Semangat kebersamaan dan kreativitas ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Lingkungan Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan parcel Paskah bagi umat.
Dalam proses persiapan, para OMK bekerja sama mulai dari menghias telur Paskah, menata makanan, hingga membungkus parcel dengan rapi. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian dan semangat, mencerminkan kesungguhan mereka dalam memberikan yang terbaik.
Suasana kebersamaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Tawa, canda, dan kerja sama yang solid menjadi bagian dari proses, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan parcel, tetapi juga sebagai momen mempererat persaudaraan antaranggota OMK.
Setelah seluruh parcel selesai dipersiapkan, keesokan harinya para OMK melanjutkan pelayanan dengan mendistribusikan parcel kepada umat yang telah memesan. Antusiasme umat terlihat dari banyaknya pesanan yang masuk, bahkan tidak hanya dari Lingkungan Yohanes Pembaptis, tetapi juga dari lingkungan-lingkungan lain.
Hal ini menjadi tanda bahwa usaha dan pelayanan yang dilakukan OMK mendapat respon yang sangat baik dari umat. Melalui kegiatan ini, OMK tidak hanya belajar tentang kerja sama dan tanggung jawab, tetapi juga menghadirkan sukacita Paskah melalui karya sederhana yang penuh makna.
Semoga semangat pelayanan dan kreativitas ini terus tumbuh dalam diri OMK Lingkungan Yohanes Pembaptis, serta menjadi berkat bagi semakin banyak umat.
Semangat pelayanan dan kebersamaan kembali terlihat dalam keterlibatan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis saat menjalankan tugas jaga Kantin GMBA. Dalam kesempatan tersebut, enam umat ambil bagian, terdiri dari lima ibu-ibu lingkungan serta satu anggota OMK yang turut membantu pelayanan.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya tugas kantin bulan ini melibatkan OMK secara langsung. Kehadiran kaum muda diharapkan menjadi sarana pembelajaran, khususnya dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan, tanggung jawab, serta pengalaman melayani umat melalui kegiatan sederhana namun bermakna.
Sejak pagi hari, para petugas kantin telah mempersiapkan berbagai makanan dan minuman yang akan dijual tersebut. Beragam jajanan rumahan dan minuman segar tersaji, menghadirkan suasana hangat dan akrab bagi umat yang datang setelah mengikuti perayaan Ekaristi.
Pelayanan berlangsung dengan penuh semangat dan kerja sama yang baik. Kolaborasi lintas generasi antara ibu-ibu dan OMK menciptakan suasana pelayanan yang hidup, sekaligus menjadi ruang belajar bersama. Antusiasme umat terlihat dari ramainya pembeli, sehingga seluruh dagangan terjual dengan baik dan menghasilkan laba yang cukup menggembirakan.
Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis tidak hanya menjalankan tugas pelayanan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan, melatih kemandirian, serta menumbuhkan semangat berbagi peran dalam kehidupan menggereja.
Semoga keterlibatan OMK dalam pelayanan kantin ini menjadi langkah awal bagi semakin aktifnya kaum muda dalam berbagai kegiatan lingkungan dan paroki di masa mendatang.
Semangat kreativitas dan kebersamaan ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) St. Lucius Lingkungan Yohanes Pembaptis melalui kegiatan rapat persiapan program Paskah yang dilaksanakan di PLAI Cafe.
Sebanyak 13 anggota OMK hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana rapat berlangsung santai namun tetap penuh semangat diskusi. Pertemuan ini secara khusus membahas rencana pembuatan dan penjualan parcel Paskah yang akan ditawarkan kepada umat menjelang perayaan Paskah mendatang.
Dalam rapat tersebut, para OMK berdiskusi mengenai konsep parcel, isi paket, pembagian tugas, hingga strategi pelaksanaan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kaum muda untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus mengembangkan kreativitas dalam pelayanan.
Melalui inisiatif ini, OMK St. Lucius ingin mengambil peran aktif dalam kehidupan lingkungan serta menghadirkan semangat pelayanan kaum muda yang nyata di tengah umat. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana diskusi ringan menunjukkan bahwa pelayanan Gereja dapat diwujudkan melalui ide-ide sederhana yang membawa manfaat bagi banyak orang.
Diharapkan, persiapan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan kegiatan penjualan parcel Paskah nantinya menjadi berkat bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis sekaligus semakin menumbuhkan semangat pelayanan OMK.
Pada hari Minggu, 8 Februari 2025, telah dilaksanakan pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) Santo Mikhael yang bertempat di Lingkungan Bartholomeus. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dan kaum muda yang tergabung dalam OMK Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Pertemuan ini menjadi salah satu agenda penting dalam upaya membangun kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan di antara kaum muda gereja.
Acara berlangsung dalam suasana yang penuh kehangatan, kekeluargaan, dan sukacita. Sejak awal kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disiapkan. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang untuk berkumpul, tetapi juga menjadi sarana untuk saling mengenal lebih dekat, memperkuat relasi antar anggota OMK, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap komunitas dan gereja.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempererat persaudaraan antar anak dan kaum muda, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan menggereja. Melalui pertemuan ini, diharapkan para OMK semakin terdorong untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan gereja dan mampu menjadi generasi muda yang beriman, solid, dan peduli terhadap sesama.
Pendalaman Iman Bersama Para Suster
Salah satu bagian paling berkesan dari pertemuan ini adalah kehadiran beberapa suster yang turut hadir sebagai pengisi acara. Mereka memberikan pendalaman iman yang disampaikan secara menarik, relevan, dan penuh inspirasi. Materi yang dibawakan mencakup:
Ajakkan untuk menghidupi kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Tantangan kaum muda Katolik dalam zaman modern.
Pentingnya menjadi saksi iman di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Membangun sikap peduli, peka, dan melayani sebagai bagian dari OMK.
Pertemuan OMK Santo Mikhael ini sangat bermakna dengan kehadiran para suster yang turut mendampingi dan mengisi acara. Para suster memberikan pendalaman iman yang disampaikan dengan cara yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh kaum muda. Materi yang dibawakan mengajak peserta untuk merefleksikan iman dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan semangat untuk tetap setia dan aktif dalam pelayanan gereja. Kehadiran para suster juga memberikan warna tersendiri yang membuat suasana acara semakin hidup dan penuh sukacita.
Secara keseluruhan, kegiatan pertemuan OMK Santo Mikhael di Lingkungan Bartholomeus ini berjalan dengan lancar dan penuh makna. Diharapkan melalui pertemuan ini, persaudaraan antar OMK semakin erat, iman semakin bertumbuh, serta semangat kebersamaan dan pelayanan di Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo terus terjaga dan berkembang di masa mendatang.
Usai Misa Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, para pengurus misdinar Stasi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo melaksanakan ziarah ke makam beberapa sosok yang sangat berarti bagi komunitas. Dengan hati yang tenang dan doa yang tulus, mereka menabur bunga serta memanjatkan doa di makam mamanya Asti, mas Surya—papanya Tian, mbak Danik, dan mas Yuda.
Ziarah ini menjadi ungkapan kasih dan iman, serta bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berpulang terlebih dahulu menghadap Bapa di surga. Dalam hening doa, para misdinar memohon agar Tuhan menganugerahkan kedamaian abadi bagi jiwa-jiwa yang mereka doakan, dan agar teladan hidup mereka tetap menjadi berkat bagi umat yang masih berziarah di dunia ini.
Ibunya Asti dikenal sebagai pribadi yang lembut, penuh perhatian, dan setia dalam kehidupan keluarga serta pelayanan. Beliau adalah istri dari Bapak Satrio Widodo, salah satu aktivis gereja yang dikenal ahli dalam bidang dekorasi dan tata artistik di setiap perayaan dan acara gereja. Melalui karya dan kreativitasnya, Pak Satrio telah banyak memperindah suasana liturgi, membantu umat semakin merasakan kehadiran Allah dalam keindahan dan kesakralan perayaan iman.
Mas Surya, papanya Tian, semasa hidupnya dikenal sebagai aktivis gereja yang penuh semangat. Di kalangan OMK lawas, beliau dikenang sebagai sosok yang supel, mudah bergaul, dan ramah kepada siapa saja. Kehadirannya selalu membawa suasana hangat dan penuh persaudaraan, menjadi contoh bagaimana iman diwujudkan dalam relasi yang penuh kasih.
Mas Yuda dikenal sebagai prodiakon GMBA yang sangat dicintai oleh seluruh umat. Sosoknya sederhana, penuh semangat, dan tulus dalam pelayanan. Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang muda untuk melayani Tuhan dengan sukacita dan kesetiaan. Di usia yang masih muda, Tuhan memanggilnya pulang, namun jejak kasih dan pelayanannya tetap hidup dalam hati umat GMBA.
Mbak Danik, sepupu dari almarhum mas Yuda, juga merupakan prodiakon yang tekun dan penuh dedikasi. Meskipun harus bergulat dengan sakit, ia tetap setia melayani hingga akhirnya dipanggil Tuhan. Dalam kelemahannya, terpancar kekuatan iman yang menjadi kesaksian indah bagi banyak orang.
Melalui ziarah ini, para pengurus misdinar belajar bahwa pelayanan bukan hanya tentang berdiri di altar, tetapi juga tentang meneladani kasih, kesetiaan, dan pengorbanan mereka yang telah mendahului kita. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi wujud iman akan kehidupan kekal dan pengharapan akan perjumpaan kembali dalam Kerajaan Surga.
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya.” — Yohanes 11:25–26
Semoga semangat pelayanan dan cinta kasih yang diwariskan oleh almarhumah ibunya Asti, almarhum mas Surya, almarhum mas Yuda, dan almarhumah mbak Danik terus menyalakan api iman di hati para misdinar, agar mereka semakin teguh melayani Tuhan dengan sukacita dan ketulusan.
Padukuhan Sambilegi benar-benar ramai dan penuh warna dalam perayaan karnaval HUT ke-80 Republik Indonesia. Semangat kebersamaan tampak nyata saat umat Katolik Stasi Maguwo ikut berbaur dengan masyarakat, menampilkan kekompakan dari berbagai kelompok dengan gaya khas masing-masing.
Yang paling mencuri perhatian tentu saja ibu-ibu Stasi Maguwo. Mereka tampil anggun sekaligus gagah dengan busana lurik merah yang dipadukan dengan caping di kepala. Suasana jadi meriah sekaligus penuh nuansa tradisional Jawa yang hangat.
klik ” play ” untuk melihat video
Tak kalah bersemangat, RBM (Remaja Bunda Maria) dan OMK (Orang Muda Katolik) hadir dengan pakaian perjuangan. Wajah mereka memancarkan semangat juang 45, membawa energi muda yang penuh semangat dan keceriaan. Ada yang berperan layaknya pejuang, ada pula yang tampil atraktif dengan gaya khas anak muda, membuat barisan karnaval semakin hidup dan penuh sorak-sorai.
Lebih dari sekadar tampil, keikutsertaan umat Stasi Maguwo dalam karnaval ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan program garapan kebangsaan, sinergi, dan kerja sama. Tidak hanya bergabung sebagai peserta, umat Katolik juga ikut berpartisipasi aktif dengan menyumbang minuman untuk para rombongan karnaval, sehingga menambah suasana kebersamaan dan solidaritas.
Kehadiran Stasi Maguwo di tengah karnaval ini membuktikan bahwa umat Katolik bukan hanya hadir sebagai bagian dari masyarakat, tetapi juga ikut memberi warna, berkontribusi, dan mempererat persaudaraan. Dengan senyum, tawa, dan langkah penuh semangat, mereka membawa pesan bahwa cinta tanah air bisa dirayakan lewat kebersamaan sederhana namun penuh makna.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan untuk Ibu-Ibu Stasi Maguwo, OMK, dan RBM yang sudah rela meluangkan waktu, tenaga, dan semangat untuk terlibat aktif dalam acara ini. Keterlibatan dan partisipasi kalian sungguh menjadi berkat, sekaligus teladan nyata bagaimana umat berkontribusi bagi bangsa dan gereja.
Karnaval Sambilegi tahun ini pun menjadi bukti nyata: umat Katolik Stasi Maguwo hadir, terlibat, bersinergi, dan meneguhkan semangat kebangsaan bersama seluruh warga
Hari Minggu, 9 Agustus 2025, pengurus Misdinar Maguwo mengadakan pertemuan perdana nihh dengan angkatan Komuni Pertama angkatan 2025 yang akan segera di lantik menjadi anggota Misdinar.
Pertama, kita melakukan registrasi. Setelah registrasi, kita mulai dengan sambutan dari Kak Yohanes Theo Widodo sebagai ketua Misdinar yang kece dan keren.. Selanjutnya disambut oleh Bapak Agung selaku Ketua Dewan Stasi. Yang terakhir kita ada sambutan dari Ketua Bidang Liturgi yaitu Ibu Ita Rinawati dan dilanjutkan dengan materi singkat tentang liturgi di gereja. Sebagai pengurus, tentu kita juga perkenalan dongg karena ada pepatah tak kenal maka tak sayang
Setelah itu karena masih fresh nih yaa, jadinya kita adakan foto bersama duluu yeyy… lalu di lanjut dengan perkenalan alat misa bersama kak Valent dan kak Ganes. Ternyata pada excited untuk nyoba dan menghapal nihhh, kerenn sihhh!!!
Untuk menguji daya ingat, kita melakukan games yaitu “Remember Me” dengan kak Marlin yang menjadi koordinator games. Games hanya diberikan waktu sekitar 15 menit untuk menyelesaikan. Ternyata ga di sangka sangka, jawaban mereka bener semuaaa lhooo!! keren banget yaa. Setelah itu kita ada pembagian hadian tapi bukan berdasarkan juara, tetapi sebagai apresiasi pengurus kepada calon Misdinar angkatan 25. Yang terakhir, ada tuker kado silangg nihhh, seru banget kado nya di rollingg dan akhirnya sayonara.
Minggu, 10 Agustus 2025, dua perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) Maguwo—Dominic Atta dan Galang Tetasjuang—mengikuti kegiatan Pembekalan Orang Muda Peduli Lansia yang diadakan di Gereja Paroki St. Alfonsus de Liguori, Nandan. Acara ini merupakan program Komisi Lansia Kevikepan Yogyakarta Timur yang mengajak kaum muda untuk lebih peka, peduli, dan terlibat dalam pelayanan bagi para lansia di lingkungan Gereja.
Sejak pagi, peserta yang hadir langsung disambut hangat dan diberi snack untuk dinikmati sebelum acara dimulai. Tepat pukul 10.00 WIB, kegiatan dibuka oleh Romo Suparman. Setelah itu, Ibu Yulianti menyampaikan materi inspiratif yang mengajak orang muda untuk memahami peran penting mereka dalam merawat, menghormati, dan mengasihi lansia—baik dalam keluarga maupun kehidupan menggereja.
Memasuki sesi interaktif, peserta dibagi menjadi kelompok dan diajak bermain team building: menyusun puzzle bergambar gereja. Pada percobaan pertama, komunikasi dilarang—hasilnya puzzle tak juga jadi. Saat percobaan diulang dengan komunikasi diizinkan, puzzle langsung tersusun rapi, menjadi pelajaran nyata bahwa kerja sama dan komunikasi adalah kunci keberhasilan.
Setelah itu, tiap kelompok berdiskusi untuk merumuskan aksi nyata yang bisa dilakukan di paroki masing-masing demi meningkatkan kepedulian kepada lansia. Beberapa ide yang muncul antara lain kunjungan rutin, misa khusus lansia, senam sehat bersama, membantu mengantar ke gereja, hingga membiasakan menyapa dan memberi salam penuh kehangatan.
Anak-anak muda menunjukkan antusiasme luar biasa saat mempresentasikan hasil diskusi. Semua kelompok tampil percaya diri, termasuk Dominic Atta dan Galang Tetasjuang sebagai wakil OMK Maguwo.
Acara diakhiri pada pukul 13.00 WIB dengan doa penutup yang dipimpin kembali oleh Romo Suparman. Setelah itu, seluruh peserta menikmati makan siang bersama, mempererat kebersamaan yang telah terjalin sepanjang hari.
Pembekalan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi orang muda untuk membawa kasih dalam tindakan nyata, sehingga hidup menjadi lebih bermanfaat—seperti semangat tema kegiatan: “Berteman Yuuk!!! Supaya hidup lebih bermanfaat”
Di penghujung acara, Romo juga berpesan agar OMK berkomitmen melaksanakan apa yang telah didiskusikan dengan bekerja sama atau bersinergi dengan Tim Pelayanan PIUL. Dengan demikian, keterlibatan OMK dalam mendukung para lansia di paroki akan semakin nyata dan terasa manfaatnya bagi seluruh umat.
Bukan sekedar panggilan, namun menjadi ajang yang seru dan pendorong agar semakin dekat dengan Yesus melalui firman-Nya. Siapa bilang membaca Kitab Suci itu susah?? baca Kitab Suci mudah asal membaca dengan sepenuh hati yaaa
Hari Minggu, 27 Juli 2025, tim Lektor GMBA mengadakan lomba Lektor lhooo. Lomba ini di ikuti oleh 25 peserta dengan 2 kategori yaitu kategori dewasa dan kategori remaja serta 3 dewan juri yaitu Bapak Ignatius Sunaryo, Suster Bernadeta Nunur, RMI, dan Ibu A. Eddayari Yuliantiningsih.
It’s not just a simple calling — it’s an exciting moment and a great push to get closer to Jesus through His Word. Who says reading the Bible is hard?? It’s not difficult if you read it wholeheartedly!
On Sunday, July 27, 2025, the GMBA Lectors Team held a Lector Competition! This event was joined by 25 participants in two categories: adult and youth. The competition was judged by three esteemed jury members: Mr. Ignatius Sunaryo, Sister Bernadeta Nunur, RMI, and Ms. A. Eddayari Yuliantiningsih.
Sebelum lomba di mulai, ada sambutan dari Bapak Yohanes Agung Prasetya selaku Ketua Dewan Stasi dan Mbak Caroline Denis Noverly sebagai Ketua Lomba Lektor kali ini. Lalu ada peraturan yang dijelaskan oleh Ibu Vera dan di bantu dengan Tian untuk teknis lomba Lektor. Lomba ini juga di selingi oleh ice breaking dengan menggunakan gerak dan lagu “Happy ya ya ya”, “KASIH” dan “Aku Cinta Yesus” dengan penuh antusias dan agar tidak ngantuk xixixixiii…
Before the competition began, opening remarks were delivered by Mr. Yohanes Agung Prasetya as the Head of the Stasi Council, and Miss Caroline Denis Noverly as the Head of the Competition. The rules were then explained by Mrs. Vera, assisted by Tian who handled the technical side of the competition. The event also featured some fun ice-breaking activities with action songs like “Happy Ya Ya Ya,” “KASIH,” and “Aku Cinta Yesus” — full of enthusiasm and perfect to keep everyone awake and energized, xixixixiii…
Bacaan yang dibacakan dipilih random dengan mengambil 1 kertas yang berisikan 1 pilihan acak dari 3 pilihan bacaan. Lomba Lektor berjalan dengan lancar dan tentunya para peserta memiliki suara dan gaya membaca yang unik dan beragam lhoo… keren keren deh pokoknyaa!! Setelah semua selesai membaca kita adakan sesi foto peserta sebagai kenang kenangan dan apresiasi karena sudah mengikuti lomba dengan baikk.
Each reading passage was chosen randomly by drawing one slip of paper containing one of three possible Scripture readings. The competition ran smoothly, and each participant showcased their own unique voice and reading style — it was super impressive all around!
After all participants had read, we had a photo session to commemorate the moment and to appreciate everyone for joining the competition wholeheartedly.
hohohooo akhirnya waktu yang di tunggu tunggu yaitu makan sianggg sambil nunggu juri selesai menilai karena proses penilaian cukup lama. Makan siang kali ini dengan soto yang enakk.
Hohohooo, finally the moment everyone had been waiting for — lunchtime! While waiting for the judges to finalize their scores (which took quite a while), we enjoyed a delicious bowl of soto. Yum…
Selesai makan, akhirnya pengumuman juara nihhh, pengumuman juara dibacakan oleh dewan juri yaitu Bapak Sunaryo. Juri mengambil 3 pemenang dengan kategori dewasa dan 3 pemenang dari kategori remaja. Pemenang Kategori Dewasa : juara 1 : Sisilia Maria Magdalena linkungan Paulus Juara 2 : Paulus Supit lingkungan Gregorius Juara 3 : Maria Septia Lingkungan Petrus
Pemenang Kategori Remaja Juara 1 : Benecdito Deva lingkungan Bartholomeus Juara 2 : Eufrasia Lauda lingkungan Fransiskus Asisi Juara 3 : Joachim Nuansa lingkungan Maria Assumpta
After lunch, it was time to announce the winners! The results were read out by the jury, Mr. Sunaryo. There were three winners selected in each category.
Adult Category Winners:
Sisilia Maria Magdalena (Paulus community)
Paulus Supit (Gregorius community)
Maria Septia (Petrus community)
Youth Category Winners:
Benecdito Deva (Bartholomeus community)
Eufrasia Lauda (Francis of Assisi community)
Joachim Nuansa (Maria Assumpta community)
Selamat yaa untuk para pemenang!!! Untuk yang belum menang jangan berkecil hati yaa, tetap semangat melayani Tuhan dengan sepenuh hati.
Sampai Jumpa di Lomba Lektor selanjunyaa Tuhan memberkati bye byeee
Congratulations to all the winners!!! For those who didn’t win this time, don’t be discouraged — keep serving the Lord with all your heart.
See you at the next Lector Competition! God bless you all. Bye byeeee……
Mutiara Gereja dari Maguwo: Birgitta Valent Reynanda Putri
God continues to grace His Church with exceptional young people—those who not only excel academically but also shine through their faith, service, and character. One of the brightest gems to emerge from the community is Birgitta Valent Reynanda Putri, lovingly known as Valent, a proud daughter of St. Gabriel Community, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Tuhan senantiasa menghadirkan pribadi-pribadi istimewa di tengah komunitas-Nya—mereka yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bersinar dalam iman, pelayanan, dan keteladanan. Salah satu mutiara terbaik yang tumbuh dan berakar kuat dalam pelayanan Gereja adalah Birgitta Valent Reynanda Putri, atau yang akrab disapa Valent, putri dari Lingkungan Santo Gabriel, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Born in Sleman on March 8, 2009, Valent has consistently displayed brilliance from an early age. Her intelligence, leadership, creativity, and perseverance make her not only a pride to her family and school, but also to the faith community she actively serves.
Lahir di Sleman, 8 Maret 2009, Valen telah menunjukkan kecemerlangan sejak usia dini. Kecerdasan, kepemimpinan, kreativitas, dan ketekunan menjadikannya sosok remaja yang bukan hanya membanggakan keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan umat stasi.
As an Altar Server, active member of OMK, Lector, and a young singer-musician in GMBA (PMG) , Valent places service at the heart of her identity. Amidst the demands of school and scientific competitions, she faithfully serves at the altar, offers her voice in worship, and brings the liturgy to life through music.
Sebagai seorang Putri Altar, anggota aktif OMK, Lektor dan penyanyi sekaligus pemusik muda di GMBA (PMG), Valent telah menempatkan pelayanannya sebagai bagian penting dari identitas dirinya. Di tengah kesibukan akademik dan berbagai kompetisi ilmiah, ia tetap setia hadir di altar, menyumbangkan suara merdunya di misa, dan mengiringi liturgi dengan alunan musik penuh penghayatan.
In academics, her accomplishments are simply outstanding. Valent represents what it means to be a Catholic student of integrity—pursuing knowledge with excellence, while remaining rooted in values of faith and humility. Here are some of her remarkable achievements:
SD Kanisius Kadirojo:
1st Place – District Science Olympiad (OSN)
Top 7 – Regency Level OSN (Science)
Top 14 – Provincial OSN Finalist
Highest ASPD Score in the District
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta:
Student Council President (2023/2024)
1st Place – Museum Quiz (City Level)
Runner-up – Museum Quiz (Provincial Level)
Finalist – National OPSI 2023, Applied Physics
Finalist – OPSI City Level, Applied Physics
Consistent Class Top Performer
Best Graduation Certificate
Highest Final Exam Score in School
SMA Negeri 8 Yogyakarta:
Honorable Mention – NASFIA 2024 (National Science Fair for Indonesian Adolescents)
Honorable Mention – Youth Researcher Competition, DIY Province 2024
Representative of Indonesia at the international Junior School Researchers Event – SISTEMIC (Singapore International STEM Innovation Challenge), Singapore 2025
Di dunia akademik, rekam jejak prestasinya luar biasa. Valent adalah simbol integritas seorang pelajar Katolik—yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai rohani dalam setiap langkahnya. Berikut daftar prestasi membanggakan yang telah ia raih:
SD Kanisius Kadirojo:
Juara 1 OSN IPA Se-Kecamatan
7 Besar OSN IPA Se-Kabupaten
14 Besar OSN IPA Se-Provinsi
Peraih Nilai ASPD Tertinggi Se-Kecamatan
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta:
Ketua OSIS 2023/2024
Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Museum Tingkat Kota
Juara Harapan 2 LCC Museum Tingkat Provinsi
Finalis OPSI Nasional 2023 – Bidang Fisika Terapan
Finalis OPSI Kota Yogyakarta – Bidang Fisika Terapan
Juara Kelas Berturut-turut
Ijazah Terbaik Se-Sekolah
Nilai Ujian Sekolah Tertinggi
SMA Negeri 8 Yogyakarta:
Honorable Mention – NASFIA 2024 (National Science Fair for Indonesian Adolescents)
Juara Harapan – Lomba Peneliti Belia DIY 2024
Wakil Indonesia dalam ajang internasional Junior School Researchers Event – SISTEMIC (Singapore International STEM Innovation Challenge) 2025, di Singapura
Valent is living testimony that intelligence is a blessing, service is a calling, and humility is true strength. She inspires not only her classmates, but also her faith community at Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Valent adalah pribadi yang membuktikan bahwa kecerdasan adalah anugerah, pelayanan adalah panggilan, dan kerendahan hati adalah kekuatan sejati. Ia tidak hanya menjadi teladan bagi teman-temannya di sekolah, tapi juga menjadi inspirasi bagi umat muda Katolik di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
May she continue to grow in wisdom, faith, and grace, and may her light shine ever brighter—reminding us all that God works through those who are willing to serve with love, talent, and a sincere heart.
Semoga Valent terus dipenuhi semangat, kasih, dan hikmat dalam setiap langkahnya. Kiranya ia menjadi cahaya yang menerangi sekitarnya, dan bukti nyata bahwa Tuhan bekerja melalui talenta-talenta muda yang setia, melayani, dan berbuah dalam kasih.