Pemilihan Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo: Menghidupi Semangat Pelayanan dan Persaudaraan


Hari Minggu, 14 September 2025, menjadi momen bersejarah bagi Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo. Bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo, dilaksanakan pemilihan ketua paguyuban yang baru. Kegiatan ini diwarnai suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan dalam pelayanan.

Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo merupakan wadah yang senantiasa menjadi tulang punggung dalam berbagai kegiatan gereja: mulai dari doa bersama, pendampingan anak-anak, dukungan dalam liturgi, hingga kegiatan sosial yang menyentuh banyak umat. Karena itu, pemilihan ketua baru bukanlah sekadar rutinitas organisasi, melainkan juga panggilan untuk terus menghadirkan wajah Gereja yang hidup, penuh cinta, dan melayani.

Dalam kesempatan ini, dua calon maju untuk mengemban tugas kepemimpinan, yaitu:

  1. Ibu MM. Tri Hesti Andriani dari Lingkungan Bartholomeus
  2. Ibu Oktavia Sarhesti Padmini dari Lingkungan Monica

Keduanya dikenal aktif, berdedikasi, dan memiliki semangat yang tinggi dalam mendukung kehidupan menggereja. Proses pemilihan berlangsung dengan tertib, lancar, serta didasari semangat persaudaraan kristiani. Setiap suara yang diberikan menjadi tanda kepercayaan sekaligus doa agar siapapun yang terpilih mampu melayani dengan penuh kasih.

Hasil pemilihan menetapkan Ibu MM. Tri Hesti Andriani dari Lingkungan Bartholomeus sebagai Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo periode 2026–2028. Beliau diharapkan dapat membawa paguyuban semakin maju, solid, dan mampu menjadi garda depan dalam menggerakkan kaum ibu untuk terlibat dalam pelayanan Gereja.

Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh anggota paguyuban agar tidak berhenti melangkah bersama. Ketua hanyalah seorang penggerak, namun keberhasilan pelayanan terletak pada kerja sama, kesetiaan, dan kerendahan hati seluruh anggota. Dengan demikian, Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo dapat terus menjadi teladan iman, harapan, dan kasih di tengah keluarga maupun lingkungan.

Semoga Roh Kudus senantiasa menuntun langkah kepemimpinan yang baru ini, sehingga setiap karya dan pelayanan senantiasa memuliakan nama Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

Kunjungan Kasih Timpel PIUL: Merangkai Doa, Persaudaraan, dan Kenangan Pelayanan


Dalam semangat persaudaraan seiman dan kepedulian terhadap para lansia, Timpel PIUL kembali melaksanakan karya pelayanan kasih melalui kunjungan ke rumah umat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari perhatian Gereja kepada mereka yang telah lebih dahulu menabur benih iman dan pengabdian di tengah komunitas.

Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Bapak YB Hardjito dan Ibu Fransiska Jumirah. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan begitu terasa sejak awal perjumpaan. Setelah diawali dengan doa bersama, tim kemudian mendampingi Bapak Hardjito untuk pemeriksaan kesehatan oleh Bapak Y. Sudiharto. Pemeriksaan meliputi tensi darah, kadar gula, asam urat, dan kolesterol. Hasilnya pun dibicarakan dengan ringan dan penuh perhatian, menjadi sarana untuk saling menguatkan dalam menjaga kesehatan di usia lanjut.

Dalam percakapan hangat, tersingkaplah kembali kisah perjalanan pelayanan Bapak Hardjito. Beliau pernah menjadi Koordinator sekaligus Pelatih musik inkulturasi gamelan Jawa untuk liturgi. Dengan penuh semangat, beliau menceritakan kembali pengalamannya mengiringi puji-pujian Gereja dengan lantunan gamelan, sebuah warisan budaya sekaligus wujud iman yang indah. Meskipun kini usia telah sepuh dan sudah lama fakum, semangatnya tetap menyala ketika berbicara tentang gamelan liturgi. Pandangan matanya seakan kembali hidup, menandakan betapa besar cinta yang pernah beliau berikan untuk Gereja melalui seni musik.

Perjalanan pelayanan kasih dilanjutkan ke Lingkungan St. Gabriel, mengunjungi Bapak Jumadi. Beliau pun memiliki kisah yang serupa: dahulu aktif sebagai pemusik gamelan yang memegang gong, ikut serta menghidupi suasana liturgi dengan indahnya harmoni tradisi Jawa. Saat ini, meski harus berjuang dengan kondisi kesehatan akibat Parkinson, semangat imannya tetap kokoh. Beliau masih berusaha hadir di Gereja setiap kali ada kesempatan, menjadi teladan kesetiaan dan ketekunan dalam menghidupi iman di tengah keterbatasan.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang pemeriksaan kesehatan fisik, melainkan juga menjadi ruang perjumpaan hati, di mana doa, cerita, kenangan, dan semangat pelayanan kembali dirangkai bersama. Melalui kisah para lansia, kita diajak merenungkan betapa iman dan pengabdian yang telah mereka taburkan merupakan harta berharga bagi Gereja.

Semoga karya pelayanan sederhana ini semakin meneguhkan bahwa Gereja adalah rumah yang saling menopang, tempat di mana setiap pribadi – muda maupun sepuh – dihargai dan dicintai. Kehadiran Timpel PIUL menjadi tanda bahwa kasih Kristus terus mengalir, menyapa, dan menguatkan semua umat-Nya.

“Wujud Kasih dan Kepedulian: Stasi Maguwo Salurkan Bantuan kepada Warga Terdampak Bencana”


Minggu, 24 September 2025, Stasi Maguwo kembali menunjukkan kepedulian terhadap sesama dengan memberikan bantuan kepada tiga keluarga warga Lingkungan Santo Yusuf yang rumahnya terdampak angin puting beliung.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua Stasi Maguwo, Bapak Agung, dan disaksikan oleh Ketua Bidang Kemasyarakatan, Bapak Al Bagio, serta Ketua Lingkungan Santo Yusuf, Bapak Sugeng.

Adapun penerima bantuan adalah:

  1. Yohanes Surahmin
  2. Theresia Ngatinem
  3. Christina Waliti

Melalui kegiatan ini, Stasi Maguwo berharap dapat meringankan beban keluarga terdampak serta memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas antarumat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu proses pemulihan dan menjadi wujud nyata kasih serta perhatian gereja terhadap umatnya.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi pengingat bahwa kita adalah satu keluarga dalam iman dan kasih,”

Stasi Maguwo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan kepada umat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat dan musibah.

Pertemuan Perdana Misdinar Maguwo 2025


Hari Minggu, 9 Agustus 2025, pengurus Misdinar Maguwo mengadakan pertemuan perdana nihh dengan angkatan Komuni Pertama angkatan 2025 yang akan segera di lantik menjadi anggota Misdinar.

Pertama, kita melakukan registrasi. Setelah registrasi, kita mulai dengan sambutan dari Kak Yohanes Theo Widodo sebagai ketua Misdinar yang kece dan keren.. Selanjutnya disambut oleh Bapak Agung selaku Ketua Dewan Stasi. Yang terakhir kita ada sambutan dari Ketua Bidang Liturgi yaitu Ibu Ita Rinawati dan dilanjutkan dengan materi singkat tentang liturgi di gereja. Sebagai pengurus, tentu kita juga perkenalan dongg karena ada pepatah tak kenal maka tak sayang

Setelah itu karena masih fresh nih yaa, jadinya kita adakan foto bersama duluu yeyy… lalu di lanjut dengan perkenalan alat misa bersama kak Valent dan kak Ganes. Ternyata pada excited untuk nyoba dan menghapal nihhh, kerenn sihhh!!!

Untuk menguji daya ingat, kita melakukan games yaitu “Remember Me” dengan kak Marlin yang menjadi koordinator games. Games hanya diberikan waktu sekitar 15 menit untuk menyelesaikan. Ternyata ga di sangka sangka, jawaban mereka bener semuaaa lhooo!! keren banget yaa. Setelah itu kita ada pembagian hadian tapi bukan berdasarkan juara, tetapi sebagai apresiasi pengurus kepada calon Misdinar angkatan 25. Yang terakhir, ada tuker kado silangg nihhh, seru banget kado nya di rollingg dan akhirnya sayonara.

Semangat Pelayanan Melalui Firman

Bukan sekedar panggilan, namun menjadi ajang yang seru dan pendorong agar semakin dekat dengan Yesus melalui firman-Nya. Siapa bilang membaca Kitab Suci itu susah?? baca Kitab Suci mudah asal membaca dengan sepenuh hati yaaa

Hari Minggu, 27 Juli 2025, tim Lektor GMBA mengadakan lomba Lektor lhooo. Lomba ini di ikuti oleh 25 peserta dengan 2 kategori yaitu kategori dewasa dan kategori remaja serta 3 dewan juri yaitu Bapak Ignatius Sunaryo, Suster Bernadeta Nunur, RMI, dan Ibu A. Eddayari Yuliantiningsih.


Sebelum lomba di mulai, ada sambutan dari Bapak Yohanes Agung Prasetya selaku Ketua Dewan Stasi dan Mbak Caroline Denis Noverly sebagai Ketua Lomba Lektor kali ini. Lalu ada peraturan yang dijelaskan oleh Ibu Vera dan di bantu dengan Tian untuk teknis lomba Lektor. Lomba ini juga di selingi oleh ice breaking dengan menggunakan gerak dan lagu “Happy ya ya ya”, “KASIH” dan “Aku Cinta Yesus” dengan penuh antusias dan agar tidak ngantuk xixixixiii…


Bacaan yang dibacakan dipilih random dengan mengambil 1 kertas yang berisikan 1 pilihan acak dari 3 pilihan bacaan. Lomba Lektor berjalan dengan lancar dan tentunya para peserta memiliki suara dan gaya membaca yang unik dan beragam lhoo… keren keren deh pokoknyaa!!
Setelah semua selesai membaca kita adakan sesi foto peserta sebagai kenang kenangan dan apresiasi karena sudah mengikuti lomba dengan baikk.



hohohooo akhirnya waktu yang di tunggu tunggu yaitu makan sianggg sambil nunggu juri selesai menilai karena proses penilaian cukup lama. Makan siang kali ini dengan soto yang enakk.



Selesai makan, akhirnya pengumuman juara nihhh, pengumuman juara dibacakan oleh dewan juri yaitu Bapak Sunaryo. Juri mengambil 3 pemenang dengan kategori dewasa dan 3 pemenang dari kategori remaja.
Pemenang Kategori Dewasa :
juara 1 : Sisilia Maria Magdalena linkungan Paulus
Juara 2 : Paulus Supit lingkungan Gregorius
Juara 3 : Maria Septia Lingkungan Petrus

Pemenang Kategori Remaja
Juara 1 : Benecdito Deva lingkungan Bartholomeus
Juara 2 : Eufrasia Lauda lingkungan Fransiskus Asisi
Juara 3 : Joachim Nuansa lingkungan Maria Assumpta



Selamat yaa untuk para pemenang!!!
Untuk yang belum menang jangan berkecil hati yaa, tetap semangat melayani Tuhan dengan sepenuh hati.

Sampai Jumpa di Lomba Lektor selanjunyaa Tuhan memberkati
bye byeee


kunjung Instagram komsos GMBA :

https://www.instagram.com/reel/DMnlfZ9vB2z/?igsh=MTRlMXZkb2pyMnBrdQ==