Di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo, para Prodiakon bergerak tanpa banyak kata. Mereka menghidangkan sakramen bukan dengan tangan kosong, tapi dengan hati penuh pelayanan.
Ada yang tampak serius, ada juga yang senyumnya tak pernah lepas — tapi satu hal yang sama: ketulusan.
Selama Pekan Suci 2025 ini, Prodiakon GMBA benar-benar menunjukkan kelasnya.
Mulai dari mendampingi misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, sampai Paskah — mereka hadir di setiap momen, seperti lilin kecil yang terus menyala.
Persiapan mereka?
Latihan, briefing, bahkan kadang diselingi becandaan kecil biar nggak tegang.
Karena mereka tahu, pelayanan yang besar selalu dimulai dari hati yang riang.
Dan jangan salah, lho. Saat umat lain mungkin gugup di depan altar, para Prodiakon ini tenang kayak air sungai yang mengalir.
Ada yang gaya jalannya santuy, ada yang super rapi seperti komandan upacara!
Lewat tangan mereka, kita semua belajar:
“Pelayanan bukan soal dilihat orang, tapi soal menyentuh hati Tuhan.”
Terima kasih, Prodiakon GMBA.
Terima kasih sudah menjadi jembatan antara cinta Allah dan kami umat-Nya.
Semoga langkah-langkah kecil kalian di altar, dicatat besar di Surga.

Leave a Reply