Kunjungan Kasih Lingkungan St. Antonius Padua untuk Keluarga Bapak Ignasius Indarto

Sebagai wujud kepedulian dan semangat persaudaraan dalam kehidupan menggereja, umat Lingkungan St. Antonius Padua mengadakan kunjungan kasih ke rumah keluarga Bapak Ignasius Indarto pada hari Selasa, 14 Juli 2026, pukul 16.30 WIB. Kunjungan ini dilaksanakan untuk memberikan dukungan, penghiburan, serta doa bagi Ibu Monika Rubi Susilawati yang sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami sakit beberapa waktu lalu.

Sebelum berangkat menuju rumah keluarga Bapak Ignasius Indarto, umat terlebih dahulu berkumpul di rumah keluarga Bapak dan Ibu Rusiawan. Dari tempat tersebut, sekitar 15 orang umat bersama-sama menuju lokasi kunjungan sebagai ungkapan kebersamaan dan perhatian kepada sesama anggota lingkungan.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama mendoakan agar Tuhan senantiasa memberikan kekuatan, penghiburan, serta rahmat kesembuhan kepada Ibu Monika Rubi Susilawati sehingga dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Melalui kunjungan kasih ini, diharapkan semangat saling peduli, berbagi perhatian, dan mendoakan satu sama lain terus tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Antonius Padua. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, damai, dan berkat-Nya kepada keluarga Bapak Ignasius Indarto serta seluruh umat yang telah ambil bagian dalam kegiatan ini. Berkah Dalem.

Perayaan Pesta Nama Lingkungan St. Antonius Padua Wilayah Sang Timur

Perayaan Pesta Nama Lingkungan St. Antonius Padua dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Juni 2026, di Wisma USD Pentingsari. Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dihadiri kurang lebih 60 umat, mulai dari anak-anak, orang muda, hingga bapak, ibu, dan lansia. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Wilayah Sang Timur beserta beberapa Ketua lingkungan di Wilayah Sang Timur.

Perayaan ini diselenggarakan tidak hanya untuk memperingati Santo Antonius Padua sebagai pelindung lingkungan, tetapi juga untuk mengenang serta menghayati nilai-nilai spiritualitas yang beliau teladankan, seperti kerendahan hati, kepedulian terhadap sesama, semangat pelayanan, dan kesetiaan kepada Kristus. Melalui perayaan ini, umat diajak untuk semakin menghidupi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengusung suasana yang hangat, akrab, dan penuh sukacita, rangkaian acara dikemas secara menarik sehingga dapat melibatkan seluruh peserta dari berbagai kelompok usia. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi doa teatrikal, fragmen tentang Santo Antonius Padua, pemutaran kisah hidup Santo Antonius, diskusi bersama, berbagai permainan (games), makan bersama, serta ditutup dengan kegiatan flashmob yang semakin menambah semarak kebersamaan.

Melalui perayaan ini diharapkan terjalin persaudaraan yang semakin erat antarumat, serta tumbuh semangat untuk semakin aktif berpartisipasi dalam kehidupan menggereja, baik di tingkat lingkungan, wilayah, maupun Paroki Administratif.

Doa Memule 7 Hari Berpulangnya Bapak Justinus Soeramto

Umat Lingkungan St. Antonius bersama keluarga mengadakan Doa Memule 7 hari berpulangnya Bapak Soeramto pada hari Rabu, 24 Juni 2026 pukul 19.00 WIB di kediaman keluarga Bapak Soeramto. Ibadat dipimpin oleh Bapak Yohanes Murdiyana selaku prodiakon dan dihadiri oleh kurang lebih 20 orang umat serta anggota keluarga. Melalui ibadat ini, umat bersama-sama mendoakan agar Bapak Soeramto memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan serta memohon kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kegiatan ini juga menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian umat dalam mendampingi keluarga yang sedang berduka.

Kunjungan Kasih dan Doa untuk Kesembuhan Mbak Dysi

Sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan umat, Lingkungan St. Antonius mengadakan kunjungan dan doa bersama untuk kesembuhan Mbak Dysi pada hari Selasa, 23 Juni 2026 pukul 16.00 WIB di kediaman Mbak Dysi. Kunjungan dihadiri oleh sekitar 10 umat lingkungan yang bersama-sama mendoakan kesembuhan, kekuatan, dan penghiburan bagi Mbak Dysi dalam menjalani masa pemulihan. Melalui kegiatan ini, umat turut memberikan dukungan moral serta mempererat rasa persaudaraan dan solidaritas dalam kehidupan menggereja.

Tugas Caos Dahar Romo dari Lingkungan Antonius

Tugas Caos Dahar Romo lingkungan Antonius Paroki Administratif Maguwo dilaksanakan hari Sabtu, 13 Juni 2026.
Tugas telah dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan ketentuan menu dan waktu antar ke paroki Marganingaih Kalasan.

Menu Makan Pagi

Menu Makan Siang

Menu Makan Malam

Tugas Kerja Bakti dan Tata Bunga Lingkungan Antonius

Tugas kerja bakti dan tata bunga utk perayaan Ekaristi hari Minggu, 14 Juni 2026.
Tata bunga dan kerja bakti dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026 oleh 6 orang ibu.
Tata bunga altar menggunakan tanaman dalam pot, selain lebih hemat juga untuk menjaga lingkungan hidup.

Pelayanan Caos Dahar Romo oleh Ibu-Ibu Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – 10 Juni 2026

Pada tanggal 10 Juni 2026, ibu-ibu umat Lingkungan St. Gregorius dengan penuh ketulusan melaksanakan tugas pelayanan caos dahar bagi Romo. Pelayanan ini merupakan wujud perhatian, kebersamaan, serta semangat melayani yang tumbuh dalam kehidupan menggereja di lingkungan.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius, terutama kepada Ibu Tri, Ibu Maria, dan Ibu Rustam, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan kasih dalam menjalankan tugas tersebut. Kehadiran dan dedikasi mereka menjadi teladan nyata bahwa pelayanan sederhana yang dilakukan dengan hati tulus memiliki makna yang besar bagi kehidupan umat.

Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat, kesehatan, dan sukacita kepada Ibu Tri, Ibu Maria, Ibu Rustam, serta seluruh anggota Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius. Kiranya segala kebaikan dan pelayanan yang telah diberikan memperoleh balasan berlimpah dari Tuhan, serta semakin menumbuhkan semangat persaudaraan dan pengabdian dalam kehidupan beriman.

“Tuhan memberkati setiap tangan yang melayani dengan kasih.” Terima kasih atas pengabdian dan ketulusan yang telah diberikan demi kemuliaan Tuhan dan kebersamaan umat.

Koor Lingkungan St. Elisabeth : Persembahan Terbaik bagi Tuhan

“Bernyanyilah bagi Tuhan dengan penuh sukacita.” (Mazmur 100:2)

Dalam persiapan tugas koor misa tanggal 31 Mei 2026, umat Lingkungan St. Elisabeth melakukan persiapan atau latihan bersama berkali kali demi kelancaran tugas koor. Latihan dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto dan panti koor Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Dalam kehidupan menggereja, koor atau paduan suara memiliki peranan penting dalam membantu umat menghayati perayaan liturgi. Melalui nyanyian, umat diajak untuk berdoa, memuji, dan memuliakan Tuhan dengan lebih khusyuk. Oleh karena itu, latihan koor yang dilakukan oleh umat lingkungan bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah bentuk pelayanan dan persembahan yang tulus kepada Tuhan.

Latihan koor menjadi sarana bagi umat untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh sebelum bertugas dalam perayaan Ekaristi atau ibadah lainnya. Setiap anggota koor meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mempelajari lagu-lagu liturgi, menyelaraskan suara, memahami makna lagu, serta membangun kekompakan dalam pelayanan. Semua usaha tersebut dilakukan demi menghadirkan nyanyian yang indah dan membantu umat berdoa dengan lebih baik.

Dalam suasana kebersamaan, para anggota belajar saling mendukung, menghargai perbedaan kemampuan, dan bekerja sama mencapai tujuan yang sama, yaitu memuliakan Tuhan. Semangat persaudaraan ini mencerminkan kehidupan Gereja sebagai satu tubuh Kristus yang saling melengkapi.

Latihan yang dilakukan secara rutin juga menunjukkan kesungguhan umat dalam melayani. Mereka menyadari bahwa pelayanan liturgi bukanlah tentang menampilkan kemampuan pribadi, melainkan tentang mempersembahkan talenta yang telah dianugerahkan Tuhan. Dengan hati yang rendah dan penuh syukur, setiap anggota koor berusaha memberikan yang terbaik sebagai ungkapan cinta kepada Tuhan.

Melalui latihan yang tekun, nyanyian yang dibawakan saat perayaan menjadi lebih harmonis dan penuh penghayatan. Keharmonisan suara yang tercipta bukan hanya menyenangkan untuk didengar, tetapi juga menjadi sarana pewartaan iman yang menggerakkan hati umat. Nyanyian yang dipersiapkan dengan baik dapat membantu umat merasakan kehadiran Tuhan dan semakin terlibat dalam perayaan liturgi.

Oleh karena itu, latihan koor lingkungan hendaknya dipandang sebagai bagian dari perjalanan iman dan pelayanan. Setiap nada yang dilatih, setiap waktu yang dikorbankan, dan setiap usaha yang dilakukan merupakan persembahan yang berharga di hadapan Tuhan. Dengan semangat pelayanan yang tulus, umat lingkungan dapat terus menghadirkan pujian yang indah sebagai persembahan terbaik bagi kemuliaan Tuhan.

Latihan koor bukan hanya tentang belajar bernyanyi, tetapi tentang mempersiapkan hati untuk melayani. Melalui kebersamaan, disiplin, dan ketekunan dalam berlatih, umat lingkungan menunjukkan rasa syukur dan cintanya kepada Tuhan. Semoga setiap lagu yang dinyanyikan menjadi doa yang hidup dan membawa semakin banyak orang untuk memuliakan Tuhan.

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)

Sembahyangan Rutin, BKL, Doa Rosario, dan Latihan Koor St. Elisabeth

Tanggal 28 Mei 2026, Lingkungan St. Elisabeth kembali berkumpul untuk mengikuti Sembahyangan Rutin, Pembacaan buku BKL, lalu Doa Rosario yang dipimpin oleh Pak Deddy, kemudian dilanjutkan dengan Latihan Koor untuk mengisi tugas koor pada misa hari Minggu, tanggal 31 Mei 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Sembahyangan yang dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto dengan 23 umat yang hadir berlangsung dengan khidmat, namun tetap guyub.

Melayani dengan Sukacita: Tugas Among Tamu dan Kolekte Lingkungan St. Gabriel

Pada Minggu pagi, 31 Mei, umat Lingkungan St. Gabriel mendapat kesempatan untuk melayani sebagai petugas among tamu dan kolekte dalam Misa Mingguan di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Beberapa hari sebelumnya, para petugas yang terdiri dari remaja, OMK, dan ibu-ibu telah ditunjuk serta dipersiapkan untuk menjalankan tugas pelayanan tersebut. Dengan mengenakan busana bernuansa putih sebagai dress code, para petugas hadir dengan semangat dan sukacita untuk ambil bagian dalam pelayanan liturgi.

Sejak pukul 06.00 WIB, para petugas telah berkumpul dan bersiap di area gereja. Setelah mengenakan samir among tamu, seluruh petugas mengikuti briefing singkat untuk mendapatkan arahan mengenai tugas serta penempatan masing-masing. Dalam suasana penuh kebersamaan, koordinasi dilakukan agar pelayanan dapat berjalan tertib, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh umat yang hadir.

Saat umat mulai berdatangan, petugas among tamu dengan ramah menyambut kedatangan mereka serta membantu mencarikan tempat duduk yang tersedia. Perhatian khusus diberikan kepada umat lanjut usia dengan mengarahkan mereka ke bangku-bangku bagian depan agar lebih nyaman mengikuti perayaan Ekaristi. Selain itu, petugas juga mengimbau umat untuk terlebih dahulu memenuhi bangku-bangku di dalam gereja sehingga ruang ibadah dapat dimanfaatkan secara optimal dan suasana perayaan tetap tertib.

Memasuki liturgi persembahan hingga setelah komuni, petugas kolekte menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Kantong-kantong kolekte diedarkan kepada umat dan setelah selesai dikumpulkan kembali untuk dimasukkan ke dalam dua wadah kontainer yang telah disiapkan. Seluruh proses dilakukan dengan cermat dan terkoordinasi sehingga berlangsung dengan baik tanpa mengganggu jalannya perayaan.

Usai misa, tugas pelayanan belum berakhir. Para petugas kolekte melanjutkan tanggung jawab dengan menghitung jumlah kantong kolekte yang terkumpul. Setelah proses pendataan selesai, seluruh hasil kolekte kemudian diserahkan kepada bendahara stasi sesuai prosedur yang berlaku.

Pelayanan pada hari itu menjadi wujud nyata keterlibatan umat Lingkungan St. Gabriel dalam kehidupan menggereja. Melalui kerja sama yang baik antara remaja, OMK, dan para ibu, seluruh rangkaian tugas dapat terlaksana dengan lancar. Semangat melayani dengan tulus, disiplin, dan penuh sukacita menjadi cerminan kebersamaan serta komitmen umat dalam mendukung kelancaran perayaan Ekaristi. Semoga pengalaman pelayanan ini semakin mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat untuk terus ambil bagian dalam karya pelayanan Gereja.