
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, khususnya para calon penerima Sakramen Penguatan,
Salam damai dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
Dengan penuh sukacita dan harapan, kita menantikan saat yang sangat istimewa dalam perjalanan iman kita, yaitu penerimaan Sakramen Penguatan—sebuah anugerah agung di mana kita diteguhkan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus yang berani, setia, dan penuh kasih di tengah dunia.
Sakramen Penguatan bukanlah sekadar sebuah upacara atau tradisi Gereja. Ia adalah perjumpaan pribadi dengan Roh Kudus, yang akan memeteraikan kita dengan karunia-karunia-Nya: kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengetahuan, kesalehan, dan takut akan Allah. Oleh karena itu, Gereja mengajak kita semua, khususnya para calon penerima Krisma, untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh—bukan hanya secara lahiriah, tetapi terlebih secara batiniah.
Triduum: Masa Persiapan Rohani
Dalam semangat itu, kita akan memasuki Triduum, yaitu masa persiapan rohani selama tiga hari menjelang penerimaan Sakramen Penguatan. Triduum ini adalah waktu yang sangat berharga untuk merenungkan kembali perjalanan iman kita, membuka hati terhadap karya Allah, dan membiarkan Roh Kudus membentuk kita menjadi pribadi yang baru.
Salah satu langkah penting dalam masa persiapan ini adalah menerima Sakramen Tobat atau Pengakuan Dosa, yang akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 2 September 2025
Waktu: 15.30 – selesai
Tempat: Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo
Mengapa Sakramen Tobat Begitu Penting?
Sebelum menerima pencurahan Roh Kudus, kita diajak untuk terlebih dahulu membersihkan bejana hati kita dari segala dosa, luka batin, dan hal-hal yang menghalangi kasih Allah bekerja dalam hidup kita. Sakramen Tobat adalah pintu rahmat, tempat di mana kita:
- Mengakui dengan rendah hati segala kelemahan dan kegagalan kita di hadapan Allah
- Menerima pengampunan dan pemulihan dari Bapa yang penuh belas kasih
- Dibebaskan dari beban dosa yang mengikat dan melemahkan jiwa
- Memulai kembali dengan hati yang diperbarui, bersih, dan siap menerima Roh Kudus
Dalam Kitab Suci, kita melihat bagaimana para rasul dipersiapkan oleh Yesus sebelum menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta. Mereka berkumpul dalam doa, dalam pertobatan, dan dalam penantian yang penuh iman. Demikian pula kita, hendaknya mempersiapkan diri dengan semangat yang sama—dengan hati yang terbuka, penuh kerinduan, dan siap untuk diperbarui.

Menyambut Roh Kudus dengan Hati yang Siap
Roh Kudus tidak memaksa masuk ke dalam hati yang tertutup. Ia hadir dalam kelembutan, dalam keheningan, dalam hati yang berserah dan percaya. Maka, mari kita jadikan masa Triduum ini sebagai titik balik dalam hidup rohani kita. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Datanglah kepada Tuhan dengan hati yang jujur. Biarkan Dia menyentuh, menyembuhkan, dan menguatkan kita.
Jangan takut untuk mengakui dosa. Jangan malu untuk kembali kepada Allah. Ia adalah Bapa yang selalu menanti kita dengan tangan terbuka. Dalam Sakramen Tobat, kita tidak hanya diampuni, tetapi juga dipulihkan dan dipersiapkan untuk menerima karunia yang jauh lebih besar: kehadiran Roh Kudus yang mengubah hidup.
Saudara-saudari terkasih,
Mari kita jalani masa Triduum ini dengan penuh kesungguhan, dengan semangat pertobatan dan pembaruan. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk semakin dekat dengan Tuhan, semakin mengenal diri, dan semakin siap untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang haus akan kasih dan kebenaran.
Semoga Roh Kudus membimbing setiap langkah kita, menerangi hati kita, dan meneguhkan kita dalam panggilan hidup sebagai murid-murid Kristus yang sejati.
Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu, dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu.
Amin.
Untuk dokumentasi lainya dapat dicek disini:
https://drive.google.com/drive/folders/1azQc0gxPSs2O0Xu8dcsTeFIsbVhuJrYH
