Semangat Kebersamaan dalam Outbound Tim Litbang GMBA

Dalam upaya mempererat hubungan antar anggota serta memperkuat semangat pelayanan yang tulus dan kolaboratif, tim litbang Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo mengadakan kegiatan outbound yang berlangsung di Banyu Sumilir, Pakem, Sleman, pada Kamis, 1 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan refleksi bersama bagi para anggota, sekaligus sarana penyegaran rohani dan jasmani di tengah dinamika tugas pelayanan gerejawi.

Acara dimulai pada pagi hari dengan suasana cerah dan semangat yang menggebu. Pembukaan dilakukan oleh Bapak Agung selaku Ketua Stasi Maguwo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim litbang atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendampingi program-program pengembangan stasi. Ia juga menegaskan pentingnya membangun kebersamaan dan kekompakan dalam pelayanan, karena tim yang solid akan menjadi tulang punggung gereja yang hidup dan bertumbuh.

Sambutan berikutnya diberikan oleh Bapak Andre Muda, perwakilan dari tim litbang, yang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momen untuk membangun kembali semangat melayani dengan hati yang jujur dan terbuka. “Tim litbang bukan hanya tim teknis yang mengurus data dan perencanaan,” ujar Bapak Andre, “tetapi juga mitra strategis pastoral yang harus mampu mendengar suara umat, menanggapi kebutuhan mereka, dan menjembatani gagasan menuju aksi nyata.” Ia juga menekankan bahwa kejujuran dan komunikasi yang baik adalah fondasi utama dalam setiap bentuk kerja sama, baik dalam lingkungan tim maupun dalam pelayanan umat.

Kegiatan kemudian dipandu oleh Bapak Frans, selaku pengelola Banyu Sumilir, yang dengan ramah menyambut seluruh peserta dan memperkenalkan konsep kegiatan yang akan dijalani hari itu. Setelah sesi pengarahan singkat, peserta diarahkan ke lapangan untuk memulai sesi permainan outbound yang telah dirancang secara khusus.

Dengan dipandu oleh tim fasilitator yang berpengalaman—Pak Ari, Mbak Murni, dan Mbak Ari—seluruh peserta diajak mengikuti serangkaian permainan yang menantang namun penuh kegembiraan. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk menguji kemampuan konsentrasi, melatih koordinasi, serta membangun kepercayaan dan kekompakan antaranggota. Tawa, semangat, dan sorak-sorai terdengar bergema di antara pepohonan dan aliran air alami, menciptakan suasana akrab dan menyegarkan.

Sebanyak 32 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni Kelompok Ganjil dan Kelompok Genap yang menamakan diri “Amazon”. Pembagian ini tidak hanya menambah unsur kompetitif, tetapi juga memunculkan dinamika unik yang mendorong semua peserta untuk saling mendukung, menyusun strategi bersama, dan tetap menjaga semangat sportivitas.

Di sela permainan, beberapa peserta menyampaikan kesan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai bentuk pemulihan spiritual dan emosional dalam pelayanan yang seringkali menuntut ketahanan dan kesabaran tinggi. "Saya merasa lebih dekat dengan teman-teman satu tim. Ternyata di balik kesibukan rapat dan diskusi, ada wajah-wajah hangat yang saling menopang," ungkap salah satu peserta.

Tim litbang sendiri memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan menggereja, khususnya di lingkungan Stasi. Mereka bertugas menggali informasi, menganalisis kebutuhan umat, merancang program pengembangan, serta menjadi motor penggerak dalam penyusunan kebijakan dan agenda pastoral. Dalam konteks sinodalitas, litbang menjadi pelopor dalam mendengarkan dan merumuskan arah gerak bersama sesuai kehendak Roh Kudus.

Kejujuran menjadi napas utama dalam kerja tim ini. Kejelasan data, keterbukaan terhadap masukan, serta integritas dalam menyampaikan laporan menjadi ciri khas yang dipegang teguh. Komunikasi yang baik pun menjadi kunci keberhasilan setiap langkah, terutama dalam menjembatani ide-ide antara tim kerja dan umat secara luas.

Kegiatan outbound ini pun diakhiri dengan sesi refleksi singkat, di mana masing-masing peserta diminta membagikan satu hal yang mereka pelajari dari pengalaman hari itu. Banyak yang menyoroti pentingnya saling percaya, mendengar dengan hati, dan tidak takut untuk berproses bersama meskipun penuh tantangan.

Outbound tim litbang Stasi Maguwo ini bukan sekadar kegiatan luar ruangan, tetapi merupakan perwujudan nyata dari semangat pelayanan yang dilandasi oleh kebersamaan, kejujuran, dan komunikasi yang terbuka. Harapannya, semangat ini tidak berhenti di Banyu Sumilir, tetapi terus menyala dalam setiap rapat, kegiatan, dan aksi nyata demi gereja yang semakin hidup, tanggap, dan bersinar bagi umat.

Array
Posted in Berita Terkini, Litbang, Tajuk Utama, Uncategorized.