Langit kelabu menyelimuti Maguwoharjo pada Senin, 16 Maret 2026. Senin sore itu, hujan turun dengan derasnya namun tidak menghalangi langkah pertobatan umat Gereja Maria Bunda Allah yang mengharapkan pengampunan Tuhan. Air hujan yang turun bak air mata penyesalan manusia akan dosa-dosa mereka. Satu per satu umat datang, membawa beban dosa dan penyesalan, lalu menyerahkannya kepada Tuhan melalui perantara Imam.
Sebanyak 157 umat hadir dengan penuh kesungguhan hati berharap dosanya diampuni. Ketiga Romo Paroki Maria Marganingsih Kalasan, yakni Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr., Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., dan Rm. Murdi, dengan penuh kesabaran mendengarkan pengakuan umat, memberikan nasihat rohani, dan menyalurkan absolusi. Beban dosa yang terasa berat dan menyesakkan, perlahan sirna dan berubah menjadi kedamaian penuh syukur.
Sakramen Tobat yang diterimakan kepada umat Katolik, bukan sekadar kewajiban yang hanya semata-mata dijalankan sebagai rutinitas tradisi, melainkan ruang bagi umat dan Tuhan untuk kembali dekat. Pengakuan dosa yang dilakukan merupakan kesempatan emas bagi manusia untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan, memperbarui diri, dan merasakan damai sejati. Dengan hati yang telah dilegakan, umat kembali ke rumah dengan membawa damai sukacita baru dan siap menyongsong masa Paskah dengan iman yang teguh.
Selasa, 18 November 2025 menjadi momen penuh inspirasi bagi Dewan Harian bersama para Kabid Pastoral Stasi Gereja Maria Bunda Allah. Bagaimana tidak, pada hari tersebut, sedang berlangsung Rapat Program Ardas 2026 yang pertama kali. Rapat tersebut bertempat di Sekretariat GMBA. Rapat tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun arah gerak pastoral untuk periode Ardas IX.
Suasana rapat berlangsung penuh ide dan kebersaamaan. Diskusi berputar pada sasaran strategis, prioritas program, strategi pelayanan gereja, serta komitmen bersama untuk mewujudkan visi besar Ardas. Melalui rumusan kali ini, diharapkan dapat mendukung tercapainya visi Ardas dalam mewujudkan jati diri umat Allah sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus yang bercirikan semangat sinodalitas, sebagaimana disampaikan oleh Rm. R. Edy Purwanto, Pr. dalam Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang diadakan secara daring pada 17 Oktober 2025 silam. Semangat pelayanan dan ide yang membuncah, tak terasa membuat rapat berjalan selama 3 jam.
Meresapi Tagline Ardas KAS 2026-2030
Mengacu pada tagline Ardas KAS 2026-2030: “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan”, rapat perdana Program Ardas 2026 ini menjadi ruang bersama untuk meresapi semangat sinodalitas. Mungkin terkesan “ruwet” karena banyak ide yang muncul dan kebutuhan yang perlu terlayani, namun justru inilah tanda hidupnya semangat kebersamaan bahwa setiap suara didengar, setiap gagasan dipertimbangkan, dan setiap langkah ditujukan pada kesejahteraan umat dan kemuliaan Allah.
Diskusi berlangsung dinamis yang menyasar 5 butir Ardas untuk tahun 2026. Gagasan dan ide yang dituangkan dimaksudkan untuk merumuskan strategi pelayanan pastoral untuk menghadirkan kebahagiaan iman bagi umat. Selain itu, brainstorming juga dilakukan untuk merancang program yang menginspirasi dan menginisiasi kebersamaan baik secara internal gereja maupun bersama masyarakat sekitar. Tak lupa, diperlukan upaya konkret mewujudkan semangat kebersaamaan dengan kebutuhan nyata umat di Stasi GMBA serta menjalin semangat kasih yang lebih erat antar umat khususnya yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD). Melalui rapat ini, Stasi GMBA menegaskan komitmennya untuk menghidupi tagline Ardas IX 2026-2030 dalam setiap program pelayanan agar berdampak nyata bagi kehidupan umat.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pastoral Stasi GMBA menuju tahun 2026, dengan harapan seluruh umat dapat turut mendukung dan berpartisipasi dalam setiap langkah yang diambil.
Rabu, 1 Oktober 2025 merupakan rabu kelabu bagi segenap umat Gereja Maria Bunda Allah (GMBA), kami kehilangan sosok muda inspiratif dan penuh kasih: Imanuel Anggara Wirayuda. Sosok yang akrab disapa ‘Mas Yuda’, berpulang setelah berjuang melawan rasa sakit.
Kepergiannya kepada Bapa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan segenap umat GMBA. Ia yang lahir pada 25 Desember 2001, seolah membawa makna mendalam sesuai namanya, “Imanuel” yang berarti Allah beserta kita.
Sosoknya yang tinggi, kurus, dengan rambut gondrong, mengingatkan banyak orang akan kehadiran Yesus. Bukan hanya penampilannya yang menjadikannya istimewa, melainkan api pelayanan tulus darinya yang tiada pernah padam.
Pelayan yang Selalu Ada
“Ada Mas Yuda”, sering terdengar khususnya di ruang lingkup pelayan liturgi. Celetukan tersebut seolah menghadirkan rasa tenang bagi seluruh pelayan liturgi, seolah tahu bahwa kehadirannya memberikan jaminan bahwa semua akan berjalan lancar.
Sebagai prodiakon muda, Mas Yuda adalah sosok yang energik, cekatan, dan ringan tangan. Ia tak hanya aktif dalam tim prodiakon, tetapi juga menjadi bagian penting dari pelayanan liturgi GMBA di bawah komando Ibu Ita Rinawati.
Hampir setiap minggu, Mas Yuda setia bersiap membantu siapa pun yang membutuhkan. Sebagai bagian dari tim ‘wira-wiri’, bersama dengan tim pelayanan peribadatan lainnya, seperti Ibu Purna, Bapak Saptanto, dan Ibu Retno, senantiasa hadir bukan karena kewajiban tapi karena panggilan hati.
Sikapnya yang bisa melakukan apa saja selagi mampu, membuatnya menjadi sosok yang diandalkan bagi banyak orang di GMBA. Candaan khasnya yang sedikit sarkas tapi jujur, membuat suasana pelayanan menjadi lebih berwarna. Ia melayani dengan caranya sendiri, otentik dan tanpa kepalsuan.
Mas Yuda merupakan sosok pemuda Katolik yang memberikan inspirasi bahwa menjadi pelayan, khususnya pelayan liturgi, bukan hanya urusan “orang tua”. Melalui Mas Yuda, kita tahu bahwa pelayanan dapat tumbuh dan dijalani dengan semangat kaum muda masa kini.
Sejarawan Muda yang Menghidupkan Iman
Mas Yuda belum lama ini menyelesaikan studi di Program Studi Sejarah, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan diwisuda pada bulan Agustus yang lalu. Kecintaannya pada sejarah dan iman Katolik, Ia tuangkan dalam berbagai bentuk edukasi kreatif. Mas Yuda kerap membagikan tulisan-tulisan reflektif di media sosial, mengangkat kisah gereja bersejarah dan peristiwa penting dalam iman Katolik.
Tak hanya itu, ia juga menyalurkan passion-nya melalui gim Minecraft. Ia menciptakan map bangunan gereja seperti Katedral St. Petrus dan Paulus, terinspirasi dari Basilika St. Petrus lama. Bagi Mas Yuda, sejarah bukan sekadar masa lalu, tetapi jendela untuk memahami iman dan memperkuat komunitas Gereja.
Warisan Kebaikan yang Abadi
Putra dari Bapak Agustinus Gus Adi/KMT. Prajanalausada dan Ibu Yuliana Subaryati ini telah dimakamkan hari ini, Kamis, 2 Oktober 2025, di TPU Modinan, Sambilegi.
Sebelumnya, jenazah disemayamkan di rumah duka: Gg. Udang, Jl. Anggrek, Sambilegi Lor, Depok, Sleman. Misa requiem dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., dalam suasana penuh syukur dan haru. Doa-doa dipanjatkan, pujian dilantunkan, dan kenangan akan Mas Yuda mengalir dalam benak pelayat yang hadir.
Suasana rumah duka dipenuhi oleh pelayat dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan alumni SMA Kolese De Britto. Dalam momen penuh haru, mereka memberikan penghormatan terakhir dengan menyanyikan Mars De Britto di depan peti jenazah Mas Yuda, sebuah tradisi khas yang menggambarkan persaudaraan, semangat, dan cinta yang tak lekang oleh waktu. Nyanyian itu menjadi simbol bahwa Mas Yuda telah menjalani hidupnya dengan nilai-nilai yang ia pelajari dan hayati: menjadi manusia yang utuh, peduli, dan berani.
Meski raganya telah tiada, kebaikannya tetap hidup dalam kenangan banyak orang. Ia adalah pelayan muda yang menjadi terang, penyelamat kecil bagi gereja masa kini. Kepergiannya yang mendadak membuat banyak hati terhenyak. Namun kita percaya, Tuhan memanggilnya karena Ia melihat betapa besar kasih dan kerja keras yang telah Mas Yuda berikan. Ia telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, dan kini tibalah saat baginya untuk beristirahat dalam damai. Mari kita lanjutkan estafet pelayanan yang telah Ia jalankan.
Selamat jalan, Mas Yuda. Terima kasih telah menjadi teladan pelayanan, cinta, dan iman. Doa kami menyertaimu, dan kisahmu akan terus hidup dalam setiap sudut gereja yang pernah kau bantu, setiap liturgi yang kau layani, dan setiap hati yang pernah kau sentuh.
never imagined goodbye would be come this fast, rest easy Mas Yuda.
Hari yang ceria bagi umat St. Clara pada Rabu, 10 September 2025 karena dapat kembali menggelar Misa Lingkungan sebagai bagian dari kegiatan paguyuban umat lingkungan St. Clara. Perayaan ekaristi bertempat di kediaman Bapak Hugo Tridjoko, dengan dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan rohani yang sederhana dan hangat, dimana pada hari itu umat St. Clara kembali merenungkan sabda bahagia yang menjadi pengingat kita akan kekuatan iman dalam menghadapi tantangan dunia.
Sebagaimana tertuang dalam bacaan Injil, yakni Lukas 6:20-26, melalui homilinya, Romo Murdi kembali menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari hal-hal yang bersifat fana, melainkan buah atas keyakinan umat Kristus dalam memuliakan penderitaan hidup. Memuliakan penderitaan bukan dimaknai sebagai hidup seadanya, tetapi menjadi sarana bagi kita, umat-Nya, untuk selalu memperkuat relasi dengan Allah. Sukacita yang lahir dari iman yang tidak tergoncangkan oleh hambatan dan tantangan hidup adalah kebahagiaan sejati dalam hidup orang beriman akan Kristus. Umat lingkungan St. Clara diajak untuk senantiasa berpegang teguh pada iman dalam menghadapi getirnya kehidupan yang silih berganti sebagai sarana penguatan diri menuju kehidupan yang beriman dan seturut kehendak-Nya.
Perayaan liturgi dapat berjalan dengan lancar dan khidmat berkat dukungan umat lingkungan yang dengan rendah hati bersuka cita untuk melayani. Dengan penuh semangat, diantaranya yaitu Bapak Catur sebagai prodiakon, Ibu Amy sebagai Lektor, Ibu Yulia sebagai pemandu lagu, dan Mas Henri sebagai organis. Tidak lupa, kontribusi yang patut diapresiasi dari anak muda yaitu Rachel yang bersama Ibu Tanti untuk menghaturkan doa umat kepada Bapa. Tentu, kehadiran segenap umat lingkungan menjadi pelengkap suasana yang hangat sehingga momen Misa Lingkungan kali ini menjadi pengalaman hangat dan penuh kebahagiaan, sebagaimana yel-yel umat lingkungan St. Clara, yaitu Clara Ceria, Bahagia, Ya! Ya! Ya! Sangat mencerminkan umat yang bahagia. Tak lupa, setiap umat memiliki peran masing-masing dalam mengupayakan momen ceria berjalan lancar, tidak hanya melalui petugas liturgi, namun juga sikap nyengkuyung mempersiapkan lokasi hingga jamuan.
Selepas perayaan ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan sesi sharing yang hangat nan santai. Salah satu topik mengemuka dalam diskusi yaitu terkait dengan Perkawinan Beda Agama. Seluruh umat mengikutinya dengan antusias, suatu isu yang cukup populer dan relevan masa kini, khususnya di kalangan anak muda. Diskusi berlangsung terbuka dan saling menghargai, membuka ruang reflektif bagi umat untuk memahami dinamika kehidupan beriman dalam konteks relasi lintas keyakinan. Melalui diskusi ini juga menjadi bentuk bagaimana kendala berupa perbedaan perlu ditanggapi dengan penuh Iman demi mewujudkan kebahagiaan kekal bersama. Selain itu, diskusi tersebut menjadi bentuk nyata semangat sabda bahagia dalam umat lingkungan St. Clara dalam membangun basis komunitas yang tidak hanya aktif secara liturgi, tetapi juga pedulu terhadap isu-isu nyata dalam kehidupan umat. Terima kasih atas partisipasi umat, semoga kebersamaan dan pembinaan iman dalam lingkungan St. Clara kian tumbuh dan menjadi berkat bagi seluruh umat maupun masyarakat. Amin.
Seluruh umat Paroki Kalasan patut bersukacita sebab pada Sabtu, 6 September 2025, sebanyak 288 umat yang berbahagia telah menerima sakramen penguatan di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Stasi Maguwo. Perayaan Ekaristi di GMBA kali ini memiliki nuansa berbeda karena dilangsungkan Penerimaan Sakramen Penguatan bagi calon penerima Sakramen Krisma dari seluruh wilayah Paroki Kalasan.
Perayaan Penerimaan Sakramen dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai selebran utama, didampingi oleh Pastor Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. dan Romo Yohanes Ngatmo, Pr. Ekaristi berlangsung meriah, dihadiri oleh 1.297 umat yang memenuhi bagian dalam hingga luar gereja.
Dalam homilinya, Uskup Mgr. Rubiyatmoko mengajak para umat, khususnya para penerima Sakramen Krisma untuk menghayati kehendak Allah dan membuka diri terhadap karya Roh Kudus. Ia menekankan pentingnya menanggapi panggilan Allah menjadi murid Kristus yang aktif berksaksi dalam kehidupan sehati-hari. Homili berlangsung secara interaktif, dimana Bapak Uskup berdialog langsung dengan para calon serta memberikan cincin rosario kepada mereka yang berani menjawab pertanyaan atau berbagi refleksi iman. Suasana homili yang hangat mencairkan ketegangan dalam diri calon penerima krisma agar lebih mantap dalam menerima Roh Kudus. Selain itu, momen ini turut menjadi ruang pembelajaran iman yang membekas di hati para umat yang hadir.
Rangkaian liturgi Sakramen Penguatan diawali dengan pemberkatan para wali krisma dari masing-masing wilayah agar para wali dapat menjadi teladan dan pendoa yang baik bagi krismawan dan krismawati. Selanjutnya, dilakukan pembaruan janji baptis oleh para calon dan kemudian dilanjutkan dengan pengurapan minyak krisma secara bergantian oleh Bapak Uskup. Meski jumlah penerima sakramen cukup besar, prosesi berlangsung tertib dan lancar. Mgr. Rubiyatmoko mengapresiasi semangat dan kesiapan yang terpancar dari krismawan-krismawati sehingga meski berlangsung cukup lama, menurutnya tidak terasa melelahkan.
Selain itu, misa turut dimeriahkan oleh Cantores GMBA dan Pemusik Muda GMBA (PMG) yang sepenuh hati mempersembahkan lagu-lagu pengiring. Sebanyak 29 lagu dibawakan dengan apik, diiringi alunan kendang, keyboard, violin, hingga flute. Persembahan lagu tersebut merupakan hasil kerja keras sepenuh hati yang dilakukan oleh para petugas guna mendukung suasana yang khusyuk dan meriah. Menurut Bapak Uskup, selain semangat dan kebahagiaan yang terpancar dari krismawan-krismawati, iringan lagu yang indah dan meriah menambah sukacita Perayaan Ekaristi yang tidak terasa panjang meski berlangsung kurang lebih selama 3 jam. Bapak Uskup turut mengapresiasi kelompok pemusik yang bertugas dan berharap dapat menjadi pemantik bagi kaum muda untuk terlibat dalam pelayanan Gereja.
Bravo dan proficiat kepada segenap tim yang telah bekerja bahu-membahu dengan penuh dedikasi, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan Penerimaan Sakramen Penguatan kali ini. Puji dan syukur kepada Allah karena perayaan dapat berlangsung dengan lancar, khusyuk, dan penuh sukacita. Terima kasih setulus hati kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mendukung kelancaran perayaan ini, termasuk segenap Dewan Pastoral Paroki Maria Marganingsih Kalasan, Dewan Pastoral Stasi Maria Bunda Allah, Panitia, para Katekis, serta petugas liturgi yang telah melayani sepenuh hati mulai dari misdinar, prodiakon, lektor, koor, pemusik, petugas among tamu dari Wilayah Ignasius Loyola yang cekatan dan memukau dengan dresscode pakaian adat Nusantaranya, serta tim tata bunga & tata altar yang telah menghias dengan apik dan cantik. Terima kasih secara mendalam juga kepada seluruh tim KOMSOS, AV & Monitor, Soundsystem GMBA, parkir warga Kampung Karangploso (Parjo), dan tim keamanan (PAMDAL), serta seluruh elemen yang telah membantu, yang bekerja di balik layar dan tidak dapat disebutkan satu persatu.
Perayaan Sakramen Krisma ini merupakan momen penting dalam perjalanan iman umat Paroki Kalasan. Sebagai kepenuhan inisiasi, mari kita rayakan Sakramen Krisma ini sebagai penanda semangat iman dalam kehidupan sehari-hari bahwa kita telah dikuatkan dan diteguhkan dalam Roh Kudus. Maka mari kita menanggapi panggilan-Nya untuk menjadi murid Kristus yang siap bersaksi di tengah dunia. Amin.
Sore hari pada Kamis, 4 September 2025 terasa semakin mendebarkan bagi para calon penerima Sakramen Krisma. Gereja Paroki Maria Marganingsih Kalasan kali ini menggelar Triduum III sebagai bagian dari seluruh rangkaian persiapan penerimaan Sakramen Penguatan yang akan diterimakan pada Sabtu, 6 September 2025 secara langsung oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Kegiatan ini merupakan momen penting bagi para calon penerima sakramen sebab tidak hanya memperkuat kesiapan batin para calon, melainkan turut memberikan bekal mengenai teknis pelaksanaan penerimaan Sakramen Krisma agar nantinya berjalan dengan lancar.
Dalam suasana hening dan penuh harap, kegiatan dibuka dengan doa bersama. Para calon kembali dikuatkan untuk merenungkan makna sakramen yang akan diterima dan membuka hati untuk menerima karya Roh Kudus dalam hidup mereka. Doa bersama yang dilakukan menjadi ruang kebersamaan spiritual antar calon penerima untuk menguatkan langkah satu sama lain menuju Sabtu penuh rahmat.
Setelah dilakukan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan gladi bersama yang melibatkan seluruh calon penerima sakramen, tim liturgi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA), dan Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. Gladi bersama mencakup simulasi tata perayaan sejak prosesi perarakan, pembacaan sabda, hingga momen yang sangat dinanti, yaitu prosesi penerimaan sakramen. Sebagai tuan rumah, tim liturgi GMBA telah bekerja dengan penuh semangat guna memastikan setiap elemen berjalan selaras mendukung momen penting nanti. Keterlibatan calon penerima dalam gladi juga dimaksudkan agar mereka siap baik secara teknis, maupun secara batin karena tidak hanya berlatih, melainkan turut diajak untuk menghayati setiap gerak dan ucapan sebagai bagian dari wujud iman mereka.
Triduum kali ini tidak hanya sebatas tentang persiapan, tetapi bagian dari pembentukan iman. Melalui doa bersama dan gladi bersama yang dilakukan, para calon penerima sakramen diharapkan dapat menyatukan diri secara penuh dalam semangat pelayanan dan penghayatan iman sebagai wujud karya Roh Kudus dalam diri mereka. Mari kita dukung dalam doa agar perayaan Sakramen Krisma dapat berjalan dengan khidmat dan lancar, serta menjadi momen yang hidup dan memperbarui seluruh umat Allah.
Semakin dekat, hari ini menandai langkah mantap bagi para calon penerima Sakramen Krisma. Gereja Paroki Maria Marganingsih Kalasan pada Senin, 1 September 2025 melaksanakan Triduum I yang bertempat di Gereja Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo. Kegiatan tersebut mengawali Triduum menuju penerimaan Sakramen Krisma yang akan dilangsungkan pada Sabtu, 6 September 2025 nanti. Sebagai pemandu, Bapak Felix Sukardi mengajak dan membimbing calon penerima sakramen krisma untuk memohon tujuh karunia Roh Kudus.
Apa itu Triduum?
Kata “Triduum” berasal dari bahasa Latin yang merupakan gabungan dari kata “tri-” yang berarti “tiga” dan “dies” yang berarti “hari”. Secara harfiah, Triduum bermakna “tiga hari” dan dalam konteks Gereja Katolik, Triduum merujuk pada tiga hari menjelang suatu perayaan penting yang dipenuhi dengan persiapan rohani. Pada konteks Sakramen Krisma, Triduum dimaknai sebagai tiga hari persiapan rohani bagi calon penerima sakramen untuk mempersiapkan hati sebelum menerima perutusan sebagai saksi Kristus melalui Sakramen Krisma. Triduum tersebut merupakan masa penting bagi para calon penerima Sakramen Krisma karena membantu para calon penerima sakramen untuk merenungkan makna Sakramen Krisma secara lebih dalam dan memohon bimbangan serta karunia Roh Kudus dalam hati mereka.
Pada Triduum I ini, fokus utama adalah membuka hati para calon penerima Sakramen Krisma dengan mendoakan Doa Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus (PS. 93). Sebagai pemandu, Bapak Felix Sukardi mengajak calon penerima sakramen untuk memohon kehadiran Roh Kudus agar menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini. Tujuh Karunia Roh Kudus tersebut yaitu: 1. Roh Kebijaksanaan, agar dapat memandang berbagai hal dengan terang Illahi; 2. Roh Pengertian, dalam memahami kebenaran iman dalam keseharian; 3. Roh Nasihat, untuk membimbing menuju jalan hidup seturut kehendak Allah; 4. Roh Keperkasaan, agar senantiasa teguh dalam iman; 5. Roh Pengenalan akan Allah, supaya kian dekat dengan kemuliaan-Nya; 6. Roh Kesalehan, mohon hidup dalam kasih dan hormat kepada Allah; 7. Roh Takut akan Allah, agar senantiasa tunduk dalam kuasa dan kebesaran Allah.
Kegiatan Triduum I ini berperan penting dalam memantapkan hati para calon penerima sakramen karena Sakramen Krisma tidak sebatas sebagai tahapan dalam kehidupan Gereja Katolik, melainkan sebuah perutusan untuk menjadi Garam dan Terang di dunia.
Menghitung Hari Menuju Sakramen Krisma 2025
Kegiatan menuju Sakramen Krisma telah dimulai sejak Rekoleksi yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Syantikara Youth Center sebagai momen pembuka pembinaan rohani secara intensif dalam mempersiapkan calon penerima sakramen. Selanjutnya, rangkaian dilanjutkan dengan Penguatan oleh Romo Paroki, yakni Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., dan Ujian Tulis pada Minggu, 31 Agustus 2025. Rangkaian Triduum dilaksanakan pada 1-3 September 2025 untuk mempersiapkan batin para calon penerima Sakramen Krisma secara lebih matang. Selain itu, pada Rabu, 3 September 2025 turut dilaksanakan Pembekalan Wali Krisma. Puncaknya, yakni Penerimaan Sakramen Krisma yang dilaksanakan pada Sabtu, 6 September 2025 di GMBA Maguwo.
Seluruh rangkaian menuju penerimaan Sakramen Krisma dirancang untuk membekali calon penerima secara menyeluruh baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual agar siap menerima rahmat karunia besar dalam Sakramen Krisma. Semoga melalui rangkaian tersebut, para calon penerima Sakramen Krisma dapat melangkah dengan mantap sebagai Saksi Kristus yang penuh sukacita dan tanggung jawab. Mari kita turut menyongsong sukacita dan mendoakan para calon penerima Sakramen Krisma agar dapat mengikuti dengan baik dan menjadi garam dan terang dunia, mewartakan kasih Kristus di tengah keluarga, sekolah, lingkungan kerja, maupun masyarakat luas.
Dokumentasi kegiatan Triduum I Krisma 2025 dapat diakses melalui tautan berikut:
Kegiatan PIA pada Minggu, 8 Juni 2025 memiliki nuansa berbeda pada pertemuan PIA pada umumnya. Biasanya, kegiatan PIA bersama kakak-kakak pendamping sedangkan pada pertemuan ini bersama “Bunda-Bunda” karena kegiatan PIA kali ini berkolaborasi bersama dengan Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA). Jangan salah, kegiatan PIA tetap berlangsung dengan gembira karena semangat muda para Ibu-ibu ini.
Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkenalkan Maria Bunda Allah kepada anak-anak dalam momentum HUT GMBA serta sebagai pengingat akan Bulan Maria yang dirayakan pada bulan Mei yang lalu. Pada kegiatan PIA ini, anak-anak dikenalkan dengan Bunda Maria sebagai Bunda Allah serta bentuk-bentuk devosi yang dapat dilakukan kepada Maria Bunda Allah. Maria sebagai Bunda Allah memiliki peran yang istimewa dalam rencana keselamatan Allah. Maria menerima dirinya untuk mengandung Yesus melalui kuasa Roh Kudus dan mendampingi-Nya hingga wafat di kayu salib, menjadi teladan dalam menerima kehendak Allah dalam hidup kita.
Devosi kepada Maria Bunda Allah mengajak kita untuk semakin dekat dengan Maria dalam karya keselamatan Allah dan mendekatkan diri kepada Yesus Kristus Sang Putra. Setelah melihat tayangan singkat tentang devosi kepada Maria Bunda Allah, Ibu Lia, sebagai pemateri memberikan pengenalan tentang doa Rosario mulai dari runtunan doa hingga manfaatnya yang begitu besar kepada kita. Melalui Rosario, anak-anak diajak untuk merenungkan kehidupan Yesus bersama Maria Bunda-Nya. Anak-anak juga diberikan Rosario untuk memperdalam iman dan menguatkan kekuatan spiritual mereka melalui Devosi Maria.
Anak-anak sangat antusias untuk menyimak dan menjawab pertanyaan. Banyak hadiah menarik yang dibagikan kepada anak-anak, tidak hanya Rosario, tetapi ada alat tulis dan hingga Kalung Salib. Sebagai penyemangat, anak-anak juga diajak untuk melakukan gerak & lagu “Bunda Maria” melalui tayangan video.
Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi bersama Tim Liturgi dan Tim Sosial Paguyuban Ibu-Ibu Stasi GMBA yang telah menghadirkan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam memahami dan mendalami iman mereka. Semoga kehadiran “Bunda-Bunda” ini dalam kegiatan PIA dapat menyalurkan semangat untuk menerima diri dalam panggilan karya keselamatan Allah dalam diri anak-anak layaknya Bunda Maria. Tak lupa, terima kasih banyak kepada donatur dan lingkungan yang telah mendukung kelancaran kegiatan PIA kali ini. Berkah Dalem.
Satu demi satu, jajanan favorit anak-anak dan telur asin tertata cantik lengkap dalam besek dan terbungkus rapi, tak lupa berhiaskan pita dan ucapan Happy Easter. Parsel cantik siap memeriahkan sukacita Paskah di hati anak-anak. Dengan penuh semangat, para emak-emak hebat mempersiapkan parsel-parsel itu hingga sampai di tangan anak-anak selepas Perayaan Malam Paskah. Tanpa lelah, ibu-ibu yang tergabung dalam Sahabat PIA St. Angelus GMBA berkumpul di ruang perpustakaan untuk mengemas setiap komponen menjadi parsel yang utuh.
Pada Rabu, 16 April 2025, ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Sahabat PIA (Sapi) dengan penuh semangat mengemas parsel paskah bersama-sama. Tidak tanggung-tanggung, parsel yang dikemas mencapai lebih dari 200 pcs! Parsel-parsel ini dibuat berdasarkan pesanan umat dalam rangka penggalangan dana kegiatan Paskah Bersama PIA St. Angelus di Minggu, 27 April 2025. Tidak hanya gotong-royong untuk mengumpulkan dana, kegiatan mengemas parsel ini ternyata turut menghadirkan semangat kebersamaan. Mengemas bersama, menghias bersama, hingga karaoke bersama. Ternyata pilihan lagu yang mengiringi menunjukkan ragam generasi yang terlibat, termasuk Ibu Mia dengan lagu Vina Panduwinata andalanya tentu berbeda dengan lagu Rose & Bruno Mars yang booming saat ini hahaha. Sesekali bersenda gurau sambil menyantap cemilan yang disiapkan bersama, suasana hangat tercipta hingga tak terasa waktu berjam-jam sudah berlalu.
Setelah berjibaku bersama memasukkan setiap ‘kondimen’ dalam parsel, akhirnya lebih dari 200 parsel sudah dikemas dengan cantik nan apik. Kegiatan dana usaha parsel Paskah ini dikoordinasikan oleh Koordinator Sapi, yaitu Mbak Nita & Mbak Vera.
Emak Kuat & Hebat Palugada GMBA
Terima kasih banyak kepada segenap ibu-ibu yang telah berpartisipasi, mengerahkan tenaga dan meluangkan waktu di tengah gempuran sibuknya persiapan Paskah maupun rutinitas. Sambil wira-wiri gendong anak? Tetap gass pol, ya Mbak Nita! Bahkan ada emak-emak yang masih berseragam, langsung bergegas membantu mengemas parsel! Asal jangan minta tepuk Pramuka yaa Mbak Vera, hehehe. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kegiatan PIA kedepan, serta mewujudkan pelayanan Gereja yang solid!
Paskah merupakan momen penuh sukacita bagi kita, termasuk bagi anak-anak. Sukacita paskah menggambarkan kemenangan perjuangan atas maut & dosa yang perlu dirayakan dengan syukur dan pengharapan. Paskah PIA St. Angelus 2025 yang diadakan pada Minggu, 27 April 2025 dengan tajuk Bangkit, Bersama, dan Bersukacita, Tim Pelayanan PIA mengajak anak-anak untuk menikmati momen Paskah sebagai suatu rangkaian perjuangan menuju kemenangan. Kegiatan Paskah bersama dikemas dalam tiga kegiatan utama, yakni Fun Games, Egg Hunt, hingga Easter Activity. Tidak hanya dikemas agar menarik dan menyenangkan bagi anak, teman-teman Pendamping PIA turut berupaya mengenalkan makna setiap perayaan dalam menyongsong Paskah, seperti Minggu Palma, Kamis Putih, hingga Jumat Agung.
Kegiatan yang dipandu oleh duo atta sebagai MC, yakni Kak Dominicus Artha (Atta) dan Kak Maria Stella Vita Maharani (Ata), secara meriah dibuka dengan menyanyikan lagu “Ikutlah PIA” dan “Adalah Sukacita”. Kak Putra dan Kak Rachel sebagai animator membangkitkan semangat anak-anak dalam bernyanyi dan mengikuti gerakan tarian. Setelah dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Rendra, MC memberikan pengantar singkat dan kuis untuk memberikan gambaran umum mengenai kegiatan dan makna paskah yang dirayakan bersama ini. Dinamika kegiatan terbagi dalam dua kelompok peserta, yakni kelas kecil untuk anak-anak usia Pra-TK & TK sedangkan kelas besar untuk anak-anak yang sudah memasuki bangku Sekolah Dasar.
Fun Games: Semangat Kebersamaan & Makna Perjuangan
Kegiatan pertama yakni Fun Games, baik bagi peserta kelas kecil maupun kelas besar. Anak-anak diajak untuk memaknai nilai-nilai dalam rangkaian pekan suci paskah mulai dari minggu palma, kamis putih, hingga jumat agung. Permainan pertama merupakan implementasi nilai-nilai minggu palma yang mencirikan kebersamaan, kerja sama, dan harmoni selayaknya seluruh elemen gotong royong menyambut Yesus di Yerusalem. Pada permainan pertama, peserta kelas kecil diajak untuk bersama-sama menuangkan idenya dengan menggambar menggunakan kapur dengan media berupa paving block yang ada di parkiran belakang GMBA, sedangkan peserta kelas besar memainkan permainan “Jembatan Palma” di Pos 1, yakni Pos Minggu Palma bersama dengan Kak Kian. Aktivitas tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dalam diri anak-anak bahwa tujuan maupun hal baik dapat dicapai bersama-sama.
Permainan kedua mengadopsi makna perayaan Kamis Putih, yakni Kesetiaan & Melayani melalui permainan estafet lingkaran bergandengan dan Pos 2 berupa “Jalan Kemenangan” bersama Kak Vano. Anak-anak diajak untuk setia mendukung teman dan melayani agar dapat mencapai tujuan dan menghalau rintangan. Perayaan Jumat Agung yang menunjukkan semangat rela berkorban dan perjuangan dikemas melalui Pos 3 bersama Kak Nadia berupa “Menara Air” dan permainan memasukkan ring. Anak-anak diajak untuk berani ambil bagian dalam mewujudkan kemenangan, meskipun harus berkorban dengan menjadi basah di Pos Menara Air. “Basah? Siapa takut!” Mungkin itulah yang terbersit dalam pikiran Jaszon. Meskipun berperan pemain yang bertugas mengisikan air, Jaszon tetap basah kuyup karena membasahi dirinya sendiri agar kompak dengan teman-temannya yang berperan menahan air agar tidak tumpah.
Egg Hunt! Petualangan Mencari Telur
Setelah puas bermain, saatnya berpetualang dengan mencari telur paskah! Peserta kelas besar mencari telur di area lorong hingga teras depan, sedangkan peserta kelas kecil mencari telur di area parkiran belakang. Telur yang melambangkan kehidupan baru, menjadi pengingat bagi anak-anak bahwa harapan akan selalu ada setelah masa-masa sulit, seperti kebangkitan Yesus setelah wafat-Nya di salib.
Kegiatan terakhir, yakni merayakan kebangkitan Yesus dengan menghias ‘telur’ sebagai simbol kehidupan baru dengan media berbeda. Media berupa puzzle kertas untuk peserta kelas besar dan roti untuk peserta kelas kecil, jangan dimakan dulu yaa adik-adik! Seluruh rangkaian yang telah dilalui, tidak lengkap tanpa adanya apresiasi kepada para peserta. Setelah melalui berbagai rintangan, tantangan, dan upaya, tak lupa dilakukan pemberian hadiah kepada Tim Terbaik untuk peserta kelas besar dan Kreasi Terbaik untuk peserta kelas kecil. Semoga melalui kegiatan Paskah PIA St. Angelus 2025 ini, anak-anak dapat semakin mengenal dan memahami makna Paskah yang selalu dinantikan dan dirayakan setiap tahunnya. Sebagai ‘ritual’ wajib, kegiatan ditutup dengan foto bersama untuk mengabadikan momen indah ini.
Terima kasih banyak kepada para Pendamping PIA, Sahabat PIA, Orang Tua dan segenap Dewan Pastoral Stasi yang sudah mempersiapkan dan mendukung kegiatan Paskah PIA St. Angelus 2025 sehingga dapat berjalan dengan lancar dan asyik!
[DOKUMENTASI KEGIATAN]
Dokumentasi kegiatan dapat diakses melalui tautan berikut ini:
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo