Kemurahan Hati Umat Menjadi Langkah Nyata Pengembangan Kawasan Gereja


Maguwo – Semangat kebersamaan dan kepedulian umat kembali tampak di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Pada Minggu, 12 Juli 2026, setelah Perayaan Ekaristi, Panitia Pengembangan Kawasan bersama Romo Murdi menyelenggarakan Pengundian Kupon Kemurahan Hati Periode II yang dilanjutkan dengan Lelang Lukisan. Kegiatan ini berlangsung di halaman depan gereja dan disambut dengan antusias oleh umat yang masih berkumpul setelah Misa.

Program Kupon Kemurahan Hati dan Lelang Lukisan merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendukung pengembangan kawasan Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Seluruh hasil yang diperoleh dari penjualan kupon maupun lelang lukisan akan digunakan untuk pembelian lahan di bagian belakang gereja, sebagai langkah strategis dalam mendukung kebutuhan pengembangan paroki di masa mendatang.

Suasana pengundian berlangsung meriah namun tetap penuh keakraban. Dengan disaksikan oleh umat yang hadir, Romo Murdi melakukan pengundian kupon dan menetapkan para pemenang Kupon Kemurahan Hati Periode II, yaitu:

  • Juara I : Nomor 04555 – Lingkungan Yohanes Pembaptis
  • Juara II : Nomor 02144 – Lingkungan St. Yusuf
  • Juara III : Nomor 05265 – Lingkungan St. Monika

Selamat kepada para pemenang. Semoga hadiah yang diterima menjadi sukacita, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap bentuk kemurahan hati yang diberikan merupakan bagian dari karya bersama untuk membangun Gereja.

Lebih dari sekadar pengundian dan lelang, kegiatan ini menjadi gambaran nyata semangat umat Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo dalam bergotong royong mewujudkan cita-cita bersama. Setiap kupon yang dibeli dan setiap lukisan yang berhasil dilelang merupakan wujud partisipasi umat dalam membangun masa depan paroki yang semakin berkembang dan mampu melayani lebih banyak orang.

Kiranya semangat berbagi, kebersamaan, dan kepedulian yang terus bertumbuh di tengah umat menjadi kekuatan untuk mewujudkan pengembangan kawasan gereja sebagai warisan yang bermanfaat bagi generasi-generasi mendatang. Bersama, kita membangun bukan hanya sebuah kawasan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi perjalanan Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo di masa depan.

Peduli Kesehatan Umat, Timpel Kesehatan GMBA Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis


Maguwo – Kepedulian Gereja terhadap umat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan rohani, tetapi juga melalui perhatian terhadap kesehatan jasmani. Semangat itulah yang dihadirkan Tim Pelayanan (Timpel) Kesehatan di bawah naungan Bidang Kemasyarakatan Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo dengan menyelenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Minggu, 12 Juli 2026, setelah Perayaan Ekaristi.

Bertempat di Gazebo dan halaman belakang gereja, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan yang mendapat sambutan hangat dari umat. Seusai mengikuti Misa, umat dari berbagai usia tampak antusias memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Suasana penuh keakraban dan kepedulian mewarnai jalannya kegiatan, sementara para petugas melayani setiap peserta dengan ramah dan penuh perhatian.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), kadar gula darah, kolesterol, asam urat, serta pengukuran berat badan. Selain memperoleh hasil pemeriksaan, umat juga mendapatkan penjelasan mengenai kondisi kesehatannya sebagai bekal untuk menjaga pola hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan sederhana ini diharapkan dapat membantu umat mengenali kondisi tubuh sejak dini sehingga berbagai risiko penyakit dapat dicegah melalui langkah-langkah yang tepat.

Pelayanan kesehatan merupakan bagian dari perhatian Gereja terhadap kesejahteraan umat secara menyeluruh. Iman yang bertumbuh perlu diiringi dengan kepedulian untuk merawat tubuh sebagai anugerah Tuhan, sehingga setiap orang dapat terus berkarya, melayani, dan menjalankan panggilannya dengan penuh sukacita.

Melalui kegiatan ini, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo ingin terus menghadirkan Gereja yang dekat dengan kehidupan umat. Kepedulian terhadap kesehatan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan semata, tetapi menjadi awal tumbuhnya kesadaran bersama untuk membangun pola hidup sehat, saling mengingatkan, dan saling menjaga sebagai satu keluarga dalam Kristus.

Semoga pelayanan sederhana ini menjadi inspirasi bahwa kasih Allah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui perhatian terhadap kesehatan sesama. Dengan semangat kebersamaan, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo terus berkomitmen menghadirkan Gereja yang melayani, peduli, dan membawa harapan bagi setiap umat.

Sosialisasi SOP Paroki Hijau dan Pembentukan Tim Laudato Si’ Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo

Maguwo — Minggu, 12 Juli 2026, Gereja Maria Bunda Allah, Paroki Administratif Maguwo, menyelenggarakan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Paroki Hijau. Kegiatan ini merupakan langkah konkret paroki dalam menanggapi seruan ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus, yang mengajak seluruh umat untuk hidup dalam semangat ekologi integral.

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan umat dari berbagai lingkungan, serta sejumlah pihak yang selama ini berperan aktif dalam kehidupan menggereja di Maguwo, di antaranya Timpel KCLH, Tim BDU GMBA, anggota Dewan Paroki, para Ketua Lingkungan dan para Ketua Wilayah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan seluruh KCLH se-Kevikepan Jogja Timur, sebagai wujud keseriusan paroki dalam mengimplementasikan hasil pertemuan tersebut ke dalam langkah nyata di tingkat paroki.

Merawat Bumi, Merawat Iman

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa merawat lingkungan bukanlah urusan yang terpisah dari kehidupan iman, melainkan bagian yang menyatu di dalamnya — sejalan dengan pesan Laudato Si’ bahwa “semuanya saling berkaitan”. Atas dasar itu, SOP Paroki Hijau disusun sebagai pedoman bagi seluruh umat untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan, mengelola sumber daya secara bijaksana, serta menjaga keutuhan ciptaan demi kebaikan bersama dan generasi mendatang.

SOP ini bertumpu pada lima tujuan utama: mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan gereja, mewujudkan semangat gereja yang berkelanjutan, menghemat kertas, energi, dan air, membiasakan perilaku hijau dalam keseharian umat, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap kaum rentan yang paling terdampak oleh kerusakan lingkungan.

Kelima tujuan tersebut dilandasi oleh lima prinsip dasar yang bersifat spiritual dan etis, yaitu menghormati ciptaan, tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya, keberlanjutan, keadilan sosial dan ekologis, serta pertobatan ekologis — bahwa kepedulian pada lingkungan adalah bagian dari pertobatan dan perjalanan iman setiap umat.

Tujuh Area Penerapan dalam Kehidupan Paroki

Peserta sosialisasi diajak memahami tujuh area penerapan SOP Paroki Hijau yang akan menjadi pedoman teknis dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkup pribadi umat maupun di lingkungan gereja:

  1. Penghematan energi dan sumber daya — mulai dari mematikan listrik dan AC saat tidak digunakan, penggunaan air secukupnya, hingga mengutamakan pencahayaan alami dan tanaman hidup sebagai dekorasi altar.
  2. Kegiatan dan pertemuan — mendorong umat membawa botol minum sendiri, menghindari plastik dan styrofoam sekali pakai, serta mengutamakan produk lokal dan UMKM umat.
  3. Spanduk dan banner — pemasangan wajib mendapat izin Romo Paroki, dengan masa berlaku maksimal satu bulan dan menggunakan bahan yang tahan lama.
  4. Sampah rumah tangga — mengajak umat memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi plastik sekali pakai, serta mendukung program bank sampah paroki.
  5. Pengelolaan lingkungan gereja — melalui penanaman pohon, pembuatan biopori dan sumur resapan, pengomposan sampah organik, hingga pemantauan lingkungan secara berkala.
  6. Edukasi dan pembinaan umat — mengintegrasikan tema lingkungan dalam homili dan katekese, melibatkan OMK, PIA, dan PIR, serta memperingati hari-hari lingkungan seperti Hari Bumi dan Bulan Laudato Si’.
  7. Pemantauan dan evaluasi — dikoordinasikan oleh Tim Laudato Si’ yang dibentuk khusus untuk mengawal program lingkungan paroki, dengan evaluasi rutin setiap tahun dan peninjauan ulang SOP setiap dua tahun.

Pembentukan Tim Laudato Si’

Selain sosialisasi SOP, momen ini juga menjadi tonggak penting dengan dibentuknya Tim Laudato Si’ Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Tim ini akan menjadi motor penggerak sekaligus penjaga keberlanjutan pelaksanaan SOP Paroki Hijau, dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. Menyusun dan mengoordinasikan pelaksanaan program kerja Laudato Si’ di tingkat paroki.
  2. Membangun kerja sama dengan dewan paroki, wilayah, lingkungan, dan kelompok kategorial dalam mendukung program kepedulian lingkungan.
  3. Melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada umat terkait penerapan gaya hidup ramah lingkungan.
  4. Melaksanakan pemantauan dan pengumpulan data pelaksanaan program secara berkala.
  5. Melakukan evaluasi minimal satu kali dalam setahun terhadap capaian program, tingkat keterlibatan umat, serta efektivitas penggunaan sumber daya.
  6. Menyusun laporan hasil evaluasi dan memberikan rekomendasi perbaikan berkelanjutan.
  7. Meninjau dan memperbarui SOP minimal setiap dua tahun atau sesuai kebutuhan.

Dengan terbentuknya tim ini, pelaksanaan SOP Paroki Hijau diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar terkawal dan berkelanjutan dalam kehidupan umat sehari-hari.

Mari Bertumbuh Bersama

Sosialisasi ini ditutup dengan ajakan bagi seluruh umat untuk mengambil tiga langkah konkret: memulai dari diri sendiri dengan kebiasaan sederhana seperti membawa botol minum dan tas belanja, melibatkan komunitas seperti OMK, PIA, PIR, dan lingkungan agar turut aktif berpartisipasi, serta mendukung kerja Tim Laudato Si’ yang baru terbentuk melalui masukan dan keterlibatan dalam evaluasi tahunan.

Sebagaimana disampaikan dalam penutup sosialisasi, kita mungkin tidak bisa menyelamatkan bumi seorang diri, tetapi setiap umat dapat mengambil bagian untuk tidak menambah kerusakannya. Dengan langkah-langkah kecil yang dimulai bersama, Paroki Maria Bunda Allah Maguwo diharapkan dapat menjadi teladan bahwa merawat lingkungan bukan sekadar program, melainkan wujud nyata iman umat kepada Tuhan.

Terima kasih, Tuhan memberkati upaya kita merawat ciptaan-Nya.


Gereja Maria Bunda Allah – Paroki Administratif Maguwo Jln. Anggrek No. 6, Karangploso, Maguwoharjo, Depok, Sleman • www.gmba-maguwo.org

Dari Jejak Para Perintis hingga Sukacita Umat: Rangkaian Syukur Ulang Tahun GMBA dan Lahirnya Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo


“Segala sesuatu ada waktunya, dan setiap peristiwa di bawah langit ada masanya.” (Pkh 3:1)

Perjalanan iman sebuah komunitas tidak pernah dibangun dalam semalam. Ia bertumbuh dari doa-doa yang dipanjatkan dengan setia, pengorbanan yang diberikan dengan tulus, serta semangat pelayanan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Demikian pula perjalanan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang pada tahun 2026 memasuki babak baru sejarahnya sebagai Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Sebagai ungkapan syukur atas rahmat Tuhan yang melimpah sekaligus mengenang perjalanan panjang umat, rangkaian perayaan ulang tahun GMBA diselenggarakan melalui berbagai kegiatan yang sarat makna, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Gereja.


Menapak Jejak Para Perintis

Rangkaian perayaan diawali pada Sabtu, 30 Mei 2026 pagi, dengan ziarah dan doa di makam para leluhur serta perintis Gereja Maguwo. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan ke tempat peristirahatan terakhir mereka, melainkan sebuah ungkapan hormat dan terima kasih kepada para pendahulu yang telah menanam benih-benih iman di tanah Maguwo.

Di hadapan pusara para perintis, umat diajak untuk mengenang bahwa Gereja yang kini berdiri dan berkembang merupakan buah dari perjuangan, kesetiaan, dan pengorbanan banyak orang. Dalam suasana hening dan penuh doa, umat memohon agar semangat para pendahulu terus hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun Gereja di masa kini.


Memohon Restu dan Menjalin Persaudaraan

Masih pada hari yang sama, suasana syukur berlanjut melalui kegiatan kenduren bersama warga sekitar gereja. Acara ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan persaudaraan yang telah lama terjalin antara Gereja dan masyarakat Maguwoharjo.

Dalam suasana sederhana namun hangat, umat bersama warga berkumpul untuk berdoa dan bersyukur. Pada kesempatan tersebut, Gereja juga memohon doa restu dari masyarakat atas penetapan status baru GMBA sebagai Paroki Administratif.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa perjalanan Gereja tidak terlepas dari dukungan lingkungan sekitar. Semangat toleransi, gotong royong, dan saling menghargai yang selama ini terbangun menjadi fondasi penting dalam kehidupan bersama sebagai sesama warga masyarakat.


Menerima Tugas Perutusan yang Baru

Puncak historis rangkaian perayaan terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 19.00 WIB melalui pelantikan Dewan Pastoral Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr., Vikaris Episkopal Yogyakarta Timur.

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya pelayanan pastoral dalam status yang baru. Para pengurus yang dilantik menerima tugas perutusan untuk melayani umat, membangun persekutuan, serta menghadirkan Gereja yang semakin hidup dan relevan di tengah masyarakat.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa perubahan status dari stasi menjadi paroki administratif bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mewartakan Injil dan menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.


Bersukacita sebagai Satu Keluarga Allah

Rangkaian perayaan ditutup dengan Pesta Umat yang diselenggarakan di halaman belakang gereja setelah Misa Minggu, 14 Juni 2026. Dalam suasana penuh sukacita dan kekeluargaan, umat dari berbagai lingkungan berkumpul untuk merayakan syukur bersama.

Acara semakin meriah dengan pemotongan tumpeng oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr., Vikaris Episkopal Yogyakarta Timur sebagai simbol rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kebersamaan yang terjalin dalam pesta umat menjadi gambaran nyata Gereja sebagai keluarga Allah yang hidup, bertumbuh, dan saling menguatkan.

Tawa, canda, dan keakraban yang hadir sepanjang acara menjadi tanda bahwa iman tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga diwujudkan dalam persaudaraan yang hangat di tengah umat.

Melangkah Bersama Menuju Masa Depan

Keempat kegiatan tersebut membentuk satu rangkaian yang utuh: mengenang para perintis, menjalin persaudaraan dengan masyarakat, meneguhkan pelayanan pastoral, dan merayakan sukacita sebagai satu keluarga umat Allah.

Perjalanan menuju Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo mengajarkan bahwa Gereja bertumbuh bukan hanya karena bangunan yang berdiri megah, melainkan karena umat yang terus setia berjalan bersama Tuhan. Dengan berlandaskan warisan iman para pendahulu, didukung semangat kebersamaan umat, serta terbuka pada karya Roh Kudus, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo kini melangkah dengan penuh harapan menuju masa depan.

Semoga segala rahmat yang telah diterima menjadi sumber kekuatan untuk terus menghadirkan Gereja yang hidup, missioner, dan menjadi berkat bagi sesama.

Pesta Umat GMBA 2026: Merayakan Syukur, Meneguhkan Kebersamaan, Mewariskan Iman


Suasana sukacita dan rasa syukur memenuhi halaman belakang Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo pada Minggu, 14 Juni 2026. Setelah perayaan Ekaristi, umat Paroki Administratif Maguwo berkumpul dalam Pesta Umat sebagai puncak rangkaian peringatan hari ulang tahun Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Perayaan ini menjadi penutup dari berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya, mulai dari ziarah ke makam para leluhur pendiri gereja, kenduren bersama warga sekitar gereja sebagai wujud persaudaraan dan kebersamaan, hingga pelantikan Dewan Pastoral Paroki Administratif Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan Gereja serta komitmen umat untuk terus melanjutkan karya pelayanan di masa mendatang.

Pesta Umat diawali dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr., selaku Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Timur. Tumpeng yang telah dipotong kemudian diserahkan kepada Bapak Agung selaku Wakil Ketua II Dewan Pastoral Paroki Administratif Maguwo. Selanjutnya, tumpeng tersebut diteruskan kepada pengurus Remaja Bunda Maria (RBM) sebagai perwakilan generasi muda. Prosesi ini menjadi simbol yang sarat makna, menggambarkan kesinambungan pelayanan dan regenerasi dalam kehidupan Gereja, di mana warisan iman dan semangat pelayanan terus diteruskan kepada generasi penerus.

Semangat kebersamaan juga tampak melalui keterlibatan seluruh lingkungan di Paroki Administratif Maguwo. Dengan penuh semangat dan gotong royong, setiap lingkungan berpartisipasi dalam menyediakan hidangan soto dan bakso yang dinikmati bersama oleh seluruh umat. Makan bersama menjadi lambang persaudaraan yang mempererat ikatan sebagai satu keluarga besar umat Allah.

Acara semakin meriah dengan berbagai penampilan yang menghibur sekaligus mempererat kebersamaan umat. Drumband dari TK Indriyasana Maguwo membuka kemeriahan dengan penampilan yang penuh semangat. Tim Senam GMBA menampilkan line dance yang enerjik, disusul penampilan line dance dari Lingkungan Santa Elisabet. Umat juga dihibur dengan penampilan solo keyboard dari Lauda, yang menambah semarak suasana.

Puncak kemeriahan terjadi ketika seluruh umat diajak bergabung dalam flashmob bersama yang dimotori oleh ibu-ibu Tim Senam GMBA. Dengan penuh sukacita, umat dari berbagai usia larut dalam gerakan dan kegembiraan yang mencerminkan semangat persaudaraan serta kebersamaan yang hidup di tengah komunitas Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Di sela-sela acara, panitia juga membagikan berbagai doorprize yang semakin menambah antusiasme dan keceriaan umat. Sorak sorai dan tawa kebahagiaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, menjadikan pesta umat sebagai momen yang tidak hanya meriah, tetapi juga mempererat rasa memiliki terhadap Gereja dan komunitas paroki.

Melalui perayaan ini, umat Santa Maria Bunda Allah Maguwo diajak untuk senantiasa bersyukur atas penyertaan Tuhan yang telah membimbing perjalanan Gereja hingga saat ini. Semoga semangat kebersamaan, pelayanan, dan regenerasi yang terwujud dalam perayaan ini terus tumbuh dan menjadi kekuatan bagi Paroki Administratif Maguwo dalam melaksanakan perutusannya di tengah Gereja dan masyarakat.

Meneguhkan Langkah Pastoral Melalui Penentuan Baseline: FGD Ardas Paroki Administratif Maguwo


Dalam semangat membangun Gereja yang semakin partisipatif, berdaya guna, dan berbuah bagi umat, Paroki Administratif Maguwo menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penentuan Baseline pada Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Harian Paroki Administratif Maguwo bersama para Ketua Lingkungan yang menjadi ujung tombak pelayanan dan kehidupan menggereja di tengah umat.

FGD ini merupakan salah satu program yang telah direncanakan dalam Agenda Dasar (Ardas) Paroki Administratif Maguwo sebagai tindak lanjut dari Ardas IX Keuskupan Agung Semarang. Melalui proses refleksi dan dialog bersama, seluruh peserta diajak untuk membaca realitas kehidupan umat secara lebih mendalam, mengenali kondisi aktual paroki, serta memetakan berbagai potensi dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanan pastoral saat ini.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Tim Litbang Paroki Administratif Maguwo ini menjadi momentum penting untuk menyusun baseline atau titik awal yang objektif dan terukur. Baseline tersebut diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat dalam merumuskan arah kebijakan, prioritas pelayanan, serta program-program pastoral di masa mendatang agar semakin relevan dengan kebutuhan umat dan selaras dengan semangat Ardas Keuskupan Agung Semarang.

Melalui proses mendengarkan, berdialog, dan berefleksi bersama, seluruh peserta menunjukkan komitmen untuk terus membangun kehidupan menggereja yang hidup, dinamis, dan berakar pada semangat sinodal. Dengan mengenali kondisi nyata yang ada saat ini, Paroki Administratif Maguwo diharapkan semakin mampu melangkah dengan bijaksana dalam mewujudkan pelayanan yang menghadirkan kasih Kristus secara nyata di tengah masyarakat.

Semoga hasil penentuan baseline ini menjadi sarana untuk meneguhkan arah perjalanan pastoral Paroki Administratif Maguwo, sehingga setiap program dan langkah yang diambil sungguh menjadi jawaban atas panggilan perutusan Gereja dalam melayani umat dan menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia.

Penerimaan Komuni Pertama Perdana di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo


Minggu, 7 Juni 2026 menjadi hari yang penuh sukacita dan rahmat bagi umat Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Dalam Perayaan Ekaristi yang khidmat, sebanyak 23 anak menerima Sakramen Ekaristi untuk pertama kalinya, menjadikan momen ini sebagai Penerimaan Komuni Pertama perdana sejak Maguwo resmi menjadi Paroki Administratif.

Perjalanan menuju penerimaan Komuni Pertama bukanlah proses yang singkat. Selama kurang lebih sembilan bulan, para calon penerima Komuni Pertama telah mengikuti pembinaan iman secara berkelanjutan. Berbagai kegiatan mereka jalani dengan penuh semangat, mulai dari pendalaman materi katekese, kegiatan outing, rekoleksi bersama orang tua, ujian, peneguhan, hingga Sakramen Tobat sebagai persiapan batin untuk menyambut Tubuh Kristus dengan hati yang bersih dan siap.

Dari 25 anak yang telah dipersiapkan, 23 anak dapat hadir dan mengikuti perayaan ini dengan penuh sukacita. Dua peserta lainnya berhalangan hadir karena sakit. Meski demikian, seluruh umat turut mendoakan agar mereka segera pulih dan dapat menerima Komuni Pertama pada kesempatan berikutnya.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo, Pr., yang dalam homilinya mengajak anak-anak untuk senantiasa memelihara persatuan dengan Kristus melalui Ekaristi. Komuni Pertama bukanlah akhir dari perjalanan pembinaan iman, melainkan awal dari kehidupan yang semakin dekat dengan Tuhan melalui perayaan Ekaristi dan kehidupan sehari-hari yang mencerminkan kasih Kristus.

Suasana haru dan bahagia tampak menghiasi wajah para penerima Komuni Pertama, orang tua, serta seluruh umat yang hadir. Kehadiran para orang tua menjadi tanda nyata dukungan keluarga sebagai Gereja domestik yang terus mendampingi pertumbuhan iman anak-anak. Para katekis yang selama berbulan-bulan mendampingi proses pembinaan juga turut bersukacita menyaksikan buah dari pelayanan yang telah mereka jalankan dengan penuh ketulusan.

Sukacita perayaan semakin terasa dengan keterlibatan adik-adik PIA Angelus ( Pendampingan Iman Anak ) yang mempersembahkan koor selama Perayaan Ekaristi berlangsung. Melalui lantunan pujian yang mereka bawakan, para anggota PIA turut mendukung dan mengiringi kakak-kakak penerima Komuni Pertama dalam momen istimewa perjumpaan mereka dengan Kristus dalam Sakramen Ekaristi. Kehadiran dan pelayanan mereka menjadi gambaran indah bagaimana pembinaan iman anak-anak di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo terus berjalan secara berkesinambungan.

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan mistagogi yang dilaksanakan di dalam gereja. Melalui pendalaman ini, anak-anak diajak untuk semakin memahami makna sakramen yang baru saja mereka terima, sehingga pengalaman perjumpaan dengan Kristus dalam Ekaristi dapat terus bertumbuh dan berbuah dalam kehidupan mereka.

Setelah mengikuti mistagogi, para penerima Komuni Pertama juga langsung didaftarkan sebagai anggota Putra Putri Altar Maguwo. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen paroki untuk menghadirkan pembinaan iman yang berkelanjutan bagi anak-anak. Dengan bergabung sebagai misdinar, mereka diharapkan semakin dekat dengan kehidupan liturgi Gereja serta bertumbuh dalam semangat pelayanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai murid-murid Kristus.

Momen ini menjadi tanda bahwa penerimaan Komuni Pertama bukanlah akhir dari perjalanan iman, melainkan awal dari keterlibatan yang lebih aktif dalam kehidupan Gereja. Melalui pendampingan keluarga, para katekis, dan komunitas paroki, anak-anak diajak untuk terus mengembangkan iman yang telah mereka terima serta mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja sesuai dengan panggilan mereka masing-masing.

Semoga rahmat yang diterima dalam Komuni Pertama ini semakin meneguhkan langkah anak-anak untuk mencintai Ekaristi, bertumbuh dalam iman, serta menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, sekolah, dan lingkungan tempat mereka berada.

“Akulah roti hidup yang turun dari surga. Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” (Yohanes 6:51)

Dari Stasi Menjadi Paroki Administratif: Tonggak Sejarah Baru bagi Umat Maria Bunda Allah Maguwo


2 Juni 2026 menjadi tanggal yang akan selalu dikenang dalam perjalanan iman umat Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Pada hari yang penuh rahmat ini, GMBA secara resmi ditingkatkan statusnya menjadi Paroki Administratif Maria Bunda Allah, sebuah tonggak sejarah yang menjadi buah dari perjalanan panjang, kerja sama, doa, dan pelayanan seluruh umat.

Peresmian Paroki Administratif Maria Bunda Allah dilaksanakan dalam Misa Syukur yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr., selaku Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Timur, didampingi oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. sebagai Pastor Paroki serta Romo Yohanes Ngatmo, Pr sebagai Vikaris Paroki.

Salah satu momen yang begitu menyentuh hati umat adalah parade bendera panji wilayah dan lingkungan yang mengawali rangkaian perayaan. Dengan penuh kebanggaan dan semangat persatuan, panji-panji dari seluruh wilayah dan lingkungan diarak memasuki gereja. Iring-iringan tersebut menjadi simbol kebersamaan umat yang selama ini berjalan bersama dalam membangun Gereja, sekaligus menjadi ungkapan syukur atas anugerah yang diterima oleh seluruh keluarga besar GMBA.

Dalam perayaan yang sama juga dilaksanakan pelantikan Dewan Pastoral Harian (DPH) Paroki Administratif Maria Bunda Allah yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan sebagai tanda dimulainya pelayanan kepengurusan yang baru dalam status paroki administratif.

Namun, ada satu peristiwa yang menjadikan hari tersebut semakin istimewa. Tepat pada tanggal bersejarah ini, empat orang anak menerima Sakramen Baptis Kudus dan menjadi baptisan pertama dalam sejarah Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Momen penuh sukacita ini menjadi tanda kehidupan baru yang lahir bersamaan dengan babak baru perjalanan Gereja Maguwo. Sebuah simbol yang indah bahwa Gereja terus bertumbuh, melahirkan generasi-generasi baru yang akan menjadi bagian dari umat Allah.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, umat juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dewan Pastoral Harian Periode 2023–2025 yang telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi dalam mempersiapkan perjalanan menuju paroki administratif, yaitu:

  • Ketua: Yohanes Agung Prasetya Putra
  • Sekretaris I: Elisabeth Amy Andriani
  • Sekretaris II: Fransisca Sri Murtini
  • Bendahara I: Lusia Rini Sundari
  • Bendahara II: Theresia Nelly
  • Bendahara III: Theresia Sri Harnani

Serta para Ketua Bidang:

  • Joanna Fransisca Ita Rinawati (Liturgi dan Peribadatan)
  • Mikael Purwanto (Pewarta dan Evangelisasi)
  • Albertus Bagio Murdianto (Pelayanan Kemasyarakatan)
  • Albertus Arief Subyantoro (Paguyuban dan Persaudaraan)
  • Andreas Keso Muda (Penelitian dan Pengembangan)
  • Yanuarius Pargiyono (Rumah Tangga)

Terima kasih atas kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan yang telah diberikan selama masa pelayanan sehingga proses peningkatan status Gereja Maguwo dapat berjalan dengan baik.


“Dari rahim Paroki Maria Marganingsih Kalasan, lahirlah Paroki Administratif Maria Bunda Allah. Bukan sebagai perpisahan, melainkan sebagai tanda kedewasaan iman sebuah komunitas yang kini dipanggil untuk melangkah lebih mandiri dalam mewartakan kasih Kristus.”

Perayaan syukur ini juga semakin bermakna dengan kehadiran tamu-tamu istimewa dari Paroki Maria Marganingsih Kalasan selaku paroki induk, khususnya jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kalasan yang turut hadir untuk berbagi sukacita bersama umat Maria Bunda Allah. Kehadiran mereka menjadi tanda nyata persaudaraan dan kebersamaan yang selama ini terjalin erat antara Paroki Kalasan dan umat Maguwo.

Sebagai bagian dari keluarga besar Paroki Kalasan, umat Maguwo telah bertumbuh dan berkembang melalui pendampingan pastoral yang berkesinambungan. Oleh karena itu, momen peresmian Paroki Administratif Maria Bunda Allah bukan hanya menjadi sukacita bagi umat Maguwo, melainkan juga menjadi kebanggaan bersama bagi Paroki Kalasan yang telah ikut menaburkan benih pelayanan dan pendampingan selama perjalanan panjang tersebut.

Kehadiran DPP Kalasan pada perayaan bersejarah ini menjadi simbol estafet pelayanan Gereja yang terus berlanjut, sekaligus ungkapan dukungan dan harapan agar Paroki Administratif Maria Bunda Allah semakin berkembang sebagai komunitas umat yang hidup, mandiri, dan misioner.

Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. yang dengan setia mendampingi dan mengawal proses peningkatan status Gereja Maguwo sejak pelaksanaan visitasi pada bulan September 2025 hingga akhirnya secara resmi ditetapkan sebagai Paroki Administratif Maria Bunda Allah pada 2 Juni 2026. Pendampingan, perhatian, dan semangat yang diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan bersejarah ini.

Perubahan status dari stasi menjadi paroki administratif tentu bukan sekadar perubahan nama atau struktur organisasi. Lebih dari itu, perubahan ini merupakan panggilan bagi seluruh umat untuk semakin dewasa dalam iman, semakin aktif dalam pelayanan, dan semakin bertanggung jawab dalam kehidupan menggereja. Status baru ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat persekutuan, meningkatkan kualitas pelayanan pastoral, menumbuhkan kader-kader pelayan Gereja, serta menghadirkan Gereja yang semakin dekat dengan umat dan masyarakat.

Semoga Paroki Administratif Maria Bunda Allah terus bertumbuh menjadi komunitas yang hidup, mandiri, dan missioner; menjadi rumah yang menghadirkan kasih Kristus bagi siapa saja; serta senantiasa berjalan seiring dengan arah pastoral Keuskupan Agung Semarang dalam mewujudkan Gereja yang sinodal, partisipatif, dan peduli terhadap sesama serta seluruh ciptaan.

Selamat dan syukur atas lahirnya Paroki Administratif Maria Bunda Allah. Semoga Tuhan yang telah memulai karya baik ini senantiasa menyertai langkah seluruh umat dalam membangun Gereja-Nya.

Rekoleksi Bersama Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi “Inilah Ibumu” di Gereja Maria Bunda Allah


Menemukan Kembali Semangat Pelayanan Melalui Rekoleksi Bersama Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi

Meninggalkan sejenak rutinitas harian untuk masuk dalam keheningan doa dan kebersamaan selalu menjadi momen yang mendamaikan jiwa. Hal inilah yang dialami oleh para anggota Legio Mariae Presidium Bunda Penolong Abadi dalam kegiatan Rekoleksi Bersama yang mengusung tema “Inilah Ibumu”, bertempat di Gereja Maria Bunda Allah.

Melalui bimbingan spiritual dari Romo Susanto Pr, seluruh peserta diajak untuk kembali menengok ke dalam hati, memperdalam iman, dan menyalakan kembali api semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.


Mendekatkan Diri kepada Yesus Bersama Bunda Maria

Tema “Inilah Ibumu” menjadi sebuah undangan spiritual yang mendalam bagi seluruh legioner. Seperti sabda Yesus dari atas kayu salib, kita diingatkan kembali akan peran keibuan Bunda Maria yang selalu siap menyertai perjalanan iman kita.

Dalam sesi rekoleksi, Romo Susanto Pr mengajak para peserta untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus melalui perantaraan Bunda Maria (Per Mariam ad Jesum). Bunda Maria bukan hanya sekadar teladan, tetapi juga seorang Ibu yang senantiasa menuntun setiap langkah pelayanan kita agar selalu terarah pada kehendak Allah.


Momen Refleksi dalam Doa dan Kebersamaan

Di tengah suasana doa yang khusyuk dan balutan kebersamaan yang erat, kegiatan ini menjadi ruang refleksi yang begitu indah. Melalui untaian doa dan bimbingan yang diberikan, para peserta diajak untuk:

  • Mengevaluasi Diri: Merenungkan kembali kualitas pelayanan dan motivasi hati yang telah diberikan selama ini.
  • Meneguhkan Panggilan: Kembali menyadari dan memantapkan komitmen sebagai pribadi yang setia dalam pelayanan dan kasih, tanpa pamrih.
  • Saling Menguatkan: Mempererat tali persaudaraan antaranggota presidium agar semakin solid dalam menjalankan tugas-tugas kerasulan.

Suasana sakral namun penuh kehangatan ini berhasil membawa kesegaran baru bagi rohani setiap peserta yang hadir.


Bertumbuh dan Berbuah dalam Kehidupan Menggereja

Rekoleksi bukanlah akhir dari sebuah kegiatan, melainkan titik awal dari perutusan yang baru. Harapan besar terpancar dari penutupan rangkaian kegiatan rekoleksi ini.

Semoga melalui rekoleksi bersama Romo Susanto Pr ini, iman dan semangat pelayanan seluruh peserta Presidium Bunda Penolong Abadi semakin bertumbuh subur dan berbuah nyata dalam kehidupan menggereja. Mari kita bawa sukacita dan semangat “Fiat” (Aku ini hamba Tuhan) penyerahan diri Bunda Maria ke dalam keluarga, lingkungan, dan paroki kita.

Ave Maria!


More Photos and video :

https://drive.google.com/drive/folders/1FQ4_8mY4D3ViHvrZd4HRCgSsEjB2OcEX

Paskahan & Temu Kaum Muda St. Mikhael di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo


Paskahan & Temu Kaum Muda St. Mikhael di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo berlangsung dengan penuh sukacita pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 12.00 hingga 20.00. Kegiatan ini dihadiri oleh Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., para suster, serta Orang Muda Katolik Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang datang dengan semangat kebersamaan dan iman yang hidup.

Acara diawali dengan sesi pembekalan yang diberikan oleh para suster dan Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. Dalam pembekalan ini, peserta diajak untuk semakin memahami panggilan sebagai Orang Muda Katolik di tengah kehidupan Gereja dan masyarakat. Materi yang disampaikan menjadi bekal berharga untuk menumbuhkan iman yang tangguh sekaligus keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang mengangkat tema hidup menggereja di tengah masyarakat. Dalam suasana yang hangat dan terbuka, para peserta saling berbagi pengalaman, pandangan, serta harapan mereka sebagai generasi muda Gereja. Diskusi ini menjadi ruang refleksi sekaligus mempererat rasa persaudaraan antar peserta.

Suasana semakin meriah dengan berbagai games kebersamaan yang menghadirkan keceriaan dan memperkuat kekompakan. Tawa dan semangat kebersamaan mewarnai setiap momen, menciptakan kenangan indah yang mempererat tali persaudaraan.


Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan api unggun di malam hari. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para peserta berkumpul, bernyanyi, dan merefleksikan perjalanan iman mereka. Api unggun menjadi simbol semangat yang terus menyala dalam diri Orang Muda Katolik untuk tetap setia dan aktif dalam kehidupan Gereja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Orang Muda Katolik St. Mikhael semakin diteguhkan dalam iman, bertumbuh dalam kebersamaan, serta siap menjadi pribadi yang membawa terang dan harapan di tengah masyarakat.


Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga meneguhkan iman Orang Muda Katolik untuk terus berjalan bersama Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Semangat Paskah yang dirayakan tidak berhenti pada perayaan, tetapi dihidupi dalam tindakan nyata di tengah Gereja dan masyarakat.

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

Semoga melalui kegiatan ini, setiap pribadi semakin dikuatkan untuk menjadi saksi kasih Tuhan, membawa terang, dan menghadirkan damai di mana pun berada.