Lingkungan St. Gregorius kembali menyelenggarakan sarasehan kebangsaan pada Kamis, 21 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB, yang dihadiri oleh 18 umat dari berbagai usia. Acara ini berlangsung sederhana namun penuh makna, menghadirkan suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan.
Materi utama yang diangkat kali ini adalah mengenai kehidupan bermasyarakat: srawung, saling menghargai, dan menerima sesama tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun ras. Umat diajak untuk menyadari bahwa sebagai pengikut Kristus, setiap pribadi dipanggil untuk menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam relasi sosial bersama warga sekitar.

Menghidupi Kasih Kristus dalam Kehidupan Bermasyarakat
Dalam sharing yang dibagikan, terungkap bahwa umat Katolik hendaknya tidak hidup eksklusif, melainkan mampu berbaur, berelasi, dan hidup berdampingan secara harmonis. Sikap terbuka, ramah, serta aktif dalam kegiatan masyarakat menjadi wujud nyata kasih Kristus yang melintasi sekat perbedaan.
“Kasih Kristus tidak hanya diungkapkan dalam doa dan peribadatan, tetapi juga dalam sikap nyata di tengah lingkungan tempat kita tinggal,” demikian salah satu penegasan yang muncul dalam sarasehan. Nilai persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian pun ditegaskan kembali sebagai dasar membangun kehidupan bersama.
Kegiatan yang berlangsung dengan hangat ini meneguhkan umat bahwa iman Katolik dan nasionalisme sejalan dengan semangat kebersamaan. Hidup rukun dengan semua orang adalah cara nyata menghidupi Injil sekaligus menjaga persatuan bangsa.
Melalui sarasehan ini, Lingkungan St. Gregorius menegaskan bahwa kasih Kristus hadir bukan dalam kata-kata semata, melainkan dalam tindakan nyata yang membawa damai dan persaudaraan bagi semua orang.
