Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius – 27 Agustus 2026

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Sembahyangan Kebangsaan Ke-2

Merawat Persatuan, Menumbuhkan Cinta Tanah Air, dan Menghidupi Iman dalam Pelayanan
✦ ─── ✦ ─── ✦
📅 Kamis, 27 Agustus 2026

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali mengadakan Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 pada Kamis, 27 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berkumpul, berdoa, berefleksi, serta semakin menghayati panggilan iman Katolik dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Tema Sembahyangan Kebangsaan Ke-2
“TANAH AIR ADA DI SANA,
DI MANA ADA CINTA DAN KEDEKATAN HATI”
Iman Menjadi Daya untuk Merawat Martabat Manusia

Tema tersebut mengajak umat untuk melihat kecintaan kepada tanah air bukan sekadar sebagai rasa bangga terhadap bangsa dan negara, tetapi sebagai sebuah panggilan untuk menghadirkan cinta, kepedulian, persaudaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

✦ Mengenal Sosok Romo Y.B. Mangunwijaya

Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk mengenal lebih dekat sosok Romo Y.B. Mangunwijaya, seorang imam dan tokoh yang menunjukkan bahwa iman dapat diwujudkan secara nyata melalui keberpihakan kepada manusia, khususnya mereka yang kecil, lemah, dan terpinggirkan.

Romo Mangunwijaya menunjukkan kecintaan kepada tanah air melalui tindakan nyata. Mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan menghadirkan diri di tengah masyarakat dan memperjuangkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi sesama.

Keteladanan Romo Mangunwijaya menjadi bahan refleksi bagi umat bahwa iman tidak boleh berhenti hanya pada doa dan ibadat. Iman hendaknya menjadi kekuatan yang mendorong umat untuk hadir, peduli, dan melayani dalam kehidupan nyata.

✦ Iman dan Cinta Tanah Air

Pertemuan ini juga mengajak umat untuk memahami kecintaan Yusuf Bilyarta Mangunwijaya pada tanah air serta keberpihakannya kepada rakyat kecil yang dinyatakan dalam pilihan hidupnya untuk menjadi seorang imam.

Pilihan tersebut menjadi sebuah kesaksian bahwa panggilan iman dan kecintaan kepada bangsa bukanlah dua hal yang terpisah. Justru melalui iman, seseorang dapat menemukan dorongan untuk memberikan diri bagi sesama dan menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.

Iman yang hidup adalah iman yang berbuah.

Kecintaan kepada Indonesia dapat diwujudkan melalui kesediaan untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan sekitar, menghargai perbedaan, membantu mereka yang membutuhkan, serta memperjuangkan kehidupan yang lebih adil dan manusiawi.

✦ Sabda Tuhan: Panggilan untuk Menjadi Satu

Semangat kebangsaan dan persatuan dalam pertemuan ini juga memiliki dasar yang kuat dalam doa Yesus bagi para murid-Nya:

“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.”
— Yohanes 17:21

Sabda Tuhan tersebut mengingatkan kita akan pentingnya persatuan. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan mampu hidup bersama dalam kasih, saling menghormati, dan membangun kehidupan yang damai.

Dalam konteks bangsa Indonesia yang memiliki begitu banyak keberagaman, semangat tersebut menjadi sangat relevan. Sebagai umat Katolik dan sekaligus bagian dari masyarakat Indonesia, kita dipanggil untuk ikut merawat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menghormati martabat setiap manusia tanpa membedakan latar belakangnya.

✦ Tujuan Pertemuan

Melalui Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 ini, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk:

  • Mengenal Romo Y.B. Mangunwijaya sebagai pribadi beriman yang mewujudkan cinta tanah air melalui keberpihakan kepada manusia, terutama rakyat kecil.
  • Memahami kecintaan Yusuf Bilyarta pada tanah air dan keberpihakannya pada rakyat kecil, yang dinyatakan dalam pilihan hidupnya untuk menjadi Imam.
  • Memahami bahwa iman Katolik tidak berhenti pada doa dan ibadat, tetapi harus berbuah dalam tindakan kasih, keadilan, dan pelayanan.
  • Merefleksikan arti kebangsaan Kristiani sebagai tanggung jawab untuk merawat dan menghormati martabat manusia.
  • Menemukan aksi nyata yang dapat dilakukan umat di lingkungan, paroki, keluarga, dan masyarakat.

✦ Dari Doa Menuju Tindakan

Tujuan pertemuan tersebut mengajak umat untuk bergerak dari doa menuju tindakan, dari refleksi menuju aksi, serta dari iman pribadi menuju kepedulian terhadap kehidupan bersama.

Merawat martabat manusia dapat dimulai dari hal-hal sederhana: memperhatikan sesama yang membutuhkan, membangun hubungan yang rukun dengan tetangga, membantu tanpa membeda-bedakan, menjaga lingkungan, menghargai perbedaan, serta berani mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Semangat tersebut sejalan dengan identitas Lingkungan St. Gregorius untuk terus membangun guyub, rukun, dan melayani dengan sepenuh hati.

✦ Dari Lingkungan untuk Indonesia

Kecintaan kepada tanah air dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Ketika keluarga mampu membangun kasih, ketika umat mampu hidup rukun, ketika masyarakat saling membantu, dan ketika setiap orang berani memperjuangkan martabat sesamanya, di situlah semangat kebangsaan menjadi nyata.

Sembahyangan Kebangsaan Ke-2 Lingkungan St. Gregorius menjadi pengingat bahwa Indonesia bukan hanya sebuah wilayah tempat kita tinggal, tetapi rumah bersama yang harus dirawat dengan cinta.

“Tanah Air ada di sana, di mana ada cinta dan kedekatan hati.”

Semoga melalui pertemuan ini, iman umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dan menghasilkan buah dalam kehidupan nyata: semakin peduli, semakin melayani, semakin mencintai sesama, dan semakin bertanggung jawab dalam merawat bangsa dan tanah air.

✝ Iman yang Hidup, Kasih yang Melayani

Dengan semangat persaudaraan dan kasih Kristus, mari terus menghadirkan iman yang hidup dalam keluarga, lingkungan, paroki, masyarakat, dan Indonesia tercinta.

🇮🇩 Berdoa untuk Indonesia
🤝 Merawat Persaudaraan
❤️ Menghormati Martabat Manusia
🙏 Mewujudkan Iman dalam Kasih dan Pelayanan

Buku Ibadat Kebangsaan

Agustus 2026

✦ ✝ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Pisah Sambut Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. dan Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr. di Paroki Maria Marganingsih Kalasan

Kalasan, 31 Agustus 2026 — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara pisah sambut yang berlangsung di Gereja Maria Marganingsih Kalasan, Senin, 31 Agustus 2026. Acara ini menjadi momen perpisahan bagi Romo Yohanes Ngatmo, Pr. sekaligus penyambutan Romo Antonius Budi Wihandono, Pr. yang akan melanjutkan pelayanan sebagai pastor pembantu di Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., selaku Pastor Kepala Paroki Maria Marganingsih Kalasan, Romo FX. Murdi Susanto, Pr., para suster biara, para ketua wilayah di Paroki Kalasan, pengurus Dewan Paroki Maria Marganingsih Kalasan, ibu-ibu paguyuban, serta perwakilan pengurus dan ketua wilayah dari Paroki Administratif Bunda Allah Maguwo.

Acara berlangsung dengan lancar dalam suasana akrab dan penuh persaudaraan. Berbagai pesan dan kesan disampaikan kepada Rm. Ngatmo sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan dan pengabdian selama kurang lebih 3,5 tahun sebagai gembala Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Salah satu kesan yang cukup menarik dan berkesan adalah gambaran tentang Rm. Ngatmo sebagai pribadi yang sederhana, tetapi sat-set. Dalam bahasa Jawa, istilah sat-set menggambarkan pribadi yang sigap, cepat, dan segera bertindak ketika ada sesuatu yang perlu dilakukan. Sosok inilah yang dirasakan umat dan rekan-rekan selama Rm. Ngatmo menjalankan karya pelayanan di Paroki Kalasan.

Setelah menjalani pelayanan di Kalasan, Rm. Ngatmo selanjutnya akan melanjutkan perutusannya untuk melayani umat di Paroki Sumber, Magelang. Perpisahan ini tentu bukan akhir dari persaudaraan, melainkan menjadi bagian dari perjalanan perutusan seorang imam untuk terus menghadirkan kasih Kristus di tengah umat.

Sementara itu, Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. menyambut kehadiran Rm. Antonius Budi Wihandono, Pr., yang akrab disapa Rm. Budi Wihong, sebagai pastor pembantu di Paroki Maria Marganingsih Kalasan.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Bapak Agung Prasetyo, Wakil Ketua Paroki Administratif Bunda Allah Maguwo. Ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada Rm. Budi Wihong dan menegaskan bahwa hubungan baik antara Paroki Kalasan dan Paroki Administratif Maguwo akan terus terjalin. Bahkan, Rm. Budi Wihong dipersilakan untuk sesekali tinggal atau menginap di Gereja Maguwo, dengan ruangan dan kamar yang siap disediakan.

Sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan selama di Kalasan, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi dan bingkisan kepada Rm. Ngatmo. Momen tersebut berlangsung penuh kehangatan dan menjadi ungkapan kasih dari umat serta seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama dalam karya pelayanan.

Acara ditutup dengan foto bersama dan santap malam, yang semakin mempererat suasana persaudaraan di antara seluruh peserta yang hadir.

Perpisahan Rm. Ngatmo dan kedatangan Rm. Budi Wihong menjadi bagian dari dinamika perutusan dalam Gereja. Setiap pergantian pelayanan membawa harapan dan semangat baru agar karya pewartaan dan pelayanan kepada umat terus bertumbuh.

Terima kasih, Rm. Ngatmo, atas segala pelayanan, kebersamaan, dan pengabdian selama di Kalasan. Selamat melanjutkan perutusan di Paroki Sumber, Magelang.

Selamat datang, Rm. Budi Wihong. Selamat berkarya dan melayani bersama umat Paroki Maria Marganingsih Kalasan!

GMBA Semarakkan Karnaval HUT RI ke-81 Padukuhan Sambilegi


Sambilegi, 30 Agustus 2026 — Semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 kembali terasa meriah di Padukuhan Sambilegi. Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) turut mengambil bagian dalam Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-81 Padukuhan Sambilegi yang berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, GMBA diwakili oleh ibu-ibu paroki dan Orang Muda Katolik (OMK) di bawah koordinasi Mbak Vera. Dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan, para perwakilan GMBA bergabung bersama masyarakat untuk memeriahkan kegiatan karnaval.

Keikutsertaan GMBA dikoordinasikan oleh Tim HAK (Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan) di bawah naungan Kabid Kemasyarakatan. Keterlibatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran GMBA di tengah masyarakat sekaligus upaya untuk terus membangun hubungan yang harmonis, persaudaraan, dan kebersamaan dengan seluruh warga.

Tidak hanya berpartisipasi sebagai peserta, GMBA juga turut mendukung kelancaran kegiatan dengan menyediakan halaman parkir gereja sebagai titik awal perjalanan karnaval. Halaman gereja menjadi tempat berkumpul dan persiapan para peserta sebelum bersama-sama memulai perjalanan karnaval menyusuri wilayah Padukuhan Sambilegi.

Suasana penuh kegembiraan, semangat kemerdekaan, dan kebersamaan mewarnai kegiatan tersebut. Keikutsertaan GMBA menjadi kesempatan untuk semakin mempererat hubungan antara umat dan masyarakat sekitar serta menumbuhkan semangat gotong royong, toleransi, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

Melalui kegiatan ini, GMBA kembali menunjukkan bahwa gereja hadir tidak hanya dalam kehidupan menggereja, tetapi juga turut hadir, terlibat, dan memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
Merdeka, guyub, dan terus menjaga persaudaraan dalam keberagaman.


Menjaga Hati dan Tetap Waspada: Umat Lingkungan St. Antonius Padua Kembali Bersekutu dalam Ibadat

Yogyakarta — Sebanyak kurang lebih 25 umat Lingkungan St. Antonius Padua berkumpul di rumah Bapak Purwanto untuk mengikuti ibadat lingkungan. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan serta dipimpin oleh Bapak Murdiyana.

Ibadat diawali dengan lagu pembuka “O Datanglah Imanuel” (PS 442). Nyanyian bersama menjadi sarana bagi umat untuk menenangkan diri, mempersiapkan hati, dan mengarahkan perhatian kepada Tuhan sebelum memasuki rangkaian ibadat.

Setelah doa pembukaan, umat diajak untuk mendengarkan dan merenungkan bacaan Injil dari Matius 24:42–51. Dalam bacaan tersebut, Yesus mengingatkan para murid untuk senantiasa berjaga-jaga karena kedatangan Tuhan tidak diketahui waktunya. Sikap berjaga-jaga bukan sekadar menunggu, tetapi diwujudkan melalui kesetiaan dalam menjalankan tanggung jawab yang telah dipercayakan Tuhan.

Melalui renungan atas Sabda Tuhan, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari. Kesibukan dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, maupun berbagai persoalan kehidupan terkadang dapat membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap kehadiran Tuhan. Oleh karena itu, kewaspadaan iman perlu diwujudkan dalam sikap hidup yang bertanggung jawab, setia, dan senantiasa siap memberikan yang terbaik dalam setiap tugas dan panggilan.

Pesan Injil tersebut menjadi semakin relevan dalam kehidupan umat sehari-hari. Menantikan kedatangan Tuhan bukan berarti menjalani kehidupan dalam ketakutan, melainkan hidup dengan kesadaran bahwa setiap hari merupakan kesempatan untuk berbuat baik, melayani sesama, serta menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan dan keluarga.

Rangkaian ibadat kemudian dilanjutkan dengan Doa Umat. Dalam doa bersama tersebut, umat membawa berbagai intensi dan harapan, baik bagi Gereja, masyarakat, keluarga, maupun kehidupan umat Lingkungan St. Antonius Padua. Doa menjadi ungkapan iman sekaligus bentuk kepedulian umat terhadap berbagai situasi dan kebutuhan di sekitar mereka.

Suasana kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan Doa Penutup dan Berkat. Sebagai penutup, umat bersama-sama menyanyikan lagu “Panggilan Tuhan” (PS 682). Lagu tersebut menjadi pengingat bahwa setiap umat dipanggil untuk terus menghidupi iman dan mewujudkannya dalam kehidupan nyata.

Pertemuan ini kembali menegaskan bahwa ibadat lingkungan bukan hanya menjadi ruang untuk berdoa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat untuk memperkuat persaudaraan, menyegarkan kembali iman, dan menghidupi Sabda Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.

Pesan dari Injil Matius menjadi refleksi penting bagi seluruh umat: tetap berjaga-jaga, setia menjalankan tanggung jawab, dan senantiasa siap melakukan kehendak Tuhan. Di tengah rutinitas dan berbagai kesibukan kehidupan, iman tidak cukup hanya disimpan dalam hati. Iman perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan bersama.

Dengan demikian, umat tidak hanya menantikan kedatangan Tuhan, tetapi juga dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan melalui setiap perkataan, sikap, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan Kamisan Lingkungan St. Antonius: Menanggapi Undangan Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pertemuan Kamisan Lingkungan St. Antonius kembali dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di rumah keluarga Bapak dan Ibu Yani Ismono. Pertemuan dihadiri oleh kurang lebih 25 umat dan dipimpin serta dipandu oleh Ibu Agatha Ayiek Sih Sayekti. Dalam suasana penuh kekeluargaan, umat bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan sembahyangan, sharing, gendu-gendu rasa, serta penyampaian pengumuman dan informasi lingkungan.

Pertemuan diawali dengan sembahyangan, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman dan sharing atas Sabda Tuhan. Bacaan Injil yang direnungkan diambil dari Matius 22:1–14, tentang perumpamaan undangan perkawinan. Melalui perumpamaan tersebut, umat diajak untuk menyadari bahwa Tuhan senantiasa mengundang manusia untuk datang dan mengambil bagian dalam kasih serta keselamatan yang ditawarkan-Nya.

Dalam sesi sharing, beberapa umat menyampaikan refleksi dan pengalaman mereka dengan mengaitkan bacaan Injil dengan kehidupan sehari-hari. Dari berbagai sharing yang disampaikan, muncul kesadaran bersama bahwa dalam perjalanan hidup, manusia sering kali mengabaikan undangan Tuhan, baik secara sengaja maupun tanpa disadari. Kesibukan pekerjaan, keluarga, berbagai tanggung jawab, serta persoalan kehidupan terkadang membuat kita kurang peka terhadap panggilan Tuhan.

Namun demikian, umat juga diajak untuk terus berusaha menanggapi undangan dan panggilan Tuhan di tengah berbagai kesibukan. Menanggapi panggilan Tuhan tidak selalu harus melalui hal-hal besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kesediaan untuk meluangkan waktu bagi Tuhan, memperhatikan sesama, menjalankan tanggung jawab dengan penuh kasih, serta menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi sharing, pertemuan dilanjutkan dengan gendu-gendu rasa, yang menjadi kesempatan bagi umat untuk saling berbagi kabar, pengalaman, dan mempererat tali persaudaraan. Suasana kebersamaan terasa hangat dan akrab, mencerminkan semangat kekeluargaan yang terus dibangun dalam Lingkungan St. Antonius.

Pada bagian akhir pertemuan, Kaling menyampaikan berbagai pengumuman dan informasi kegiatan lingkunganyang perlu diketahui oleh seluruh umat. Penyampaian informasi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi dan koordinasi antarumat serta mendukung berbagai kegiatan lingkungan yang akan datang.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sembahyangan, sharing, gendu-gendu rasa, hingga penyampaian informasi lingkungan, berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Pertemuan berakhir kurang lebih pada pukul 20.30 WIB.

Melalui pertemuan Kamisan ini, umat Lingkungan St. Antonius kembali diajak untuk tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga mengenali dan menanggapi undangan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kebersamaan dan semangat untuk terus bertumbuh dalam iman senantiasa menjadi kekuatan bagi seluruh umat Lingkungan St. Antonius.

Dari Lapangan hingga Suporter: Semarak Bulu Tangkis dan Pingpong Warnai HUT RI ke-81 di GMBA


Maguwo, Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan kembali terasa meriah di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para Ketua Wilayah berinisiatif menggelar pertandingan bulu tangkis dan tenis meja (pingpong) yang melibatkan seluruh lingkungan di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Namun, kemeriahan acara ini ternyata tidak dimulai ketika pertandingan pertama berlangsung. Jauh sebelumnya, semangat kebersamaan sudah terlihat dari proses persiapannya.

Para Ketua Wilayah bersama umat bergotong royong membuat lapangan bulu tangkis, memodifikasi meja pingpong, hingga menyiapkan penerangan untuk lapangan bulu tangkis yang berada di halaman parkir gereja. Dengan keterbatasan yang ada, kreativitas dan semangat kebersamaan justru menghasilkan sarana pertandingan yang dapat digunakan bersama.

Semua Ikut, Semua Bergembira

Saat pertandingan dimulai, suasana GMBA pun berubah menjadi arena olahraga yang penuh semangat. Hampir seluruh lingkungan ikut ambil bagian. Laki-laki dan perempuan, yang muda maupun yang lebih senior, semuanya berbaur dalam pertandingan.

Di arena bulu tangkis maupun pingpong, semangat bertanding terlihat begitu kuat. Setiap tim berusaha memberikan permainan terbaiknya. Namun, yang paling menarik bukan hanya pertandingan di dalam arena.

Di luar lapangan, para suporter juga tidak kalah heboh.

Teriakan dukungan dari masing-masing lingkungan bersahutan. Gebukan botol air mineral menjadi irama sederhana yang mengiringi yel-yel dan teriakan para pendukung. Ketika tim jagoan mereka bertanding, suasana semakin ramai dan meriah.

Tak jarang, sorak-sorai para suporter justru menjadi tontonan tersendiri yang mengundang senyum dan gelak tawa umat yang hadir.

Yel-Yel Lingkungan, Bikin Suasana Makin Pecah!

Kemeriahan pertandingan semakin lengkap dengan adanya lomba yel-yel antarlingkungan.

Berbagai kreativitas dan gaya unik ditampilkan oleh masing-masing lingkungan. Ada yang tampil penuh semangat, ada yang tampil kompak, dan ada pula yang justru sukses membuat seluruh umat tertawa.

Lomba yel-yel menjadi bumbu yang membuat suasana semakin cair. Tidak ada lagi sekat antarlingkungan. Semua larut dalam kegembiraan dan menikmati kebersamaan sebagai satu keluarga besar GMBA.

Baik di arena badminton maupun pingpong, suasana tetap ramai. Pertandingan berlangsung dengan penuh semangat, tetapi tetap dalam suasana persaudaraan dan kegembiraan.

Menang atau Kalah Bukan yang Utama

Di balik pertandingan dan persaingan di lapangan, ada satu hal yang jauh lebih penting: kebersamaan.

Menang atau kalah bukanlah inti dari kegiatan ini. Yang utama adalah bagaimana umat dari berbagai lingkungan dapat berkumpul, saling mengenal, tertawa bersama, dan semakin guyub serta bahagia sebagai satu komunitas.

Semangat inilah yang menjadi warna utama perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di GMBA. Kemerdekaan dirayakan bukan hanya dengan perlombaan, tetapi juga melalui semangat persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan.

Terima Kasih untuk Semua yang Terlibat

Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh lingkungan yang telah berpartisipasi dan ikut menyukseskan rangkaian kegiatan ini. Antusiasme dan keterlibatan seluruh umat menjadi kekuatan utama sehingga acara dapat berlangsung dengan meriah.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para Ketua Wilayah Sang Timur, Don Bosco, De Britto, dan Loyola yang telah memprakarsai sekaligus menyelenggarakan kegiatan ini dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Mulai dari mempersiapkan lapangan, memodifikasi sarana pingpong, menyediakan penerangan, hingga mengatur jalannya pertandingan, semuanya menjadi bukti nyata bahwa ketika umat bergerak bersama, keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan kegembiraan.

Panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat berbagai kekurangan. Setiap kekurangan menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran agar kegiatan serupa dapat terlaksana dengan lebih baik di masa mendatang.

Dan yang pasti…

Sampai jumpa di tahun depan!

Semoga HUT RI tahun depan, pertandingan badminton dan pingpong di GMBA dapat kembali hadir dengan suasana yang lebih ramai, lebih seru, lebih kompak, dan tentunya lebih guyup!

Karena pada akhirnya, bukan tentang siapa yang menjadi juara.

Tetapi tentang bagaimana kita bisa berkumpul, tertawa, bergembira, dan menjadi satu keluarga besar GMBA.

🇮🇩 Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia! 🇮🇩

Merdeka! Guyup! Bahagia!


Umat Lingk. St. Gregorius Ikut Serta Dalam Lomba HUT RI ke-81 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo – 22 & 23 Agustus 2026

PAROKI ADMINISTRATIF MARIA BUNDA ALLAH MAGUWO

Umat Lingkungan St. Gregorius
Semarakkan Lomba HUT RI ke-81

Bersatu dalam Sukacita, Menghidupi Semangat Kemerdekaan

Dalam semangat kebersamaan, persaudaraan, dan sukacita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Umat Lingkungan St. Gregorius turut ambil bagian dalam memeriahkan rangkaian Lomba 17 Agustus yang diselenggarakan oleh Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan perlombaan dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, dan diikuti dengan penuh antusias oleh umat dari berbagai lingkungan di wilayah Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Bagi Umat Lingkungan St. Gregorius, keikutsertaan dalam kegiatan ini bukan sekadar tentang memenangkan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, membangun kekompakan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menghadirkan sukacita sebagai satu keluarga besar umat Paroki.

🏸 Semangat Sportivitas melalui Bulutangkis

Salah satu cabang yang diikuti oleh Umat Lingkungan St. Gregorius adalah Bulutangkis Ganda Putra dan Ganda Putri.

Untuk kategori Ganda Putra, Lingkungan St. Gregorius diwakili oleh Mas Akir dan Mas Anto. Sementara untuk kategori Ganda Putri, perwakilan umat adalah Bu Putut dan Bu Wiwik.

Dengan semangat sportivitas dan kekompakan, para perwakilan berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Dukungan dari sesama umat juga menjadi penyemangat tersendiri, sehingga pertandingan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan.

🤸 Semarak Bersama Kelompok Senam GMBA

Kemeriahan HUT RI juga semakin terasa melalui partisipasi dalam Lomba 17 Agustus dari kelompok senam GMBA.

Lingkungan St. Gregorius turut berpartisipasi melalui Bu Evi, Bu Bambang, dan Mbak Intan. Dengan penuh semangat dan keceriaan, mereka turut memeriahkan kegiatan yang diselenggarakan oleh Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Partisipasi ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan. Keceriaan, kekompakan, dan keberanian untuk tampil bersama menjadi bagian dari sukacita dalam merayakan kemerdekaan.

👧 Semangat Anak-anak dalam Lomba PIA & PIR

Semangat untuk ikut ambil bagian juga hadir dari generasi muda. Dalam Lomba PIA & PIR, Lingkungan St. Gregorius diwakili oleh Adek Amira.

Keikutsertaan Adek Amira menjadi bentuk nyata dukungan umat terhadap keterlibatan anak-anak dalam berbagai kegiatan di lingkungan dan paroki. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat belajar tentang keberanian, sportivitas, kerja sama, serta pentingnya membangun persahabatan dengan teman-teman dari lingkungan lain.

❤️ Bukan Sekadar Lomba, tetapi Merawat Persaudaraan

Rangkaian Lomba 17 Agustus yang diselenggarakan oleh Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat tali persaudaraan antarumat.

Bagi Lingkungan St. Gregorius, hadir dan berpartisipasi merupakan bagian dari semangat untuk terus terlibat dalam kehidupan paroki dan masyarakat. Setiap pertandingan, penampilan, dan partisipasi menjadi kesempatan untuk saling mendukung dan menyemangati.

Menang atau kalah bukanlah satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah kebersamaan, sportivitas, kegembiraan, dan persaudaraan yang tercipta selama kegiatan berlangsung.

Semangat ini juga menjadi cerminan bahwa kehidupan menggereja tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan liturgi dan doa, tetapi juga melalui keterlibatan nyata dalam kehidupan bersama sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sabda Tuhan sebagai Penyemangat

“Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.”

Filipi 2:2

Sabda Tuhan ini mengingatkan kita bahwa kekuatan sebuah komunitas terletak pada kesatuan hati dan kasih. Ketika umat mau berjalan bersama, saling mendukung, dan saling menyemangati, berbagai kegiatan dapat menjadi sarana untuk menghadirkan sukacita dan persaudaraan.

Demikian pula dalam kegiatan Lomba 17 Agustus ini. Ada yang bertanding, ada yang tampil, ada yang mendukung, dan ada yang memberikan semangat. Semuanya memiliki peran dalam menciptakan kebersamaan sebagai satu keluarga besar Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Kiranya semangat yang dibangun selama perayaan HUT RI ke-81 ini tidak berhenti setelah perlombaan selesai, tetapi terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari sebagai umat beriman.

Semoga Umat Lingkungan St. Gregorius semakin kompak, semakin peduli, semakin aktif terlibat, dan semakin mampu menjadi berkat bagi sesama.

✝️

Selamat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81!

Merdeka!

Bersatu dalam kebersamaan, bertumbuh dalam iman, dan melayani dengan sukacita.

✣   ✝   ✣

Umat Lingkungan St. Gregorius

Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo

🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Rapat Rutin Dewan Paroki Administratif Maguwo, Perkuat Sinergi Bersama Para Ketua Wilayah


Maguwo, 21 Agustus 2026 — Dalam semangat membangun komunikasi dan pelayanan umat yang semakin baik, Dewan Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan rapat rutin bulanan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Bertempat di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah (GMBA), rapat kali ini memiliki suasana yang sedikit berbeda karena turut melibatkan seluruh Ketua Wilayah.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., bersama jajaran Dewan Paroki Administratif dan para Ketua Wilayah. Keterlibatan para Ketua Wilayah menjadi kesempatan penting untuk menyatukan informasi, menyampaikan perkembangan pelayanan, sekaligus mendengarkan dinamika kehidupan umat di masing-masing wilayah.

Evaluasi Kegiatan dan Perkembangan Wilayah

Rapat diawali dengan penyampaian laporan kegiatan bulanan dari masing-masing bidang pelayanan. Setiap bidang memaparkan kegiatan yang telah dilaksanakan, perkembangan program, serta berbagai hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pelayanan umat.

Selanjutnya, para Ketua Wilayah menyampaikan laporan tiga bulanan wilayah masing-masing. Laporan tersebut menjadi ruang untuk melihat perkembangan kehidupan umat di tingkat wilayah, termasuk berbagai kegiatan dan dinamika yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Melalui pemaparan tersebut, Dewan Paroki Administratif bersama para Ketua Wilayah dapat saling mengetahui perkembangan pelayanan dan kondisi umat secara lebih menyeluruh. Komunikasi seperti ini diharapkan dapat membantu setiap unsur pelayanan untuk saling mendukung dan menyelaraskan langkah.

Membahas Berbagai Hal untuk Keberlanjutan Pelayanan

Memasuki sesi lain-lain dan tanya jawab, suasana rapat menjadi semakin interaktif. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan berkaitan dengan kehidupan dan perkembangan pelayanan di GMBA.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah kelanjutan kunjungan Tim Keuskupan Agung Semarang (KAS) terkait rencana pembelian lahan di belakang gereja. Perkembangan mengenai rencana tersebut menjadi bagian dari perhatian bersama, mengingat kebutuhan ruang dan pengembangan sarana pelayanan gereja ke depan.

Selain itu, dibahas pula mengenai keberlanjutan doa novena yang telah menjadi bagian dari kehidupan doa bersama umat.

Kemungkinan pelaksanaan Misa Sabtu sore juga menjadi salah satu topik yang dibicarakan dalam sesi tersebut sebagai bagian dari upaya melihat kebutuhan dan pelayanan liturgi bagi umat.

Berbagai masukan yang muncul menjadi bahan pembicaraan bersama dan menunjukkan adanya kepedulian seluruh unsur gereja terhadap perkembangan kehidupan umat di GMBA.

Mulai September, Misa Senin Pagi

Menjelang akhir pertemuan, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. menyampaikan informasi yang menggembirakan bagi umat. Mulai September 2026, Gereja Maria Bunda Allah akan melaksanakan Misa harian setiap hari Senin pukul 06.00 WIB.

Misa Senin pagi ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi umat untuk mengawali pekan dengan Ekaristi, menyerahkan seluruh aktivitas, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan keluarga ke dalam penyertaan Tuhan.

Menyatukan Langkah, Menguatkan Pelayanan

Rapat rutin bulanan ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam kehidupan sebuah komunitas gereja. Pertemuan antara Dewan Paroki Administratif dan para Ketua Wilayah menjadi ruang untuk saling mendengarkan, berbagi informasi, serta menyatukan langkah dalam menjalankan pelayanan.

Dengan komunikasi yang terus dibangun, diharapkan setiap bidang, wilayah, dan seluruh penggerak umat dapat berjalan dalam semangat kebersamaan dan saling mendukung.

Bersama melangkah, bersama melayani, dan bersama membangun Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang semakin hidup dalam iman, persaudaraan, dan pelayanan.

Semarak Merah Putih di GMBA: Senam Sehat dan Lomba Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI


Maguwo, 22 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan terasa begitu hidup di lingkungan Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, umat bersama-sama mengikuti senam sehat bernuansa merah putih dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak pagi, suasana di lingkungan GMBA sudah dipenuhi keceriaan. Nuansa merah putih tampak menghiasi kegiatan, sekaligus menjadi simbol semangat persatuan dan kebersamaan seluruh umat. Dengan penuh antusias, peserta mengikuti setiap gerakan senam yang dipandu bersama dalam suasana yang santai, sehat, dan penuh kegembiraan.

Kegiatan senam sehat tidak hanya menjadi sarana untuk menjaga kebugaran jasmani, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat untuk berjumpa, bersosialisasi, dan mempererat persaudaraan. Tawa dan canda mewarnai kegiatan, menciptakan suasana yang akrab di antara umat dari berbagai lingkungan.

Semakin Meriah dengan Berbagai Lomba

Setelah senam sehat selesai, kemeriahan berlanjut dengan berbagai perlombaan khas perayaan kemerdekaan. Para peserta dengan penuh semangat mengikuti setiap perlombaan yang telah disiapkan.

Tidak hanya peserta lomba, umat yang hadir pun turut memberikan dukungan dan semangat. Sorak-sorai, tawa, dan tepuk tangan terdengar mengiringi jalannya perlombaan. Tidak ada sekat antara usia maupun lingkungan—semuanya larut dalam suasana kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi gambaran sederhana bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang sehat, gembira, dan mempererat persaudaraan.

Sehat, Gembira, dan Bersaudara

Melalui kegiatan senam sehat dan berbagai perlombaan ini, GMBA Maguwo tidak hanya mengajak umat untuk menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga membangun semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kegembiraan sebagai satu komunitas umat.

Antusiasme seluruh peserta menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Keceriaan yang terpancar sepanjang acara menunjukkan bahwa kebersamaan mampu menghadirkan sukacita sederhana yang mempererat hubungan antarumat.

Semangat merah putih pun tidak berhenti pada simbol dan perayaan. Ia diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian, persaudaraan, serta semangat untuk terus membangun kehidupan bersama.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia! 🇮🇩

Sehat badannya, gembira hatinya, erat persaudaraannya.

Dari GMBA Maguwo, semangat kemerdekaan terus menyala dalam kebersamaan umat.

Dari Sabda Menjadi Aksi: GMBA Maguwo Bersiap Menyambut BKSN 2026


Maguwo, 21 Agustus 2026 — Semangat untuk semakin mengenal, mencintai, dan menghidupi Sabda Tuhan mulai digaungkan di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Bertempat di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA), pada Jumat, 21 Agustus 2026, dilaksanakan Sosialisasi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 sebagai persiapan umat menyambut pelaksanaan BKSN sepanjang bulan September mendatang.

Kegiatan ini diikuti oleh 52 peserta yang terdiri dari para pemandu lingkungan dari 17 lingkungan, Ketua Lingkungan (Kaling), prodiakon, serta suster. Kehadiran para peserta menjadi wujud nyata kesiapan para penggerak umat untuk bersama-sama menghidupkan semangat membaca, memahami, merenungkan, dan mewartakan Sabda Tuhan di tengah kehidupan umat.

Sosialisasi BKSN ini diselenggarakan oleh Bidang Pewarta, Tim Pelayanan Katekis dan Pemandu Lingkungan, bersama Tim Pelayanan Kerasulan Kitab Suci. Sinergi berbagai unsur pelayanan ini menunjukkan bahwa pewartaan Sabda Tuhan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu bidang, melainkan menjadi panggilan bersama seluruh umat.

Belajar, Bergembira, dan Berbagi

Kegiatan diawali dengan doa bersama, memohon penyertaan Tuhan agar seluruh rangkaian persiapan BKSN dapat berjalan dengan baik dan membawa buah bagi kehidupan iman umat.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi sosialisasi BKSN sebagai bekal untuk mendampingi umat di lingkungan masing-masing selama bulan September. Penyampaian materi dikemas secara interaktif sehingga peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak untuk memahami dan mempersiapkan pelaksanaan BKSN secara lebih konkret.

Suasana semakin cair ketika kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking dan doorprize. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk membangun keakraban, mencairkan suasana, sekaligus menumbuhkan kegembiraan dalam kebersamaan.

Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan dan tanggapan menjadi ruang untuk memperjelas materi sekaligus berbagi pengalaman mengenai pendampingan umat di lingkungan masing-masing.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan harapan agar semangat yang diperoleh dalam sosialisasi ini tidak berhenti di dalam ruang pertemuan, tetapi benar-benar diteruskan kepada umat di 17 lingkungan di wilayah Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Menjadikan Sabda sebagai Jalan Hidup

BKSN bukan sekadar kegiatan yang berlangsung selama satu bulan. Lebih dari itu, BKSN menjadi momentum bagi umat untuk kembali mendekatkan diri kepada Kitab Suci dan menemukan kehendak Tuhan dalam perjalanan hidup sehari-hari.

Melalui para pemandu lingkungan, Kaling, prodiakon, suster, serta seluruh penggerak umat, diharapkan semangat mencintai Kitab Suci semakin tumbuh dan mengakar dalam kehidupan menggereja.

Bulan September akan menjadi bulan untuk semakin dekat dengan Sabda Tuhan: membaca, mendengarkan, merenungkan, dan akhirnya mewujudkannya dalam kehidupan nyata.

Dari Sabda, kita belajar.
Dari Sabda, kita diteguhkan.
Dan dari Sabda, kita diutus untuk menjadi berkat bagi sesama.

Selamat menyambut BKSN 2026. Semoga Sabda Tuhan semakin hidup dalam diri kita, keluarga, lingkungan, dan seluruh umat Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.