Sukacita Penuh Syukur di Hari Ulang Tahun Gereja Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Minggu, 1 Juni 2025 menjadi hari yang tak terlupakan bagi umat di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Dalam semangat persaudaraan dan penuh rasa syukur, umat berkumpul untuk merayakan acara puncak Hari Ulang Tahun Stasi, sebuah perayaan iman yang dirangkai dalam dua bagian utama: Misa Syukur dan Pesta Umat.

Rangkaian acara dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang khidmat. Dalam misa ini, umat diajak untuk kembali mengenang perjalanan iman Stasi yang penuh berkat.

Homili yang disampaikan mengajak seluruh umat untuk terus menumbuhkan semangat melayani dan membangun komunitas yang saling menopang.

Doa-doa dan lagu-lagu pujian mengalun merdu sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun-tahun pelayanan di Stasi tercinta ini.

Usai misa, halaman gereja menjadi pusat keramaian dalam Pesta Umat. Sajian soto dan bakso hangat menjadi menu andalan yang dinikmati bersama. Sederhana namun sarat makna, hidangan ini merekatkan rasa kebersamaan dan cinta kasih antar umat.

Acara berlanjut dengan hiburan yang berlangsung secara spontan. Ada umat yang maju menyanyi, dan tak sedikit pula yang mengajak tertawa bersama lewat candaan khas umat Maguwo. Tentu saja, doorprize turut memeriahkan suasana dan menghadirkan kejutan-kejutan kecil yang menyenangkan.

Namun kejutan sesungguhnya datang dari mereka yang selama ini diam-diam bekerja di belakang layar — ibu-ibu panitia. mereka maju ke tengah halaman dan mempersembahkan sebuah flashmob penuh semangat!


Dengan gerakan ceria dan kekompakan yang tak kalah dari generasi muda, para ibu sukses memecah suasana dengan tawa, decak kagum, dan tepuk tangan meriah. Tarian mereka bukan hanya hiburan, tapi juga simbol sukacita dan semangat pelayanan yang luar biasa.

Hari ini bukan sekadar perayaan ulang tahun — tapi juga perayaan persaudaraan, pelayanan, dan semangat menjadi satu tubuh dalam Kristus. Sebuah hari yang meninggalkan kesan hangat dalam hati setiap umat yang hadir.

Selamat Ulang Tahun untuk Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo!
Umur hanyalah angka, tetapi cinta, iman, dan kebersamaan yang tumbuh di tengah umat adalah harta sejati.
Semoga Stasi ini terus menjadi rumah iman yang hidup, tempat bertumbuh, melayani, dan memberi terang bagi sesama.
Terima kasih untuk setiap senyum, peluh, dan doa yang telah membangun komunitas ini — mari terus melangkah bersama, dalam terang Tuhan.

 

foto bisa di akses di link https://drive.google.com/drive/folders/1fE6f_mPVCyrrtY8i8JzmcvadSQarGa_T

 

Ziarah Penuh Kasih: Menghormati Jejak Para Sesepuh dan Pendiri Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Kamis 29 Mei 2025, selepas Misa Kenaikan Yesus menjadi momen istimewa yang sarat makna bagi para pengurus Dewan Pastoral Stasi Maguwo. Diwakili oleh Ibu Amy, Ibu Tinung, Ibu Woro, Ibu Manis, Ibu Lely, Ibu Munarti, Bapak Bagio, Bapak Paul, Bapak Anton, Bapak Parno, Bapak Teteng, Bapak Nanto, Bapak Yulius, dan Bapak Naryo, mereka bersama-sama melaksanakan ziarah ke makam para sesepuh dan pendiri Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Ziarah ini adalah bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Lebih dari sekadar ritual, ziarah ini menjadi bentuk penghormatan yang tulus dan penuh kasih kepada para tokoh yang telah berjasa besar bagi gereja dan umatnya. Mereka adalah almarhum Bapak Lazarus Djayeng Adisubrata, almarhum Ibu Lusia Daliyah Djayeng Adisubrata, almarhum Bapak Paulus Yadiwiyono, dan almarhum Bapak YB Kandari. Masing-masing dari mereka adalah pilar penting yang menorehkan jejak iman dan pengabdian tanpa pamrih.

Dalam suasana yang penuh hening dan haru, para pengurus berdoa di pusara para pendahulu, mengenang segala kebaikan, pengorbanan, dan kasih yang telah mereka tanamkan. Setiap doa yang terucap menjadi untaian syukur dan penghormatan atas segala jasa mereka. Hembusan angin yang lembut seolah menjadi saksi betapa besarnya cinta kasih yang diwariskan oleh para sesepuh bagi kehidupan iman umat di Maguwo.

Ziarah ini menjadi pengingat mendalam akan nilai-nilai luhur yang mereka ajarkan: ketulusan hati, kesetiaan dalam pelayanan, dan kerendahan hati yang memancar dalam setiap langkah. Warisan semangat dan cinta kasih yang mereka tinggalkan menjadi lentera yang menuntun langkah para pengurus dan umat untuk terus berkarya demi kebaikan bersama.

Semoga melalui ziarah penuh kasih ini, seluruh umat semakin dikuatkan dalam iman, disatukan dalam semangat persaudaraan, dan diteguhkan untuk meneruskan karya pelayanan yang penuh pengharapan. Kehadiran para pendahulu dalam kenangan dan doa hari ini menjadi tanda bahwa cinta mereka tak pernah pudar, dan pengabdian mereka akan selalu hidup dalam hati kita semua.


Cek Kesehatan Gratis di Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo, 25 Mei 2025

Dalam rangka ulang tahun Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo, diadakan kegiatan bakti sosial yang super bermanfaat: cek kesehatan gratis! Acara ini diadakan pada hari Minggu, 25 Mei 2025, dan terbuka untuk semua warga sekitar yang mau ngecek kesehatan.

Kegiatan ini seru banget karena didukung penuh sama Rumah Sakit Panti Rini yang hadir dengan tim dokter dan paramedisnya, Kimia Farma yang bawa alat andalan Quantum, dan Puskesmas Depok yang lengkap dengan dokter dan obat-obatannya. Tim kesehatan dari Stasi Santa Maria Bunda Allah juga turun langsung bantuin acara ini, jadi makin kompak.

Warga sekitar yang ikut juga rame banget, mulai dari RT 5 Sambilegi Kidul, RT 6 Kembang, RT 01-05 Karangploso, sampai para pengurus DPH. Suasana hangat dan penuh kebersamaan benar-benar terasa sepanjang acara.

Keren banget, acara ini juga ditinjau langsung sama petinggi dari Rumah Sakit Panti Rini, Puskesmas Depok, dan Kimia Farma. Mereka semua ngasih support penuh supaya acara ini makin sukses.

Dan yang bikin tambah semangat, dari target 150 orang peserta, kegiatan ini berhasil ngumpulin 148 orang. Berarti udah 98,67% target tercapai, keren banget kan?

Semoga kegiatan ini bermanfaat buat semua warga dan makin mempererat kebersamaan di sekitar gereja. Sampai jumpa di acara seru berikutnya.

Bincang Sehat Gereja St. Maria Bunda Allah

Minggu, 11 Mei 2025

Di era serba cepat ini, saat semua serba online dan sibuk mengejar target harian, ada satu hal penting yang sering terlupakan: ingatan itu sendiri. Mulai dari lupa naruh kunci, lupa bawa dompet, sampai lupa kenapa tadi berdiri depan kulkas—banyak dari kita yang menganggap itu hal biasa. Tapi… benarkah semua itu cuma “pelupa wajar”?

Hari ini, Tim Pelayanan Kesehatan Gereja St. Maria Bunda Allah di bawah naungan Bidang Kemasyarakatan, mengajak kita untuk tidak lagi menyepelekan gejala tersebut lewat acara Bincang Sehat dengan tema:
“Pentingnya Deteksi Dini Dimensia atau Pikun.”

Karena dimensia bukan sekadar bagian dari proses menua. Ia adalah kondisi serius yang memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, berkomunikasi, bahkan melakukan aktivitas sehari-hari. Dan justru karena itu, deteksi dini sangat penting—agar kita bisa menyiapkan perawatan, pendampingan, dan dukungan yang terbaik sejak awal.


Acara ini dipandu oleh sosok berpengalaman dan komunikatif, dr. Tri Djoko Endro Susilo, SpPK, yang akan menjadi moderator dalam menggali informasi dari narasumber utama kita : dr. Lothar Matheus M. V., Sp.N., seorang dokter spesialis Neurologi dari RS. Siloam yang membagikan pengetahuan, pengalaman, sekaligus tips-tips penting dalam mengenali dan menghadapi dimensia dengan bijak dan penuh empati.

Yang membuat acara ini semakin istimewa adalah kehadiran teman-teman mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang tengah menyusun tugas akhir tentang keberagaman hidup beragama. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa ruang dialog antariman dan pendidikan bisa berjalan harmonis dan saling memperkaya.

Para peserta pun hadir dengan wajah cerah, hati yang senang, dan rasa penasaran yang tinggi. Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan:
“Ini aku cuma pelupa atau perlu periksa?”
“Apa tanda-tanda awal dimensia?”
“Bagaimana cara merawat orang terdekat yang mulai mengalami penurunan daya ingat?”

Pertanyaan itu muncul bukan karena takut, tapi karena peduli. Karena sehat bukan hanya tentang bebas dari penyakit, tetapi juga tentang menjaga kejernihan pikiran, kualitas hidup, dan martabat di usia lanjut.

Dan hari ini, kita belajar bersama:
Bahwa mengingat itu bukan sekadar fungsi otak—tapi juga bagian dari jati diri, hubungan sosial, dan makna kehidupan itu sendiri.

Semoga setiap informasi hari ini menjadi berkat bagi kita semua, untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Tuhan memberkati.


materi bisa di download pada link dibawah ini.

Ketika Suara Kecil Menyentuh Langit Hati

Hari ini seperti biasa saat saya sedang break dari kegiatan, Jari saya sibuk scroll Instagram, tanpa tujuan. Cuma nyari hiburan ringan, ngisi waktu luang, atau sekadar kabur sebentar dari rutinitas yang kadang bikin kepala berat. Timeline penuh video lucu, berita viral, hal-hal receh. Tapi tiba-tiba… saya berhenti.

Sebuah video muncul. Seorang anak sedang menyanyi. Biasa? Tidak. Anak itu dari SLB A Karya Murni Ruteng. Seorang tuna netra. Tapi bukan itu yang bikin saya terpaku. Suaranya… beda. Ada sesuatu di cara dia menyanyikan lagu itu—tulus, jujur, tanpa beban gaya. Langsung menembus ke hati.

“Dengarlah Tuhan memanggilmu… jangan kau terlena membisu…”

Saya merinding. Terdiam. Dunia yang tadinya ribut di kepala saya, mendadak senyap. Seolah lagu itu sedang bicara langsung ke saya. Bukan hanya lirik. Tapi pesan. Panggilan. Ajakannya terasa lembut tapi kuat.

Tanpa pikir panjang, saya buka YouTube. Cari lagu itu. Dapat dua versi. Dan saya dengarkan berulang-ulang. Semakin saya dengar, semakin terasa dalam. Bukan hanya karena liriknya indah, tapi karena saya sadar—saya sedang diingatkan akan sesuatu yang sering saya abaikan.

“Yesus cinta kan pribadimu, dan tak kan pernah meninggalkanmu…”
“Dengarlah lonceng gereja sayup-sayup di sana, pertanda waktunya engkau tinggalkan semuanya…”
“Datanglah engkau bersujud, mohon pengampunan-Nya… sampai saat kau berada di pelukan-Nya.”

Jujur… saya jadi diam. Lama.

Bukan karena sedih. Tapi karena tersentuh. Lagu ini bukan cuma tentang iman. Tapi tentang pulang. Tentang kasih Tuhan yang nggak pernah maksa, tapi selalu nunggu. Tentang panggilan yang kadang kita abaikan karena sibuk ngejar dunia.

Dan yang bikin saya makin mikir… kenapa pesan sebesar ini justru saya terima dari seorang anak kecil yang bahkan tak bisa melihat?

Mungkin itu cara Tuhan bicara. Kadang, Dia nggak pakai mimbar tinggi atau kata-kata sulit. Tapi cukup lewat suara sederhana dari hati yang bersih. Lewat video pendek yang nyempil di tengah scroll-scroll iseng. Lewat lagu yang nggak populer tapi penuh kuasa.

Malam itu, saya duduk lama. Nggak ngapa-ngapain. Cuma dengerin lagu itu sambil mikir…
Kapan terakhir kali saya benar-benar mendengarkan Tuhan?


Dan kamu yang lagi baca ini… entah kenapa saya pengen bilang:
Kalau hari-harimu lagi berat, atau hatimu lagi kosong, atau kamu cuma capek aja tanpa tahu kenapa… mungkin ini juga panggilan buatmu. Nggak usah buru-buru. Nggak harus langsung berubah besar-besaran.

Kadang, cukup diam sebentar. Dengarkan pelan-pelan.
Mungkin ada suara lembut yang udah lama kamu abaikan—tapi sebenarnya dia cuma nunggu kamu menoleh.

Tuhan nggak pernah jauh. Kita aja yang sering jalan terlalu jauh. Tapi kabar baiknya: jalan pulang itu nggak pernah ditutup.

Jadi… siapa tahu, ini waktunya kamu juga pulang

EVALUASI PEKAN SUCI 2025 & RAPAT AKBAR PENUH DRAMA TIM SOUNDSYSTEM GMBA

Pekan Suci 2025 akhirnya selesai juga. Semua perayaan berjalan dengan lancar, tenang, dan penuh kekudusan… kecuali di area sekitar mixer, di mana kabel-kabel bersliweran seperti mie ayam level galau dan headset berpindah tangan lebih cepat dari gosip di grup WA. Tapi salut buat tim soundsystem GMBA: walau sempat ada momen “mic-nya nggak nyalaaaa!” dan “lah…volumenya belum naik……….?”, semuanya tetap bisa teratasi berkat skill, kepekaan batin, dan tentu saja, kebetulan yang sangat ilahi.

Untuk mengevaluasi semua kejadian tersebut, sekaligus menenangkan jiwa yang habis terbakar volume overload dan feedback tak terduga, maka digelarlah rapat agung nan meriah di rumah Mas Felix pada Sabtu, 3 Mei 2025. Tentu saja, rapat ini berlangsung serius… selama lima menit pertama. Sisanya? Tertawa bernyanyi , dan merencanakan konser besar-besaran yang masih belum jelas kapan dan di mana, tapi udah keburu dibayangkan bak konser Coldplay versi Katolik.

Agenda utama rapat:

  1. Evaluasi Pekan Suci
  2. makan malam
  3. Bahas Rencana konser (yang lebih banyak dibahas lewat mimpi)
  4. Makan lagi
  5. makan lagi
  6. makan lagi

Satu yang pasti :

tim ini makin solid, makin kocak, dan makin siap bikin konser yang nggak cuma rame sound-nya, tapi juga penuh cinta, tawa, dan mungkin sedikit kebakaran kabel (yang bisa dimaklumi).

thanks to

mas Darwanto, mas felix, mas jiwo, mas Danang stef, & mas Probo


Rapat Persiapan HUT Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo – Juni 2025

Pada hari Sabtu, 3 Mei 2025, bertempat di ruang sekertariat Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo, telah dilaksanakan rapat perdana dalam rangka persiapan Hari Ulang Tahun Gereja yang akan dirayakan pada bulan Juni 2025. Rapat ini dihadiri oleh Dewan Pastoral Harian (DPH) Stasi Maguwo serta para ibu dari Stasi yang diundang khusus sebagai koordinator acara perayaan HUT gereja tahun ini.

Rapat berlangsung dalam suasana akrab, penuh semangat pelayanan, dan komitmen bersama untuk menjadikan momen ini sebagai sarana membangun kebersamaan umat. Salah satu agenda utama yang disepakati adalah kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar gereja, yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2025. Kegiatan ini didukung oleh beberapa mitra, yakni Rumah Sakit Panti Rini, Kimia Farma, dan Puskesmas Depok Maguwoharjo, yang akan turut serta memberikan layanan medis dan edukasi kesehatan.

Sebagai puncak perayaan, akan diadakan pesta umat di halaman belakang gereja, yang melibatkan seluruh 17 lingkungan Stasi Maguwo. Acara ini diharapkan menjadi momen penuh sukacita, kebersamaan, dan syukur atas perjalanan iman komunitas umat di Stasi Maguwo.

Dengan semangat gotong royong dan pelayanan, seluruh peserta rapat berkomitmen untuk mewujudkan rangkaian kegiatan HUT ini sebagai pengalaman iman yang hidup, bersahaja, dan berdampak luas bagi umat serta masyarakat sekitar.


Operasional Aman, Saatnya Cek mic cadangan

Setelah semua kabel dicolok, speaker tes tes 1-2 lancar, dan gladi bersih tinggal nunggu rundown, tim soundsystem GMBA pun membelah diri ke ruangan sebelah. Bukan buat rapat…………Bukan juga buat briefing. Tapi buat………………….. karaoke….wkwkwkwkwkw

Iya, bener. Di ruangan lain, yang biasanya buat istirahat, mendadak berubah jadi panggung dadakan. Mic dipegang erat, playlist dibuka, dan lagu nostalgia pun menggema. Katanya sih buat “ngetes mic cadangan”, tapi kenapa jadi ada yang nyanyi pakai hati sampe nutup mata ya…

Lagu berganti, suara bergema, dan suara-suara “unik” mulai terdengar,……….. dari yang kayak Ariel sampe yang lebih cocok jadi efek suara film horor.

Mas Felix langsung nyamber mic, katanya, “Cek sound mic cadangan,” tapi kok lagunya Sandiwara cinta……wkwkwkw
Mas Probo duduk santai, si penyanyi dengan suara paling lantang dengan lagu lagu golden memory nya………
Mas Darwanto si paling anteng tapi diam diam ikut bernyanyi……….
Dan Mas Danang Stef………………….Dia penyanyi paling niat, bawa playlist sendiri dan nyanyi sambil tutup mata, seolah konser tunggal.

sayang satu personil gak join karna katanya lagi ………mmm…..mmm……( lupa…….)

Ruangan karaoke mendadak lebih rame dari area panggung. Speaker kecil, tapi semangat besar. Di luar, orang kira mereka lagi istirahat. Padahal ini… ritual recharge energi spiritual dan vokal.

Begitulah tim soundsistem GMBA: kerja rapih, suara bening, tapi jeda tetap jenaka. Dan di balik kabel rapi itu, tersimpan hasrat jadi bintang karaoke……hahahaha


udah sama kan dengan video di bawah…….wkwkwkwkw….


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pembukaan Bulan Maria – Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo

Saudara-saudari umat Allah yang terkasih,

Hari ini, Kamis 1 Mei 2025, Bersama seluruh Gereja, kita memasuki Bulan Maria, masa penuh rahmat, ketika hati umat Katolik diarahkan secara khusus kepada Santa Perawan Maria, Bunda Tuhan kita. Dalam bulan ini, kita diajak untuk merenungkan kehadiran Bunda Maria dalam hidup kita, meneladani imannya yang total, dan membuka hati bagi karya keselamatan yang diwartakan melalui hidup dan tindakannya.

Dalam semangat iman dan devosi yang mendalam, Stasi Maria Bunda Allah memulai Bulan Maria dengan sebuah peristiwa rohani yang sungguh indah dan menyentuh: doa Rosario serentak oleh seluruh lingkungan, dilaksanakan di waktu yang sama, namun di tempat yang tersebar di tiap lingkungan masing-masing. Walau secara fisik terpisah, tetapi umat dipersatukan dalam satu semangat, satu intensi, dan satu hati di hadapan Allah, melalui perantaraan Bunda Maria.

Masing-masing lingkungan menyalakan terang devosi dari tempatnya sendiri, namun bersama-sama membentuk satu untaian doa yang harum di hadapan Tuhan. Satu demi satu, butir-butir Rosario dinaikkan sebagai persembahan cinta dan harapan, sebagai bentuk syukur dan permohonan, sebagai tanda kesetiaan umat kepada Allah melalui hati seorang ibu Maria, yang senantiasa mendoakan dan mendampingi anak-anaknya.

Inilah kekuatan Gereja: bersatu dalam doa, meskipun tak berada dalam satu ruangan. Seperti cahaya lilin di malam hari, yang terpisah namun menyatu dalam terang, demikian pula umat Stasi Maria Bunda Allah malam ini menghadirkan kehangatan iman dalam lingkup masing-masing, namun menggemakan satu suara kepada Surga.

Semoga rangkaian doa Rosario yang kita mulai malam ini menjadi sumber berkat bagi setiap keluarga, lingkungan, dan stasi kita. Semoga melalui perantaraan Bunda Maria, hidup kita pun makin dibentuk menjadi pribadi yang rendah hati, taat pada kehendak Allah, dan penuh kasih terhadap sesama.

putar audio di bawah ini, kemudian pejamkan mata anda………..

Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berlindung kepadamu.
Amin
.


“Prodiakon: Tangan Kecil, Misi Besar”

Di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo, para Prodiakon bergerak tanpa banyak kata. Mereka menghidangkan sakramen bukan dengan tangan kosong, tapi dengan hati penuh pelayanan.
Ada yang tampak serius, ada juga yang senyumnya tak pernah lepas — tapi satu hal yang sama: ketulusan.

Selama Pekan Suci 2025 ini, Prodiakon GMBA benar-benar menunjukkan kelasnya.
Mulai dari mendampingi misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, sampai Paskah — mereka hadir di setiap momen, seperti lilin kecil yang terus menyala.

Persiapan mereka?
Latihan, briefing, bahkan kadang diselingi becandaan kecil biar nggak tegang.
Karena mereka tahu, pelayanan yang besar selalu dimulai dari hati yang riang.

Dan jangan salah, lho. Saat umat lain mungkin gugup di depan altar, para Prodiakon ini tenang kayak air sungai yang mengalir.
Ada yang gaya jalannya santuy, ada yang super rapi seperti komandan upacara!

Lewat tangan mereka, kita semua belajar:

“Pelayanan bukan soal dilihat orang, tapi soal menyentuh hati Tuhan.”

Terima kasih, Prodiakon GMBA.
Terima kasih sudah menjadi jembatan antara cinta Allah dan kami umat-Nya.

Semoga langkah-langkah kecil kalian di altar, dicatat besar di Surga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *