
Dalam suasana duka yang penuh haru dan rasa syukur, umat Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo berkumpul dalam Misa Requiem untuk Paus Fransiskus, pada hari ini, Rabu, 23 April 2025, yang disiarkan langsung dari Katedral Semarang dan dipimpin oleh Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko.
Misa live streaming ini dimulai pukul 18.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, diikuti dengan penuh khidmat oleh 415 umat yang hadir secara langsung di gereja. Dalam keheningan dan doa, umat mengenang sosok gembala agung yang telah memberi hidupnya sepenuhnya bagi Gereja dan dunia.
Malam ini, dari Maguwo yang kecil, kami mengirimkan cinta yang besar kepada surga.
Selamat jalan Bapa Suci kami, Paus Fransiskus.
Engkau telah mengajarkan kami arti belas kasih,
menunjukkan bagaimana Gereja bisa menjadi rumah yang ramah,
dan meyakinkan bahwa Tuhan senantiasa lebih besar dari segala dosa dan kelemahan kami.
Engkau kini telah kembali ke pelukan Sang Bapa,
namun inspirasimu tetap hidup dalam hati kami—
dalam doa, dalam pelayanan, dan dalam cara kami mencintai sesama.
Terima kasih, Bapa Paus. Sampai jumpa di surga.
Misa ini bukan hanya menjadi penghormatan, tetapi juga sebuah pengingat bahwa kasih dan keteladanan Bapa Paus Fransiskus akan terus hidup di hati kita.
Selamat jalan, Bapa Paus.
Engkau telah menunjukkan kepada kami bahwa menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan, bahwa kasih Tuhan itu nyata dalam tindakan kecil yang penuh makna. Doakan kami dari surga, agar kami pun setia berjalan dalam terang Kristus seperti engkau telah melakukannya.
terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras demi kelancaran misa ini:
Tim Tata Bunga yang sigap dan penuh kreativitas menghias altar dengan indah dan elegan,
Tim Paramenta yang mempersiapkan perlengkapan liturgi dengan penuh ketelitian,
Tim Video Monitor dan Tim Soundsystem yang memastikan kelancaran visual dan audio selama misa berlangsung,
Prodiakon yang setia melayani umat di altar,
Dan seluruh umat serta para petugas yang terlibat dari balik layar—tanpa sorotan, tapi berjasa besar dalam menghadirkan suasana yang layak bagi penghormatan terakhir untuk Paus tercinta.
