Misa Arwah 40 Hari Ibu Caecilia Supartijah (Lingkungan Santo Petrus)

Pada hari Rabu, 15 April 2026 pukul 19.00 WIB, telah dilaksanakan misa arwah 40 hari untuk mendoakan almarhumah Ibu Caecilia Supartijah. Misa ini dipimpin oleh Pastor Jona Joakim Pinem OFMCap dan berlangsung dengan khidmat serta penuh doa.

Perayaan Ekaristi dihadiri oleh 23 orang umat dari Lingkungan Santo Petrus yang dengan setia hadir untuk memberikan dukungan doa bagi almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan. Dalam suasana yang tenang dan penuh pengharapan, umat bersama-sama memanjatkan doa agar almarhumah memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan.

Dalam homilinya, Pastor Jona Joakim Pinem OFMCap mengajak umat untuk terus menjaga iman dan pengharapan akan kehidupan kekal. Beliau juga mengingatkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan baru bersama Tuhan.

Misa ini menjadi momen kebersamaan yang menguatkan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh umat yang hadir. Kehadiran dan partisipasi umat menunjukkan rasa kepedulian serta solidaritas yang erat dalam lingkungan.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pastor Jona Joakim Pinem OFMCap yang telah memimpin misa dengan penuh penghayatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh umat Lingkungan Santo Petrus yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan doa dalam mengikuti perayaan ini.

Semoga segala doa yang dipanjatkan membawa ketenangan bagi almarhumah dan menjadi penguatan iman bagi kita semua.

Sukacita PIA Santa Monica: Belajar Iman Lewat Kisah Abraham dan Serunya Berburu Telur Paskah

Lingkungan Santa Monica kembali mengadakan kegiatan Pendalaman Iman Anak (PIA) yang kedua pada hari Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Fokolare mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dengan suasana penuh sukacita dan kebersamaan.

Acara diikuti oleh kurang lebih 11 anak yang tampak antusias sejak awal hingga akhir kegiatan. Dengan semangat yang tinggi, anak-anak mengikuti setiap sesi yang telah dipersiapkan oleh para pembina PIA.

Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mendengarkan dan merenungkan kisah Kitab Suci tentang Abraham. Dikisahkan bagaimana Abraham tetap setia dan patuh pada perintah Allah, bahkan hingga masa tuanya, sampai akhirnya ia memperoleh berkat berupa seorang anak. Melalui kisah ini, anak-anak diajak untuk belajar tentang ketaatan, kesabaran, dan iman yang teguh kepada Tuhan.

Selain pendalaman iman, kegiatan juga diisi dengan permainan yang menyenangkan, yaitu mencari telur Paskah yang telah disembunyikan oleh kakak-kakak pembina di halaman. Anak-anak tampak gembira dan bersemangat saat mencari telur-telur tersebut, menjadikan suasana semakin hidup dan penuh keceriaan.

Sebagai penutup, anak-anak mendapatkan “pohon stiker kebaikan” untuk dibawa pulang. Pohon ini dapat ditempel di rumah, dan setiap kali anak melakukan perbuatan baik, mereka diperbolehkan menambahkan stiker pada pohon tersebut. Diharapkan, melalui kegiatan ini, anak-anak semakin termotivasi untuk melakukan kebaikan setiap hari, hingga pohon yang semula gundul dapat terisi penuh dan menjadi indah berwarna.

Kegiatan PIA ini diharapkan dapat terus membantu anak-anak dalam bertumbuh dalam iman serta membangun kebiasaan hidup yang baik sejak dini.

Nuansa Sukacita Iringi Tugas Parkir Lingkungan Santa Elisabeth di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Nuansa Sukacita Iringi Tugas Parkir Lingkungan Santa Elisabeth di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Pada Minggu ini, 12 April 2026 Lingkungan Santa Elisabeth menerima tugas pelayanan parkir di Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Dengan penuh sukacita, seluruh umat lingkungan baik bapak-bapak, kaum muda, ibu-ibu, maupun adik-adik turut ambil bagian dalam tugas pelayanan ini.

Koordinator parkir lingkungan, Bapak Agus Widodo, dengan penuh semangat aktif mengingatkan dan mengoordinasikan petugas melalui grup WhatsApp lingkungan, sehingga seluruh anggota dapat mempersiapkan diri dengan baik. Sejak pagi hari, bapak-bapak dan kaum muda sudah hadir lebih awal di gereja untuk mulai menata posisi kendaraan, khususnya sepeda motor, agar tersusun rapi dan tertib. Setelah seluruh kendaraan tertata dengan baik, seluruh petugas kemudian mengikuti Perayaan Ekaristi dengan penuh kekhusyukan.

Sementara itu, ibu-ibu dan adik-adik mendapatkan tugas untuk membantu pengumpulan uang parkir setelah perayaan Ekaristi selesai.

Usai perayaan, seluruh petugas kembali menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Mengenakan kaos kebanggaan lingkungan berwarna dusty rose dan putih, kami dengan semangat mengambil posisi di area halaman belakang Gereja untuk melayani umat yang akan meninggalkan lokasi.

Melalui pelayanan ini, kami semakin merasakan kebersamaan, semangat gotong royong, dan sukacita dalam melayani sesama sebagai bagian dari kehidupan menggereja.

Tuhan memberkati pelayanan kita semua.

Instagram: https://www.instagram.com/reel/DXF7Kalj5Ko/?igsh=MXZtdGJveHY2NXptcw==

Ronda Malam Vigili Paskah Wilayah St. Ignatius Loyola Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan

Dalam rangka merayakan Vigili Paskah, Wilayah St. Ignatius Loyola mengadakan kegiatan ronda malam yang berlangsung pada Sabtu malam, setelah Misa Vigili Paskah. Acara dimulai pukul 22.00 hingga 01.00 WIB dan bertempat di halaman depan gereja, menghadirkan suasana yang hangat dan penuh sukacita.

Kegiatan ini diikuti oleh lima lingkungan, yaitu St. Elisabeth, St. Gabriel, Santo Yohanes Pembaptis, St. Clara, dan St. Fransiskus Asisi. Partisipasi umat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, Orang Muda Katolik (OMK), hingga Bapak dan Ibu, menciptakan suasana kebersamaan yang akrab dan penuh semangat persaudaraan.

Rangkaian acara semakin semarak dengan sajian aneka hidangan yang disiapkan oleh Ibu-ibu Paguyuban Wilayah Ignatius Loyola. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah nasi kucing versi jumbo yang dikenal dengan sebutan Sego Macan. Selain itu, tersedia pula berbagai camilan seperti tahu bacem, tahu isi, keripik singkong, dan karak. Minuman hangat seperti wedang jahe dan kopi turut melengkapi suasana malam yang sejuk.

Tidak hanya menikmati hidangan, umat juga memanfaatkan area photo booth untuk mengabadikan momen kebersamaan. Di berbagai sudut, terlihat umat yang saling berbincang, bercanda, dan berbagi cerita, menambah kehangatan suasana malam Vigili Paskah.

Kegiatan ronda malam ini berlangsung dengan tertib dan penuh sukacita. Kebersamaan yang terjalin menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dalam kehidupan menggereja. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus mempererat relasi antarumat serta memperkuat iman dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat merayakan Paskah. Semoga sukacita kebangkitan Kristus senantiasa membawa damai dan harapan bagi kita semua.

Semangat Paskah dalam Kebersamaan: Ibadah Paskah Lingkungan Santa Monica

Sukacita Paskah terasa begitu hangat dalam kebersamaan umat Lingkungan Santa Monica yang menggelar ibadah Paskah pada Kamis, 9 April 2026. Bertempat di rumah Bapak Saman, ibadah yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dipimpin oleh prodiakon Ibu Wiwiek dan dihadiri oleh umat dalam jumlah yang cukup banyak.

Sejak awal acara, suasana penuh khidmat dan kebersamaan sudah terasa. Meskipun sempat terjadi mati lampu di tengah jalannya ibadah, hal tersebut tidak mengurangi semangat umat dalam mengikuti seluruh rangkaian perayaan. Dengan sederhana namun penuh makna, ibadah tetap berlangsung lancar hingga selesai. Justru dalam keterbatasan tersebut, kebersamaan dan kekhusyukan umat semakin terasa kuat.

Tingginya jumlah kehadiran umat pada malam itu juga dipengaruhi oleh momen penting, yakni hari terakhir pengumpulan kotak APP sebelum nantinya diserahkan ke tingkat stasi pada minggu berikutnya. Umat dengan penuh kesadaran dan sukacita membawa serta hasil pengorbanan mereka selama masa Prapaskah sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

Setelah ibadah selesai, Ketua Lingkungan, Mas Edo, menyampaikan beberapa pengumuman penting. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengungkapkan bahwa seluruh hasil kolekte selama rangkaian APP dari pertemuan pertama hingga kelima akan disalurkan kepada Panti Asuhan Bakti Luhur Berbah. Rencana penyaluran bantuan ini akan dilaksanakan pada hari Senin, 13 April 2026.

Adapun total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp1.000.000, yang juga mencakup tambahan dari paguyuban ibu-ibu lingkungan. Tidak hanya dalam bentuk dana, umat juga menunjukkan kepedulian melalui donasi berupa beras seberat 25 kilogram. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Ibadah Paskah kali ini tidak hanya menjadi perayaan iman atas kebangkitan Kristus, tetapi juga menjadi wujud nyata kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi di tengah umat. Dalam kesederhanaan dan kebersamaan, Lingkungan Santa Monica kembali menunjukkan bahwa iman yang hidup senantiasa diwujudkan dalam tindakan kasih yang konkret.

Semoga semangat Paskah yang telah dirayakan ini terus menginspirasi umat untuk hidup dalam terang, harapan, dan kasih di tengah kehidupan sehari-hari.

Kebersamaan dalam Iman: Dinamika Pertemuan APP Keempat dan Kelima Lingkungan Santa Monica

Suasana kebersamaan dan semangat iman kembali terasa dalam rangkaian Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 di Lingkungan Santa Monica. Dua pertemuan terakhir, yakni pertemuan keempat dan kelima, menghadirkan dinamika yang berbeda namun tetap sarat makna bagi umat yang hadir.

Pertemuan APP keempat dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026, bertempat di rumah Bapak Irwan. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dipandu oleh Bapak Lasiman. Meskipun berjalan dengan lancar dan penuh kekhidmatan, jumlah umat yang hadir pada pertemuan kali ini tidak sebanyak pertemuan-pertemuan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar umat sedang melakukan mudik. Namun demikian, suasana pertemuan tetap terasa hangat dan penuh kebersamaan. Umat yang hadir mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khusyuk, mulai dari doa pembuka, pendalaman tema, hingga refleksi bersama.

Tema pertemuan keempat yang menekankan panggilan untuk “mencari dan menyelamatkan” menjadi bahan permenungan yang mendalam. Umat diajak untuk semakin peka terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Dalam kesederhanaan jumlah peserta, justru terbangun keakraban yang lebih intim dan reflektif.

Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, pertemuan APP kelima yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Maret 2026 di rumah Bapak Giyono menunjukkan peningkatan antusiasme umat. Pertemuan yang juga dimulai pukul 19.00 WIB ini dipandu langsung oleh tuan rumah, Bapak Giyono. Menjelang perayaan Minggu Palma yang tinggal tiga hari lagi, umat tampak lebih bersemangat untuk hadir dan mengikuti kegiatan.

Kehadiran umat yang lebih banyak menciptakan suasana yang lebih hidup dan penuh semangat. Selain mengikuti pendalaman iman, momen ini juga dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengumpulkan kotak APP. Beberapa warga lingkungan telah membawa dan mengumpulkan kotak APP mereka di rumah Bapak Giyono sebagai wujud nyata aksi solidaritas selama masa Prapaskah.

Pertemuan kelima ini menjadi penutup rangkaian APP yang tidak hanya berisi refleksi, tetapi juga ajakan untuk bertindak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Umat diajak untuk membawa semangat pertobatan, kepedulian, dan kasih ke dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kedua pertemuan ini, terlihat bahwa dinamika kehadiran umat tidak mengurangi makna kebersamaan yang terjalin. Baik dalam jumlah kecil maupun besar, setiap pertemuan tetap menjadi ruang perjumpaan yang menguatkan iman dan mempererat persaudaraan. Semoga semangat yang telah dibangun selama APP ini terus hidup dan berbuah dalam kehidupan umat sehari-hari.

Wujudkan Aksi Nyata APP 2026, Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata Sambangi Umat Lansia

Semangat Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 tidak hanya berhenti pada 5 kali pertemuan ibadat lingkungan dan pengumpulan kotak APP saja. Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata mewujudkannya secara nyata melalui aksi kunjungan kasih kepada umat lanjut usia (lansia) dan mereka yang sedang sakit di wilayah lingkungan, Jumat (10 April 2026)

Kegiatan ini menyasar para lansia yang karena keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan, sudah tidak memungkinkan lagi untuk hadir secara fisik mengikuti Misa Mingguan di Gereja.

Kehadiran Gereja di Tengah Keluarga

Ketua Lingkungan St. Maria Immaculata Bapak St. Kristiantara menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja lingkungan yang diselaraskan dengan tema APP 2026. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap anggota komunitas, terutama yang paling rentan, tetap merasa menjadi bagian utuh dari persekutuan Gereja. Ada 3 umat lansia yang dikunjungi yakni Ibu Ngadiyanto, Bapak Soebardjo, dan Bapak Wagimin.

“Kami ingin menyapa saudara-saudara kita yang sudah sepuh. Meskipun mereka tidak bisa ke Gereja, Gereja-lah yang mendatangi mereka. Ini adalah bentuk pertobatan nyata melalui tindakan kasih,” ujar Ketua Lingkungan di sela-sela kunjungan.

Lebih dari Sekadar Kunjungan

Dalam kunjungan tersebut, para pengurus tidak hanya datang untuk bertegur sapa, tetapi juga mengajak umat yang dikunjungi untuk berdoa bersama , lalu memberikan bingkisan kasih sebagai simbol perhatian dari seluruh warga lingkungan dan yang tidak kalah penting adalah membantu memfasilitasi komunikasi jika umat yang bersangkutan merindukan Sakramen Pengurapan Orang Sakit atau Komuni Kudus yang diantarkan oleh Prodiakon.

Salah satu umat lansia yang dikunjungi, Ibu Ngadiyanto, mengungkapkan rasa harunya. “Saya merasa sangat bahagia. Walau kaki sudah sulit melangkah ke altar, doa-doa dari pengurus lingkungan membuat saya merasa tetap dekat dengan Tuhan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Dimana ibu Ngadiyanto setiap minggu diantar komuni oleh prodiakon lingkungan.

Menghidupkan Semangat Solidaritas

Aksi ini diharapkan dapat memicu semangat solidaritas bagi umat lainnya, terutama kaum muda, untuk lebih peduli terhadap sesama di sekitar mereka. Pengurus Lingkungan St. Maria Immaculata berharap kegiatan ini konsisten dilakukan, bukan hanya di masa Prapaskah, melainkan menjadi identitas komunitas yang inklusif.

Melalui langkah kecil ini, lingkungan St. Maria Immaculata membuktikan bahwa Aksi Puasa Pembangunan bukan sekadar wacana, melainkan jembatan kasih yang menghubungkan hati setiap umat, tanpa peduli jarak fisik maupun keterbatasan usia.

Semangat Kebangkitan dan Sukacita Saudara Baru: Paskahan Lingkungan St. Maria Immaculata

Kamis, 09 April 2026 , Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan umat Lingkungan St. Maria Immaculata dalam rangka merayakan Paskah tahun ini. Perayaan yang menjadi puncak dari masa Prapaskah ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan momen refleksi mendalam mengenai kemenangan iman atas maut.

Makna Paskah: Dari Kegelapan Menuju Terang

Bagi umat di Lingkungan St. Maria Immaculata, Paskah tahun ini dimaknai sebagai titik balik spiritual. Paskah bukan hanya merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari mati, tetapi juga simbol harapan bagi setiap pribadi untuk bangkit dari kegelapan dosa menuju terang kehidupan yang baru.

“Paskah mengajarkan kita bahwa tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Kemenangan Kristus adalah jaminan bahwa kasih selalu lebih kuat dari kebencian, dan hidup lebih berkuasa daripada kematian,” ujar salah satu pengurus lingkungan dalam sambutannya.

Sambutan Hangat untuk Para Baptisan Baru

Sukacita Paskah kali ini terasa kian spesial dengan hadirnya wajah-wajah baru di tengah persekutuan. Lingkungan St. Maria Immaculata dengan penuh sukacita menyambut para warga lingkungan yang telah resmi menerima Sakramen Baptis pada Misa Vigili Paskah kemarin malam. Yakni keluarga Bapak Rafael dan Keluarga Ibu Nita.

Prosesi penyambutan dilakukan dengan sederhana namun penuh makna. Warga lingkungan memberikan ucapan selamat datang sebagai anggota baru dalam keluarga besar Gereja Katolik. Kehadiran mereka dipandang sebagai “semangat iman” yang memperkuat paguyuban di lingkungan tersebut.

“Melihat saudara-saudara kita mengenakan kain putih dan menerima lilin Paskah pada saat saudara kita di Misa Vigili Paskah adalah pengingat bagi kita semua akan janji baptis kita sendiri. Kami sangat bahagia menyambut mereka di rumah ini,” ungkap Bapak Kristiantara selaku Ketua Lingkungan St. Maria Immaculata

Doa dan Harapan: Menjadi Katolik yang Teguh

Sebagai bentuk dukungan spiritual, seluruh umat Lingkungan St. Maria Immaculata memanjatkan doa bersama bagi para baptisan baru. Umat berdoa agar para anggota baru ini yaitu Setia pada panggilannya sebagai murid Kristus di tengah tantangan zaman. Lalu menjadi orang Katolik yang baik, yang mampu memancarkan kasih dalam tindakan sehari-hari, serta diharapkan memiliki iman yang teguh, tidak mudah goyah, dan terus bertumbuh dalam bimbingan Roh Kudus.

Perayaan diakhiri dengan ramah tamah bersama, mempererat tali persaudaraan antarwarga tanpa sekat antara anggota lama maupun yang baru dibaptis. Dengan semangat Paskah, Lingkungan St. Maria Immaculata berkomitmen untuk terus berjalan bersama sebagai saksi-saksi kebangkitan Kristus di tengah masyarakat.

Tugas Tata Bunga dan Kerja Bakti Lingkungan St. Gabriel : “Melayani dengan Kasih, Berkarya dalam Kebersamaan”

Sesuai dengan jadwal petugas liturgi dan non liturgi Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo, Lingkungan St. Gabriel mendapat kesempatan untuk melayani melalui tugas tata bunga dan kerja bakti pada Misa Minggu, 12 April 2026. Dengan penuh semangat, persiapan telah dilakukan bersama pada hari Sabtu, 11 April pukul 10.00.

Tim tata bunga lingkungan dengan penuh ketulusan menyiapkan dan menata bunga di altar, menghadirkan suasana yang indah dan khidmat. Sementara itu, tim kerja bakti dengan sukacita membersihkan gereja—baik bagian dalam, luar, maupun halaman—serta merawat tanaman yang ada.

Yang membahagiakan, seluruh umat Lingkungan St. Gabriel turut ambil bagian. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak hadir, saling membantu, berbagi tugas, dan bekerja bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Kegiatan ini bukan sekadar persiapan, tetapi juga menjadi ungkapan kasih dan pelayanan kita kepada gereja. Semoga semangat kebersamaan ini terus hidup dan menguatkan kita semua.

Sembayangan Rutin Lingkungan St. Gabriel : “Menjadi Saksi Kebangkitan dalam Kebersamaan”

Sembayangan rutin Lingkungan Santo Gabriel yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan kembali diadakan pada Kamis, 9 April, bertempat di rumah keluarga Bapak Sidiq. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Bapak Candra, Bapak Manik, serta Saudara Darius. Sebanyak 32 umat hadir, terdiri dari orang tua, remaja, hingga anak-anak, yang bersama-sama mengikuti ibadat dengan penuh kebersamaan.

Bacaan Injil malam itu diambil dari Lukas 24:35–48 dengan tema: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.” Dalam renungan disampaikan bahwa Yesus yang bangkit hadir secara nyata, bukan sekadar gambaran atau pemikiran semata. Ia hadir dengan tubuh-Nya, bahkan membawa luka-luka sebagai tanda kasih-Nya yang nyata bagi manusia. Dari sini kita diingatkan bahwa luka dan penderitaan hidup kita pun dapat menjadi bagian dari karya kasih Tuhan. Yesus juga membuka pikiran para murid untuk memahami Kitab Suci, mengajak kita semua untuk semakin mendalami Sabda Allah sebagai dasar iman. Iman yang bertumbuh bukan hanya dari perasaan, tetapi dari pengenalan yang semakin dalam akan firman Tuhan.

Dalam sesi sharing, beberapa umat dengan tulus membagikan pengalaman iman mereka, yang semakin menguatkan dan menghidupkan suasana kebersamaan malam itu. Di akhir bacaan, kita kembali diingatkan akan panggilan sebagai saksi Kristus yang bangkit, yang diutus untuk membawa damai, pengampunan, dan harapan di tengah kehidupan sehari-hari.

Sembayangan berlangsung dengan lancar dan khidmat. Setelah ibadat, umat melanjutkan kebersamaan dalam suasana santai, menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah sambil bercengkerama dan mempererat tali persaudaraan. Ketua lingkungan juga menyampaikan beberapa pengumuman penting dan pemberian jaminan hidup (jadup) dari stasi untuk Bapak Sidiq.

Acara ditutup pada pukul 20.30 WIB. Bapak Ketua Lingkungan mewakili seluruh umat menyampaikan terima kasih kepada keluarga Bapak Sidiq atas kebaikan dan keramahtamahannya dalam menerima seluruh umat.