
Senin malam (28/9/2026), Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo kembali ramai. Bukan untuk senam, bukan juga untuk makan-makan, tetapi kali ini para perwakilan Dewan Pastoral Harian bersama Timpel PIA, PIOM, PIUL, PIOD, dan PIR berkumpul untuk mengikuti Pra Temu Pastoral (TEPAS) Kevikepan Yogyakarta Timur melalui Zoom.
Namanya memang daring, tapi kumpulnya tetap luring. Jadi, yang online adalah acaranya, sementara orangnya tetap duduk manis di Gazebo GMBA. Laptop dan layar menjadi “jendela” untuk mengikuti pertemuan bersama para peserta dari wilayah lain.
Pra TEPAS ini menjadi kesempatan untuk ngobrol dan melihat bersama bagaimana pelayanan Gereja ke depan bisa terus dikembangkan. Berbagai hal dibahas sebagai persiapan menuju Temu Pastoral Kevikepan Yogyakarta Timur.
Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah penguatan FIBB, khususnya untuk kalangan muda dan OMK. Maklum, kalau bicara anak muda sekarang, hampir semuanya tidak bisa jauh-jauh dari HP. Bangun tidur cari HP, mau tidur cari HP. Nah, daripada HP cuma dipakai scroll-scroll sampai lupa waktu, kenapa tidak sekalian dimanfaatkan untuk pewartaan?
Teknologi digital memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, Gereja juga perlu hadir di ruang digital dengan cara yang kreatif dan dekat dengan dunia anak muda. Pewartaan tidak harus selalu menunggu orang datang ke gereja. Bisa juga “jemput bola” lewat media digital, tentu dengan cara yang tetap membawa pesan iman dan tidak terasa menggurui.

Dari pembahasan Pra TEPAS ini, GMBA mendapatkan banyak bahan untuk dipikirkan bersama. Terutama bagaimana masing-masing Timpel bisa ikut mengambil bagian dalam mengembangkan pelayanan yang lebih kreatif, terbuka terhadap teknologi, dan tentunya tetap dekat dengan umat.

Jadi, malam itu bukan sekadar duduk, lihat layar, lalu pulang. Ada gagasan yang dibawa pulang, ada bahan untuk dipikirkan, dan semoga ada juga semangat baru untuk diwujudkan dalam pelayanan. Karena kalau Gereja mau terus hidup dan berkembang, yang harus di-update bukan cuma HP dan aplikasinya, tapi cara kita melayani dan mewartakan iman juga.
Dari Gazebo GMBA, kita belajar bahwa berjalan bersama itu bisa dilakukan di mana saja, bahkan sambil duduk di depan layar Zoom.
