Pertemuan Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius : Mempererat Persaudaraan dan Bertumbuh dalam Iman – 20 September 2026

✝ ❀ 🌿 ❀ ✝

Pertemuan Ibu-Ibu
Lingkungan St. Gregorius

Minggu, 20 September 2026
Pukul 16.00 WIB

🌹 • • • ✝ • • • 🌹

Pada Minggu, 20 September 2026, para ibu Lingkungan St. Gregorius berkumpul bersama dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Pertemuan yang dimulai pada pukul 16.00 WIB ini menjadi kesempatan bagi para ibu untuk meluangkan waktu, berkumpul, berbagi, dan semakin mempererat tali persaudaraan sebagai satu keluarga dalam iman.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang untuk berkumpul, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat dan meningkatkan persaudaraan di antara ibu-ibu Lingkungan St. Gregorius. Dalam kebersamaan yang sederhana, setiap ibu dapat saling menyapa, berbagi cerita, memberikan perhatian, serta membangun semangat kekeluargaan yang menjadi kekuatan dalam kehidupan lingkungan.

✝
Bersatu dalam Doa dan Persaudaraan

“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”
(Roma 12:10)

Salah satu bagian penting dalam pertemuan ini adalah doa Rosario bersama. Para ibu berdoa bersama dalam suasana hening dan penuh penghayatan, memohon penyertaan serta perlindungan Bunda Maria bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius, keluarga masing-masing, serta berbagai intensi doa yang dibawa dalam pertemuan.

Doa Rosario bersama menjadi momen untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Kebersamaan dalam doa juga mengingatkan bahwa kehidupan menggereja bukan hanya tentang kegiatan bersama, tetapi juga tentang saling mendoakan, saling menguatkan, dan berjalan bersama dalam iman.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, pertemuan ini menjadi pengalaman sederhana namun bermakna. Canda, percakapan, kebersamaan, dan doa menjadi bagian yang memperkaya kehidupan umat di Lingkungan St. Gregorius.

Semoga melalui pertemuan seperti ini, persaudaraan di antara umat semakin erat, kepedulian satu sama lain semakin tumbuh, dan semangat untuk melayani serta terlibat dalam kehidupan lingkungan semakin kuat.

“Bersama dalam persaudaraan,
bertumbuh dalam iman dan kasih.”

❀ ✝ ❀ 🌹 ❀ ✝ ❀

✝ Dokumentasi Pertemuan ✝

Pertemuan Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius
Minggu, 20 September 2026

Kebersamaan ibu-ibu Lingkungan St. Gregorius

Kebersamaan ibu-ibu Lingkungan St. Gregorius

Pertemuan ibu-ibu Lingkungan St. Gregorius

Suasana pertemuan yang penuh kekeluargaan

Kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius

Saling berbagi dan menguatkan dalam persaudaraan

🌹 ✝ 🌹
Lingkungan St. Gregorius

Guyub dalam kasih, bertumbuh dalam iman, dan berjalan bersama dalam persaudaraan.

✝ ❀ 🌿 ❀ ✝
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Lingk. St. Gregorius Kadisoka
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Bapa Kami, Doa yang Mengubah hati

18 Juni 2026, Lingkungan Elisabeth melaksanakan Sembahyangan Rutin yang dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto, dengan Pemimpin Sembahyangan Dita. Sembahyangan kali ini bersamaan dengan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan, sehingga umat yang hadir lebih banyak. umat yang hadir malam ini 35 orang.

Dalam Sembahyangan malam ini, kami mengambil bacaan harian dari Injil Matius 6:7-15. Dalam Injil ini berisi tentang Yesus yang mengajarkan kepada para murid bagaimana seharusnya mereka berdoa. Di sini, Yesus mengingatkan agar kita tidak berdoa hanya dengan banyak kata, seolah-olah Tuhan baru akan mendengarkan kalau kita berbicara panjang lebar. Ingatlah, Bapa mengetahui apa yang kita perlukan bahkan sebelum kita memintanya.

Kemudian Yesus memberikan doa yang sangat kita kenal: Doa Bapa Kami.

Menariknya, dalam doa ini Yesus tidak hanya mengajarkan kita untuk meminta kebutuhan pribadi. Kita diajak terlebih dahulu mengatakan:

“Dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu.”

Artinya, doa bukan hanya tentang “Tuhan, berikan aku apa yang aku inginkan.” Doa juga merupakan kesempatan untuk menyerahkan diri dan berkata, “Tuhan, jadilah kehendak-Mu dalam hidupku.”

Kita sering datang kepada Tuhan ketika menghadapi masalah: Ketika keluarga sedang mengalami kesulitan, ketika anak sakit, ketika pekerjaan tidak berjalan baik, ketika hubungan dengan orang lain sedang bermasalah. Semua boleh kita bawa dalam doa.

Namun melalui Bapa Kami, Yesus mengajarkan bahwa ada sesuatu yang lebih penting: bukan hanya meminta Tuhan mengubah keadaan kita, tetapi membiarkan Tuhan terlebih dahulu mengubah hati kita.

Bagian yang mungkin paling sulit adalah:

“Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.”

Kita tentu ingin Tuhan mengampuni kesalahan kita. Tetapi Yesus juga mengajak kita belajar memberikan pengampunan kepada orang lain.

Mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan orang lain tidak penting. Mengampuni juga tidak selalu berarti kita harus langsung melupakan apa yang terjadi. Mengampuni berarti kita memilih untuk tidak terus-menerus membiarkan luka, kemarahan, dan kebencian menguasai hati kita.

Kadang orang yang paling sulit kita ampuni justru adalah orang yang paling dekat dengan kita: pasangan, anak, saudara, teman, atau seseorang dalam komunitas kita sendiri.

Karena itu, Doa Bapa Kami bukan sekadar doa yang diucapkan dengan bibir. Doa ini adalah doa yang menantang kita untuk hidup sesuai dengan apa yang kita ucapkan.

Ketika kita berkata, “Jadilah kehendak-Mu,” kita belajar menerima bahwa tidak semua keinginan kita harus terjadi.

Ketika kita berkata, “Berilah kami rezeki pada hari ini,” kita belajar percaya bahwa Tuhan akan mencukupi kebutuhan kita.

Ketika kita berkata, “Ampunilah kami,” kita belajar rendah hati mengakui kesalahan.

Dan ketika kita berkata, “Seperti kami pun mengampuni,” kita dipanggil untuk membuka hati dan melepaskan kebencian.

Mungkin hari ini Tuhan tidak meminta kita melakukan sesuatu yang besar. Mungkin Tuhan hanya mengajak kita berdoa dengan lebih sungguh-sungguh, percaya lebih dalam, dan mengampuni sedikit demi sedikit.

Mari kita jadikan Bapa Kami bukan hanya doa yang kita hafalkan, tetapi cara hidup sebagai anak-anak Allah.

Sebab doa yang sejati bukan hanya membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, tetapi juga membuat hati kita semakin mampu mengasihi, mengampuni, dan menghadirkan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Antonius: Meningkatkan Self Awareness melalui Jendela Johari

Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Antonius Padua dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 16.00 WIB di kediaman Ibu Tyas. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan serta dihadiri oleh 15 orang ibu.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka sebagai ungkapan syukur dan permohonan penyertaan Tuhan dalam seluruh rangkaian acara. Materi pertemuan disampaikan oleh Ibu Ayiek dengan tema “Meningkatkan Self Awareness melalui Jendela Johari.” Melalui pemaparan ini, para peserta diajak untuk semakin mengenal diri sendiri, memahami bagaimana diri dipersepsikan oleh orang lain, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dan saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi yang berlangsung memberikan kesempatan bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan belajar bersama dalam mengembangkan kesadaran diri.

Selain pendalaman materi, pertemuan juga diisi dengan kegiatan arisan serta penyampaian berbagai pengumuman, baik yang berkaitan dengan kegiatan Paroki Administratif maupun agenda Lingkungan St. Antonius Padua. Informasi yang disampaikan diharapkan dapat semakin mempererat koordinasi dan keterlibatan para ibu dalam berbagai kegiatan menggereja.

Pertemuan ditutup dengan doa penutup sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan yang telah terjalin. Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan para ibu Paguyuban Lingkungan St. Antonius Padua semakin bertumbuh dalam pengenalan diri, mempererat persaudaraan, serta terus mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan menggereja dan pelayanan di lingkungan.

Pertemuan Rutin Penuh Kebersamaan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – 21 Juni 2026

Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali mengadakan pertemuan rutin pada hari Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan kehidupan iman para anggota paguyuban.

Pertemuan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, para ibu mengikuti doa Rosario dengan khidmat, menyerahkan berbagai intensi pribadi, keluarga, dan lingkungan kepada Bunda Maria agar senantiasa memperoleh perlindungan dan berkat dari Tuhan.

Setelah rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang memberikan kesempatan bagi para anggota untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan mempererat tali persaudaraan. Suasana akrab dan penuh kegembiraan semakin terasa melalui kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penggalangan iuran rutin Paguyuban Ibu-Ibu sebagai bentuk dukungan terhadap berbagai kegiatan pelayanan dan kebersamaan yang akan dilaksanakan di masa mendatang. Selain itu, kegiatan arisan rutin turut dilaksanakan sebagai salah satu sarana mempererat hubungan antaranggota sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan.

Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin bertumbuh dalam iman, persaudaraan, dan semangat pelayanan. Kebersamaan yang terjalin menjadi kekuatan bagi seluruh anggota untuk terus mendukung kehidupan menggereja dan membangun lingkungan yang semakin guyub, rukun, dan penuh kasih.

Terima kasih kepada seluruh anggota Paguyuban Ibu-Ibu yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam pertemuan ini. Semoga semangat kebersamaan dan pelayanan yang telah terbangun dapat terus berkembang demi kemajuan Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.

Pelayanan Caos Dahar Romo oleh Ibu-Ibu Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – 10 Juni 2026

Pada tanggal 10 Juni 2026, ibu-ibu umat Lingkungan St. Gregorius dengan penuh ketulusan melaksanakan tugas pelayanan caos dahar bagi Romo. Pelayanan ini merupakan wujud perhatian, kebersamaan, serta semangat melayani yang tumbuh dalam kehidupan menggereja di lingkungan.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius, terutama kepada Ibu Tri, Ibu Maria, dan Ibu Rustam, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan kasih dalam menjalankan tugas tersebut. Kehadiran dan dedikasi mereka menjadi teladan nyata bahwa pelayanan sederhana yang dilakukan dengan hati tulus memiliki makna yang besar bagi kehidupan umat.

Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat, kesehatan, dan sukacita kepada Ibu Tri, Ibu Maria, Ibu Rustam, serta seluruh anggota Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius. Kiranya segala kebaikan dan pelayanan yang telah diberikan memperoleh balasan berlimpah dari Tuhan, serta semakin menumbuhkan semangat persaudaraan dan pengabdian dalam kehidupan beriman.

“Tuhan memberkati setiap tangan yang melayani dengan kasih.” Terima kasih atas pengabdian dan ketulusan yang telah diberikan demi kemuliaan Tuhan dan kebersamaan umat.

Sembahyangan Rutin, Doa Rosario, BKL, Paguyuban dan Latihan Koor Lingkungan St. Elisabeth

Pada 21 Mei 2026, pukul 19.00, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan sembahyangan rutin kamisan, Doa Rosario, Perkumpulan Paguyuban Ibu-Ibu, kemudian dilanjutkan dengan latihan koor. Kegiatan malam ini diikuti oleh 31 orang umat.

Pertemuan diawali dengan pembacaan buku BKL untuk hari ke 21 dan 22. BKL dipimpin oleh Mas Heru. Kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario yang dipimpin oleh Pak Suradi. Lalu lanjut dengan Pertemuan Ibu-Ibu yang diisi dengan pembacaan laporan keuangan, pengumuman, arisan, dan lotre. Selanjutnya pertemuan malam ini ditutup dengan Latihan Koor untuk tugas misa minggu terakhir bulan Mei yang dipimpin oleh Bu Padmi dan Bu Vera. Seperti biasa, semua berlangsung dengan meriah, dan lancar.

Instagram:

Sembayangan rutin, Doa Rosario, BKL, Paguyuban dan Latihan Koor….
https://www.instagram.com/reel/DYr7ZU2PMNm/?igsh=dzF1cmxmeXVxazZu

Datang dari Atas: Belajar Percaya dan Hidup dalam Kebenaran

Pada Tanggal 16 April 2026, bertempat di Pendopo Mbah Cipto, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan Sembahyangan Rutin. Pada sembahyangan kali ini bertepatan dengan Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan, sehingga sebelum sembahyangan dimulai, Ibu-ibu menyelesaikan pembayaran administrasi seperti Kas, Tali Kasih, dan Ziarah. Setiap ada Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu, selalu diisi dengan pembagian lotre sehingga suasana selalu meriah.

Pertemuan kali ini memang tidak seramai biasanya tapi acara tetap berlangsung meriah. Umat yang hadir dalam pertemuan malam ini berjumlah 29 orang. Setelah segala urusan administrasi selesai, baru Sembahyangan Rutin dimulai. Pemimpin Ibadat malam ini adalah Bapak Bagyo.

Ibadat malam ini mengambil bacaan sesuai Kalender Liturgi, dari Injil Yohanes 3 : 31-36. Dalam perikop ini, Yesus Kristus digambarkan sebagai Dia yang “Datang dari Atas” artinya berasal dari Allah sendiri. Ia membawa kebenaran ilahi, bukan sekadar pemikiran manusia. Sementara manusia sering berbicara dari pengalaman terbatas, Yesus berbicara tentang apa yang Ia lihat dan dengar langsung dari Bapa.

Namun, ada kenyataan yang cukup menyentuh: tidak semua orang menerima kesaksian-Nya. Ini mengajak kita untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah aku sungguh mendengarkan dan menerima sabda Tuhan, atau hanya sekadar tahu tanpa menghidupinya?

Ayat 36 menjadi penegasan penting: “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal.” Iman bukan hanya soal percaya di pikiran, tetapi juga percaya dalam tindakan, mengikuti, menaati, dan mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu kita sadari bahwa percaya kepada Yesus, berarti membuka hati pada kebenaran yang datang dari Allah.

Beriman sejati berarti juga kita harus taat, bukan hanya mengakui.

Hidup kekal bukan hanya nanti di surga, tapi sudah mulai dari sekarang ketika kita hidup dalam kasih dan kebenaran.

Sebagai bahan Renungan bagi diri kita masing-masing:

  • Apakah aku sudah sungguh percaya kepada Yesus dalam hidupku sehari-hari?
  • Bagian mana dari hidupku yang masih sulit untuk taat pada kehendak Tuhan?

Semoga kita sungguh bisa benar-benar percaya kepada Tuhan, bukan hanya dengan kata, tetapi juga lewat perbuatan, dan semoga hati kita terbuka, agar mampu menerima kebenaran Tuhan dan bisa hidup sesuai kehendakNya.

Semangat Kartini dalam Kebaya: Pertemuan Rutin Ibu-Ibu Lingkungan St. Maria Assumpta di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo


Pertemuan rutin ibu-ibu Lingkungan St. Maria Assumpta kembali dilaksanakan dengan penuh kehangatan pada Minggu, 19 April 2026, bertempat di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kegiatan ini terasa semakin istimewa karena seluruh peserta hadir mengenakan kebaya sebagai dresscode, dalam rangka memperingati semangat Raden Ajeng Kartini yang menginspirasi perempuan untuk terus berkarya dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan menggereja.


Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan dilanjutkan dengan lagu “Ibu Kita Kartini”, yang semakin membangkitkan semangat nasionalisme dan penghargaan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan peran perempuan di tengah masyarakat.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, kemudian arisan rutin yang menjadi momen penuh sukacita sekaligus sarana mempererat tali persaudaraan antaranggota. Suasana hangat dan akrab terasa dalam setiap interaksi, mencerminkan kebersamaan yang semakin kuat di antara ibu-ibu lingkungan.

Dalam pertemuan ini juga disampaikan berbagai informasi penting terkait warta gereja dan kegiatan lingkungan, sehingga seluruh anggota dapat mengikuti perkembangan terbaru serta ambil bagian dalam setiap pelayanan yang ada. Tidak kalah penting, ibu-ibu juga melakukan persiapan koor untuk misa, sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam mendukung liturgi gereja agar semakin hidup dan bermakna.


Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari kegiatan ibu-ibu Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang rutin dilaksanakan untuk mempererat iman dan kebersamaan. Balutan kebaya yang dikenakan tidak hanya menambah keindahan suasana, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan perempuan Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Raden Ajeng Kartini terus menginspirasi ibu-ibu Lingkungan St. Maria Assumpta untuk semakin aktif, solid, dan setia dalam pelayanan, baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun masyarakat.

Pertemuan Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Antonius

Pertemuan dilaksanakan hari Sabtu, 18 April 2026 pukul 16.30 wib di rumah ibu Purwanto.
Ibu-ibu yang hadir mengenakan dresscode kebaya untuk memperingati hari Kartini.
Pertemuan diawali dengan doa pembukaan dan menyanyikan lagu Kartini.
Setelah acara rutin info-info dan laporan-laporan, dilanjutkan isian oleh ibu Susi tentang kesehatan gigi.
Acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah untuk ketiga ibu yang mengenakan kebaya “cantik”.
Acara ditutup dengan doa dan foto bersama.