Pertemuan APP Pertama Lingkungan Yohanes Pembaptis: Mewujudkan Kepedulian Melalui Refleksi Bantuan Sosial

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, Lingkungan Yohanes Pembaptis melaksanakan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang pertama dengan tema “Potret Kondisi dan Potensi: Dasar untuk Mengawali Aksi.” Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya kepedulian sosial, khususnya dalam hal bantuan sosial (bansos).

Sebanyak 30 umat hadir dalam pertemuan tersebut, terdiri dari OMK (Orang Muda Katolik), bapak-ibu, serta para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan yang semakin peduli dan solider.

Pertemuan diawali dengan doa pembuka dan pengantar mengenai makna APP sebagai momentum pertobatan yang tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga sosial. Umat diajak untuk melihat realitas di sekitar: apakah bantuan sosial yang ada selama ini sudah sungguh menyentuh mereka yang paling membutuhkan?

Dalam sesi diskusi, umat diajak merefleksikan beberapa pertanyaan mendalam, antara lain:

  • Apakah saya atau keluarga saya termasuk penerima bantuan sosial yang sebenarnya tidak tepat sasaran?
  • Adakah anggota masyarakat di sekitar saya yang justru lebih membutuhkan bantuan tersebut?
  • Bagaimana peran saya agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan benar-benar membantu yang membutuhkan?

Diskusi berlangsung terbuka dan penuh kejujuran. Beberapa umat menyampaikan keprihatinan atas kondisi di sekitar lingkungan, di mana masih ada warga yang membutuhkan namun belum tersentuh bantuan. Ada pula refleksi pribadi mengenai pentingnya integritas dan kejujuran dalam menerima bantuan.

Melalui pertemuan ini, umat tidak hanya diajak untuk menilai situasi, tetapi juga menggali potensi yang dimiliki lingkungan, seperti semangat gotong royong, komunikasi antarwarga, serta kepedulian yang sudah tumbuh selama ini. Kesadaran bersama ini menjadi dasar untuk merancang aksi nyata selama masa APP, agar bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menjadi wujud kasih yang konkret.

Pertemuan APP pertama ini menjadi pengingat bahwa pertobatan sejati tidak berhenti pada doa dan puasa, tetapi juga diwujudkan dalam keberanian bersikap jujur, peduli, dan bertanggung jawab terhadap sesama. Semoga semangat solidaritas yang telah tumbuh dalam pertemuan ini terus berkembang dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Posted in Berita Terkini, Doa lingkungan, Lingkungan, Lingkungan YP, Renungan, Warta Gereja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *