Perawatan Gedung: Pemasangan Talang Air di Gereja Santa Maria Bunda Allah


Bidang Rumah Tangga Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) kembali melaksanakan program perawatan rutin gedung gereja. Kali ini, tim pelaksana perawatan melakukan pemasangan talang air di sekitar area sakristi hingga ke bagian selatan bangunan gereja. Pekerjaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Rumah Tangga, Bapak Yanuarnus Pargiyono, dengan dibantu oleh koster gereja, Dedi dan Puji.

Talang air memiliki fungsi penting dalam melindungi bangunan gereja. Dengan adanya talang, aliran air hujan dapat diarahkan secara tepat sehingga tidak langsung jatuh atau membasahi dinding, jendela, dan pondasi. Hal ini membantu mencegah kerusakan pada struktur bangunan, mengurangi risiko rembesan atau kebocoran, serta menjaga keindahan eksterior gereja. Selain itu, sistem talang yang baik juga membantu mengendalikan limpasan air di halaman, sehingga area sekitar tetap kering dan aman dilalui.

Pemasangan talang air ini merupakan bagian dari program rutin timpel perawatan yang telah dijadwalkan secara berkala. Dengan perawatan yang terencana, diharapkan bangunan gereja tetap terjaga kelestariannya dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi umat yang datang untuk berdoa dan beribadah.

Program Garapan Sinergitas dan Kerja sama, serta Kebangsaan Stasi GMBA: Kerja Bakti Mengecat Pos Ronda Menyambut HUT RI ke-80


Sabtu pagi, 9 Agustus 2025, semangat kebersamaan dan nasionalisme terasa begitu kental di halaman depan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Dewan Stasi GMBA bersama masyarakat sekitar dari padukuhan karangploso bergotong-royong melakukan kerja bakti mengecat pos ronda yang berdiri tepat di depan gereja. Pos ronda yang sebelumnya terlihat kusam kini disulap menjadi lebih segar dan rapi, berkat sentuhan kuas dan cat dari tangan-tangan penuh semangat.

Kegiatan ini bukanlah aksi spontan, melainkan salah satu Program Garapan Sinergitas dan Kerja sama, serta Kebangsaan yang telah disusun oleh Dewan Stasi sejak awal tahun 2025. Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat tali persaudaraan, serta menghidupkan kembali budaya gotong-royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Melalui kerja bakti seperti ini, umat gereja dan warga sekitar diajak untuk turut peduli terhadap fasilitas umum dan lingkungan bersama.

Selain memberi manfaat langsung berupa perbaikan fasilitas, kegiatan ini juga memiliki makna simbolis yang kuat. Mengecat pos ronda di bulan kemerdekaan menjadi wujud nyata partisipasi Stasi GMBA dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Warna baru pada pos ronda diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara atau hiasan bendera, tetapi juga dengan aksi nyata yang membawa kebaikan bagi masyarakat.

Kerja bakti hari itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Tawa, canda, dan obrolan hangat mengiringi setiap sapuan kuas. Anak-anak ikut berlarian di sekitar, para bapak bekerja di bagian pengecatan tinggi, sementara ibu-ibu membantu menyiapkan minuman dan makanan ringan. Semua bersatu dalam satu tujuan: membangun lingkungan yang nyaman, indah, dan penuh rasa memiliki.

Dengan selesainya kegiatan ini, pos ronda tidak hanya tampil dengan wajah baru, tetapi juga menjadi simbol persatuan antara umat Stasi GMBA dan masyarakat sekitar. Semangat Garapan Kebangsaan diharapkan terus bergulir, menginspirasi berbagai kegiatan positif lainnya demi kemajuan bersama.

Bulan Katakese Kebangsaan, “Keluarga menumbuhkan dan mentradisikan kekatolikan dan semangat kerasulan”

Refleksi & Diskusi Lingkungan Yohanes Pembaptis – 7 Agustus 2025


Kamis malam, 7 Agustus 2025, keluarga-keluarga Lingkungan Yohanes Pembaptis berkumpul dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan di rumah bapak Hardjito. Pertemuan kali ini mengangkat tema “Keluarga menumbuhkan dan mentradisikan kekatolikan dan semangat kerasulan“ yang mengajak umat merenungkan kembali makna janji perkawinan Katolik dan mengaitkannya dengan semangat Katakese Kebangsaan.

Diskusi diawali dengan pengingat bahwa janji perkawinan bukan hanya ikrar untuk saling setia, tetapi juga komitmen mendidik anak secara Katolik, membangun keluarga sebagai “Gereja mini”, dan menumbuhkan iman di rumah. Dari rumah yang beriman inilah lahir pribadi-pribadi yang siap melayani Gereja dan masyarakat.

Poin-poin penting yang dibahas meliputi:

  1. Menumbuhkan dan mentradisikan kekatolikan dalam keluarga melalui doa bersama, misa, Kitab Suci, dan perayaan hari raya Gereja.
  2. Semangat kerasulan — menjadi pewarta kasih Kristus melalui tindakan nyata di lingkungan, baik di Gereja maupun masyarakat luas.
  3. Budaya srawung — perjumpaan interpersonal yang membangun persaudaraan dengan sesama umat dan masyarakat lintas agama, sebagai wujud nyata Katakese Kebangsaan.
  4. Keterkaitan iman dan kebangsaan — keluarga Katolik bukan hanya membentuk anak beriman, tetapi juga warga negara yang menjunjung toleransi, menghargai keberagaman, dan peduli pada keadilan sosial.
  5. Tantangan dan solusinya — mulai dari kesibukan, perbedaan pola didik, pengaruh lingkungan, hingga konflik rumah tangga; diatasi dengan komunikasi yang baik, pembiasaan doa, keterlibatan dalam komunitas, dan saling menguatkan dalam Tuhan.

Dalam suasana diskusi, umat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana iman Katolik yang hidup dapat menyatu dengan semangat kebangsaan. Seorang peserta menegaskan, “Kalau kita mau anak-anak kita jadi Katolik yang baik, mereka juga harus jadi warga negara yang baik. Iman dan cinta tanah air itu sejalan.”

Pertemuan ditutup dengan doa pengharapan, memohon agar Tuhan memberi kekuatan untuk setia pada janji perkawinan, mendidik anak dalam iman, serta menjadi keluarga yang membawa terang bagi Gereja dan bangsa.



“From faithful Catholic families come citizens of faith, compassion, and readiness to serve.”

Rapat Persiapan Visitasi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo Menuju Paroki Administratif


Maguwo, 27 Juli 2025

Pada malam yang penuh semangat pelayanan, Sabtu, 27 Juli 2025, telah dilaksanakan rapat persiapan visitasi kanonik di Ruang Sekretariat Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Rapat ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam rangka meningkatkan status GMBA dari stasi menjadi Paroki Administratif, sesuai harapan dan dinamika pertumbuhan umat yang semakin hidup dan berkembang.

Rapat dipimpin oleh Dewan Stasi bersama para ketua bidang. Agenda utama membahas secara mendalam tiga unsur penting yang akan menjadi perhatian dalam visitasi, yakni:

  1. Tata Penggembalaan
    Meliputi pelayanan rohani umat, kegiatan liturgi, pendampingan kategorial (anak, remaja, OMK, keluarga, lansia), serta pembinaan iman umat. Dalam sesi ini juga didiskusikan langkah-langkah penguatan komunitas basis gerejani dan program pembinaan berkelanjutan.
  2. Tata Kelola Harta Benda Gereja
    Mencakup pengelolaan aset gereja, keuangan, transparansi laporan keuangan, serta perencanaan pembangunan sarana dan prasarana ke depan. Evaluasi juga dilakukan terhadap tata tertib penggunaan fasilitas gereja dan pemeliharaan lingkungan.
  3. Tata Kelola Administrasi
    Fokus pada struktur organisasi stasi, dokumentasi kegiatan, pengarsipan surat dan laporan, serta pemutakhiran data umat. Hal ini menjadi penting sebagai indikator kesiapan kelembagaan dalam menjalankan fungsi administratif paroki.

Dalam rapat tersebut juga ditetapkan Penanggung Jawab dan PIC (Person In Charge) untuk masing-masing bidang yang akan mempersiapkan bahan presentasi, dokumen pendukung, serta mendampingi tim visitator saat kunjungan. Visitasi dari Keuskupan Agung Semarang ini direncanakan akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2025.

Semangat kebersamaan, keterbukaan, dan kerinduan umat untuk menjadi paroki mandiri sungguh terasa dalam rapat ini. Harapannya, seluruh umat GMBA dapat mengambil bagian dalam proses ini, baik melalui dukungan moral, keterlibatan aktif, maupun semangat untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan.

Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh umat GMBA, agar proses visitasi ini dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil yang terbaik demi kemuliaan Tuhan dan pertumbuhan Gereja kita tercinta. Kiranya Roh Kudus sendiri yang menuntun setiap langkah kita dalam perjalanan iman ini.

Pembekalan Spiritualitas Pelayanan Pengurus Stasi :Say Yes I Do Love and Serve You


Minggu, 20 Juli 2025, hembusan angin sejuk dan semilir aroma dedaunan di Erista Garden, Pakem, Sleman, menjadi saksi sebuah perjalanan batin para pengurus harian Dewan Pastoral Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Di tengah kesibukan dan dinamika pelayanan, mereka berkumpul dalam suasana penuh kegembiraan dan harapan untuk mengikuti kegiatan Pembekalan Spiritualitas Pelayanan.

Lebih dari sekadar acara formal, kegiatan ini menjadi ruang kontemplasi bagi para pelayan Gereja untuk kembali menengok makna terdalam dari panggilan mereka: melayani bukan hanya dengan tangan, tetapi juga dengan hati yang tulus dan penuh kasih.

Dipandu oleh Ibu F. Netty Kuswandari, S.Pd., M.Si., para peserta diajak menyelami sesi pertama yang membuka cakrawala batin tentang pertumbuhan pribadi dalam pelayanan. Dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh, beliau menyampaikan bahwa menjadi pelayan Tuhan bukanlah tentang kesempurnaan, tetapi tentang kesetiaan dalam setiap hal kecil. Tangis haru dan senyuman muncul silih berganti—sebuah tanda bahwa hati-hati ini tersentuh.

Suasana kemudian berubah menjadi lebih ringan namun tetap bermakna dalam sesi bersama GMBA Joyful Team. Melalui gerak, tawa, dan refleksi sederhana, mereka diingatkan bahwa sukacita adalah bagian tak terpisahkan dari pelayanan. Kelelahan bisa datang, tetapi hati yang bersyukur akan selalu menemukan alasan untuk tetap berjalan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan sistematis mengenai mekanisme dan jadwal pemilihan Ketua Stasi, Ketua Wilayah, serta Ketua Lingkungan. Di tengah transisi zaman dan tantangan regenerasi, sesi ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa tongkat estafet pelayanan diteruskan kepada pribadi-pribadi yang siap dan layak.

Di penghujung acara, dalam suasana yang semakin hening dan sakral, Romo Ant. Dadang Hermawan, Pr., memberikan penguatan rohani dan pengutusan. Dalam doa dan berkat yang disampaikan, setiap peserta seakan diingatkan kembali pada akar panggilan mereka—bahwa pelayanan adalah bagian dari perutusan Kristus, dan setiap langkah kecil yang diambil dalam kasih akan membawa dampak besar bagi umat.

kunjung Instagram Komsos GMBA di : https://www.instagram.com/reel/DMXPNS7Rt4y/?igsh=MW10M3Nuem93YnBrMQ==

Ucapan Terima Kasih atas Dukungan untuk Pelayanan KOMSOS GMBA


Dewan Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo, melalui Tim Pelayanan Komunikasi Sosial (KOMSOS), menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Christina Indrawati, umat dari Lingkungan St. Petrus, atas kebaikan hati dan ketulusannya dalam memberikan sumbangan berupa satu unit kamera untuk mendukung pelayanan KOMSOS GMBA.

Sumbangan ini bukan hanya sekadar sebuah alat, tetapi merupakan simbol kepedulian dan dukungan nyata dari umat terhadap pelayanan komunikasi di Stasi GMBA. Kamera ini akan menjadi sarana yang sangat berharga bagi tim KOMSOS dalam mendokumentasikan kegiatan gereja, menyebarkan informasi, serta menghadirkan wajah Gereja yang hidup, aktif, dan penuh kasih kepada umat dan masyarakat luas.

Di tengah semangat pelayanan yang terus tumbuh, sumbangan ini menjadi penyemangat baru bagi seluruh tim KOMSOS. Ini menjadi pengingat bahwa setiap bentuk dukungan, sekecil apapun, memiliki makna besar dalam membangun pelayanan bersama. Kebaikan hati Ibu Christina menjadi inspirasi dan contoh nyata bagaimana umat dapat ambil bagian dalam karya pewartaan Gereja melalui talenta dan sumber daya yang dimiliki.

Semoga kebaikan Ibu Christina dibalas berlipat ganda oleh Tuhan, dan kamera ini membawa manfaat besar bagi perkembangan pelayanan komunikasi di Stasi GMBA. Kiranya semangat dan kasih yang terpancar dari setiap karya pelayanan KOMSOS menjadi berkat bagi banyak orang.

Sarasehan Keamanan Gereja Katolik DIY: Pilar Kenyamanan dalam Beribadah


Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kenyamanan umat dalam beribadah, Gereja Katolik se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar sebuah sarasehan bertema “Keamanan Gereja sebagai Pilar Kenyamanan dalam Beribadah”. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 13 Juli 2025, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo.

Sarasehan ini menghadirkan Bapak Antonius Sumaryanto sebagai pemateri utama. Beliau menyampaikan pentingnya memandang keamanan bukan hanya sebagai tugas fisik, tetapi sebagai bentuk pelayanan pastoral yang mendukung suasana doa, kedamaian, dan keterbukaan dalam Gereja.

Sebanyak 15 perwakilan tim keamanan dari berbagai paroki di wilayah DIY hadir sebagai peserta inti, namun antusiasme yang tinggi membuat total peserta yang hadir mencapai 32 orang. Hal ini menunjukkan bahwa isu keamanan dalam lingkungan Gereja mendapat perhatian serius dari banyak pihak.

Salah satu hasil penting dari sarasehan ini adalah pemahaman bersama mengenai perlunya membangun sinergi keamanan yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dibingkai dalam suatu sistem keamanan yang terpadu dan saling mendukung antar paroki di wilayah DIY.

Dengan diadakannya sarasehan ini, diharapkan akan terbentuk sebuah jaringan komunikasi dan koordinasi antar tim keamanan Gereja, sehingga setiap umat yang datang beribadah dapat merasa lebih aman, nyaman, dan dilindungi.

Acara ini menjadi langkah awal yang sangat berarti untuk menjadikan keamanan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan menggereja, yang tidak hanya menjaga fisik, tetapi juga melindungi suasana rohani umat Allah.

Hasil dokumentasi dapat menghubungi administrasi melalui email sebagai berikut : gmbamaguwo@gmail.com

A Precious Jewel of the Church: Birgitta Valent Reynanda Putri

God continues to grace His Church with exceptional young people—those who not only excel academically but also shine through their faith, service, and character. One of the brightest gems to emerge from the community is Birgitta Valent Reynanda Putri, lovingly known as Valent, a proud daughter of St. Gabriel Community, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Born in Sleman on March 8, 2009, Valent has consistently displayed brilliance from an early age. Her intelligence, leadership, creativity, and perseverance make her not only a pride to her family and school, but also to the faith community she actively serves.

As an Altar Server, active member of OMK, Lector, and a young singer-musician in GMBA (PMG) , Valent places service at the heart of her identity. Amidst the demands of school and scientific competitions, she faithfully serves at the altar, offers her voice in worship, and brings the liturgy to life through music.

In academics, her accomplishments are simply outstanding. Valent represents what it means to be a Catholic student of integrity—pursuing knowledge with excellence, while remaining rooted in values of faith and humility. Here are some of her remarkable achievements:

SD Kanisius Kadirojo:

  • 1st Place – District Science Olympiad (OSN)
  • Top 7 – Regency Level OSN (Science)
  • Top 14 – Provincial OSN Finalist
  • Highest ASPD Score in the District

SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta:

  • Student Council President (2023/2024)
  • 1st Place – Museum Quiz (City Level)
  • Runner-up – Museum Quiz (Provincial Level)
  • Finalist – National OPSI 2023, Applied Physics
  • Finalist – OPSI City Level, Applied Physics
  • Consistent Class Top Performer
  • Best Graduation Certificate
  • Highest Final Exam Score in School

SMA Negeri 8 Yogyakarta:

  • Honorable Mention – NASFIA 2024 (National Science Fair for Indonesian Adolescents)
  • Honorable Mention – Youth Researcher Competition, DIY Province 2024
  • Representative of Indonesia at the international Junior School Researchers Event – SISTEMIC (Singapore International STEM Innovation Challenge), Singapore 2025

Valent is living testimony that intelligence is a blessing, service is a calling, and humility is true strength. She inspires not only her classmates, but also her faith community at Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

May she continue to grow in wisdom, faith, and grace, and may her light shine ever brighter—reminding us all that God works through those who are willing to serve with love, talent, and a sincere heart.


Serving God, Excelling in the World: Heinrich “Ricky” Ciando, a Young Karate Champion from Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo

In the midst of a rapidly changing world and the many challenges faced by today’s youth, God continues to call and send young people to be the light in their communities. One such figure is Heinrich Zanker Bonnie Ciando, affectionately known as Ricky, a proud son of the St. Clara Community, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Born in Semarang on June 15, 2008, Ricky is a shining example of how faith and achievement can walk hand in hand, strengthening and uplifting one another.

Ricky is not only a black belt karate athlete who has brought pride to his region through a series of impressive victories. He is also a devoted servant in the Church, actively participating as an Altar Server, a member of the Catholic Youth (OMK), and a musician in the Church Pemusik Muda GMBA (PMG). Despite his rigorous training schedule and academic responsibilities as a student at SMA Negeri 1 Depok, Ricky faithfully puts his service to God and the Church at the center of his life.

His passion for ministry mirrors his determination on the competition mat. For Ricky, every moment of serving at the altar or playing music at Mass is a form of spiritual discipline—one that shapes humility, perseverance, and a heart that cares deeply for others. His accomplishments are not only achievements of the body, but also of the soul.

Here are Ricky’s recent accolades in the world of karate:

3rd Place, Individual Kumite -68 kg (Male)DIY POPDA, May 22, 2025

1st Place, Individual Kata (Junior Male)Kejurkab FORKI Sleman, July 7, 2024

3rd Place, Individual Kata (Junior Male)POLTEKES Kemenkes Yogyakarta Cup, October 5–6, 2024

3rd Place, Individual Kata (Junior Male)Yogyakarta WTA Open Karate Championship, Ministry of Youth and Sports, December 27–29, 2024

2nd Place, Individual Kata (Junior Male)Kejurda FORKI DIY, February 26–27, 2025

3rd Place, Individual Kumite -68 kg (Junior Male)Kejurda FORKI DIY, February 26–27, 2025


Behind every medal and victory lies a stream of prayer from the altar, the support of the Stasi community, and the unshakable spirit of a young Catholic man who refuses to give up. Ricky is living proof that being an athlete does not mean distancing oneself from the Church—on the contrary, it becomes a powerful witness to God’s glory through the talents He has given.

May Ricky continue to grow in love, faith, and excellence, inspiring other young people at Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo and beyond, and reminding us all that God works powerfully through the youth who are faithful, humble, and willing to serve.

And there’s more—Ricky is also a talented musician who especially loves playing the piano. It’s not just a hobby for him; it’s a gift.

His ability to express beauty and harmony through music is just another way he glorifies God and inspires others. Whether on the mat or behind the keyboard, Ricky excels with grace, passion, and purpose.



Melayani Tuhan, Berprestasi di Dunia: Heinrich “Ricky” Ciando, Karateka Muda dari Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Di tengah arus zaman yang kian cepat dan tantangan hidup remaja yang semakin kompleks, Tuhan tetap memanggil dan mengutus anak-anak muda untuk menjadi terang di dunia. Salah satunya adalah Heinrich Zanker Bonnie Ciando, atau yang akrab disapa Ricky, putra dari Lingkungan St. Clara, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Lahir di Semarang, 15 Juni 2008, Ricky adalah teladan nyata bahwa iman dan prestasi dapat berjalan selaras, saling menguatkan, dan saling menyemangati.

Ricky bukan hanya dikenal sebagai seorang karateka pemegang sabuk hitam yang telah mengharumkan nama daerah dalam berbagai kejuaraan bergengsi. Lebih dari itu, ia juga dikenal sebagai pribadi yang aktif melayani di stasi, baik sebagai Putra Altar, anggota Orang Muda Katolik (OMK), maupun pemain musik di kelompok Pemusik Muda GMBA (PMG). Di tengah jadwal latihan yang padat dan tuntutan akademik di SMA Negeri 1 Depok, Ricky tetap setia menempatkan pelayanan sebagai prioritas hidupnya.

Semangatnya dalam melayani tak kalah dengan semangatnya saat bertanding di atas matras. Baginya, setiap pelayanan di altar maupun di komunitas muda adalah bagian dari latihan rohani yang membentuk disiplin, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama. Inilah yang membuat prestasinya tidak hanya membanggakan secara lahiriah, tetapi juga menyentuh secara batiniah.

Berikut deretan prestasi Ricky dalam dunia karate yang patut diacungi jempol:

  • Juara 1 Kata Perorangan Junior PutraKejurkab FORKI Sleman, 7 Juli 2024
  • Juara 3 Kata Perorangan Junior PutraPOLTEKES Kemenkes Yogyakarta Cup, 5–6 Oktober 2024
  • Juara 3 Kata Perorangan Junior PutraYogyakarta WTA Open Karate Championship, Piala Kemenpora RI, 27–29 Desember 2024
  • Juara 2 Kata Perorangan Junior PutraKejurda FORKI DIY, 26–27 Februari 2025
  • Juara 3 Komite Perorangan Junior Putra -68 kgKejurda FORKI DIY, 26–27 Februari 2025
  • Juara 3 Komite Perorangan Putra -68 kgPOPDA DIY, 22 Mei 2025

Di balik setiap kemenangan, ada doa-doa yang terucap di altar, ada dukungan dari komunitas stasi, dan ada semangat pantang menyerah dari seorang anak muda Katolik yang tidak hanya ingin menang, tetapi juga hidup dalam terang Kristus.

Semoga Ricky terus bertumbuh dalam kasih, iman, dan prestasi, menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya, serta menjadi berkat bagi Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo dan Gereja secara lebih luas. Ia adalah bukti nyata bahwa Tuhan berkarya melalui kaum muda yang setia, rendah hati, dan mau menyerahkan diri untuk melayani.

Dan tak hanya itu—Ricky juga memiliki bakat luar biasa di bidang musik, terutama dalam memainkan piano. Bukan sekadar suka, ia benar-benar piawai memainkan nada demi nada dengan keindahan yang mengalir dari hati.

Musik bukan hanya hobi baginya, tetapi salah satu cara untuk memuliakan Tuhan dan menyentuh jiwa orang-orang di sekitarnya. Entah saat bertanding di arena karate atau mengalun di balik tuts piano, Ricky selalu menghadirkan semangat, ketulusan, dan kualitas yang menginspirasi.

Sakramen Baptis – Minggu, 6 Juli 2025Gereja St. Maria Bunda Allah, Maguwo

Hari ini, Minggu 6 Juli 2025, menjadi hari yang penuh berkat dan sukacita di Gereja St. Maria Bunda Allah, Maguwo. Dalam suasana liturgi yang khusyuk dan hangat, dua putri kecil menerima Sakramen Baptis—tanda awal perjalanan rohani mereka sebagai anggota penuh dalam Gereja Katolik, serta awal dari hidup baru dalam Kristus.

Perayaan baptisan ini dipimpin oleh Romo Maradiyo. Pr yang dengan penuh kasih membaptis:

Madeline Keyanna Matutina, putri dari pasangan Sebastino Aviant Matutina & Felisia Eva Novalisa

dan


Constantina Kiaraa Dewi, putri dari pasangan Andreas Yogantara Gusta Perdana & Brigidha Ratna Hutami.

Melalui air baptisan yang kudus, Madeline dan Constantina kini telah menerima rahmat keselamatan, diangkat sebagai anak-anak Allah, dan menjadi bagian dari tubuh mistik Kristus. Gereja menyambut mereka dengan penuh cinta sebagai anggota baru dalam komunitas umat beriman.

Baptisan bukan hanya sebuah tradisi atau seremoni, tetapi sebuah sakramen—tanda nyata dari kasih Allah yang melampaui segalanya. Hari ini, kasih itu hadir secara nyata dalam hidup Madeline dan Constantina, yang kini telah dimeteraikan dalam iman yang akan mereka kembangkan bersama keluarga dan Gereja.

Kami bersyukur atas komitmen orang tua yang telah mempersembahkan anak-anak mereka kepada Tuhan, dengan harapan agar kelak mereka bertumbuh menjadi pribadi yang setia, penuh kasih, dan membawa terang di tengah dunia. Semoga kasih dan pengharapan yang terpancar dalam baptisan hari ini menjadi awal dari perjalanan iman yang kokoh, dan hidup mereka selalu diberkati serta dipenuhi rahmat Tuhan.

Selamat datang dalam keluarga besar Gereja Katolik, Madeline dan Constantina. Kami mendoakan agar kalian senantiasa dipelihara dalam kasih Tuhan dan dikelilingi oleh teladan hidup yang baik dari keluarga, para pembimbing rohani, dan komunitas gereja.

link foto :

https://drive.google.com/drive/folders/1_RtGH86Ojkp74Li_4ZIGpQXJrufLYHip


Baptism at St. Mary Mother of God Church

Sacrament of Baptism – Sunday, July 6, 2025
St. Mary Mother of God Church, Maguwo

This Sunday, July 6, 2025, was a day filled with joy, grace, and sacred meaning at St. Mary Mother of God Church in Maguwo. In a solemn and warm liturgical celebration, two precious daughters received the Sacrament of Baptism—the beautiful beginning of their spiritual journey as full members of the Catholic Church, and their new life in Christ.

The baptismal rite was lovingly led by Father Maradiyo, who baptized:

Madeline Keyanna Matutina, daughter of Sebastino Aviant Matutina & Felisia Eva Novalisa


Constantina Kiaraa Dewi, daughter of Andreas Yogantara Gusta Perdana & Brigidha Ratna Hutami.

Through the holy waters of Baptism, Madeline and Constantina have been reborn as children of God, cleansed by grace, and united with the Body of Christ. The Church joyfully welcomes them as new members of our community of faith.

Baptism is not merely a tradition or ritual—it is a sacred sacrament, a visible sign of God’s invisible love and saving grace. Today, that divine love touched the lives of these two little girls in a profound and everlasting way, marking the beginning of a life that will be nurtured in faith, love, and hope.

We are deeply grateful to the parents for their faith and dedication in presenting their daughters to be baptized, trusting in God’s promises and choosing to raise them in the light of the Gospel. May Madeline and Constantina grow into strong and loving individuals, guided by the example of their families and supported by the wider Church community.

Welcome, Madeline and Constantina, to the family of God. May your lives be forever blessed by His presence, protected by His grace, and enriched by the love of all who walk this journey of faith with you.


foto bisa di download di link :

https://drive.google.com/drive/folders/1_RtGH86Ojkp74Li_4ZIGpQXJrufLYHip