Mengalun dalam Kasih dan Rahmat-Nya, Kami Bersatu dalam Satu Suara: Persembahan Koor Lintas Generasi Lingkungan St. Gabriel dalam Misa Kudus Hari Tuhan

Pada hari Minggu, 3 Mei, suasana di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo terasa begitu hidup dan penuh sukacita. Sesuai dengan jadwal liturgi, Lingkungan St. Gabriel mendapat kepercayaan untuk bertugas sebagai tim koor dalam misa pagi. Tugas ini tidak dijalankan secara instan, melainkan melalui proses persiapan yang matang dan penuh kebersamaan.

Di bawah koordinasi Seksi Koor lingkungan yang dipimpin oleh Ibu Intan, berbagai persiapan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Lagu-lagu liturgi dipilih dengan cermat, disesuaikan dengan tema perayaan, lalu dilatih secara intensif sebanyak enam kali pertemuan. Ibu Intan sendiri turun langsung melatih, membimbing dengan penuh kesabaran dan semangat, memastikan setiap anggota koor memahami dinamika dan makna dari setiap lagu yang akan dipersembahkan.

Yang istimewa, latihan koor ini melibatkan seluruh lapisan umat—mulai dari anak-anak PIA, remaja, OMK, hingga para orang tua. Kebersamaan lintas generasi ini menciptakan suasana latihan yang hangat dan penuh kekeluargaan. Meskipun beberapa kali latihan harus diwarnai oleh turunnya hujan, hal itu tidak menyurutkan semangat umat untuk hadir dan berlatih. Justru, di tengah keterbatasan itu, semangat pelayanan semakin terasa kuat dan tulus.

Tibalah hari yang dinanti. Sejak pukul 06.30 WIB, tim koor sudah hadir dan bersiap dengan penuh antusias. Dengan dresscode bernuansa putih dan biru muda, seluruh anggota koor tampil serasi dan rapi, mencerminkan kesederhanaan sekaligus kekhidmatan. Iringan musik dipercayakan kepada Bapak Henri Yulianto sebagai organis, yang dengan apik mengalun mengiringi setiap lagu.

Perayaan misa pun berlangsung dengan lancar dan penuh penghayatan. Lagu-lagu yang telah dilatih dengan tekun dipersembahkan dengan harmonis dan menyentuh hati. OMK turut ambil bagian sebagai dirigen, yaitu Mandriva dan Valen, yang memimpin koor dengan penuh percaya diri. Dari kalangan remaja, Aurel dipercaya sebagai pemazmur dan membawakan mazmur dengan indah serta penuh penghayatan.

Keterlibatan seluruh umat—anak-anak, remaja, OMK, hingga orang tua—menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dalam pelayanan. Koor pagi itu tidak hanya sekadar menyanyikan lagu, tetapi juga menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan melalui talenta yang dimiliki.

Setelah misa selesai, kebahagiaan dan rasa syukur terpancar dari wajah setiap anggota koor. Momen kebersamaan tersebut ditutup dengan foto bersama, sebagai kenangan indah atas pelayanan yang telah dilaksanakan dengan penuh cinta dan dedikasi.

Hari itu menjadi pengingat bahwa dalam kebersamaan, ketekunan, dan semangat melayani, setiap hal sederhana dapat menjadi persembahan yang indah bagi Tuhan.

Semoga kebersamaan yang telah terjalin ini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi pelayanan-pelayanan berikutnya. Apa yang telah dipersembahkan hari ini kiranya berkenan di hati Tuhan dan semakin meneguhkan iman serta persaudaraan seluruh umat. Dengan semangat yang sama, semoga setiap langkah kecil dalam pelayanan selalu menjadi wujud kasih yang nyata.

Sembahyangan Penuh Makna dalam Nuansa Kartini dan Kebersamaan

Lingkungan St. Gabriel kembali menyelenggarakan kegiatan sembahyangan rutin yang dirangkaikan dengan pertemuan PWK pada hari Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman keluarga Bapak Paul dan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Umat yang hadir berjumalh 35 orang, terdiri dari orangtua, remaja dan anak-anak.

Ada suasana yang sedikit berbeda dan lebih meriah pada pertemuan kali ini. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, umat yang hadir mengenakan busana tradisional. Ibu-ibu dan anak-anak perempuan tampil anggun dengan kebaya, sementara bapak-bapak mengenakan surjan atau lurik. Nuansa budaya yang kental ini menambah kehangatan dan kebersamaan di antara umat, sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap semangat perjuangan Kartini.

Karena pertemuan ini juga bertepatan dengan agenda PWK, umat diimbau untuk hadir lebih awal. Hal ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai kewajiban administrasi, seperti pembayaran iuran caos dahar romo, prolenan, GKH pendidikan, APBU, tabungan PIA, tabungan ziarah, serta arisan. Umat dengan penuh kesadaran menyelesaikan kewajibannya sebelum ibadat dimulai, sehingga saat sembahyangan berlangsung, suasana dapat lebih fokus dan khidmat.

Sembahyangan dipimpin oleh Ibu Nana, Ibu Fifin, dan Aurel. Ibadat berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. Umat mengikuti setiap rangkaian doa dan nyanyian dengan baik, menciptakan suasana doa yang mendalam dan menyentuh hati.

Dalam permenungan Injil hari ini, yang diambil dari Yohanes 6:44–51, umat diajak untuk merenungkan makna kehidupan sejati yang berasal dari Allah. Yesus menegaskan bahwa hidup manusia akan mencapai kepenuhannya ketika ia datang kepada Allah dan tinggal dalam kasih-Nya. Sabda ini mengingatkan bahwa relasi dengan Allah bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan sumber kehidupan yang sesungguhnya.

Yesus juga menyampaikan bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada-Nya jika tidak ditarik oleh Bapa. Dari sini kita diajak untuk semakin menyadari bahwa iman yang kita miliki bukanlah semata-mata hasil usaha pribadi, melainkan tanggapan atas kasih Allah yang lebih dahulu hadir dalam hidup kita. Sering kali kita merasa bahwa kita yang mencari Allah, namun sesungguhnya Allah-lah yang terlebih dahulu mencari, memanggil, dan menuntun kita.

Kesadaran ini mengajak kita untuk tidak hanya berhenti pada iman sebagai pengakuan, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata sehari-hari. Iman yang hidup tampak dalam sikap kasih, kepedulian, dan kesetiaan kita dalam menjalani kehidupan. Selain itu, Yesus juga menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup yang turun dari surga. Melalui Ekaristi, umat diingatkan bahwa Kristus adalah sumber kekuatan yang memberi kita daya untuk terus berjalan dalam iman, harapan, dan kasih di tengah berbagai dinamika kehidupan.

Setelah ibadat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari masing-masing seksi serta beberapa pengumuman penting yang berkaitan dengan kegiatan lingkungan ke depan. Suasana kemudian beralih menjadi lebih santai dan penuh keakraban. Umat menikmati hidangan ringan dan minuman yang telah disediakan oleh tuan rumah, sambil saling bercengkerama dan berbagi cerita.

Kebersamaan semakin terasa hangat ketika umat saling berinteraksi tanpa sekat, mempererat relasi sebagai satu keluarga dalam lingkungan. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, terutama bagi umat yang mungkin jarang bertemu.

Tidak ketinggalan, sebagai bagian dari perayaan Hari Kartini, umat mengabadikan momen kebersamaan dengan berfoto bersama. Busana tradisional yang dikenakan menambah keindahan dokumentasi malam itu, sekaligus menjadi kenangan yang berkesan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh sukacita, hingga akhirnya ditutup pada pukul 20.30 WIB. Pertemuan ini tidak hanya menjadi sarana doa bersama, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan antarumat.

Semoga semangat kebersamaan, pelayanan, dan iman yang telah dibangun dalam pertemuan ini dapat terus tumbuh dan menjadi berkat dalam kehidupan sehari-hari. Sampai jumpa kembali dalam sembahyangan dan pertemuan lingkungan berikutnya.

Tugas Tata Bunga dan Kerja Bakti Lingkungan St. Gabriel : “Melayani dengan Kasih, Berkarya dalam Kebersamaan”

Sesuai dengan jadwal petugas liturgi dan non liturgi Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo, Lingkungan St. Gabriel mendapat kesempatan untuk melayani melalui tugas tata bunga dan kerja bakti pada Misa Minggu, 12 April 2026. Dengan penuh semangat, persiapan telah dilakukan bersama pada hari Sabtu, 11 April pukul 10.00.

Tim tata bunga lingkungan dengan penuh ketulusan menyiapkan dan menata bunga di altar, menghadirkan suasana yang indah dan khidmat. Sementara itu, tim kerja bakti dengan sukacita membersihkan gereja—baik bagian dalam, luar, maupun halaman—serta merawat tanaman yang ada.

Yang membahagiakan, seluruh umat Lingkungan St. Gabriel turut ambil bagian. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak hadir, saling membantu, berbagi tugas, dan bekerja bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Kegiatan ini bukan sekadar persiapan, tetapi juga menjadi ungkapan kasih dan pelayanan kita kepada gereja. Semoga semangat kebersamaan ini terus hidup dan menguatkan kita semua.

Sembayangan Rutin Lingkungan St. Gabriel : “Menjadi Saksi Kebangkitan dalam Kebersamaan”

Sembayangan rutin Lingkungan Santo Gabriel yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan kembali diadakan pada Kamis, 9 April, bertempat di rumah keluarga Bapak Sidiq. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Bapak Candra, Bapak Manik, serta Saudara Darius. Sebanyak 32 umat hadir, terdiri dari orang tua, remaja, hingga anak-anak, yang bersama-sama mengikuti ibadat dengan penuh kebersamaan.

Bacaan Injil malam itu diambil dari Lukas 24:35–48 dengan tema: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.” Dalam renungan disampaikan bahwa Yesus yang bangkit hadir secara nyata, bukan sekadar gambaran atau pemikiran semata. Ia hadir dengan tubuh-Nya, bahkan membawa luka-luka sebagai tanda kasih-Nya yang nyata bagi manusia. Dari sini kita diingatkan bahwa luka dan penderitaan hidup kita pun dapat menjadi bagian dari karya kasih Tuhan. Yesus juga membuka pikiran para murid untuk memahami Kitab Suci, mengajak kita semua untuk semakin mendalami Sabda Allah sebagai dasar iman. Iman yang bertumbuh bukan hanya dari perasaan, tetapi dari pengenalan yang semakin dalam akan firman Tuhan.

Dalam sesi sharing, beberapa umat dengan tulus membagikan pengalaman iman mereka, yang semakin menguatkan dan menghidupkan suasana kebersamaan malam itu. Di akhir bacaan, kita kembali diingatkan akan panggilan sebagai saksi Kristus yang bangkit, yang diutus untuk membawa damai, pengampunan, dan harapan di tengah kehidupan sehari-hari.

Sembayangan berlangsung dengan lancar dan khidmat. Setelah ibadat, umat melanjutkan kebersamaan dalam suasana santai, menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah sambil bercengkerama dan mempererat tali persaudaraan. Ketua lingkungan juga menyampaikan beberapa pengumuman penting dan pemberian jaminan hidup (jadup) dari stasi untuk Bapak Sidiq.

Acara ditutup pada pukul 20.30 WIB. Bapak Ketua Lingkungan mewakili seluruh umat menyampaikan terima kasih kepada keluarga Bapak Sidiq atas kebaikan dan keramahtamahannya dalam menerima seluruh umat.

Rangkaian Pelayanan Umat Lingkungan St. Gabriel dalam Pekan Suci Paskah

Jumat, 27 Maret – Pukul 13.00
Kegiatan belajar bersama menganyam daun palma dan janur dalam rangka persiapan perayaan Misa Minggu Palma, bertempat di gazebo Gereja GMBA.
Jumlah peserta dari Lingkungan St. Gabriel: 4 umat.
Minggu, 29 Maret – Pukul 07.00
Tugas koor pada Misa Minggu Palma bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 6 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 08.00
Tugas tata bunga untuk Misa Kamis Putih bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 5 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 17.00
Tugas counter umat pada Misa Kamis Putih bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 2 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 19.00
Tugas rasul pada Misa Kamis Putih di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 1 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 21.00
Tugas menemani Romo setelah Misa Kamis Putih bersama Wilayah Ignatius Loyola.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 1 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 23.00
Tuguran Sakramen Mahakudus bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah peserta dari Lingkungan St. Gabriel: 8 umat.
Jumat, 3 April – Pukul 14.00
Tugas among tamu dan penghitungan kolekte pada Misa Jumat Agung bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 4 umat.
Sabtu, 4 April – Pukul 17.00
Tugas among tamu pada Misa Sabtu Vigili bersama gabungan 4 wilayah di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 1 umat.
Sabtu, 4 April – Pukul 22.00
Ronda malam bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah peserta dari Lingkungan St. Gabriel: 14 umat.

Sembayangan Rutin dan PWK Lingkungan St. Gabriel: Meneguhkan Iman dalam Kebersamaan

Lingkungan St. Gabriel mengadakan sembahyangan rutin pada Kamis, 26 Maret, bertempat di rumah keluarga Bapak Robby Handoko. Kegiatan ini dihadiri oleh 22 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Sembahyangan kali ini bertepatan dengan kegiatan PWK, sehingga umat hadir lebih awal untuk melaksanakan pembayaran iuran wajib, antara lain iuran APBU, Prolenan, GKH Pendidikan, Dahar Romo, dan arisan. Para petugas telah bersiap dan melayani proses pembayaran dengan tertib hingga seluruh kewajiban umat terselesaikan.

Setelah seluruh proses administrasi selesai, sembahyangan pun dimulai dan dipimpin oleh Ibu Ika, Ibu Intan, serta Ibu Ana. Bacaan Injil pada malam itu diambil dari Yohanes 8:51–59. Dalam renungan, umat diajak untuk merefleksikan “batu-batu” yang mungkin masih digenggam dalam hati, yakni sikap menghakimi atau menolak ketika kehendak Tuhan tidak sejalan dengan logika dan keinginan manusia. Umat diingatkan bahwa sering kali manusia lebih memilih rasa aman dalam aturan yang kaku daripada kebebasan dalam kasih yang menuntut pertobatan dan perubahan hidup.

Melalui permenungan ini, umat diajak untuk semakin percaya kepada Yesus dengan berani melepaskan keterikatan pada hal-hal duniawi yang fana, serta berpegang teguh pada firman-Nya yang membawa kehidupan. Ditekankan pula bahwa mengenal Yesus bukan sekadar sebagai tokoh sejarah, melainkan sebagai Tuhan yang hidup, yang menyelamatkan manusia dari maut terdalam, yaitu keterpisahan kekal dari kasih Allah.

Setelah sembahyangan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan laporan dari masing-masing seksi serta penyampaian pengumuman penting oleh ketua lingkungan, khususnya terkait tugas-tugas lingkungan dalam persiapan Pekan Suci Paskah. Acara kemudian ditutup dengan kebersamaan menikmati hidangan ringan dan minuman yang telah disediakan oleh tuan rumah. Pertemuan berakhir pada pukul 20.30 WIB dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Demikian rangkaian kegiatan sembahyangan rutin Lingkungan St. Gabriel yang telah berlangsung dengan lancar dan penuh makna. Semoga melalui kebersamaan ini, iman umat semakin diteguhkan dan semangat pelayanan serta persaudaraan terus bertumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan memberkati.

instagram https://www.instagram.com/reel/DWaN_dokzVS/?igsh=eXE1cnF1ZnFnODk1

Pertemuan APP ke-5: Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama

Pada hari Kamis, 19 Maret, Lingkungan St. Gabriel mengadakan Pertemuan APP ke-5 yang bertempat di rumah keluarga Bapak Jumadi. Pertemuan dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 25 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Paul, Bapak Junedi, dan Bapak Robby.

Tema Pertemuan APP ke-5 adalah “Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama.” Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk menyadari panggilan masing-masing agar menjadi bagian dari masyarakat yang proaktif dalam mengusahakan kesejahteraan bersama. Kunci untuk mewujudkan panggilan tersebut adalah kepekaan dalam memahami kebutuhan sesama serta keberanian untuk memulai tindakan nyata.

Sebagai murid Kristus, umat dipanggil untuk mewartakan kabar sukacita. Dalam Injil Lukas bab 4 digambarkan bahwa kabar sukacita atau tahun rahmat Tuhan merupakan kabar baik bagi orang miskin, pembebasan bagi orang tawanan, penglihatan bagi orang buta, serta pembebasan bagi mereka yang tertindas. Hal ini tidak hanya berhenti sebagai wacana, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Dalam pertemuan ini juga disinggung kembali mengenai tim pengelola dana sosial paroki. Tim ini diberi tugas oleh pastor paroki untuk menyalurkan dana sosial, serta apabila diperlukan, mengajukan proposal bantuan ke lembaga Gereja yang lebih tinggi. Secara umum, pengajuan dana sosial dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok dengan sepengetahuan ketua lingkungan, kemudian diajukan kepada tim pengelola. Berdasarkan proposal yang diterima, tim akan melakukan verifikasi untuk menentukan kelayakan bantuan tersebut.

Bacaan Kitab Suci pada malam itu diambil dari Injil Lukas 9:1-6 tentang Yesus yang mengutus kedua belas murid. Dalam permenungan, disampaikan tiga tahap perutusan para murid, yaitu: (1) dipanggil menjadi murid Kristus yang siap ambil bagian dalam misi-Nya; (2) diberi kuasa melalui sakramen-sakramen untuk melaksanakan tugas perutusan; dan (3) diutus untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan segala konsekuensinya.

Selain itu, umat diajak untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Gereja dalam mewartakan kabar sukacita melalui berbagai bidang, antara lain:

  • Bidang kesejahteraan (sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan),
  • Bidang keberimanan dan motivasi,
  • Bidang pemberdayaan (seperti pertanian, peternakan, UMKM, dan keterampilan),
  • Bidang kemanusiaan darurat (bencana alam, kecelakaan, dan lain-lain).

Umat juga diingatkan bahwa sebagai pribadi yang telah diutus dan diberi kuasa, setiap orang dipanggil untuk berani “mengambil langkah pertama” ketika melihat sesama yang membutuhkan.

Dalam sesi sharing, pemandu menjelaskan tata cara pengisian blangko pengajuan dana APP kepada panitia APP kevikepan yang dapat diakses pada lampiran buku panduan bagian akhir. Setelah sesi sharing selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa rosario sebagai intensi dari tuan rumah yang berulang tahun pada bulan tersebut.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta penyampaian pengumuman penting oleh ketua lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 20.30 WIB.

instagram https://www.instagram.com/reel/DWaN_dokzVS/?igsh=eXE1cnF1ZnFnODk1

Pentingnya Pedoman dalam Gerakan Pelayanan Sosial: Pertemuan APP 4 Lingkungan St. Gabriel

Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Gabriel dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di rumah keluarga Ibu Sumarni. Pertemuan ini dipimpin oleh Ibu Intan, Ibu Lita, dan Ibu Mariana Kilok. Kegiatan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 25 orang umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Tema Pertemuan APP 4 adalah “Pentingnya Pedoman dalam Sebuah Gerakan.” Melalui pertemuan ini, umat diajak untuk memahami bahwa kegiatan pelayanan sosial bagi kelompok KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel) membutuhkan pedoman yang jelas. Pedoman tersebut berisi semangat dasar, prinsip kerja, nilai-nilai, serta petunjuk teknis yang menjadi dasar dalam menjalankan kegiatan pelayanan sosial. Pedoman tersebut memiliki peran penting sebagai petunjuk arah dalam pelaksanaan kegiatan, alat kontrol, alat ukur keberhasilan, serta sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam penggunaan dana sosial Gereja, yaitu dana APP. Dana APP yang dikumpulkan melalui kotak APP sangat bermanfaat bagi umat yang termasuk dalam kelompok KLMTD. Bahkan, dana tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh umat Katolik saja, tetapi juga dapat membantu umat beriman lainnya agar mereka dapat merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan bersama. Dalam pemanfaatannya, dana APP tidak boleh digunakan secara sembarangan atau menurut kehendak pribadi. Oleh karena itu, diperlukan pedoman bersama agar pemanfaatan dana APP dalam pelayanan sosial kepada KLMTD dapat dilakukan secara tepat, yaitu tepat sasaran, tepat kebutuhan, dan tepat waktu. Pedoman tersebut juga membantu agar penggunaan dana APP dapat dilakukan secara terkontrol, terkoordinasi, serta dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, sekaligus untuk menghindari terjadinya praktik KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).

Melalui bacaan Kitab Suci dari Kisah Para Rasul 6:1–7, umat disadarkan bahwa pelayanan sosial bagi kaum miskin sebenarnya telah ada sejak masa Gereja Perdana dan menjadi salah satu ciri khas kehidupan umat Kristiani. Umat Gereja Perdana telah terbiasa melaksanakan gerakan berbagi berkat. Gereja pada masa sekarang dipanggil untuk melanjutkan praktik baik tersebut dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi saat ini. Kegiatan pelayanan sosial Gereja, khususnya dalam pemanfaatan dana APP bagi umat KLMTD, hendaknya dilaksanakan oleh kelompok atau tim yang dapat dipercaya dan memiliki hati untuk melayani, bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Selain itu, mereka juga perlu memiliki hikmat, yaitu kebijaksanaan dan kecerdasan dalam memanfaatkan dana APP sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan, sehingga dana tersebut benar-benar bermanfaat secara tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kebutuhan. Dalam sesi sharing, beberapa umat menyampaikan berbagai usulan aksi APP yang dapat dilakukan oleh lingkungan. Usulan-usulan tersebut telah ditampung dan akan dibahas lebih lanjut dalam Pertemuan APP ke-5.

Setelah rangkaian pertemuan APP selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian beberapa pengumuman dan ramah tamah yang telah disediakan oleh tuan rumah. Pertemuan berakhir pada pukul 20.30 WIB dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan

instagram https://www.instagram.com/reel/DWaNyNZEzLW/?igsh=Z2o2bnI4dGM2d21n

Pelayanan distribusi Jadup Program tim PSE GMBA Maguwo di Lingkungan St. Gabriel

Tim Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Gereja Katolik berperan sebagai perpanjangan tangan Gereja dalam mewujudkan kepedulian sosial yang profesional, terorganisir, dan berlandaskan Ajaran Sosial Gereja. Kegiatan PSE difokuskan pada pemberdayaan kelompok kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD) melalui aksi karitatif berupa bantuan langsung serta pemberdayaan ekonomi.

Salah satu program yang dijalankan oleh Tim PSE Bidang Kemasyarakatan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo adalah pemberian bantuan sosial bagi umat miskin dan rentan miskin, yang dikenal dengan istilah Jadup (Jaminan Hidup). Pembagian Jadup berupa paket sembako dilakukan di gereja, yang diambil per lingkungan pada hari Sabtu, 28 Februari, bertempat di teras depan GMBA Maguwo.

Lingkungan St. Gabriel ditugaskan untuk mengambil bantuan tersebut, dengan Bapak Simbolon selaku Seksi PSE Lingkungan sebagai penanggung jawab. Distribusi kepada umat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing penerima. Umat lansia menerima bantuan langsung di rumah, sedangkan umat lainnya menerima bantuan pada saat pertemuan APP 3 yang dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Maret.

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan dari Lingkungan St. Gabriel adalah 7 kepala keluarga. Pelaksanaan program ini menunjukkan komitmen Tim PSE GMBA Maguwo dalam mewujudkan kepedulian sosial yang nyata dan berkesinambungan bagi umat yang membutuhkan.

Dengan selesainya pembagian Jadup ini, semoga setiap paket bantuan tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari umat yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan kasih di antara seluruh anggota jemaat. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Gereja hadir nyata di tengah masyarakat, mendampingi dan memberdayakan mereka yang lemah dan rentan, serta menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah wujud iman yang hidup. Semoga semangat pelayanan ini terus berkembang dan menginspirasi seluruh komunitas untuk bersama-sama mewujudkan kasih Kristiani dalam tindakan nyata.

tiktok https://vt.tiktok.com/ZSu6xtc9W/

instagram https://www.instagram.com/reel/DVqjtKjE8zX/?igsh=cDRrbXdlZGplbnAy

Membangun Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial melalui Pertemuan APP Ke-3 Lingkungan St. Gabriel

Lingkungan St. Gabriel telah melaksanakan Pertemuan APP ke-3 pada hari Kamis, 5 Maret, bertempat di rumah keluarga Bapak Candra. Pertemuan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 28 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Candra, Bapak Thobias, dan Bapak Anang.

Tema yang diangkat dalam pertemuan ketiga ini adalah “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui tema ini, umat diajak untuk menyadari bahwa rahmat Tuhan yang telah diterima merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Dalam pendalaman yang dilakukan, umat diajak untuk memahami bahwa Allah mengaruniakan berkat kepada manusia tidak hanya dalam bentuk harta atau materi, tetapi juga dalam bentuk lain seperti kesehatan, pengetahuan, serta jejaring relasi. Semua itu merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan dalam kehidupan bersama.

instagram https://www.instagram.com/reel/DV2s2UKgLVF/?igsh=MXE0ZWx4OWRqa245dQ==