Pertemuan BKSN 3 dan 4 Lingkungan St Gabriel

Pada hari Jumat, 19 September 2025, Lingkungan St. Gabriel melaksanakan Pertemuan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) ke-3 dan ke-4 bertempat di rumah keluarga Antonius Subiyanto. BKSN ke 3 dipimpin oleh Maria Suprapti, Lita, Ona Kilok dan Qaaley. Sedangkan BKSN ke 4 dipimpin oleh Intan, Ika, Nana, dan Aurel. Pertemuan dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri sekitar 30 orang umat yang terdiri dari bapak, ibu, kaum muda dan anak-anak.

Kegiatan diawali dengan doa pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan BKSN sesuai tema. Suasana pertemuan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, umat terlibat aktif dalam doa maupun sharing iman.

Untuk BKSN ke-3, tema yang diangkat adalah: “Pembaruan Relasi dalam Keluarga” (Mal. 2:10-16)

Tujuan: Peserta semakin menyadari bahwa Allah menghendaki agar mereka hidup benar di dalam keluarga dengan berlaku setia kepada keluarganya.

Untuk BKSN ke-4, tema yang diangkat adalah: “Pembaruan Relasi dengan Allah” (Mal. 3:13–18)

Tujuan: Peserta semakin menyadari bahwa Allah menghendaki agar mereka selalu memperbarui relasi dengan-Nya, dengan bertobat dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga memperoleh keselamatan.

Setelah BKSN selesai, acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan untuk Krismawati dari Lingkungan St. Gabriel, kemudian PWK (Pertemuan Wanita Katolik), penyampaian pengumuman-pengumuman penting, dan sarasehan bersama umat.

Pertemuan berakhir pada pukul 21.15 WIB dengan doa penutup. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan baik, tertib, penuh kebersamaan, dan semakin mempererat relasi antarumat di Lingkungan St. Gabriel.

BKSN III Lingkungan Santo Petrus

Pembaruan Relasi dalam Keluarga (Mal 2:10-16)


Pada hari Sabtu, 20 September 2025, umat Lingkungan Santo Petrus kembali berkumpul untuk melaksanakan Doa Lingkungan yang bertempat di rumah Bapak Reagen. Ibadat malam ini dipimpin oleh Ibu Maya dan dihadiri oleh 12 orang umat.

Doa lingkungan kali ini mengangkat tema: “Pembaruan Relasi dalam Keluarga”, dengan dasar Kitab Maleakhi 2:10–16. Dalam bacaan tersebut ditegaskan bahwa Allah adalah Bapa yang satu bagi semua, sehingga setiap orang dipanggil untuk setia menjaga ikatan kasih, terutama dalam keluarga. Pesan penting yang diangkat adalah bagaimana setiap anggota keluarga dipanggil untuk membangun relasi yang harmonis, penuh kesetiaan, dan kasih yang tulus.

Dalam renungan, umat diajak untuk menyadari bahwa tantangan dalam keluarga seringkali datang dari kurangnya komunikasi, kesetiaan, dan pengertian satu sama lain. Melalui firman Tuhan, umat diajak untuk memperbaharui diri dengan kembali pada kasih dan kesetiaan yang sejati, sehingga keluarga dapat menjadi tempat tumbuhnya iman, cinta kasih, serta sumber kekuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara doa berjalan dengan penuh kekhidmatan dan kehangatan. Setelah ibadat selesai, umat saling bertegur sapa dan bercengkerama dalam suasana kekeluargaan, yang semakin mempererat persaudaraan di antara umat Lingkungan Santo Petrus.

Melalui doa lingkungan ini, umat semakin diteguhkan untuk senantiasa menjaga kesetiaan dan memperbarui relasi kasih dalam keluarga, sesuai dengan kehendak Allah

PERTEMUAN BKSN 3 Umat Stasi Maguwo dengan Tema: “Pembaruan Relasi dalam Keluarga” (Mal. 2:10-16)


Umat Stasi Maguwo kembali melaksanakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025, kali ini memasuki pertemuan ke-3 dengan tema “Pembaruan Relasi dalam Keluarga”. Pertemuan ini menjadi kesempatan berharga untuk meneguhkan setiap keluarga agar tetap setia pada panggilannya, hidup dalam kasih, serta menjadi saksi iman di tengah dunia.

Dalam bacaan dari Kitab Maleakhi, umat diajak untuk menyadari bahwa kita semua berasal dari satu Bapa yang sama. Karena itu, keluarga dipanggil untuk menjaga kesetiaan, mengutamakan kasih, dan menjauhi perpecahan. Nabi Maleakhi dengan tegas mengingatkan bahwa relasi yang rapuh, penuh konflik, atau tanpa kesetiaan akan merusak keharmonisan keluarga. Sebaliknya, keluarga yang dibangun atas dasar kasih akan menjadi berkat, bukan hanya bagi anggotanya sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.

Suasana pertemuan BKSN di berbagai lingkungan pun terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Umat bersama-sama merenungkan Firman Tuhan, berdiskusi, dan berbagi pengalaman hidup sehari-hari dalam keluarga. Lewat sharing iman yang sederhana, setiap peserta semakin diteguhkan bahwa keluarga adalah “sekolah kasih” di mana pengampunan dipelajari, kesabaran dilatih, dan kesetiaan dijaga.

Melalui pertemuan ini, umat diajak untuk tidak berhenti memperbarui diri dalam lingkup keluarga. Kasih yang hidup di dalam keluarga diharapkan dapat menjadi dasar untuk membangun relasi yang lebih luas, baik di gereja maupun di masyarakat.

Lingkungan St Gregorius

Lingkungan St Yohanes Pembabtis

Lingkungan St Stefanus

Lingkungan St Theresia

Lingkungan St Monica

Lingkungan St Clara

Lingkungan St Bartolomeus

Lingkungan St Gabriel

Lingkungan St Petrus

Lingkungan St Paulus

Lingkungan St Fransiskus Asisi

Lingkungan St Antonius

Semoga pertemuan BKSN ini semakin meneguhkan setiap keluarga untuk hidup dalam kasih, setia pada janji, dan menjadi tanda kehadiran Allah di tengah dunia.

Doa BKSN II Lingkungan St. Petrus

Pembaruan Relasi Dengan Sesama (Za 7:1-14)

Pada hari Selasa, 16 September 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan St. Petrus kembali berkumpul untuk melaksanakan doa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) II. Perayaan doa kali ini bertempat di rumah Bapak Mulyadi dan dipimpin oleh Ibu Retno.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, sebanyak 12 umat hadir dengan hati yang terbuka untuk mendalami firman Tuhan. Tema yang diusung pada BKSN II adalah “Pembaruan Relasi dengan Sesama” yang diambil dari Kitab Zakharia 7:1-14.

Melalui bacaan Kitab Suci tersebut, umat diajak untuk merenungkan pentingnya menjaga relasi yang harmonis dengan sesama, menjauhi sikap egois, serta menghidupi kasih dalam keseharian. Pesan utama yang ditegaskan adalah bahwa relasi dengan sesama tidak dapat dipisahkan dari relasi dengan Allah. Perbuatan adil, kasih, dan solidaritas menjadi wujud nyata iman yang hidup.

Suasana doa berlangsung dengan penuh khidmat. Doa bersama, sharing iman, serta diskusi singkat membantu umat semakin memahami makna firman Tuhan dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan hidup bermasyarakat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama serta ucapan terima kasih kepada tuan rumah, Bapak Mulyadi, yang telah menyediakan tempat, dan kepada semua umat yang hadir dengan penuh semangat. Doa BKSN II ini menjadi sarana berkat untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat komitmen umat Lingkungan St. Petrus dalam membangun relasi yang penuh kasih dengan sesama.


Aksi Nyata BKSN ke 2 “Pembaharuan Relasi Dengan Sesama”

Dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional 2025 pada pertemuan ke 2 dengan Tema : Pembaharuan Relasi Dengan Sasama (ZA.7: 1-14). Aksi nyata pribadi dan kelompok sesuai buku panduan BKSN 2025 pertemuan ke 2 umat sepakat untuk melakukan kunjungan sosial kepada umat lingkungan St. Stefanus yang sedang sakit. Kunjungan dilaksanakan hari Senin tgl 15 September 2025

Kunjungan yang diwakili oleh 8 orang diawali dari rumah bapak/ibu Hendrik Legoh yang telah berapa bulan ini menderita sakit akibat jatuh dan harus menjalani operasi.
Ditemui di tempat tidurnya Bpk Hendrik karena masih kesulitan untuk berjalan tetapi beliau menyambut dengan sumringah dan penuh semangat.
Setelah saling menyapa dan bercerita tentang kesehatan beliau dilanjutkan dengan Ibadat singkat untuk mendoakan bapak/ibu Hendrik agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi derita sakitnya serta mendoakan agar segera diberikan kesembuhan dan beraktivitas seperti biasanya supaya bisa bergabung saat ada pertemuan lingkungan. Ibadat Singkat/doa untuk orang sakit dipimipin oleh bapak Yohanes Sudiharto.
Kunjungan dilanjutkan kepada Ibu Onariyah Sutopo yang dari beberapa bulan lalu dirawat di RS Panti Rini dan masih menjalani rawat jalan, untuk menguatkan dan memberikan semangat kembali bapak Yohanes Sudiharto mendoakan beliau dengan Ibadat singkat.
Penuh rasa syukur beliau menerima kunjungan dan doa yang dari umat lingkungan.
Setelah berjalan kaki walau ada juga yang naik motor melewati beberapa blok di Perumahan Soka Asri Permai sampailah di Kediaman bapak FA. Gunawan yang telah beberapa tahun belakangan ini menderita sakit. Tak jauh berbeda dari Bpk/Ibu Hendrik dan ibu Onariyah Sutopo beliau terlihat sumringah menerima kunjungan kami yang mewakili umat lingkungan St Stefanus.
Sama dengan yang dilakukan sebelumnya doa bersama dengan Ibadat singkat untuk mendoakan bapak Gunawan agar tetap kuat dan tabah dalam menjalani kehidupan yang beliau derita karena sakitnya dan bisa diberikan kesembuhan dan sehat kembali bisa beraktivitas seperti dahulu.

Kunjungan yang singkat ini semoga menjadi penghiburan obat kangen bisa bertemu dengan umat lingkungan yang sudah lama tidak bersama dalam setiap pertemuan .

Doa BKSN 1 Lingkungan St. Petrus


Tema: Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri (Za 1:1-6)

Pada hari Sabtu, 13 September 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan St. Petrus melaksanakan doa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) pertama yang bertempat di rumah Mas Yuan. Perayaan doa ini dipimpin oleh Bapak Heri dan dihadiri oleh 18 orang umat.

Dengan penuh kebersamaan, umat berdoa serta merenungkan tema BKSN 1 yaitu “Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” yang diambil dari Kitab Zakharia 1:1-6. Melalui bacaan Kitab Suci ini, umat diajak untuk melihat kembali perjalanan hidupnya, menyadari kesalahan maupun kelemahan pribadi, dan membuka hati untuk bertobat serta memperbarui diri dalam terang kasih Allah.

Suasana doa berlangsung khidmat dan hangat. Umat yang hadir juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman iman terkait bagaimana membangun relasi yang lebih sehat dan penuh kasih dengan diri sendiri, sebagai dasar untuk mempererat relasi dengan sesama maupun dengan Tuhan.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan berkat penutup, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan antarumat Lingkungan St. Petrus.

Melalui pertemuan BKSN ini, umat semakin diteguhkan untuk senantiasa memperbarui hidup, dimulai dari diri sendiri, agar mampu menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Materi Bulan Kitab Suci Nasional, September 2025


Gereja Katolik Indonesia kembali memasuki bulan kitab suci, pada bulan September 2025 ini, atau yang sering disebut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Ini merupakan kegiatan tahunan yang juga gerakan bersama Gereja Katolik untuk menggerakkan umat agar lebih mencintai Kitab Suci.

Sejarahnya, BKSN merupakan manifestasi Konsili Vatikan II/KV II (1962-1965). Khususnya sebagai langkah nyata implementasi dokumen Dei Verbum. Dokumen ini merupakan salah satu hasil dari KV II yang berisi tentang Kitab Suci. Dokumen ini menjadi panduan bagaimana Gereja memandang Kitab Suci dalam konteks dunia modern saat ini. Dokumen ini mengajak untuk semakin banyak orang yang membaca kitab suci.

Selanjutnya pada tahun 1975 ada kesadaran untuk menyambut terbitnya Alkitab lengkap ekumenis hasil kerja sama antara Lembaga Biblika Indonesia (LBI) yang berada di Bawah Majelis Waligereja Indonesia (MAWI) dan Lembaga Alkitab Indonesia (di bawah naungan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia). Saat itu, LBI menyarankan agar setiap paroki mengadakan Misa Syukur pada bulan Agustus 1975. Bahan-bahan liturgi dan saran-saran kegiatan yang dapat dilakukan beberapa bulan sebelumnya dikirimkan ke keuskupan-keuskupan. Percobaan kedua dilakukan pada tahun 1976. Bahan Ini sebagai materi untuk Hari Minggu Kitab Suci tanggal 24/25 Juli 1976. Walaupun dua kali percobaan itu tidak menghasilkan buah melimpah seperti yang diharapkan, LBI toh meyakini bahwa Hari Minggu Kitab Suci harus diteruskan.

Dalam sidang MAWI 1977 para uskup menetapkan agar satu Hari Minggu tertentu dalam tahun gerejani ditetapkan sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Hari Minggu yang dimaksudkan adalah Hari Minggu Pertama September.

Dalam perkembangan selanjutnya keinginan umat untuk membaca dan mendalami KS semakin berkembang. Satu Minggu dirasa tidak cukup lagi. Maka pada tahun 1978, kegiatan-kegiatan seputar Kitab Suci ini berlangsung sepanjang bulan September. Kebiasaan ini bertahan hingga sekarang yang dikenal sebagai Bulan Kitab Suci Nasional.

BKSN atau merupakan suatu tradisi gereja katolik yg selalu dilaksankan setiap bulan September oleh seluruh umat katolik di setiap Keuskupan. BKSN biasanya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang semakin mendekatkan kita dengan Kitab Suci, seperti pembacaan Kitab Suci, Renungan, ber-Mazmur dan kegiatan lainnya.

Berikut Ini Link materi dan Poster BKSN 2025 yang disiapkan Lembaga Biblika Indonesia:

Link Materi BKSN 2025 :

https://drive.google.com/drive/folders/1oKR9enMWeFBlt5kGUHW11chpaehAJb1d?usp=sharing

Umat Stasi Maguwo Laksanakan Pertemuan Pertama BKSN 2025: Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri


Memasuki bulan September, umat Katolik di seluruh Indonesia diajak untuk semakin mendalami Sabda Tuhan melalui Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 dengan tema besar “Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3). Tema ini mengingatkan bahwa Allah selalu menghendaki umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan diri sendiri, dengan sesama, maupun dengan Allah dan seluruh ciptaan.

Di Stasi Maguwo, pertemuan pertama BKSN tahun ini dilaksanakan dengan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” (Za. 1:1-6).

Pertemuan perdana ini diadakan serentak di beberapa lingkungan, yaitu:

Lingkungan Santa Monica

Lingkungan Santo Paulus

Lingkungan Santo Stefanus

Lingkungan Santo Gregorius

Lingkungan Santo Yohanes Pembaptis

Lingkungan Santo Fransiskus Asisi

Lingkungan Santo Gabriel

Lingkungan St Petrus

Makna Tema Pertemuan

Kitab Zakharia menegaskan pentingnya berbalik kepada Tuhan. Pembaruan hidup dimulai dari dalam diri: berani mengoreksi kelemahan, menyesali kesalahan, dan membuka hati bagi kasih karunia Allah. Relasi dengan diri sendiri berarti berani jujur, berdamai dengan masa lalu, dan membangun niat untuk hidup lebih baik sesuai kehendak Allah.

Dalam pertemuan ini, umat diajak merenungkan bahwa pertobatan pribadi adalah langkah pertama menuju pembaruan relasi dengan sesama dan Allah. Tanpa pembaruan dari dalam, ibadah hanya menjadi rutinitas kosong.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Setiap lingkungan menggelar pertemuan dengan penuh sukacita dan kekeluargaan. Umat berkumpul, berdoa, membaca Kitab Suci, dan mendalami makna pertobatan sejati. Banyak sharing iman yang menguatkan: ada yang berbagi pengalaman perjuangan mengatasi kelemahan pribadi, ada yang menuturkan bagaimana doa dan Kitab Suci menjadi penolong dalam menghadapi tantangan hidup.

Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk saling mendukung. Umat disadarkan bahwa pembaruan diri tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan doa, semangat, dan dukungan dari sesama dalam komunitas iman.

Harapan dan Buah Rohani

Melalui pertemuan pertama BKSN ini, umat Stasi Maguwo diteguhkan untuk memulai pembaruan hidup dari dalam diri. Dengan hati yang diperbarui, umat akan semakin siap membangun relasi yang baik dengan sesama dan semakin setia kepada Allah.

Doa, sharing, dan firman Tuhan yang direnungkan bersama menjadi sumber kekuatan untuk berjalan dalam pertobatan sejati. Dengan demikian, pertemuan pertama ini menjadi fondasi yang kokoh bagi pertemuan-pertemuan BKSN selanjutnya, agar seluruh umat sungguh mengalami Allah sebagai sumber pembaruan relasi dalam hidup.

Umat Stasi Maguwo Laksanakan BKSN Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama


Setiap bulan September, Gereja Katolik di seluruh Indonesia menghidupi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai kesempatan khusus untuk semakin akrab dengan Sabda Allah. Tahun 2025 ini, tema besar yang diusung adalah:

“Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3 — “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu”).

Tema ini mengingatkan kita semua bahwa Allah senantiasa memanggil umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan Dia, dengan sesama, maupun dengan seluruh ciptaan.

Pertemuan Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama

Memasuki pertemuan kedua, umat Stasi Maguwo merenungkan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Sesama” (Za. 7:1-14).

Pertemuan ini dilaksanakan di berbagai lingkungan, yaitu

Lingkungan Bartolomeus

Yohanes Pembaptis

Lingkungan St. Elisabet

Lingkungan St. Clara

Lingkungan St. Stefanus

Lingkungan St Monica

Lingkungan St Antonius

Lingkungang St Theresia

Lingkungan St Gregorius.

Lingkungan St Petrus

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, umat berkumpul di rumah-rumah umat untuk berdoa, membaca Kitab Suci, dan berbagi pengalaman iman. kaum muda, orangtua, hingga para lansia hadir dengan semangat yang sama: ingin semakin memahami kehendak Allah melalui firman-Nya.

Makna Pertemuan

Bacaan dari Kitab Zakharia (Za. 7:1-14) mengajak umat untuk menyadari bahwa ibadah sejati bukan hanya soal rutinitas doa atau ritual, tetapi harus melahirkan kasih yang nyata kepada sesama. Tuhan menegur umat Israel yang rajin berpuasa tetapi melupakan keadilan, belas kasih, dan kepedulian terhadap yang lemah.

Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan kita sekarang. Relasi dengan sesama seringkali retak karena egoisme, perbedaan pendapat, atau sikap tidak peduli. Melalui pertemuan BKSN ini, umat diajak untuk memperbarui relasi tersebut dengan sikap kasih, kepedulian, dan pengampunan.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Dalam setiap pertemuan, suasana sederhana namun penuh makna selalu tercipta. Doa bersama, nyanyian pujian, dan sharing pengalaman hidup membuat pertemuan semakin hidup. Ada umat yang berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka belajar sabar dalam keluarga, ada juga yang menuturkan perjuangan untuk saling menguatkan di tengah kesulitan ekonomi. Semua itu menjadi wujud nyata bahwa firman Tuhan benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya memperdalam iman, BKSN juga mempererat ikatan persaudaraan. Pertemuan di lingkungan menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, saling mendoakan, dan saling meneguhkan. Dari lingkup kecil inilah wajah Gereja yang penuh kasih tampak nyata.

Harapan ke Depan

Melalui pertemuan kedua BKSN 2025 ini, umat Stasi Maguwo berharap semakin diteguhkan dalam iman, khususnya dalam menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan nyata. Relasi dengan sesama hendaknya terus diperbarui, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan yang nyata: membantu yang membutuhkan, menguatkan yang lemah, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Dengan demikian, ibadah yang dijalankan bukan sekadar rutinitas, melainkan sungguh-sungguh ibadah yang menghidupkan kasih. Dari Sabda yang direnungkan, umat dikuatkan untuk mewartakan kasih Allah dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

Pertemuan BKSN 1 dan 2 Lingkungan St Gabriel

Bulan September dalam gereja Katholik merupakan Bulan Kitab Suci Nasional atau yang sering disingkat BKSN. LBI menetapkan tema BKSN 2025 adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Belajar dari Nubuat Zakharia dan Nubuat Maleakhi). Penentuan tema ini dipengaruhi oleh bulla Paus Fransiskus berkaitan dengan Tahun Yubileum 2025 yang berjudul Spes non Confundit (Pengharapan tidak Mengecewakan). Tema BKSN 2025 ini didalami dalam empat subtema, yakni:
1. Pembaruan Relasi Dengan Diri Sendiri (Za. 1:1-6),
2. Pembaruan Relasi Dengan Sesama (Za. 7:1 -14),
3. Pembaruan Relasi Dalam Keluarga (Mal. 2:10-16),
4. Pembaruan Relasi Dengan Allah (Mal. 3:13-18).

Lingkungan St Gabriel mengadakan pertemuan BKSN 1 dan 2 pada hari Jumat tanggal 5 September 2025 bertempat di rumah keluarga Rudy Manik. Umat yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari bapak, ibu, remaja dan anak berjumlah 26 orang. Pertemuan BKSN 1 dipimpin oleh Jiwo, Arif, Anang dan Natra. Sedangkan pertemuan BKSN 2 dipimpin oleh Candra, Anton, Rudy dan Joseph. Pada pertemuan BKSN 1 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa Allah menghendaki manusia mengalami pembaruan relasi dengan diri sendiri,dengan bertobat dan kembali kepada jati dirinya sebagai anak Allah. Petemuan BKSN 2 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa ibadah yang sejati kepada Allah senantiasa disertai dengan tindakan yang penuh kasih kepada sesama. Pertemuan BKSN ini ditutup pukul 21.00 WIB.