Oleh Tim PAMDAL GMBA – 19 Oktober 2025
Dalam semangat pelayanan dan tanggung jawab menjaga ketertiban di rumah Tuhan, Tim PAMDAL Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) melaksanakan program kerja tahun 2025 berupa Workshop Pemantapan Sistem Keamanan Gereja Katolik di GMBA dan Gereja se-DIY, pada Minggu, 19 Oktober 2025, pukul 10.00 WIB.
Acara ini berada di bawah tanggung jawab Bapak Antonius Sumaryanto, seorang purnawirawan TNI AD dari kesatuan Kopassus, yang dalam karier militernya lebih banyak berkecimpung di BNPT ( Badan Nasional Penenggulangan Terorisme ). Dengan pengalaman dan kedisiplinan yang telah teruji, beliau menjadi figur penting yang menuntun Tim PAMDAL GMBA untuk membangun sistem keamanan yang tangguh, tertata, dan berwawasan pelayanan.

Kegiatan ini menghadirkan AM. Bebet Darmawan beserta timnya sebagai pemateri. Turut hadir pula Tim Keamanan PAMDAL GMBA, empat ketua wilayah GMBA, Ketua Forum Keamanan Vikep Timur, Ibu Elisabeth (Ibu Elis), serta tamu undangan dari Tim Keamanan Gereja Babarsari dan Nandan.


Dalam suasana yang disiplin dan penuh semangat, narasumber menjelaskan pentingnya sistem keamanan yang terencana, sigap, dan terlatih. Paparan diawali dengan gambaran mengenai sistem keamanan di Roma dalam pengawalan Sri Paus, yang menjadi inspirasi bagi sistem keamanan di lingkungan gereja lokal. Para peserta diajak untuk memahami bagaimana profesionalisme, kerahasiaan, dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menjaga ketenangan jalannya ibadah.
Bagian yang paling menarik adalah saat tim dari Pak Bebet – Mas Doni dan Mas Satria – memimpin sesi simulasi lapangan. Dengan gaya pelatihan yang tegas namun tetap humanis, mereka memperagakan berbagai situasi darurat: mulai dari penanganan terhadap orang yang masuk gereja membawa senjata tajam, hingga teknik melumpuhkan pelaku dengan aman tanpa membahayakan umat. Suasana aula terasa intens, namun penuh rasa hormat akan tanggung jawab mulia menjaga keamanan umat yang sedang beribadah.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis dan taktis, tetapi juga menumbuhkan jiwa kedisiplinan dan pelayanan di antara seluruh anggota PAMDAL. Dengan semangat semi-militer yang terarah pada kasih dan ketertiban, seluruh peserta menyadari bahwa keamanan gereja bukan hanya urusan fisik, tetapi juga bentuk nyata dari pelayanan dan perlindungan terhadap Tubuh Kristus yang hidup dalam umat-Nya.

Melalui workshop ini, Tim PAMDAL GMBA semakin diteguhkan dalam panggilannya.

Mantap. Terimakasih sekali ke pihak Panitia, Bu Elis, GMBA, para peserta Pamdal dan juga Mayjen (Purn) Anton Sumaryanto