Pada tanggal 31 Desember 2019, pukul 21.00 WIB,
diselenggarakan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Rm. AR Yudono
Suwondo Pr., bertujuan untuk merayakan Pesta Santa Maria Bunda Allah sebagai Pelindung dan Nama Gereja Katolik
Maguwo, sekaligus mengucap syukur atas seluruh perjalanan hidup di tahun 2018
dan menyambut tahun yang baru, 2019.
Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan acara Pesta Umat di
halaman Gazebo. Acara pesta umat dipersiapkan oleh ibu-ibu Stasi Maguwo bersama Panitia Natal dan Pesta Nama 2018.
Acara pisah sambut tahun 2018/2019 diisi dengan beberapa acara, antara lain, sambutan oleh Ketua Dewan Stasi, Bapak Arief Subyantoro, Penerimaan Anggota Putra Altar Baru oleh Rm. Suwondo, Pr. Para musikus OMK dan RBM dengan penuh semangat menyajikan lagu-lagu hiburan. Menjelang pergantian tahun, semua hadirin diajak merefleksikan perjalanan hidupnya dalam tahun 2018 yang dipandu oleh mas Arsenius Danang Afriady. Ketika jarum jam menunjuk pukul 00.00, sekitar 60-an OMK dan RBM menyambut tahun baru dengan kembang api dan tari-tarian, dilanjutkan dengan bakar-bakaran dan nonton bareng sampai pkl 06.00.
OMK dan RBM Stasi MBA MaguwoBerpose sebelum bakar-bakaran
Acara Jagong Bayi
adalah suatu acara tirakatan yang diprakarsai oleh Rm. Robertus Buddiharyana,
Pr., Pastor Kepala Paroki Marganingsih Kalasan. Acara tersebut sudah
dilaksanakan sejak Natal 2017 yang lalu. Tradisi tersebut masih dilaksanakan
oleh umat Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo. Acara tersebut oleh Bidang
Liturgi dikemas dalam bentuk doa dan ramah tama. Tujuan dilaksanakan acara
jagong bayi yakni mengajak umat untuk menghayati kesederhanaan yang dijalani
Keluarga Kudus Nazareth, meningkatkan pemahaman umat akan spiritualitas Gereja
Santa Maria Bunda Allah Maguwo, yakni, Per
Mariam Ad Jesum.
Acara Jagong Bayi dikoordinasi oleh para Ketua Wilayah, yakni Bapak Sudhiarto untuk Wilayah Sang Timur, Ibu Rose Pandanwangi untuk Wilayah Yohanes de Britto, Ibu Agatha Ayiek Sayekti untuk Wilayah Ignatius Loyola, dan Bapak Yohanes Suyanto untuk Wilayah Yohanes Don Bosco.
Wilayah Sang Timur meliputi Lingkungan Gregorius, Bartholomeus dan Stefanus melaksanakan acara jagong bayi pada tanggal 26 Desember 2018. Acara tersebut dimulai dengan doa bersama di depan Palungan Bayi Yesus, dan dilanjutkan dengan ramah tama di halaman Gazebo. Acara ramah tama selain makan bersama, diisi pula dengan sambutan Ketua Wilayah, Persiapan Panitia Paskah 2019, Persiapan Pergantian Ketua Wilayah, Penggalangan Dana Bantuan dari masing-masing Lingkungan. Acara tersebut diikuti oleh 33 orang umat dari Wilayah terkait.
Umat Wilayah Sang Timur
Pada tanggal 27 Desember 2018 120 orang umat dari Wilayah Yohanes de Britto yang meliputi Lingkungan St.M. Assumpta, St. M.Immaculata, St. Yusup, dan Brayat Minulya merayakan pesta Natal bersama yang diawali dengan doa di depan Palungan Bayi Yesus. Doa dipimpin oleh para Prodiakon dan perwakilan Susteran Dominican (OP).
Umat Yoh de Britto
Pesta Natal bersama dilanjutkan di halaman Gazebo. Selain ramah tama, ada beberapa kegiatan yang mewarnai acara tersebut, antara lain, pemotongan tumpeng dan kembul bersama, pembagian doorprize, ddengan hiburan organ tunggal.
Wilayah Ignatius Loyola yang terdiri dari Lingkungan Fransiscus Asisi, Elisabeth dan Yohanes Pembaptis melaksanakan doa di depan Palungan pada tanggal 28 Desember 2018. Acara jagong bayi yang dihadiri oleh 195 orang umat tersebut, dilanjutkan dengan ramah tama di halaman Gazebo.
Umat Ign Loyola
Acara ramah tama diisi dengan pentas drama yang dikemas dalam alur cerita yang diwarnai oleh kor anak-anak dan line dance OMK serta ibu-ibu. Umat yang hadir semakin antusias dan bersukacita ketika dibagi parcel Natal bagi anak-anak PIA, dan doorprize bagi para hadirin.
Meski sedang diterpa suasana duka karena harus berpisah dengan salah seorang umat Wilayah Yohanes Don Bosco yang dipanggil menghadap Tuhan, sejumlah kecil umat masih setia melambungkan doa di depan Palungan Bayi Yesus. Tanggal 29 Desember 2018 merupakan kesempatan bagi Wilayah Yohanes Don Bosco yang meliputi Lingkungan St. Petrus, Paulus, Monica dan Theresia untuk melaksanakan jagong bayi. Acara doa di depan Palungan dilanjutkan di dalam Gazebo. Sambil berbincang-bincang, umat yang hadir menikmati snack. Suatu penghayatan kesederhanaan penuh legawa.
Pendampingan Iman Anak yang berusia membutuhkan serangkaian pendekatan, strategi, fasilitas dan dukungan dari berbagai pihak terkait. Tim Kerja PIA Stasi Maria Bunda Allah Maguwo telah menyusun berbagai kegiatan anak-anak PIA usia 06 – 10 tahun setiap Hari Minggu. Tidak sedikit anak-anak usia dini juga ikut bergabung. Para pendamping PIA selalu merancang kegiatan pendampingan yang menghantarkan anak-anak mengalami sukacita penuh ceria. Setiap Minggu ke tiga dalam bulan, setelah komuni anak-anak PIA diberi kesempatan untuk membawakan satu lagu di depan Altar. Inilah sukacita yang diekspresikan anak-anak PIA Maguwo.
Damai dan
sukacita merupakan hikmat yang didambakan oleh semua umat Kristiani dalam
Perayaan Natal. Dalam suasana peringatan kelahiran Sang Juru Selamat, umat
Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengalami kembali situasi saat Yesus dilahirkan
ke dunia. Misa Malam Natal, 24 Desember 2018, yang dipimpin oleh Rm. Paulus
Bambang Irawan, SJ., diawali dengan Mahklumat
Kelahiran Yesus yang dilantunkan oleh bpk. Th. Eko Purwanto.. Sesaat
kemudian, diiringi Lagu Bethlehem Brikan Pintumu, dengan penuh
ketabahan Yoseph dan Maria mencari
tempat perlidungan bagi mereka di malam yang dingin, sambil melangkah menuju
pintu utama gereja. Hanya sebuah tempat
sederhana yang terletak di pinggir kota Bethlehem nampak menjadi pilihan
terbaik. Akhirnya Yoseph dan Maria
diantar oleh Romo, Putra Altar dan para petugas lainnya menuju sebuah
rumah bergaya Papua, tempat hewan ternak berlindung, Dalam sebuah palungan
Patung Kanak-Kanak Yesus dibaringkan.
Romo,
Putra Altar, dan para petugas liturgi lainnya lalu berarak menuju Altar untuk
melanjutkan Perayaan Ekaristi Kudus. Perarakan tersebut diiringi lagu Gloria yang dinyanyikan dengan penuh
sukacita dan gegap-gempita oleh Anak-Anak PIA Angelus Maguwo (35 anak) bersama
kelompok Koor dari Wilayah Ign. Loyoya, Yohanes Don Bosco, dan Sang Timur. Pada
penghujung homilinya, Romo P. Bambang Irawan, SJ., mempersilahkan anak-anak PIA
Angelus untuk mempersembahkan 3 (tiga) buah lagu di depan Altar, antara lain, Oalala Sint Nicholas, Feliz Navidad, dan Lonceng Natal. “Mereka adalah
masa depan Gereja” pungkas Romo mengakhiri homilinya.
Perayaan
Natal merupakan perayaan penuh sukacita bagi seluruh umat, terutama bagi
anak-anak. Pada malam yang damai tersebut, anak-anak PIA dan PIUD berbaris
berdua-dua sambil membawa persembahan mereka masing-masing bagi Kanak-Kanak
Yesus untuk menerima berkat dari Romo. Setelah menerima berkat, masing-masing
mereka diberi Parcel Natal, hadiah dari Umat Stasi Maguwo, melalui tangan dua
orang Sinterklas (Aremba dan Reno).
Sukacita di malam Natal tersebut diungkapkan kembali oleh anak-anak PIA
Angelus bersama koor wilayah dalam lagu Transeamus.
Setelah berkat penutup, umat meninggalkan gereja dengan wajah penuh damai, bersalam-salaman dengan penuh sukacita. Damai bagi Surga dan Dunia. Gloria in Excelsis Deo.
PIA Angelus Gereja Maria Bunda Allah MaguwoMereka adalah masa depan GerejaPembagian Parcel oleh SinterklasPara Putra Altar yang selalu ceriahPara Prodiakon dan para Suster, Lektor yg setia melayani umat
Dalam rangka menjaga kesinambungan program kerja dari Tim Kerja PSE, Bidang Kemasyarakatan Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo, Paroki Marganingsih Kalasan Yogyakarta, maka Tim Kerja PSE telah memfasilitasi berdirinya IKM (Industri Kecil dan Menengah) MENTARI (Menata Hari). Para peserta pelatihan pembuatan Krupuk Sayur dan Vegecandy telah membentuk kelompok-kelompok IKM. IKM MENTARI berperan sebagai IKM Sentra, sedangkan Kelompok-Kelompok IKM menjadi Mitra dari IKM Sentra. IKM-IKM Mitra diwajibkan untuk menjual hasil produksinya kepada IMK Sentra, sehingga pemasaran dan penjualan hanya lewat satu pintu.
Pendirian IKM MENTARI memiliki tujuan, antara lain,
Memotivasi
dan mendorong para ibu Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo untuk berkreasi dan
berinovasi dalam membuat aneka produk vegecandy yang menggunakan bahan utama
sayur dan buah;
Menampung
dan menjual hasil produksi IKM-IKM Mitra sebagai suatu bentuk kerjasama;
Meningkatkan
kesejahteraan umat Stasi Maria Bunda Allah Maguwo, terutama anggota IKM Mitra.
Narasumber: M.Octavia S. Padmini (Ka Bidang Kemasyarakatan).
Mitra (Anggota) IKM Mentari bersama ibu Ratna (berhijab), tentor pelatihan, dan Ibu M. Octavia S. Padmini, Ketua Bid Kemasyarakatan
Vegetarian
Candy merupakan produk permen yang dibuat dari sayuran dan buah. Mengapa buah
dan sayuran dibuat menjadi permen? Sayuran dan buah-buahan merupakan bahan
pangan yang bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung gizi , antara lain
vitamin A, C dan mineral yang cukup tinggi. Namun banyak orang yang tidak
senang mengkonsumsi buah dan sayur, terutama anak-anak. Alternatif pengganti
asupan sayur dan buah bagi anak yang sulit makan buah dan sayur adalah Vegecandy. Tidak hanya kalangan
anak-anak yang menyukai vegecandy, kaum
muda dan bahkan kalangan semua umur juga
menyukainya. Vege candy menjadi alternative
pengganti permen dan sejenisnya yang terbuat dari pewarna, perasa, dan pemanis buatan serta
bahan pengawet.
Ditinjau dari segi kesehatan, usaha produksi vegecandy,
yakni permen yang berasal dari sayuran dan buah dalam kemasan yang cantik dan
memenuhi selera kekinian, nampak memiliki peluang ekonomis yang menjanjikan. Produk
tersebut memiliki aroma yang khas dan membangkitkan selera. Ada dua jenis
vegecandy, yakni vegecandy sayur dan vegecandy buah. Sayuran yang
dipergunakan untuk membuat vegecandy sayur, antara lain, brokoli, bayam,
kangkung, kelor, dan wortel. Buah-buahan yang dipergunakan untuk membuat
vegecandy buah, antara lain, mangga, nanas, jambu, pisang, dan jeruk.
Sayur-sayur tersebut dapat juga dipergunakan sebagai
bahan untuk memproduksi kerupuk dengan beberapa variasi. Krupuk sayur sangat
disukai anak-anak, kaum muda, dan orangtua. Selain sebagai pelengkap hidangan
makan, krupuk sayur juga sebagai makanan camilan. Dengan mempergunakan variasi
bahan aditif alami, jenis krupuk sayur akan mampu menggugah selera konsumen.
Untuk meningkatkan perekonomian umat Stasi St. Maria
Bunda Allah Maguwo, Tim Kerja PSE, Bidang Kemasyarakatan, telah
menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Krupuk Sayur dan Vegecandy. Pelatihan
pembuatan Vegecandy diselenggarakan pada tanggal 01 Desember 2018. Tentor
pelatihan tersebut adalah ibu Ratna Prawira, Ketua KWT (Kelompok Wanita Tani)
Seruni, Berbah, Sleman.
Usaha
ini digerakkan oleh warga atau umat di stasi Maria Bunda Allah Maguwo, Paroki
Marganingsih Kalasan. Dipelopori oleh timja PSE bidang Kemasyarakatan yang
didukung oleh ibu-ibu paguyuban Stasi Maria Bunda Allah Maguwo, bertindak
sebagai UKM SENTRA. Tujuan usaha ini antara lain: 1) memotivasi dan menggerakan
ibu-ibu stasi untuk berkreasi dan berinovasi membuat aneka produk permen dari
buah dan sayur, 2) Mendirikan UKM mitra dan menciptakan kerjasama antar UKM
mitra dan kerjasama antara UKM mitra dengan UKM sentra, 3) Meningkatkan
kesejahteraan umat di Stasi Maria Bunda Allah
Pembuatan aneka permen pada dasarnya sama, yaitu bahan sayur dan buah diblender. Ditambah air yang dibuat untuk memanaskan agar-agar. yang sudah ditambah agar-agar. Agar-agar satu bungkus dimasak dengan ditambah gula sesuai selera. Kemudian sayur dan buah di jus, dituang ke nampan/Loyang dan ditunggu sampai sampai mengental. Langkah selanjutnya bahan permen dipotong dengan aneka bentuk sesuai kreasi masing-masing dan dijemur dibawah matahari selama dua hari, kemudian ditambah gula es dan lanjut dijemur lagi 2-3 hari tergantung dari bahan dasar yang digunakan. Vegecandy siap dikemas dan dipasarkan.