Berkreasi Mengolah Camilan Sehat dari Pangan Lokal

Bumi Indonesia memiliki pangan lokal yang berlimpah. Berbekal kreativitas, sayur dan buah lokal juga dapat tersaji sebagai camilan modern kekinian yang sarat gizi dan kaya manfaat.

Tema ini menjadi inti pelatihan yang diselenggarakan Tim Pelayanan PSE Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo (GMBA) bekerja sama dengan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTB UAJY) pada Sabtu, 3 Mei 2025 di Gazebo GMBA.

Dalam pelatihan ini, lima dosen Jurusan Teknologi Pangan FTB UAJY bersama dua staf laboratorium dan tiga asisten mahasiswa berbagi ilmu kepada umat GMBA. Mereka mengajak peserta berkreasi mengolah pangan lokal menjadi empat jenis camilan yang sehat, bergizi, dan lezat.

Popping boba buah naga dan semangka

Resep boba racikan tim FTB UAJY ini memanfaatkan buah naga dan semangka sebagai pewarna alami sehingga menjadi minuman yang lebih sehat sekaligus bernutrisi bagi keluarga, terutama untuk anak-anak. Ternyata, proses membuatnya pun relatif mudah. Membentuk bobanya saja yang cukup menantang. Maksud hati mau menghasilkan boba bulat, eh, jadinya kecebong :p

Membuat boba dari buah naga
Boba cantik nan bergizi sudah siap

Kue bebek mandi dan labu mandi

Dari namanya, unik dan membuat penasaran, ya? Bahan utama pangan lokal dalam kreasi kedua ini antara lain labu kuning dan ubi ungu. Cita rasa Nusantara juga hadir dalam isiannya berupa kelapa parut, gula merah, dan daun pandan. Begitu pula fla yang “merendam” kue terbuat dari santan bercampur daun pandan.

“Labu dan ubi kaya serat. Selain itu juga bisa menjadi pengganti terigu untuk yang menghindari gluten,” jelas LM. Ekawati Purwijantiningsih, S.Si., M.Si, yang akrab disapa Bu Eka. FYI, Bu Eka pernah menjadi umat GMBA, tepatnya di Lingkungan YP, lho.

Bu Eka (paling depan) membimbing praktik kelompok kue mandi
Kue mandi ini terlalu gemas untuk disantap!

Bola-bola labu

Labu kuning kembali menjadi bintang utama di sajian camilan sehat ini. Kreasi ketiga ini mirip kroket kentang sehingga ibu-ibu peserta pun dalam waktu singkat sudah bisa menguasai pembuatannya. Bola labu bisa diisi sesuai selera, seperti cokelat batang, keju cheddar, keju mozarella, dan sebagainya.

Serius menyimak tips menggoreng bola labu
Ini bukan kroket, tapi bola labu lho ^^

Nugget dan kaki naga sehat

Kaki naga? Apakah harus pindah dimensi dulu untuk berburu naga ala Harry Potter? Rupanya, namanya saja yang “seram”. Bahannya mudah dibeli di mana saja karena tinggal mencampur daging ayam, telur, tepung terigu, dan tepung tapioka ditambah bumbu-bumbu menjadi adonan. Istimewanya, nugget dan kaki naga ala FTB UAJY ini tidak menggunakan pengawet dan penambah rasa sintetis. Beda dengan buatan pabrik, ya, Bundd….

Meracik bahan nugget dan kaki naga
Kaki naga yang lezat dan enggak ada seram-seramnya

Usai praktik, bahan pangan lokal pun bertransformasi menjadi camilan sehat sarat gizi. Tampilannya juga sangat menggugah selera. Tak heran, sebagian hasil praktik sudah mendarat di perut peserta sebelum sempat ditata cantik di piring saji >.<

“Kami jadi tambah ilmunya lewat pelatihan ini. Bisa untuk mengisi acara pertemuan di lingkungan dan PKK,” puji Ibu Sulasih Andreas dari Lingkungan Asisi.

Melihat respons yang sangat positif dari peserta, ucapan terima kasih kami haturkan kepada Tim FTB UAJY yang telah berbagi ilmu kepada umat GMBA melalui program pengabdian masyarakatnya. Pelatihan hari ini yang penuh suasana keakraban dan keceriaan, menjadi cermin jalinan sinergi indah antara Gereja dan dunia pendidikan.

Tim Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Jadi, tunggu apa lagi? Mari berkreasi hadirkan camilan sehat serta bergizi, dari pangan lokal Ibu Pertiwi tercinta.

Posted in Berita Terkini, Informasi, Sosial, Tajuk Utama.