Operasional Aman, Saatnya Cek mic cadangan

Setelah semua kabel dicolok, speaker tes tes 1-2 lancar, dan gladi bersih tinggal nunggu rundown, tim soundsystem GMBA pun membelah diri ke ruangan sebelah. Bukan buat rapat…………Bukan juga buat briefing. Tapi buat………………….. karaoke….wkwkwkwkwkw

Iya, bener. Di ruangan lain, yang biasanya buat istirahat, mendadak berubah jadi panggung dadakan. Mic dipegang erat, playlist dibuka, dan lagu nostalgia pun menggema. Katanya sih buat “ngetes mic cadangan”, tapi kenapa jadi ada yang nyanyi pakai hati sampe nutup mata ya…

Lagu berganti, suara bergema, dan suara-suara “unik” mulai terdengar,……….. dari yang kayak Ariel sampe yang lebih cocok jadi efek suara film horor.

Mas Felix langsung nyamber mic, katanya, “Cek sound mic cadangan,” tapi kok lagunya Sandiwara cinta……wkwkwkw
Mas Probo duduk santai, si penyanyi dengan suara paling lantang dengan lagu lagu golden memory nya………
Mas Darwanto si paling anteng tapi diam diam ikut bernyanyi……….
Dan Mas Danang Stef………………….Dia penyanyi paling niat, bawa playlist sendiri dan nyanyi sambil tutup mata, seolah konser tunggal.

sayang satu personil gak join karna katanya lagi ………mmm…..mmm……( lupa…….)

Ruangan karaoke mendadak lebih rame dari area panggung. Speaker kecil, tapi semangat besar. Di luar, orang kira mereka lagi istirahat. Padahal ini… ritual recharge energi spiritual dan vokal.

Begitulah tim soundsistem GMBA: kerja rapih, suara bening, tapi jeda tetap jenaka. Dan di balik kabel rapi itu, tersimpan hasrat jadi bintang karaoke……hahahaha


udah sama kan dengan video di bawah…….wkwkwkwkw….


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pembukaan Bulan Maria – Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo

Saudara-saudari umat Allah yang terkasih,

Hari ini, Kamis 1 Mei 2025, Bersama seluruh Gereja, kita memasuki Bulan Maria, masa penuh rahmat, ketika hati umat Katolik diarahkan secara khusus kepada Santa Perawan Maria, Bunda Tuhan kita. Dalam bulan ini, kita diajak untuk merenungkan kehadiran Bunda Maria dalam hidup kita, meneladani imannya yang total, dan membuka hati bagi karya keselamatan yang diwartakan melalui hidup dan tindakannya.

Dalam semangat iman dan devosi yang mendalam, Stasi Maria Bunda Allah memulai Bulan Maria dengan sebuah peristiwa rohani yang sungguh indah dan menyentuh: doa Rosario serentak oleh seluruh lingkungan, dilaksanakan di waktu yang sama, namun di tempat yang tersebar di tiap lingkungan masing-masing. Walau secara fisik terpisah, tetapi umat dipersatukan dalam satu semangat, satu intensi, dan satu hati di hadapan Allah, melalui perantaraan Bunda Maria.

Masing-masing lingkungan menyalakan terang devosi dari tempatnya sendiri, namun bersama-sama membentuk satu untaian doa yang harum di hadapan Tuhan. Satu demi satu, butir-butir Rosario dinaikkan sebagai persembahan cinta dan harapan, sebagai bentuk syukur dan permohonan, sebagai tanda kesetiaan umat kepada Allah melalui hati seorang ibu Maria, yang senantiasa mendoakan dan mendampingi anak-anaknya.

Inilah kekuatan Gereja: bersatu dalam doa, meskipun tak berada dalam satu ruangan. Seperti cahaya lilin di malam hari, yang terpisah namun menyatu dalam terang, demikian pula umat Stasi Maria Bunda Allah malam ini menghadirkan kehangatan iman dalam lingkup masing-masing, namun menggemakan satu suara kepada Surga.

Semoga rangkaian doa Rosario yang kita mulai malam ini menjadi sumber berkat bagi setiap keluarga, lingkungan, dan stasi kita. Semoga melalui perantaraan Bunda Maria, hidup kita pun makin dibentuk menjadi pribadi yang rendah hati, taat pada kehendak Allah, dan penuh kasih terhadap sesama.

putar audio di bawah ini, kemudian pejamkan mata anda………..

Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berlindung kepadamu.
Amin
.


“Prodiakon: Tangan Kecil, Misi Besar”

Di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo, para Prodiakon bergerak tanpa banyak kata. Mereka menghidangkan sakramen bukan dengan tangan kosong, tapi dengan hati penuh pelayanan.
Ada yang tampak serius, ada juga yang senyumnya tak pernah lepas — tapi satu hal yang sama: ketulusan.

Selama Pekan Suci 2025 ini, Prodiakon GMBA benar-benar menunjukkan kelasnya.
Mulai dari mendampingi misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, sampai Paskah — mereka hadir di setiap momen, seperti lilin kecil yang terus menyala.

Persiapan mereka?
Latihan, briefing, bahkan kadang diselingi becandaan kecil biar nggak tegang.
Karena mereka tahu, pelayanan yang besar selalu dimulai dari hati yang riang.

Dan jangan salah, lho. Saat umat lain mungkin gugup di depan altar, para Prodiakon ini tenang kayak air sungai yang mengalir.
Ada yang gaya jalannya santuy, ada yang super rapi seperti komandan upacara!

Lewat tangan mereka, kita semua belajar:

“Pelayanan bukan soal dilihat orang, tapi soal menyentuh hati Tuhan.”

Terima kasih, Prodiakon GMBA.
Terima kasih sudah menjadi jembatan antara cinta Allah dan kami umat-Nya.

Semoga langkah-langkah kecil kalian di altar, dicatat besar di Surga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemusik Muda GMBA (PMG): Nada-Nada Muda yang Menyentuh Jiwa

Di balik beberapa misa, beberapa acara, dan beberapa momen spesial di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo,
ada alunan musik yang mengalir lembut, menghantar doa, membangun suasana, dan menggetarkan hati umat.
Dan siapa sosok di balik itu semua?

https://youtu.be/7SS6D_vzJTc?si=Y-QpS5A1pf6rxXkl

Mereka adalah Pemusik Muda GMBA (PMG) — generasi penerus yang memadukan bakat, semangat, dan pelayanan dalam harmoni yang indah.

Ada yang lihai memainkan gitar, menabuh drum, memetik bass, menari-nari di tuts keyboard, sampai melodi manis dari seruling dan biola.
Tidak ketinggalan para vokalis muda, yang menyanyikan lagu-lagu rohani dengan suara bening penuh perasaan.
Mereka tampil bukan untuk cari tepuk tangan, tapi untuk satu tujuan mulia: memuliakan Tuhan lewat musik.

PMG bukan hanya sekadar grup pemusik.
Mereka adalah keluarga kecil yang tumbuh dalam semangat persaudaraan.
Ada latihan bersama yang penuh tawa, ada koreksi satu sama lain yang kadang bikin manyun,
tapi semua itu justru jadi bumbu manis dalam perjalanan pelayanan mereka.
Mereka tidak hanya berbagi musik, tapi juga berbagi semangat, iman, dan persahabatan sejati.

Dengan wajah-wajah muda yang penuh keceriaan, PMG hadir sebagai bukti bahwa musik rohani tetap hidup dan berkembang,
bahwa generasi muda juga bisa menjadi saksi iman lewat talenta yang Tuhan berikan.

Terima kasih, Pemusik Muda GMBA (PMG)
Teruslah bermusik dengan hati, teruslah bernyanyi dengan jiwa, karena lewat nada-nada kalian, banyak hati umat yang dipulihkan dan dikuatkan.
Semoga pelayanan ini semakin meneguhkan langkah kalian dalam iman, harapan, dan cinta….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pesona OMK GMBA: Cantik, Ramah, dan Siap Melayani di Minggu Paskah

Minggu Paskah 2025 di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo terasa makin cerah dan semarak…
Bukan cuma karena sukacita kebangkitan Tuhan, tapi juga karena senyum manis dan keramahan para OMK GMBA yang bertugas sebagai among tamu.

Dibalut busana rapi dan penuh semangat muda, para OMK – yang katanya nih, semua cantik-cantik dan ganteng-ganteng – menyambut umat dengan senyum yang tulus.
Bukan cuma sekadar berdiri dan membagikan buku misa, tapi benar-benar menghadirkan suasana hangat, nyaman, dan penuh sukacita di setiap sudut gereja.

Dari pintu gerbang sampai pintu gereja, para among tamu muda ini sigap mengarahkan umat, membagikan sapaan hangat, dan kalau perlu, membantu umat lansia mencari tempat duduk.
Ada yang malu-malu di awal, ada juga yang ketawa-ketawa kecil karena salah sebut nama umat…
Tapi semua itu justru membuat pelayanan terasa makin hidup dan penuh warna.

Terima kasih sebesar-besarnya untuk OMK GMBA.
Bukan hanya karena tampil memesona, tapi karena sudah memberikan pelayanan yang lahir dari hati muda yang berapi-api.
Kalian membuktikan, bahwa menjadi muda bukan alasan untuk santai-santai saja — justru di tangan kalianlah, gereja kita makin hidup, makin hangat, dan makin bersinar di mata dunia.

Semoga semangat pelayanan ini terus membara, dari Minggu Paskah ini sampai sepanjang tahun, bahkan sepanjang hidup.
Karena satu senyum kecil, satu sambutan hangat, bisa jadi pintu berkat bagi banyak orang.

Dan buat para OMK kece ini, ada pantun spesial nih:

Pergi ke Magelang beli serabi,
Senyum OMK bikin hati berbunga.
Tugas among tamu memanglah berbudi,
Cantik luar dalam, ramah tiada dua

Kisah Para Pahlawan Bersuara: Tim Koor Pekan Suci 2025 GMBA

Pekan Suci 2025 di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo terasa makin megah dan menggema… semua karena ada para pahlawan bersuara emas: tim koor wilayah dan komunitas GMBA!
Mereka bukan cuma sekadar bernyanyi, bro. Mereka membungkus seluruh liturgi dengan harmoni surga, walau kadang dibalik senyum manisnya, ada suara nahan batuk atau ketegangan karena kunci nada yang mendadak naik tak terduga.

Mari kita kasih standing ovation buat mereka semua!

Minggu Palma dibuka dengan gagah berani oleh tim Koor Wilayah Don Bosco.
Suara mereka bikin prosesi daun palma serasa red carpet di surga!
Meski ada daun yang kadang nyerempet mic, mereka tetap tegar dan sopan.

Kamis Putih, giliran Wilayah Sang Timur yang turun panggung.
Mereka sukses mengubah suasana jadi syahdu dan haru.
Katanya sih, latihan mereka intens, sampai ada yang ngelantur nyanyi Ave Maria pas makan siang. (Saking terhanyutnya…)

Jumat Agung diisi dengan sangat khusyuk oleh Cantorez.
Waduh bro… harmoni suara mereka bikin merinding!
Bahkan kayu salib yang berat pun serasa lebih ringan karena diiringi lagu penuh penghayatan dari mereka.

Sabtu Vigili, malam paling sakral, dipercayakan ke Wilayah De Britto.
Tugas berat nih, dari suasana gelap sampai gegap gempita Gloria…
Tapi Wilayah De Britto menaklukkan semuanya, dengan stamina yang katanya dijaga pakai ramuan khusus: teh manis dan doa sepenuh hati!

Minggu Paskah, pentas kemuliaan, dipegang sama Wilayah Loyola.
Mereka tampil penuh semangat dan sukacita, bahkan ada umat yang bilang, “Lagu pembukaan aja udah bikin pengen joget syukur!”

Salut setinggi-tingginya untuk seluruh tim koor GMBA!
Kalianlah yang membuat Pekan Suci ini terasa hidup, megah, dan penuh getaran rohani.
Latihan tanpa lelah, koordinasi tanpa drama, suara yang naik-turun (dan kadang napas yang nyaris habis), semua jadi bagian dari pelayanan yang luar biasa indah.

Terima kasih karena sudah mempersembahkan bukan cuma suara… tapi hati.
Semoga setiap nada yang kalian lantunkan menjadi doa indah yang terbang langsung ke surga!
Kalau boleh, kita bilang:
“Koor GMBA, bukan sekadar bernyanyi, tapi mengubah misa jadi konser ilahi”

3M Buat semua….Makasih… Makasih…. Makasih…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMSOS GMBA di Pekan Suci 2025: Diam-diam Sibuk, Diam-diam Berdampak

Di balik megahnya perayaan Pekan Suci 2025 di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo, ada satu tim yang diam-diam sibuk, diam-diam berdampak besar: tim Komunikasi Sosial (KOMSOS).
Mereka adalah “pasukan senyap” yang memastikan setiap momen suci tidak hanya berlangsung khusyuk di tempat, tapi juga bisa dinikmati umat yang berhalangan hadir melalui tayangan, dokumentasi, dan media sosial.

Saat umat berarak di Minggu Palma, saat altar bersinar di Kamis Putih, saat lilin-lilin kecil bersinar di Vigili Paskah, hingga saat sukacita Paskah bergema—tim KOMSOS selalu ada, mengabadikan setiap detik penuh makna itu.

Mereka bekerja di balik layar, tapi hasilnya nyata. Mulai dari foto-foto penuh haru, video dokumentasi yang menyentuh hati, hingga update berita kegiatan yang menghangatkan dunia maya umat GMBA. Semua dilakukan dengan semangat pelayanan, penuh sukacita, meski kadang harus rela skip duduk nyaman di bangku gereja, demi pegang kamera

Tak jarang, saat umat sedang khusyuk berdoa, tim KOMSOS malah sibuk cari sudut terbaik—kadang jongkok, kadang berdiri di ujung tangga—demi satu jepretan yang bercerita lebih dari seribu kata.

Terima kasih untuk seluruh pejuang KOMSOS GMBA yang setia melayani dalam diam.
Karya kalian tak hanya memenuhi ruang media, tapi juga mengetuk hati banyak orang.
Semangat terus, tetap kreatif, tetap rendah hati. Karena dalam setiap klik, setiap rekaman, setiap postingan, kalian sedang mewartakan kasih Tuhan dengan cara yang unik dan penuh berkat

Putra Putri Altar – Pekan Suci 2025: Dari Daun Palma sampai Lilin Paskah

Pekan Suci 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo berjalan dengan penuh makna dan semarak. Tapi ada satu tim yang patut diacungi jempol lebih dulu, yaitu pasukan kecil bersutkan jubah putih yang selalu siap siaga di altar: Putra Putri Altar GMBA

Mereka bukan cuma berdiri diam, loh. Selama Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, hingga Minggu Paskah, merekalah yang jadi motor kecil liturgi, memastikan segalanya berjalan mulus. Tapi, biar tampil rapi di altar, perjuangannya luar biasa

Semua dimulai dari latihan yang kadang lebih rame dari nobar final bola. Ada yang ngantuk, bahkan ada yang saking semangatnya, masuk altar lebih dulu dari romo.Tapi semua tetap dikawal oleh Pak Andre, sang pelatih yang tenang tapi tegas. Ditemani para senior yang punya gaya masing-masing ada yang halus bagaikan malaikat, ada juga yang kalau ngomel, bisa bikin jubah berkibar sebelum ditiup angin.

Setiap gladi bersih dan persiapan bukan cuma soal latihan teknis, tapi juga pembentukan karakter. Mereka belajar disiplin, kerjasama, dan tentu saja, belajar menerima teguran dengan senyum meski hati sedikit ngilu. Tapi semua itu terbayar lunas saat mereka tampil maksimal di altar.

Dan satu hal yang gak boleh dilupakan…
Mereka ini diam-diam paling sering masuk kamera loh……
Entah kenapa, setiap fotografer misa selalu aja menangkap momen mereka lagi pegang salib, nyalain lilin, atau berdiri gagah di samping romo. Kadang pas banget dapet pose serius, kadang malah dapet yang lagi nyengir atau kedip sebelah. Udah kayak influencer altar followers: seluruh umat GMBA.

Tapi di balik tawa, drama kecil, dan jepretan kamera itu, tersimpan satu hal yang tulus: cinta untuk melayani Tuhan. Karena bagi mereka, berdiri di altar bukan tentang tampil keren, tapi tentang menghadirkan keindahan dalam kesederhanaan, keteraturan dalam kekhidmatan.

Terima kasih untuk seluruh Putra Putri Altar GMBA yang telah memberikan waktu, tenaga, dan hati kalian selama Pekan Suci 2025. Kalian luar biasa, bukan hanya karena jubah putih yang kalian kenakan, tapi karena semangat dan ketulusan yang kalian bawa di dalamnya.



Pelayan Keindahan di Balik Altar: Tim Tata Bunga GMBA

Di balik altar yang selalu tampak anggun dan menawan, tersembunyi tangan-tangan terampil yang bekerja dengan hati—Tim Tata Bunga Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Mereka bukan hanya sekadar menyusun bunga. Mereka adalah seniman rohani yang setiap pekan menghadirkan keindahan sebagai ungkapan cinta dan hormat kepada Tuhan.

Dengan penuh kesabaran dan kreativitas, tim ini merangkai bunga-bunga segar, memilih warna-warna yang sesuai dengan kalender liturgi, dan menata dengan harmoni agar setiap umat yang datang merasakan damai dan kekhusyukan begitu memasuki gereja. Mulai dari misa harian, mingguan, sampai perayaan besar seperti Natal, Paskah, dan Hari Raya lainnya—Tim Tata Bunga selalu hadir, diam-diam tapi berdampak besar.

Yang bikin kagum, mereka nggak hanya datang, hias, terus pulang. Tapi benar-benar merencanakan, berdiskusi, bahkan kadang menanam sendiri bunga-bunga yang akan digunakan. Semangat gotong royong, kekompakan, dan sukacita selalu mewarnai setiap pertemuan mereka. Tak jarang, gelak tawa dan cerita lucu ikut menghiasi proses merangkai bunga—karena bagi mereka, ini bukan tugas, tapi pelayanan penuh cinta.

Terima kasih untuk semua anggota tim Tata Bunga GMBA yang selalu setia menjaga keindahan rumah Tuhan. Dalam senyap kalian bekerja, namun karya kalian begitu terasa. Semoga Tuhan membalas dengan berkat yang melimpah dan sukacita yang tak habis-habis.

Keindahan bunga di altar adalah pantulan keindahan hati kalian. Teruslah berkarya, teruslah melayani. Gereja kita terasa lebih hidup karena kalian ada.

terima kasih untuk ibu Valentina Isti Rudati sebagai koordinator tim tata bunga GMBA dan semua tim tata bunga dari lingkungan yang sudah membuat Gereja St Maria Bunda Allah menjadi indah di setiap perayaan Ekaristi

Bunga melati harum mewangi,
Disusun rapi di atas altar.
Tangan terampil bekerja sunyi,
Namun hasilnya sungguh mempesona dan segar!

Kerja di gereja bukan soal gaji,
Tapi soal hati yang mau melayani.
Tim tata bunga keren sekali,
Bikin suasana misa jadi lebih berseri

Misa Requiem untuk Bapa Paus Fransiskus: Doa dan Cinta dari Maguwo

 

Dalam suasana duka yang penuh haru dan rasa syukur, umat Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo berkumpul dalam Misa Requiem untuk Paus Fransiskus, pada hari ini, Rabu, 23 April 2025, yang disiarkan langsung dari Katedral Semarang dan dipimpin oleh Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko.

Misa live streaming ini dimulai pukul 18.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, diikuti dengan penuh khidmat oleh 415 umat yang hadir secara langsung di gereja. Dalam keheningan dan doa, umat mengenang sosok gembala agung yang telah memberi hidupnya sepenuhnya bagi Gereja dan dunia.

 

Malam ini, dari Maguwo yang kecil, kami mengirimkan cinta yang besar kepada surga.

Selamat jalan Bapa Suci kami, Paus Fransiskus.

Engkau telah mengajarkan kami arti belas kasih,
menunjukkan bagaimana Gereja bisa menjadi rumah yang ramah,
dan meyakinkan bahwa Tuhan senantiasa lebih besar dari segala dosa dan kelemahan kami.

Engkau kini telah kembali ke pelukan Sang Bapa,
namun inspirasimu tetap hidup dalam hati kami—
dalam doa, dalam pelayanan, dan dalam cara kami mencintai sesama.

Terima kasih, Bapa Paus. Sampai jumpa di surga.

Misa ini bukan hanya menjadi penghormatan, tetapi juga sebuah pengingat bahwa kasih dan keteladanan Bapa Paus Fransiskus akan terus hidup di hati kita.


Selamat jalan, Bapa Paus.
Engkau telah menunjukkan kepada kami bahwa menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan, bahwa kasih Tuhan itu nyata dalam tindakan kecil yang penuh makna. Doakan kami dari surga, agar kami pun setia berjalan dalam terang Kristus seperti engkau telah melakukannya.



terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras demi kelancaran misa ini:

Tim Tata Bunga yang sigap dan penuh kreativitas menghias altar dengan indah dan elegan,
Tim Paramenta yang mempersiapkan perlengkapan liturgi dengan penuh ketelitian,
Tim Video Monitor dan Tim Soundsystem yang memastikan kelancaran visual dan audio selama misa berlangsung,
Prodiakon yang setia melayani umat di altar,
Dan seluruh umat serta para petugas yang terlibat dari balik layar—tanpa sorotan, tapi berjasa besar dalam menghadirkan suasana yang layak bagi penghormatan terakhir untuk Paus tercinta.