Perayaan Sukacita dan Karya Amal

Di tengah situasi dunia yang kerap merongrong asa umat manusia, umat Lingkungan St. Theresia tetap tekun berdoa, memohon perlindungan dan pendampingan Bunda Maria. Dengan penuh iman, umat senantiasa memperbarui serta menumbuhkan harapan akan keselamatan dari Putranya, Yesus Kristus, melalui doa rosario sepanjang bulan Oktober.

Sebagai penutup bulan rosario dan ungkapan syukur atas rahmat Allah, sekaligus syukur atas pendampingan Santa Theresia sebagai pelindung lingkungan, umat St. Theresia mengadakan Perayaan Ekaristi Kudus dalam suasana yang khidmat dan penuh sukacita. Dalam homilinya, Rm. FX. Murdi Susanto, Pr., menegaskan bahwa Yesus memiliki kuasa atas maut dan seluruh alam semesta. Beliau mengajak umat untuk meneladani Yesus dalam berbuat baik dan berbela rasa kepada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun — tanpa batasan menurut ukuran manusia. Suasana perayaan semakin semarak ketika Rm. Murdi turut mengekspresikan kegembiraannya melalui permainan keyboard yang memukau dan penuh sukacita.

Sebagai wujud nyata kasih, sehari setelah perayaan tersebut — pada 1 November 2025 — umat St. Theresia melaksanakan karya amal dengan mengunjungi Panti Asuhan Bhakti Luhur Berbah. Saat ini, panti tersebut mengasuh 25 orang, terdiri dari 5 lansia, 6 dewasa, 8 remaja usia 12–18 tahun, 5 anak usia 5–9 tahun, dan 2 balita. Dalam sambutannya, Sr. Irma, selaku pemimpin panti, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang tulus dari umat St. Theresia.

Semoga melalui perayaan dan karya kasih ini, harapan umat senantiasa diperbarui, iman semakin diteguhkan, dan kasih Kristus terus hidup dalam peziarahan kita di dunia ini. Amin.

Peziarah Harapan

Lingkungan St. Theresia

Syukur Te Deum Laudamus atas berkat dan kemurahan-Nya umat St. Theresia telah menjalani rangkaian peziarahan di tahun Yubileum 2025 ini. Rangkaian peziarahan pertama dimulai tanggal 26 Oktober 2025. Cuaca mendung cenderung gelap disertai hujan yang deras tidak menyurutkan semangat umat St. Theresia untuk memulai peziarahannya yang diawali dengan mengikuti perayaan ekaristi kudus di gereja St. Antonius Padua Muntilan.

Suasana mendung dan khusyuk diiring lantunan suara anak-anak SD Kanisius Muntilan mulai mengarahkan hati umat peziarah harapan dalam memaknai peziarahannya. Sebelum memasuki Porta Sancta, para peziarah memperoleh kesempatan untuk menerima pengampunan dosa melalui berkat Rm. Danang  Bramasti, SJ. Setelah menerima pengampunan dosa, para peziarah mengikuti dengan tekun penjelasan tentang sejarah perjalanan Gereja Katolik di Jawa, khususnya di Jateng & DIY, lewat penjelasan pemandu Museum Misi Muntilan.

Kerkop Muntilan merupakan Porta Sancta pertama yang dimasuki yaitu makam para tokoh yang berperan besar dalam perkembangan Gereja Katolik di Jawa, antara lain, Rm. Richardus Kardis Sandjaja, Pr. dan  Frater Herman A. Bouwens, SJ (korban penculikan), Rm. van Lith, SJ (pendiri kompleks van Lith), Rm. Mertens, SJ (Rektor Kolese Xaverius Muntilan), Mgr. Willkens, SJ, dan Justinus Card. Darmojuwono (Kardinal Pertama Indonesia), Prof, Piet Zoetmulder SJ (Pengajar di FIB UGM), serta banyak rohaniwan lainnya. Porta Sancta yang tujuan peziarahan ke dua adalah gereja St. Ignatius Magelang.

Setelah berdoa bersama dan doa pribadi, peziarahan diakhiri dengan kunjungan ke Taman Doa Maria Gantang Banyutemumpang. Taman doa yang indah dimana Patung Bunda Maria berparas jawa nampak menyatu dengan suasana alam lereng gunung Merapi. Diiringi tabuhan musik tradisional jatilan, umat peziarah mendaraskan untaian doa rosario penuh kedamaian.

Semoga Allah memberkati umat St. Theresia untuk melaksanakan rangkaian peziarahan selanjutnya. Amin

Bulan Mei: Bulan Devosi dan Katekese di Lingkungan St. Yusup, Stasi Maguwo

Mei bagi umat Katolik merupakan bulan istimewa yang didedikasikan untuk devosi kepada Bunda Maria. Dalam semangat yang sama, Keuskupan Agung Semarang mengajak seluruh umat untuk memperdalam devosi kepada Bunda Maria sekaligus menjalani Bulan Katekese Yubelium dengan tema sentral Gereja yang Bahagia, sebagai bagian dari rangkaian perayaan 85 tahun perjalanan karya Gereja KAS.

Menanggapi ajakan tersebut, umat St. Yusuf, Stasi Maguwo, telah dengan tekun melaksanakan devosi bersama kepada Bunda Maria sekaligus mendalami Katekese Yubelium selama satu bulan penuh, mulai tanggal 1 hingga 31 Mei 2025. Setiap malam, sekitar 26 orang umat berkumpul untuk mendaraskan doa Rosario dan terlebih dahulu mendalami empat subtema utama Katekese Yubelium, yakni:

  1. Komunitas Pengharapan
  2. Menjadi Gereja yang semakin Katolik
  3. Menjadi Gereja yang semakin Apostolik
  4. Menjadi Gereja yang Bahagia

Kegiatan devosi dan pendalaman iman ini menjadi momen yang mempererat kebersamaan umat serta memperdalam pemahaman akan jati diri Gereja dalam terang Yubileum. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penuh syukur dan sukacita pada tanggal 31 Mei 2025, bertepatan dengan pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet, sebagai puncak perayaan kasih dan iman umat kepada Bunda Maria.

Indahnya Persaudaraan Dalam Keberagaman

PERAYAAN EKARISTI – MINGGU PRAPAASKAH IV – MINGGU PANGGILAN
11 Mei 2025

Kebersamaan dalam perbedaan menjadi nyata dalam Perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah IV – Minggu Panggilan yang diselenggarakan di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo pada 11 Mei 2025. Perayaan ini dipimpin oleh Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr., dan dimeriahkan oleh koor para suster dari tiga tarekat religius: Dominikan – Ordo Praedicatorum (OP), Servarum Spiritus Sancti (SSpS), dan Religius Maria Imakulata (RMI), yang bersama-sama mengangkat puji-pujian dalam keindahan liturgi yang khusyuk dan menggugah.

Dalam homilinya, Rm. Antonius berbagi kisah panggilan hidupnya. Ia menceritakan bagaimana benih keinginannya menjadi imam sempat memudar di masa remaja karena banyaknya kegiatan bersama teman-temannya. Namun, Tuhan memiliki cara-Nya sendiri. Sebuah peristiwa kecelakaan membuatnya harus banyak beristirahat di rumah, dan justru di situlah ia menemukan kembali suara panggilan Tuhan yang lama terpendam. Dalam keheningan dan permenungan, ia diteguhkan hingga akhirnya ditahbiskan menjadi imam. Kisah ini menjadi pengingat bahwa panggilan Tuhan bisa tumbuh bahkan dari peristiwa yang tak terduga.

Perayaan ini semakin istimewa dengan hadirnya tujuh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka mengikuti misa dalam rangka Observasi Kegiatan Moderasi Beragama. Di akhir misa, mereka diperkenalkan kepada umat oleh Rm. Antonius dan disambut dengan tepuk tangan meriah sebagai tanda penerimaan yang hangat.

Usai perayaan, suasana persaudaraan begitu terasa. Para mahasiswa berfoto bersama Romo dan para suster, serta menyapa umat satu per satu dalam suasana akrab dan damai. Momen ini menjadi cerminan nyata dari indahnya persaudaraan dalam keberagaman, di mana perbedaan keyakinan tidak menjadi tembok, melainkan jembatan kasih dan pengertian.

Terima kasih kepada Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. yang telah membuka pintu Gereja dan hati bagi para mahasiswa UIN, serta kepada Dewan Pastoral Stasi Maguwo yang turut memfasilitasi. Kehadiran para mahasiswa ini menjadi simbol harapan: bahwa masa depan Indonesia bisa dibangun di atas pondasi keharmonisan, keterbukaan, dan saling menghargai antar umat beragama.

Aksi Sosial Lingkungan St. Yusup Sambilegi Kidul

Paskahan Bersama di Makam Modinan

Minggu, 20 April 2025

Dalam semangat pelayanan dan kasih, Lingkungan St. Yusup Sambilegi Kidul mengadakan kegiatan aksi sosial dalam bentuk Paskahan Bersama Para Tukang Gali Kubur di Makam Modinan. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Lingkungan, Bapak Antonius Sugeng Riyadi, dan diisi dengan pemberian bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada para tukang gali kubur yang mayoritas berprofesi sebagai buruh harian lepas.

 

Suatu Harapan Akan Kehangatan

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Rm. Harto, Rm. Yadi, Rm. Rio, Rm. Bambang, Rm. Suhartono, Mgr. Blasius, Rm. Hartanto

Sejalan dengan Pertemuan 1 APP 2025: Menggali Semangat Dasar Gerakan APP, umat diajak untuk berbagi kasih dan perhatian sebagai bentuk pertobatan yang konkret—sebagaimana tertulis dalam 2 Korintus 9:6-15: “Memberi dengan sukacita membawa berkat,” umat Lingkungan St. Theresia, Stasi Maguwo melaksanakan kegiatan kunjungan Para Romo Sepuh di Domus Pacis, St. Petrus Banteng.

Kunjungan ini diisi dengan canda, tawa, dan obrolan yang hangat namun juga mendalam. Salah satu topik yang muncul adalah mengenai sakramen tobat, dan mengapa kita masih perlu mengaku dosa kepada romo. Rm. Bambang menjelaskan bahwa sakramen adalah puncak liturgi, di mana pengampunan dosa tidak hanya dimohon, tetapi diberikan secara nyata melalui tangan imam tertahbis. Pengakuan dosa kepada romo bukan formalitas, melainkan tindakan iman yang diiringi dengan niat sungguh untuk bertobat dan memperbaiki hidup.

Dalam suasana kekeluargaan tersebut, terselip pula suatu harapan dari para romo sepuh: agar semakin banyak umat yang berkenan berkunjung, agar mereka tidak merasa sendiri atau sepi dalam masa tua. Kehadiran umat, meskipun sebentar, membawa sukacita yang mendalam. Namun, mereka juga berpesan agar setiap kunjungan mengikuti aturan Domus Pacis, demi menjaga kesehatan dan kenyamanan bersama.

Romo Bambang mengingatkan bahwa hidup dalam iman berarti juga hidup dalam persekutuan kasih, manunggaling kawula mring Gusti, dan kasih itu salah satunya diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama, termasuk para gembala sepuh yang telah setia melayani Gereja. Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perhatian kecil bisa menjadi berkat besar. Umat yang hadir pun pulang membawa semangat baru: untuk lebih peduli, lebih bersyukur, dan lebih bersukacita dalam berbagi kasih.

Terima kasih umat Lingkungan St. Theresia

PENYEGARAN JANJI PERKAWINAN

Salah satu program Tim Pendampingan Keluarga, Bidang Paguyuban dan Persaudaraan Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo adalah Penyegaran Janji Perkawinan bagi pasangan suami-istri umat Stasi Maguwo. Program ini dilaksanakan setiap tiga bulan sebagai bentuk pendampingan dan penguatan kehidupan berkeluarga.

Dalam Misa Hari Minggu, 23 Maret 2025, yang dipimpin oleh Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., dilaksanakan penyegaran janji perkawinan bagi pasangan suami-istri yang telah saling menerimakan Sakramen Perkawinan pada bulan Januari hingga Maret. Dari total 69 pasangan yang diundang, sebanyak 45 pasangan hadir dan mengucapkan penyegaran janji perkawinan mereka setelah homili.

Setelah perayaan Misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. Acara ini diisi dengan sambutan serta lantunan lagu kenangan yang dibawakan oleh beberapa pasangan. Dalam sesi berbagi pengalaman, beberapa pasangan menyampaikan kesan yang sama, bahwa keterbukaan, komunikasi yang baik, kesabaran, dan sikap tidak egois merupakan kunci dalam memelihara keharmonisan serta kebahagiaan dalam keluarga.

Dalam peneguhannya, Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., menyampaikan tahapan proses dalam kehidupan manusia. Beliau menjelaskan bahwa usia, proses, serta tanggung jawab manusia dapat dibagi ke dalam tiga tahap:

  1. 0 – 25 tahun: Tahap anak bertumbuh dan berproses menjadi dewasa.
  2. 26 – 50 tahun: Usia produktif dalam karya, membangun keluarga dengan penuh tanggung jawab, termasuk bekerja, membesarkan, dan mendidik anak.
  3. 60 – 100 tahun: Masa di mana seseorang mengalami penurunan, sebagaimana yang digambarkan dalam tahap sebelumnya.

Menutup peneguhannya, Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., berpesan agar setiap pasangan suami-istri tetap menjaga perkawinan mereka, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.

Selamat berbahagia bagi pasangan suami-istri yang telah melaksanakan Penyegaran Janji Perkawinan hari ini. Semoga selalu diberkati Tuhan.

NOVENA KERAHIMAN ILAHI

Hari Minggu pertama setelah Minggu Paskah dirayakan sebagai Pesta Kerahiman Ilahi. Perayaan ini mengajak seluruh umat manusia untuk kembali menyadari dan merenungkan belas kasih Allah yang tiada batasnya. Belas kasih Allah adalah anugerah yang senantiasa dibutuhkan oleh manusia dalam berbagai kondisi hidup, terutama ketika manusia terjebak dalam tirani kuasa dosa, tirani kematian, dan tirani Hukum Taurat yang mengandalkan keselamatan semata-mata dari usaha manusia sendiri.

Sebagaimana yang diwahyukan oleh Yesus Kristus kepada Santa Faustina pada 22 Februari 1931:

“Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paskah. Hari Minggu ini harus menjadi Pesta Kerahiman.”

Permintaan Yesus ini akhirnya diwujudkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2000 dengan menetapkan Hari Minggu setelah Paskah sebagai Pesta Kerahiman Ilahi.

Sebagai persiapan menyambut Pesta Kerahiman Ilahi, umat diajak untuk berdoa dan bersekutu dalam Novena Kerahiman Ilahi selama sembilan hari. Novena ini dimulai pada Hari Jumat, 18 April 2025, dan berlangsung hingga Hari Sabtu, 26 April 2025. Novena ini merupakan kesempatan bagi umat beriman untuk memperdalam iman serta memohon rahmat dan belas kasih Allah bagi diri sendiri, keluarga, dan seluruh dunia.

Semoga melalui Novena Kerahiman Ilahi ini, kita semakin diteguhkan dalam iman dan semakin percaya akan kasih dan kerahiman Tuhan yang senantiasa menyertai kehidupan kita. Amin.

JADWAL MISA & IBADAT PEKAN SUCI 2025


Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Gereja Santa Maria Maguwo akan merayakan rangkaian perayaan ekaristi dan ibadat dalam Pekan Suci yang akan diawali dengan Minggu Palma sebagai pembukaan Pekan Suci, mengenang Yesus masuk ke kota Yerusalem sebelum disalibkan.

1. Minggu Palma
Mengenang Yesus memasuki Yerusalem dengan sorak-sorai

  • Minggu, 13 April 2025
  • Jam 07.00 WIB

2. Kamis Putih
Peringatan Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya
Kamis, 17 April 2025

  • Misa Perjamuan Tuhan: 19.00 WIB
  • Adorasi Sakramen Mahakudus: 21.00 – 01.00 WIB

3. Jumat Agung
Peringatan Wafat Yesus di kayu salib
Jumat, 18 April 2025

  • Ibadat Tujuh Sabda: 08.00 WIB
  • Ibadat Jumat Agung: 15.00 WIB

4. Vigili Paskah (Sabtu Suci)
Merayakan kebangkitan Yesus dan pembaharuan janji baptis
Sabtu, 19 April 2025

  • Misa Vigili Paskah: 19.00 WIB

5. Hari Raya Paskah
Merayakan kebangkitan Kristus dan kemenangan atas maut
Minggu, 20 April 2025

  • Misa Paskah: 08.00 WIB

Seluruh umat diundang untuk hadir dan berpartisipasi dalam perayaan Pekan Suci ini dengan penuh iman dan devosi. Semoga melalui rangkaian perayaan ekaristi dan ibadat ini, kita semakin dikuatkan dalam iman akan kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus.

Tuhan memberkati!

Jadwal Tuguran