Pengurus Misdinar GMBA Berziarah: Tanda Kasih dan Kenangan


Usai Misa Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, para pengurus misdinar Stasi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo melaksanakan ziarah ke makam beberapa sosok yang sangat berarti bagi komunitas. Dengan hati yang tenang dan doa yang tulus, mereka menabur bunga serta memanjatkan doa di makam mamanya Asti, mas Surya—papanya Tian, mbak Danik, dan mas Yuda.

Ziarah ini menjadi ungkapan kasih dan iman, serta bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berpulang terlebih dahulu menghadap Bapa di surga. Dalam hening doa, para misdinar memohon agar Tuhan menganugerahkan kedamaian abadi bagi jiwa-jiwa yang mereka doakan, dan agar teladan hidup mereka tetap menjadi berkat bagi umat yang masih berziarah di dunia ini.

Ibunya Asti dikenal sebagai pribadi yang lembut, penuh perhatian, dan setia dalam kehidupan keluarga serta pelayanan. Beliau adalah istri dari Bapak Satrio Widodo, salah satu aktivis gereja yang dikenal ahli dalam bidang dekorasi dan tata artistik di setiap perayaan dan acara gereja. Melalui karya dan kreativitasnya, Pak Satrio telah banyak memperindah suasana liturgi, membantu umat semakin merasakan kehadiran Allah dalam keindahan dan kesakralan perayaan iman.

Mas Surya, papanya Tian, semasa hidupnya dikenal sebagai aktivis gereja yang penuh semangat. Di kalangan OMK lawas, beliau dikenang sebagai sosok yang supel, mudah bergaul, dan ramah kepada siapa saja. Kehadirannya selalu membawa suasana hangat dan penuh persaudaraan, menjadi contoh bagaimana iman diwujudkan dalam relasi yang penuh kasih.

Mas Yuda dikenal sebagai prodiakon GMBA yang sangat dicintai oleh seluruh umat. Sosoknya sederhana, penuh semangat, dan tulus dalam pelayanan. Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang muda untuk melayani Tuhan dengan sukacita dan kesetiaan. Di usia yang masih muda, Tuhan memanggilnya pulang, namun jejak kasih dan pelayanannya tetap hidup dalam hati umat GMBA.

Mbak Danik, sepupu dari almarhum mas Yuda, juga merupakan prodiakon yang tekun dan penuh dedikasi. Meskipun harus bergulat dengan sakit, ia tetap setia melayani hingga akhirnya dipanggil Tuhan. Dalam kelemahannya, terpancar kekuatan iman yang menjadi kesaksian indah bagi banyak orang.

Melalui ziarah ini, para pengurus misdinar belajar bahwa pelayanan bukan hanya tentang berdiri di altar, tetapi juga tentang meneladani kasih, kesetiaan, dan pengorbanan mereka yang telah mendahului kita. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi wujud iman akan kehidupan kekal dan pengharapan akan perjumpaan kembali dalam Kerajaan Surga.

Semoga semangat pelayanan dan cinta kasih yang diwariskan oleh almarhumah ibunya Asti, almarhum mas Surya, almarhum mas Yuda, dan almarhumah mbak Danik terus menyalakan api iman di hati para misdinar, agar mereka semakin teguh melayani Tuhan dengan sukacita dan ketulusan.

Posted in Berita Terkini, OMK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *