Perjalanan doa Rosario bersama umat Lingkungan Yohanes Pembaptis terus berlanjut. Pada Rabu, 7 Oktober 2026, umat kembali berkumpul untuk mengikuti doa Rosario bersama di rumah Bapak Sustiyantono. Kegiatan dimulai pada pukul 19.00 WIB.
Doa Rosario diikuti oleh umat dari berbagai generasi, mulai dari Orang Muda Katolik (OMK) hingga umat lanjut usia. Dalam suasana yang sederhana dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama mendaraskan doa Rosario dengan khidmat.
Kehadiran umat dari berbagai kelompok usia menunjukkan bahwa doa Rosario menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat hidup menggereja. Setiap pertemuan menjadi ruang bagi umat untuk bersama-sama menyerahkan berbagai doa dan harapan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.
Semoga ketekunan dalam mengikuti doa Rosario terus terjaga sepanjang bulan Oktober. Dengan hati yang terbuka dan iman yang semakin bertumbuh, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis diharapkan senantiasa menemukan kekuatan dalam doa dan kebersamaan.
Semangat umat Lingkungan Yohanes Pembaptis dalam mengikuti doa Rosario bersama terus berlanjut. Pada Selasa, 6 Oktober 2026, umat kembali berkumpul untuk mendaraskan Rosario bersama di rumah Bapak Agung pada pukul 19.00 WIB.
Sebanyak 18 umat hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Orang Muda Katolik (OMK) hingga umat lanjut usia. Kehadiran umat dari berbagai generasi menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dalam doa.
Dengan penuh antusiasme, umat mengikuti rangkaian doa Rosario bersama. Pertemuan sederhana ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk berdoa, tetapi juga menjadi ruang bagi umat untuk saling menyapa, menguatkan, dan mempererat tali persaudaraan.
Melalui kegiatan Rosario yang terus dilaksanakan, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis bersama-sama menghidupi bulan Rosario dengan semangat iman dan kebersamaan. Semoga doa-doa yang dipanjatkan menjadi sumber kekuatan bagi seluruh umat dan membawa setiap keluarga semakin dekat kepada Tuhan.
Setelah sehari sebelumnya umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mendaraskan Rosario secara pribadi di rumah masing-masing, kegiatan Rosario bersama kembali dilanjutkan pada Senin, 5 Oktober 2026.
Rosario bersama kali ini bertempat di Gereja Maria Bunda Allah dan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Sebanyak 15 umat hadir dan bersama-sama mengikuti doa Rosario dalam suasana yang tenang dan penuh kekhidmatan.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk kembali berkumpul dan berdoa bersama setelah pada hari Minggu, 4 Oktober, umat mendaraskan doa Rosario secara pribadi di rumah masing-masing. Meskipun dilakukan secara sederhana, semangat untuk terus menghidupi bulan Rosario tetap terjaga.
Kebersamaan dalam doa menjadi bagian penting dari perjalanan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis selama bulan Rosario. Melalui doa yang didaraskan bersama, umat saling menguatkan dalam iman sekaligus mempererat persaudaraan sebagai satu komunitas.
Semoga semangat doa Rosario terus tumbuh dalam diri setiap umat dan menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.
Semangat doa Rosario di Lingkungan Yohanes Pembaptis terus berlanjut. Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, umat kembali berkumpul untuk mengikuti doa Rosario bersama yang bertempat di rumah Bapak Bambang pada pukul 19.00 WIB.
Pada kesempatan kali ini, sekitar 10 umat hadir untuk mengikuti doa Rosario. Meskipun jumlah umat yang hadir tidak sebanyak hari-hari sebelumnya, suasana doa tetap berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat.
Kesederhanaan dalam jumlah tidak mengurangi makna kebersamaan yang terjalin. Umat yang hadir dengan tekun mengikuti rangkaian doa Rosario sebagai bentuk ungkapan iman dan penghormatan kepada Bunda Maria.
Kehadiran setiap umat menjadi bagian penting dalam perjalanan doa bersama selama bulan Rosario. Bukan banyaknya jumlah yang menjadi utama, melainkan ketulusan hati dan semangat untuk terus meluangkan waktu berdoa bersama.
Semoga semangat umat Lingkungan Yohanes Pembaptis untuk terus berdoa dan berkumpul dalam kebersamaan semakin bertumbuh sepanjang bulan Rosario. Dari persekutuan yang sederhana, semoga lahir iman yang semakin kuat dan persaudaraan yang semakin erat.
Kegiatan Rosario bersama Lingkungan Yohanes Pembaptis berlanjut pada Jumat, 2 Oktober 2026. Rosario hari kedua bertempat di rumah Bapak Gunawan Wibisono dan dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB.
Waktu pelaksanaan Rosario pada hari itu sedikit lebih malam karena bertepatan dengan Jumat Pertama. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat umat untuk hadir dan mengikuti doa Rosario bersama.
Sekitar 20 umat hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Orang Muda Katolik (OMK) hingga umat lanjut usia. Kebersamaan lintas usia ini kembali terlihat dalam suasana doa yang berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban.
Antusiasme umat untuk tetap hadir meskipun waktu pelaksanaan mundur menjadi wujud nyata semangat bersama dalam menjalani bulan Rosario. Doa Rosario tidak hanya menjadi kesempatan untuk berdoa bersama, tetapi juga menjadi sarana bagi umat untuk semakin mempererat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan menggereja.
Melalui kegiatan Rosario yang terus berlangsung selama bulan Oktober, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis diajak untuk semakin tekun dalam berdoa serta meneladan sikap Bunda Maria yang setia dalam iman dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada kehendak Tuhan.
Memasuki bulan Rosario, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mengawali kegiatan Rosario bersama pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan pembukaan dilaksanakan di rumah Bapak YB Suharjito dan dimulai pada pukul 19.00 WIB.
Rosario bersama ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan umat dalam menghidupi bulan Rosario sekaligus menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa bersama dengan perantaraan Bunda Maria.
Kegiatan ini diikuti oleh umat dari berbagai kelompok usia, mulai dari Orang Muda Katolik (OMK) hingga umat lanjut usia. Sebanyak 28 umat hadir dan bersama-sama mengikuti rangkaian doa Rosario dalam suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan.
Keikutsertaan umat dari berbagai generasi menjadi warna tersendiri dalam kegiatan ini. Kehadiran OMK hingga lansia menunjukkan semangat kebersamaan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis dalam berdoa dan membangun kehidupan menggereja.
Pembukaan Rosario bersama ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis untuk terus menumbuhkan semangat doa, persaudaraan, dan kebersamaan selama bulan Rosario. Semoga melalui doa Rosario, umat semakin dikuatkan dalam iman dan senantiasa menyerahkan setiap kehidupan kepada penyertaan Tuhan.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, umat Lingkungan Santo Petrus melaksanakan kegiatan kunjungan tali kasih kepada beberapa keluarga umat yang sedang mengalami sakit. Kegiatan ini diikuti oleh 13 orang umat sebagai bentuk kepedulian, perhatian, dan dukungan dari keluarga besar Lingkungan Santo Petrus.
Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Bapak Priyo untuk menjenguk putrinya, Mbak Ica, yang sedang sakit. Kehadiran para umat menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi keluarga, sekaligus memberikan semangat dan penguatan agar Mbak Ica segera diberikan kesehatan dan pemulihan.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah Mas Yuan untuk menjenguk putra kecilnya, Adek Ael, yang juga sedang sakit. Dalam suasana penuh keakraban, umat memberikan perhatian dan doa bagi kesembuhan Adek Ael serta kekuatan bagi keluarga yang mendampingi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa Rosario di rumah Bapak Hanna. Selain berdoa bersama, umat secara khusus mendoakan istri Bapak Hanna yang sedang sakit agar memperoleh kesembuhan, kekuatan, dan ketabahan dalam menjalani masa pemulihan.
Kegiatan kunjungan tali kasih dan doa Rosario ini menjadi wujud nyata semangat persaudaraan umat Lingkungan Santo Petrus. Melalui kehadiran, perhatian, dan doa bersama, umat saling menguatkan serta menunjukkan bahwa dalam suka maupun duka, keluarga besar Lingkungan Santo Petrus senantiasa hadir dan saling mendukung.
Semoga Mbak Ica, Adek Ael, dan istri Bapak Hanna senantiasa diberikan kesehatan dan kesembuhan oleh Tuhan, serta keluarga yang mendampingi selalu diberikan kekuatan dan ketabahan.
Hari Selasa, 23 Juni 2026, Umat Lingkungan St Elisabeth melaksanakan Misa Lingkungan yang dipimpin oleh Romo Dadang. Misa dilaksanakan di rumah Bapak Agustinus daerah Kradenan. Umat yang hadir berjumlah 52 orang. Romo Dadang dibantu oleh Mas Candra, prodiakon dari Lingkungan Gabriel. Misa ini berlangsung meriah karna dihadiri banyak umat, dan seru karna setelah misa berakhir, acara disambung dengan bincang-bincang atau sharring bersama Romo. Sharring berisi tentang permasalahan yang dilalui umat maupun pengurus lingkungan dan bagaimana mengatasinya. Tidak lupa ada pemberian Tanda Kasih untuk Oline, anak yang menerimakan Komuni tahun ini.
18 Juni 2026, Lingkungan Elisabeth melaksanakan Sembahyangan Rutin yang dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto, dengan Pemimpin Sembahyangan Dita. Sembahyangan kali ini bersamaan dengan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan, sehingga umat yang hadir lebih banyak. umat yang hadir malam ini 35 orang.
Dalam Sembahyangan malam ini, kami mengambil bacaan harian dari Injil Matius 6:7-15. Dalam Injil ini berisi tentang Yesus yang mengajarkan kepada para murid bagaimana seharusnya mereka berdoa. Di sini, Yesus mengingatkan agar kita tidak berdoa hanya dengan banyak kata, seolah-olah Tuhan baru akan mendengarkan kalau kita berbicara panjang lebar. Ingatlah, Bapa mengetahui apa yang kita perlukan bahkan sebelum kita memintanya.
Kemudian Yesus memberikan doa yang sangat kita kenal: Doa Bapa Kami.
Menariknya, dalam doa ini Yesus tidak hanya mengajarkan kita untuk meminta kebutuhan pribadi. Kita diajak terlebih dahulu mengatakan:
Artinya, doa bukan hanya tentang “Tuhan, berikan aku apa yang aku inginkan.” Doa juga merupakan kesempatan untuk menyerahkan diri dan berkata, “Tuhan, jadilah kehendak-Mu dalam hidupku.”
Kita sering datang kepada Tuhan ketika menghadapi masalah: Ketika keluarga sedang mengalami kesulitan, ketika anak sakit, ketika pekerjaan tidak berjalan baik, ketika hubungan dengan orang lain sedang bermasalah. Semua boleh kita bawa dalam doa.
Namun melalui Bapa Kami, Yesus mengajarkan bahwa ada sesuatu yang lebih penting: bukan hanya meminta Tuhan mengubah keadaan kita, tetapi membiarkan Tuhan terlebih dahulu mengubah hati kita.
Bagian yang mungkin paling sulit adalah:
“Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.”
Kita tentu ingin Tuhan mengampuni kesalahan kita. Tetapi Yesus juga mengajak kita belajar memberikan pengampunan kepada orang lain.
Mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan orang lain tidak penting. Mengampuni juga tidak selalu berarti kita harus langsung melupakan apa yang terjadi. Mengampuni berarti kita memilih untuk tidak terus-menerus membiarkan luka, kemarahan, dan kebencian menguasai hati kita.
Kadang orang yang paling sulit kita ampuni justru adalah orang yang paling dekat dengan kita: pasangan, anak, saudara, teman, atau seseorang dalam komunitas kita sendiri.
Karena itu, Doa Bapa Kami bukan sekadar doa yang diucapkan dengan bibir. Doa ini adalah doa yang menantang kita untuk hidup sesuai dengan apa yang kita ucapkan.
Ketika kita berkata, “Jadilah kehendak-Mu,” kita belajar menerima bahwa tidak semua keinginan kita harus terjadi.
Ketika kita berkata, “Berilah kami rezeki pada hari ini,” kita belajar percaya bahwa Tuhan akan mencukupi kebutuhan kita.
Ketika kita berkata, “Ampunilah kami,” kita belajar rendah hati mengakui kesalahan.
Dan ketika kita berkata, “Seperti kami pun mengampuni,” kita dipanggil untuk membuka hati dan melepaskan kebencian.
Mungkin hari ini Tuhan tidak meminta kita melakukan sesuatu yang besar. Mungkin Tuhan hanya mengajak kita berdoa dengan lebih sungguh-sungguh, percaya lebih dalam, dan mengampuni sedikit demi sedikit.
Mari kita jadikan Bapa Kami bukan hanya doa yang kita hafalkan, tetapi cara hidup sebagai anak-anak Allah.
Sebab doa yang sejati bukan hanya membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, tetapi juga membuat hati kita semakin mampu mengasihi, mengampuni, dan menghadirkan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Marilah kita bersukaria, Tuhan mengutus kita umat-Nya. Mewartakan kebaikan Tuhan dengan perkataan dan perbuatan. Mari kita pulang, pulang dalam damai, tangan Tuhan membimbing kita. Tuhan s’lalu beserta kita, kini dan sepanjang segala masa.
Orang yang setia mengikuti Aku akan memperoleh kehidupan kekal. Orang yang jujur di dalam hidupnya akan menerima pahala dari-Ku. Syukur dan hormat bagi-Mu, ya Tuhan, bagi cinta-Mu bagi kami.