Kunjungan Kasih Lingkungan St. Antonius Padua untuk Keluarga Bapak Ignasius Indarto

Sebagai wujud kepedulian dan semangat persaudaraan dalam kehidupan menggereja, umat Lingkungan St. Antonius Padua mengadakan kunjungan kasih ke rumah keluarga Bapak Ignasius Indarto pada hari Selasa, 14 Juli 2026, pukul 16.30 WIB. Kunjungan ini dilaksanakan untuk memberikan dukungan, penghiburan, serta doa bagi Ibu Monika Rubi Susilawati yang sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami sakit beberapa waktu lalu.

Sebelum berangkat menuju rumah keluarga Bapak Ignasius Indarto, umat terlebih dahulu berkumpul di rumah keluarga Bapak dan Ibu Rusiawan. Dari tempat tersebut, sekitar 15 orang umat bersama-sama menuju lokasi kunjungan sebagai ungkapan kebersamaan dan perhatian kepada sesama anggota lingkungan.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama mendoakan agar Tuhan senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan, serta rahmat kesembuhan kepada Ibu Monika Rubi Susilawati sehingga dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Melalui kunjungan kasih ini, diharapkan semangat saling peduli, berbagi perhatian, dan mendoakan satu sama lain terus tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Antonius Padua. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, damai, dan berkat-Nya kepada keluarga Bapak Ignasius Indarto serta seluruh umat yang telah ambil bagian dalam kegiatan ini. Berkah Dalem.

Lingkungan St. Antonius Padua Melaksanakan Tugas Koor pada Perayaan Ekaristi Minggu

Lingkungan St. Antonius Padua mendapat kesempatan melaksanakan tugas koor pada Perayaan Ekaristi hari Minggu, 5 Juli 2026. Berkat persiapan yang dilakukan melalui kurang lebih lima kali latihan bersama, seluruh rangkaian tugas koor dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Koor didukung oleh sekitar 25 orang umat Lingkungan St. Antonius Padua yang dengan penuh semangat mempersembahkan pelayanan melalui nyanyian liturgi. Kehadiran para anggota koor menjadi wujud kebersamaan dan semangat melayani dalam kehidupan menggereja.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Andrianus Maradiyo, Pr. Pada misa tersebut juga dilaksanakan pembaptisan bayi serta ritus percikan air suci yang menjadi ciri khas Perayaan Ekaristi pada Minggu pertama setiap bulan. Suasana liturgi berlangsung dengan khidmat, penuh sukacita, dan dihayati oleh seluruh umat yang hadir.

Semoga pelayanan yang telah diberikan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, mempererat persaudaraan antarumat, serta mendorong seluruh anggota Lingkungan St. Antonius Padua untuk terus ambil bagian dalam berbagai pelayanan di Gereja demi kemuliaan Tuhan.

Kemurahan Hati Umat Menjadi Langkah Nyata Pengembangan Kawasan Gereja


Maguwo – Semangat kebersamaan dan kepedulian umat kembali tampak di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Pada Minggu, 12 Juli 2026, setelah Perayaan Ekaristi, Panitia Pengembangan Kawasan bersama Romo Murdi menyelenggarakan Pengundian Kupon Kemurahan Hati Periode II yang dilanjutkan dengan Lelang Lukisan. Kegiatan ini berlangsung di halaman depan gereja dan disambut dengan antusias oleh umat yang masih berkumpul setelah Misa.

Program Kupon Kemurahan Hati dan Lelang Lukisan merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendukung pengembangan kawasan Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Seluruh hasil yang diperoleh dari penjualan kupon maupun lelang lukisan akan digunakan untuk pembelian lahan di bagian belakang gereja, sebagai langkah strategis dalam mendukung kebutuhan pengembangan paroki di masa mendatang.

Suasana pengundian berlangsung meriah namun tetap penuh keakraban. Dengan disaksikan oleh umat yang hadir, Romo Murdi melakukan pengundian kupon dan menetapkan para pemenang Kupon Kemurahan Hati Periode II, yaitu:

  • Juara I : Nomor 04555 – Lingkungan Yohanes Pembaptis
  • Juara II : Nomor 02144 – Lingkungan St. Yusuf
  • Juara III : Nomor 05265 – Lingkungan St. Monika

Selamat kepada para pemenang. Semoga hadiah yang diterima menjadi sukacita, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap bentuk kemurahan hati yang diberikan merupakan bagian dari karya bersama untuk membangun Gereja.

Lebih dari sekadar pengundian dan lelang, kegiatan ini menjadi gambaran nyata semangat umat Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo dalam bergotong royong mewujudkan cita-cita bersama. Setiap kupon yang dibeli dan setiap lukisan yang berhasil dilelang merupakan wujud partisipasi umat dalam membangun masa depan paroki yang semakin berkembang dan mampu melayani lebih banyak orang.

Kiranya semangat berbagi, kebersamaan, dan kepedulian yang terus bertumbuh di tengah umat menjadi kekuatan untuk mewujudkan pengembangan kawasan gereja sebagai warisan yang bermanfaat bagi generasi-generasi mendatang. Bersama, kita membangun bukan hanya sebuah kawasan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi perjalanan Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo di masa depan.

Peduli Kesehatan Umat, Timpel Kesehatan GMBA Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis


Maguwo – Kepedulian Gereja terhadap umat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan rohani, tetapi juga melalui perhatian terhadap kesehatan jasmani. Semangat itulah yang dihadirkan Tim Pelayanan (Timpel) Kesehatan di bawah naungan Bidang Kemasyarakatan Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo dengan menyelenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Minggu, 12 Juli 2026, setelah Perayaan Ekaristi.

Bertempat di Gazebo dan halaman belakang gereja, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan yang mendapat sambutan hangat dari umat. Seusai mengikuti Misa, umat dari berbagai usia tampak antusias memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Suasana penuh keakraban dan kepedulian mewarnai jalannya kegiatan, sementara para petugas melayani setiap peserta dengan ramah dan penuh perhatian.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), kadar gula darah, kolesterol, asam urat, serta pengukuran berat badan. Selain memperoleh hasil pemeriksaan, umat juga mendapatkan penjelasan mengenai kondisi kesehatannya sebagai bekal untuk menjaga pola hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan sederhana ini diharapkan dapat membantu umat mengenali kondisi tubuh sejak dini sehingga berbagai risiko penyakit dapat dicegah melalui langkah-langkah yang tepat.

Pelayanan kesehatan merupakan bagian dari perhatian Gereja terhadap kesejahteraan umat secara menyeluruh. Iman yang bertumbuh perlu diiringi dengan kepedulian untuk merawat tubuh sebagai anugerah Tuhan, sehingga setiap orang dapat terus berkarya, melayani, dan menjalankan panggilannya dengan penuh sukacita.

Melalui kegiatan ini, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo ingin terus menghadirkan Gereja yang dekat dengan kehidupan umat. Kepedulian terhadap kesehatan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan semata, tetapi menjadi awal tumbuhnya kesadaran bersama untuk membangun pola hidup sehat, saling mengingatkan, dan saling menjaga sebagai satu keluarga dalam Kristus.

Semoga pelayanan sederhana ini menjadi inspirasi bahwa kasih Allah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui perhatian terhadap kesehatan sesama. Dengan semangat kebersamaan, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo terus berkomitmen menghadirkan Gereja yang melayani, peduli, dan membawa harapan bagi setiap umat.

Sosialisasi SOP Paroki Hijau dan Pembentukan Tim Laudato Si’ Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo

Maguwo — Minggu, 12 Juli 2026, Gereja Maria Bunda Allah, Paroki Administratif Maguwo, menyelenggarakan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Paroki Hijau. Kegiatan ini merupakan langkah konkret paroki dalam menanggapi seruan ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus, yang mengajak seluruh umat untuk hidup dalam semangat ekologi integral.

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan umat dari berbagai lingkungan, serta sejumlah pihak yang selama ini berperan aktif dalam kehidupan menggereja di Maguwo, di antaranya Timpel KCLH, Tim BDU GMBA, anggota Dewan Paroki, para Ketua Lingkungan dan para Ketua Wilayah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan seluruh KCLH se-Kevikepan Jogja Timur, sebagai wujud keseriusan paroki dalam mengimplementasikan hasil pertemuan tersebut ke dalam langkah nyata di tingkat paroki.

Merawat Bumi, Merawat Iman

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa merawat lingkungan bukanlah urusan yang terpisah dari kehidupan iman, melainkan bagian yang menyatu di dalamnya — sejalan dengan pesan Laudato Si’ bahwa “semuanya saling berkaitan”. Atas dasar itu, SOP Paroki Hijau disusun sebagai pedoman bagi seluruh umat untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan, mengelola sumber daya secara bijaksana, serta menjaga keutuhan ciptaan demi kebaikan bersama dan generasi mendatang.

SOP ini bertumpu pada lima tujuan utama: mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan gereja, mewujudkan semangat gereja yang berkelanjutan, menghemat kertas, energi, dan air, membiasakan perilaku hijau dalam keseharian umat, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap kaum rentan yang paling terdampak oleh kerusakan lingkungan.

Kelima tujuan tersebut dilandasi oleh lima prinsip dasar yang bersifat spiritual dan etis, yaitu menghormati ciptaan, tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya, keberlanjutan, keadilan sosial dan ekologis, serta pertobatan ekologis — bahwa kepedulian pada lingkungan adalah bagian dari pertobatan dan perjalanan iman setiap umat.

Tujuh Area Penerapan dalam Kehidupan Paroki

Peserta sosialisasi diajak memahami tujuh area penerapan SOP Paroki Hijau yang akan menjadi pedoman teknis dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkup pribadi umat maupun di lingkungan gereja:

  1. Penghematan energi dan sumber daya — mulai dari mematikan listrik dan AC saat tidak digunakan, penggunaan air secukupnya, hingga mengutamakan pencahayaan alami dan tanaman hidup sebagai dekorasi altar.
  2. Kegiatan dan pertemuan — mendorong umat membawa botol minum sendiri, menghindari plastik dan styrofoam sekali pakai, serta mengutamakan produk lokal dan UMKM umat.
  3. Spanduk dan banner — pemasangan wajib mendapat izin Romo Paroki, dengan masa berlaku maksimal satu bulan dan menggunakan bahan yang tahan lama.
  4. Sampah rumah tangga — mengajak umat memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi plastik sekali pakai, serta mendukung program bank sampah paroki.
  5. Pengelolaan lingkungan gereja — melalui penanaman pohon, pembuatan biopori dan sumur resapan, pengomposan sampah organik, hingga pemantauan lingkungan secara berkala.
  6. Edukasi dan pembinaan umat — mengintegrasikan tema lingkungan dalam homili dan katekese, melibatkan OMK, PIA, dan PIR, serta memperingati hari-hari lingkungan seperti Hari Bumi dan Bulan Laudato Si’.
  7. Pemantauan dan evaluasi — dikoordinasikan oleh Tim Laudato Si’ yang dibentuk khusus untuk mengawal program lingkungan paroki, dengan evaluasi rutin setiap tahun dan peninjauan ulang SOP setiap dua tahun.

Pembentukan Tim Laudato Si’

Selain sosialisasi SOP, momen ini juga menjadi tonggak penting dengan dibentuknya Tim Laudato Si’ Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Tim ini akan menjadi motor penggerak sekaligus penjaga keberlanjutan pelaksanaan SOP Paroki Hijau, dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. Menyusun dan mengoordinasikan pelaksanaan program kerja Laudato Si’ di tingkat paroki.
  2. Membangun kerja sama dengan dewan paroki, wilayah, lingkungan, dan kelompok kategorial dalam mendukung program kepedulian lingkungan.
  3. Melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada umat terkait penerapan gaya hidup ramah lingkungan.
  4. Melaksanakan pemantauan dan pengumpulan data pelaksanaan program secara berkala.
  5. Melakukan evaluasi minimal satu kali dalam setahun terhadap capaian program, tingkat keterlibatan umat, serta efektivitas penggunaan sumber daya.
  6. Menyusun laporan hasil evaluasi dan memberikan rekomendasi perbaikan berkelanjutan.
  7. Meninjau dan memperbarui SOP minimal setiap dua tahun atau sesuai kebutuhan.

Dengan terbentuknya tim ini, pelaksanaan SOP Paroki Hijau diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar terkawal dan berkelanjutan dalam kehidupan umat sehari-hari.

Mari Bertumbuh Bersama

Sosialisasi ini ditutup dengan ajakan bagi seluruh umat untuk mengambil tiga langkah konkret: memulai dari diri sendiri dengan kebiasaan sederhana seperti membawa botol minum dan tas belanja, melibatkan komunitas seperti OMK, PIA, PIR, dan lingkungan agar turut aktif berpartisipasi, serta mendukung kerja Tim Laudato Si’ yang baru terbentuk melalui masukan dan keterlibatan dalam evaluasi tahunan.

Sebagaimana disampaikan dalam penutup sosialisasi, kita mungkin tidak bisa menyelamatkan bumi seorang diri, tetapi setiap umat dapat mengambil bagian untuk tidak menambah kerusakannya. Dengan langkah-langkah kecil yang dimulai bersama, Paroki Maria Bunda Allah Maguwo diharapkan dapat menjadi teladan bahwa merawat lingkungan bukan sekadar program, melainkan wujud nyata iman umat kepada Tuhan.

Terima kasih, Tuhan memberkati upaya kita merawat ciptaan-Nya.


Gereja Maria Bunda Allah – Paroki Administratif Maguwo Jln. Anggrek No. 6, Karangploso, Maguwoharjo, Depok, Sleman • www.gmba-maguwo.org

Karya Seni Yang Menjadi Ungkapan Iman

Selamat datang di halaman karya seni Lelang Amal Paroki Administratif Maguwo.

Setiap karya yang dipamerkan di sini lahir dari perpaduan talenta, ketekunan, dan iman. Di balik setiap sapuan warna maupun setiap helai benang yang tersulam, tersimpan sebuah kisah, doa, dan permenungan yang mengajak kita semakin dekat kepada Tuhan.

Panitia Pengembangan dan Penataan Kawasan GMBA mengundang Anda untuk mengenal makna di balik setiap karya, menghayati pesan rohani yang ingin disampaikan, dan bila berkenan, mengambil bagian dalam lelang amal ini. Setiap penawaran yang Anda berikan bukan hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap karya seni, tetapi juga ungkapan kasih yang turut mendukung penataan kawasan Gereja sebagai rumah bersama bagi umat Allah.

Semoga setiap karya yang Anda nikmati hari ini menghadirkan inspirasi, kedamaian, dan semakin menumbuhkan iman dalam perjalanan hidup kita.

Keheningan dalam Dekapan Kasih Bunda

  • Karya: Johannes de Britto (Bang Joe)
  • Medium: Lukisan kopi di atas kanvas
  • Ukuran: 58 × 79 cm
  • Harga Pembuka Lelang (OB): Rp25.000.000

Tidak banyak medium yang mampu menghadirkan kehangatan sekaligus kesederhanaan seperti kopi. Melalui sapuan gradasi warna cokelat monokromatik, Bang Joe menghadirkan sosok Bunda Maria yang teduh, penuh damai, dan larut dalam penyerahan diri kepada Allah.

Mata yang terpejam, raut wajah yang lembut, serta lingkaran cahaya di belakang kepala menghadirkan suasana kontemplatif yang mengajak setiap orang berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Di hadapan karya ini, kita diajak memasuki keheningan doa bersama Bunda Maria, keheningan yang memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara dalam hati.

Keunikan karya ini terletak pada mediumnya. Ampas kopi, sesuatu yang sering dianggap sebagai sisa dan tidak lagi bernilai, justru diolah menjadi sebuah karya yang memancarkan keindahan. Hal ini menjadi lambang bahwa Tuhan mampu mengubah hal-hal yang sederhana menjadi sarana kemuliaan-Nya. Seperti hidup manusia, yang mungkin penuh kekurangan, namun di tangan Tuhan dapat dibentuk menjadi sesuatu yang indah dan bermakna.

Tekstur lembut pada jubah Bunda Maria menyerupai gumpalan awan yang menaungi. Ia mengingatkan kita akan kasih seorang ibu yang selalu melindungi, menguatkan, dan menghadirkan ketenangan bagi anak-anaknya di tengah berbagai pergumulan hidup.

Melalui lelang amal ini, karya ini tidak hanya menjadi sebuah koleksi seni, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan iman umat. Setiap penawaran yang diberikan merupakan ungkapan syukur dan dukungan nyata bagi penataan dan pengembangan kawasan Gereja, agar semakin banyak orang dapat menemukan rumah untuk berdoa, bertumbuh, dan mengalami kasih Tuhan.

Semoga siapa pun yang kelak memiliki karya ini senantiasa menemukan kedamaian, pengharapan, dan penghiburan setiap kali memandang wajah Bunda Maria yang penuh kasih.

Jesus of Nazareth

  • Karya: Annie Maria
  • Medium: Sulaman kristik (cross stitch) pada kain Aida
  • Ukuran: 54 × 78 cm
  • Harga Pembuka Lelang (OB): Rp15.000.000

Karya sulaman kristik ini merupakan buah ketekunan, kesabaran, dan doa yang diwujudkan melalui ribuan persilangan benang. Sedikit demi sedikit, setiap tusukan benang membentuk wajah Yesus dari Nazaret yang mengenakan mahkota duri, sebuah gambaran akan kasih yang rela berkorban demi keselamatan umat manusia.

Tatapan Yesus yang mengarah ke atas menghadirkan kesan kepasrahan yang sempurna kepada kehendak Bapa. Di balik latar gelap yang melambangkan beratnya dosa dunia, cahaya pada wajah-Nya tetap memancarkan harapan, belas kasih, dan kemenangan kasih Allah atas penderitaan.

Teknik kristik sendiri memiliki makna rohani yang mendalam. Setiap persilangan benang adalah tindakan kecil yang dilakukan berulang kali dengan penuh kesetiaan. Seperti perjalanan iman, keindahan tidak lahir dalam sekejap, melainkan melalui kesabaran, ketekunan, dan kesediaan untuk terus melangkah, meskipun perlahan.

Perpaduan warna merah pada jubah Kristus dengan gradasi benang yang halus memberi kehidupan pada karya ini, menghadirkan sosok Sang Penebus yang tetap memandang umat-Nya dengan penuh cinta.

Melalui lelang amal ini, setiap penawaran bukan hanya bentuk penghargaan terhadap sebuah karya seni, tetapi juga menjadi persembahan kasih yang mendukung penataan dan pengembangan kawasan Gereja sebagai tempat umat berhimpun, beribadah, dan bertumbuh dalam iman.

Kiranya karya ini menjadi pengingat bahwa kasih Kristus selalu menyertai setiap langkah kehidupan.

Bunda Maria Penolong Senantiasa (Our Lady of Perpetual Help)

  • Karya: Annie Maria
  • Medium: Sulaman kristik (cross stitch) pada kain Aida
  • Ukuran: 51 × 82 cm
  • Harga Pembuka Lelang (OB): Rp15.000.000

Dalam tradisi Gereja, Bunda Maria dikenal sebagai Penolong Senantiasa, ibu yang tidak pernah berhenti mendampingi dan mendoakan anak-anaknya. Melalui ribuan persilangan benang yang disusun dengan penuh ketelitian, Annie Maria menghadirkan sosok Bunda Maria dalam sikap doa yang tenang dan penuh pengharapan.

Perpaduan warna biru kehijauan pada jubah melambangkan kemanusiaan, sementara nuansa keemasan menggambarkan rahmat Allah yang menaungi hidupnya. Lingkaran cahaya di belakang kepala menegaskan panggilannya sebagai Bunda Sang Juruselamat, sedangkan kedua tangan yang terkatup mengajak setiap orang untuk percaya akan kuasa doa dan penyertaan Tuhan.

Karya ini berpusat pada semangat Fiat kesediaan Bunda Maria untuk menjawab, “Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.” Ketaatan yang lahir dari iman itulah yang menjadi teladan bagi setiap orang percaya dalam menghadapi suka maupun duka kehidupan.

Setiap helai benang yang disulam dengan sabar menjadi lambang doa-doa kecil yang dipersembahkan hari demi hari. Mungkin tidak selalu terlihat, namun pada akhirnya membentuk sebuah kesaksian iman yang utuh dan indah.

Dengan mengikuti lelang amal ini, Anda tidak hanya membawa pulang sebuah karya seni bernilai tinggi, tetapi juga turut mengambil bagian dalam penataan dan pengembangan kawasan Gereja, tempat di mana iman terus dipelihara dan harapan terus dihidupkan.

Semoga kehadiran karya ini senantiasa mengingatkan setiap keluarga akan kasih keibuan Bunda Maria yang selalu menyertai, menghibur, dan membawa setiap doa kepada Putra-Nya.

Doa Lingkungan Santo Petrus: Merenungkan Makna Kerajaan Allah

Pada hari Kamis, 9 Juli 2026, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan doa lingkungan yang berlangsung pada pukul 19.00 WIB di kediaman Bapak Mulyadi. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 23 umat yang hadir dengan penuh semangat untuk berdoa dan memperdalam iman bersama.

Doa dipimpin oleh Bapak Heri dengan mengangkat tema “Kerajaan Allah”. Melalui bacaan Kitab Suci dan renungan, umat diajak untuk memahami bahwa Kerajaan Allah bukan hanya tentang kehidupan di masa depan, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih, kejujuran, kepedulian, dan semangat melayani sesama.

Setelah doa dan pendalaman iman, umat berdiskusi mengenai cara-cara sederhana untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah keluarga, lingkungan, maupun masyarakat. Diskusi berlangsung dengan hangat dan memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk saling berbagi pengalaman serta memperkuat iman.

Kegiatan doa lingkungan ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan antarumat. Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh umat Lingkungan Santo Petrus semakin terdorong untuk menjadi saksi Kristus dengan menghadirkan kasih dan damai Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Tugas Among Tamu & Hitung Kolekte Lingkungan St. Gregorius Kadisoka pada Misa Minggu di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo – 5 Juli 2026


Umat Lingkungan St. Gregorius – Kadisoka kembali mengambil bagian dalam pelayanan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo melalui tugas Among Tamu & Hitung Kolekte pada Perayaan Ekaristi Hari Minggu, 5 Juli 2026. Pelayanan ini menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan umat dalam mendukung kelancaran dan kekhidmatan perayaan liturgi. Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Sejak sebelum misa dimulai, para petugas Among Tamu telah hadir untuk mempersiapkan diri dan menyambut umat yang datang dengan penuh keramahan. Dengan senyum, salam, dan sikap yang baik, para petugas membantu mengarahkan umat menuju tempat duduk, memberikan informasi yang diperlukan, serta menciptakan suasana gereja yang tertib, nyaman, dan penuh sukacita.

Pelayanan Among Tamu bukan sekadar menjalankan tugas menyambut Umat, tetapi juga merupakan wujud kasih dan semangat melayani. Keramahan yang diberikan kepada setiap umat menjadi cerminan Gereja yang terbuka, ramah, dan menghadirkan kasih Kristus kepada siapa pun yang datang untuk beribadah.

Partisipasi umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam tugas ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan antarumat. Melalui semangat gotong royong dan kerja sama, seluruh petugas melaksanakan tanggung jawab dengan penuh dedikasi sehingga Perayaan Ekaristi dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Semoga pelayanan yang telah diberikan menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan serta semakin menumbuhkan semangat pelayanan, kerendahan hati, dan sukacita dalam melayani. Kiranya seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka senantiasa diberi semangat untuk terus mengambil bagian dalam berbagai pelayanan Gereja demi membangun persekutuan yang semakin hidup, guyub, dan berbuah dalam iman.

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
(1 Petrus 4:10)





Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius


Latihan Koor Lingkungan St. Gregorius – Kadisoka untuk Persiapan Tugas di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo – 04 Juli 2026

Umat Lingkungan St. Gregorius – Kadisoka mengadakan latihan koor pada hari sabtu, 4 Juli 2026, pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini merupakan awal dari rangkaian persiapan untuk tugas pelayanan koor pada Perayaan Ekaristi Minggu, 2 Agustus 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Latihan berlangsung dengan penuh semangat, kebersamaan, dan sukacita. Tim Koor Lingkungan bersama-sama mempersiapkan lagu-lagu liturgi yang akan mengiringi jalannya Perayaan Ekaristi. Selain melatih teknik vokal, kekompakan suara, dan penguasaan lagu, latihan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan di antara umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.

Pelayanan koor bukan sekadar menyanyikan lagu, tetapi merupakan bagian dari liturgi yang membantu seluruh umat menghayati misteri iman melalui pujian kepada Tuhan. Oleh karena itu, setiap anggota koor diajak untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, tidak hanya melalui latihan, tetapi juga dengan membangun kehidupan doa dan semangat pelayanan.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Umat berlatih beberapa lagu yang akan dibawakan saat bertugas nanti. Setiap lagu dipelajari dengan teliti, mulai dari pembagian suara, dinamika agar dapat dinyanyikan dengan baik kepada seluruh umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi.

Semoga melalui latihan-latihan yang akan terus dilaksanakan hingga menjelang hari tugas, koor Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dapat memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga nyanyian yang dipersembahkan menjadi doa yang indah, membangun kekhusyukan liturgi, serta memuliakan nama Tuhan.

Semoga tugas koor pada Minggu, 2 Agustus 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo dapat berjalan dengan lancar, membawa sukacita bagi seluruh umat, dan semakin menumbuhkan semangat pelayanan di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.

“Bernyanyilah bagi Tuhan dengan penuh sukacita, sebab pujian yang tulus adalah ungkapan syukur dan iman kepada-Nya.”



Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius

Sembahyangan Rutin Doa Sengsara Yesus dan Rosario Koronka Umat Lingkungan St. Gregorius – Kadisoka: 02 Juli 2026

Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali berkumpul dalam kegiatan sembahyangan rutin yang diselenggarakan pada Kamis malam, 2 Juli 2026. Pertemuan sembayangan ini dihadiri oleh 19 umat lingkungan yang dengan penuh sukacita datang untuk Berdoa Doa Sengsara Yesus dan Rosario Koronka.

Ibadat diawali dengan lagu pembuka dan doa pembuka, kemudian dilanjutkan dengan Doa Sengsara Yesus sebagai ungkapan syukur sekaligus permenungan atas kasih Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya demi keselamatan umat manusia. Suasana doa berlangsung dengan penuh kekhusyukan, mengajak setiap umat untuk semakin menghayati makna pengorbanan, kasih, dan kerahiman Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah itu, umat melanjutkan doa bersama dengan Rosario Koronka, memohon belas kasih Tuhan bagi keluarga-keluarga, Gereja, bangsa, serta seluruh umat yang sedang mengalami kesulitan, sakit, maupun pergumulan hidup. Melalui doa bersama ini, setiap peserta diajak untuk semakin mempercayakan hidup kepada Kerahiman Tuhan yang tidak pernah berkesudahan.

Kegiatan sembahyangan rutin ini menjadi sarana yang sangat berharga untuk mempererat persaudaraan antarumat sekaligus memperkokoh kehidupan iman di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Kebersamaan dalam doa menjadi kekuatan yang mempersatukan umat untuk saling mendukung, menguatkan, dan bertumbuh dalam semangat pelayanan.

Semoga melalui kebiasaan berkumpul dalam doa, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka senantiasa memperoleh rahmat, damai sejahtera, serta semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih. Mari terus menjaga semangat kebersamaan dan tetap setia menghadiri kegiatan-kegiatan lingkungan sebagai wujud nyata hidup menggereja di tengah masyarakat.

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20)





Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social Lingkungan St. Gregorius di :
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius