Pentingnya Pedoman dalam Gerakan Pelayanan Sosial: Pertemuan APP 4 Lingkungan St. Gabriel

Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Gabriel dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di rumah keluarga Ibu Sumarni. Pertemuan ini dipimpin oleh Ibu Intan, Ibu Lita, dan Ibu Mariana Kilok. Kegiatan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 25 orang umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Tema Pertemuan APP 4 adalah “Pentingnya Pedoman dalam Sebuah Gerakan.” Melalui pertemuan ini, umat diajak untuk memahami bahwa kegiatan pelayanan sosial bagi kelompok KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel) membutuhkan pedoman yang jelas. Pedoman tersebut berisi semangat dasar, prinsip kerja, nilai-nilai, serta petunjuk teknis yang menjadi dasar dalam menjalankan kegiatan pelayanan sosial. Pedoman tersebut memiliki peran penting sebagai petunjuk arah dalam pelaksanaan kegiatan, alat kontrol, alat ukur keberhasilan, serta sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam penggunaan dana sosial Gereja, yaitu dana APP. Dana APP yang dikumpulkan melalui kotak APP sangat bermanfaat bagi umat yang termasuk dalam kelompok KLMTD. Bahkan, dana tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh umat Katolik saja, tetapi juga dapat membantu umat beriman lainnya agar mereka dapat merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan bersama. Dalam pemanfaatannya, dana APP tidak boleh digunakan secara sembarangan atau menurut kehendak pribadi. Oleh karena itu, diperlukan pedoman bersama agar pemanfaatan dana APP dalam pelayanan sosial kepada KLMTD dapat dilakukan secara tepat, yaitu tepat sasaran, tepat kebutuhan, dan tepat waktu. Pedoman tersebut juga membantu agar penggunaan dana APP dapat dilakukan secara terkontrol, terkoordinasi, serta dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, sekaligus untuk menghindari terjadinya praktik KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).

Melalui bacaan Kitab Suci dari Kisah Para Rasul 6:1–7, umat disadarkan bahwa pelayanan sosial bagi kaum miskin sebenarnya telah ada sejak masa Gereja Perdana dan menjadi salah satu ciri khas kehidupan umat Kristiani. Umat Gereja Perdana telah terbiasa melaksanakan gerakan berbagi berkat. Gereja pada masa sekarang dipanggil untuk melanjutkan praktik baik tersebut dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi saat ini. Kegiatan pelayanan sosial Gereja, khususnya dalam pemanfaatan dana APP bagi umat KLMTD, hendaknya dilaksanakan oleh kelompok atau tim yang dapat dipercaya dan memiliki hati untuk melayani, bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Selain itu, mereka juga perlu memiliki hikmat, yaitu kebijaksanaan dan kecerdasan dalam memanfaatkan dana APP sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan, sehingga dana tersebut benar-benar bermanfaat secara tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kebutuhan. Dalam sesi sharing, beberapa umat menyampaikan berbagai usulan aksi APP yang dapat dilakukan oleh lingkungan. Usulan-usulan tersebut telah ditampung dan akan dibahas lebih lanjut dalam Pertemuan APP ke-5.

Setelah rangkaian pertemuan APP selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian beberapa pengumuman dan ramah tamah yang telah disediakan oleh tuan rumah. Pertemuan berakhir pada pukul 20.30 WIB dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan

instagram https://www.instagram.com/reel/DWaNyNZEzLW/?igsh=Z2o2bnI4dGM2d21n

Pelayanan distribusi Jadup Program tim PSE GMBA Maguwo di Lingkungan St. Gabriel

Tim Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Gereja Katolik berperan sebagai perpanjangan tangan Gereja dalam mewujudkan kepedulian sosial yang profesional, terorganisir, dan berlandaskan Ajaran Sosial Gereja. Kegiatan PSE difokuskan pada pemberdayaan kelompok kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD) melalui aksi karitatif berupa bantuan langsung serta pemberdayaan ekonomi.

Salah satu program yang dijalankan oleh Tim PSE Bidang Kemasyarakatan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo adalah pemberian bantuan sosial bagi umat miskin dan rentan miskin, yang dikenal dengan istilah Jadup (Jaminan Hidup). Pembagian Jadup berupa paket sembako dilakukan di gereja, yang diambil per lingkungan pada hari Sabtu, 28 Februari, bertempat di teras depan GMBA Maguwo.

Lingkungan St. Gabriel ditugaskan untuk mengambil bantuan tersebut, dengan Bapak Simbolon selaku Seksi PSE Lingkungan sebagai penanggung jawab. Distribusi kepada umat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing penerima. Umat lansia menerima bantuan langsung di rumah, sedangkan umat lainnya menerima bantuan pada saat pertemuan APP 3 yang dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Maret.

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan dari Lingkungan St. Gabriel adalah 7 kepala keluarga. Pelaksanaan program ini menunjukkan komitmen Tim PSE GMBA Maguwo dalam mewujudkan kepedulian sosial yang nyata dan berkesinambungan bagi umat yang membutuhkan.

Dengan selesainya pembagian Jadup ini, semoga setiap paket bantuan tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari umat yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan kasih di antara seluruh anggota jemaat. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Gereja hadir nyata di tengah masyarakat, mendampingi dan memberdayakan mereka yang lemah dan rentan, serta menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah wujud iman yang hidup. Semoga semangat pelayanan ini terus berkembang dan menginspirasi seluruh komunitas untuk bersama-sama mewujudkan kasih Kristiani dalam tindakan nyata.

tiktok https://vt.tiktok.com/ZSu6xtc9W/

instagram https://www.instagram.com/reel/DVqjtKjE8zX/?igsh=cDRrbXdlZGplbnAy

Membangun Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial melalui Pertemuan APP Ke-3 Lingkungan St. Gabriel

Lingkungan St. Gabriel telah melaksanakan Pertemuan APP ke-3 pada hari Kamis, 5 Maret, bertempat di rumah keluarga Bapak Candra. Pertemuan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 28 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Candra, Bapak Thobias, dan Bapak Anang.

Tema yang diangkat dalam pertemuan ketiga ini adalah “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui tema ini, umat diajak untuk menyadari bahwa rahmat Tuhan yang telah diterima merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Dalam pendalaman yang dilakukan, umat diajak untuk memahami bahwa Allah mengaruniakan berkat kepada manusia tidak hanya dalam bentuk harta atau materi, tetapi juga dalam bentuk lain seperti kesehatan, pengetahuan, serta jejaring relasi. Semua itu merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan dalam kehidupan bersama.

instagram https://www.instagram.com/reel/DV2s2UKgLVF/?igsh=MXE0ZWx4OWRqa245dQ==

Pertemuan APP 2 dan PWK Lingkungan St. Gabriel: Memahami dan Mengawal Dana Sosial Gereja

Kamis, 26 Februari, Lingkungan St. Gabriel menyelenggarakan Pertemuan APP 2 yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan PWK. Kegiatan bertempat di rumah keluarga Bapak Candra dan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 33 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Sehubungan dengan pelaksanaan APP yang berbarengan dengan kegiatan PWK, umat hadir lebih awal untuk memenuhi kewajiban pembayaran iuran, antara lain iuran prolenan, caos dahar romo, GKH Pendidikan, APBU, PIA, serta arisan. Setelah seluruh proses pembayaran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Pertemuan APP 2.

Pertemuan dipimpin oleh Ibu Maria Suprapti, Ibu Ana, dan Ibu Watik dengan mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.” Dalam pemaparan materi dijelaskan secara rinci mengenai dana sosial yang dikelola pada berbagai tingkatan, yaitu tingkat paroki, kevikepan, keuskupan, hingga tingkat nasional (KWI). Penjelasan mencakup nama dana, sumber perolehan dana, serta peruntukan dan sasaran penggunaannya. Seluruh materi disampaikan secara jelas dan transparan.

Adapun tujuan pertemuan ini adalah agar umat semakin memahami potensi dana sosial paroki serta terdorong untuk ikut mengawal pemanfaatannya sehingga sungguh-sungguh tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan. Gereja mengelola dana sosial untuk disalurkan secara bertanggung jawab demi kesejahteraan KLMTD.

Selain itu, ditegaskan bahwa dana sosial memiliki sifat “siap habis” secara bertanggung jawab, artinya dana tersebut tidak untuk ditimbun, melainkan segera dimanfaatkan sesuai kebutuhan yang ada. Dana sosial juga bersifat inklusif, tidak terbatas pada kelompok tertentu, melainkan terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan, termasuk saudara-saudari yang berbeda agama.

Dalam sesi sharing, umat menyampaikan bahwa melalui pemaparan tersebut mereka menjadi lebih memahami fungsi dan peruntukan dana sosial Gereja. Umat menyadari bahwa setiap persembahan yang diberikan kepada Gereja pada hakikatnya juga diperuntukkan bagi sesama yang membutuhkan. Oleh karena itu, umat diharapkan senantiasa berpartisipasi secara aktif dalam setiap program Gereja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Setelah Pertemuan APP 2 berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan agenda PWK. Dalam sesi ini disampaikan laporan dari masing-masing seksi serta berbagai pengumuman penting yang perlu diketahui oleh seluruh umat. Penyampaian laporan dan informasi berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian dari para peserta yang hadir. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan ramah tamah bersama dengan menikmati hidangan makan malam yang telah disediakan oleh tuan rumah. Suasana kebersamaan terjalin dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Seluruh rangkaian acara pada malam hari itu selesai pada pukul 21.00 WIB.

Pelayanan Caos Dahar Romo oleh Lingkungan St. Gabriel

Pada hari Kamis, 26 Februari, Lingkungan St. Gabriel memperoleh tugas untuk menyediakan caos dahar bagi Romo di Pastoran Paroki Marganingsih Kalasan. Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab seluruh umat Paroki Marganingsih Kalasan yang dilaksanakan secara bergiliran oleh setiap lingkungan.

Paguyuban Ibu Stasi telah menyusun jadwal pelaksanaan bagi masing-masing lingkungan, termasuk penentuan daftar menu makanan yang akan disajikan. Selain itu, terdapat ketentuan mengenai jenis makanan yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan untuk disajikan kepada Romo. Dalam pelaksanaannya, penyediaan konsumsi dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan sore, dengan jumlah porsi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Menjelang hari pelaksanaan, Ketua Paguyuban Ibu Lingkungan menyusun pembagian tugas bagi para petugas, baik yang bertanggung jawab dalam proses memasak maupun yang bertugas mengantarkan makanan ke pastoran. Pada hari yang telah ditentukan, seluruh petugas melaksanakan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan kerja sama yang baik. Proses persiapan hingga pengantaran makanan ke pastoran berlangsung tertib dan lancar.

Adapun pembiayaan kegiatan ini bersumber dari iuran caos dahar Romo yang dibayarkan secara rutin setiap bulan oleh umat. Dengan terlaksananya tugas ini, Lingkungan St. Gabriel telah menjalankan tanggung jawabnya dengan baik demi mendukung pelayanan di paroki.

Kegiatan penyediaan caos dahar Romo oleh Lingkungan St. Gabriel telah dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Partisipasi aktif serta kerja sama seluruh petugas dan umat menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam mendukung pelayanan Gereja di Paroki Marganingsih Kalasan. Semoga pelayanan yang telah diberikan ini membawa berkat bagi Romo dan semakin mempererat persaudaraan serta semangat gotong royong di antara umat.

Ibadat Memule 2 Tahun Ibu Maria Waginem Budiarjo (Mbah Budi)

Pada Minggu, 22 Februari, umat Lingkungan St. Gabriel mengadakan ibadat memule untuk memperingati dua tahun meninggalnya Ibu Maria Waginem Budiarjo, yang akrab disapa Mbah Budi. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 40 umat, terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Ibadat dipimpin oleh Prodiakon Bapak Junedi, dibantu beberapa tim petugas. Acara diawali dengan lagu pembuka yang menghadirkan suasana hening dan khidmat, dilanjutkan dengan doa pembuka serta rangkaian ibadat sabda.

Dalam Bacaan I (2 Korintus 1:3-7) ditegaskan bahwa Allah adalah “Sumber Segala Penghiburan” yang penuh belas kasih dan senantiasa menguatkan kita dalam setiap penderitaan. Penghiburan dari Allah itu memampukan kita untuk turut menghibur sesama, sehingga pengalaman pergumulan hidup dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Sementara itu, dalam Bacaan Injil (Yohanes 15:9-12) umat diajak untuk tinggal di dalam kasih Kristus dengan cara saling mengasihi, sebagaimana Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita. Kasih bukan sekadar perasaan, tetapi menjadi gaya hidup yang nyata dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Ibadat berlangsung dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Setelah ibadat sabda, umat melanjutkan dengan doa Rosario. Seluruh rangkaian doa selesai pada pukul 20.00, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana berupa minum dan snack bersama, serta penyampaian pengumuman lingkungan.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari pihak keluarga atas kehadiran dan doa-doa umat. Umat kemudian berpamitan dalam suasana kebersamaan yang hangat.

Semoga Ibu Maria Waginem Budiarjo (Mbah Budi) beristirahat dalam damai abadi dan memperoleh kebahagiaan kekal di sisi Tuhan. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi penghiburan, kekuatan, dan berkat dalam setiap langkah kehidupan.

Pertemuan APP 1 Lingkungan St. Gabriel : Mengenal Kondisi, Menggerakkan Aksi

Dalam masa Prapaskah, umat Katolik diajak untuk menghayati semangat doa, mati raga, dan aksi sebagai wujud pertobatan dan solidaritas. Pada tahun 2026 ini, Panitia APP Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengangkat tema, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Tema ini mengajak seluruh umat untuk semakin peka terhadap kondisi sekitar serta terlibat aktif dalam membangun kesejahteraan bersama.

Pada Kamis, 19 Februari 2026, umat Lingkungan St. Gabriel melaksanakan Pertemuan APP 1 di rumah keluarga Bapak Suroso. Pertemuan dimulai pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Bapak Jiwo, Bapak Arif, serta Bapak Simbolon. Sebanyak 20 umat hadir, terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua, yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat kebersamaan.

Pertemuan APP 1 mengangkat tema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi.” Melalui tema ini, umat diajak menyadari pentingnya data sebagai dasar dalam merencanakan gerakan yang tepat sasaran. Dalam konteks Gereja KAS, pendataan umat melalui sistem Ecclesia yang terus diperbarui diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi umat beriman. Sistem ini perlu semakin dikenal dan dimanfaatkan, khususnya oleh para pelaku pastoral, agar setiap program dan kegiatan dapat dirancang sesuai kebutuhan riil umat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Melalui sharing dan diskusi bersama, umat saling berbagi pandangan mengenai kondisi lingkungan sekaligus menggali potensi yang dimiliki. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik untuk semakin menguatkan kebersamaan serta komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera, dimulai dari lingkungan sendiri.

Sebagai penutup, umat Lingkungan St. Gabriel berharap agar pertemuan-pertemuan APP selanjutnya semakin mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat pelayanan. Semoga melalui proses refleksi, pendataan, dan aksi nyata yang dilakukan bersama, umat semakin mampu menghadirkan Gereja yang hidup, peduli, dan membawa sukacita bagi sesama.

Setelah pertemuan APP selesai, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor sebagai persiapan ibadat memule untuk memperingati dua tahun wafatnya Ibu Maria Waginem Budiarjo. Latihan dilakukan dengan penuh kesungguhan sebagai wujud pelayanan dan dukungan kepada keluarga. Ibadat memule tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Februari 2026.

Melalui rangkaian kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gabriel semakin diteguhkan dalam kebersamaan, baik dalam refleksi iman maupun dalam pelayanan nyata di tengah lingkungan.

Menjalin Kebersamaan dalam Kepedulian: Kunjungan Sosial Umat Lingkungan St. Gabriel

Salah satu program lingkungan St. Gabriel adalah kegiatan sosial berupa kunjungan kepada umat yang sedang sakit. Sebagai wujud kepedulian dan perhatian, umat St. Gabriel mengadakan kunjungan kepada Bapak Totok yang beberapa hari lalu mengalami musibah kecelakaan.

Pada hari Selasa, 17 Februari 2026, pukul 17.00 WIB, sebanyak 7 (tujuh) orang umat Lingkungan St. Gabriel mengunjungi Bapak Totok di kediamannya di Modinan. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian atas musibah kecelakaan yang beliau alami beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Paul selaku Ketua Lingkungan menyampaikan rasa prihatin dan simpati atas musibah kecelakaan yang menimpa Bapak Totok. Beliau juga mewakili seluruh umat mendoakan agar Bapak Totok segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Doa bersama dipimpin oleh Ibu Maria Suprapti dan berlangsung dengan khidmat.

Setelah doa bersama, Bapak Totok menyampaikan kronologi kejadian yang dialaminya. Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kehangatan. Setelah dirasa cukup, rombongan umat berpamitan untuk kembali ke kediaman masing-masing.

Semoga melalui kegiatan ini, tali persaudaraan dan semangat saling peduli di Lingkungan St. Gabriel semakin terjalin erat.

Semangat Pelayanan Remaja Lingkungan St. Gabriel dalam Misa Minggu, 15 Februari 2026

Lingkungan St. Gabriel mendapat tugas pelayanan sebagai petugas counter dan penjaga teks pada Misa Minggu, tanggal 15 Februari 2026. Sehubungan dengan tugas tersebut, Ketua Lingkungan telah berkoordinasi dengan Bidang Liturgi Lingkungan serta Tim Peribadatan guna mempersiapkan para petugas secara optimal.

Petugas yang ditunjuk dalam pelayanan ini berasal dari kalangan remaja lingkungan. Keterlibatan remaja dimaksudkan untuk mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam kehidupan menggereja serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam pelayanan liturgi.

Sebagai bagian dari persiapan, pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, petugas mengambil teks Misa di Sekretariat Paroki Marganingsih Kalasan untuk selanjutnya dibawa ke GMBA sebagai perlengkapan pelayanan pada Misa hari Minggu.

Pada hari Minggu, 15 Februari 2026, sejak pukul 06.00 WIB para petugas telah hadir di gereja untuk melaksanakan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab.

Petugas counter dan penjaga teks Misa bersiaga di bagian depan dan belakang gereja. Petugas counter bertugas menghitung jumlah umat yang hadir dalam perayaan Misa, sedangkan petugas penjaga teks bertanggung jawab memantau ketersediaan teks Misa bagi umat agar perayaan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Seluruh petugas melaksanakan pelayanan dengan penuh semangat dan antusiasme sebagai wujud keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

Kebersamaan dan Pelayanan Lingkungan St. Gabriel dalam Pertemuan Ibu Stasi GMBA Maguwo

Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, ibu-ibu Lingkungan St. Gabriel mendapat tugas untuk mengisi pertemuan Ibu Stasi GMBA Maguwo. Dalam pertemuan Ibu Stasi, setiap lingkungan memperoleh jadwal secara bergiliran untuk bertanggung jawab atas seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan tempat, penyusunan isi pertemuan, hingga konsumsi.

Beberapa minggu sebelum hari pelaksanaan, koordinator paguyuban ibu Lingkungan St. Gabriel telah menyusun dan membagi tugas kepada ibu-ibu. Ada yang bertugas menyiapkan dan menata tempat, ada yang menyiapkan materi atau isi pertemuan, serta ada yang bertanggung jawab memesan dan menyiapkan snack untuk konsumsi. Semua ibu bekerja sama dengan penuh semangat agar acara dapat berjalan dengan lancar dan tertib.

Pada hari pelaksanaan, ibu-ibu Lingkungan St. Gabriel sudah hadir di gereja sejak pukul 13.30, sementara acara dimulai pukul 15.00. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk memastikan semua persiapan sudah siap dan sesuai dengan tugas masing-masing.

Acara dimulai dengan doa pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Santa Maria dan lagu nasional. Setelah itu sambutan Ketua Paguyuban Ibu Stasi dilanjutkan dengan pembacaan notulen pertemuan sebelumnya serta pengumuman beberapa pengumuman penting.

Memasuki acara inti, kegiatan diisi dengan sesi sharing yang hangat dan penuh kebersamaan. Karena pertemuan kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Valentine, suasana semakin semarak dengan adanya games yang menarik dan menyenangkan. Ibu-ibu mengikuti setiap permainan dengan antusias dan penuh tawa. Selain itu, diadakan juga tukar kado silang yang menambah kemeriahan dan mempererat kebersamaan antaranggota.

Acara berlangsung dengan meriah, penuh sukacita, dan rasa kekeluargaan. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.

Setelah acara selesai, ibu-ibu Lingkungan St. Gabriel kembali bekerja sama untuk membereskan tempat serta mencuci dan merapikan peralatan konsumsi yang telah digunakan. Semua tugas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab hingga selesai.

Secara keseluruhan, pertemuan Ibu Stasi hari itu berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh berkat.