Momentum Akhir Tahun yang Penuh Syukur dan Harapan

Lingkungan St. Gregorius menggelar pertemuan akhir tahun sekaligus serah terima jabatan Ketua Lingkungan pada Senin, 22 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting yang sarat makna, sebagai ungkapan syukur atas pelayanan yang telah dijalani sekaligus peneguhan komitmen untuk melangkah ke masa depan dengan semangat baru.

Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Gregorius Henry selaku Ketua Lingkungan periode sebelumnya secara resmi menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan kepada Fredericus Dwi Nugraha, yang akan mengemban amanah sebagai Ketua Lingkungan St. Gregorius untuk periode 2026–2028.

Pada kesempatan tersebut, Gregorius Henry menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh umat selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan yang baru dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan, pelayanan yang tulus, serta semakin menghidupkan peran Lingkungan St. Gregorius dalam kehidupan menggereja.

Sementara itu, Fredericus Dwi Nugraha menyatakan kesiapan untuk melanjutkan tongkat estafet pelayanan. Dengan penuh kerendahan hati, ia memohon dukungan doa dan partisipasi seluruh umat agar kepemimpinannya dapat berjalan dengan baik, membawa lingkungan semakin rukun, solid, dan bertumbuh dalam iman.

Pertemuan akhir tahun ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan pelayanan di tahun 2025, tetapi juga menjadi awal harapan baru bagi Lingkungan St. Gregorius. Diharapkan, di bawah kepemimpinan yang baru, lingkungan semakin menjadi wadah kebersamaan, tempat saling melayani, serta sarana untuk semakin menghayati panggilan sebagai umat beriman.

Rapat Evaluasi Perayaan Natal GMBA 2025 Berlangsung Penuh Syukur dan Sukacita

Rapat Evaluasi Perayaan Natal GMBA 2025 Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momen refleksi bersama atas seluruh rangkaian perayaan Natal yang telah terlaksana dengan baik dan lancar. Dalam rapat tersebut, Ketua Panitia Natal GMBA 2025, Bapak Felix Ferdian, secara resmi menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada Ketua Stasi GMBA, Bapak Yohanes Agung Prasetya. Penyerahan LPJ ini menjadi tanda berakhirnya masa tugas kepanitiaan sekaligus wujud transparansi dan tanggung jawab pelayanan kepada umat.

Ketua Stasi GMBA, Bapak Yohanes Agung Prasetya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta umat yang telah terlibat aktif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Perayaan Natal GMBA 2025 merupakan buah dari kerja sama yang solid, semangat gotong royong, dan pelayanan yang dilandasi iman serta kasih. Rapat evaluasi juga diisi dengan penyampaian masukan dan refleksi dari berbagai bidang. Berbagai catatan positif mengemuka, mulai dari koordinasi panitia yang berjalan baik, partisipasi umat yang tinggi, hingga suasana perayaan Natal yang khidmat, tertib, dan penuh sukacita. Beberapa catatan teknis turut menjadi bahan pembelajaran untuk penyelenggaraan kegiatan di masa mendatang.

Rapat evaluasi ini menghasilkan kesimpulan yang membahagiakan, yakni Perayaan Natal GMBA 2025 dinilai sukses dan membawa dampak positif bagi kehidupan menggereja umat. Semangat kebersamaan semakin kuat, rasa syukur semakin mendalam, dan nilai-nilai Natal sungguh dihidupi dalam pelayanan nyata.

Pesta Nama Maria Immaculata: Merawat Iman dalam Sukacita Kebersamaan

Lingkungan Maria Immaculata Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo merayakan Pesta Nama Maria Immaculata pada Senin, 8 Desember 2025, bertempat di rumah Bapak Sikun Pribadi. Perayaan ini berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan, serta dihadiri oleh sekitar 35 umat Lingkungan Maria Immaculata.

Acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Prodiakon Lingkungan. Dalam suasana doa yang sederhana namun mendalam, umat diajak untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan serta meneladani iman Bunda Maria sebagai Bunda Allah yang tak bernoda.

Usai ibadah, kebersamaan semakin terasa dalam ramah tamah antarumat. Suasana menjadi semakin meriah ketika anak-anak lingkungan menampilkan beberapa lagu rohani dengan penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini dilengkapi dengan pembagian doorprize bagi anak-anak, yang menambah sukacita dan tawa seluruh hadirin.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan iman yang mengangkat tema peran Bunda Maria sebagai pilihan Allah untuk melahirkan Juruselamat dunia. Sarasehan ini dibawakan oleh Bapak Sikun Pribadi dan Bapak Purwoharsanto, yang mengajak umat untuk semakin mengenal dan meneladani keutamaan hidup Bunda Maria.

Dari sarasehan tersebut, umat diajak untuk merefleksikan bahwa Bunda Maria merupakan teladan utama bagi setiap orang beriman, terutama dalam tiga hal pokok, yaitu:

  1. Penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan,
  2. Ketaatan penuh pada kehendak Allah, dan
  3. Kesetiaan dalam menanggung penderitaan dengan iman dan harapan.

Perayaan Pesta Nama Maria Immaculata ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat persaudaraan antarumat, tetapi juga memperdalam iman dan semangat hidup Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Semoga teladan Bunda Maria senantiasa menguatkan umat Lingkungan Maria Immaculata untuk terus berjalan setia dalam panggilan iman.

Jadwal Misa Natal Gereja Maguwo 2025

Berikut adalah Jadwal Misa Natal Tahun 2025 di Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo

MisaMisa Vigili Natal
Hari, tanggalRabu, 24 Desember 2025
WaktuPukul 18.00 WIB
BahasaBahasa Indonesia
MisaMisa Natal Pagi
Hari, tanggalKamis, 25 Desember 2025
WaktuPukul 08.00 WIB
BahasaBahasa Indonesia

Misa Lingkungan St. Gregorius Kadisoka: Momen Syukur yang Meneguhkan Iman Umat

Kadisoka, 17 November 2025 — Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan Misa Lingkungan pada Senin malam, 17 November 2025 pukul 19.00 WIB. Sekitar 70 umat, dari anak hingga lanjut usia, hadir memenuhi area misa dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur.

Rm. FX. Murdi Susanto Pr

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo FX. Murdi Susanto, Pr, imam dari Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Dalam homilinya yang diambil dari Injil Lukas 18:35–43, Romo Murdi menegaskan tentang iman yang memampukan seseorang melihat terang dan mengalami karya keselamatan Tuhan. Kisah penyembuhan seorang buta di pinggir jalan Yerikho menjadi ajakan bagi umat untuk semakin percaya, memohon, dan membuka hati pada karya kasih Allah dalam perjalanan kehidupan sehari-hari.

Misa berlangsung dengan khidmat

Homili tersebut juga mengingatkan umat bahwa mukjizat Tuhan kerap hadir ketika seseorang berani datang kepada-Nya dengan kerendahan hati dan kesederhanaan iman.

Misa dihadiri oleh berbagai usia

Sebelum misa ditutup, Gregorius Henry, selaku Ketua Lingkungan St. Gregorius, menyampaikan sambutan singkat. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran umat serta menegaskan pentingnya merawat kerukunan, keterlibatan aktif, dan semangat pelayanan. Ia berharap bahwa kegiatan misa lingkungan dapat terus mempererat tali persaudaraan dan menjaga kehangatan komunitas.

Sejumlah 70 umat hadir

Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan wawan hati dan ramah tamah dan diabadikan dengan foto bersama. Suasana hangat dan akrab tampak dalam perbincangan umat yang saling menyapa, berbagi cerita, hingga berdiskusi ringan mengenai kegiatan lingkungan yang akan datang. Momen kebersamaan ini menjadi ruang bagi umat untuk saling mengenal lebih dekat, memperkuat hubungan, dan membangun semangat keluarga besar St. Gregorius.

Umat kemudian pulang dengan hati gembira dan penuh syukur, membawa pulang semangat untuk terus bertumbuh dalam iman, kasih, dan pelayanan di tengah keluarga maupun masyarakat.

Ziarah Porta Sancta & Rekreasi Lingkungan St. Gregorius

Kadisoka, 9 November 2025 – Sebanyak 39 umat dari Lingkungan St. Gregorius, Kadisoka, mengikuti kegiatan Ziarah Porta Sancta dan Rekreasi yang berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan. Tujuan ziarah kali ini adalah Goa Maria Tritis di Gunungkidul dan dilanjutkan dengan rekreasi di Pantai Indrayanti.

Perjalanan dimulai sejak pagi hari dengan semangat doa dan kebersamaan. Setibanya di Goa Maria Tritis, para peserta mengikuti Ibadat Jalan Salib yang dipandu dengan khusyuk. Suasana alam di sekitar goa yang sejuk dan rindang menambah kekhusyukan doa. Cuaca juga sangat mendukung — tidak panas dan tidak hujan — sehingga seluruh rangkaian doa dapat dijalani dengan nyaman dan penuh makna.

Rombongan Sampai di Goa Maria Tritis

Goa Maria Tritis, yang dikenal sebagai tempat ziarah dengan nuansa alami dan tenang, menjadi momen perhentian batin bagi banyak peserta. Di sanalah umat diajak merenungkan perjalanan iman serta mengucap syukur atas kasih Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Jalan Salib

Usai menunaikan ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Indrayanti. Meskipun sempat mengalami sedikit kemacetan di perjalanan, semangat peserta tetap tinggi. Setibanya di pantai, suasana berubah menjadi penuh keceriaan. Dengan pasir putih yang lembut, bibir pantai yang luas, dan air laut biru cemerlang, umat menikmati waktu kebersamaan sambil bercengkerama dan berfoto bersama.

Rekreasi di Pantai Indrayanti

Hari itu menjadi perpaduan indah antara ziarah rohani dan rekreasi persaudaraan. Semua peserta kembali ke Kadisoka dengan hati gembira dan penuh syukur, karena seluruh perjalanan berjalan dengan lancar dan selamat.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius semakin dipersatukan dalam semangat iman, persaudaraan, dan sukacita Kristiani — berjalan bersama menuju kasih Tuhan yang melimpah.

Penutupan Bulan Rosario, Bersatu Dalam Doa dan Syukur

Selama bulan Oktober, umat di berbagai lingkungan telah melaksanakan doa Rosario secara rutin. Setiap pertemuan menjadi kesempatan untuk merenungkan misteri kehidupan Yesus bersama Bunda Maria, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat.

“Bersama Maria, kita diajak untuk terus bertekun dalam doa dan percaya akan penyertaan Tuhan dalam hidup kita.”

Makna Doa Rosario

Doa Rosario bukan sekadar rangkaian doa yang diulang-ulang, melainkan sebuah perjalanan iman yang membawa kita merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria.

  1. Doa yang Membawa Kita Dekat dengan Kristus

Melalui setiap peristiwa (misteri) dalam Rosario—sukacita, dukacita, kemuliaan, dan terang—kita diajak untuk memusatkan hati pada Yesus, merenungkan karya keselamatan-Nya dari kelahiran hingga kebangkitan.

  1. Maria sebagai Pendamping Doa

Dengan mendoakan Rosario, kita meneladani Bunda Maria yang setia merenungkan sabda Allah dalam hatinya (bdk. Lukas 2:19). Ia menjadi teladan bagi umat beriman untuk selalu percaya dan taat pada kehendak Tuhan.

  1. Doa yang Membawa Kedamaian

Rosario sering disebut sebagai “senjata rohani”. Santo Yohanes Paulus II menyebutnya sebagai doa yang membawa damai bagi hati, keluarga, dan dunia. Saat Rosario didaraskan dengan iman dan kasih, hati menjadi lebih tenang dan damai.

  1. Ungkapan Kasih dan Syukur

Setiap butir Rosario adalah persembahan kasih kepada Bunda Maria sebagai ungkapan syukur atas penyertaannya dan perantaraan doanya bagi Gereja serta umat manusia.

  1. Doa yang Mengikat Umat dalam Persaudaraan

Ketika Rosario didoakan bersama-sama — baik di keluarga, lingkungan, atau komunitas — kita diajak untuk hidup dalam kebersamaan, saling mendoakan, dan memperkuat iman satu sama lain.


“Marilah kita bertekun dan sehati dalam doa bersama-sama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus.”
Kisah Para Rasul 1:14

Dengan semangat yang sama, umat Stasi Maguwo berkomitmen untuk terus meneladani Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari — hidup yang penuh doa, rendah hati, dan setia kepada kehendak Allah.

Rekoleksi Keluarga Katolik

Di tengah tantangan zaman modern, keluarga Katolik dipanggil untuk tetap menjadi oasis kasih dan iman. Rekoleksi ini menjadi momen berharga untuk kembali menimba kekuatan rohani, memperdalam komunikasi, dan meneguhkan komitmen hidup berkeluarga dalam terang Kristus.

Oleh karena itu, perlu diperdalam secara berkala. Salah satu sarana adalah mengikuti rekoleksi atau seminar tentang keluarga Katolik.

Kami mengundang Bpk, Ibu, Sdr, Sdri untuk mengikuti Rekoleksi Keluarga Katolik dengan tema “Keluarga Katolik yang Tangguh, Bersukacita dalam Iman dan Kasih”

Bersama Rm. Yeremias Balapito Duan, MSF
Ketua Komisi Keluarga KAS 2013 – 2021

Minggu, 9 November 2025
Pukul 09.00 – 14.00 WIB
di Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo

Kontribusi:

Biaya Rp 25.000 / orang
Transfer ke rekening Bank Mandiri a/n Chatarina Suntiana
Nomor Rekening: 13700 – 6809 – 9999

(Max 31 Oktober 2025)

Registrasi & Kontak Person:

Pertemuan BKSN I Lingkungan St. Gregorius

Sleman, 4 September 2025 – Lingkungan St. Gregorius mengadakan Pertemuan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) I pada Kamis, 4 September 2025. Pertemuan ini bertempat di rumah Ibu Ritta, yang beralamat di Perum Soka Asri Permai.

Acara dimulai dengan doa pembuka dan pujian, dilanjutkan dengan pembahasan Kitab Nabi Zakharia sebagai tema utama. Umat diajak untuk lebih mendalami pesan firman Tuhan dalam Kitab Zakharia yang menekankan pembaruan hidup, kesetiaan kepada Allah, serta harapan akan masa depan yang penuh damai.

Sekitar 25 umat hadir, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh semangat kekeluargaan, dan saling berbagi pengalaman iman.

Melalui pertemuan BKSN ini, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk semakin mencintai Kitab Suci dan menjadikannya pedoman hidup sehari-hari. Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana, meneguhkan semangat kebersamaan dalam iman.

Tahun Yubileum 2025

Pengertian

Tahun Yubileum 2025 adalah Tahun Suci yang diumumkan oleh Paus Fransiskus untuk Gereja Katolik sedunia. Perayaannya akan berlangsung di Roma dan seluruh dunia mulai 24 Desember 2024 hingga 6 Januari 2026 dengan tema “Peziarah Harapan” (Pilgrims of Hope).

Dalam tradisi Katolik, Yubileum dirayakan setiap 25 tahun sebagai masa rahmat khusus, pertobatan, dan pembaruan iman. Umat diundang untuk:

  1. Berziarah, terutama ke Basilika di Roma atau tempat ziarah lokal.
  2. Mengalami pengampunan dosa secara mendalam (melalui Sakramen Tobat).
  3. Menghidupi harapan Kristen dalam kehidupan sehari-hari, terutama lewat kasih, keadilan, dan solidaritas.

Tahun Yubileum 2025 adalah momen bagi umat Katolik untuk memperbarui iman, meneguhkan harapan, dan menjadi saksi kasih Tuhan di tengah dunia.

Doa Tahun Yubileum

Bapa yang ada di surga,
semoga iman yang telah Engkau anugerahkan kepada kami
dalam Putra-Mu, Yesus Kristus, saudara kami,
dan nyala api cinta kasih
yang dicurahkan ke dalam hati kami oleh Roh Kudus,
membangkitkan pengharapan yang mulia
akan kedatangan Kerajaan-Mu di dalam diri kami.

Semoga rahmat-Mu mengubah kami
menjadi penabur-penabur yang gigih akan benih- benih Injil
yang menghidupkan umat manusia dan seluruh alam semesta
dalam penantian yang penuh iman
akan surga dan bumi baru,
ketika mengalahkan kekuatan Jahat,
kemuliaan-Mu akan dinyatakan untuk selama- lamanya.

Semoga rahmat Tahun Yubileum ini
menghidupkan kembali dalam diri kami, Peziarah Pengharapan,
kerinduan akan harta surgawi,
dan curahkanlah bagi seluruh dunia,
sukacita dan damai
dari Sang Penebus kami.
Bagi-Mu, ya Allah yang Mahakuasa,
pujian dan kemuliaan sepanjang segala masa.

Amin

Mengenal Maskot Tahun Yubileum 2025

Nama maskot resmi Yubileum 2025 adalah Luce, yang berarti “Cahaya” dalam bahasa Italia. Luce dirancang oleh Simone Legno, pendiri merek budaya pop Italia, tokidoki. Selain Luce, terdapat juga tiga maskot pendamping lainnya, yaitu Fe, Xin, dan Sky, yang bersama-sama melambangkan persatuan umat di seluruh dunia.


Makna dan Simbolisme Maskot:

Luce: Sebagai maskot utama, Luce mewakili peziarah Katolik yang menjadi simbol harapan dan cahaya. Luce mengenakan jas hujan warna kuning.

Fe, Xin, dan Sky:
Keempat maskot (Luce, Fe, Xin, dan Sky) melambangkan peziarah dari empat penjuru dunia, mengenakan sepatu bot kotor dan tongkat untuk menandakan perjalanan menuju tempat-tempat yang terpinggirkan.
Fe mengenakan jas hujan warna merah
Xin mengenakan jas hujan warna hijau
Sky mengenakan jas hujan warna biru

Malaikat (Iubi) juga melambangkan kehadiran Tuhan yang menemani perjalanan setiap orang, dan malaikat pelindung sebagai pendamping sepanjang hidup. Dan anjing (Santino) yang bagi San Rocco (Santo Peziarah) adalah tanda penyelenggaraan Ilahi yang membantunya pada saat yang sangat dibutuhkan, juga melambangkan kesetiaanya pada panggilan Tuhan, anjing juga sebagai simbol persahabatan. Serta terdapat burung merpati (Aura) sebagai simbol Roh Kudus yang melambangkan pendamping perjalanan, kemurnian, pencarian Tuhan, kebebasan, dan pembawa pesan perdamaian.

Desain:
Keempat karakter tersebut, yang dirancang oleh Simone Legno, memiliki jaket berwarna cerah dan dirancang untuk melibatkan kaum muda dalam budaya pop