Martinus Ervin Andres Rinaldi was born in Sleman, on September 21, 1995. Raised in a Catholic family rooted in simplicity, faith, and integrity, Ervin grew up in an environment where values like responsibility, service, and devotion were instilled early. From a young age, he showed an innate interest in structures and design—keenly observing spaces and sketching alternative layouts from his imagination.
He began his formal education at Kanisius Kalasan Junior High School, a school well-known for nurturing character and promoting Ignatian values. This foundation shaped his intellectual curiosity and social awareness. His passion for the built environment deepened during his time at STM Pembangunan Yogyakarta (now SMK Negeri 2 Depok), where he developed essential technical skills in construction and building design.

His path became clearer when he was admitted to the Faculty of Engineering, Architecture Department at Atma Jaya Yogyakarta University, class of 2016. During his university years, Ervin was known not only for his diligence and creativity but also for his reflective approach to architecture. To him, design is not just about aesthetics or structure—it’s about the soul of a space, the relationship between place and people, form and meaning.

As the masterplan designer for St. Mary Mother of God Church in Maguwo, Ervin was entrusted with a significant mission: to design not only a physical structure but to articulate the identity and pastoral direction of a living faith community. He approached the task with humility and depth—listening to the needs of the faithful, studying the church’s history, observing the social and environmental context, and aligning the design with the spirit of Catholic liturgy.
In his masterplan, Ervin envisioned a sacred space that harmonizes with nature and community. The spatial arrangement considers liturgical flow, natural lighting, accessibility, and movement of the congregation. He also designed supporting facilities to encourage pastoral outreach, faith education, and communal interaction. All elements are grounded in one essential principle: a church is not merely a place of prayer, but a shared home shaped and enlivened by its people.
Ervin’s design style can be described as modest yet meaningful. He avoids excessive visual grandeur, instead favoring simplicity imbued with depth and purpose. His work reflects clean geometry, inclusive spatial planning, and the thoughtful use of local materials. He skillfully incorporates symbolic elements of the Catholic faith—such as the cross, light, and altar orientation—into a design that feels both contemporary and sacred.
His involvement in this project goes beyond professional duty. Ervin is a man of faith, and for him, designing a church is a spiritual journey—one that demands prayer, reflection, and sincere dialogue. He does not design from ego, but from a heart that seeks to serve and glorify God through his talents.
Through his dedication and thoughtful design, St. Mary Mother of God Church in Maguwo will stand not only as an impressive architectural structure, but more importantly as a spiritual home—a place that gathers, nurtures, and sends forth the faithful into the world.
Martinus Ervin Andres Rinaldi is a shining example of today’s Catholic youth: talented, principled, and spiritually grounded. Through his hands and heart, he has helped shape a space where heaven touches earth, where community finds its soul, and where faith takes form in brick and light.
Martinus Ervin Andres Rinaldi: Arsitek Muda di Balik Masterplan Gereja St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo
Martinus Ervin Andres Rinaldi lahir di Sleman, 21 September 1995. Ia tumbuh besar dalam lingkungan keluarga Katolik yang sederhana namun penuh nilai, di mana iman, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejak usia muda, Ervin menunjukkan minat pada dunia visual dan bentuk. Ia senang mengamati bangunan, menggambar denah, dan membayangkan ulang ruang-ruang hidup dalam perspektifnya sendiri.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SMP Kanisius Kalasan, sekolah yang dikenal dengan nilai-nilai pendidikan karakter dan pembentukan kepribadian. Di sinilah benih semangat intelektual dan kepedulian sosialnya mulai tumbuh. Ia kemudian melanjutkan ke STM Pembangunan Yogyakarta—kini dikenal sebagai SMK Negeri 2 Depok—dan mulai mendalami dunia teknik bangunan secara lebih spesifik. Di sini, minatnya terhadap desain bangunan semakin menguat, dan keahliannya mulai terasah secara teknis.
Langkahnya semakin mantap saat ia diterima di Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta, angkatan 2016. Selama masa kuliah, Ervin dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya tekun dan kreatif, tetapi juga reflektif dalam memaknai ruang dan desain. Baginya, arsitektur bukan sekadar estetika atau struktur fisik, tetapi juga tentang jiwa dari sebuah tempat—tentang relasi antara ruang dan manusia, antara bentuk dan makna.
Sebagai desainer masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah di Maguwo, Ervin diamanahi sebuah tanggung jawab besar—merancang bukan hanya fisik bangunan, tetapi juga merumuskan identitas dan arah pastoral sebuah komunitas umat. Ia memulai proses ini dengan pendekatan mendalam: mendengarkan kebutuhan umat, memahami sejarah gereja, memperhatikan dinamika lingkungan, hingga menyelaraskan desain dengan semangat liturgi Katolik.
Dalam masterplan rancangannya, Ervin menghadirkan ruang ibadat yang menyatu dengan alam dan komunitas. Penataan ruang memperhatikan sirkulasi umat, tata letak liturgis, pencahayaan alami, dan aksesibilitas untuk semua kalangan. Ia juga merancang area penunjang yang mendukung kegiatan pastoral, pendidikan iman, dan interaksi sosial. Seluruh konsep berpijak pada prinsip bahwa gereja bukan hanya tempat berdoa, tetapi rumah bersama yang membentuk dan dihidupi oleh umat.
Gaya desain Ervin dapat dikatakan bersahaja namun bernas. Ia tidak mengejar kemewahan visual, tetapi lebih memilih kesederhanaan yang mendalam dan kuat secara makna. Material lokal, bentuk geometris yang bersih, dan tata ruang yang inklusif menjadi ciri khasnya. Ia juga piawai dalam memadukan elemen-elemen simbolik iman Katolik—seperti salib, cahaya, dan orientasi altar—dalam rancangan yang modern namun tetap sakral.
Keterlibatan Ervin dalam proyek ini bukan semata-mata sebagai seorang profesional, melainkan juga sebagai pribadi beriman yang ingin mempersembahkan karya terbaiknya bagi Tuhan dan Gereja. Bagi Ervin, merancang gereja adalah proses spiritual yang menuntut doa, refleksi, dan dialog yang tulus. Ia tidak datang dengan ego desain, melainkan dengan kerendahan hati dan semangat melayani.
Dengan segala pemikiran dan ketekunan yang ia curahkan, Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo tidak hanya akan menjadi bangunan megah yang berdiri secara fisik, tetapi menjadi rumah rohani yang menyatukan umat, menumbuhkan iman, dan mengutus setiap orang untuk membawa terang Kristus dalam kehidupan nyata.
Martinus Ervin Andres Rinaldi adalah sosok arsitek muda yang merepresentasikan generasi Katolik masa kini: berintegritas, berbakat, dan berspiritualitas mendalam. Melalui karyanya, ia telah menorehkan sejarah, tidak hanya di atas kertas gambar, tetapi dalam hidup umat dan dalam perjalanan iman sebuah komunitas.
