NATALAN WILAYAH DAN JAGONG BAYI


 Acara Jagong Bayi adalah suatu acara tirakatan yang diprakarsai oleh Rm. Robertus Buddiharyana, Pr., Pastor Kepala Paroki Marganingsih Kalasan. Acara tersebut sudah dilaksanakan sejak Natal 2017 yang lalu. Tradisi tersebut masih dilaksanakan oleh umat Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo. Acara tersebut oleh Bidang Liturgi dikemas dalam bentuk doa dan ramah tama. Tujuan dilaksanakan acara jagong bayi yakni mengajak umat untuk menghayati kesederhanaan yang dijalani Keluarga Kudus Nazareth, meningkatkan pemahaman umat akan spiritualitas Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo, yakni, Per Mariam Ad Jesum.

Acara Jagong Bayi dikoordinasi oleh para Ketua Wilayah, yakni Bapak Sudhiarto untuk Wilayah Sang Timur, Ibu Rose Pandanwangi untuk Wilayah Yohanes de Britto, Ibu Agatha Ayiek Sayekti untuk Wilayah Ignatius Loyola, dan Bapak Yohanes Suyanto untuk Wilayah Yohanes Don Bosco.

Wilayah Sang Timur meliputi Lingkungan Gregorius, Bartholomeus dan Stefanus melaksanakan acara jagong bayi pada tanggal 26 Desember 2018. Acara tersebut dimulai dengan doa bersama di depan Palungan Bayi Yesus, dan dilanjutkan dengan ramah tama di halaman Gazebo. Acara ramah tama selain makan bersama, diisi pula dengan sambutan Ketua Wilayah, Persiapan Panitia Paskah 2019, Persiapan Pergantian Ketua Wilayah, Penggalangan Dana Bantuan dari masing-masing Lingkungan. Acara tersebut diikuti oleh 33 orang umat dari Wilayah terkait.

Umat Wilayah Sang Timur

Pada tanggal 27 Desember 2018 120 orang umat dari Wilayah Yohanes de Britto yang meliputi Lingkungan St.M. Assumpta, St. M.Immaculata, St. Yusup, dan Brayat Minulya merayakan pesta Natal bersama yang diawali dengan doa di depan Palungan Bayi Yesus. Doa dipimpin  oleh para Prodiakon dan perwakilan Susteran Dominican  (OP).

Umat Yoh de Britto

Pesta Natal bersama dilanjutkan di halaman Gazebo. Selain ramah tama, ada beberapa kegiatan yang mewarnai acara tersebut, antara lain, pemotongan tumpeng dan kembul bersama, pembagian doorprize,  ddengan hiburan organ tunggal.

Wilayah Ignatius Loyola yang terdiri dari Lingkungan Fransiscus Asisi, Elisabeth dan Yohanes Pembaptis melaksanakan doa di depan Palungan pada tanggal 28 Desember 2018. Acara jagong bayi yang dihadiri oleh 195 orang umat tersebut, dilanjutkan dengan ramah tama di halaman Gazebo.

Umat Ign Loyola

Acara ramah tama diisi dengan pentas drama yang dikemas dalam alur cerita yang diwarnai oleh kor anak-anak dan line dance OMK serta ibu-ibu. Umat yang hadir semakin antusias dan bersukacita ketika dibagi parcel Natal bagi anak-anak PIA, dan doorprize bagi para hadirin.

Meski sedang diterpa suasana duka karena harus berpisah dengan salah seorang umat Wilayah Yohanes Don Bosco yang dipanggil menghadap Tuhan, sejumlah kecil umat masih setia melambungkan doa di depan Palungan Bayi Yesus. Tanggal 29 Desember 2018 merupakan kesempatan bagi Wilayah Yohanes Don Bosco yang meliputi Lingkungan St. Petrus, Paulus, Monica dan Theresia untuk melaksanakan jagong bayi. Acara doa di depan Palungan dilanjutkan di dalam Gazebo. Sambil berbincang-bincang, umat yang hadir menikmati snack. Suatu penghayatan kesederhanaan penuh legawa.

Umat Yoh. Don Bosco

A. Muda

MINGGU CERIA

Pendampingan Iman Anak yang berusia membutuhkan serangkaian pendekatan, strategi, fasilitas dan dukungan dari berbagai pihak terkait. Tim Kerja PIA Stasi Maria Bunda Allah Maguwo telah menyusun berbagai kegiatan anak-anak PIA usia 06 – 10 tahun setiap Hari Minggu. Tidak sedikit anak-anak usia dini juga ikut bergabung. Para pendamping PIA selalu merancang kegiatan pendampingan yang menghantarkan anak-anak mengalami sukacita penuh ceria. Setiap Minggu ke tiga dalam bulan, setelah komuni anak-anak PIA diberi kesempatan untuk membawakan satu lagu di depan Altar. Inilah sukacita yang diekspresikan anak-anak PIA Maguwo.

PERAYAAN MALAM NATAL, 24 DESEMBER 2018

YESUS KRISTUS

HIKMAT BAGI KITA

Damai dan sukacita merupakan hikmat yang didambakan oleh semua umat Kristiani dalam Perayaan Natal. Dalam suasana peringatan kelahiran Sang Juru Selamat, umat Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengalami kembali situasi saat Yesus dilahirkan ke dunia. Misa Malam Natal, 24 Desember 2018, yang dipimpin oleh Rm. Paulus Bambang Irawan, SJ., diawali dengan Mahklumat Kelahiran Yesus yang dilantunkan oleh bpk. Th. Eko Purwanto.. Sesaat kemudian,  diiringi Lagu Bethlehem Brikan Pintumu, dengan penuh ketabahan Yoseph dan Maria  mencari tempat perlidungan bagi mereka di malam yang dingin, sambil melangkah menuju pintu utama gereja.  Hanya sebuah tempat sederhana yang terletak di pinggir kota Bethlehem nampak menjadi pilihan terbaik. Akhirnya Yoseph dan Maria  diantar oleh Romo, Putra Altar dan para petugas lainnya menuju sebuah rumah bergaya Papua, tempat hewan ternak berlindung, Dalam sebuah palungan Patung Kanak-Kanak Yesus dibaringkan.

Romo, Putra Altar, dan para petugas liturgi lainnya lalu berarak menuju Altar untuk melanjutkan Perayaan Ekaristi Kudus. Perarakan tersebut diiringi lagu Gloria yang dinyanyikan dengan penuh sukacita dan gegap-gempita oleh Anak-Anak PIA Angelus Maguwo (35 anak) bersama kelompok Koor dari Wilayah Ign. Loyoya, Yohanes Don Bosco, dan Sang Timur. Pada penghujung homilinya, Romo P. Bambang Irawan, SJ., mempersilahkan anak-anak PIA Angelus untuk mempersembahkan 3 (tiga) buah lagu di depan Altar, antara lain, Oalala Sint Nicholas, Feliz Navidad, dan Lonceng Natal. “Mereka adalah masa depan Gereja” pungkas Romo mengakhiri homilinya.

Perayaan Natal merupakan perayaan penuh sukacita bagi seluruh umat, terutama bagi anak-anak. Pada malam yang damai tersebut, anak-anak PIA dan PIUD berbaris berdua-dua sambil membawa persembahan mereka masing-masing bagi Kanak-Kanak Yesus untuk menerima berkat dari Romo. Setelah menerima berkat, masing-masing mereka diberi Parcel Natal, hadiah dari Umat Stasi Maguwo, melalui tangan dua orang Sinterklas (Aremba dan Reno).  Sukacita di malam Natal tersebut diungkapkan kembali oleh anak-anak PIA Angelus bersama koor wilayah dalam lagu Transeamus.

Setelah berkat penutup, umat meninggalkan gereja dengan wajah penuh damai, bersalam-salaman dengan penuh sukacita. Damai bagi Surga dan Dunia. Gloria in Excelsis Deo.

PIA Angelus Gereja Maria Bunda Allah Maguwo
Mereka adalah masa depan Gereja
Pembagian Parcel oleh Sinterklas
Para Putra Altar yang selalu ceriah
Para Prodiakon dan para Suster, Lektor yg setia melayani umat


IKM MENTARI

Dalam rangka menjaga kesinambungan program kerja dari Tim Kerja PSE, Bidang Kemasyarakatan Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo, Paroki Marganingsih Kalasan Yogyakarta, maka Tim Kerja PSE telah memfasilitasi berdirinya IKM (Industri Kecil dan Menengah) MENTARI (Menata Hari). Para peserta pelatihan pembuatan Krupuk Sayur dan Vegecandy telah membentuk kelompok-kelompok IKM. IKM MENTARI berperan sebagai IKM Sentra, sedangkan Kelompok-Kelompok IKM menjadi Mitra dari IKM Sentra. IKM-IKM Mitra diwajibkan untuk menjual hasil produksinya kepada IMK Sentra, sehingga pemasaran dan penjualan hanya lewat satu pintu.

Pendirian IKM MENTARI memiliki tujuan, antara lain,

  1. Memotivasi dan mendorong para ibu Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo untuk berkreasi dan berinovasi dalam membuat aneka produk vegecandy yang menggunakan bahan utama sayur dan buah;
  2. Menampung dan menjual hasil produksi IKM-IKM Mitra sebagai suatu bentuk kerjasama;
  3. Meningkatkan kesejahteraan umat Stasi Maria Bunda Allah Maguwo, terutama anggota IKM Mitra.

Narasumber: M.Octavia S. Padmini (Ka Bidang Kemasyarakatan).

Mitra (Anggota) IKM Mentari bersama ibu Ratna (berhijab), tentor pelatihan, dan Ibu M. Octavia S. Padmini, Ketua Bid Kemasyarakatan

PELATIHAN VEGECANDY

VEGETARIAN CANDY (VEGECANDY)

Vegetarian Candy merupakan produk permen yang dibuat dari sayuran dan buah. Mengapa buah dan sayuran dibuat menjadi permen? Sayuran dan buah-buahan merupakan bahan pangan yang bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung gizi , antara lain vitamin A, C dan mineral yang cukup tinggi. Namun banyak orang yang tidak senang mengkonsumsi buah dan sayur, terutama anak-anak. Alternatif pengganti asupan sayur dan buah bagi anak yang sulit makan buah dan sayur adalah Vegecandy. Tidak hanya kalangan anak-anak yang menyukai vegecandy, kaum muda dan bahkan kalangan semua umur juga menyukainya. Vege candy menjadi alternative pengganti permen dan sejenisnya yang terbuat dari pewarna, perasa, dan pemanis buatan serta bahan pengawet.

Ditinjau dari segi kesehatan, usaha produksi vegecandy, yakni permen yang berasal dari sayuran dan buah dalam kemasan yang cantik dan memenuhi selera kekinian, nampak memiliki peluang ekonomis yang menjanjikan. Produk tersebut memiliki aroma yang khas dan membangkitkan selera. Ada dua jenis vegecandy, yakni vegecandy sayur dan vegecandy buah. Sayuran yang dipergunakan untuk membuat vegecandy sayur, antara lain, brokoli, bayam, kangkung, kelor, dan wortel. Buah-buahan yang dipergunakan untuk membuat vegecandy buah, antara lain, mangga, nanas, jambu, pisang, dan jeruk.

Sayur-sayur tersebut dapat juga dipergunakan sebagai bahan untuk memproduksi kerupuk dengan beberapa variasi. Krupuk sayur sangat disukai anak-anak, kaum muda, dan orangtua. Selain sebagai pelengkap hidangan makan, krupuk sayur juga sebagai makanan camilan. Dengan mempergunakan variasi bahan aditif alami, jenis krupuk sayur akan mampu menggugah selera konsumen.

Untuk meningkatkan perekonomian umat Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo, Tim Kerja PSE, Bidang Kemasyarakatan, telah menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Krupuk Sayur dan Vegecandy. Pelatihan pembuatan Vegecandy diselenggarakan pada tanggal 01 Desember 2018. Tentor pelatihan tersebut adalah ibu Ratna Prawira, Ketua KWT (Kelompok Wanita Tani) Seruni, Berbah, Sleman.

Usaha ini digerakkan oleh warga atau umat di stasi Maria Bunda Allah Maguwo, Paroki Marganingsih Kalasan. Dipelopori oleh timja PSE bidang Kemasyarakatan yang didukung oleh ibu-ibu paguyuban Stasi Maria Bunda Allah Maguwo, bertindak sebagai UKM SENTRA. Tujuan usaha ini antara lain: 1) memotivasi dan menggerakan ibu-ibu stasi untuk berkreasi dan berinovasi membuat aneka produk permen dari buah dan sayur, 2) Mendirikan UKM mitra dan menciptakan kerjasama antar UKM mitra dan kerjasama antara UKM mitra dengan UKM sentra, 3) Meningkatkan kesejahteraan umat di Stasi Maria Bunda Allah

Pembuatan aneka permen pada dasarnya sama, yaitu bahan sayur dan buah diblender. Ditambah air yang dibuat untuk memanaskan agar-agar. yang sudah ditambah agar-agar. Agar-agar satu bungkus dimasak dengan ditambah gula sesuai selera. Kemudian sayur dan buah di jus, dituang ke nampan/Loyang  dan ditunggu sampai sampai mengental. Langkah selanjutnya bahan permen dipotong dengan aneka bentuk sesuai kreasi masing-masing dan dijemur dibawah matahari selama dua hari, kemudian ditambah gula es dan lanjut dijemur lagi 2-3 hari tergantung dari bahan dasar yang digunakan. Vegecandy siap dikemas dan dipasarkan.

Narasumber: M.Octavia S. Padmini

Jadwal petugas liturgi Februari 2017

PETUGAS JUMAT I
03 FEBRUARI
MINGGU I
05 FEBRUARI
MINGGU II
12 FEBRUARI
MINGGU III
19 FEBRUARI
MINGGU IV
26 FEBRUARI
Pemimpin Rama Marcelo SVD Rm Embrosius Wignyo Sumantoro Pr Rm Laurentius Merdi Agus Nugroho Pr Rm Robertus Budi Haryana Pr Rm Mateus Mali CSsR
Prodiakon Sesuai jadwal Sesuai jadwal Sesuai Jadwal Sesuai Jadwal Sesuai jadwal
Putra Altar Raka, Octa(K)
Okta(B), Selvi
Keisha(K), Brian, Anas, Maurice Fabian, Rio, Dinda, Dani Vita, Yudha, Sari, Nyanya Wenzel, Riani, Reno, Adi
Lektor Maurice
Ibr 13:1-8
Noviyanti, Adimas
Yes 58:7-10
1Kor 2:1-5
Titien, Pak Eko
Sir 15:15-20
1Kor 2:6-10
Elisabeth Las,
Octa
Im 19:1-2.17-18
1Kor 3:16-23
Destia, Ibu Sandra
Yes 49:14-15
1Kor 4:1-5
Koor M Asumpta Fr Asisi St Petrus St Paulus M Immaculata
Tata Laksana St Yohanes Pembaptis St Gregorius St Bartholomeus Brayat Minulya St Monica
Pemazmur

Ibu Ismiatun (Brayat Minulya) Ibu Margaretha Retno Ibu Yuli
(M Assumpta)
Ibu Nikma Heru (Gregorius)
Parkir M Assumpta Yoh Pembaptis RBM Fr Asisi
 JADWAL PETUGAS GBM BULAN FEBRUARI 2017

Agustinus Adisutjipto: Bapak Penerbang Indonesia

Agustinus Adisutjipto

Agustinus Adisutjipto

Lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 3 Juli 1916 – meninggal di Bantul, Yogyakarta 29 Juli 1947 pada umur 31 tahun. Beliau adalah seorang Katolik, pahlawan nasional, dan seorang komodor udara Indonesia

Agustinus Adisutjipto sempat belajar di Sekolah Tinggi Kedokteran (Geneeskundige Hoge School) di Jakarta, tetapi tidak selesai. Kemudian ia memutuskan untuk pindah ke Sekolah Penerbang Militaire Luchtvaart di Kalijati. Selesai pendidikan ia bertugas di Squadron Pengintai Udara.

Sesudah Indonesia merdeka, ia menyumbangkan tenaga membina Angkatan Udara Republik Indonesia bersama S. Suryadarma, yang kemudian diangkat menjadi Kepala Staf AURI. Saat itu, tenaga penerbang sangat sedikit. Pesawat terbang hampir-hampir tidak ada, dan kalau pun ada sudah rongsokan. Teknisi-teknisi Indonesia berusaha memperbaiki pesawat tersebut. Tanggal 27 Oktober 1945, Adisutjipto berhasil menerbangkan sebuah pesawat. Penerbangan itu adalah penerbangan pertama yang dilakukan oleh putra Indonesia. Pada tanggal 1 Desember 1945 Adisutjipto mendirikan Sekolah Penerbang di Yogyakarta, tepatnya di Lapangan Udara Maguwo, yang kemudian diganti namanya menjadi Bandara Adisucipto, untuk mengenang jasa beliau sebagai pahlawan nasional. Di situ dididik kader-kader Angkatan Udara. Karena jasa-jasanya itu Adisutjipto disebut bapak Penerbang Indonesia.

Jabatan lain yang pernah dipegangnya ialah Wakil II Kepala Staf Angkatan Udara. Selain itu, pernah pula ditugasi ke India dan Filipina untuk mencari tenaga pelatih dan menyewa pesawat terbang. Di India, berkat bantuan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru, ia berhasil mengadakan perundingan dengan Patnaik yang kemudian bersedia menyewakan sebuat pesawat Dakota.

Agustinus Adisutjipto adalah pribadi yang mempunyai komitmen tinggi terhadap negara dan bangsa. Komitmen itu tidak lepas dari hidup imannya yang kuat. Iman kepada Kristus telah menggerakkan hidupnya untuk melayani dan mengabdi kepada sesama bangsa dan negara meski risiko besar harus ditanggung.

Marsekal Muda (Pur) Agustinus Adisutjipto akrab dipanggil Cip namun kemudian rekan-rekannya memanggilnya Pak Adi merupakan putra pertama dari lima bersaudara buah perkawinan Roewidodarmo dan Latifatun. Adisutjipto, sangat gemar bermain sepakbola, naik gunung, tenis dan catur. Intelektualitasnya terasah lewat hobinya membaca buku-buku kemiliteran dan filsafat. Pribadinya dikenal pendiam, namun sangat reaktif bila harga dirinya terinjak. Ketika Jepang mendarat Maret 1942, peta penerbangan Hindia Belanda berubah. Adisutjipto yang ketika PD II pecah ditempatkan di skadron intai di Jawa beserta rekan-rekannya seperti Sujono, Sulistyo, dan Husein Sastranegara, tidak pernah lagi terbang. Semua yang berbau Belanda dimusnahkan. Untuk mengisi kekosongan, Cip bekerja di perusahaan angkutan bus milik Jepang.

Sejak pekik kemerdekaan berkumandang 17 Agustus 1945, satu demi satu muncul berbagai tuntutan. Termasuk penerbangan militer. Suryadarma bertindak cepat. Para eks penerbang AU Hindia Belanda, seperti Adisutjipto, dipanggilnya. Berbagai langkah konsolidasi, mulai dari mengumpulkan ratusan pesawat sampai mengupayakan perbaikan pesa-wat-pesawat peninggalan Jepang, diambil.

Usaha Suryadarma langsung berbuah. Buktinya, Adisutjipto berhasil menerbangkan pesawat Nishikoren dari Cibereum ke Maguwo, 10 Oktober 1945. Peristiwa ini tercatat sebagai penerbangan pertama di wilayah RI merdeka oleh awak Indonesia. Tujuhbelas hari kemudian, kembali Adisutjipto membakar semangat perjuangan dengan menerbangkan pesawat Cureng bertanda merah putih. Peristiwa ini mengukir lagi catatan sejarah, sebagai penerbangan berbendera merah putih pertama di tanah air.

Adi Sutjipto terbang ke India untuk mengambil obat2an dan sekembalinya dari India ketika memasuki wilayah Indonesia. Di ujung cakrawala, terlihat pesawat Dakota VT-CLA melakukan approach. Para penumpangnya, Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, AN Constantine (pilot), R Hazelhurst (ko-pilot), Adisumarmo Wiryokusumo (engineer), Bhida Ram, Nyonya Constantine, Zainal Arifin (wakil dagang RI), dan Gani Handonocokro, tentu bahagia karena sesaat lagi akan mendarat. Begitu juga Sudarjono yang lagi piket, akan bertemu dengan kakaknya.

Sekonyong-konyong, muncul dua pesawat P-40 Kitty Hawk Belanda dari arah utara yang langsung memberondong Dakota, pesawat sipil yang jelas-jelas membawa bantuan. Pesawat kehilangan ketinggian, melayang kencang dan menyambar sebatang pohon hingga badannya patah menjadi dua bagian. Begitu pesawat terhempas ke tanah, langsung terbakar. Suryadarma dan semua orang penunggu, berlarian ke arah pesawat naas. Peristiwa itu terjadi di Dusun Ngoto pada tanggal 29 Juli 1947. Beliau dimakamkan di pemakaman umum Kuncen I dan II, dan kemudian pada tanggal 14 Juli 2000 dipindahkan ke Monumen Perjuangan di Desa Ngoto, Bantul, Yogyakarta.