“Merayakan Syukur, Menyemai Kebersamaan” Pembubaran Panitia HUT Stasi Santa Maria Bunda Allah

Minggu, 8 Juni 2025 menjadi penanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Gereja Stasi Santa Maria Bunda Allah. Sebuah momen penuh syukur digelar sebagai bentuk penutupan: pembubaran panitia yang telah bekerja keras dan melayani dengan sepenuh hati.

Sejak awal, perayaan HUT tahun ini bukan sekadar selebrasi, melainkan juga menjadi perjalanan iman bersama umat. Rangkaian kegiatan dimulai pada 25 Mei 2025 dengan bakti sosial berupa cek kesehatan untuk masyarakat sekitar gereja sebagai wujud nyata kasih dan kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.

Perjalanan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para leluhur pendiri Gereja pada 29 Mei 2025—sebuah langkah penuh hormat dan doa bagi mereka yang telah lebih dulu berpulang dalam iman. Suasana doa yang khusyuk memperkuat ikatan batin umat dengan sejarah, warisan iman, dan keluarga besar gereja.

Puncaknya terjadi pada 1 Juni 2025, dengan Misa Syukur sebagai inti perayaan, disambung dengan pesta umat yang penuh sukacita, keakraban, dan semangat persaudaraan. Semua lapisan umat ambil bagian, dari anak-anak hingga lansia, menjadikan hari itu bukan hanya meriah, tapi juga menghangatkan hati.

Hari ini, saat panitia secara resmi dibubarkan, yang tersisa bukan hanya laporan kegiatan atau dokumentasi acara. Yang paling berharga adalah pengalaman melayani bersama, tawa yang dibagi, keringat yang jatuh diam-diam, dan semangat gotong royong yang mempererat ikatan umat satu sama lain.

Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia—yang telah berjerih lelah, berdoa dalam diam, bekerja dalam kesederhanaan, dan memberi dalam kasih. Semoga semua benih kebaikan yang ditanam dalam perayaan HUT ini tumbuh menjadi buah-buah berkat bagi gereja dan sesama.

Sampai jumpa di pelayanan selanjutnya. Karena gereja adalah kita, dan kita semua adalah bagian dari karya kasih-Nya yang terus berjalan.

Rekoleksi Calon Penerima Komuni Pertama se-Paroki Kalasan

Sabtu pagi, 7 Juni 2025, kompleks Biara SCJ di Jalan Kaliurang dipenuhi dengan wajah-wajah penuh semangat dan harapan. Hari itu, rekoleksi calon penerima Komuni Pertama se-Paroki Kalasan digelar sebagai bagian penting dari persiapan rohani anak-anak sebelum menyambut Sakramen Maha Kudus untuk pertama kalinya.

Sebanyak 192 anak calon penerima Komuni Pertama dan 300 orang tua turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, Stasi Maguwo mengutus 23 anak dan 60 orang tua—sebuah angka yang menunjukkan antusiasme dan keterlibatan nyata dari komunitas dalam mendampingi pertumbuhan iman anak-anaknya.

Dengan mengangkat tema “Keluargaku sebagai Sekolah Iman dan Kehidupan”, rekoleksi ini mengajak peserta untuk menyadari bahwa keluarga bukan hanya tempat tinggal, melainkan juga ruang pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani. Dalam dinamika keluarga—dalam kasih, pengampunan, dan keteladanan—iman itu tumbuh dan menjadi nyata.

Acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB. Para peserta mendapatkan siraman rohani dan wawasan hidup dari tiga narasumber inspiratif:

  • Romo Marwoto SCJ, yang mengajak orang tua merenungkan kembali peran mereka sebagai pendidik iman di rumah,
  • Dr. Victorius Didik S., yang menyampaikan pentingnya pendekatan yang manusiawi dan mendalam dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara psikologis dan spiritual,
  • serta Suster Erna RMI, yang dengan pendekatan ceria dan penuh kasih memandu anak-anak mengenal Yesus dengan bahasa yang sederhana dan menyentuh hati.

Sesi demi sesi berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan keheningan rohani yang menyegarkan. Anak-anak tidak hanya diajak untuk paham secara intelektual, tapi juga disentuh hatinya—belajar untuk mencintai Ekaristi dan memahami makna kehadiran Yesus dalam hidup mereka.

Sementara itu, orang tua diajak untuk kembali menyadari bahwa mereka adalah “guru iman” pertama dan utama bagi anak-anak. Rekoleksi ini menjadi momen reflektif dan sekaligus pemantik semangat untuk semakin hadir, menyemangati, dan menjadi teladan dalam hidup beriman sehari-hari.

Sebagai puncak dan penutup, seluruh rangkaian acara ditutup dengan Perayaan Ekaristi, yang menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan peneguhan iman seluruh peserta. Misa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan iman bukanlah perjalanan sendiri, tetapi selalu bersama: bersama keluarga, bersama komunitas, dan terutama bersama Tuhan.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, para narasumber, para pendamping, dan semua pihak yang telah melayani dengan hati. Semoga anak-anak kita siap menyambut Komuni Pertama bukan hanya sebagai momen seremoni, tetapi sebagai awal hidup baru bersama Kristus yang hadir nyata dalam Sakramen-Nya.

Semangat Toleransi: Umat Katolik Lingkungan St. Yohanes Pembaptis Maguwo Turut Menjaga Keamanan Idul Adha

Jumat, 6 Juni 2025 — Hari ini, suasana di sekitar wilayah Stasi Maguwo terasa begitu hidup. Bukan hanya karena keramaian perayaan Idul Adha yang dirayakan penuh khidmat oleh saudara-saudari Muslim, tetapi juga karena hadirnya semangat kebersamaan yang menghangatkan hati siapa pun yang melihatnya.

Sejak pagi hari, umat Katolik dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis turut ambil bagian dalam menjaga kelancaran dan keamanan perayaan Idul Adha yang diselenggarakan di beberapa titik sekitar wilayah Maguwo. Kehadiran para bapak dari Lingkungan Yohanaes Pembabtis ( YP ) menjadi pemandangan yang menarik sekaligus membanggakan……… Dengan rompi merah khas mereka, para bapak ini berdiri sigap di berbagai titik jalan dan area sekitar lokasi salat Id dan penyembelihan hewan kurban.

Bukan sekadar hadir, mereka benar-benar terlibat. Mengatur lalu lintas, mengarahkan warga, membantu menjaga ketertiban, bahkan turut menyapa dengan ramah setiap orang yang melintas. Tak sedikit dari mereka yang harus berdiri berjam-jam di bawah sinar matahari pagi yang hangat, dan semua dilakukan dengan hati yang tulus dan wajah yang tetap tersenyum.

Sementara itu, para ibu dari lingkungan pun tak tinggal diam. Di balik layar, mereka mengambil peran yang tak kalah penting. Sejak pagi, para ibu ini menyiapkan konsumsi untuk para petugas dan relawan — mulai dari air minum, teh hangat, hingga makanan ringan — semua disiapkan dengan penuh kasih. Dukungan mereka menjadi penguat dan penyemangat tersendiri bagi para bapak yang bertugas di lapangan.

Apa yang terjadi hari ini adalah cermin dari semangat toleransi dan persaudaraan yang tumbuh subur di tengah masyarakat Maguwo. Tidak ada sekat agama, tidak ada perbedaan yang membatasi. Yang ada adalah niat yang sama: menjaga kedamaian, saling membantu, dan merayakan kemanusiaan bersama.

Lingkungan St. Yohanes Pembaptis sekali lagi menunjukkan bahwa iman bukan hanya soal doa dan ibadah di dalam gereja, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir untuk sesama tanpa memandang latar belakang, tanpa syarat, dan tanpa pamrih. Inilah wajah Gereja yang hidup dan nyata di tengah masyarakat.

Terima kasih untuk para bapak lingkungan YP dengan rompi merahnya, dan untuk para ibu yang telah memberikan dukungan penuh. Semoga semangat seperti ini terus tumbuh, mengakar, dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya.

Sukacita Penuh Syukur di Hari Ulang Tahun Gereja Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Minggu, 1 Juni 2025 menjadi hari yang tak terlupakan bagi umat di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Dalam semangat persaudaraan dan penuh rasa syukur, umat berkumpul untuk merayakan acara puncak Hari Ulang Tahun Stasi, sebuah perayaan iman yang dirangkai dalam dua bagian utama: Misa Syukur dan Pesta Umat.

Rangkaian acara dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang khidmat. Dalam misa ini, umat diajak untuk kembali mengenang perjalanan iman Stasi yang penuh berkat.

Homili yang disampaikan mengajak seluruh umat untuk terus menumbuhkan semangat melayani dan membangun komunitas yang saling menopang.

Doa-doa dan lagu-lagu pujian mengalun merdu sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun-tahun pelayanan di Stasi tercinta ini.

Usai misa, halaman gereja menjadi pusat keramaian dalam Pesta Umat. Sajian soto dan bakso hangat menjadi menu andalan yang dinikmati bersama. Sederhana namun sarat makna, hidangan ini merekatkan rasa kebersamaan dan cinta kasih antar umat.

Acara berlanjut dengan hiburan yang berlangsung secara spontan. Ada umat yang maju menyanyi, dan tak sedikit pula yang mengajak tertawa bersama lewat candaan khas umat Maguwo. Tentu saja, doorprize turut memeriahkan suasana dan menghadirkan kejutan-kejutan kecil yang menyenangkan.

Namun kejutan sesungguhnya datang dari mereka yang selama ini diam-diam bekerja di belakang layar — ibu-ibu panitia. mereka maju ke tengah halaman dan mempersembahkan sebuah flashmob penuh semangat!


Dengan gerakan ceria dan kekompakan yang tak kalah dari generasi muda, para ibu sukses memecah suasana dengan tawa, decak kagum, dan tepuk tangan meriah. Tarian mereka bukan hanya hiburan, tapi juga simbol sukacita dan semangat pelayanan yang luar biasa.

Hari ini bukan sekadar perayaan ulang tahun — tapi juga perayaan persaudaraan, pelayanan, dan semangat menjadi satu tubuh dalam Kristus. Sebuah hari yang meninggalkan kesan hangat dalam hati setiap umat yang hadir.

Selamat Ulang Tahun untuk Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo!
Umur hanyalah angka, tetapi cinta, iman, dan kebersamaan yang tumbuh di tengah umat adalah harta sejati.
Semoga Stasi ini terus menjadi rumah iman yang hidup, tempat bertumbuh, melayani, dan memberi terang bagi sesama.
Terima kasih untuk setiap senyum, peluh, dan doa yang telah membangun komunitas ini — mari terus melangkah bersama, dalam terang Tuhan.

 

foto bisa di akses di link https://drive.google.com/drive/folders/1fE6f_mPVCyrrtY8i8JzmcvadSQarGa_T

 

Ziarah Penuh Kasih: Menghormati Jejak Para Sesepuh dan Pendiri Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Kamis 29 Mei 2025, selepas Misa Kenaikan Yesus menjadi momen istimewa yang sarat makna bagi para pengurus Dewan Pastoral Stasi Maguwo. Diwakili oleh Ibu Amy, Ibu Tinung, Ibu Woro, Ibu Manis, Ibu Lely, Ibu Munarti, Bapak Bagio, Bapak Paul, Bapak Anton, Bapak Parno, Bapak Teteng, Bapak Nanto, Bapak Yulius, dan Bapak Naryo, mereka bersama-sama melaksanakan ziarah ke makam para sesepuh dan pendiri Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Ziarah ini adalah bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Lebih dari sekadar ritual, ziarah ini menjadi bentuk penghormatan yang tulus dan penuh kasih kepada para tokoh yang telah berjasa besar bagi gereja dan umatnya. Mereka adalah almarhum Bapak Lazarus Djayeng Adisubrata, almarhum Ibu Lusia Daliyah Djayeng Adisubrata, almarhum Bapak Paulus Yadiwiyono, dan almarhum Bapak YB Kandari. Masing-masing dari mereka adalah pilar penting yang menorehkan jejak iman dan pengabdian tanpa pamrih.

Dalam suasana yang penuh hening dan haru, para pengurus berdoa di pusara para pendahulu, mengenang segala kebaikan, pengorbanan, dan kasih yang telah mereka tanamkan. Setiap doa yang terucap menjadi untaian syukur dan penghormatan atas segala jasa mereka. Hembusan angin yang lembut seolah menjadi saksi betapa besarnya cinta kasih yang diwariskan oleh para sesepuh bagi kehidupan iman umat di Maguwo.

Ziarah ini menjadi pengingat mendalam akan nilai-nilai luhur yang mereka ajarkan: ketulusan hati, kesetiaan dalam pelayanan, dan kerendahan hati yang memancar dalam setiap langkah. Warisan semangat dan cinta kasih yang mereka tinggalkan menjadi lentera yang menuntun langkah para pengurus dan umat untuk terus berkarya demi kebaikan bersama.

Semoga melalui ziarah penuh kasih ini, seluruh umat semakin dikuatkan dalam iman, disatukan dalam semangat persaudaraan, dan diteguhkan untuk meneruskan karya pelayanan yang penuh pengharapan. Kehadiran para pendahulu dalam kenangan dan doa hari ini menjadi tanda bahwa cinta mereka tak pernah pudar, dan pengabdian mereka akan selalu hidup dalam hati kita semua.


Cek Kesehatan Gratis di Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo, 25 Mei 2025

Dalam rangka ulang tahun Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo, diadakan kegiatan bakti sosial yang super bermanfaat: cek kesehatan gratis! Acara ini diadakan pada hari Minggu, 25 Mei 2025, dan terbuka untuk semua warga sekitar yang mau ngecek kesehatan.

Kegiatan ini seru banget karena didukung penuh sama Rumah Sakit Panti Rini yang hadir dengan tim dokter dan paramedisnya, Kimia Farma yang bawa alat andalan Quantum, dan Puskesmas Depok yang lengkap dengan dokter dan obat-obatannya. Tim kesehatan dari Stasi Santa Maria Bunda Allah juga turun langsung bantuin acara ini, jadi makin kompak.

Warga sekitar yang ikut juga rame banget, mulai dari RT 5 Sambilegi Kidul, RT 6 Kembang, RT 01-05 Karangploso, sampai para pengurus DPH. Suasana hangat dan penuh kebersamaan benar-benar terasa sepanjang acara.

Keren banget, acara ini juga ditinjau langsung sama petinggi dari Rumah Sakit Panti Rini, Puskesmas Depok, dan Kimia Farma. Mereka semua ngasih support penuh supaya acara ini makin sukses.

Dan yang bikin tambah semangat, dari target 150 orang peserta, kegiatan ini berhasil ngumpulin 148 orang. Berarti udah 98,67% target tercapai, keren banget kan?

Semoga kegiatan ini bermanfaat buat semua warga dan makin mempererat kebersamaan di sekitar gereja. Sampai jumpa di acara seru berikutnya.

Bincang Sehat Gereja St. Maria Bunda Allah

Minggu, 11 Mei 2025

Di era serba cepat ini, saat semua serba online dan sibuk mengejar target harian, ada satu hal penting yang sering terlupakan: ingatan itu sendiri. Mulai dari lupa naruh kunci, lupa bawa dompet, sampai lupa kenapa tadi berdiri depan kulkas—banyak dari kita yang menganggap itu hal biasa. Tapi… benarkah semua itu cuma “pelupa wajar”?

Hari ini, Tim Pelayanan Kesehatan Gereja St. Maria Bunda Allah di bawah naungan Bidang Kemasyarakatan, mengajak kita untuk tidak lagi menyepelekan gejala tersebut lewat acara Bincang Sehat dengan tema:
“Pentingnya Deteksi Dini Dimensia atau Pikun.”

Karena dimensia bukan sekadar bagian dari proses menua. Ia adalah kondisi serius yang memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, berkomunikasi, bahkan melakukan aktivitas sehari-hari. Dan justru karena itu, deteksi dini sangat penting—agar kita bisa menyiapkan perawatan, pendampingan, dan dukungan yang terbaik sejak awal.


Acara ini dipandu oleh sosok berpengalaman dan komunikatif, dr. Tri Djoko Endro Susilo, SpPK, yang akan menjadi moderator dalam menggali informasi dari narasumber utama kita : dr. Lothar Matheus M. V., Sp.N., seorang dokter spesialis Neurologi dari RS. Siloam yang membagikan pengetahuan, pengalaman, sekaligus tips-tips penting dalam mengenali dan menghadapi dimensia dengan bijak dan penuh empati.

Yang membuat acara ini semakin istimewa adalah kehadiran teman-teman mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang tengah menyusun tugas akhir tentang keberagaman hidup beragama. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa ruang dialog antariman dan pendidikan bisa berjalan harmonis dan saling memperkaya.

Para peserta pun hadir dengan wajah cerah, hati yang senang, dan rasa penasaran yang tinggi. Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan:
“Ini aku cuma pelupa atau perlu periksa?”
“Apa tanda-tanda awal dimensia?”
“Bagaimana cara merawat orang terdekat yang mulai mengalami penurunan daya ingat?”

Pertanyaan itu muncul bukan karena takut, tapi karena peduli. Karena sehat bukan hanya tentang bebas dari penyakit, tetapi juga tentang menjaga kejernihan pikiran, kualitas hidup, dan martabat di usia lanjut.

Dan hari ini, kita belajar bersama:
Bahwa mengingat itu bukan sekadar fungsi otak—tapi juga bagian dari jati diri, hubungan sosial, dan makna kehidupan itu sendiri.

Semoga setiap informasi hari ini menjadi berkat bagi kita semua, untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Tuhan memberkati.


materi bisa di download pada link dibawah ini.

Ketika Suara Kecil Menyentuh Langit Hati

Hari ini seperti biasa saat saya sedang break dari kegiatan, Jari saya sibuk scroll Instagram, tanpa tujuan. Cuma nyari hiburan ringan, ngisi waktu luang, atau sekadar kabur sebentar dari rutinitas yang kadang bikin kepala berat. Timeline penuh video lucu, berita viral, hal-hal receh. Tapi tiba-tiba… saya berhenti.

Sebuah video muncul. Seorang anak sedang menyanyi. Biasa? Tidak. Anak itu dari SLB A Karya Murni Ruteng. Seorang tuna netra. Tapi bukan itu yang bikin saya terpaku. Suaranya… beda. Ada sesuatu di cara dia menyanyikan lagu itu—tulus, jujur, tanpa beban gaya. Langsung menembus ke hati.

“Dengarlah Tuhan memanggilmu… jangan kau terlena membisu…”

Saya merinding. Terdiam. Dunia yang tadinya ribut di kepala saya, mendadak senyap. Seolah lagu itu sedang bicara langsung ke saya. Bukan hanya lirik. Tapi pesan. Panggilan. Ajakannya terasa lembut tapi kuat.

Tanpa pikir panjang, saya buka YouTube. Cari lagu itu. Dapat dua versi. Dan saya dengarkan berulang-ulang. Semakin saya dengar, semakin terasa dalam. Bukan hanya karena liriknya indah, tapi karena saya sadar—saya sedang diingatkan akan sesuatu yang sering saya abaikan.

“Yesus cinta kan pribadimu, dan tak kan pernah meninggalkanmu…”
“Dengarlah lonceng gereja sayup-sayup di sana, pertanda waktunya engkau tinggalkan semuanya…”
“Datanglah engkau bersujud, mohon pengampunan-Nya… sampai saat kau berada di pelukan-Nya.”

Jujur… saya jadi diam. Lama.

Bukan karena sedih. Tapi karena tersentuh. Lagu ini bukan cuma tentang iman. Tapi tentang pulang. Tentang kasih Tuhan yang nggak pernah maksa, tapi selalu nunggu. Tentang panggilan yang kadang kita abaikan karena sibuk ngejar dunia.

Dan yang bikin saya makin mikir… kenapa pesan sebesar ini justru saya terima dari seorang anak kecil yang bahkan tak bisa melihat?

Mungkin itu cara Tuhan bicara. Kadang, Dia nggak pakai mimbar tinggi atau kata-kata sulit. Tapi cukup lewat suara sederhana dari hati yang bersih. Lewat video pendek yang nyempil di tengah scroll-scroll iseng. Lewat lagu yang nggak populer tapi penuh kuasa.

Malam itu, saya duduk lama. Nggak ngapa-ngapain. Cuma dengerin lagu itu sambil mikir…
Kapan terakhir kali saya benar-benar mendengarkan Tuhan?


Dan kamu yang lagi baca ini… entah kenapa saya pengen bilang:
Kalau hari-harimu lagi berat, atau hatimu lagi kosong, atau kamu cuma capek aja tanpa tahu kenapa… mungkin ini juga panggilan buatmu. Nggak usah buru-buru. Nggak harus langsung berubah besar-besaran.

Kadang, cukup diam sebentar. Dengarkan pelan-pelan.
Mungkin ada suara lembut yang udah lama kamu abaikan—tapi sebenarnya dia cuma nunggu kamu menoleh.

Tuhan nggak pernah jauh. Kita aja yang sering jalan terlalu jauh. Tapi kabar baiknya: jalan pulang itu nggak pernah ditutup.

Jadi… siapa tahu, ini waktunya kamu juga pulang

EVALUASI PEKAN SUCI 2025 & RAPAT AKBAR PENUH DRAMA TIM SOUNDSYSTEM GMBA

Pekan Suci 2025 akhirnya selesai juga. Semua perayaan berjalan dengan lancar, tenang, dan penuh kekudusan… kecuali di area sekitar mixer, di mana kabel-kabel bersliweran seperti mie ayam level galau dan headset berpindah tangan lebih cepat dari gosip di grup WA. Tapi salut buat tim soundsystem GMBA: walau sempat ada momen “mic-nya nggak nyalaaaa!” dan “lah…volumenya belum naik……….?”, semuanya tetap bisa teratasi berkat skill, kepekaan batin, dan tentu saja, kebetulan yang sangat ilahi.

Untuk mengevaluasi semua kejadian tersebut, sekaligus menenangkan jiwa yang habis terbakar volume overload dan feedback tak terduga, maka digelarlah rapat agung nan meriah di rumah Mas Felix pada Sabtu, 3 Mei 2025. Tentu saja, rapat ini berlangsung serius… selama lima menit pertama. Sisanya? Tertawa bernyanyi , dan merencanakan konser besar-besaran yang masih belum jelas kapan dan di mana, tapi udah keburu dibayangkan bak konser Coldplay versi Katolik.

Agenda utama rapat:

  1. Evaluasi Pekan Suci
  2. makan malam
  3. Bahas Rencana konser (yang lebih banyak dibahas lewat mimpi)
  4. Makan lagi
  5. makan lagi
  6. makan lagi

Satu yang pasti :

tim ini makin solid, makin kocak, dan makin siap bikin konser yang nggak cuma rame sound-nya, tapi juga penuh cinta, tawa, dan mungkin sedikit kebakaran kabel (yang bisa dimaklumi).

thanks to

mas Darwanto, mas felix, mas jiwo, mas Danang stef, & mas Probo


Rapat Persiapan HUT Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo – Juni 2025

Pada hari Sabtu, 3 Mei 2025, bertempat di ruang sekertariat Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo, telah dilaksanakan rapat perdana dalam rangka persiapan Hari Ulang Tahun Gereja yang akan dirayakan pada bulan Juni 2025. Rapat ini dihadiri oleh Dewan Pastoral Harian (DPH) Stasi Maguwo serta para ibu dari Stasi yang diundang khusus sebagai koordinator acara perayaan HUT gereja tahun ini.

Rapat berlangsung dalam suasana akrab, penuh semangat pelayanan, dan komitmen bersama untuk menjadikan momen ini sebagai sarana membangun kebersamaan umat. Salah satu agenda utama yang disepakati adalah kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar gereja, yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2025. Kegiatan ini didukung oleh beberapa mitra, yakni Rumah Sakit Panti Rini, Kimia Farma, dan Puskesmas Depok Maguwoharjo, yang akan turut serta memberikan layanan medis dan edukasi kesehatan.

Sebagai puncak perayaan, akan diadakan pesta umat di halaman belakang gereja, yang melibatkan seluruh 17 lingkungan Stasi Maguwo. Acara ini diharapkan menjadi momen penuh sukacita, kebersamaan, dan syukur atas perjalanan iman komunitas umat di Stasi Maguwo.

Dengan semangat gotong royong dan pelayanan, seluruh peserta rapat berkomitmen untuk mewujudkan rangkaian kegiatan HUT ini sebagai pengalaman iman yang hidup, bersahaja, dan berdampak luas bagi umat serta masyarakat sekitar.