Doa Rosario Lingkungan St. Gregorius – Mendoakan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo Menjadi Paroki Administratif

Dalam suasana Bulan Maria yang penuh rahmat, umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo bersama-sama mengadakan doa rosario secara bergilir di 17 lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan doa bersama menjelang diresmikannya Gereja Maria Bunda Allah Maguwo menjadi Paroki Administratif.
Setiap lingkungan mengambil bagian dalam rangkaian doa rosario tersebut dengan penuh iman dan semangat persaudaraan. Melalui doa-doa yang dipanjatkan, umat berharap agar Gereja Maria Bunda Allah Maguwo semakin bertumbuh menjadi komunitas yang mandiri, penuh kasih, dan setia dalam pelayanan.


Pada Kamis, 7 Mei, giliran umat Lingkungan St. Gregorius yang mengadakan doa rosario bersama di gereja. Sebanyak 17 umat hadir dan dengan khusyuk mendaraskan doa rosario serta memanjatkan doa khusus bagi Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Suasana doa berlangsung penuh ketenangan dan pengharapan, mencerminkan semangat kebersamaan umat dalam mendukung perjalanan Gereja menuju status baru sebagai Paroki Administratif.


Selain mendaraskan doa rosario, umat juga bersama-sama mendoakan “Doa untuk Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo” yang berisi harapan agar Gereja menjadi tempat yang membawa damai, sukacita, persaudaraan, dan kesejahteraan bagi semua orang.

“Jadikanlah Gereja kami tempat yang nyaman, di mana setiap orang yang datang merasakan damai-Mu, diterima dengan kasih, dan menemukan rumah bagi setiap jiwa yang masuk ke dalamnya.”

Doa tersebut menjadi ungkapan iman sekaligus harapan seluruh umat agar Gereja Maria Bunda Allah Maguwo mampu berkembang dalam jumlah umat, mutu pelayanan, serta semangat misioner di tengah masyarakat.


Melalui rangkaian doa rosario selama Bulan Maria ini, umat diajak untuk semakin bersatu hati, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama mempersiapkan diri menyambut hadirnya Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Semoga segala harapan dan doa umat dikabulkan Tuhan, sehingga Gereja Maria Bunda Allah Maguwo sungguh menjadi Gereja yang hidup, menginspirasi, dan membawa berkat bagi banyak orang.

Pelayanan Among Tamu dan Hitung Kolekte Misa Jumat Pertama – Jumat 1 Mei 2026

Pelaksanaan tugas among tamu dan hitung kolekte dalam Misa Jumat Pertama di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo pada Jumat, 1 Mei 2026 berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh semangat pelayanan. Kehadiran para petugas membantu mendukung suasana misa yang nyaman dan khidmat bagi seluruh umat yang hadir.


Sebanyak tujuh orang bertugas dalam pelayanan among tamu. Dengan ramah dan penuh tanggung jawab, para petugas membantu menyambut umat, mengarahkan tempat duduk, serta menjaga ketertiban selama perayaan ekaristi berlangsung. Pelayanan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana gereja yang hangat dan penuh kebersamaan.


Ucapan terima kasih disampaikan kepada para petugas among tamu yang telah melayani dengan tulus, yaitu Mas Yance, Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, Bu Erika, dan Mas Henry. Semangat pelayanan yang diberikan menjadi teladan dalam hidup menggereja dan kebersamaan umat.


Selain itu, tugas hitung kolekte juga terlaksana dengan baik dan penuh tanggung jawab. Empat orang bertugas dalam pelayanan ini untuk membantu proses penghitungan kolekte secara tertib dan teliti setelah misa selesai.


Terima kasih juga disampaikan kepada Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, dan Bu Erika yang telah melayani dalam tugas hitung kolekte. Semoga pelayanan yang telah diberikan menjadi berkat bagi umat dan semakin menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dalam pelayanan gereja.


Tuhan memberkati seluruh petugas dan umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Sembayangan Rutin Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis 30 April 2026

Pada Kamis malam, 30 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius tetap berkumpul dalam suasana penuh iman untuk mengikuti sembahyangan rutin lingkungan. Meskipun hujan deras mengguyur sejak sore hari, semangat umat untuk hadir dan berdoa bersama tidak surut. Dengan hati penuh syukur dan ketulusan, umat mengikuti seluruh rangkaian ibadat dengan khusyuk dan penuh penghayatan.

Suasana doa terasa semakin hangat ketika umat saling menyapa dan bersama-sama memuliakan Tuhan melalui doa, pujian, serta pendalaman Sabda. Hujan yang turun deras justru menjadi lambang bahwa rahmat Tuhan selalu tercurah bagi setiap pribadi yang datang kepada-Nya dengan iman.

Sabda Tuhan yang Meneguhkan

Pada pertemuan kali ini, Bacaan Pertama diambil dari Kisah Para Rasul 13:13–25. Dalam bacaan tersebut, Paulus mengingatkan perjalanan panjang karya keselamatan Allah bagi umat Israel hingga hadirnya Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus. Tuhan selalu setia membimbing umat-Nya, bahkan ketika manusia sering jatuh dan tidak setia.

Sedangkan Bacaan Injil dari Yohanes 13:16–20 mengajak umat untuk belajar kerendahan hati dan pelayanan. Yesus menegaskan bahwa seorang hamba tidak lebih tinggi daripada tuannya. Barangsiapa menerima utusan Kristus, berarti menerima Kristus sendiri, dan menerima Kristus berarti menerima Allah yang mengutus-Nya.

Pesan Injil malam itu mengingatkan bahwa hidup beriman bukan hanya tentang doa dan kata-kata, melainkan juga tentang kesediaan melayani dengan tulus, tetap setia dalam tantangan, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Renungan: Seberapa Dalam Imanku kepada Tuhan?

Dalam renungan malam itu, umat diajak untuk tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga melakukan refleksi pribadi melalui beberapa kuis sederhana untuk mengukur kedalaman iman masing-masing. Dari jawaban-jawaban kuis tersebut, umat diajak menyadari bahwa iman bukan diukur dari seberapa sering berbicara tentang Tuhan, tetapi dari seberapa besar kita mengandalkan Tuhan, melayani sesama, dan tetap setia dalam setiap keadaan.

Sembahyangan rutin malam itu menjadi pengingat bahwa hujan deras sekalipun tidak mampu memadamkan semangat umat untuk datang kepada Tuhan. Justru dalam kesederhanaan dan kebersamaan itulah iman semakin diteguhkan.

Semoga Sabda Tuhan yang telah direnungkan menjadi kekuatan bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus hidup dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan kepada Kristus.

Hal-Hal untuk Direnungkan Secara Pribadi :

  • Apakah aku mau melayani orang lain tanpa mengharap imbalan?
  • Dalam situasi sulit, mampukah aku tetap setia pada panggilan Kristus?
  • Bagaimana aku menunjukkan bahwa aku menerima Yesus dalam keseharian hidupku?

Kebersamaan Ibu-ibu Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam Pelayanan Kantin Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Selama tiga minggu berturut-turut, mulai tanggal 12 April 2026 hingga 26 April 2026, ibu-ibu umat Lingkungan St. Gregorius mengambil bagian dalam pelayanan jaga kantin di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat pelayanan dan kebersamaan umat dalam mendukung kehidupan menggereja.

Sebanyak 22 ibu terlibat secara aktif dalam tugas ini, yang dilaksanakan setiap hari Minggu, yaitu pada tanggal 12, 19, dan 26 April 2026. Dengan penuh tanggung jawab dan sukacita, mereka melayani umat yang hadir, menyediakan kebutuhan konsumsi, serta menciptakan suasana hangat dan ramah di lingkungan gereja.

Partisipasi ini tidak hanya menjadi bentuk pelayanan, tetapi juga sarana untuk mempererat persaudaraan antarumat. Melalui kerja sama yang baik, ibu-ibu Lingkungan St. Gregorius menunjukkan bahwa pelayanan sederhana seperti menjaga kantin pun memiliki makna besar ketika dilakukan dengan hati yang tulus.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para ibu yang telah terlibat langsung dalam pelayanan ini, yaitu: Bu Yarnidus, Bu Tri, Bu Maria, Bu Gambit, Bu Anik, Bu Vero, Bu Anin, Bu Kamso, Bu Yohana, Bu Agnes, Bu Nur, Bu Setyo, Bu Shinta, Bu Ratih, Bu Evi, Bu Margaretha, Bu Lucia Leo, Bu Intan, Bu Nita, Bu Erika, dan Bu Ratna. Dedikasi dan kebersediaan mereka menjadi inspirasi bagi umat lainnya untuk terus ambil bagian dalam kehidupan menggereja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat pelayanan dan kebersamaan semakin tumbuh dalam Lingkungan St. Gregorius. Apa yang telah dilakukan oleh ibu-ibu ini menjadi contoh bahwa pelayanan, sekecil apa pun, adalah bagian penting dalam membangun komunitas iman yang hidup, rukun, dan penuh kasih.

Rapat Pembahasan Penerima Jadup Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis, 16 April 2026

Pada hari Kamis, 16 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan rapat khusus yang membahas penentuan penerima bantuan jadup (jaminan hidup) bagi umat yang membutuhkan. Pertemuan ini dilaksanakan dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, sebagai wujud nyata perhatian lingkungan kepada anggotanya.


Dalam rapat tersebut, disepakati untuk membentuk sebuah tim kecil yang bertugas secara khusus menentukan siapa saja umat yang layak menerima bantuan jadup. Pembentukan tim ini dilakukan sebagai langkah bijaksana untuk memastikan proses penentuan berjalan secara adil, objektif, dan penuh tanggung jawab.


Tim kecil yang dibentuk terdiri dari pengurus inti lingkungan, yaitu Mas Freddy selaku Ketua Lingkungan, Bapak Harry sebagai Wakil Ketua Lingkungan, Ibu Maria sebagai Bendahara Lingkungan, dan Ibu Gambit sebagai Sekretaris Lingkungan. Selain itu, tim ini juga melibatkan beberapa umat yang dituakan dan dihormati dalam lingkungan, yaitu Bapak Kamso, Ibu Yarnidus, dan Ibu Agnes.


Keterlibatan berbagai pihak dalam tim kecil ini diharapkan mampu menghadirkan keputusan yang bijak serta mencerminkan kondisi nyata umat di lingkungan. Dengan adanya tim ini, proses pendataan dan penentuan penerima jadup dapat dilakukan dengan lebih terarah dan transparan.


Lebih dari itu, pembentukan tim kecil ini juga menjadi upaya untuk menghindari perdebatan maupun kecemburuan sosial di tengah umat terkait pembagian bantuan. Harapannya, setiap keputusan yang diambil dapat diterima dengan lapang dada karena telah melalui pertimbangan yang matang dan melibatkan perwakilan umat.


Melalui langkah ini, Lingkungan St. Gregorius terus berupaya membangun kehidupan bersama yang rukun, damai, dan saling mendukung. Semangat kebersamaan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarumat, tetapi juga mendorong pertumbuhan iman yang semakin kuat dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan adanya kepedulian dan kerja sama yang baik, umat Lingkungan St. Gregorius diharapkan dapat semakin menjadi komunitas yang hidup dalam kasih, saling memperhatikan, dan menjadi berkat bagi sesama.

Sembayangan Rutin Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis, 16 April 2026

Pada hari Kamis, 16 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius kembali berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk mengikuti sembahyangan rutin. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi umat untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen hidup dalam kebenaran sebagai murid Kristus.

Ibadat dipimpin dengan penuh khidmat, diawali dengan pembukaan dan doa bersama. Dalam kesempatan ini, umat diajak untuk merenungkan Sabda Tuhan melalui bacaan dari Kisah Para Rasul 5:27-33 dan Injil Yohanes 3:31-36.

Dalam bacaan pertama, para rasul dengan tegas menyatakan bahwa mereka lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia, meskipun harus menghadapi ancaman dan risiko. Kesaksian iman ini menunjukkan keberanian dan kesetiaan yang luar biasa dalam mempertahankan kebenaran. Sementara itu, dalam bacaan Injil, ditegaskan bahwa siapa yang percaya kepada Anak memiliki hidup yang kekal, dan bahwa kebenaran berasal dari Allah sendiri.

Sebagai pendalaman iman, umat diajak untuk mendengarkan empat kisah reflektif yang menggambarkan bagaimana nilai-nilai iman dapat dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah pertama tentang Riko, seorang siswa SMA yang memilih untuk tetap jujur saat ujian meskipun memiliki kesempatan untuk menyontek. Keputusannya mengajarkan bahwa kejujuran lebih berharga daripada hasil yang instan.

Kisah kedua tentang Bu Lina, seorang ibu rumah tangga yang mengembalikan uang kembalian yang bukan haknya, meskipun kondisi ekonominya terbatas. Tindakannya menjadi teladan nyata tentang integritas dan kepercayaan kepada penyelenggaraan Tuhan.

Kisah ketiga mengenai Pak Arif, seorang staf keuangan yang menolak untuk memanipulasi laporan demi menjaga kejujuran. Keputusannya menunjukkan bahwa kesetiaan pada kebenaran mungkin berisiko, tetapi pada akhirnya membawa kebaikan.

Kisah keempat tentang Pak Markus, seorang pensiunan guru yang memilih jalan damai dalam konflik dengan tetangganya. Ia rela mengalah demi menjaga hubungan dan kedamaian bersama.

Setelah mendengarkan keempat kisah tersebut, umat diajak masuk dalam permenungan yang mendalam. Dari kisah-kisah itu terlihat bahwa setiap tokoh dihadapkan pada pilihan antara yang mudah dan yang benar. Mereka memilih jalan yang benar, meskipun tidak selalu menguntungkan secara langsung.

Refleksi ini menegaskan bahwa hidup sebagai orang beriman bukanlah tentang mencari kenyamanan, melainkan tentang kesetiaan kepada kehendak Tuhan. Kesetiaan itu sering kali tampak dalam hal-hal kecil: bersikap jujur, berbuat baik tanpa pamrih, mengampuni, dan tetap melakukan kebenaran walaupun tidak mudah.

Pertemuan ini mengingatkan umat bahwa Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan kesetiaan. Ia memberikan damai di hati dan kekuatan dalam menjalani hidup. Pada akhirnya, Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kesetiaan dalam setiap langkah kehidupan.

Sembahyangan ditutup dengan doa bersama, membawa pulang pesan refleksi dalam hati masing-masing. Umat diharapkan mampu menghidupi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, umat diajak untuk merenungkan satu pertanyaan penting:
Dalam situasi hidup kita hari ini, apakah kita berani memilih yang benar, walaupun tidak mudah?

AKSI NYATA APP 2026 LINGKUNGAN ST. GREGORIUS KADISOKA GMBA DI PANTI ASUHAN BHAKTI LUHUR BERBAH, SLEMAN

Pada hari Sabtu, 11 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka GMBA melaksanakan kegiatan Aksi Nyata APP 2026 sebagai wujud konkret dari semangat pertobatan dan kepedulian selama masa Prapaskah. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Bhakti Luhur dan berlangsung dengan penuh sukacita serta kebersamaan.

Aksi Nyata APP (Aksi Puasa Pembangunan) merupakan salah satu bentuk penghayatan iman umat Katolik yang tidak hanya berhenti pada doa dan pantang puasa, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan kasih kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Dalam kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka hadir dengan membawa bantuan berupa sembako, kebutuhan sehari-hari, serta donasi yang telah dikumpulkan selama masa APP. Kehadiran umat disambut hangat oleh para pengurus dan anak-anak di panti asuhan. Suasana penuh keakraban langsung terasa sejak awal perjumpaan.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama, sapaan hangat, serta interaksi yang membangun kedekatan antara umat dan anak-anak panti. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk saling berbagi cerita, menghadirkan keceriaan, serta menumbuhkan rasa persaudaraan yang tulus.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka diajak untuk semakin menyadari bahwa kasih Kristus hadir nyata dalam tindakan sederhana namun penuh makna. Semangat berbagi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan APP, tetapi terus hidup dalam keseharian umat.

Kegiatan Aksi Nyata APP 2026 ini menjadi bukti bahwa kebersamaan, kepedulian, dan cinta kasih dapat menjadi kekuatan yang menghadirkan harapan bagi sesama. Semoga apa yang telah dilakukan menjadi berkat, baik bagi penerima maupun bagi seluruh umat yang terlibat.

Berkah Dalem.

Sebagai tambahan informasi, para suster dari Ordo Alma bersama anak-anak Panti Asuhan Bhakti Luhur Berbah Sleman menghadirkan kripik jamur tiram yang diolah langsung dari hasil budidaya mereka sendiri. Renyah, lezat, dan dibuat dengan penuh ketulusan 💫

Dengan membeli, Anda tidak hanya menikmati camilan sehat, tetapi juga ikut ambil bagian dalam mendukung keberlangsungan karya kasih mereka.

📞 Pemesanan: Suster Ria (0821-3442-0669)
📍 Atau kunjungi langsung Panti Asuhan Bhakti Luhur Berbah, Sleman

Mari berbagi kebaikan melalui langkah sederhana 🌿

Rangkaian Pelayanan Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam Pekan Suci Paskah 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam perjalanan iman menuju Paskah, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka tidak berjalan sendiri. Sejak masa prapaskah hingga Pekan Suci, begitu banyak tangan dan hati yang terlibat dengan penuh kasih, menghadirkan kebersamaan yang menguatkan serta pelayanan yang menghidupkan iman.


Pada setiap pertemuan APP yang telah dilalui, hadir sosok-sosok yang dengan setia membimbing dan menemani umat. Bu Agnes, Bu Evi, Bu Yarnidus, Mbak Anik, dan Mas Paul telah dengan tulus menjadi pemandu dalam lima pertemuan APP. Lewat pendampingan dan refleksi yang dibawakan, umat semakin diteguhkan dalam perjalanan rohani. Dukungan juga datang dari Mas Paul, Pak Hari, Mas Himawan, Mas Freddy, dan Pak Kamso yang dengan sukarela menyediakan tempat serta suguhan yang nyaman, sehingga pertemuan berlangsung dengan hangat dan penuh kebersamaan.
Memasuki Pekan Suci, pelayanan semakin terasa nyata dalam berbagai bidang. Di balik kelancaran rangkaian liturgi di gereja, terdapat peran Mas Achir yang mengurus dekorasi dengan penuh ketelitian, serta Mas Yance dan Hiro yang melayani di bagian counter dengan tanggung jawab yang besar.


Keindahan suasana perayaan juga tidak lepas dari sentuhan penuh cinta dalam tata bunga. Mbak Nana dan Bu Gambit dengan penuh dedikasi menghadirkan rangkaian bunga yang indah, sementara Bu Evi turut membimbing umat dalam pelatihan merangkai daun palma. Setiap karya yang dihasilkan menjadi ungkapan doa yang hidup dan memperdalam makna perayaan.


Dalam hal konsumsi, Bu Putut dan Mbak Erika turut menghadirkan kehangatan melalui pelayanan yang sederhana namun berarti, membantu kelancaran setiap kegiatan yang berlangsung. Sementara itu, keamanan dan ketertiban selama kegiatan terjaga berkat kesiapsiagaan Mas Adi dan Mas Denny sebagai pamdal yang setia berjaga.


Kehangatan juga terasa dari para among tamu pada Minggu Palma. Senyum ramah dari Mas Henry, Bu Vero, Mas Himawan, Mbak Anin, dan Pak Bowo menjadi tanda sambutan yang penuh kasih, membuat setiap umat yang hadir merasa diterima dan dihargai.
Dalam tugas yang penuh tanggung jawab, Bu Maria dan Mbak Ratih dengan setia menghitung kolekte Minggu Palma, menjalankan tugas dengan ketulusan dan integritas. Pada Ibadat Jumat Agung, Bu Nikma sebagai pemazmur membantu umat untuk semakin khusyuk dalam doa dan permenungan.


Tak kalah penting, pelayanan koor pada Ibadat Jumat Agung yang dipersembahkan oleh Mbak Anik, Mas Henry, Bu Maria, Mas Achir, dan Mbak Erika bersama wilayah Sang Timur turut memperdalam suasana ibadat dengan penuh penghayatan.
Selain itu, perhatian dan kepedulian juga tampak melalui sumbangan dari Bu Rustam yang menyediakan air minum, menjadi penyegar bagi tubuh sekaligus tanda kasih yang sederhana namun bermakna.


Seluruh rangkaian pelayanan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dalam iman mampu menghadirkan keindahan dan kekuatan. Setiap waktu, tenaga, dan hati yang telah diberikan menjadi persembahan yang berharga bagi Tuhan dan sesama.
Terima kasih kepada seluruh umat yang telah ambil bagian dalam pelayanan ini. Kiranya Tuhan membalas segala kebaikan dengan berlimpah berkat.
Selamat merayakan Paskah. Tuhan memberkati kita semua.

Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Gregorius KadisokaSelasa, 17 Maret 2026

Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-4 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka telah dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Maret 2026, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan. Pada pertemuan kali ini, umat diajak untuk mendalami tema “Pentingnya Pedoman Dalam Sebuah Gerakan.”

Melalui bacaan Injil yang diambil dari Kisah Para Rasul 6:1-7, umat diajak untuk merenungkan bagaimana para rasul pada masa Gereja perdana menghadapi tantangan dalam pelayanan. Dengan bijaksana, mereka menetapkan pedoman yang jelas serta membagi tugas secara teratur, sehingga pelayanan kepada umat dapat berjalan dengan baik, adil, dan terarah.

Dalam permenungan bersama, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka menyadari bahwa setiap gerakan, khususnya dalam pelayanan Gereja dan kehidupan sosial, membutuhkan pedoman yang jelas agar tujuan bersama dapat tercapai dengan efektif. Pedoman tersebut menjadi dasar dalam bertindak, menjaga kesatuan, serta menghindari kesalahpahaman dalam pelayanan.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar seluruh umat semakin mampu menjadi pelayan yang setia, bijaksana, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Injil dalam setiap gerakan kehidupan.

Media Social Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – GMBA :

Youtube : https://youtu.be/1A-pfDRASK8

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV_VN59D-Tm/?igsh=MXZnbXBhMDJlN3Y4dQ==

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSuVBo25y/

Pelayanan Koor Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam Perayaan Ekaristi Minggu, 15 Maret 2026

Pada hari Minggu, 15 Maret 2026, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka memperoleh kesempatan untuk ambil bagian dalam pelayanan koor pada Perayaan Ekaristi hari ini. Tugas pelayanan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif umat dalam kehidupan menggereja, khususnya dalam mendukung kelancaran serta kekhidmatan perayaan liturgi melalui pujian dan nyanyian.

Sejak beberapa waktu sebelumnya, para anggota koor telah mempersiapkan diri melalui latihan bersama agar setiap lagu yang dibawakan dapat dinyanyikan dengan baik dan selaras. Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada kekompakan suara, tetapi juga pada penghayatan makna dari setiap lagu liturgi yang akan dinyanyikan selama misa berlangsung. Dengan demikian, nyanyian yang dipersembahkan tidak hanya menjadi pengiring liturgi, tetapi juga menjadi doa yang diungkapkan melalui musik dan suara.

alam perayaan Ekaristi, peran koor sangat penting untuk membantu umat masuk dalam suasana doa yang lebih mendalam. Melalui lagu-lagu pembuka, mazmur tanggapan, lagu persembahan, komuni, hingga lagu penutup, umat diajak untuk semakin menghayati sabda Tuhan dan makna perayaan yang sedang dirayakan. Nyanyian yang dibawakan oleh koor juga diharapkan dapat mengajak seluruh umat yang hadir untuk turut serta memuji dan memuliakan Tuhan dengan penuh sukacita.

Pelayanan koor dari Lingkungan St. Gregorius Kadisoka pada hari ini juga menjadi wujud nyata kebersamaan dan semangat melayani dalam kehidupan umat di lingkungan. Setiap anggota koor dengan tulus mempersembahkan talenta yang dimiliki sebagai bentuk syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka. Kebersamaan yang terjalin dalam latihan maupun dalam pelayanan ini sekaligus mempererat persaudaraan antarumat di lingkungan.

Selain menjadi sarana pelayanan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap umat memiliki peran dalam membangun kehidupan Gereja. Melalui talenta yang dimiliki, baik dalam bentuk nyanyian, musik, maupun bentuk pelayanan lainnya, umat diajak untuk terus ambil bagian secara aktif dalam kehidupan menggereja.

Semoga melalui pelayanan koor pada Perayaan Ekaristi hari ini, umat yang hadir dapat semakin merasakan suasana doa yang khusyuk, memperdalam iman, serta semakin dikuatkan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh harapan dan kasih. Semoga pula semangat pelayanan ini terus tumbuh di tengah umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.

Terima kasih kepada seluruh anggota koor yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan pelayanan ini, serta kepada seluruh umat yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi hari ini. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati setiap pelayanan dan karya yang dilakukan demi kemuliaan nama-Nya. 🙏

Media social Lingkungan St. Gregorius Kadisoka :

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV5DIuXD0Kr/?igsh=bzJ4b2Q2MndmYjk3

Youtube : https://youtu.be/–sDR8hTEww

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSuac25q6/