Langit kelabu menyelimuti Maguwoharjo pada Senin, 16 Maret 2026. Senin sore itu, hujan turun dengan derasnya namun tidak menghalangi langkah pertobatan umat Gereja Maria Bunda Allah yang mengharapkan pengampunan Tuhan. Air hujan yang turun bak air mata penyesalan manusia akan dosa-dosa mereka. Satu per satu umat datang, membawa beban dosa dan penyesalan, lalu menyerahkannya kepada Tuhan melalui perantara Imam.

Sebanyak 157 umat hadir dengan penuh kesungguhan hati berharap dosanya diampuni. Ketiga Romo Paroki Maria Marganingsih Kalasan, yakni Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr., Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., dan Rm. Murdi, dengan penuh kesabaran mendengarkan pengakuan umat, memberikan nasihat rohani, dan menyalurkan absolusi. Beban dosa yang terasa berat dan menyesakkan, perlahan sirna dan berubah menjadi kedamaian penuh syukur.

Sakramen Tobat yang diterimakan kepada umat Katolik, bukan sekadar kewajiban yang hanya semata-mata dijalankan sebagai rutinitas tradisi, melainkan ruang bagi umat dan Tuhan untuk kembali dekat. Pengakuan dosa yang dilakukan merupakan kesempatan emas bagi manusia untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan, memperbarui diri, dan merasakan damai sejati. Dengan hati yang telah dilegakan, umat kembali ke rumah dengan membawa damai sukacita baru dan siap menyongsong masa Paskah dengan iman yang teguh.
