Doa Rosario Lingkungan Santo Petrus Dilanjutkan dengan Latihan Koor

Umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan doa Rosario bersama pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Dewi Hyarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 13 orang umat yang hadir untuk berdoa bersama, memperdalam iman, dan mempererat tali persaudaraan dalam kehidupan menggereja.

Doa Rosario berlangsung dengan khidmat. Dalam suasana penuh kekeluargaan, umat berdoa bersama dengan perantaraan Bunda Maria, memohon berkat dan penyertaan Tuhan agar senantiasa diberikan kekuatan serta keteguhan iman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Setelah doa Rosario selesai, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor untuk mempersiapkan tugas pelayanan dalam Misa Harian pada Senin, 19 Oktober 2026, di gereja. Latihan ini dilakukan untuk mematangkan persiapan lagu-lagu liturgi agar dapat dinyanyikan dengan baik dan mendukung kekhusyukan umat dalam mengikuti perayaan Ekaristi.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Santo Petrus menunjukkan semangat kebersamaan dalam doa sekaligus kesediaan untuk melayani Gereja melalui pujian dan nyanyian. Doa Rosario menjadi sarana untuk menguatkan iman, sedangkan latihan koor menjadi wujud nyata partisipasi umat dalam kehidupan menggereja.

Semoga semangat doa, persaudaraan, dan pelayanan ini senantiasa tumbuh dalam diri setiap umat Lingkungan Santo Petrus, sehingga setiap tugas pelayanan dapat dilaksanakan dengan penuh sukacita dan menjadi ungkapan kasih kepada Tuhan serta sesama.

Doa Rosario Lingkungan Santo Petrus di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus berkumpul di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo untuk melaksanakan doa Rosario bersama. Sebanyak 10 orang umat hadir dan mengikuti doa dengan penuh iman serta penghayatan.

Doa Rosario dilaksanakan di depan patung Bunda Maria yang menghadirkan suasana tenang dan khidmat. Dalam suasana tersebut, umat diajak untuk semakin memusatkan hati dan pikiran kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Setiap rangkaian doa Salam Maria, Bapa Kami, dan Kemuliaan didaraskan dengan penuh kekhusyukan, menciptakan suasana doa yang mendalam dan menenteramkan hati.

Melalui doa Rosario bersama ini, umat Lingkungan Santo Petrus tidak hanya mempererat hubungan dengan Tuhan, tetapi juga semakin menguatkan kebersamaan dan persaudaraan sebagai satu komunitas iman. Kehadiran umat, meskipun dalam jumlah yang sederhana, menjadi wujud nyata semangat untuk terus berdoa dan saling mendukung dalam kehidupan menggereja.

Semoga melalui doa Rosario ini, umat Lingkungan Santo Petrus senantiasa memperoleh berkat, kekuatan, dan kedamaian dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan meneladan iman dan kesetiaan Bunda Maria, umat diharapkan semakin mampu menghadirkan kasih Tuhan dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Bersama Bunda Maria, umat Lingkungan Santo Petrus terus bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih.

Kunjungan Tali Kasih dan Doa Rosario Lingkungan Santo Petrus

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, umat Lingkungan Santo Petrus melaksanakan kegiatan kunjungan tali kasih kepada beberapa keluarga umat yang sedang mengalami sakit. Kegiatan ini diikuti oleh 13 orang umat sebagai bentuk kepedulian, perhatian, dan dukungan dari keluarga besar Lingkungan Santo Petrus.

Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Bapak Priyo untuk menjenguk putrinya, Mbak Ica, yang sedang sakit. Kehadiran para umat menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi keluarga, sekaligus memberikan semangat dan penguatan agar Mbak Ica segera diberikan kesehatan dan pemulihan.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah Mas Yuan untuk menjenguk putra kecilnya, Adek Ael, yang juga sedang sakit. Dalam suasana penuh keakraban, umat memberikan perhatian dan doa bagi kesembuhan Adek Ael serta kekuatan bagi keluarga yang mendampingi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa Rosario di rumah Bapak Hanna. Selain berdoa bersama, umat secara khusus mendoakan istri Bapak Hanna yang sedang sakit agar memperoleh kesembuhan, kekuatan, dan ketabahan dalam menjalani masa pemulihan.

Kegiatan kunjungan tali kasih dan doa Rosario ini menjadi wujud nyata semangat persaudaraan umat Lingkungan Santo Petrus. Melalui kehadiran, perhatian, dan doa bersama, umat saling menguatkan serta menunjukkan bahwa dalam suka maupun duka, keluarga besar Lingkungan Santo Petrus senantiasa hadir dan saling mendukung.

Semoga Mbak Ica, Adek Ael, dan istri Bapak Hanna senantiasa diberikan kesehatan dan kesembuhan oleh Tuhan, serta keluarga yang mendampingi selalu diberikan kekuatan dan ketabahan.

Pertemuan BKSN I Lingkungan Santo Petrus

Menemukan Kebahagiaan Sejati Bersama Yesus Sang Guru yang Penuh Kuasa

Umat lingkungan berkumpul di kediaman Ibu Lely untuk melaksanakan doa lingkungan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Pertemuan 1. Ibadah yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh 9 orang umat dan dipimpin oleh Bapak Heri selaku pemandu ibadat.

Pertemuan perdana ini mengusung tema “Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Bahagia,” yang menjadi bagian dari rangkaian tema besar BKSN tahun ini, yaitu “Yesus Guru yang Penuh Kuasa.”

Melalui pendalaman Kitab Suci, Bapak Heri mengajak umat untuk merenungkan teks Sabda Bahagia yang diajarkan Yesus di atas bukit (Matius 10:1-15). Sebagai Guru yang penuh kuasa, Yesus tidak mengajarkan kebahagiaan berdasarkan standar duniawi—seperti kekayaan, popularitas, atau kekuasaan—melainkan melalui sikap hati yang miskin di hadapan Allah, kemurahan hati, kerendahan hati, serta keberanian membawa damai.

Poin Penting Renungan Pertemuan 1:

  • Kuasa Pengajaran Yesus: Pengajaran Yesus di atas bukit membalikkan logika dunia. Ia mengajar bukan sekadar memberi aturan, melainkan mengubah cara pandang kita tentang arti sukses dan bahagia yang sejati.
  • Makna Bahagia Sejati: Kebahagiaan yang ditawarkan Yesus berakar pada relasi yang dekat dengan Allah dan kepedulian terhadap sesama, bukan pada materi atau kondisi luar yang sementara.
  • Aksi Nyata di Lingkungan: Kehadiran 9 orang umat di rumah Ibu Lely menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk saling menguatkan iman, membawa kedamaian, dan menjadi “garam serta terang” mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar.

Kegiatan doa lingkungan ini ditutup dengan doa syafaat dan ramah tamah bersama Ibu Lely sebagai tuan rumah. Melalui pertemuan pertama ini, umat diajak untuk terus membuka hati pada ajaran Yesus Sang Guru, agar setiap langkah hidup sehari-hari senantiasa dibimbing oleh kuasa Sabda-Nya.

Misa Lingkungan Santo Petrus Menguatkan Iman dalam Kebersamaan

Lingkungan Santo Petrus Nanggulan kembali mengadakan perayaan Misa lingkungan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 18.00 WIB. Misa bertempat di rumah Bapak Muscapwanto dan diikuti dengan penuh sukacita oleh 34 orang umat Lingkungan Santo Petrus.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. Dalam pelaksanaan Misa, Romo Dadang didampingi oleh Ibu Tiwi, prodiakon, yang senantiasa dengan setia membantu dan melayani berbagai kegiatan di Lingkungan Santo Petrus.

Suasana Misa berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran umat menjadi kesempatan untuk bersama-sama mengucap syukur, mendengarkan sabda Tuhan, serta meneguhkan kembali semangat iman dan persaudaraan sebagai satu komunitas umat.

Perayaan Misa lingkungan bukan hanya menjadi kesempatan untuk beribadah bersama, tetapi juga menjadi ruang bagi umat untuk saling menyapa, mempererat tali persaudaraan, dan membangun kepedulian satu sama lain. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan lingkungan menjadi kekuatan bagi umat untuk terus bertumbuh dalam iman dan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah perayaan Misa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sajian makan bersama. Dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban, umat menikmati hidangan sambil berbincang dan berbagi cerita. Makan bersama menjadi penutup yang sederhana namun bermakna, karena semakin mempererat rasa kekeluargaan di antara seluruh umat yang hadir.

Semoga melalui perayaan Ekaristi dan kebersamaan ini, umat Lingkungan Santo Petrus Nanggulan semakin dikuatkan dalam iman, semakin peduli terhadap sesama, dan terus bertumbuh sebagai komunitas yang menghadirkan kasih, sukacita, serta damai Kristus di tengah kehidupan bersama.

Doa Lingkungan Santo Petrus: Menumbuhkan Cinta Tanah Air Melalui Kedekatan Hati

Lingkungan Santo Petrus kembali mengadakan doa lingkungan pada Senin, 3 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Lely. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 orang umat dan dipimpin oleh Ibu Mulyadi.

Pada kesempatan tersebut, umat bersama-sama merenungkan tema kebangsaan, yaitu “Tanah Air Ada di Sana, di Mana Ada Cinta dan Kedekatan Hati.” Melalui tema ini, umat diajak untuk memahami bahwa mencintai tanah air bukan hanya diwujudkan melalui rasa bangga terhadap bangsa, tetapi juga melalui kepedulian, persaudaraan, dan kasih kepada sesama di lingkungan tempat kita hidup.

Bahan permenungan mengangkat kisah hidup Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, atau yang lebih dikenal sebagai Romo Mangun. Beliau dikenal sebagai sosok imam yang mengabdikan hidupnya bagi masyarakat kecil dan kaum yang terpinggirkan. Melalui karya dan pelayanannya, Romo Mangun menunjukkan bahwa cinta kepada tanah air diwujudkan dengan menghadirkan harapan, memperjuangkan keadilan, serta membangun kehidupan yang lebih baik bagi sesama.

Dalam sesi sharing, umat diajak merefleksikan bagaimana semangat Romo Mangun dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cinta kepada tanah air dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kerukunan, saling membantu, menghargai perbedaan, serta membangun relasi yang penuh kasih di tengah keluarga maupun lingkungan.

Melalui doa bersama dan permenungan ini, diharapkan seluruh umat Lingkungan Santo Petrus semakin terdorong untuk menjadi pribadi yang tidak hanya mencintai bangsa melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa damai, persaudaraan, dan kepedulian kepada sesama. Semoga semangat kebangsaan yang berlandaskan kasih senantiasa tumbuh dalam hati setiap umat, sehingga Lingkungan Santo Petrus semakin menjadi komunitas yang hidup dalam persatuan, iman, dan cinta kasih.

Misa Arwah Mengenang 2 Tahun Berpulangnya Ibu Regina Vanessa Rositawati

Pada hari Kamis, 23 Juli 2026, pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus bersama keluarga besar almarhumah mengadakan Misa Arwah untuk mengenang dua tahun berpulangnya Ibu Regina Vanessa Rositawati. Perayaan Ekaristi berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan dipimpin oleh Romo Fransiskus Aprianus Setu, SVD.

Misa dihadiri sekitar 72 orang umat, yang terdiri dari umat Lingkungan Santo Petrus serta para undangan dari berbagai lingkungan lainnya. Kehadiran umat menjadi wujud nyata kasih, kepedulian, dan kebersamaan dalam mendoakan almarhumah serta memberikan penghiburan dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam homilinya, Romo Fransiskus Aprianus Setu, SVD mengajak seluruh umat untuk senantiasa menaruh harapan kepada Allah yang adalah sumber kehidupan kekal. Melalui perayaan Ekaristi, umat diajak mengenang teladan hidup almarhumah, mensyukuri segala kebaikan yang telah diwariskan semasa hidupnya, serta memperteguh iman akan janji kebangkitan bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus.

Suasana misa berlangsung dengan khidmat dan penuh doa. Seluruh umat bersama-sama memanjatkan intensi agar almarhumah memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan, penghiburan, kesehatan, dan penyertaan Allah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Perayaan Misa Arwah ini menjadi momen yang mengingatkan seluruh umat akan pentingnya doa bagi saudara-saudari yang telah berpulang serta mempererat persaudaraan dalam komunitas Gereja. Semoga kasih Allah senantiasa menyertai keluarga almarhumah, dan semoga Ibu Regina Vanessa Rositawati beristirahat dalam damai abadi bersama Bapa di surga.

Doa Lingkungan Santo Petrus: Merenungkan Makna Kerajaan Allah

Pada hari Kamis, 9 Juli 2026, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan doa lingkungan yang berlangsung pada pukul 19.00 WIB di kediaman Bapak Mulyadi. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 23 umat yang hadir dengan penuh semangat untuk berdoa dan memperdalam iman bersama.

Doa dipimpin oleh Bapak Heri dengan mengangkat tema “Kerajaan Allah”. Melalui bacaan Kitab Suci dan renungan, umat diajak untuk memahami bahwa Kerajaan Allah bukan hanya tentang kehidupan di masa depan, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih, kejujuran, kepedulian, dan semangat melayani sesama.

Setelah doa dan pendalaman iman, umat berdiskusi mengenai cara-cara sederhana untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah keluarga, lingkungan, maupun masyarakat. Diskusi berlangsung dengan hangat dan memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk saling berbagi pengalaman serta memperkuat iman.

Kegiatan doa lingkungan ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan antarumat. Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh umat Lingkungan Santo Petrus semakin terdorong untuk menjadi saksi Kristus dengan menghadirkan kasih dan damai Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan Kasih kepada Umat Lansia Lingkungan Santo Petrus

Pada hari Minggu, 28 Juni 2026, dalam rangka menyambut pesta nama Santo Petrus, umat Lingkungan Santo Petrus melaksanakan kegiatan kunjungan kasih kepada para umat lanjut usia (lansia) sebagai wujud kepedulian, perhatian, dan kasih persaudaraan di dalam kehidupan menggereja. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menghadirkan sukacita bagi para lansia yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan iman di lingkungan.

Dalam kunjungan kali ini, umat mengunjungi tiga keluarga, yaitu kediaman Bapak dan Ibu Mulyadi, Bapak Darto, serta Ibu Sugiarti. Kehadiran umat disambut dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Melalui perjumpaan sederhana ini, terjalin suasana hangat, penuh keakraban, serta saling berbagi cerita dan perhatian.

Sebagai ungkapan kasih dan kepedulian, rombongan membawa bingkisan berupa parcel buah dan roti untuk masing-masing keluarga yang dikunjungi. Bingkisan tersebut diharapkan dapat menjadi tanda kasih dari seluruh umat Lingkungan Santo Petrus sekaligus memberikan semangat dan kebahagiaan bagi para lansia.

Puncak dari setiap kunjungan adalah doa bersama. Seluruh umat memohon agar Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan sukacita kepada Bapak dan Ibu lansia. Semoga mereka selalu berada dalam penyertaan dan perlindungan Allah, diberikan ketenangan hati, damai sejahtera, serta tetap teguh dalam iman. Umat juga mendoakan agar keluarga yang mendampingi mereka senantiasa diberi kasih, kesabaran, kesehatan, dan berkat yang melimpah dalam merawat orang-orang terkasih.

Kegiatan kunjungan lansia ini menjadi pengingat bahwa perhatian kepada sesama, terutama kepada para lansia, merupakan wujud nyata kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran umat, doa bersama, serta perhatian yang diberikan diharapkan dapat menghadirkan semangat baru dan menguatkan para lansia untuk terus menjalani hari-hari mereka dengan penuh pengharapan kepada Tuhan.

Semoga kegiatan kasih seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semangat persaudaraan, kepedulian, dan pelayanan di Lingkungan Santo Petrus semakin bertumbuh, serta menjadi berkat bagi seluruh umat, khususnya para lansia yang telah memberikan teladan iman dan pengabdian sepanjang hidup mereka.

Doa Lingkungan Santo Petrus: Menjadi Sahabat Yesus di Era Digital

Pada hari Kamis, 25 Juni 2026, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan kegiatan doa lingkungan yang bertempat di rumah Ibu Puruwati. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 orang umat yang berkumpul dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan semangat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Doa lingkungan diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci, renungan, dan doa bersama. Pada kesempatan ini, tema yang diangkat adalah “Menjadi Sahabat Yesus di Era Digital.” Tema tersebut mengajak seluruh umat untuk merenungkan bagaimana perkembangan teknologi dan media digital memengaruhi kehidupan sehari-hari sebagai pengikut Kristus.

Dalam sesi diskusi, umat berbagi pandangan mengenai dampak positif dan negatif dari teknologi. Dari sisi positif, teknologi dinilai sangat membantu dalam memperluas akses terhadap informasi, mempermudah komunikasi dengan keluarga dan sesama, serta mendukung kegiatan rohani melalui misa online, renungan harian, dan berbagai konten yang dapat memperdalam iman.

Di sisi lain, umat juga menyadari adanya dampak negatif apabila teknologi tidak digunakan secara bijaksana. Penggunaan media sosial yang berlebihan, penyebaran informasi yang tidak benar, berkurangnya interaksi langsung dengan keluarga maupun lingkungan, serta kecenderungan kecanduan gawai menjadi beberapa tantangan yang dihadapi di era digital saat ini.

Melalui diskusi tersebut, seluruh peserta diajak untuk semakin bijaksana dalam memanfaatkan teknologi. Sebagai sahabat Yesus, umat diharapkan mampu menggunakan media digital sebagai sarana untuk menyebarkan kasih, membangun persaudaraan, memberikan kesaksian hidup yang baik, serta menyebarkan nilai-nilai Kristiani kepada sesama.

Kegiatan doa lingkungan ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat kebersamaan antarumat. Semoga melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Santo Petrus semakin bertumbuh dalam iman dan mampu menjadi sahabat Yesus yang menghadirkan terang dan kasih-Nya, baik dalam kehidupan nyata maupun di dunia digital.