Ekaristi adalah jantung kehidupan Gereja, sumber kekuatan rohani, dan puncak seluruh perjalanan iman umat Kristiani. Dalam perayaan Ekaristi, Kristus hadir menyapa umat-Nya melalui Sabda dan Tubuh-Nya, menyatukan mereka sebagai satu tubuh, dan mengutus untuk menghadirkan kasih Allah di tengah dunia. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa Ekaristi adalah “sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani” (Lumen Gentium 11).
Keuskupan Agung Semarang melalui Bulan Katekese Liturgi 2026 mengajak umat untuk memperbarui penghayatan Ekaristi. Perayaan ini bukan sekadar kewajiban mingguan, melainkan perjumpaan yang mengubah hidup, menumbuhkan sukacita, memberi inspirasi, dan mendorong keterlibatan nyata dalam membangun kesejahteraan bersama.
Selama bulan Mei, umat diajak mengikuti katekese singkat, berbagi pengalaman iman, dan merefleksikan buah Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini dilanjutkan dengan pencatatan dan sintesis di tingkat paroki, sehingga pengalaman umat menjadi bahan refleksi pastoral untuk memperkaya liturgi.
Kegiatan ini berpuncak pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, yang dirayakan dengan Ekaristi, penerimaan Komuni Pertama, adorasi, dan rekoleksi bersama. Semua rangkaian bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa Ekaristi tidak berhenti di altar, tetapi berlanjut dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan bermasyarakat.
Melalui kisah nyata umat—dari anak-anak hingga orang dewasa—ditunjukkan bahwa Ekaristi adalah sumber sukacita, kebahagiaan, inspirasi, dan kesejahteraan sejati. Dari altar, umat diutus membawa terang Kristus ke dunia, menghadirkan kasih, solidaritas, dan harapan baru bagi sesama.
