Dalam perjalanan pelayanan musik liturgi, setiap nada adalah doa, dan setiap harmoni adalah ungkapan syukur. Di bawah semangat itu, Tim Cantores Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo (GMBA) kini tengah menapaki langkah besar menuju panggung Grego Julius Orchestra — sebuah perhelatan musik rohani yang akan digelar di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Perjalanan menuju acara ini bukan sekadar persiapan tampil di atas panggung, tetapi merupakan peziarahan musikal dan spiritual yang panjang. Sejak jauh hari, tim Cantores GMBA telah memulai proses latihan demi latihan dengan disiplin dan semangat luar biasa. Setiap sesi latihan menjadi ruang untuk belajar, memperbaiki diri, dan menumbuhkan kesatuan hati antar anggota.
Di tengah padatnya aktivitas pribadi dan pelayanan, para anggota Cantores tetap meluangkan waktu untuk hadir, menyatukan suara, melatih dinamika, intonasi, serta kekompakan tim. Tak jarang, mereka mengulang satu bagian lagu berkali-kali demi menemukan harmoni yang sempurna. Namun di balik semua itu, selalu ada tawa, doa, dan semangat kebersamaan yang membuat setiap latihan terasa hangat.


Kisah keterlibatan Cantores GMBA di panggung Grego Julius Orchestra sendiri berawal dari sebuah kesempatan yang penuh rahmat. Adalah Mas Antonius Henri Yulianto, salah satu arranger musik lagu-lagu karya Pak Grego Julius, yang mengajukan nama Cantores Maguwo (CM) untuk turut ambil bagian dalam konser agung ini. Dari sanalah pintu kesempatan terbuka lebar — kesempatan untuk membawa semangat dan warna Gereja Maguwo ke panggung rohani berskala besar.
Dalam proses persiapannya, tim Cantores GMBA dibimbing langsung oleh Mas FX. Kristanto Nugroho (mas Kelik), seorang pelatih paduan suara yang telah berpengalaman melatih berbagai kelompok dari instansi pemerintah maupun sekolah di berbagai daerah. Di bawah arahan Mas Kelik, para anggota Cantores mendapatkan banyak ilmu baru tentang teknik vokal, harmoni, serta penghayatan rohani dalam bernyanyi. Suasana latihan pun menjadi semakin hidup — serius namun penuh kehangatan, disiplin namun tetap sarat tawa dan doa.
Proses ini bukan hanya soal menyanyikan nada dengan tepat, tetapi juga tentang menyelaraskan hati — agar setiap lagu yang dipersembahkan tidak sekadar terdengar indah, melainkan juga memancarkan ketulusan iman dan kasih. Dari latihan yang sederhana, lahirlah tekad besar: menampilkan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama.
“Road to Show” menjadi babak penuh makna dalam perjalanan Cantores GMBA. Di balik setiap suara yang berlatih keras, ada pengorbanan kecil yang dirangkai dengan cinta. Mereka sadar, musik liturgi bukanlah tentang tampil memukau, tetapi tentang menghadirkan kehadiran Allah melalui keindahan suara dan harmoni.
Grego Julius Orchestra sendiri dikenal sebagai ajang bergengsi yang memadukan musik klasik, paduan suara, dan nilai-nilai liturgi Katolik dalam satu persembahan agung. Melalui kesempatan ini, Cantores GMBA membawa nama Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan yang mengangkat keagungan musik rohani di tengah dunia modern.
Bagi para anggota Cantores, pengalaman ini menjadi bentuk nyata dari panggilan pelayanan: melayani Tuhan melalui suara, menghadirkan kasih-Nya melalui musik, dan menjadi saksi iman melalui harmoni. Setiap latihan yang dijalani telah menempa mereka, tidak hanya sebagai penyanyi yang handal, tetapi juga sebagai pelayan yang rendah hati dan saling menguatkan.

Kehadiran mereka di panggung Grego Julius Orchestra nanti diharapkan dapat menjadi wajah Gereja yang muda, dinamis, penuh kasih, dan bersukacita. Bahwa dalam setiap nada yang dinyanyikan, ada cinta yang mengalir; dalam setiap harmoni, ada doa yang dinaikkan; dan dalam setiap tepukan tangan penonton nanti, ada syukur yang kembali kepada Sang Pencipta.
Mari kita semua, umat GMBA, turut mendukung dan mendoakan perjalanan Tim Cantores ini. Semoga penampilan mereka menjadi persembahan yang indah, bukan hanya di hadapan manusia, tetapi terutama di hadapan Tuhan sendiri.
Dan semoga setiap lagu yang mereka nyanyikan, setiap nada yang mereka lepaskan, menjadi gema pujian yang membawa damai dan sukacita bagi siapa pun yang mendengarnya.

Go go Cantores Maguwo!!