan dan Kemandirian: Pertemuan Rutin Ibu-Ibu Lingkungan Santo Stefanus di Kediaman Ibu Herbudianto

Sabtu, 15 Agustus 2026, Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Santo Stefanus kembali menggelar pertemuan rutin bulanan yang bertempat di kediaman Ibu Herbudianto. Suasana penuh hangat dan keakraban terasa menyelimuti seluruh rangkaian acara saat tuan rumah menyambut kehadiran para anggota.

Selain menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan saling mendukung satu sama lain, pertemuan ini juga diisi dengan pengelolaan administrasi serta kemandirian ekonomi lingkungan. Para ibu aktif menjalankan kegiatan rutin seperti arisan lingkungan, pengelolaan kas bulanan, serta program simpan pinjam yang terus menjadi sarana gotong royong dan bantu-membantu antaranggota.

Terima kasih kepada Ibu Herbudianto dan keluarga atas kesediaan tempat serta kehangatan yang telah diberikan. Semoga kebersamaan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Santo Stefanus ini semakin solid, membawa berkah, dan terus menjadi penopang utama bagi kegiatan serta pelayanan di lingkungan kita!

Meneladani Kasih Kristus dalam Cinta Tanah Air: Ibadat Sabda dan Katekese Kebangsaan 1 di Kediaman Ibu Sutarjo

Jumat, 14 Agustus 2026, Umat Lingkungan Santo Stefanus kembali bersekutu dalam Ibadat Sabda bulanan yang bertempat di kediaman Ibu Sutarjo. Pertemuan kali ini terasa makin bermakna karena diselenggarakan menjelang peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, merangkap pelaksanaan Katekese Kebangsaan 1.

Dalam suasana yang khidmat dan penuh rasa syukur, umat diajak untuk mendalami bagaimana iman Kristiani berakar dan berbuah dalam kehidupan berbangsa. Melalui panduan bahan Katekese Kebangsaan 1, renungan difokuskan pada panggilan kita sebagai murid Kristus untuk menjadi “garam dan terang” di tengah masyarakat—merawat semangat persaudaraan sejati, menjaga kebhinekaan, serta berkontribusi aktif dalam membangun bangsa dengan kasih dan keadilan.

Ibadat ini tidak hanya memperkaya rohani, tetapi juga mempertegas komitmen umat Lingkungan Santo Stefanus untuk senantiasa mewujudkan iman yang 100% Katolik dan 100% Indonesia.

Terima kasih kepada Ibu Sutarjo dan keluarga atas kehangatan tempat serta kebersamaan yang disediakan. Semoga semangat katekese ini terus menyalakan rasa cinta tanah air dan mempererat tali persaudaraan dalam pelayanan kita sehari-hari!

Pelayanan dalam Ketelitian: Umat Lingkungan Santo Stefanus Bertugas Menjaga Counter Gereja

Minggu, 2 Agustus 2026, Umat Lingkungan Santo Stefanus kembali mengambil bagian dalam pelayanan gereja. Kali ini, tugas yang dipercayakan adalah menjaga counter untuk menghitung jumlah kehadiran umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi.

Dengan penuh kesiapsiagaan dan ketelitian, para petugas berdiri menyambut kehadiran jemaat di setiap pintu masuk. Setiap hitungan bukan sekadar angka, melainkan wujud rasa syukur atas setiap jiwa yang datang bersekutu dan beribadah di Rumah Tuhan.

Terima kasih kepada warga Lingkungan Santo Stefanus yang telah menjalankan tugas ini dengan baik dan penuh tanggung jawab. Semoga semangat melayani dalam hal-hal kecil sekalipun terus membawa berkah bagi pertumbuhan iman dan keteraturan pelayanan gereja kita.

Dedikasi Tanpa Lelah: Langkah Nyata Lingkungan Santo Stefanus Memelihara Rumah Tuhan

Senin, 27 Juli 2026 menjadi saksi bisu betapa membara semangat pelayanan Umat Lingkungan Santo Stefanus. Sebelum melangkahkan kaki menuju kediaman Ibu Hendrik untuk bersekutu dalam doa malam, sejak sore hari umat telah berkumpul di pelataran gereja dengan satu tujuan mulia: merawat dan mempercantik setiap sudut hijau Taman Rumah Bapa.

Di bawah naungan langit sore, setiap genggaman tangan, siraman air, dan potongan dahan bukan sekadar kerja fisik biasa, melainkan sebuah simfoni pengabdian yang agung. Menyapu pelataran, merapikan dedaunan, dan memastikan setiap tanaman tumbuh segar adalah cara umat menerjemahkan iman menjadi aksi nyata—menjaga keasrian dan kesucian bait Allah agar senantiasa menjadi oase yang menyejukkan bagi siapa saja yang datang berdoa.

Dari pelataran gereja di sore hari hingga lantunan doa di malam hari, hari itu ditutup dengan kebanggaan atas dedikasi yang tak terputus. Terima kasih atas kerja keras dan ketulusan seluruh warga Lingkungan Santo Stefanus. Semoga setiap tetes keringat pelayanan ini menjadi harum persembahan yang menyenangkan hati Tuhan!

Wujud Kasih dan Kepedulian: Penyampaian Tali Kasih Lingkungan Santo Stefanus untuk Mas Dedy

Rasa empati dan persaudaraan sejati kembali diwujudkan oleh Umat Lingkungan Santo Stefanus. Pada Rabu, 29 Juli 2026, umat bergerak bersama mengadakan aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril maupun materiil bagi Mas Dedy, koster gereja kita yang sedang mengalami musibah.

Penyampaian bantuan tali kasih tersebut diwakili secara langsung oleh Bapak Paulus Wardana selaku Ketua Lingkungan Santo Stefanus. Kehadiran beliau bukan sekadar menyerahkan donasi yang telah terkumpul, melainkan membawa pesan hangat, doa, dan rasa solidaritas dari seluruh warga lingkungan agar Mas Dedy senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan di tengah masa sulit ini.

Terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada seluruh umat Lingkungan Santo Stefanus yang telah menyisihkan rezeki dan mengulurkan tangan dengan penuh ketulusan. Semoga bantuan serta doa yang dipanjatkan dapat meringankan beban Mas Dedy, dan semoga semangat berbagi ini terus menjadi gaya hidup komunitas iman kita.