GMBA Hadirkan Ungkapan Syukur Lewat Hasil Bumi
Gereja Katolik senantiasa mengajak umat beriman untuk bersyukur atas anugerah ciptaan Tuhan, termasuk pangan yang menopang kehidupan manusia. Dalam semangat Laudato Si’ dan kasih terhadap bumi, Gereja turut memperingati Hari Pangan Sedunia, sebagai ungkapan syukur sekaligus ajakan untuk semakin peduli pada keberlanjutan alam dan kesejahteraan sesama.

Di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA), semangat ini diwujudkan secara sederhana namun penuh makna. Tata altar dan hiasan di sekitar gereja pada hari Minggu ini dihiasi dengan hasil bumi — buah-buahan, sayuran, dan aneka panenan alam yang segar dan indah. Semua itu menjadi simbol nyata syukur umat atas rezeki Tuhan yang melimpah, sekaligus tanda kesadaran bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dijaga.




Tahun 1982, Konferensi Wali Gereja Indonesia (dahulu masih bernama Majelis Agung Wali Gereja Indonesia) mengambil bagian secara aktif dalam peringatan dan perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS), baik di tingkat nasional maupun keuskupan. Sejak saat itu, Gerakan HPS Gereja Katolik Indonesia menjadi salah satu bentuk aktualisasi iman kristiani dalam menghargai pangan yang sehat, memuliakan lingkungan hidup yang lestari, dan menghormati para petani yang menyediakan bahan pangan bagi kehidupan.
Secara khusus, peringatan HPS dalam Gereja Katolik Indonesia dijadikan sarana untuk membangkitkan solidaritas dan menghimpun daya umat, guna ikut mengatasi situasi rawan pangan yang masih terjadi di berbagai wilayah tanah air — yang kerap menimbulkan penderitaan bagi masyarakat kecil.

Gerakan HPS Gereja Katolik berangkat dari iman yang dirayakan dan diwujudkan dalam realitas dunia. Dunia ini sesungguhnya adalah tempat di mana Allah, manusia, dan ciptaan lain disatukan oleh Roh Allah sendiri — sumber kehidupan yang memelihara dan menjaga keberlangsungan ciptaan. Melalui kontemplasi atas realitas ini, manusia dipanggil untuk menemukan dan menyadari cinta Allah yang hadir dalam diri sesama dan seluruh ciptaan.


Iman inilah yang menjiwai pelayanan Gereja dalam Gerakan HPS — iman yang peduli pada kecukupan, ketersediaan, dan keberlangsungan pangan yang sehat bagi hidup manusia. Dengan semangat itu, Gereja diharapkan mampu menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam tata kelola pangan di dunia, sebagai wujud nyata kasih dan penyelenggaraan Ilahi bagi seluruh ciptaan.
Melalui peringatan Hari Pangan Sedunia, umat GMBA diajak untuk bersyukur, berbagi, dan semakin mencintai bumi yang menjadi sumber kehidupan — sebagaimana Bunda Maria, yang dengan kesederhanaannya selalu menyimpan segala karya Allah dalam hati, dan menghadirkannya dalam kasih yang memberi hidup.
