Pelayanan Caos Dahar Romo oleh Ibu-Ibu Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – 10 Juni 2026

Pada tanggal 10 Juni 2026, ibu-ibu umat Lingkungan St. Gregorius dengan penuh ketulusan melaksanakan tugas pelayanan caos dahar bagi Romo. Pelayanan ini merupakan wujud perhatian, kebersamaan, serta semangat melayani yang tumbuh dalam kehidupan menggereja di lingkungan.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius, terutama kepada Ibu Tri, Ibu Maria, dan Ibu Rustam, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan kasih dalam menjalankan tugas tersebut. Kehadiran dan dedikasi mereka menjadi teladan nyata bahwa pelayanan sederhana yang dilakukan dengan hati tulus memiliki makna yang besar bagi kehidupan umat.

Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat, kesehatan, dan sukacita kepada Ibu Tri, Ibu Maria, Ibu Rustam, serta seluruh anggota Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius. Kiranya segala kebaikan dan pelayanan yang telah diberikan memperoleh balasan berlimpah dari Tuhan, serta semakin menumbuhkan semangat persaudaraan dan pengabdian dalam kehidupan beriman.

“Tuhan memberkati setiap tangan yang melayani dengan kasih.” Terima kasih atas pengabdian dan ketulusan yang telah diberikan demi kemuliaan Tuhan dan kebersamaan umat.

Sembahyangan Rutin, Doa Rosario, BKL, Paguyuban dan Latihan Koor Lingkungan St. Elisabeth

Pada 21 Mei 2026, pukul 19.00, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan sembahyangan rutin kamisan, Doa Rosario, Perkumpulan Paguyuban Ibu-Ibu, kemudian dilanjutkan dengan latihan koor. Kegiatan malam ini diikuti oleh 31 orang umat.

Pertemuan diawali dengan pembacaan buku BKL untuk hari ke 21 dan 22. BKL dipimpin oleh Mas Heru. Kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario yang dipimpin oleh Pak Suradi. Lalu lanjut dengan Pertemuan Ibu-Ibu yang diisi dengan pembacaan laporan keuangan, pengumuman, arisan, dan lotre. Selanjutnya pertemuan malam ini ditutup dengan Latihan Koor untuk tugas misa minggu terakhir bulan Mei yang dipimpin oleh Bu Padmi dan Bu Vera. Seperti biasa, semua berlangsung dengan meriah, dan lancar.

Instagram:

Sembayangan rutin, Doa Rosario, BKL, Paguyuban dan Latihan Koor….
https://www.instagram.com/reel/DYr7ZU2PMNm/?igsh=dzF1cmxmeXVxazZu

Datang dari Atas: Belajar Percaya dan Hidup dalam Kebenaran

Pada Tanggal 16 April 2026, bertempat di Pendopo Mbah Cipto, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan Sembahyangan Rutin. Pada sembahyangan kali ini bertepatan dengan Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan, sehingga sebelum sembahyangan dimulai, Ibu-ibu menyelesaikan pembayaran administrasi seperti Kas, Tali Kasih, dan Ziarah. Setiap ada Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu, selalu diisi dengan pembagian lotre sehingga suasana selalu meriah.

Pertemuan kali ini memang tidak seramai biasanya tapi acara tetap berlangsung meriah. Umat yang hadir dalam pertemuan malam ini berjumlah 29 orang. Setelah segala urusan administrasi selesai, baru Sembahyangan Rutin dimulai. Pemimpin Ibadat malam ini adalah Bapak Bagyo.

Ibadat malam ini mengambil bacaan sesuai Kalender Liturgi, dari Injil Yohanes 3 : 31-36. Dalam perikop ini, Yesus Kristus digambarkan sebagai Dia yang “Datang dari Atas” artinya berasal dari Allah sendiri. Ia membawa kebenaran ilahi, bukan sekadar pemikiran manusia. Sementara manusia sering berbicara dari pengalaman terbatas, Yesus berbicara tentang apa yang Ia lihat dan dengar langsung dari Bapa.

Namun, ada kenyataan yang cukup menyentuh: tidak semua orang menerima kesaksian-Nya. Ini mengajak kita untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah aku sungguh mendengarkan dan menerima sabda Tuhan, atau hanya sekadar tahu tanpa menghidupinya?

Ayat 36 menjadi penegasan penting: “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal.” Iman bukan hanya soal percaya di pikiran, tetapi juga percaya dalam tindakan, mengikuti, menaati, dan mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu kita sadari bahwa percaya kepada Yesus, berarti membuka hati pada kebenaran yang datang dari Allah.

Beriman sejati berarti juga kita harus taat, bukan hanya mengakui.

Hidup kekal bukan hanya nanti di surga, tapi sudah mulai dari sekarang ketika kita hidup dalam kasih dan kebenaran.

Sebagai bahan Renungan bagi diri kita masing-masing:

  • Apakah aku sudah sungguh percaya kepada Yesus dalam hidupku sehari-hari?
  • Bagian mana dari hidupku yang masih sulit untuk taat pada kehendak Tuhan?

Semoga kita sungguh bisa benar-benar percaya kepada Tuhan, bukan hanya dengan kata, tetapi juga lewat perbuatan, dan semoga hati kita terbuka, agar mampu menerima kebenaran Tuhan dan bisa hidup sesuai kehendakNya.

Semangat Kartini dalam Kebaya: Pertemuan Rutin Ibu-Ibu Lingkungan St. Maria Assumpta di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo


Pertemuan rutin ibu-ibu Lingkungan St. Maria Assumpta kembali dilaksanakan dengan penuh kehangatan pada Minggu, 19 April 2026, bertempat di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kegiatan ini terasa semakin istimewa karena seluruh peserta hadir mengenakan kebaya sebagai dresscode, dalam rangka memperingati semangat Raden Ajeng Kartini yang menginspirasi perempuan untuk terus berkarya dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan menggereja.


Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan dilanjutkan dengan lagu “Ibu Kita Kartini”, yang semakin membangkitkan semangat nasionalisme dan penghargaan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan peran perempuan di tengah masyarakat.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, kemudian arisan rutin yang menjadi momen penuh sukacita sekaligus sarana mempererat tali persaudaraan antaranggota. Suasana hangat dan akrab terasa dalam setiap interaksi, mencerminkan kebersamaan yang semakin kuat di antara ibu-ibu lingkungan.

Dalam pertemuan ini juga disampaikan berbagai informasi penting terkait warta gereja dan kegiatan lingkungan, sehingga seluruh anggota dapat mengikuti perkembangan terbaru serta ambil bagian dalam setiap pelayanan yang ada. Tidak kalah penting, ibu-ibu juga melakukan persiapan koor untuk misa, sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam mendukung liturgi gereja agar semakin hidup dan bermakna.


Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari kegiatan ibu-ibu Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang rutin dilaksanakan untuk mempererat iman dan kebersamaan. Balutan kebaya yang dikenakan tidak hanya menambah keindahan suasana, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan perempuan Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Raden Ajeng Kartini terus menginspirasi ibu-ibu Lingkungan St. Maria Assumpta untuk semakin aktif, solid, dan setia dalam pelayanan, baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun masyarakat.

Pertemuan Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Antonius

Pertemuan dilaksanakan hari Sabtu, 18 April 2026 pukul 16.30 wib di rumah ibu Purwanto.
Ibu-ibu yang hadir mengenakan dresscode kebaya untuk memperingati hari Kartini.
Pertemuan diawali dengan doa pembukaan dan menyanyikan lagu Kartini.
Setelah acara rutin info-info dan laporan-laporan, dilanjutkan isian oleh ibu Susi tentang kesehatan gigi.
Acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah untuk ketiga ibu yang mengenakan kebaya “cantik”.
Acara ditutup dengan doa dan foto bersama.