Dalam suasana Natal yang masih hangat, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengajak pasangan suami istri untuk kembali menimba kekuatan kasih melalui penyegaran janji perkawinan yang dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi Minggu, 28 Desember 2025.




Perayaan iman ini diikuti oleh 60 pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun perkawinan pada bulan Oktober hingga Desember. Kehadiran para pasangan menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan yang setia menyertai perjalanan hidup berkeluarga, dari tahun ke tahun.
Melalui perayaan Ekaristi ini, pasangan suami istri diajak untuk mengingat kembali, memperbarui, dan meneguhkan janji kasih yang pernah diikrarkan di hadapan Tuhan dan Gereja. Janji setia tersebut kembali dihidupi sebagai komitmen iman yang terus diperjuangkan dalam keseharian, di tengah berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.




Di hadapan altar Tuhan, para pasangan berdiri bersama, menatap kembali perjalanan rumah tangga yang telah dilalui—dengan segala suka dan duka, tawa dan air mata. Momen penyegaran janji perkawinan menjadi saat yang penuh makna, di mana kasih diperdalam, kesetiaan diteguhkan, dan harapan diperbarui dalam terang kasih Kristus.
Perayaan ini sekaligus menegaskan kembali panggilan keluarga Kristiani sebagai gereja kecil, tempat kasih Allah dihadirkan secara nyata. Dari keluarga, nilai cinta, kesetiaan, dan pengampunan terus dihidupi dan dibagikan, sehingga keluarga menjadi sumber berkat bagi Gereja dan masyarakat.
Melalui penyegaran janji perkawinan ini, Gereja berharap agar setiap pasangan semakin berakar dalam iman, bertumbuh dalam kasih, dan setia dalam pengharapan. Kiranya Kristus senantiasa menjadi pusat kehidupan berkeluarga, sehingga setiap rumah tangga sungguh menjadi sumber cinta, kesetiaan, dan berkat dalam terang kasih-Nya.
Semoga momen iman ini menjadi kekuatan baru bagi setiap pasangan suami istri untuk terus berjalan bersama, saling menguatkan, dan setia menghidupi janji kasih hingga akhir hayat
