Pertemuan APP 4, Lingkungan St. Antonius

Pada hari Kamis, 27 Maret 2025, pukul 19.00 WIB, berlangsung Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-4 yang bertempat di pendopo Gantari Laras milik Pak Totok. Pertemuan ini dihadiri oleh kurang lebih 25 umat yang dengan penuh antusias mengikuti rangkaian acara.

Acara dikemas dalam suasana yang khusyuk melalui ibadat bersama, yang menjadi awal dari pertemuan ini. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi sharing, di mana para peserta berbagi pengalaman iman dan refleksi mereka dalam menjalani masa APP. Suasana keakraban dan kebersamaan terasa kuat, mempererat ikatan komunitas dalam semangat persaudaraan.

Pertemuan ini menjadi momen yang memperdalam pemahaman umat akan makna APP serta memperkuat komitmen untuk hidup lebih peduli dan berbagi dengan sesama.

Pertemuan APP 3, Lingkungan St. Antonius

Hari/Tanggal: Kamis, 20 Maret 2025
Waktu: 19.00 WIB
Tempat: Rumah Ibu Aniek
Peserta: ± 25 umat

Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-3 berlangsung dengan penuh kebersamaan di rumah Ibu Aniek. Acara dimulai dengan doa pembuka, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan utama, yaitu drama, diskusi kelompok, dan sesi sharing.

Drama yang ditampilkan memberikan ilustrasi mendalam mengenai tema pertemuan, yang kemudian menjadi bahan refleksi dalam diskusi kelompok. Dalam diskusi, umat secara aktif berbagi pandangan dan pengalaman terkait tema yang diangkat, menciptakan suasana yang penuh keakraban dan saling membangun.

Sesi sharing menjadi momen yang menyentuh, di mana peserta berbagi pengalaman hidup dan bagaimana nilai-nilai iman diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan ditutup dengan doa bersama, menguatkan komitmen umat untuk semakin hidup dalam kasih dan kepedulian terhadap sesama.

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh makna, mempererat tali persaudaraan antarumat

Pertemuan APP 2, Lingkungan St. Antonius

Hari/Tanggal: Kamis, 13 Maret 2025
Waktu: 19.00 WIB
Tempat: Rumah Bapak Arief S
Jumlah Peserta: ± 30 orang
Pemandu: Tim 2 (Pak Rusiawan, Pak Larno, Pak Andreas, Pak Wiwid)

Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) kedua ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat refleksi. Dipandu oleh Tim 2, acara diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan dengan renungan dan ilustrasi yang dikemas dalam dinamika kelompok. Peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mendalami makna refleksi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui dinamika kelompok, peserta semakin memahami pesan renungan dengan cara yang interaktif dan aplikatif. Suasana kekeluargaan sangat terasa, mencerminkan kebersamaan dalam iman dan aksi nyata. Acara diakhiri dengan doa penutup, membawa harapan agar hasil pertemuan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan APP 1, Lingkungan St. Antonius

Hari/Tanggal: Kamis, 6 Maret 2025
Waktu: 19.00 WIB
Tempat: Rumah Ibu Hudyono
Jumlah Hadir: ±30 umat

Rangkuman Kegiatan:
Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) pertama berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan ini dipandu oleh tim 1 yang terdiri dari Pak Purwanto, Pak Andreas, Bu Bagus, Bu Widi, dan Mas Satriya.

Sesi renungan dan ilustrasi dikemas secara kreatif dalam bentuk drama, yang berhasil menarik perhatian dan memudahkan umat dalam memahami pesan yang disampaikan. Interaksi yang dinamis membuat suasana menjadi hidup, dan umat terlibat secara aktif dalam refleksi bersama.

Pertemuan ini menjadi awal yang baik dalam perjalanan APP tahun ini, dengan harapan semakin banyak umat yang tergerak untuk berpartisipasi dan menghayati nilai-nilai yang dibahas.

KASIH ITU PEMBEBASAN

Manusia dalam abad modern ini sungguh terasa lebih mementingkan diri sendiri, demi “uang”, “harga diri” “jabatan” dan sebagainya. Nilai-nilai dasar kemanusiaan tidak lagi menjadi patokan untuk membuat sebuah pertimbangan. Kasus korupsi, ketidak adilan hukum menjadi berita sehari-hari baik di media massa maupun media elektronik. Kasus Korupsi dari Gayus Tambunan hingga Nazarudin, kasus ketidak adilan hukum dari Prita dan sebagainya membuat manusia bangsa dan negeri ini semakin meninggalkan hati nurani mereka.

Dalam berbagai ketidak pastian akan penyelesaian akan segala hal tersebut, Dia mengundang kita untuk merayakan perjamuan Tuhan. Allah Tahu bahwa ada pengkhianatan, tapi Dia tidak membalas pengkhianatan dengan kekerasan, Dia membalas dengan cinta dan kasih. Cinta yang begitu besar yang ada di dalam diri Allah inilah yang membuat Dia melakukan tindakan yang sulit diterima oleh akal budi.

Simbol perjamuan adalah penerimaan antara yang satu dengan yang lain dimana idak ada saling curiga, permusuhan, pemaksaan. Semua dilebur dalam bahasa kasih. Kasih adalah sebuah tindakan nyata seperti halnya Yesus sendiri merelakan harga diri mau menjadi hamba dengan tindakan membasuh kaki para muridnya. Itu bukan hanya sebuah pengakuan bahwa dosa sudah diampuni, tetapi lebih dalam lagi adalah bahwa engkau yang menyebut diri sebagai murid Yesus harus melakukan hal yang sama.

Menjadi murid Yesus harus berani menyangkal dirinya. Siapa yang berani mengikuti Yesus, dia harus berani membagi kasih itu kepada sesamanya. Orang yang membiarkan sesamanya kelaparan adalah melawan kasih. Orang yang membiarkan ketidak adilan terus berjalan adalah melawan kasih. Tindakan Allah mencintai adalah sebuah pemberian. Tindakan Yesus memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi manusia berdosa bukan dengan bahasa pemaksaan dan kekerasan tetapi dengan kasih. Tindakan kasih itu adalah tindakan orang-orang yang memiliki hati nurani yang sehat, yakni orang-orang yang tidak membiarkan sesamanya menderita karena adanya suatu ketidak adilan. Tindakan Kasih N

Itulah yang dilakukan oleh Yesus dalam perjamuan. “Inilah tubuh-Ku yang dikorbankan bagimu, inilah piala perjanjian baru yang diikat dalam darah-Ku sebagai pembaharuan dalam kasih. Pembaharuan bukan sekedar bualan dengan kata-kata, tetapi suatu tindakan moral. Bertindak atas nama moral berarti membangun kesejahteraan bangsa ini.

Medio maguwo Juli 2011

Bravo sera