“A Step Toward the Future: The Maguwo Church Masterplan Submitted to the Archdiocese”

With gratitude and hope, the Masterplan for the Development of Santa Maria Bunda Allah Church in Maguwo has entered a significant phase: the preparation of an official proposal together with our parish priest, as part of the submission to the Archdiocese of Semarang.

This step marks a new chapter in our long journey as a faith community—one that seeks not only to build a better physical space, but also to reflect our identity as believers, our spirit of unity, and our long-term pastoral vision.

This is more than a construction project. It is the realization of our shared longing for a church that is more alive, more open, and filled with the joy of God’s presence. Behind every line on the blueprint lies a great hope: that our community may continue to grow in fellowship and service.

We extend our deepest thanks to the planning team, our parish leaders, and all members of the community who have offered prayers and support. Please continue to pray with us, that the preparation and approval process may go smoothly, wisely, and in accordance with God’s will.

Together, we are building—not just a church—but the future of our faith.


Dengan penuh syukur dan harapan, Masterplan Pengembangan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kini memasuki tahap penting: proses penyusunan proposal resmi bersama Romo Paroki, sebagai bagian dari pengajuan ke Keuskupan Agung Semarang.

Langkah ini menjadi babak baru dalam perjalanan panjang umat Maguwo untuk mewujudkan sebuah tempat ibadah yang tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga mampu mencerminkan jati diri iman, semangat kebersamaan, dan visi pastoral jangka panjang.

Perjalanan ini bukan sekadar proyek bangunan, melainkan wujud nyata dari kerinduan umat untuk memiliki rumah Tuhan yang lebih hidup, terbuka, dan membawa sukacita bagi semua. Di balik garis-garis rancangan dan gambar denah, tersimpan harapan besar akan tumbuhnya komunitas yang semakin kokoh dalam persekutuan dan pelayanan.

Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan umat, tim perencana, dan para pendamping yang setia mengawal proses ini. Kami mohon doa dan restu agar penyusunan proposal ini dapat berjalan lancar, penuh hikmat, dan selaras dengan kehendak Tuhan.

Bersama kita membangun, bukan hanya gereja—tetapi masa depan iman.

Martinus Ervin Andres Rinaldi: The Young Architect Behind the Masterplan of St. Mary Mother of God Church, Maguwo

Martinus Ervin Andres Rinaldi was born in Sleman, on September 21, 1995. Raised in a Catholic family rooted in simplicity, faith, and integrity, Ervin grew up in an environment where values like responsibility, service, and devotion were instilled early. From a young age, he showed an innate interest in structures and design—keenly observing spaces and sketching alternative layouts from his imagination.

He began his formal education at Kanisius Kalasan Junior High School, a school well-known for nurturing character and promoting Ignatian values. This foundation shaped his intellectual curiosity and social awareness. His passion for the built environment deepened during his time at STM Pembangunan Yogyakarta (now SMK Negeri 2 Depok), where he developed essential technical skills in construction and building design.

His path became clearer when he was admitted to the Faculty of Engineering, Architecture Department at Atma Jaya Yogyakarta University, class of 2016. During his university years, Ervin was known not only for his diligence and creativity but also for his reflective approach to architecture. To him, design is not just about aesthetics or structure—it’s about the soul of a space, the relationship between place and people, form and meaning.

As the masterplan designer for St. Mary Mother of God Church in Maguwo, Ervin was entrusted with a significant mission: to design not only a physical structure but to articulate the identity and pastoral direction of a living faith community. He approached the task with humility and depth—listening to the needs of the faithful, studying the church’s history, observing the social and environmental context, and aligning the design with the spirit of Catholic liturgy.

In his masterplan, Ervin envisioned a sacred space that harmonizes with nature and community. The spatial arrangement considers liturgical flow, natural lighting, accessibility, and movement of the congregation. He also designed supporting facilities to encourage pastoral outreach, faith education, and communal interaction. All elements are grounded in one essential principle: a church is not merely a place of prayer, but a shared home shaped and enlivened by its people.

Ervin’s design style can be described as modest yet meaningful. He avoids excessive visual grandeur, instead favoring simplicity imbued with depth and purpose. His work reflects clean geometry, inclusive spatial planning, and the thoughtful use of local materials. He skillfully incorporates symbolic elements of the Catholic faith—such as the cross, light, and altar orientation—into a design that feels both contemporary and sacred.

His involvement in this project goes beyond professional duty. Ervin is a man of faith, and for him, designing a church is a spiritual journey—one that demands prayer, reflection, and sincere dialogue. He does not design from ego, but from a heart that seeks to serve and glorify God through his talents.

Through his dedication and thoughtful design, St. Mary Mother of God Church in Maguwo will stand not only as an impressive architectural structure, but more importantly as a spiritual home—a place that gathers, nurtures, and sends forth the faithful into the world.

Martinus Ervin Andres Rinaldi is a shining example of today’s Catholic youth: talented, principled, and spiritually grounded. Through his hands and heart, he has helped shape a space where heaven touches earth, where community finds its soul, and where faith takes form in brick and light.



Martinus Ervin Andres Rinaldi: Arsitek Muda di Balik Masterplan Gereja St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo

Martinus Ervin Andres Rinaldi lahir di Sleman, 21 September 1995. Ia tumbuh besar dalam lingkungan keluarga Katolik yang sederhana namun penuh nilai, di mana iman, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejak usia muda, Ervin menunjukkan minat pada dunia visual dan bentuk. Ia senang mengamati bangunan, menggambar denah, dan membayangkan ulang ruang-ruang hidup dalam perspektifnya sendiri.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SMP Kanisius Kalasan, sekolah yang dikenal dengan nilai-nilai pendidikan karakter dan pembentukan kepribadian. Di sinilah benih semangat intelektual dan kepedulian sosialnya mulai tumbuh. Ia kemudian melanjutkan ke STM Pembangunan Yogyakarta—kini dikenal sebagai SMK Negeri 2 Depok—dan mulai mendalami dunia teknik bangunan secara lebih spesifik. Di sini, minatnya terhadap desain bangunan semakin menguat, dan keahliannya mulai terasah secara teknis.

Langkahnya semakin mantap saat ia diterima di Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta, angkatan 2016. Selama masa kuliah, Ervin dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya tekun dan kreatif, tetapi juga reflektif dalam memaknai ruang dan desain. Baginya, arsitektur bukan sekadar estetika atau struktur fisik, tetapi juga tentang jiwa dari sebuah tempat—tentang relasi antara ruang dan manusia, antara bentuk dan makna.

Sebagai desainer masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah di Maguwo, Ervin diamanahi sebuah tanggung jawab besar—merancang bukan hanya fisik bangunan, tetapi juga merumuskan identitas dan arah pastoral sebuah komunitas umat. Ia memulai proses ini dengan pendekatan mendalam: mendengarkan kebutuhan umat, memahami sejarah gereja, memperhatikan dinamika lingkungan, hingga menyelaraskan desain dengan semangat liturgi Katolik.

Dalam masterplan rancangannya, Ervin menghadirkan ruang ibadat yang menyatu dengan alam dan komunitas. Penataan ruang memperhatikan sirkulasi umat, tata letak liturgis, pencahayaan alami, dan aksesibilitas untuk semua kalangan. Ia juga merancang area penunjang yang mendukung kegiatan pastoral, pendidikan iman, dan interaksi sosial. Seluruh konsep berpijak pada prinsip bahwa gereja bukan hanya tempat berdoa, tetapi rumah bersama yang membentuk dan dihidupi oleh umat.

Gaya desain Ervin dapat dikatakan bersahaja namun bernas. Ia tidak mengejar kemewahan visual, tetapi lebih memilih kesederhanaan yang mendalam dan kuat secara makna. Material lokal, bentuk geometris yang bersih, dan tata ruang yang inklusif menjadi ciri khasnya. Ia juga piawai dalam memadukan elemen-elemen simbolik iman Katolik—seperti salib, cahaya, dan orientasi altar—dalam rancangan yang modern namun tetap sakral.

Keterlibatan Ervin dalam proyek ini bukan semata-mata sebagai seorang profesional, melainkan juga sebagai pribadi beriman yang ingin mempersembahkan karya terbaiknya bagi Tuhan dan Gereja. Bagi Ervin, merancang gereja adalah proses spiritual yang menuntut doa, refleksi, dan dialog yang tulus. Ia tidak datang dengan ego desain, melainkan dengan kerendahan hati dan semangat melayani.

Dengan segala pemikiran dan ketekunan yang ia curahkan, Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo tidak hanya akan menjadi bangunan megah yang berdiri secara fisik, tetapi menjadi rumah rohani yang menyatukan umat, menumbuhkan iman, dan mengutus setiap orang untuk membawa terang Kristus dalam kehidupan nyata.

Martinus Ervin Andres Rinaldi adalah sosok arsitek muda yang merepresentasikan generasi Katolik masa kini: berintegritas, berbakat, dan berspiritualitas mendalam. Melalui karyanya, ia telah menorehkan sejarah, tidak hanya di atas kertas gambar, tetapi dalam hidup umat dan dalam perjalanan iman sebuah komunitas.

Sosialisasi TCK Bersama PT BPR Shinta Daya

Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo – Minggu, 15 Juni 2025

Pada hari Minggu, 15 Juni 2025, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Tabungan Cinta Kasih (TCK) bersama PT BPR Shinta Daya. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Lingkungan, Pengurus TCK Lingkungan dan Stasi, Kabid Pelayanan Masyarakat, tim sekretaris, serta tim bendahara Stasi Maguwo.

Sesi pertama disampaikan oleh Ibu Lydia dan tim dari PT BPR Shinta Daya. Dalam pemaparannya, dijelaskan secara rinci mengenai arti, maksud, dan tujuan dari program TCK, yakni sebagai wadah untuk membangun semangat gotong royong dan solidaritas dalam mendukung kebutuhan pembangunan gereja melalui simpanan kolektif yang dikelola secara profesional.

Dijelaskan pula bahwa dana setoran TCK akan dimasukkan ke bank dalam bentuk deposito, dengan bunga khusus yang diberikan oleh bank: pada tahun pertama mengikuti suku bunga LPS, dan tahun-tahun berikutnya sebesar 0,5% di bawah suku bunga LPS. Jangka waktu simpanan disesuaikan dengan kesepakatan para peserta.

Sesi berikutnya diisi oleh Ibu Agnes Suratini selaku pengurus TCK Stasi Maguwo. Beliau menjelaskan mekanisme pembagian bunga tabungan untuk periode yang baru saja berakhir, yaitu 60% dialokasikan untuk dana pembangunan stasi dan 40% dibagikan ke lingkungan (dimasukkan ke kas lingkungan) berdasarkan jumlah saham masing-masing. Namun, untuk periode baru, sesuai arahan Romo Dadang dalam misa, seluruh bunga—100%—akan dialokasikan untuk mendukung dana pembangunan gereja. Kesepakatan bersama juga dicapai mengenai jangka waktu simpanan yang ditetapkan selama 24 bulan.

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Bagio yang merupakan Kabid Kemasyarakatan juga sekaligus pimpro pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah turut menegaskan pentingnya dukungan dana melalui program TCK ini. Beliau menyampaikan bahwa Stasi Maguwo saat ini telah memiliki masterplan pengembangan gereja yang tentu memerlukan biaya besar. Oleh karena itu, keputusan untuk mengarahkan seluruh hasil bunga TCK demi pembangunan gereja menjadi langkah strategis yang sangat membantu.

Kegiatan sosialisasi berlangsung lancar dan hangat, diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan antar peserta. Semoga semangat kebersamaan dalam membangun rumah Tuhan terus tumbuh dan mengakar dalam hati seluruh umat Stasi Maguwo.

“Refresh Jiwa Lingk. St. Monica” Menyapa Hati, Menyembuhkan Batin, Semangat Menggereja

Di tengah ritme kehidupan yang kian cepat dan padat, kita kerap tenggelam dalam rutinitas tanpa sempat bertanya: Bagaimana kabar jiwa kita hari ini? Pertanyaan sederhana itu menjadi dasar lahirnya sebuah kegiatan penuh makna yang diselenggarakan oleh Lingkungan Santa Monica, bertajuk “Refresh Jiwa”, sebuah inisiatif baru yang menghadirkan keheningan, refleksi, dan penyembuhan batin.

Perjalanan Spiritual ke Taman Doa Maria Penolong Abadi

Kegiatan ini berlangsung di Taman Doa Maria Penolong Abadi, yang berlokasi di Stasi Pojok, Paroki St. Petrus–Paulus, Minggir, Klepu. Dikelilingi suasana khas pedesaan yang alami dan tenang, tempat ini menjadi ruang yang tepat untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia, dan menyatu dalam keheningan bersama Tuhan.

Taman doa ini tidak hanya menyuguhkan keindahan fisik, tetapi juga menghadirkan kekuatan spiritual yang menyentuh. Pendopo joglo sederhana, tempat berlangsungnya prosesi, disiapkan penuh kasih, dikelilingi alam hijau, diterangi lampu remang-remang, dan ditemani patung Bunda Maria dengan sentuhan budaya Jawa. Semua elemen ini menyatu menciptakan suasana yang intim, penuh damai, dan sangat mendukung pengalaman batin yang mendalam.

Kekuatan Unsur Hypnotherapy dalam Penyembuhan Jiwa

Hal yang menjadikan kegiatan ini unik dan berkesan adalah penggunaan unsur hypnotherapy spiritual, yang dipadukan dengan metode penyembuhan menggunakan energi Ilahi. Melalui bimbingan dan teknik-teknik relaksasi serta pemusatan pikiran, para peserta diajak untuk membuka diri, menerima kasih Tuhan, dan membiarkan setiap luka batin, kekhawatiran, serta beban hidup dipulihkan dalam kehadiran-Nya.

Sekitar 50 umat, dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga para lansia, dengan penuh kesadaran dan keterbukaan mengikuti setiap proses. Mereka diajak untuk menyapa jiwa, mengendapkan emosi, menyadari kehadiran Tuhan di balik segala peristiwa hidup. Tidak sedikit peserta yang merasakan ketenangan, kesegaran jiwa, bahkan mengalami momen spiritual yang mendalam.

Diprakarsai oleh Kaum Muda yang Penuh Semangat

Salah satu keistimewaan kegiatan ini adalah keterlibatan kaum muda sebagai motor penggerak utama. Mas Wilfred, Mbak Sulis, dan Mas Vincent tampil sebagai inisiator dan fasilitator utama, dibantu Bapak Lasiman selaku Ketua Lingkungan Monica. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa semangat pelayanan dan inovasi rohani tidak mengenal usia, dan bahwa generasi muda dapat mengambil peran penting dalam membangun kehidupan menggereja yang hidup dan relevan.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa gereja bisa hadir dengan cara yang kreatif, menyentuh, dan tetap setia pada nilai-nilai spiritual yang hakiki.

Membangun Komunitas yang Guyub dan Bersemangat

“Refresh Jiwa” tidak hanya memberi pengalaman pribadi yang menguatkan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara umat. Dalam suasana yang akrab, para peserta saling mendukung, berbagi cerita, mendoakan satu sama lain. Kegiatan ini menghidupkan kembali spirit Santa Monica, pelindung lingkungan ini, yang dikenal sebagai sosok ibu penuh kasih, tabah, dan teguh dalam doa demi keselamatan keluarganya.

Melalui kegiatan ini, harapannya umat Lingkungan Monica semakin guyub, solid, dan antusias dalam keterlibatan pastoral, baik di lingkungan maupun di Stasi. Semangat melayani, semangat berbagi, dan semangat memuliakan Tuhan bersama-sama menjadi bekal penting untuk terus membangun Gereja yang hidup dan berakar dalam iman.

“Refresh Jiwa bukan hanya soal rehat sejenak, tapi tentang mendengarkan bisikan jiwa, menyentuh kasih Tuhan, dan pulang dengan semangat baru untuk mencintai lebih sungguh.”

Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lain untuk menciptakan ruang-ruang penyembuhan batin yang nyata, sederhana namun berdampak besar bagi kehidupan rohani umat.

Berkah Dalem

foto lengkap bisa dilihat di link google drive :

https://drive.google.com/drive/folders/1Oltv2L3DEKz55adJK8a9Xtzb4A2vWkyx

Helena Clarencia Cinta Prasetya – Suara Emas dari Maguwo

Di antara banyak bintang muda yang bersinar, nama Helena Clarencia Cinta Prasetya patut jadi sorotan. Usianya baru 16 tahun, tapi suara dan prestasinya sudah melanglang buana ke berbagai panggung, dari festival pelajar hingga ajang bergengsi nasional. Helena, begitu ia akrab disapa, adalah salah satu putri berbakat dari Stasi Santa Maria Bunda Allah, Maguwo, yang kini menempuh pendidikan di SMA BOSA Yogyakarta.

Sejak kecil, dunia musik sudah jadi tempat yang nyaman bagi Helena. Dengan zodiak Aries yang dikenal berani dan penuh semangat, tak heran kalau ia terus melangkah pasti mengejar mimpinya menjadi penyanyi internasional. Bukan sekadar mimpi kosong, karena jejak langkahnya penuh dengan prestasi nyata yang bikin kagum siapa pun yang mengenalnya.

Bayangkan saja, sepanjang tahun 2023–2025, Helena telah mengumpulkan lebih dari 15 gelar juara dari berbagai lomba menyanyi dan festival band pelajar. Dari panggung FLS3N, Prambanan Jazz, hingga BRI Rei Property Expo, suara khas Helena sudah menemani banyak telinga, menggetarkan banyak hati. Bahkan, ia pernah tampil memukau di momen kenegaraan seperti upacara 17 Agustus di Balai Kota Yogyakarta dan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Titik Nol KM Yogyakarta. Hebat, kan?

Tapi prestasi Helena nggak berhenti di luar saja. Di lingkungan gereja, ia juga aktif melayani sebagai putri altar, pemazmur, dan vokalis dalam PMG (Pemusik Muda GMBA). Helena bukan hanya menyanyikan lagu rohani dengan suara indah, tapi juga dengan hati penuh cinta. Ia menjadikan setiap bait lagu sebagai bentuk pelayanan dan persembahan terbaik untuk Tuhan.

tau nggak apa aja prestasi Helena dari tahun 2023 sampai 2025 ? nih mimin kasih tau ya…….

  1. Juara 1 Lomba Menyanyi Tunggal FLS3N Kotamadya Yogyakarta – 2025
  2. Juara 3 Lomba Band Pelajar Fist Cup Fakultas Ilmu Komunikasi Atma Jaya – 2025
  3. Juara 1 Lomba Solo Vocal IMLEK Lampion Jagad di SMA BOSA – 2025
  4. Juara 1 Lomba Band Pelajar WJNC Fest – 2024
  5. Juara 1 National Online Singing Competition di Politeknik AA YKPN – 2024
  6. Juara 1 Lomba Band Padztsuri #2 di SMA 3 – 2024
  7. Juara 2 Online Singing Competition Econofest FEB UGM – 2024
  8. Juara 1 Festival Band Pelajar di Warung Tik Tok – 2024
  9. Perform menyanyi di Upacara Bendera 17 Agustus di Balai Kota Yogyakarta – 2024
  10. Perform menyanyi di Acara Hari Kesaktian Pancasila di Titik Nol Yogyakarta – 2024
  11. Juara 1 Lomba Solo Vokal Mahardika Nada Nusantara Kesbangpol – 2024
  12. Juara 1 Lomba Solo Vokal Amazing BRI Rei Property Expo – 2024
  13. Juara 3 Festival Band Pelajar di SMA Santa Maria – 2024
  14. Juara 1 Festival Band Pelajar China Town di Sleman City Hall – 2024
  15. Juara 1 Lomba Solo Vokal Simponi Negeriku di Hotel Merapi Merbabu – 2023
  16. Finalis 10 Besar I‘m Jazz Kids di Prambanan Jazz – 2023
  17. Juara 1 Festival Band Pelajar di SMM – 2023
  18. Juara 1 Festival Band Pelajar di SMA Santa Maria – 2023
  19. The Voice Kids Indonesia Season 4 – Tim Yura Rizky – 2021
  20. Juara 1 Lomba Menyanyi Tunggal FLS2N tingkat kecamatan UPT Utara Yogyakarta – 2015

kalah jauh lah sama mimin…..mimin mah gak ada apa apanya……..hahahaha

Buat kamu yang penasaran dengan suara Helena, yuk langsung aja mampir dan follow channel-nya:

Dan kalau ada yang mau ngajak kerja sama atau undang perform, boleh banget kontak langsung ke 081227071710 ya………………………..

Helena adalah contoh nyata bahwa talenta yang dipupuk dengan cinta dan kerja keras bisa jadi berkat besar, bukan cuma untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk banyak orang. Kita doakan bersama, semoga Helena terus bersinar dan suatu hari nanti benar-benar berdiri di panggung dunia sebagai penyanyi internasional yang membawa damai dan sukacita lewat musiknya.

Dari altar kecil di Maguwo hingga gemerlap panggung dunia, Helena adalah bintang yang tak hanya bernyanyi, tapi juga menyinari.

Keep shining, girl……………………..

Langit bukan batasmu, tapi justru panggung berikutnya…………………

Kenalan Yuk Sama Christian Melody – Suara Emas dari Stasi Maguwo

Namanya Christian Melody Dharma Saputra, dan seperti namanya, hidupnya memang penuh melodi, nggak berlebihan kalau dibilang suara emasnya udah jadi berkat buat banyak orang, terutama di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Lahir di Sleman pada 1 Desember 2008, Christian saat ini sedang menapaki masa remajanya di salah satu SMA favorit, SMA Negeri 3 Yogyakarta. Tapi jangan salah, meskipun sibuk sekolah, pelayanan di gereja tetap jalan terus.

Christian adalah salah satu contoh anak muda yang aktif, berprestasi, dan punya semangat pelayanan tinggi. Di bidang tarik suara, prestasinya udah nggak diragukan lagi. Suaranya nggak cuma merdu, tapi juga punya penghayatan yang bikin suasana doa makin hidup. Nggak heran kalau dia sering dipercaya jadi pemazmur, baik di misa-misa rutin maupun acara besar di GMBA.

mau tau apa saja prestasinya ?

  1. Medali Perak International Applied Science Project Olympiad (i2ASPO) Katergori Research On Children with Special Needs
  2. Juara 2 Lomba Peneliti Belia Bidang Fisika Tingkat DIY
  3. Juara 3 Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  4. Juara 2 Lomba Solo Vokal Putra FLS3N Kota Yogyakarta
  5. Medali Emas Mazmur Remaja Pesparani Nasional II
  6. Medali Emas Paduan Suara Anak Pesparawi Nasional XIII
  7. Juara 1 Mazmur Anak Pesparani DIY
  8. Juara 3 Festival Paduan Suara Anak Indonesia Ode Bentara
  9. Juara 1 Tryout Wicofest
  10. Juara 3 Nine Tryout #3
  11. Juara 1 Mortar Stampher Tryout ASPD #3

luar biasa bukan ?

Selain itu, Christian juga aktif sebagai putra altar—setia membantu di altar dengan penuh tanggung jawab. Dan nggak berhenti sampai di situ, dia juga turut melatih teman-temannya di grup Pemusik Muda GMBA (PMG). Ya, Christian adalah salah satu pelatih nyanyi di PMG, berbagi ilmunya sambil tetap belajar bersama.

Yang bikin salut, semua itu dijalaninya dengan rendah hati dan senyum khasnya yang selalu ramah. Nggak banyak bicara, tapi karyanya terasa. Dari balik mimbar, suara Christian jadi pengantar doa yang syahdu dan menguatkan.

Christian adalah contoh bahwa remaja Katolik bisa keren, aktif, dan berprestasi tanpa harus jauh dari gereja. Semoga semangatnya bisa menular ke teman-teman sebayanya, dan terus tumbuh jadi pribadi yang membawa damai dan sukacita lewat musik dan pelayanan.

Keep shining, Christian…………………………………………. Suaramu bukan cuma indah, tapi juga jadi jembatan bagi banyak hati untuk bertemu Tuhan.

Minggu Ceria Bersama PIA St. Angelus: Mengenal Rosario dan Bunda Maria bersama Ibu ibu Stasi Maguwo

Minggu, 8 Juni 2025 – Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Minggu pagi biasanya identik dengan suasana santai dan waktu berkualitas bareng keluarga. Tapi kali ini, ada yang spesial banget di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Soalnya, para ibu dari Paguyuban Ibu-Ibu Stasi turun gunung buat nemenin adik-adik PIA St. Angelus dalam kegiatan seru yang penuh makna.

Bertempat di ruang PIA, anak-anak yang biasanya ceria dan aktif kali ini duduk manis (meskipun kadang masih goyang-goyang sedikit mendengarkan cerita seru dari para ibu tentang Rosario dan Bunda Maria. Tapi tenang, ini bukan sesi ceramah yang bikin ngantuk kok. Justru dibawakan dengan gaya yang ringan, hangat, dan penuh kasih sayang. Anak-anak diajak kenalan sama siapa sih Bunda Maria itu, kenapa kita mendoakan Rosario, dan gimana sih cara mendoakannya.

Dengan penuh semangat dan kelembutan khas seorang ibu, mereka membimbing anak-anak untuk mengenal dan mencintai doa Rosario sebagai salah satu bentuk devosi Katolik yang mendalam. Melalui cerita-cerita sederhana, lagu-lagu rohani, serta aktivitas kreatif yang menyenangkan, anak-anak diajak untuk lebih dekat dengan Bunda Maria sebagai teladan iman dan kasih.

Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan rohani anak-anak, tetapi juga mempererat hubungan antar umat lintas generasi. Tampak jelas keceriaan di wajah anak-anak saat mereka memegang rosario masing-masing dan mulai memahami makna setiap bagiannya.

Paguyuban ibu-ibu berharap, benih-benih iman yang ditanam hari ini akan bertumbuh menjadi cinta sejati kepada Yesus melalui Bunda Maria. Terima kasih kepada tim PIA St. Angelus atas kesempatan yang diberikan, dan semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan demi membangun iman anak-anak sejak dini.

“Merayakan Syukur, Menyemai Kebersamaan” Pembubaran Panitia HUT Stasi Santa Maria Bunda Allah

Minggu, 8 Juni 2025 menjadi penanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Gereja Stasi Santa Maria Bunda Allah. Sebuah momen penuh syukur digelar sebagai bentuk penutupan: pembubaran panitia yang telah bekerja keras dan melayani dengan sepenuh hati.

Sejak awal, perayaan HUT tahun ini bukan sekadar selebrasi, melainkan juga menjadi perjalanan iman bersama umat. Rangkaian kegiatan dimulai pada 25 Mei 2025 dengan bakti sosial berupa cek kesehatan untuk masyarakat sekitar gereja sebagai wujud nyata kasih dan kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.

Perjalanan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para leluhur pendiri Gereja pada 29 Mei 2025—sebuah langkah penuh hormat dan doa bagi mereka yang telah lebih dulu berpulang dalam iman. Suasana doa yang khusyuk memperkuat ikatan batin umat dengan sejarah, warisan iman, dan keluarga besar gereja.

Puncaknya terjadi pada 1 Juni 2025, dengan Misa Syukur sebagai inti perayaan, disambung dengan pesta umat yang penuh sukacita, keakraban, dan semangat persaudaraan. Semua lapisan umat ambil bagian, dari anak-anak hingga lansia, menjadikan hari itu bukan hanya meriah, tapi juga menghangatkan hati.

Hari ini, saat panitia secara resmi dibubarkan, yang tersisa bukan hanya laporan kegiatan atau dokumentasi acara. Yang paling berharga adalah pengalaman melayani bersama, tawa yang dibagi, keringat yang jatuh diam-diam, dan semangat gotong royong yang mempererat ikatan umat satu sama lain.

Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia—yang telah berjerih lelah, berdoa dalam diam, bekerja dalam kesederhanaan, dan memberi dalam kasih. Semoga semua benih kebaikan yang ditanam dalam perayaan HUT ini tumbuh menjadi buah-buah berkat bagi gereja dan sesama.

Sampai jumpa di pelayanan selanjutnya. Karena gereja adalah kita, dan kita semua adalah bagian dari karya kasih-Nya yang terus berjalan.

Rekoleksi Calon Penerima Komuni Pertama se-Paroki Kalasan

Sabtu pagi, 7 Juni 2025, kompleks Biara SCJ di Jalan Kaliurang dipenuhi dengan wajah-wajah penuh semangat dan harapan. Hari itu, rekoleksi calon penerima Komuni Pertama se-Paroki Kalasan digelar sebagai bagian penting dari persiapan rohani anak-anak sebelum menyambut Sakramen Maha Kudus untuk pertama kalinya.

Sebanyak 192 anak calon penerima Komuni Pertama dan 300 orang tua turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, Stasi Maguwo mengutus 23 anak dan 60 orang tua—sebuah angka yang menunjukkan antusiasme dan keterlibatan nyata dari komunitas dalam mendampingi pertumbuhan iman anak-anaknya.

Dengan mengangkat tema “Keluargaku sebagai Sekolah Iman dan Kehidupan”, rekoleksi ini mengajak peserta untuk menyadari bahwa keluarga bukan hanya tempat tinggal, melainkan juga ruang pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani. Dalam dinamika keluarga—dalam kasih, pengampunan, dan keteladanan—iman itu tumbuh dan menjadi nyata.

Acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB. Para peserta mendapatkan siraman rohani dan wawasan hidup dari tiga narasumber inspiratif:

  • Romo Marwoto SCJ, yang mengajak orang tua merenungkan kembali peran mereka sebagai pendidik iman di rumah,
  • Dr. Victorius Didik S., yang menyampaikan pentingnya pendekatan yang manusiawi dan mendalam dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara psikologis dan spiritual,
  • serta Suster Erna RMI, yang dengan pendekatan ceria dan penuh kasih memandu anak-anak mengenal Yesus dengan bahasa yang sederhana dan menyentuh hati.

Sesi demi sesi berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan keheningan rohani yang menyegarkan. Anak-anak tidak hanya diajak untuk paham secara intelektual, tapi juga disentuh hatinya—belajar untuk mencintai Ekaristi dan memahami makna kehadiran Yesus dalam hidup mereka.

Sementara itu, orang tua diajak untuk kembali menyadari bahwa mereka adalah “guru iman” pertama dan utama bagi anak-anak. Rekoleksi ini menjadi momen reflektif dan sekaligus pemantik semangat untuk semakin hadir, menyemangati, dan menjadi teladan dalam hidup beriman sehari-hari.

Sebagai puncak dan penutup, seluruh rangkaian acara ditutup dengan Perayaan Ekaristi, yang menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan peneguhan iman seluruh peserta. Misa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan iman bukanlah perjalanan sendiri, tetapi selalu bersama: bersama keluarga, bersama komunitas, dan terutama bersama Tuhan.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, para narasumber, para pendamping, dan semua pihak yang telah melayani dengan hati. Semoga anak-anak kita siap menyambut Komuni Pertama bukan hanya sebagai momen seremoni, tetapi sebagai awal hidup baru bersama Kristus yang hadir nyata dalam Sakramen-Nya.

Semangat Toleransi: Umat Katolik Lingkungan St. Yohanes Pembaptis Maguwo Turut Menjaga Keamanan Idul Adha

Jumat, 6 Juni 2025 — Hari ini, suasana di sekitar wilayah Stasi Maguwo terasa begitu hidup. Bukan hanya karena keramaian perayaan Idul Adha yang dirayakan penuh khidmat oleh saudara-saudari Muslim, tetapi juga karena hadirnya semangat kebersamaan yang menghangatkan hati siapa pun yang melihatnya.

Sejak pagi hari, umat Katolik dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis turut ambil bagian dalam menjaga kelancaran dan keamanan perayaan Idul Adha yang diselenggarakan di beberapa titik sekitar wilayah Maguwo. Kehadiran para bapak dari Lingkungan Yohanaes Pembabtis ( YP ) menjadi pemandangan yang menarik sekaligus membanggakan……… Dengan rompi merah khas mereka, para bapak ini berdiri sigap di berbagai titik jalan dan area sekitar lokasi salat Id dan penyembelihan hewan kurban.

Bukan sekadar hadir, mereka benar-benar terlibat. Mengatur lalu lintas, mengarahkan warga, membantu menjaga ketertiban, bahkan turut menyapa dengan ramah setiap orang yang melintas. Tak sedikit dari mereka yang harus berdiri berjam-jam di bawah sinar matahari pagi yang hangat, dan semua dilakukan dengan hati yang tulus dan wajah yang tetap tersenyum.

Sementara itu, para ibu dari lingkungan pun tak tinggal diam. Di balik layar, mereka mengambil peran yang tak kalah penting. Sejak pagi, para ibu ini menyiapkan konsumsi untuk para petugas dan relawan — mulai dari air minum, teh hangat, hingga makanan ringan — semua disiapkan dengan penuh kasih. Dukungan mereka menjadi penguat dan penyemangat tersendiri bagi para bapak yang bertugas di lapangan.

Apa yang terjadi hari ini adalah cermin dari semangat toleransi dan persaudaraan yang tumbuh subur di tengah masyarakat Maguwo. Tidak ada sekat agama, tidak ada perbedaan yang membatasi. Yang ada adalah niat yang sama: menjaga kedamaian, saling membantu, dan merayakan kemanusiaan bersama.

Lingkungan St. Yohanes Pembaptis sekali lagi menunjukkan bahwa iman bukan hanya soal doa dan ibadah di dalam gereja, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir untuk sesama tanpa memandang latar belakang, tanpa syarat, dan tanpa pamrih. Inilah wajah Gereja yang hidup dan nyata di tengah masyarakat.

Terima kasih untuk para bapak lingkungan YP dengan rompi merahnya, dan untuk para ibu yang telah memberikan dukungan penuh. Semoga semangat seperti ini terus tumbuh, mengakar, dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya.