Paskahan & Temu Kaum Muda St. Mikhael di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo


Paskahan & Temu Kaum Muda St. Mikhael di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo berlangsung dengan penuh sukacita pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 12.00 hingga 20.00. Kegiatan ini dihadiri oleh Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., para suster, serta Orang Muda Katolik Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang datang dengan semangat kebersamaan dan iman yang hidup.

Acara diawali dengan sesi pembekalan yang diberikan oleh para suster dan Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. Dalam pembekalan ini, peserta diajak untuk semakin memahami panggilan sebagai Orang Muda Katolik di tengah kehidupan Gereja dan masyarakat. Materi yang disampaikan menjadi bekal berharga untuk menumbuhkan iman yang tangguh sekaligus keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang mengangkat tema hidup menggereja di tengah masyarakat. Dalam suasana yang hangat dan terbuka, para peserta saling berbagi pengalaman, pandangan, serta harapan mereka sebagai generasi muda Gereja. Diskusi ini menjadi ruang refleksi sekaligus mempererat rasa persaudaraan antar peserta.

Suasana semakin meriah dengan berbagai games kebersamaan yang menghadirkan keceriaan dan memperkuat kekompakan. Tawa dan semangat kebersamaan mewarnai setiap momen, menciptakan kenangan indah yang mempererat tali persaudaraan.


Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan api unggun di malam hari. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para peserta berkumpul, bernyanyi, dan merefleksikan perjalanan iman mereka. Api unggun menjadi simbol semangat yang terus menyala dalam diri Orang Muda Katolik untuk tetap setia dan aktif dalam kehidupan Gereja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Orang Muda Katolik St. Mikhael semakin diteguhkan dalam iman, bertumbuh dalam kebersamaan, serta siap menjadi pribadi yang membawa terang dan harapan di tengah masyarakat.


Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga meneguhkan iman Orang Muda Katolik untuk terus berjalan bersama Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Semangat Paskah yang dirayakan tidak berhenti pada perayaan, tetapi dihidupi dalam tindakan nyata di tengah Gereja dan masyarakat.

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

Semoga melalui kegiatan ini, setiap pribadi semakin dikuatkan untuk menjadi saksi kasih Tuhan, membawa terang, dan menghadirkan damai di mana pun berada.

Menjadi Kaum Muda Katolik yang Aktif dan Berdampak

Pada tanggal 15 Maret 2026, Lingkungan St. Elisabeth menjadi tuan rumah dari berkumpulnya para kaum muda Katholik Maguwo. Pertemuan ini adalah pertemuan yang rutin dilaksanakan para kaum muda tiap sebulan sekali. Pertemuan dilaksanakan bergiliran ke tiap-tiap lingkungan se-stasi Maguwo. Kebetulan pada bulan Maret ini, lingkungan Elisabeth menjadi tuan rumah. Pertemuan dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto sepulang misa.

Pertemuan diikuti oleh seluruh Orang Muda Katholik yang ada di stasi Maguwo, para suster, perwakilan mantan OMK, dan perwakilan umat St. Elisabeth. Memang belum semuanya hadir, tapi sudah cukup banyak mewakili. Pertemuan berlangsung sangat hangat dan meriah. Diisi dengan sesi ramah tamah, sharring, dan game sebagai ice breaking.

Pertemuan dilaksanakan safari ke tiap-tiap lingkungan tiap bulannya agar OMK baru yang ada di lingkungan, terpanggil untuk ikut serta terlibat di kegiatan OMK stasi.
Pertemuan kaum muda Katolik merupakan salah satu wadah penting bagi generasi muda untuk bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, serta menemukan jati diri sebagai pengikut Kristus di tengah dunia modern. Dalam suasana yang penuh kebersamaan, kaum muda diajak untuk semakin mengenal Tuhan dan memahami peran mereka dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat.

Sesi sharing atau berbagi pengalaman menjadi momen yang sangat berharga. Dalam sesi ini, setiap peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalaman iman, tantangan hidup, maupun pergumulan yang sedang dihadapi. Dari sini, muncul rasa saling mendukung dan menguatkan satu sama lain sebagai satu komunitas. Tidak kalah penting, pertemuan kaum muda juga diisi dengan kegiatan kreatif dan menyenangkan, seperti games. Hal ini bertujuan agar kaum muda tidak merasa bosan, sekaligus melatih kerja sama, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab.


Melalui pertemuan ini, diharapkan kaum muda Katolik dapat semakin berani menjadi terang dan garam dunia. Mereka dipanggil untuk tidak hanya hidup bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain. Dengan iman yang kuat dan semangat pelayanan, kaum muda dapat membawa perubahan positif di lingkungan sekitar.
Akhirnya, pertemuan ditutup dengan doa penutup sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan yang telah terjalin. Harapannya, setiap peserta pulang dengan hati yang dikuatkan dan semangat baru untuk menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Kristus.

OMK YP Berkarya Lewat Penjualan Parcel Paskah

Semangat kebersamaan dan kreativitas ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Lingkungan Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan parcel Paskah bagi umat.

Dalam proses persiapan, para OMK bekerja sama mulai dari menghias telur Paskah, menata makanan, hingga membungkus parcel dengan rapi. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian dan semangat, mencerminkan kesungguhan mereka dalam memberikan yang terbaik.

Suasana kebersamaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Tawa, canda, dan kerja sama yang solid menjadi bagian dari proses, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan parcel, tetapi juga sebagai momen mempererat persaudaraan antaranggota OMK.

Setelah seluruh parcel selesai dipersiapkan, keesokan harinya para OMK melanjutkan pelayanan dengan mendistribusikan parcel kepada umat yang telah memesan. Antusiasme umat terlihat dari banyaknya pesanan yang masuk, bahkan tidak hanya dari Lingkungan Yohanes Pembaptis, tetapi juga dari lingkungan-lingkungan lain.

Hal ini menjadi tanda bahwa usaha dan pelayanan yang dilakukan OMK mendapat respon yang sangat baik dari umat. Melalui kegiatan ini, OMK tidak hanya belajar tentang kerja sama dan tanggung jawab, tetapi juga menghadirkan sukacita Paskah melalui karya sederhana yang penuh makna.

Semoga semangat pelayanan dan kreativitas ini terus tumbuh dalam diri OMK Lingkungan Yohanes Pembaptis, serta menjadi berkat bagi semakin banyak umat.

Kolaborasi Ibu-Ibu dan OMK YP dalam Pelayanan Kantin GMBA

Semangat pelayanan dan kebersamaan kembali terlihat dalam keterlibatan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis saat menjalankan tugas jaga Kantin GMBA. Dalam kesempatan tersebut, enam umat ambil bagian, terdiri dari lima ibu-ibu lingkungan serta satu anggota OMK yang turut membantu pelayanan.

Kegiatan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya tugas kantin bulan ini melibatkan OMK secara langsung. Kehadiran kaum muda diharapkan menjadi sarana pembelajaran, khususnya dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan, tanggung jawab, serta pengalaman melayani umat melalui kegiatan sederhana namun bermakna.

Sejak pagi hari, para petugas kantin telah mempersiapkan berbagai makanan dan minuman yang akan dijual tersebut. Beragam jajanan rumahan dan minuman segar tersaji, menghadirkan suasana hangat dan akrab bagi umat yang datang setelah mengikuti perayaan Ekaristi.

Pelayanan berlangsung dengan penuh semangat dan kerja sama yang baik. Kolaborasi lintas generasi antara ibu-ibu dan OMK menciptakan suasana pelayanan yang hidup, sekaligus menjadi ruang belajar bersama. Antusiasme umat terlihat dari ramainya pembeli, sehingga seluruh dagangan terjual dengan baik dan menghasilkan laba yang cukup menggembirakan.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis tidak hanya menjalankan tugas pelayanan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan, melatih kemandirian, serta menumbuhkan semangat berbagi peran dalam kehidupan menggereja.

Semoga keterlibatan OMK dalam pelayanan kantin ini menjadi langkah awal bagi semakin aktifnya kaum muda dalam berbagai kegiatan lingkungan dan paroki di masa mendatang.

OMK St. Lucius YP Adakan Rapat Persiapan Parcel Paskah

Semangat kreativitas dan kebersamaan ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) St. Lucius Lingkungan Yohanes Pembaptis melalui kegiatan rapat persiapan program Paskah yang dilaksanakan di PLAI Cafe.

Sebanyak 13 anggota OMK hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana rapat berlangsung santai namun tetap penuh semangat diskusi. Pertemuan ini secara khusus membahas rencana pembuatan dan penjualan parcel Paskah yang akan ditawarkan kepada umat menjelang perayaan Paskah mendatang.

Dalam rapat tersebut, para OMK berdiskusi mengenai konsep parcel, isi paket, pembagian tugas, hingga strategi pelaksanaan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kaum muda untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus mengembangkan kreativitas dalam pelayanan.

Melalui inisiatif ini, OMK St. Lucius ingin mengambil peran aktif dalam kehidupan lingkungan serta menghadirkan semangat pelayanan kaum muda yang nyata di tengah umat. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana diskusi ringan menunjukkan bahwa pelayanan Gereja dapat diwujudkan melalui ide-ide sederhana yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Diharapkan, persiapan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan kegiatan penjualan parcel Paskah nantinya menjadi berkat bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis sekaligus semakin menumbuhkan semangat pelayanan OMK.

Pertemuan OMK St. Mikhael dengan Lingkungan St, Bartholomeus


Pada hari Minggu, 8 Februari 2025, telah dilaksanakan pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) Santo Mikhael yang bertempat di Lingkungan Bartholomeus. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dan kaum muda yang tergabung dalam OMK Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Pertemuan ini menjadi salah satu agenda penting dalam upaya membangun kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan di antara kaum muda gereja.

Acara berlangsung dalam suasana yang penuh kehangatan, kekeluargaan, dan sukacita. Sejak awal kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disiapkan. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang untuk berkumpul, tetapi juga menjadi sarana untuk saling mengenal lebih dekat, memperkuat relasi antar anggota OMK, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap komunitas dan gereja.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempererat persaudaraan antar anak dan kaum muda, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan menggereja. Melalui pertemuan ini, diharapkan para OMK semakin terdorong untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan gereja dan mampu menjadi generasi muda yang beriman, solid, dan peduli terhadap sesama.

Pendalaman Iman Bersama Para Suster

Salah satu bagian paling berkesan dari pertemuan ini adalah kehadiran beberapa suster yang turut hadir sebagai pengisi acara. Mereka memberikan pendalaman iman yang disampaikan secara menarik, relevan, dan penuh inspirasi. Materi yang dibawakan mencakup:

  • Ajakkan untuk menghidupi kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tantangan kaum muda Katolik dalam zaman modern.
  • Pentingnya menjadi saksi iman di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  • Membangun sikap peduli, peka, dan melayani sebagai bagian dari OMK.

Pertemuan OMK Santo Mikhael ini sangat bermakna dengan kehadiran para suster yang turut mendampingi dan mengisi acara. Para suster memberikan pendalaman iman yang disampaikan dengan cara yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh kaum muda. Materi yang dibawakan mengajak peserta untuk merefleksikan iman dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan semangat untuk tetap setia dan aktif dalam pelayanan gereja. Kehadiran para suster juga memberikan warna tersendiri yang membuat suasana acara semakin hidup dan penuh sukacita.

Secara keseluruhan, kegiatan pertemuan OMK Santo Mikhael di Lingkungan Bartholomeus ini berjalan dengan lancar dan penuh makna. Diharapkan melalui pertemuan ini, persaudaraan antar OMK semakin erat, iman semakin bertumbuh, serta semangat kebersamaan dan pelayanan di Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo terus terjaga dan berkembang di masa mendatang.


Pengurus Misdinar GMBA Berziarah: Tanda Kasih dan Kenangan


Usai Misa Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, para pengurus misdinar Stasi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo melaksanakan ziarah ke makam beberapa sosok yang sangat berarti bagi komunitas. Dengan hati yang tenang dan doa yang tulus, mereka menabur bunga serta memanjatkan doa di makam mamanya Asti, mas Surya—papanya Tian, mbak Danik, dan mas Yuda.

Ziarah ini menjadi ungkapan kasih dan iman, serta bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berpulang terlebih dahulu menghadap Bapa di surga. Dalam hening doa, para misdinar memohon agar Tuhan menganugerahkan kedamaian abadi bagi jiwa-jiwa yang mereka doakan, dan agar teladan hidup mereka tetap menjadi berkat bagi umat yang masih berziarah di dunia ini.

Ibunya Asti dikenal sebagai pribadi yang lembut, penuh perhatian, dan setia dalam kehidupan keluarga serta pelayanan. Beliau adalah istri dari Bapak Satrio Widodo, salah satu aktivis gereja yang dikenal ahli dalam bidang dekorasi dan tata artistik di setiap perayaan dan acara gereja. Melalui karya dan kreativitasnya, Pak Satrio telah banyak memperindah suasana liturgi, membantu umat semakin merasakan kehadiran Allah dalam keindahan dan kesakralan perayaan iman.

Mas Surya, papanya Tian, semasa hidupnya dikenal sebagai aktivis gereja yang penuh semangat. Di kalangan OMK lawas, beliau dikenang sebagai sosok yang supel, mudah bergaul, dan ramah kepada siapa saja. Kehadirannya selalu membawa suasana hangat dan penuh persaudaraan, menjadi contoh bagaimana iman diwujudkan dalam relasi yang penuh kasih.

Mas Yuda dikenal sebagai prodiakon GMBA yang sangat dicintai oleh seluruh umat. Sosoknya sederhana, penuh semangat, dan tulus dalam pelayanan. Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang muda untuk melayani Tuhan dengan sukacita dan kesetiaan. Di usia yang masih muda, Tuhan memanggilnya pulang, namun jejak kasih dan pelayanannya tetap hidup dalam hati umat GMBA.

Mbak Danik, sepupu dari almarhum mas Yuda, juga merupakan prodiakon yang tekun dan penuh dedikasi. Meskipun harus bergulat dengan sakit, ia tetap setia melayani hingga akhirnya dipanggil Tuhan. Dalam kelemahannya, terpancar kekuatan iman yang menjadi kesaksian indah bagi banyak orang.

Melalui ziarah ini, para pengurus misdinar belajar bahwa pelayanan bukan hanya tentang berdiri di altar, tetapi juga tentang meneladani kasih, kesetiaan, dan pengorbanan mereka yang telah mendahului kita. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi wujud iman akan kehidupan kekal dan pengharapan akan perjumpaan kembali dalam Kerajaan Surga.

Semoga semangat pelayanan dan cinta kasih yang diwariskan oleh almarhumah ibunya Asti, almarhum mas Surya, almarhum mas Yuda, dan almarhumah mbak Danik terus menyalakan api iman di hati para misdinar, agar mereka semakin teguh melayani Tuhan dengan sukacita dan ketulusan.

Stasi Maguwo Semarakkan Karnaval 17-an di Sambilegi


Padukuhan Sambilegi benar-benar ramai dan penuh warna dalam perayaan karnaval HUT ke-80 Republik Indonesia. Semangat kebersamaan tampak nyata saat umat Katolik Stasi Maguwo ikut berbaur dengan masyarakat, menampilkan kekompakan dari berbagai kelompok dengan gaya khas masing-masing.

Yang paling mencuri perhatian tentu saja ibu-ibu Stasi Maguwo. Mereka tampil anggun sekaligus gagah dengan busana lurik merah yang dipadukan dengan caping di kepala. Suasana jadi meriah sekaligus penuh nuansa tradisional Jawa yang hangat.

Tak kalah bersemangat, RBM (Remaja Bunda Maria) dan OMK (Orang Muda Katolik) hadir dengan pakaian perjuangan. Wajah mereka memancarkan semangat juang 45, membawa energi muda yang penuh semangat dan keceriaan. Ada yang berperan layaknya pejuang, ada pula yang tampil atraktif dengan gaya khas anak muda, membuat barisan karnaval semakin hidup dan penuh sorak-sorai.

Lebih dari sekadar tampil, keikutsertaan umat Stasi Maguwo dalam karnaval ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan program garapan kebangsaan, sinergi, dan kerja sama. Tidak hanya bergabung sebagai peserta, umat Katolik juga ikut berpartisipasi aktif dengan menyumbang minuman untuk para rombongan karnaval, sehingga menambah suasana kebersamaan dan solidaritas.

Kehadiran Stasi Maguwo di tengah karnaval ini membuktikan bahwa umat Katolik bukan hanya hadir sebagai bagian dari masyarakat, tetapi juga ikut memberi warna, berkontribusi, dan mempererat persaudaraan. Dengan senyum, tawa, dan langkah penuh semangat, mereka membawa pesan bahwa cinta tanah air bisa dirayakan lewat kebersamaan sederhana namun penuh makna.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan untuk Ibu-Ibu Stasi Maguwo, OMK, dan RBM yang sudah rela meluangkan waktu, tenaga, dan semangat untuk terlibat aktif dalam acara ini. Keterlibatan dan partisipasi kalian sungguh menjadi berkat, sekaligus teladan nyata bagaimana umat berkontribusi bagi bangsa dan gereja.

Karnaval Sambilegi tahun ini pun menjadi bukti nyata: umat Katolik Stasi Maguwo hadir, terlibat, bersinergi, dan meneguhkan semangat kebangsaan bersama seluruh warga

Pertemuan Perdana Misdinar Maguwo 2025


Hari Minggu, 9 Agustus 2025, pengurus Misdinar Maguwo mengadakan pertemuan perdana nihh dengan angkatan Komuni Pertama angkatan 2025 yang akan segera di lantik menjadi anggota Misdinar.

Pertama, kita melakukan registrasi. Setelah registrasi, kita mulai dengan sambutan dari Kak Yohanes Theo Widodo sebagai ketua Misdinar yang kece dan keren.. Selanjutnya disambut oleh Bapak Agung selaku Ketua Dewan Stasi. Yang terakhir kita ada sambutan dari Ketua Bidang Liturgi yaitu Ibu Ita Rinawati dan dilanjutkan dengan materi singkat tentang liturgi di gereja. Sebagai pengurus, tentu kita juga perkenalan dongg karena ada pepatah tak kenal maka tak sayang

Setelah itu karena masih fresh nih yaa, jadinya kita adakan foto bersama duluu yeyy… lalu di lanjut dengan perkenalan alat misa bersama kak Valent dan kak Ganes. Ternyata pada excited untuk nyoba dan menghapal nihhh, kerenn sihhh!!!

Untuk menguji daya ingat, kita melakukan games yaitu “Remember Me” dengan kak Marlin yang menjadi koordinator games. Games hanya diberikan waktu sekitar 15 menit untuk menyelesaikan. Ternyata ga di sangka sangka, jawaban mereka bener semuaaa lhooo!! keren banget yaa. Setelah itu kita ada pembagian hadian tapi bukan berdasarkan juara, tetapi sebagai apresiasi pengurus kepada calon Misdinar angkatan 25. Yang terakhir, ada tuker kado silangg nihhh, seru banget kado nya di rollingg dan akhirnya sayonara.

Orang Muda Maguwo Ikut Pembekalan Peduli Lansia


Minggu, 10 Agustus 2025, dua perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) Maguwo—Dominic Atta dan Galang Tetasjuang—mengikuti kegiatan Pembekalan Orang Muda Peduli Lansia yang diadakan di Gereja Paroki St. Alfonsus de Liguori, Nandan. Acara ini merupakan program Komisi Lansia Kevikepan Yogyakarta Timur yang mengajak kaum muda untuk lebih peka, peduli, dan terlibat dalam pelayanan bagi para lansia di lingkungan Gereja.

Sejak pagi, peserta yang hadir langsung disambut hangat dan diberi snack untuk dinikmati sebelum acara dimulai. Tepat pukul 10.00 WIB, kegiatan dibuka oleh Romo Suparman. Setelah itu, Ibu Yulianti menyampaikan materi inspiratif yang mengajak orang muda untuk memahami peran penting mereka dalam merawat, menghormati, dan mengasihi lansia—baik dalam keluarga maupun kehidupan menggereja.

Memasuki sesi interaktif, peserta dibagi menjadi kelompok dan diajak bermain team building: menyusun puzzle bergambar gereja. Pada percobaan pertama, komunikasi dilarang—hasilnya puzzle tak juga jadi. Saat percobaan diulang dengan komunikasi diizinkan, puzzle langsung tersusun rapi, menjadi pelajaran nyata bahwa kerja sama dan komunikasi adalah kunci keberhasilan.

Setelah itu, tiap kelompok berdiskusi untuk merumuskan aksi nyata yang bisa dilakukan di paroki masing-masing demi meningkatkan kepedulian kepada lansia. Beberapa ide yang muncul antara lain kunjungan rutin, misa khusus lansia, senam sehat bersama, membantu mengantar ke gereja, hingga membiasakan menyapa dan memberi salam penuh kehangatan.

Anak-anak muda menunjukkan antusiasme luar biasa saat mempresentasikan hasil diskusi. Semua kelompok tampil percaya diri, termasuk Dominic Atta dan Galang Tetasjuang sebagai wakil OMK Maguwo.

Acara diakhiri pada pukul 13.00 WIB dengan doa penutup yang dipimpin kembali oleh Romo Suparman. Setelah itu, seluruh peserta menikmati makan siang bersama, mempererat kebersamaan yang telah terjalin sepanjang hari.

Pembekalan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi orang muda untuk membawa kasih dalam tindakan nyata, sehingga hidup menjadi lebih bermanfaat—seperti semangat tema kegiatan: “Berteman Yuuk!!! Supaya hidup lebih bermanfaat”

Di penghujung acara, Romo juga berpesan agar OMK berkomitmen melaksanakan apa yang telah didiskusikan dengan bekerja sama atau bersinergi dengan Tim Pelayanan PIUL. Dengan demikian, keterlibatan OMK dalam mendukung para lansia di paroki akan semakin nyata dan terasa manfaatnya bagi seluruh umat.