Minggu Palma di St. Maria Bunda Allah Maguwo:

Arak-arakan Iman, Daun Palma, dan Langkah Menuju Kasih Sejati

 

Minggu, 13 April 2025. Udara pagi masih sejuk, tapi halaman belakang Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo sudah ramai sejak sebelum matahari sepenuhnya naik. Ada yang datang sambil menenteng daun palma dari kebun, ada yang bawa yang sudah dianyam mirip bunga (atau ayam jago? siapa yang tahu…), dan tentu saja ada yang datang sambil bisik-bisik, “Ini bener nggak sih bawa palem dari pot ruang tamu?”

 

Tepat pukul 07.00 WIB, umat berkumpul dan siap memulai Perayaan Minggu Palma yang dipimpin oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr. Di tengah semilir angin pagi dan iringan lagu pujian, Romo memberkati daun palma yang menjadi simbol semangat kita menyambut Kristus, Sang Raja Damai.
Tapi jangan salah, ini bukan cuma acara tabur daun lalu pulang. Ini awal dari sebuah perjalanan iman!

Usai diberkati, ratusan umat mulai berarak dari halaman belakang menuju dalam gereja. Suasananya mirip pawai kecil—tapi bukan pawai biasa. Ini pawai iman. Ada yang melambai-lambaikan daun palma dengan semangat (bahkan lebih semangat dari suporter bola), ada yang jalan sambil nyanyi, dan ada yang… sudah ngos-ngosan di tengah jalan tapi tetap semangat karena “ini kan cuma pemanasan sebelum jalan salib!”

 

Setibanya di dalam gereja, suasana menjadi lebih hening dan sakral. Dalam homilinya, Romo Maradiyo mengajak umat untuk tidak hanya jadi pengikut Kristus saat dielu-elukan, tapi juga saat Ia memanggul salib.

“Kita semua hari ini ikut arak-arakan penuh sukacita. Tapi jangan berhenti di sini. Siapkah kita tetap berjalan bersama Yesus, meski jalan-Nya penuh luka?”

Seketika, suasana berubah. Semua kembali merenung—bahwa daun palma hanyalah awal dari sebuah perjalanan yang lebih dalam: perjalanan menuju salib, dan akhirnya menuju kebangkitan.

 

Perayaan ini tidak hanya mengingatkan kita pada kisah dua ribu tahun lalu, tetapi juga mengajak kita semua untuk menghidupi semangatnya hari ini: dalam keluarga, di tempat kerja, di jalanan, dan dalam komunitas. Bahwa iman bukan hanya tentang seremoni, tapi keberanian untuk terus mengikuti Yesus, bahkan saat dunia tak lagi bersorak.

 

 

Minggu Palma kali ini bukan hanya penuh daun, tapi juga penuh harapan. Umat pulang dengan tangan menggenggam palma—dan hati menggenggam semangat baru untuk menyambut Pekan Suci dengan iman yang hidup.

 


Urgensi Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Gereja St. Maria Bunda Allah – Stasi Maguwo

Salam damai dalam kasih Kristus,

Seiring pertumbuhan umat Katolik di Stasi Maguwo yang semakin pesat dari tahun ke tahun, kami merasakan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan sebuah kawasan gereja yang tidak hanya mampu menampung umat dengan layak, tetapi juga menjadi pusat kehidupan iman yang relevan bagi zaman ini.

1. Optimalisasi Fungsi dan Kapasitas Gereja
Jumlah umat yang terus bertambah dari waktu ke waktu membawa kebutuhan untuk meningkatkan daya tampung serta kualitas sarana ibadah. Maka, optimalisasi ruang ibadah menjadi hal yang mendesak, agar umat dapat mengikuti perayaan Ekaristi dengan nyaman dan penuh kekhusyukan. Lingkungan yang mendukung secara fisik juga akan menumbuhkan semangat spiritualitas dan keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

2. Pusat Pelayanan Pastoral
Kami ingin mewujudkan gereja sebagai lebih dari sekadar tempat ibadah. Pusat pelayanan pastoral yang akan dibangun di kawasan ini diharapkan menjadi ruang pembinaan iman, moral, dan sosial bagi seluruh umat. Anak-anak, kaum muda, keluarga, dan lansia akan memiliki ruang untuk bertumbuh dan dibina secara berkelanjutan dalam terang ajaran Gereja.

3. Peningkatan Fungsi Sosial Gereja
Gereja St. Maria Bunda Allah – Stasi Maguwo juga ingin hadir secara nyata bagi masyarakat sekitar, tanpa memandang latar belakang agama. Kehadiran pusat pelayanan pastoral akan menjadi wadah dialog iman dan tempat pelayanan sosial yang mampu menjawab tantangan zaman ini. Gereja dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia, menjadi saksi kasih di tengah masyarakat.

4. Tahapan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Gereja:
a. Penyusunan desain master plan dan site plan
b. Pengajuan rencana kepada Tim Pembangunan KAS melalui Pastor Paroki Kalasan
c. Pembahasan antara Tim Pembangunan Maguwo dan Tim Pembangunan KAS, dilanjutkan dengan peninjauan lokasi
d. Pengesahan master plan
e. Penggalangan dana
f. Eksekusi pembangunan secara bertahap

Dengan semangat kebersamaan dan iman yang hidup, kami mengajak seluruh umat dan para dermawan untuk mendukung proses ini — dalam doa, partisipasi, dan kontribusi nyata — agar impian bersama ini dapat terwujud demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan umat-Nya.

Kamis, 10 April 2025, menjadi tonggak penting dalam perjalanan ini. Telah dilakukan pembahasan antara Tim Pembangunan Maguwo dan Tim Pembangunan KAS, disertai peninjauan langsung ke lokasi. Puji Tuhan, master plan resmi disetujui oleh Tim Pembangunan KAS.
Semoga ini menjadi awal yang penuh berkat bagi langkah-langkah selanjutnya.

Kini, saatnya kita melangkah bersama.
Pembangunan ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi sebuah karya iman yang mencerminkan kasih, harapan, dan semangat pelayanan kita bersama. Kami percaya, dengan keterlibatan seluruh umat—baik dalam bentuk doa, tenaga, pikiran, maupun dana—segala sesuatu yang telah dirintis akan dapat diselesaikan dengan penuh sukacita.

Marilah kita menjadi bagian dari sejarah yang akan dikenang oleh generasi selanjutnya. Sebuah warisan iman yang hidup dan terus menyala di tengah masyarakat. Bersama Tuhan, tiada yang mustahil.

Ad maiorem Dei gloriam — Demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.

terima kasih kepada :
bapak Al. Bagio. M ketua tim pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah
Martinus Ervin, desainer masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah
tim pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah

inilah Fasad Gereja Santa Maria Bunda Allah yang disetujui oleh tim pembangunan KAS

 

 

 

 

 

 



“Kecil Bukan Berarti Kecil Hati” – Belajar Jadi Hebat dari Hal Kecil ala St. Dominic Savio

Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak… hidup ini isinya orang-orang hebat semua—kecuali kamu?
Ada yang jago bisnis, ada yang viral tiap posting, ada yang ngurusin pelayanan dari pagi sampe malem, pokoknya semua keliatan produktif dan penuh berkat.
Sementara kamu? ikut koor aja suara fals……………….
Tenang bro,sis…. kamu nggak sendiri………………………

St. Dominic Savio—si bocah ajaib yang wafat di usia 14 tahun tapi udah jadi santo—ngajarin kita satu hal yang penting banget:

“I am not capable of doing big things, but I want to do everything, even the smallest things, for the greater glory of God.”

Diterjemahkan bebas: “Gue emang bukan Avengers. Tapi selama gue bisa nyapu gereja, bantuin tetangga, dan nyenyumin orang yang nyebelin… itu semua buat Tuhan.”

Gila nggak tuh? Dalam banget.

Di zaman sekarang yang serba “big achievement”, kita sering lupa bahwa Tuhan juga ngelirik hal-hal yang kecil.
Nggak semua orang disuruh jadi kepala negara, tapi semua orang disuruh jadi pribadi yang penuh kasih.
Nggak semua orang bisa bikin roket ke Mars, tapi semua bisa bantu angkat kursi habis misa.
Tuhan nggak cari siapa yang paling viral, tapi siapa yang paling setia—even dalam hal paling receh.

Bayangin ya…
kamu senyum ke orang yang lagi galau, bisa jadi titik balik hidup dia.
kamu berdoa dalam sepi, bisa jadi tameng buat orang lain yang lo nggak kenal.
kamu buang sampah pada tempatnya di lingkungan gereja, bisa jadi inspirasi buat anak-anak kecil yang lihat.
Kecil? Iya. Tapi efeknya? Bisa tsunami kebaikan, bro!

St. Dominic ngajarin kita bahwa hidup bukan soal ukuran aksi, tapi ukuran cinta di balik aksi.
Dia juga bukti bahwa kekudusan nggak harus nunggu tua atau nunggu kaya.
Kekudusan itu kayak tanaman kecil di gambar itu—asal kamu tanam di tanah yang subur (hati yang tulus), kamu siram tiap hari (doa dan niat baik), dan kamu rawat dengan kasih, suatu saat akan tumbuh besar dan rindang.

Jadi, kalau kamu ngerasa kecil, ngerasa remeh, ngerasa “gue mah cuma…” berhenti deh…………………
Mulai sekarang bilang: “Gue kecil, tapi gue punya Tuhan yang besar. Dan semua yang gue lakuin, walau kecil, bisa punya makna gede banget kalo buat kemuliaan-Nya.”

Mulai dari hal sederhana:

  • Bangun pagi dan nggak ngeluh.
  • Dengerin temen curhat tanpa motong.
  • Mandi sebelum ibadah (jangan anggap remeh ini
  • Ucapkan “terima kasih” dan “maaf” dari hati.

Pokoknya bro,sis……………, jangan pernah anggap hal baik itu terlalu kecil buat dilakuin. Karena di mata Tuhan, yang kecil itu bisa jadi mahakarya.

So, gaskeun terus! Jangan nunggu jadi luar biasa dulu baru bertindak. Tapi bertindaklah dengan luar biasa dalam hal-hal biasa.
Karena itulah cara kita memuliakan Tuhan dari tempat kita berdiri sekarang.

 

 

Sebagai Ketua Stasi, inilah semangat saya:
“Saya mungkin tidak mampu melakukan hal-hal besar, tapi saya mau melakukan segala sesuatu—sekecil apa pun—demi kemuliaan Tuhan.”
Seperti St. Dominic Savio, saya percaya bahwa perubahan besar dimulai dari kesetiaan akan hal-hal kecil.
Dan bersama umat semua, saya yakin… kita bisa jadi terang, bahkan dari pelita yang sederhana

 

 

 



 

Mari Ambil Bagian: Bersama Mewujudkan Rumah Tuhan di Maguwo

Setelah disahkannya Masterplan Kawasan Gereja Santa Maria Bunda Allah – Stasi Maguwo oleh Tim Pembangunan Keuskupan Agung Semarang, kini kita memasuki babak baru dalam perjalanan iman kita bersama: penggalangan dana untuk pembangunan.

Saudara-saudariku terkasih,
Pembangunan kawasan gereja ini bukanlah proyek duniawi semata. Ini adalah karya iman. Ini adalah bentuk nyata cinta kita kepada Tuhan dan kepada Gereja-Nya. Kita sedang tidak hanya membangun gedung — kita sedang meletakkan dasar bagi generasi mendatang untuk berdoa, bertumbuh dalam iman, dan melayani sesama.

Melalui kawasan ini, akan hadir:
– Tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman
– Pusat pelayanan pastoral untuk anak-anak, OMK, keluarga, lansia, dan seluruh umat
– Ruang perjumpaan sosial yang terbuka bagi masyarakat luas

Namun, semua itu tidak mungkin terwujud tanpa dukungan nyata dari seluruh umat.

Kami mengajak Anda untuk turut ambil bagian dalam gerakan kasih ini.
Dukung pembangunan ini dengan:
Doa yang tulus
Partisipasi aktif dalam kegiatan umat
Kontribusi dana sesuai kemampuan

Besarnya sumbangan bukan yang utama — yang terpenting adalah hati yang mau memberi, dan semangat yang percaya bahwa bersama, kita bisa mewujudkan sesuatu yang besar.

Kami percaya:
Berkat Tuhan tidak pernah kurang bagi orang yang murah hati.
Apa yang kita tanam hari ini, akan menjadi berkat bagi banyak jiwa esok hari.
Gereja ini akan berdiri bukan karena kekuatan satu dua orang, tetapi karena cinta dan kerja sama seluruh umat.

Mari kita buktikan bahwa Gereja ini milik kita semua, dan tanggung jawab kita bersama.
Berikan yang terbaik. Doakan yang terbaik. Dan percayalah, Tuhan akan melipatgandakan setiap kebaikan yang kita tabur.

Untuk informasi penggalangan dana, cara berdonasi, atau berpartisipasi dalam tim pembangunan, silakan hubungi panitia atau pengurus lingkungan setempat. Kami akan segera menyampaikan detail dan tata cara penyaluran bantuan secara transparan dan akuntabel.

Bersama kita bangun. Bersama kita wujudkan.
Bersama kita persembahkan karya ini untuk kemuliaan Tuhan.

Ad maiorem Dei gloriam.

 

 

 

 



 

Tonggak Sejarah Baru: Masterplan Kawasan Gereja Santa Maria Bunda Allah Resmi Disetujui oleh Tim Pembangunan KAS

 

Hari ini, Kamis, 10 April 2025, menjadi momen yang tak terlupakan dalam perjalanan umat Stasi Maguwo. Di tengah harapan dan kerja keras yang telah dirintis sejak lama, satu langkah besar telah tercapai: Masterplan Kawasan Gereja Santa Maria Bunda Allah – Stasi Maguwo telah resmi disahkan dan disetujui oleh Tim Pembangunan Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Momen ini adalah buah dari proses yang penuh ketekunan, refleksi, dan kolaborasi. Sebuah visi besar tentang bagaimana Gereja seharusnya hadir di tengah umat dan masyarakat telah dituangkan secara konkret ke dalam rencana yang matang dan menyeluruh—bukan sekadar menggambar bangunan, tapi merancang masa depan.

Proses pemaparan dilakukan dengan penuh semangat dan keyakinan oleh Tim Pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah, di bawah kepemimpinan Bapak Al. Bagio M., dan didampingi oleh Saudara Martinus Ervin selaku perancang masterplan. Bersama para anggota tim lainnya, mereka mempersembahkan lebih dari sekadar presentasi. Mereka mempersembahkan sebuah mimpi umat, sebuah cita-cita bersama yang lahir dari doa, diskusi, dan kerinduan untuk menjadikan Gereja sebagai rumah yang hidup.

Setelah pemaparan mendalam dan sesi tanya jawab, rombongan Tim Pembangunan KAS melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Udara pagi Maguwo menyambut langkah-langkah penuh harapan itu. Dan di tengah gereja ini yang akan menjadi pusat perjumpaan ilahi dan manusia itu, sebuah keputusan penting diambil………………………….

“Kami menyetujui masterplan ini.”

Kalimat singkat itu bukan hanya persetujuan administratif. ini adalah pengesahan atas harapan. Ini adalah jawaban atas doa. Dan ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk melangkah ke tahap selanjutnya — bersama.

Masterplan ini memuat lebih dari sekadar gedung atau batas tanah. Ia merancang rumah Tuhan yang menumbuhkan iman, menyediakan ruang pelayanan pastoral yang membentuk karakter, dan membuka pintu sosial Gereja bagi siapa pun yang mengetuk.

Kini, saatnya kita bergerak maju. Dengan restu Keuskupan, kita diundang untuk melanjutkan proses ini dengan penuh semangat dan komitmen: mempersiapkan penggalangan dana, perencanaan teknis lanjutan, dan pelaksanaan pembangunan secara bertahap.


Perjalanan ini adalah perjalanan kita bersama.
Bukan tentang membangun dinding dan atap, tetapi membangun warisan iman bagi anak cucu kita. Bukan semata menyusun bata demi bata, tapi menyusun kasih, pengharapan, dan pelayanan dalam wajah Gereja yang nyata.

Mari kita tanggapi anugerah hari ini dengan hati yang bersyukur dan tangan yang siap terulur. Sebab dengan bersama, kita bisa menghadirkan sesuatu yang besar, indah, dan bermakna—demi kemuliaan Tuhan dan pelayanan kepada sesama.

Ad maiorem Dei gloriam – Demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.


 

terima kasih kepada :
bapak Al. Bagio. M ketua tim pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah
Martinus Ervin, desainer masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah
Tim pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah



Mengenal Lebih Dekat Tugas Pengurus Dewan Stasi Maria Bunda Allah Maguwo periode 2023 – 2025

Gereja yang hidup dan bertumbuh tidak lepas dari peran banyak tangan yang bekerja dalam diam namun penuh semangat. Di balik setiap kegiatan liturgi, pelayanan sosial, pembinaan umat, hingga urusan rumah tangga gereja—ada sekelompok orang yang dengan rendah hati memberi waktu, tenaga, dan hati mereka untuk melayani.

Mari kita mengenal jajaran Pengurus Dewan Stasi Maria Bunda Allah Maguwo periode 2023 – 2025, yang siap berjalan bersama umat dan mendampingi setiap langkah pertumbuhan iman di stasi kita tercinta:



Pelayan Bukan Bos, Tapi Sahabat Iman

Yang perlu diingat, para pengurus ini bukanlah “atasan” umat, tapi sahabat seperjalanan dalam peziarahan iman. Mereka adalah pribadi-pribadi biasa yang juga bekerja, mengurus keluarga, menghadapi kesulitan… tapi memilih untuk tetap melayani.

Tugas mereka tidak selalu mudah, bahkan sering kali melelahkan. Namun dengan dukungan umat, semangat doa, dan kerja sama yang erat, kita percaya bahwa bersama-sama kita bisa menjadikan Stasi Maria Bunda Allah Maguwo sebagai gereja kecil yang hidup, hangat, dan penuh harapan.

 

 

 



 

Profil Ibu Hebat Stasi Maguwo: Menabur Cinta, Menuai Kehidupan Lewat Laudato Si’

Di tengah kesibukan mengurus rumah, memasak, menemani anak belajar, bahkan mengurus kegiatan lingkungan… para ibu-ibu Stasi Maria Bunda Allah Maguwo tetap punya satu hal yang tidak pernah ketinggalan: cinta pada bumi dan ciptaan Tuhan.

Bukan hanya lewat kata-kata, mereka membuktikan kasih itu lewat tindakan nyata, terinspirasi dari ajaran Laudato Si’ karya Paus Fransiskus. Ensiklik ini mengajak seluruh umat Katolik untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama, dan para ibu hebat ini sudah lama melakukannya—dengan semangat, sukacita, dan tentunya… banyak cerita lucu di baliknya.

Bank Sampah Bukan Tempat Horor, Tapi Harapan

Salah satu program unggulan yang mereka jalankan adalah bank sampah, tempat di mana sampah bukan lagi jadi masalah, tapi jadi berkah.

Setiap bulan, para ibu mengumpulkan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan kaleng—lalu disortir dan ditukar dengan dana kas lingkungan, bahkan sebagian dialokasikan untuk aksi sosial.

“Daripada nyampah, mending bantu sesama,” ujar salah satu ibu sambil senyum, tangannya tetap sibuk merapikan botol plastik.

Kerja Sama dengan Lingkungan, Semangatnya Luar Biasa

Yang paling keren, para ibu ini nggak jalan sendiri. Mereka menggandeng tim lingkungan, ketua lingkungan, dan bahkan generasi muda untuk ikut serta.

Dalam acara lingkungan atau pertemuan warga, mereka sering mengisi sesi edukasi kecil-kecilan:
bagaimana bikin kompos, cara mudah mengurangi plastik, bahkan demo membuat sabun dari minyak jelantah!

Mereka tidak hanya mengajak, tapi menulari semangat cinta bumi dengan kasih dan keceriaan.

Iman yang Hidup Lewat Aksi Nyata

Apa yang dilakukan para ibu ini sejatinya bukan sekadar program lingkungan. Tapi bentuk iman yang hidup dan bekerja lewat kasih, seperti yang diajarkan dalam Laudato Si’.

Dengan tangan-tangan penuh cinta dan semangat pelayanan, mereka merawat bumi ini seperti merawat keluarga sendiri—karena bagi mereka, merawat bumi = merawat masa depan anak cucu.

 

 

Terima Kasih, Ibu-Ibu Hebat Stasi Maguwo

Kisah mereka menginspirasi kita semua untuk tidak menunda kebaikan, memulai dari hal kecil, dan melakukannya dengan sukacita.

Karena bumi ini bukan milik kita sendiri—tapi warisan untuk generasi selanjutnya, yang Tuhan titipkan untuk kita pelihara bersama.

 

 



Gladi Bersih Kamis Putih: Menyambut Pekan Suci dengan Persiapan Penuh Iman

Dalam rangka menyambut perayaan Kamis Putih, seluruh petugas liturgi dan tim pendukung di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo telah melaksanakan gladi bersih pada hari Senin, 7 April 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan menuju Pekan Suci, khususnya untuk memastikan kelancaran dan kekhidmatan perayaan Kamis Putih yang akan dilangsungkan beberapa hari ke depan.

Gladi bersih ini melibatkan berbagai unsur pelayan liturgi, antara lain: prodiakon, lektor, misdinar, petugas pembasuhan kaki, tim koor, tata laksana, serta tim dokumentasi dan soundsystem. Setiap unsur mendapat arahan langsung dari tim liturgi paroki, demi menjaga ketepatan tata gerak dan kekompakan seluruh pelayanan selama Misa Kamis Putih.

Secara khusus, latihan juga difokuskan pada ritus pembasuhan kaki, yang menjadi simbol kerendahan hati dan pelayanan, sebagaimana diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri. Melalui gladi ini, seluruh petugas diajak untuk tidak hanya memahami tugasnya secara teknis, tetapi juga menjiwai makna spiritual dari setiap bagian liturgi.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, diselingi dengan evaluasi di setiap sesi latihan, sehingga seluruh kekurangan dapat diperbaiki sebelum hari perayaan tiba. Semangat pelayanan tampak jelas dalam kesungguhan para petugas menjalani latihan, meskipun harus meluangkan waktu di tengah kesibukan masing-masing.

Melalui gladi bersih ini, diharapkan perayaan Kamis Putih di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo dapat berlangsung dengan lancar, khusyuk, dan menjadi pengalaman iman yang mendalam bagi seluruh umat. Semoga setiap pelayanan yang dipersembahkan menjadi ungkapan syukur dan cinta kepada Tuhan yang lebih dahulu mengasihi dan melayani kita semua.

 

 

 


Dua Berkat, Satu Sukacita: Baptis dan Peneguhan di GMBA Maguwo

Minggu 6 April 2025, suasana di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo terasa sedikit lebih manis dan penuh senyum dari biasanya. Bukan karena pendinginnya nyala maksimal atau karena koor-nya nyanyi lagu favorit umat, tapi karena kita semua ikut menyaksikan dua momen sakral dan membahagiakan: pembaptisan satu anak dan peneguhan satu anak remaja.

Satu anak resmi “masuk anggota” penuh keluarga besar umat Allah lewat sakramen baptis. anak itu tersenyum waktu disiram air baptis bisa jadi karena kaget airnya agak dingin, tapi kami percaya itu adalah air sukacita yang membasuh dan menyegarkan jiwa. Selamat datang dalam kehidupan iman, dek! Satu langkah kecil bagimu, tapi langkah besar menuju surga

Di saat yang hampir bersamaan, seorang anak remaja kita juga menerima sakramen peneguhan tanda bahwa ia siap jadi pribadi yang lebih kokoh dalam iman. Kalau sebelumnya dibimbing, sekarang mulai siap membimbing. Walau mungkin masih suka lupa naruh kunci rumah, semoga tidak pernah lupa kalau dirinya sudah dipenuhi Roh Kudus

Kedua peristiwa ini adalah pengingat kecil bahwa Gereja bukan cuma bangunan, tapi keluarga yang terus bertumbuh. Ada yang baru bergabung, ada yang diteguhkan, dan ada kita semua yang selalu diingatkan: iman itu hidup, dan harus terus ditumbuhkan bersama.

Selamat untuk kedua anak dan keluarganya! Terima kasih juga untuk semua umat yang hadir, ikut tersenyum, dan tentu saja—ikut berdoa (meski sambil ngelirik jam, takut terlambat sarapan kedua)

 

terima kasih romo Dadang

 

 

 



“Ketika Tuhan Adalah Pilot Hidup Kita”

Pernah nggak sih kamu naik pesawat, duduk manis di kursi, padahal kamu nggak lihat langsung siapa pilotnya? Tapi tetap aja kamu percaya bahwa dia tahu cara menerbangkan dan mendaratkan pesawat dengan aman.

Begitulah juga hidup kita bersama Tuhan.

Kadang kita nggak tahu ke mana arah hidup kita. Kadang turbulensi datang—masalah, sakit, kehilangan, tekanan. Tapi sama seperti kita percaya pada kemampuan pilot, kita juga diajak percaya bahwa Tuhan tahu jalur terbaik hidup kita.

Pilot tidak akan menjelaskan setiap detil perjalanan, tapi dia tetap mengantar kita sampai tujuan. Tuhan juga begitu. Kita mungkin nggak paham setiap proses, tapi kita tahu siapa yang memegang kendali.

3 Hal yang Bisa Kita Pelajari dari Dunia Penerbangan:

  1. Percaya pada yang Tak Terlihat
    Kita nggak lihat pilot, tapi tetap percaya. Iman itu serupa—percaya tanpa harus melihat langsung.
  2. Turbulensi Itu Normal
    Setiap penerbangan pasti ada goncangan. Tapi bukan berarti pesawat rusak. Masalah dalam hidup pun nggak selalu berarti kita salah jalan.
  3. Ikuti Petunjuk & Prosedur
    Di pesawat, kita dengerin petunjuk pramugari. Dalam hidup, mari dengarkan suara Tuhan melalui doa, firman, dan komunitas.

Penutup:

Hidup ini seperti perjalanan udara. Ada naik-turun, ada awan tebal. Tapi selama Tuhan yang jadi pilotnya, kita akan sampai di tujuan dengan selamat.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri.” — Amsal 3:5

https://youtube.com/shorts/2uOGvDVY_ic?si=30xMf9MpphIU7Cbr